Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

K DENGAN DENGUE HEMORRAGIC


FEVER ( DHF ) DI RUANG ANGGREK RSUD DR R. SOEDJATI
SOEMODIARDJO PURWODADI

Disusun Oleh:
PRIYO UTOMO

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CENDEKIA UTAMA KUDUS
2016
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Pendahuluan dan Asuhan Keperawatan DHF, telah di revisi, disetujui dan
disahkan oleh pembimbing akademik, pembimbing klinik RSUD dr R. Soedjati
Soemodihardjo Purwodadi

Hari :

Tanggal :

Pembimbung Akademi Pembimbing Klinik

Ns. Biyanti Dwi W,M.Kep Erine Imeswari, S.Kep Ns


LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Asuhan Keperawatan pada pasien dengan diagnosa DHF di ruang Anggrek RSUD
Dr R. Soedjati Purwodadi, telah di revisi, disetujui dan disahkan oleh pembimbing
akademik, pembimbing klinik RSUD dr R. Soedjati Soemodihardjo Purwodadi

Hari :

Tanggal :

Pembimbung Akademi Pembimbing Klinik

Ns. Biyanti Dwi W,M.Kep Erine Imeswari, S.Kep Ns


WOC DHF
DAFTAR PUSTAKA

Barakah, V. F. 2012. Demam Berdarah tidak ada obatnya, Hanya andalkan cairan.
Detik Health. Retrieved from:
http://health.detik.com/read/2012/06/15/143241/1942274/763/ 19 April 2014.

Hendrayanto. 2004. Ilmu Penyakait Dalam. Jilid 1. Jakarta: FKUIM.

Khie Chen., Herdiman, T., Pohan., Robert., 2009. Diagnosis dan terapi cairan pada
demam berdarah dengue. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. RS Dr.
Cipto Mangunkusumo, Jakarta. 22. (1): 5-6 Depkes RI. 2005. Pencegahan dan
Pemberantasan Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

Mansjoer, Arif. 2005. Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3 Cetakan Keenam. Jakarta:
Media Aesculapius.

Nursalam. 2005. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk Perawat dan Bidan).
Jakarta: Salemba Medika.

Sudoyo Aru dkk. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1,2,3 Edisi 4. Jakarta:
Internet Publishing.

Soegijanto, Soegeng. 2009. Demam Berdarah Dengue. Edisi Pertama. Surabaya:


Airlangga University Press.

Suriadi & Yuliani (2010). “ Asuhan Keperawatan pada Anak”. Ed.2. Jakarta:
SagungSeto.

Vasanwala. F. F., Puvanendran. R., Chong. S. F., Ng. J. M., Suhail. S. M., Lee. K. H.
(2011). Could peak proteinuria determine whether patient with dengue fever
develop dengue hemorraghic/dengue shock syndrome/- A prospective cohort
study. BMC Infectious Diseases.

Widyastuti, Palupi. 2004. Pencegahan, Pengendalian Dengue dan Demam Berdarah.


Jakarta: EGC.

World Health Organization. 2005. Panduan Lengkap Pencegahan & Pengendalian


Dengue & Demam Berdarah. Jakarta: EGC.
FORMAT PENGKAJIAN ANAK

Nama Mahasiswa :Juwitarini Eka Utami


Tempat praktek : Ruang Bougenfil RSUD dr R. Soedjati Purwodadi
Tanggal praktek : 23 Mei 2016
Tanggal pengkajian : 23 Mei 2016

A. Identitas Data
Nama : An D
Alamat : Waru Karanganyar 6/2 Purwodadi
Tempat/ Tanggal lahir : Purwodadi,09-12-2014
Agama : Islam
Usia : 1 tahun 5 bulan
Suku Bangsa : Jawa Indonesia
Nama ayah/ Ibu : Tn. S
Pendidikan Ayah : SMP
Pekerjaan ayah : Swasta

B. Keluhan utama
Demam tinggi sejak 5 hari yang lalu disertai muntah

C. Riwayat Kesehatan Sekarang


Ibu klien mengatakansejak 5 hari yang lalu panas dingin, muntah, pusing, lemes.panas
turun bila minum obat tapi sebentar kemudian panas naik lagi

D. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran


Prenatal : Pemerikasaan kehamilan di tempat bidan,tidak ada kelainan /penyakit
pada ibu saat hamil,usia kehamilan 9 bulan
Intranatal : Tempat melahirkan di RSU dr.R soedjati Purwodadi dengan operasi SC
Post natal : Lahir langsung menangis kuat,gerak aktif.BBL 3300,PBL 50cm.

