Anda di halaman 1dari 38

Direktori Kompetensi 2017

Soft Competency [Tampilkan Detail]


a. Kompetensi utama [Tampilkan Detail]
Soft competency yang diturunkan dari visi misi dan nilai-nilai organisasi sehingga harus dimiliki seluruh
individu di dalam organisasi pada semua fungsi dan level jabatan.

001 ORIENTASI PADA PENCAPAIAN (ACH)


UTM.01.001
ORIENTASI PADA PENCAPAIAN / ACHIEVEMENT ORIENTATION
Menetapkan standar kinerja yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain; bertanggung jawab terhadap
keberhasilan penyelesaian tugas; menerapkan standar yang terbaik untuk diri sendiri, bukan karena
ditentukan oleh orang lain.
Setting high standards of performance for self and others; assuming responsibility and accountability for
successfully completing assignments or tasks; self-imposing standards of excellence rather than having
standards imposed.
Deskripsi Perilaku
Menampilkan sikap antusias / Shows enthusiastic
Menampilkan sikap positif; memiliki sudut pandang yang optimis yang dapat memotivasi diri sendiri dan
orang lain untuk memberikan upaya terbaik dalam mencapai sasaran kerja; mencari tantangan dan
memperhitungkan risiko dalam mengambil tindakan.
Demonstrates positive demeanor; uses an optimistic perspective to motivate self and others to try harder to
achieve goals; seeks for challenges and calculates risk in committing on actions.
Menetapkan standar untuk mencapai yang terbaik / Sets standards for excellence
Menentukan kriteria dan/ atau prosedur kerja untuk mencapai kualitas, produktivitas dan layanan yang
terbaik.
Establishes criteria and/or work procedures to achieve a high level of quality, productivity, or service.
Memastikan kualitas yang tinggi / Ensures high quality
Mendedikasikan waktu dan tenaga pada tugas dan pekerjaan untuk memastikan tidak ada aspek-aspek
pekerjaan yang terabaikan; berupaya mengatasi kendala-kendala dalam menyelesaikan tugas dan
pekerjaan.
Dedicates required time and energy to assignments or tasks to ensure that no aspect of the work is
neglected; works to overcome obstacles to completing tasks or assignments.
Mengambil tanggung jawab / Takes responsibility
Menerima tanggung jawab atas hasil (baik positif maupun negatif) kerja seseorang; mengakui kesalahan
dan kembali fokus kepada upaya-upaya jika diperlukan.
Accepts responsibility for outcomes (positive or negative) of one's work; admits mistakes and refocuses
efforts when appropriate.
Mendorong orang lain untuk menerima tanggung jawab / Encourages others to take responsibility
Memberikan dorongan dan dukungan kepada orang lain untuk menerima tanggung jawab; tidak menerima
begitu saja penolakan tanggung jawab dari orang lain tanpa mempertanyakan alasannya.
Provides encouragement and support to others in accepting responsibility; does not accept others' denial
of responsibility without questioning.
Melibatkan Diri / Engage Self
Mampu menyesuaikan dan melibatkan diri dalam berbagai situasi yang ada
Be able to adjust and engage in various situations
002 MEMBANGUN KEPERCAYAAN (BTR)
UTM.02.002
MEMBANGUN KEPERCAYAAN / BUILDING TRUST
Berinteraksi dengan cara yang membuat orang lain merasa yakin atas tujuan individu maupun organisasi,
mentaati aturan serta peduli terhadap lingkungan sekitar
Interacting with others in a way that gives them confidence in one's intentions and those of the
organization, obey the rule and care with surroundings.
Deskripsi Perilaku
Bekerja dengan integritas / Operates with integrity
Menunjukkan kejujuran; menjaga komitmen; berperilaku dengan konsisten.
Demonstrates honesty; keeps commitments; behaves in a consistent manner
Terbuka mengenai posisi diri sendiri / Discloses own positions
Menyampaikan pemikiran, perasaan dan alasan yang rasional sehingga orang lain dapat memahami
posisinya.
Shares thoughts, feelings, and rationale so that others understand personal positions
Terbuka terhadap gagasan yang berbeda / Remains open to ideas
Mendengarkan orang lain dan secara obyektif mempertimbangkan ide dan opini orang lain meskipun
bertentangan dengan ide dan opininya.
Listens to others and objectively considers others' ideas and opinions, even when they conflict with one's
own.
Mendukung orang lain / Supports others
Memperlakukan orang lain sesuai dengan martabat, kehormatan, dan keadilan; memberikan penghargaan
yang sesuai pada orang lain; membela orang lain yang berhak meskipun harus menghadapi perlawanan
ataupun tantangan
Treats people with dignity, respect, and fairness; gives proper credit to others; stands up for deserving
others and their ideas even in the face of resistance or challenge.
Berani Melakukan Intervensi / Dares to intervenes
Memiliki keberanian serta kebijaksanaan untuk menghentikan pekerjaan dalam kondisi dan tindakan yang
tidak aman (unsafe condition dan unsafe act) atau kondisi yang membahayakan lingkungan hidup.
Owns bravery and wisdom to stop the activity in unsafe condition and unsafe act or condition that harms
the environment
Mempertimbangkan Aspek Keselamatan dan Lingkungan / Considers Safety and Environmental
Aspect
Mempertimbangkan aspek-aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan hidup dalam
setiap aktivitas dan pekerjaan
Considers safety, occupational health, security, and environment in every activity
003 PEMBELAJARAN BERKESINAMBUNGAN (CLE)
UTM.03.003
PEMBELAJARAN BERKESINAMBUNGAN / CONTINUOUS LEARNING
Secara aktif menemukan topik baru untuk pembelajaran; secara terus-menerus menciptakan dan
