Anda di halaman 1dari 8

SLIDE 10

Ada sejumlah ciri yang menjadi corak dan watak bangsa yakni sifat religius,
sikap menghormati bangsa dan manusia lain, persatuan, gotong royong dan
musyawarah, serta ide tentang keadilan sosial. Nilai- nilai dasar itu dirumuskan
sebagai nilai-nilai Pancasila sehingga Pancasila dikatakan sebagai jati diri
bangsa sekaligus identitas nasional. Jadi jati diri itu merupakan nilai nilai yang
ada pada Pancasila. Sebagai mana menurut (Kaelan, 2002) Berdasar uraian–
uraian di atas, perlu kiranya dipahami bahwa Pancasila merupakan identitas
nasional Indonesia yang unik. Pancasila bukan hanya identitas dalam arti fisik
atau simbol, layaknya bendera dan lambang lainnya. Pancasila adalah identitas
secara non fisik atau lebih tepat dikatakan bahwa Pancasila adalah jati diri
bangsa.

SLIDE 11
Sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) pada Bab XV tentang Bendera, Bahasa,
dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dalam Pasal 35, 36A, 36 B, dan
36 C dan telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24
Tahun 2009.

SLIDE 12
Identitas pribadi misalkan diwujudkan dalam beberapa bentuk identitas diri,
misal dalam Kartu Tanda Penduduk, ID Card, Surat Ijin Mengemudi, Kartu
Pelajar, dan Kartu Mahasiswa. Satu lagi identitas penting yang harus dimiliki
oleh setiap warga negara Indonesia saat ini adalah Nomor Pokok Wajib Pajak
(NPWP). Setiap warga negara Indonesia yang telah memiliki penghasilan wajib
memiliki NPWP sebagai sarana melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.
NPWP merupakan tanda pengenal diri dan identitas wajib pajak bagi warga
negara Indonesia.

SLIDE 13
1. Lunturnya nilai-nilai luhur dalam praktik kehidupan berbangsa dan
bernegara (contoh: rendahnya semangat gotong royong, kepatuhan hukum,
kepatuhan membayar pajak, kesantunan, kepedulian, dan lain- lain)
2. Nilai –nilai Pancasila belum menjadi acuan sikap dan perilaku sehari-hari
(perilaku jalan pintas, tindakan serba instan, menyontek, plagiat, tidak disiplin,
tidak jujur, malas, kebiasaan merokok di tempat umum, buang sampah
sembarangan, dan lain-lain)

3. Rasa nasionalisme dan patriotisme yang luntur dan memudar (lebih


menghargai dan mencintai bangsa asing, lebih mengagungkan prestasi bangsa
lain dan tidak bangga dengan prestasi bangsa sendiri, lebih bangga
menggunakan produk asing daripada produk bangsa sendiri, dan lain-lain)

4. Lebih bangga menggunakan bendera asing dari pada bendera merah putih,
lebih bangga menggunakan bahasa asing daripada menggunakan bahasa
Indonesia.

5. Menyukai simbol-simbol asing daripada lambang/simbol bangsa sendiri, dan


lebih mengapresiasi dan senang menyanyikan lagu-lagu asing daripada
mengapresiasi lagu nasional dan lagu daerah sendiri.

SLIDE 8

Tambahan : dari perbedaan tersebut dapat membentuk identitas


nasional karna jika seseorang memiliki nasionalisme, sikap patriot
akan muncul dari dalam dirinya maka sikap nasionalisme akan
menumbuhkan patriotisme pada diri seseorang.

TAMBAHAN
1. Mengapa sebuah bangsa perlu identitas? Berikan alasannya
2. Apakah bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia benar-benar
telah mampu menyatukan kita sebagai bangsa? Berikan alasannya
3. Apakah suatu identitas dalam kurun waktu tentu bisa hilang? Berikan
alasannya
4. Bolehkah kita meniru identitas orang lain? Berikan alasannya
5. Apa yang terjadi jika sebuah identitas itu hilang? Berikan alasannya
JAWABAN
1) karena agar bisa dikenal luas oleh negara-negara lain di dunia dan
menunjukkan kekayaan bangsa itu sendiri

2) sudah, masyarakat indonesia terdiri atas ribuan suku dan terpisahkan oleh
lautan, tetapi mereka tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan. hal ini
dikarenakan mereka telah menganggap saling bersaudara sehingga tidak ada
yang namanya pertumpahan darah. contohnya dipulau bali masyarakatnya
mayoritas beragama hindu dan islam, mereka tetap bersatu. saat umat islam
melaksanakan hari raya idhul fitri mereka juga saling bersilaturahim dengan
umat hindu, sebaliknya ketika umat hindu merayakan nyepi maka umat islam
bali menghirmatinya dengan berjalan kaki ketika pergi ke masjid agar tidak
mengganggu umat hindu yang sedang nyepi. inilah fakta nyata tentang
indonesia

3) ya tentu saja, apabila masyarakat dalam bangsa itu tidak bisa


memperjuangkannya dan hanya mementingkan dirinya sendiri. di indonesia
hal ini juga sudah terjadi seperti banyaknya tikus-tikus berdasi, terorisme,
narkoba, dsb. semua itu bisa menghilangkan identitas bangsa indonesia.