E. Riwayat Masa Lalu


1. Penyakit waktu kecil :penyakit yang pernah dialami batuk pilek
2. Pernah dirawat di RS :tidak pernah
3. Obat-obatan yang di gunakan : obat turun panas dari warung
4. Tindakan (operasi) : tidak pernah
5. Alergi : tidak ada riwayat alergi obat dan makanan
6. Kecelakaan : tidak pernah
7. Imunisasi : imunisasi diterima lengkap di posyandu

F. Riwayat Keluarga
Se keluarga tidak ada yang menderita penyakit jantung/HT,paru atau DM.

G. Riwayat Sosial
1. Yang mengasuh : Orang Tua sendiri
2. Hubungan dengan anggota keluarga :Baik
3. Hubungan dengan teman sebaya :Baik
4. Pembawaan secara umum : Normal
5. Lingkungan rumah :di lingkunag pedesaan,padat penduduk

H. Kebutuhan Dasar
1. Pola Persepsi dan Manajemen Kesehatan
- Sebelum Sakit : orang tua klien mengatakan sakitnya murni karena faktor
ilmiah, bukan karena guna-guna/santet.
- Saat sakit : Saat sakit pasien dibawa ke rumah sakit.
2. Pola Nutrisi Metabolik
- Sebelum sakit : orang tua klien mengatakan makan 3 x sehari dengan sayur
dan lauk pauk,porsi 1 piring penuh. Untuk minum 2,5 – 3 L
per hari
- Saat sakit : klien makan 3x sehari tetapi dengan setengah porsi. Minum
air putih 2 gelas hari (200cc/gelas )
3. Pola Eliminasi
- Sebelum sakit : orang tuan klien mengatakan
BAB : 1 x sehari , normal
BAK : 6 x sehari
- Saat sakit : orang tua klien mengatakan
BAB : 1 x sehari , tetap normal
BAK : 2 x sehari
4. Pola gerak dan aktifitas
- Aktivitas
Kemampuan
0 1 2 3 4
perawatan diri
Makan dan minum ü
Mandi ü
Toileting ü
Berpakaian ü
Berpindah ü
0: mandiri, 1: Alat bantu, 2: di bantu orang lain, 3: di bantu orang lain dan alat,
4: tergantung total
- Latihan
Sebelum sakit : orang tua klien mengatakan
 Pola gerak : biasa bergerak dengan bebas
 Pola aktifitas : dapat beraktifitas seperti biasa
 Saat sakit : Pasien mengatakan
 Pola gerak : terbatas untuk bergerak karena dipasang infus
 Pola aktifitas : hanya bisa melakukan aktifitas di tempat tidur

5. Pola kognitif dan persepsi


- Orang tua klien kurang mengetahui tentang penyakitnya secara mendetail,tapi
Pasien mengetahui bahwa dia terkena penyakit demam berdarah.
6. Pola persepsi – Konsep diri
- Sebelum sakit : orang tua klien mengatakan :
Harga Diri : tidak bermasalah
Body Image : tidak bermasalah
Ideal diri : tidak bermasalah
Peran : tidak bermasalah
Identitas diri : tidak bermasalah
- Saat sakit : orang tua klien mengatakan
Harga Diri : tidak bermasalah
Body Image : tidak bermasalah
Ideal diri : tidak bermasalah
Peran : tidak bermasalah
Identitas diri : tidak bermasalah

7. Pola tidur dan istirahat


- Sebelum Sakit : orang tua klien mengatakan klien setiap hari tidur dengan
rentang – 8 jam. Tidur malam pukul 21.00, bangun pagi
pukul 06.00.
- Saat sakit : Saat sakit klian susah tidur dan sedikit terganggu karena
ruang gerak yang tidak memadai. Tidur malam pukul 22.00,
bangun pagi 05.30.
8. Pola peran – hubungan
- Sebelum Sakit : Klien dapat berkomunikasi dengan baik, dengan keluarga
maupun temannya.
- Saat sakit : Klien dapat berkomunikasi dengan baik, dengan perawat,
keluarga maupun temannya.
9. Pola seksual – reproduksi
- Anak laki laki pertama
10. Pola toleransi strees – koping
- Sumber stressor anak sakit demam.koping maladaptive menangis,rewel
11. Pola nilai – Kepercayaan
- Orang tua klien mengatakan beragam islam,rajin ibadah,percaya bahwa sakit
anaknya adalah cobaan dari Allah SWT.dan terus berdo’a untuk kesembuhan
anaknya