mengambil keuntungan dari kesempatan belajar yang ada; menerapkan pengetahuan dan keterampilan
yang baru diperoleh dalam pekerjaan dan belajar melalui pengaplikasiannya.
Actively identifying new areas for learning; regularly creating and taking advantage of learning
opportunities; using newly gained knowledge and skill on the job and learning through their application.
Deskripsi Perilaku
Menyusun kebutuhan belajar / Targets learning needs
Mencari dan menggunakan umpan balik serta berbagai sumber informasi lain dalam menemukan area-area
yang sesuai untuk pembelajaran.
Seeks and uses feedback and other sources of information to identify appropriate areas for learning.
Mencari kesempatan belajar / Seeks learning activities
Mengidentifikasi dan berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas belajar yang tepat (misalnya: pelatihan,
membaca, belajar sendiri, bimbingan, belajar melalui pengalaman) yang membantu pencapaian kebutuhan
belajar.
Identifies and participates in appropriate learning activities (e.g. courses, reading, self-study, coaching,
experiential learning) that help fulfill learning needs.
Memaksimalkan pembelajaran / Maximizes learning
Secara aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran dengan cara yang paling
memaksimumkan pengalaman belajar (misalnya: mencatat, bertanya, menganalisa informasi secara kritis,
senantiasa memikirkan aplikasinya pada pekerjaan, mengerjakan tugas-tugas yang diminta).
Actively participates in learning activities in a way that makes the most of the learning experience (e.g.,
takes notes, asks questions, critically analyzes information, keeps on-the job application in mind, does
required tasks).
Menerapkan pengetahuan atau keterampilan / Applies knowledge or skill
Menggunakan informasi, pemahaman atau ketrampilan baru dengan praktis dalam pekerjaan; belajar lebih
jauh melalui praktik langsung dan umpan balik.
Puts new knowledge, understanding, or skill to practical use on the job; furthers learning through practice
and ongoing feedback
Mengambil risiko dalam belajar / Takes risks in learning
Menempatkan diri pada situasi yang tidak lazim atau tidak menyenangkan dalam rangka belajar;
mengajukan pertanyaan walau mungkin terdengar bodoh; mengerjakan penugasan yang menantang atau
tidak lazim.
Puts self in unfamiliar or uncomfortable situations in order to learn; asks questions at the risk of
appearing foolish; takes on challenging or unfamiliar assignments.
004 FOKUS PADA PELANGGAN (CFO)
UTM.04.004
FOKUS PADA PELANGGAN / CUSTOMER FOCUS
Memastikan bahwa perspektif pelanggan baik internal maupun eksternal merupakan pendorong di balik
prioritas strategis, keputusan bisnis, proses organisasi dan kegiatan individu; menyusun dan menerapkan
layanan yang bertujuan memenuhi kebutuhan pelanggan dan organisasi; mempromosikan dan menjadikan
pelayanan pelanggan sebagai sebuah nilai.
Ensuring that the internal or external customer's perspective is a driving force behind strategic priorities,
business decisions, organizational processes, and individual activities; crafting and implementing service
practices that meet customers' and own organization's needs; promoting and operationalizing customer
service as a value.
Deskripsi Perilaku
Berusaha untuk memahami pelanggan / Seeks to understand customers
Secara aktif mengumpulkan dan memanfaatkan informasi dalam upaya memahami prioritas bisnis,
permasalahan, harapan dan kebutuhan pelanggan baik saat ini dan yang akan datang; mencari umpan balik
dan saran dari pelanggan untuk meningkatkan produk dan layanan.
Actively gathers and leverages information to understand current and emerging customer business
priorities, problems, expectations, and needs; seeks customer feedback and suggestions for improving
products and services.
Mengidentifikasi permasalahan pelayanan pelanggan / Identifies customer service issues
Mengidentifikasi halangan yang berdampak pada pelayanan pelanggan dan upaya mempertahankannya.
Identifies barriers that impact customer service and retention.
Memberikan Alternatif Solusi / Provides Alternative Solutions
Memberikan alternatif pemecahan masalah yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan pelanggan
Provides alternative solutions that suits costumer's demands and needs
Menjalankan praktik yang berbasis pelanggan / Drives customer-focused practices
Menggunakan pemahaman akan kebutuhan pelanggan untuk membentuk proses, prosedur, kerjasama,
ekspektasi kinerja, dan pelatihan yang akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan mencegah isu-isu
pelayanan untuk terjadi.
Uses understanding of customer needs to institute processes, procedures, partnerships, performance
expectations, and training that will improve customer satisfaction and prevent service issues from
occurring.
Menjamin kepuasan pelanggan / Assures customer satisfaction
Menetapkan prioritas dan membuat keputusan yang mempertimbangkan dampak terhadap pelanggan;
mengukur kepuasan dan loyalitas pelanggan untuk memastikan bahwa solusi, praktek, dan prosedur
dilakukan dan mencapai tujuannya.
Sets priorities and makes decisions that consider customer impact; measures customer satisfaction and
retention to ensure that customer solutions, practices, and procedures are carried out and achieve their
objectives.
Membuat Sistem Layanan / Creates Service Systems
Membuat sistem untuk mengenali kebutuhan dan layanan yang telah diberikan
Creates system to recognize needs and services provided.
Hard Kompetensi