4) tidak, kita harus tetap berusaha sendiri, karena usaha sendiri itu lebih baik
daripada meniru pihak lain. sebagai contoh para pahlawan dahulu tidak mau
indonesia merdeka dengan bantuan jepang mereka ingin memperjuangkan
kemerdekaan dengan jerih payah mereka sendiri. hal menunjjukkab bahwa
masyarakat indonesia harus memiliki pendirian yang kuat dan tidak mudah
menggantungkan diri kepada pihak lain

5) negara itu akan tidak dikenal dunia sehingga ia menjadi negara yang
terkucilkan dan bisa menjadi negara yang keterbelakangan

Garuda
 Garuda Pancasila merupakan burung yang sudah dikenal melalui mitologi kuno di
sejarah Nusantara (Indonesia), yaitu tunggangan Dewa Wishnu yang berwujud seperti
burung elang rajawali. Garuda dipakai sebagai Simbol Negara untuk menggambarkan
Negara Indonesia merupakan bangsa yang kuat dan besar.
 Warna keemasan di burung Garuda mengambarkan kejayaan dan keagungan.
 Garuda memiliki sayap, paruh, cakar dan ekor yang melambangkan tenaga
dan kekuatan pembangunan.
 Jumlah bulu Garuda Pancasila mengambarkan hari / Tanggal proklamasi
kemerdekaan Bangsa Indonesia, yaitu tanggal 17-Agustus-1945, antara lain: Jumlah bulu
pada masing-masing sayap berjumlah 17, Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8, Jumlah
bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19, Jumlah bulu di leher berjumlah 45.

Perisai
 Perisai merupakan tameng yang telah lama dikenal dalam budaya dan peradaban
Nusantara sebagai senjata yang melambangkan perlindungan, pertahanan dan
perjuangan diri untuk mencapai tujuan.
 Di tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang menggambarkan garis
khatulistiwa hal tersebut mencerminkan lokasi / Letak Indonesia, yaitu indonesia sebagai
negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa.
 Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila.
 Warna dasar pada ruang perisai merupakan warna bendera Indonesia (merah-
putih). dan pada bagian tengahnya memiliki warna dasar hitam.

Berikut adalah Pembagian dan penjelasan lambang pada ruang perisai:

Makna Sila Pertama Pancasila, Bintang Tunggal


Makna Sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan Perisai hitam dengan
sebuah bintang emas berkepala lima (bersudut lima), bintang emas sendiri dapat diartikan
sebagai sebuah cahaya seperti layaknya Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi
setiap manusia.

Makna Sila Kedua Pancasila, Rantai Emas


Makna Sila 2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan Rantai yang disusun atas
gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu sama lain yang saling
membantu, gelang yang persegi menggambarkan pria sedangkan gelang yang lingkaran
menggambarkan wanita.
Makna Sila Ketiga Pancasila, Pohon Beringin
Makna Sila 3, Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin (Ficus
benjamina) di bagian kiri atas perisai berlatar putih, Pohon beringin merupakan sebuah
pohon Indonesia yang berakar tunjang - sebuah akar tunggal panjang yang menunjang
pohon yang besar ini dengan tumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Hal ini mencerminkan
kesatuan dan persatuan Indonesia. Pohon Beringin juga mempunyai banyak akar yang
menggelantung dari ranting-rantingnya. ini mencerminkan Indonesia sebagai negara
kesatuan namun memiliki berbagai latar belakang budaya yang berbeda-beda (bermacam-
macam).

Baca Juga: Kumpulan Posting Tentang CPNS (Terlengkap dan Gratis)

Makna Sila keempat Pancasila, Kepala Banteng


Makna Sila 4, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan / Perwakilan. yang disimbolkan dengan kepala banteng pada bagian
kanan atas perisai berlatar merah. Lembu liar atau Banteng merupakan binatang sosial yang
suka berkumpul, sama halnya dengan manusia dimana dalam pengambilan keputusan
harus dilakukan secara musyawarah salah satunya dengan cara berkumpul untuk
mendiskusikan sesuatu.
Makna Sila kelima Pancasila, Padi Kapas
Makna Sila 5, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan padi
dan kapas di bagian kanan bawah perisai yang berlatar putih. kapas dan padi
(mencerminkan pangan dan sandang) merupakan kebutuhan pokok semua masyarakat
Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. ini mencerminkan persamaan sosial
dimana tidak adanya kesenjangan sosial anatara satu dan yang lainnya, tapi hal ini
(persamaan sosial) bukan berarti bahwa Indonesia memakai ideologi komunisme.