I. Keadaan Kesehatan Saat Ini


1. Diagnose medis : DHF
2. Tindakan operasi : tidak ada
3. Status nutrisi :baik
a. Anthropolometric measurement :
TB : 120 cm
BB: 35 Kg
b. Biochemical data
Hasil Laboratorium :
Laboratorium,tgl. 26 – 4 – 2016
Hb : 13 g/dl
Leukosit : 5400 / mm3
Trombosit : 94.000 /mm3
Hematokrit : 38 %
Laboratorium,tgl. 27 – 4 – 2016
Hb : 13 g/dl
Trombosit : 110.000 /mm3
Hematokrit : 38.4 %
Laboratorium,tgl. 28 – 4 – 2016
Hb : 12.8 g/dl
Trombosit : 142.000 /mm3
Hematokrit : 37.2 %
c. Clinical sign of nutrional status
Organ / sistem tubuh Tanda normal
Rambut Licin, berkilau, baik kering atau
berminyak
Kulit Halus, sedikit kering, tugor kurang
Mata Bersih an bersinar, konjuntiva tidak pucat
Cardiovaskuler HR, tensi, nadi, irama jantung teratur
Otot-otot Kuat dan berkembang biak
Gastrointestinal Nafsu makan kurang, BAB/BAK teratur
dan normal
Aktifitas Bersemangat, giat dan tidur normal
Neurologi Refleks normal, emosi dan perhatian baik

d. Diet
Diet makan bubur halus dan banyak minum
4. Status cairan : kebutuhan intake cairan kurang lebih 2000cc
5. Obat- obatan : Inf RL 12 ttm,sanmol 3x ½ cdt,inj vit c
1x200mg,inj cefriaxon 3x 300mg
6. Aktivitas : Banyak Istirahat
7. Tindakan keperawatan : menurunkan panas,keseimbangan cairan,
8. Hasil rontgen :tidak dilakukan pemeriksaan rontgen
9. Data tambahan :-

J. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Lemah
Vital Sign : Suhu : 38,4 0C , BB : 30 Kg
HR : 103 x/menit
Tensi : 90/60
1) Kepala dan wajah :
- Inspeksi : Bentuk kepala bronchiocepalus,Rambut warna hitam,Rambut
lurus.wajah terlihat pucat, wajah klien terlihat meringis Tidak
ada oedema pada wajah, tampak kemerahan pada wajah
klien.
- Palpasi : Tidak teraba adanya benjolan/massa,Tidak ada nyeri tekan.
Tidak ada oedema
2) Mata :
- Inspeksi : Kedua mata simetris kiri kanan,Konjungtiva tidak anemis,
Sklera tidak ikterus, reaksi pupil terhadap cahaya isokor,
pelebaran pupil simetris kiri kanan, Mata tidak cekung, Tidak
ada tanda-tanda peradangan pada konjungtiva
- Palpasi : Tidak teraba adanya benjolan/massa, Tekanan bola mata
seimbang kiri kanan fungsi penglihatan baik, lapang pandang
normal.
3) Hidung
- Inspeksi : Bentuk lubang hidung simetris kiri kanan, Tampak ada
pengeluaran cairan dari hidung, Mukosa hidung hiperemis,
Tidak ada pernapasan kuping hidung, tidak ada deformitas
pada tulang hidung.
- Palpasi : Tidak teraba adanya benjolan/massa. Tidak ada nyeri tekan
pada sinus maksilaris, sinus edmodalis dan sinus frontalis,
fungsi penciuman baik
4) Telinga
- Inspeksi : Tidak ada pengeluaran cairan dari telinga,Tidak ada tanda-
tanda radang pada telinga,Keadaan telinga luar bersih,
serumen tidak ada, Membran tympani utuh.
- Palpasi : Tidak teraba adanya benjolan/massa. Tidak ada nyeri tekan
pada tulang mostoideus fungsi pendengaran baik
5) Mulut/Tenggorokan
- Inspeksi : Selaput mukosa mulut Nampak kering, Lidah tidak kotor,
Fungsi mengecap dan mengunyah baik,Tonsil tidak
meradang, mukosa bibir kering
- Palpasi : Tidak ada massa dan nyeri tekan.
6) Leher
- Inspeksi : Tidak ada jaringan parut, tidak ada pembesaran pada leher.
- Palpasi : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, teraba denyut nadi
karotis dua jari lateral sinistra adam apel.
7) Dada dan paru-paru
- Inspeksi : Bentuk dada simetris kiri kanan,Pengembangan dada
seimbang mengikuti alur nafas, Frekuensi pernafasan 20
x/menit, Jenis pernafasan dada,tidak ada retraksi dinding
dada.
- Palpasi : Tidak ada nyeri tekan,Tidak ada masa pada dinding dada.
- Perkusi : Terdengar bunyi sonor pada area paru-paru
- Auskultasi : Bunyi nafas vasikuler, tidak ada bunyi nafas tambahan.
8) Jantung
- Inspeksi : Bentuk dada piquen chest, tidak ada pembesaran pada salah
satu dinding dada.
- Auskultasi : Terdengar Bj I “ lup “ pada ICS 2 dan 3
Terdengar Bj II “ dup “ pada ICS 4 dan 5
- Perkusi : Terdengar suara pekak pada area dada sebelah kiri.
- Palpasi : Teraba denyut jantung apeks pada ICS 5 dan 6
9) Abdomen
- Inspeksi : Permukaan perut datar,Tidak ada lesi,Tidak ada hipo /
hiperpigmentasi kulit, Tidak nampak dalam keadaan acites.
- Auskultasi : Peristaltik usus 24 x/menit, Bising usus (+).
- Perkusi : Terdengar bunyi hypertimpani
- Palpasi : Tidak terdapat nyeri tekan, Turgor kulit berkurang ,Tidak
teraba adanya pembesaran limpa, Tidak teraba adanya massa.
10) Genetalia/Anus
- Inspeksi : tanpak adanya kemerahan
11) Ekstremitas
- Ekstremitas Atas
- Inspeksi : Tangan kiri dapat digerakan dengan bebas. Sedangkan tangan
kanan terpasang IVFD RL 12 Tpm, Jari-jari kedua tangan
lengkap kuku bersih tidak ada oedema dan tanda
sianosis,Lengan reflex bisep baik, trisep baik.

K. Pemeriksaan Tingkat Perkembangan.


Kemandirian dan bergaul : Pasien dapat berkomunikasi, mendengar, mengamati
suatu obyek dengan baik, anak sudah mampu
berkomunikasi
Motorik Halus : sudah bisa mandi sendiri,menulis dan membaca
dengan lancar
Kognitif dan bahasa : komunikasi sudah bisa bicara lancar
Motorik Kasar : Sudah bisa main sepak bola bersama timmamakai
baju dengan sendiri.
PersonalSosial : bermain dengan temansebayanya.

L. Informasi Lain :

M. Ringkasan Riwayat Keperawatan :

N. Analisa Data
Nama Klien : An K No. RM :580169
Umur :6 tahun Dx Medis : DHF
Ruang Rawat :Anggrek Alamat :Waru karanganyar 1/3
Purwodadi
Tgl/
Data fokus Problem Etiologi
jam
26 S: Ibu klien mengatakan badan anak panas Hiperthermia Infeksi virus
April sejak 5 hari yang lalu dengue
2016 O: Panas tinggi, ba-dan teraba panas,
13.00 wajah merah, Suhu= 38,40c.
wib Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal
26-04-2016:
Hb.13 g%,Ht.38%,Leco
5400/mm3,trombocit 94000/mm3
26 S: Ibu klienmengatakan anaknya Defisit volume Kehilangan
April berkeringat dingin. cairan volume cairan
2016 -Panas sejak 5 hari sebelum masuk rumah secara
13.00 sakit kemu-dian mendadak tinggi dan aktif,muntah,intak
wib muntah, e cairan menurun
O:klien terlihat lemah,membrane mukosa
mulut
kering,S:38,4C,N:103x/m,TD:90/60mmH
g
trombocit 94000/mm3