2.2 - Lingkungan K2 dan K3


2.1.1 - Lingkungan K2 dan K3
2.2.1.1 - Lingkungan
EV- EPL
KKL 2211.01.001
Kebijakan Lingkungan
Environment Policy
Pengetahuan dan kemampuan untuk memahami, mereview, mengevaluasi serta menyusun kebijakan
lingkungan di level sesuai kewenangannya, sehingga menjadi arahan bagi perencanaan / pengelolaan
lingkungan di perusahaan.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui kebijakan lingkungan yang berlaku di perusahaan, maksud dan tujuan dibuat kebijakan
lingkungan serta mengetahui kesesuaian kebijakan lingkungan yang berlaku di perusahaan dengan
1 kebijakan yang diatur dalam regulasi pemerintah.
Contoh : Mengetahui isi kebijakan lingkungan PLN secara korporat dan isi peraturan UU 32 tahun
2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Memahami secara komprehensif kebijakan lingkungan yang berlaku di perusahaan, maksud dan
tujuan dibuat kebijakan lingkungan serta mengetahui kesesuaian kebijakan lingkungan yang
2 berlaku di perusahaan dengan kebijakan yang diatur dalam regulasi pemerintah.
Contoh : Memahami secara komprehensif isi kebijakan lingkungan PLN secara korporat dan isi
peraturan UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Mampu melaksanakan proses penyusunan draft kebijakan lingkungan yang tepat bagi perusahaan
untuk mencapai kegiatan yang berwawasan lingkungan, dan taat peraturan lingkungan.
3
Contoh : Menyusun draft kebijakan penyimpanan limbah oli trafo untuk kegiatan transmisi dan
distribusi berdasarkan hasil analisis dari manajemen.
Mampu mengawasi dan mengarahkan pelaksanaan penyusunan draft kebijakan lingkungan yang
4 tepat bagi perusahaan yang masih memenuhi peraturan lingkungan.
Contoh : Mensupervisi pelaksanaan penyusunan draft kebijakan lingkungan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi kebijakan lingkungan eksisting dan draft rencana kebijakan
lingkungan yang dibuat beserta dampak implikasi penerapan kebijakan lingkungan tersebut.
5
Contoh : Menganalisa dampak kebijakan penyimpanan limbah B3 oli trafo di seluruh kantor Area
Distribusi.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru yang dapat dijadikan kebijakan
lingkungan bagi perusahaan, dengan tetap taat peraturan lingkungan yang berlaku.
6
Contoh : Menetapkan metode peningkatan ketaatan peraturan lingkungan di unit melalui maturity
level yang akan menjadi kebijakan dalam perhitungan kinerja organisasi unit.