Pita yang bertulis semboyan "Bhinneka Tunggal Ika"


 Sehelai pita putih dengan tulisan "Bhinneka Tunggal Ika" berwarna hitam dicengkeram
oleh Kedua cakar Garuda Pancasila.
 Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu
Tantular. Kata "bhinneka" memiliki arti beraneka ragam atau berbeda-beda, sedang kata
"tunggal" berarti satu, dan kata "ika" bermakna itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika
diartikan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda beda tapi pada hakikatnya tetap
satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk melambangkan kesatuan dan persatuan Bangsa
Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam ras, budaya, bahasa daerah, agama, suku bangsa dan
kepercayaan.

Letak Warna Pada Bagian-bagian Garuda Pancasila


 Warna yang digunakan dalam lambang Garuda Pancasila tidak boleh diletakkan asal
asalan karena warna warna itu telah ditentukan untuk diletakkan pada bagian-bagian yang ada
pada lambang Garuda Pancasila.
 Warna hitam menjadi warna kepala banteng yang terdapat di lambang Garuda Pancasila.
Warna hitam digunakan juga untuk warna perisai tengah latar belakang bintang, juga untuk
mewarnai garis datar tengah perisai. dan Warna hitam juga dipakai sebagai warna tulisan untuk
semboyan "Bhinneka Tunggal Ika".
 Warna merah digunakan untuk warna perisai kiri atas dan kanan bawah yang terdapat
pada lambang Garuda Pancasila.
 Warna hijau digunakan sebagai warna pohon beringin.
 Warna putih dipakai untuk warna perisai kiri bawah dan kanan atas. warna putih juga
diberi pada Pita yang dicengkeram oleh Burung Garuda Pancasila.
 Sedangkan Warna kuning diletakkan sebagai warna Garuda Pancasila, untuk warna
bintang, rantai, kapas, dan padi.

Makna Warna pada Garuda Pancasila


Ada beberapa warna yang terdapat pada Lambang Garuda Pancasila. Warna-warna yang
dipakai menjadi warna pada lambang Garuda Pancasila ini memiliki makna dan arti kurang
lebih sebagai berikut.
 Warna putih memiliki arti kesucian, kebenaran, dan kemurnian.
 warna hitam memiliki makna keabadian.
 Warna merah memiliki artian keberanian.
 Warna hijau artinya adalah kesuburan dan kemakmuran.
 Warna kuning berarti kebesaran, kemegahan, dan keluhuran.

PERTANYAAN DI PDF
1. contoh budaya yang di klaim : tari pendet(bali) tari reog (Ponorogo) dan
batik. malaysia juga mengakui salah satu pulai kecil di indonesia. klaim
tersebut bisa saja terjadi. mengapa? karena generasi2 penerus bangsa
indonesia sudah sering melupakan budaya2 di bangsanya sendiri. kurang
adanya rasa nasionalisme.
2. Tidak boleh karena sudah di atur oleh sebuah lembaga dunia setiap
warga negara mempunyai ragam budaya yg berbeda di lindungi oleh pbb
apabila ada yg mencuri budaya lain itu namanya tidak menghargai
negara lain yg lebih dulu mempunyai budaya bs kena pelanggaran oleh
lembaga dunia dalam naungan pbb.
3. Tidak boleh , karena setiap budaya memiliki hak ciptanya sendiri .
Walaupun sudah menjadi bagian dari keseharian orang indonesia, tetap
saja sebuah budaya memiliki 'asal' nya . Masyarakat indonesia sudah
terbiasa dengan budaya standing party , standing party boleh dilakukan
tpi tidak boleh mengatas namakan budaya Standing Party sebagai
budaya indonesia.
4. Dengan cara membudidayakan dan memperkenalkan budaya Indonesia
bahwa Indonesia punya atau memiliki budaya yang indah. dan sebagai
rakyat Indonesia pun haruz mnghargai budaya negara lain agar negara
lain juga menghargai budaya kita yaitu budaya indonesia
5. Kebudayaan daerah adalah modal utama untuk mengembangkan
kebudayaan nasional karena kebudayaan nasional merupakan
puncak kebudayaan daerah yang berada di wilayah Indonesia.
Kebudayaan daerah dapat menjadi kebudayaan nasional harus
memenuhi syarat-syarat berikut ini:
- pantas dan tepat diangkat sebagai budaya nasional
- harus memiliki unsur-unsur budaya yang mendapat pengakuan dari
semua bangsa kita, sehingga menjadi milik bangsa
- menunjukkan ciri atau identitas bangsa
- berkualitas tinggi dan dapat diterima oleh seluruh bangsa Indonesia
6. Yang menentukan hilang atau tidaknya kearifan lokal di negara ini adalah
anak bangsa sendiri. mungkin kearifan lokal tersebut mengalami
asimilasi dengan kebudayaan lain yang masuk kedalam suatu daerah
sehingga menimbulkan budaya yang baru. untuk itu, kitalah sebagai
penerus bangsa harus dapat melestarikan dan menjaga kearifan lokal
agar identitas bangsa tidak hilang dan menerima sebagian budaya yang
"baik" dari luar sebagai tambahan dan pelengkap bagi kebudyaan yang
telah ada. karena bagaimanapun kita harus dapat beradaptasi dengan
keadaan dunia yang selalu dinamis.

https://exaudian.wordpress.com/2014/03/28/identitas-nasional/