26 S: Ibu klien mengatakan anaknya mual Perubahan Menurunya nafsu


April muntah da ada perubahan nafsu nutrisi:kurang makan sekunder
2016 makan,sering menolak,habis setengah dari kebutuhan mual
13.00 porsi tubuh muntah,masukan
wib O:wajah klie terlihat lemas, TB 120 cm, makanan yg tidak
BB 35 kg, hasil lab Hb 13 g/dl, leukosit adekuat
5400/mm3, trombocit 9400/mm3, Ht 38%,
diet habis setengah porsi.

O. Prioritas Masalah
1. Hipertermia berhubungan dengan infeksi virus dengue.
2. Defisit volume cairan berhubungan dengan kehilangan volume cairan secara
aktif,muntah,intake cairan menurun.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan menurunya
nafsu makan,mual muntah,masukan makanan yang tidak adekuat
P. Intervensi
Nama Klien : An K No. RM : 580169
Umur : 6 tahun Dx Medis : DHF
Ruang Rawat : Anggrek Alamat : Waru Karanganyar 1/3 Purwodadi

No & Tujuan & kriteria Ttd


Diagnosa Intervensi Rasional
tgl hasil nama
1 Hipertermia Setelah dilakukan 1. Ajarkan klg u/ memberikan 1. Kompres tepid water Priyo
26/4/16 berhubungandenga asuhan keperawatan klien kompres tepid water sponge diharapkan membantu
n infeksi virus selama sponge. menurunkan suhu tubuh
dengue 3x24jam,Hipertermi 2. Mengobservasi TTV tiap 3 jam 2. TTV merupakan acuan u/
a menu-run/tidak lebih sering. mengetahui KU klien .
terjadi lagi. 3. Menjelaskan ttg penyebab 3. Keterlibatan klg sgt
peni-ngkatan suhu tubuh pada berarti dlm proses ke
Kriteria hasil : klg. sembuhan klien
-Penurunan Suhu 4. Anjurkan klien u/ banyak
tubuh axila normal minum air putih ± 1 – 2 liter/24 4. Peningkatan suhu tubuh
(360c – 370c). jam. mengakibatkan penguapan
-Pasien bebas de- tubuh meningkat shg perlu
mam kurang dari 7 diimbangi dengan asupan
hari 5. Berikan terapi cairan & cairan yg ba-nyak
- warna kulit wajah pengobatan sesuai program 5. Pemberian terapi cairan
tidak kemerahan sgt penting bagi klien dng
- keluarga dapat peningkatan suhu tubuhn yg
melakukan tinggi
kompres tepid
water sponge
secara mandiri
2 Defisit volume Setelah dilakukan 1. Monitor keadaan 1. Memantau kondisi,perubahan Priy
26/4/16 cairan asuhan keperawatan umum,tanda-tanda vital & TTV,serta volume cairan
berhubungan selama 3x24jam perdarahan tiap 2 – 3 jam. sedini mungkin shg dpt sege- o
dengan kehilangan Fluid balance ra diatasi & klien tdk jatuh
volume cairan pada keadaan presyok/syok.
secara Kriteria hasil : 2. Jelaskan pada 2. Keterlibatan klg & klien sgt
aktif,muntah,intak - Tanda-tanda keluarga ttg tanda-tanda kurang membantu pe-nangan sedini
e cairan menurun vital dalam batas cairan yg mungkin dialami mungkin serta diharapkan
normal. klien,serta anjurkan u/ segera klien & klg lebih kooperatif.
- Keadaan melapor-kannya.
umum baik. 3. Monitor trombosit 3. Dengan trombosit yg terpantau
- volume cairan dan penurunan yg di sertai tanda setiap hari dpt diketahui
perlahan-lahan kli-nis setiap hari. tingkat kebocoran pembu-luh
teratasi, An.A tidak darah & dpt menjadi acuan
muntah – muntah dalam melakukan tindakan.
lagi, Mukosa bibir 4. Monitor tanda 4. Mencegah tjdnya perdarahan
kembali terjadinya volume cairan lebih lanjut.
normal,turgor kulit berkurang. 5. Aktivitas klien yg tdk
normal 5. Anjurkan klien terkontrol dpt me-nyebabkan
u/banyak istirahat/Bedrest. tjdnya perdarahan
Perubahan nutrisi Setelah dilakukan 1. Kaji riwayat nutrisi, termasuk 1. untuk menentukan menu Priy
kurang dari asuhan keperawatan makanan yang disukai. yang disukai
kebutuhan tubuh selama 3×24 jam. 2. Observasi dan catat masukan 2. untuk mengetahui o
bd. Menurunya Kebutuhan nutrisi makanan klien. pemenuhan nutrisi klien
nafsu makan klien terpenuhi 3. Timbang BB tiap hari (bila 3. untuk mengetahui
sekunder akibat dengan kriteria hasil memungkinkan ). perkembangan status nutrisi
mual dan : klien
muntah,menurunya 1. Klien 4. Berikan / Anjurkan pada klien 4. untuk mengurangi rasa mual
nafsu makan menghabiskan untuk makanan sedikit namun muntah
separo / satu sering dan ataumakan diantara
porsi makan. waktu.
2. Nafsu makan 5. Berikan dan bantu oral 5. untuk meningkatkan nafsu
meningkat hygiene. makan
3. Klien tidak 6. Hindari makanan yang 6. untuk mengurangi rasa mual
terlihat lesu dan merangsang (pedas / asam) muntah
lemah. dan mengandung gas.
4. Mukosa bibir 7. Jelaskan pada klien dan 7. dukungn keluarga akan
tidak kering keluarga tentang penting menunjang proses
5. Mual dan nutrisi / makanan bagi proses kesembuhan klien