259 EV- EPP - Perencanaan Program Lingkungan


EV- EPP
KKL 2211.02.002
Perencanaan Program Lingkungan
Environmental Program Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan, menyusun, mengevaluasi dan mengembangkan
metode baru penyusunan program lingkungan atau rencana kegiatan terkait lingkungan untuk
mendefinisikan kebijakan lingkungan yang ada maupun kewajiban sesuai peraturan lingkungan untuk
meningkatkan tingkat ketaatan perusahaan.
Level Deskripsi Perilaku
1 Mengetahui program lingkungan yang ada di unit kerjanya, dan mengetahui sumber temuan / latar
belakang dipilih suatu program lingkungan.
Contoh : Mengetahui isi program lingkungan di unitnya, dan mengetahui salah satu program
lingkungan yang ada disusun dari hasil temuan audit self asessment tim PROPER PLN.
Memahami secara komprehensif cara penyusunan program lingkungan, serta sumber temuan /
regulasi / latar belakang pemilihan program lingkungan untuk unit kerjanya.
2 Contoh : Memahami secara komprehensif sumber penyusunan program lingkungan dapat berasal
dari RKL-RPL, temuan asessment, audit ISO 14001, pengawasan instansi lingkungan, evaluasi
ketaatan, dll.
Mampu melaksanakan pengumpulan data-data ketidaktaatan dari perusahaan dan kewajiban
perusahaan yang belum dipenuhi dan mampu menyusun program lingkungan. Mampu membuat
3 rencana kerja kegiatan dengan timeline berdasarkan skala prioritas penyelesaian masalah.
Contoh : Mendata hasil evaluasi peraturan izin lingkungan, dan membuat program penyusunan
dokumen dan izin lingkungan bagi kegiatan yang belum memiliki izin lingkungan.
Mampu mensupervisi pelaksanaan pengumpulan data-data ketidaktaatan dari perusahaan dan
kewajiban perusahaan yang belum dipenuhi dan mampu mensupervisi dan memilih prioritas
program lingkungan. Mampu mensupervisi pembuatan rencana kerja kegiatan dengan timeline
4
berdasarkan skala prioritas penyelesaian masalah.
Contoh : Mensupervisi pelaksanaan evaluasi ketaatan PLTD A terhadap peraturan pengendalian
pencemaran air.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi program lingkungan dan rencana kerja serta timeline
berdasarkan skala prioritas penyelesaian masalah dan mengevaluasi efektivitas program lingkungan
terhadap penyelesaian tujuan / latar belakang penyusunan program lingkungan.
5
Contoh : Menganalisa efektivitas program lingkungan pembuatan oil trap di lokasi A untuk
menurunkan kandungan minyak dan lemak agar memenuhi BM Air Limbah sesuai Permen LH 08
tahun 2009.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru program lingkungan untuk
menyelesaikan suatu permasalahan lingkungan, dan membuat metode baru untuk mengevaluasi
permasalahan lingkungan di unitnya sehingga penyusunan program lingkungan dapat
6
menyelesaikan dari akar masalahnya.
Contoh : Membuat metode analisa permasalahan lingkungan dengan cara "tulang ikan" untuk
mengetahui akar masalah kualitas air limbah yang melebihi Baku Mutu pada kondisi hujan.

260 EV- ECP - Kepatuhan Lingkungan


EV- ECP
KKL 2211.03.003
Kepatuhan Lingkungan
Environmental Compliance
Pengetahuan dan kemampuan merencanakan dan melaksanakan kegiatan perusahaan untuk mengukur dan
mengevaluasi tingkat ketaatan perusahaan agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta
ketentuan yang berlaku dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui dasar hukum peraturan perundang?undangan bidang lingkungan sebagai dasar
1 perhitungan tingkat ketaatan perusahaan terhadap kewajiban terkait lingkungan.
Contoh : Mengetahui PP 101 tahun 2014 untuk pedoman pengelolaan limbah B3.
Memahami secara komprehensif isi dari dasar hukum peraturan perundang-undangan bidang
lingkungan dan memahami cara menghitung tingkat ketaatan perusahaan berdasarkan kewajiban
2 dalam peraturan lingkungan tersebut.
Contoh : Memahami kewajiban perusahaan dalam hal pengelolaan limbah B3, dan memahami cara
menghitung tingkat ketaatan pengelolaan limbah B3 perusahaan.
3 Mampu melaksanakan perhitungan tingkat ketaatan perusahaan berdasarkan kewajiban dalam
peraturan lingkungan, dengan membuat dan mengisi check list kewajiban perusahaan dan
mengusulkan rencana kegiatan perusahaan untuk memenuhi ketaatan lingkungan hidup.
Contoh : Membuat list kewajiban pengelolaan limbah B3 dan menghitung tingkat ketaatan
perusahaan terhadap kewajiban pengelolaan limbah B3 serta mengusulkan rencana pembuatan TPS
limbah B3.
Mampu mensupervisi pelaksanaan perhitungan tingkat ketaatan perusahaan berdasarkan kewajiban
dalam peraturan lingkungan, dan mensupervisi pembuatan serta pengisian check list kewajiban
perusahaan dan mengusulkan rencana kegiatan perusahaan untuk memenuhi ketaatan lingkungan
4 hidup.
Contoh : Mensupervisi pembuatan list kewajiban pengelolaan limbah B3 dan mensupervisi
perhitungan tingkat ketaatan perusahaan terhadap kewajiban pengelolaan limbah B3 serta usulan
rencana pembuatan TPS limbah B3.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi perhitungan tingkat ketaatan perusahaan sesuai peraturan
lingkungan yang berlaku. Mampu mengevaluasi kewajiban perusahaan dari peraturan yang baru.
5
Contoh : Mengevaluasi list kewajiban pengelolaan limbah B3 dan mengevaluasi jika ada Peraturan
Menteri atau PP baru yang mengatur pengelolaan limbah B3.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru format list kewajiban dan format
perhitungan tingkat ketaatan perusahaan untuk mempermudah proses perhitungan format
6 perhitungan tingkat ketaatan tersebut.
Contoh : Membuat format baru untuk menghitung tingkat ketaatan perusahaan terhadap kewajiban
pengelolaan limbah B3.

261 EV - ESP - Studi Lingkungan & Perizinan


EV - ESP
KKL 2211.04.004
Studi Lingkungan & Perizinan
Environmental Study & Permit
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan studi lingkungan termasuk mengidentifikasi jenis
dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DELH, DPLH, SPPL), dasar hukum dan kegunaan dokumen
lingkungan, merencanakan dan menyusun draft dokumen lingkungan, mampu melakukan pelingkupan,
evaluasi draft dokumen lingkungan, mengawal proses penerbitan rekomendasi dan izin lingkungan untuk
menjamin agar suatu usaha dan/atau kegiatan layak lingkungan serta izin-izin lain terkait lingkungan yang
harus dipenuhi.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui jenis dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DELH, DPLH, SPPL),
dasar???dasar hukum dalam penyusunannya dan izin lingkungan, serta izin lain terkait lingkungan
1 yang harus dipenuhi.
Contoh : Mengetahui jenis perizinan yang harus dipenuhi pada proses operasi PLTU, Transmisi,
dan Distribusi.
Memahami secara komprehensif prosedur penyusunan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL,
DELH, DPLH, SPPL), cara dan alur pengesahan dokumen lingkungan hingga terbitnya
rekomendasi dan izin lingkungan, serta izin lain terkait lingkungan yang harus dipenuhi.
2
Contoh : a.???????? Memahami Permen LH 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
Dokumen Lingkungan Hidup. b.???????? Memahami Permen LH 18 Tahun 2009 tentang Tata Cara
Perizinan Pengelolaan Limbah B3.
Mampu melaksanakan pelingkupan dan penapisan serta menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK)
AMDAL, menyiapkan data Design, Operation and Maintenance (DOM) untuk kebutuhan
penyusunan dokumen, serta mampu menyusun dokumen UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPPL. Mampu
3
menyusun dokumen yang harus dipenuhi untuk pengajuan izin-izin terkait lingkungan hidup.
Contoh : Menyusun KAK untuk pengadaan konsultan penyusun AMDAL, membuat pengajuan
perizinan pengelolaan Limbah B3.
Mampu mensupervisi penyusunan dokumen lingkungan hidup (AMDAL, UKL/UPL, DPPL,
DPLH, SPPL) suatu usaha dan/atau kegiatan hingga terbitnya rekomendasi dan izin lingkungan
hidup serta mampu mensupervisi pengajuan izin-izin lain terkait lingkungan hidup yang harus
4
dipenuhi serta membina hubungan baik dengan stakeholder.
Contoh : Mensupervisi penyusunan AMDAL oleh konsultan, mensupervisi proses pengajuan izin
pengelolaan Limbah B3.
Mampu menganalisa, mengevaluasi dan memberikan masukan untuk kesempurnaan penyusunan
dokumen lingkungan hidup (AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPPL) suatu usaha dan/atau
kegiatan hingga terbitnya rekomendasi dan izin lingkungan hidup. Mampu mensupervisi pengajuan
5
izin-izin lain terkait lingkungan hidup yang harus dipenuhi serta membina hubungan baik dengan
stakeholder.
Contoh : Melakukan analisa dan evaluasi dokumen AMDAL.
Mampu mengembangkan prosedur dan metode proses penyusunan dokumen lingkungan hidup
(AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPPL) dan izin-izin lingkungan hidup terkait optimalisasi
6
penggunaan waktu dan sumberdaya serta membina hubungan baik dengan stakeholder.
Contoh : Memberikan arahan untuk menyelaraskan desain teknis dengan hasil kajian lingkungan.