muntah penyembuahan.
berkurang 8. Sajikan makanan dalam 8. untuk merangsang nafsu
keadaan hangat. makan klien
9. Anjurkan pada klien untuk
menarik nafas dalam jika
mual.
10. Kolaborasi dalam pemberian
diet lunak dan rendah serat.
Q. Implementasi
Nama Klien : An K No. RM : 580169
Umur : 6 tahun Dx Medis : DHF
Ruang Rawat : Anggrek Alamat : Waru karanganyar 1/3 purwodadi
Tgl/jam Diagnosa Implementasi Evaluasi Ttd Nama
26/4/16 1,2 ,3  Mengobservasi tanda tanda vital,warna S: Ibu klien mengatakan anaknya masih Priyo
13. 15 kulit,mukosa mulut demam
O: S 38 4C,N 103x/m TD 90/60mmHg,wajah
13.30 1 tampak kemerahan,mukosa mulut tampak
kering
 Mengajarkan keluarga untuk S: keluarga mengatakan sudah bisa sedikit
melakukan kompres tepid water sponge melakukan kompres tepid water sponged
13. 35 1,2 O: keluarga tampak mengompres secara tepid
water sponged dengan bantuan
3  Anjurkan keluarga utntuk memberikan S: keluarga mulai memberikan minum sedikit
banyak minum pada klien sedikit tapi sering
O: klien habis minum 1 gelas
1,2,3  Membantu memberikan diet S: Keluarga mengatakan akan menyuapi klien
15.30 1,2 O: klien mulai makan sedikit
16.00 1,2,3  Memberikan obat sanmol S:keluarga mengatakan akan meminumkan
obat klienO: obat oral telah dimakan
 Mengobservasi tanda tand vital,tanda S: ibu mengatakan klien mulai
kekurangan cairan keringatan,mukosa tampak kering,wajah
kemerahan berkeringat
O:S 37 3 C,N 88x/m TD 90/60
16.30 1,2,3  Memberikan inj cefriaxon300mg,vit C S:
200mg IV O:obat injeksi telah dimasukan
 Memonitor intake dan ouput cairan S: ibu klien mengatakan sudah mau minum
klien banyak 5 gelas (@ 200cc ),muntah
berkurang,BAK sering dan banyak
O: mukosa mulut mulai lembab,BAK warna
kuning tidak pekat,turgor kurang
27/4/16 1,2,3  Mengobservasi tanda vital dan warna S: Ibu klien mengatakan masih demam
13. 15 kulit membrane mukosa mulut O: S 38 C N 100x/m TD 90/60 mmHG,wajah
masih kemerahan membrane mukosa mulut
agak kering
13,20 1,2,  Memonitor hasil laboratorium S:
O: HB 13gr/dl,Trombo 110.000/mm3,HT
14.00 1,2 38.4%
 Jelaskan tentang penyebab panas pada S: keluarga dapat mengulangi penjelasan
klien dengan baik
14.05 3 O: keluarga tampak tenang dan paham
 Mengkaji menu yang disukai klien S: keluarga mengatakan klien suka makan
14.30 3 menu telur
O:
 Menjelaskan pada keluarga tentang S:keluarga dapat menjelaskan kembali
pentingnya nutrisi untuk proses penjelasan dengan baik
penyembuha. O: keluarga mulai menyuapi klien dengan
15.25 1,2,3 sedikit sering
 Membantu memberikan diet S:keluarga klien mengatakan akan menyuapi
16.00 1,2,3 klien
O:terlihat klien mulai memakanya
 Memberikan terapi: inj cefriaxon S:keluarga klien mengatakan akan
17.00 1,2,3 300mg,inj vit c 200g IV,sanmol 250mg meminumkan obat yang diberikan
oral O:terlihat obat telah diminum
 Mengobservasi vital sign,warna S: ibu klien mengatakan demam sudah turun
kulit,membrane mukosa turgor kulit O: S 36 6C,N 88x/m,TD 100/60mmhg,RR 24
17.10 1,2,3 x/m,warna kulit kemerahan
berkurang,membrane mukosa agak
lembab,turgor membaik
 Menganjurkan klien untuk beristirahat S:keluarga klien akan mengajak tidur
O: terlihat klien menutup mata untuk tidur
28/4/16  Mengobservasi tanda tanda vital,warna S:ibu klien mengtakan anak sudah tidak Priyo
13.30 1,2 kulit wajah membrane mukosa mulut demam
turgor kulit O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m kulit
wajah tampak cerah membrane mukosa
13.45 1,2 lembab turgor baik
 Memonitor hasil laboratorium S:
14.15 1,2 O: HB 12.8gr/dl/Leco 142.000,Trombo 37.2%
S: ibu klien mengatakan sudah mau minum
 Memonitor intake dan output cairan banyak 10 gelas (@ 200cc ),sudah tidak
klien muntah,BAK sering dan banyak
O: mukosa mulut lembab,BAK warna kuning
15.00 3 tidak pekat,turgor baik
S:ibu klien mengatakan akan menyuapi
16.00 1,2,3  Membantu memberikan diet klien sampai habis
O: klien tampak makan dengan lahap
S:keluarga mengatakan akan meminumkan
17.00 1,2,3  Memberikan terapi inj cefriaxon obat yang diberikan
300mg,Vit c 200g IV,sanmol 250mg O: obat injeksi masuk,obat oral telah diminum
oral S:ibu klien mengtakan anak sudah tidak
 Mengobservasi tanda tanda vital demam
17.05 1,2,3 O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m kulit
wajah tampak cerah membrane mukosa
lembab turgor baik
S:keluarga klien akan mengajak tidur
 Menganjurkan klien untuk istirahat O: terlihat klien menutup mata untuk tidur