262 EV - EPD - Pengelolaan Dokumen dan Perizinan Lingkungan


EV - EPD
KKL 2211.05.005
Pengelolaan Dokumen dan Perizinan Lingkungan
Environmental Permit and Document Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengevaluasi kesesuaian isi dokumen dan izin terkait lingkungan
serta mampu mengusulkan perbaikan atau perubahan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan kondisi
tersebut.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui jenis-jenis dokumen lingkungan dan perizinan di bidang lingkungan yang harus dicek
kesesuaiannya dengan kondisi aktual serta mengetahui bagian-bagian yang diatur dalam dokumen
1 dan izin lingkungan yang harus dicek kesesuaiannya dengan kondisi aktual.
Contoh : Mengetahui dokumen lingkungan AMDAL terdiri dari ANDAL, RKL-RPL serta
mengetahui kewajiban pengelolaan dapat dilihat pada matriks RKL.
Memahami secara komprehensif isi dari dokumen lingkungan dan izin terkait lingkungan yang
dimiliki, dan memahami bagian dokumen lingkungan yang harus dicek kesesuaiannya dengan
kondisi aktual / terbangun di lapangan. Mengetahui kewajiban perusahaan yang harus dilakukan
sesuai isi dokumen dan izin terkait lingkungan.
2
Contoh : a.???????? Memahami bahwa luas area kegiatan yang ada di dalam dokumen lingkungan
harus dicek kesesuaiannya dengan luas area kegiatan eksisting. b.???????? Memahami bahwa
kapasitas terbangun eksisting tidak boleh melebihi kapasitas dalam dokumen lingkungan dan izin
lingkungan.
Mampu melaksanakan pengecekan isi dokumen lingkungan dan izin terkait lingkungan yang
dimiliki, mengusulkan penyesuaian perbedaan kondisi aktual dengan dokumen. Mampu mengecek
semua kewajiban perusahaan yang harus dilakukan sesuai dokumen lingkungan dan izin
lingkungan yang dimiliki, dan mengecek pelaksanaan ketentuan dalam dokumen dan izin
3
lingkungan oleh perusahaan.
Contoh : Mengecek kapasitas dokumen lingkungan dengan kapasitas terbangun eksisting, dan
melakukan usulan perubahan dokumen lingkungan jika kapasitas terbangun melebihi kapasitas
dalam dokumen lingkungan.
Mampu mensupervisi pelaksaan pengecekan isi dokumen lingkungan dan izin terkait lingkungan
yang dimiliki, mensupervisi usulan penyesuaian sebagai tindak lanjut temuan terkait dokumen dan
4
izin lingkungan, mensupervisi pelaksanaan ketentuan sesuai dokumen dan izin terkait lingkungan
yang dimiliki.
Contoh : Supervisi hasil pengecekan realisasi pelaksanaan ketentuan sesuai IPLC yang dimiliki
perusahaan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pengecekan isi dokumen lingkungan dan izin
lingkungan serta realisasi pelaksanaan ketentuan dokumen lingkungan dan izin terkait lingkungan,
menganalisa dan merevisi usulan penyesuaian untuk menindaklanjuti temuan tentang perbedaan
kondisi eksisting dan rencana dalam dokumen, serta menganalisa tingkat ketaatan di bidang
5
dokumen dan izin lingkungan yang belum mencapai 100%.
Contoh : Menganalisa penyebab kapasitas dalam dokumen lingkungan tidak sesuai dengan kondisi
eksisting sehingga diketahui bahwa pengecekan dokumen lingkungan tidak dilakukan saat
penerbitan SLO unit baru.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru untuk memastikan kesesuaian dokumen
lingkungan dan izin lingkungan dengan kondisi aktual.
6
Contoh : Membuat prosedur serah terima proyek oleh unit operasi dengan memasukkan
pengecekan kesesuaian kondisi yang terbangun dengan rencana dalam dokumen lingkungan.

263 EV - APC - Pengendalian Pencemaran Udara


EV - APC
KKL 2211.06.006
Pengendalian Pencemaran Udara
Air Pollution Controlling
Pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan rencana / upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan
terkait udara (ambien dan emisi, kebisingan, getaran dan/atau medan magnet - medan listrik) di
perusahaan, mengevaluasi efektivitas pengelolaan udara di perusahaan, dan menyempurnakan upaya
pengelolaan udara untuk suatu kegiatan / usaha agar memenuhi persyaratan peraturan. Pengetahuan dan
kemampuan untuk menyusun pelaporan pengendalian pencemaran udara antara lain laporan pelaksanaan
pengelolaan dan pemantauan udara ambien dan emisi, laporan beban emisi dan mengetahui periode
pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui peraturan dan rancangan perundang???undangan lingkungan terkait pengelolaan dan
pemantauan lingkungan terkait udara yang berlaku untuk instalasi ketenagalistrikan, kewajiban
pengelolaan dan pemantauan lingkungan udara serta mengetahui dasar hukum PROPER terkait
pengendalian pencemaran udara. Mengetahui jenis dan format laporan pelaksanaan pengelolaan
1 dan pemantauan lingkungan hidup, laporan pengendalian pencemaran udara, serta laporan beban
emisi dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Mengetahui peraturan tentang Baku Mutu Emisi Pembangkit Thermal. b. Mengetahui
jenis dan format laporan pengendalian pencemaran air, dan mengetahui periode pelaporan serta
Instansi penerima laporan tersebut.
Memahami secara komprehensif isi, peraturan dan rancangan peraturan lingkungan, dan peraturan
lain terkait pengelolaan dan pemantauan lingkungan udara yang berlaku untuk instalasi
ketenagalistrikan. Memahami kegunaan pelaksanaan rencana / upaya pengelolaan dan pemantauan
lingkungan, serta hasil penilaian PROPER serta cara mengimplementasikan SML. Memahami
secara komprehensif bentuk dan metode penyusunan laporan pelaksanaan pengelolaan dan
2
pemantauan lingkungan hidup, laporan beban pencemaran air dan mengetahui periode pelaporan
serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Memahami tujuan pengelolaan limbah cair untuk memenuhi Emisi sesuai Permen LH
No. 21 Tahun 2008. b. Memahami cara menyusun laporan pengendalian pencemaran udara, dan
mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Mampu melaksanakan dan melakukan pengecekan pemantauan dan pengelolaan lingkungan udara
sesuai dengan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPLH), membuat usulan
3 program pengendalian pencemaran udara untuk memenuhi Kriteria PROPER dan SML,
menginventarisir permasalahan pengendalian pencemaran udara dari Unit di bawahnya dan
melaksanakan pengumpulan data???data untuk menanggapi rancangan peraturan perundangan.
Mampu melaksanakan penyusunan laporan dan memverifikasi laporan kinerja lingkungan terkait
pengendalian pencemaran udara, atau mampu menyusun laporan pelaksanaan pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup, laporan kinerja lingkungan hidup, laporan beban emisi, dan
mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Melaksanakan monitoring pemenuhan Baku Mutu Emisi dari unit di bawahnya. b.
Menyusun laporan manajemen dan memverifikasi laporan kinerja lingkungan (Kantor Pusat). c.
Melaksanakan pemantauan emisi secara periodik dari cerobong bersama laboratorium terakreditasi.
d. Mampu menyusun laporan pengendalian pensesuai ketentuan.
Mampu mensupervisi pelaksanaan dan melakukan pengecekan pemantauan dan pengelolaan udara
sesuai dengan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPLH), membuat usulan
kebijakan program pengendalian pencemaran udara untuk memenuhi Kriteria PROPER dan SML,
menginventarisir permasalahan pengelolaan lingkungan dari Kantor Induk, serta mensupervisi
pengumpulan data???data untuk menanggapi rancangan peraturan perundangan terkait udara.
4 Mampu mensupervisi penyusunan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan udara, laporan
beban emisi dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Mensupervisi monitoring pemenuhan Baku Mutu Emisi dari unit pelaksana. b. Mampu
mensupervisi penyusunan laporan pengendalian pencemaran udara. c. Mensupervisi pelaksanaan
pemantauan emisi secara periodik oleh unit di bawahnya. d. Mensupervisi monitoring pemenuhan
Baku Mutu Emisi dari unit pelaksana.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pemantauan lingkungan udara, menilai efektivitas
pengelolaan udara, serta mengusulkan penyempurnaan pengelolaan udara, serta menganalisa
dampak perubahan pasal dalam rancangan peraturan perundangan terkait udara dan udara terhadap
perusahaan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan dan
pemantauan udara, laporan kinerja lingkungan hidup, laporan beban emisi dan mengetahui periode
5 pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Mengevaluasi penaatan hasil pengelolaan lingkungan terkait udara di unit pelaksana. b.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi laporan pengendalian pencemaran udara. c. Mengevaluasi
trend pengukuran hasil pemantauan emisi dan membandingkan dengan Baku Mutu Emisi sesuai
Permen LH No. 21 tahun 2008. d. Mengevaluasi penaatan hasil pengelolaan udara di unit di
bawahnya.
Mampu membuat, memperbaiki serta mengembangkan prosedur dan metode baru pengelolaan dan
pemantauan udara dan udara. Mampu berkoordinasi dengan pihak terkait internal/eksternal dalam
rangka penyempurnaan upaya pengelolaan udara. Mampu mengembangkan capacity building
personil di bidang pengelolaan dan pemantauan lingkungan terkait udara, serta menyusun draft
kebijakan baru. Mampu memperbaiki dan mengembangkan sistem pelaporan pengendalian
6 pencemaran udara serta metode penyusunan laporan yang efektif sehingga pelaporan dapat
disampaikan tepat waktu.
Contoh : a. Membuat panduan pengelolaan dan pemantauan udara untuk seluruh unit kegiatan di
Instalasi Ketenagalistrikan. b. Membuat sistem pelaporan online pengendalian pencemaran udara
(Kantor Pusat). c. Me-redesain / menambah proses pengendalian pencemaran udara ketika hasil
pemantauan emisi masih melebihi BM.