29/4/16  Mengobservasi tanda tanda vital,warna S:ibu klien mengtakan anak sudah tidak Priyo
12.10 1,2,3 kulit,membrane mukosa demam
O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m kulit
wajah tampak cerah membrane mukosa
12.30 3 lembab turgor baik
 Membantu memberikan diet klien S:ibu klien mengatakan akan menyuapi
13.30 1,2 sampai habis
O: klien tampak makan dengan lahap
 Memonitor intake dan output cairan S: ibu klien mengatakan sudah mau minum
klien banyak 10 gelas (@ 200cc ),sudah tidak
16.00 3 muntah,BAK sering dan banyak
O: mukosa mulut lembab,BAK warna kuning
tidak pekat,turgor baik
16.30 1,2,3  Memberikan terapi inj cefriaxon S:keluarga mengatakan akan meminumkan
300mg,Vit c 200g IV,sanmol 250mg obat yang diberikan
oral O: obat injeksi masuk,obat oral telah diminum
16.45 1,2,3  Mengobservasi tanda tanda vital,warna S:ibu klien mengtakan anak sudah tidak
kulit,membrane mukosa demam
O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m kulit
wajah tampak cerah membrane mukosa
lembab turgor baik
 Menganjurkan klien untuk istirahat S:keluarga klien akan mengajak tidur
O: terlihat klien menutup mata untuk tidur

R. Catatan Perkembangan
Nama Klien : An K RM : 580169
Umur : 6 tahun, 4 bulan Dx Medis : DHF
Ruang Rawat : Anggrek Alamat : Waru Karanganyar 1/3 Purwodadi

TTD
Tgl Jam Diagnosa Evaluasi
Nama
27/4/2016 13.30 Hipertermia berhubungandengan proses S:Ibu mengatakan anaknya masih demam Priyo
infeksi virus dengue O: S 38 4C,N 103x/m TD
90/60mmHg,wajah tampak
kemerahan,mukosa mulut tampak kering
A:Tujuan belum tercapai
P: lanjutkan intervensi
27/4/2016 13.30 Defisit volume cairan berhubungan dengan S:Ibu mengatakan anaknya masih Priyo
kehilangan volume cairan secara lemah,demam,muntah berkurang
aktif,muntah,intake cairan menurun O:klien tampak lemah, tensi 90/ 60, Suhu :
38,4 0c
A:Tujuan belum tercapai
P: lanjutkan intervensi

27/4/2016 13.30 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan S:ibu klien mengatakan muntah Priyo
tubuh berhubungan dengan menurunya nafsu berkurang,mau makan sedikit
makan,mual muntah,masukan makanan yang O: pasien tampak lemah,porsi habis
tidak adekuat setengah
A:Tujuan tercapai sebagian
P: lanjutkan intervensi

TTD
Tgl Jam Diagnosa Evaluasi
Nama
28/4/2016 13.15 Hipertermia berhubungandengan infeksi S:ibu klien mengtakan anak sudah tidak Priyo
virus dengue demam
O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m
kulit wajah tampak cerah membrane
mukosa lembab turgor baik HB
12.8gr/dl/Leco 142.000,Trombo 37.2%

A:Tujuantercapai
P: Pertahankan intervensi
28/4/2016 13.15 Defisit volume cairan berhubungan dengan S:Ibu mengatakan anak sudah tidak Priyo
kehilangan volume cairan secara lemah,tidak demam
aktif,muntah,intake cairan menurun O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m
kulit wajah tampak cerah membrane
mukosa lembab turgor baik HB
12.8gr/dl/Leco 142.000,Trombo 37.2%
A:Tujuan tercapai
P: Pertahankan intervensi

28/4/2016 13.15 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan S:ibu klien mengatakan sudah tidak Priyo
tubuh berhubungan dengan menurunya nafsu muntah
makan,mual muntah,masukan makanan yang O: pasien tampak segar membaik,porsi
tidak adekuat habis
A:Tujuan tercapai
P: Pertahankan intervensi

S. Evaluasi
Nama Klien : An K RM : 580169
Umur : 6 tahun, 4 bulan Dx Medis : DHF
Ruang Rawat : Anggrek Alamat : Waru Karanganyar 1/3 Purwodadi

TTD
Tgl Jam Diagnosa Evaluasi
Nama
29/4/2016 13.10 Hipertermia berhubungandengan infeksi S:ibu klien mengtakan anak sudah tidak Priyo
virus dengue demam
O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m
kulit wajah tampak cerah membrane
mukosa lembab turgor baik HB
12.8gr/dl/Leco 142.000,Trombo 37.2%
A:Tujuan tercapai
P: Pertahankan intervensi
29/4/2016 13.10 Defisit volume cairan berhubungan dengan S:Ibu mengatakan anak sudah tidak Priyo
kehilangan volume cairan secara lemah,tidak demam
aktif,muntah,intake cairan menurun O: S 36 7C N83 TD 100/60 RR 24 x/m
kulit wajah tampak cerah membrane
mukosa lembab turgor baik HB
12.8gr/dl/Leco 142.000,Trombo 37.2%
A:Tujuan tercapai
P: Pertahankan intervensi
29/4/2016 13.10 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan S:ibu klien mengatakan sudah tidak Priyo
tubuh berhubungan dengan menurunya nafsu muntah,nafsu makan meningkat
makan,mual muntah,masukan makanan yang O: pasien tampak segar membaik,porsi
tidak adekuat habis
A:Tujuan tercapai
P: Pertahankan intervensi