264 EV - WPC - Pengendalian Pencemaran air


EV - WPC
KKL 2211.07.007
Pengendalian Pencemaran air
Water and Waste Water Pollution Controlling
Pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan rencana / upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan
terkait air limbah di perusahaan, mengevaluasi efektivitas pengelolaan air limbah di perusahaan, dan
menyempurnakan upaya pengelolaan air limbah untuk suatu kegiatan / usaha agar memenuhi persyaratan
peraturan, termasuk didalamnya menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan sebagai upaya peningkatan
upaya pengelolaan dan pemantauan air limbah. Pengetahuan dan kemampuan untuk menyusun pelaporan
pengendalian pencemaran air antara lain laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan air, laporan
beban pencemaran air dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui peraturan dan rancangan perundang???undangan lingkungan terkait pengelolaan dan
pemantauan lingkungan terkait air limbah dan air yang berlaku untuk instalasi ketenagalistrikan,
kewajiban pengelolaan dan pemantauan lingkungan air serta mengetahui Dasar Hukum PROPER
terkait pengendalian pencemaran air. Mengetahui jenis dan format laporan pelaksanaan
1 pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, laporan beban pencemaran air dan mengetahui
periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Mengetahui peraturan tentang Baku Mutu Limbah cair Pembangkit Thermal. b.
Mengetahui jenis dan format laporan pengendalian pencemaran air. c. Mengetahui periode
pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Memahami secara komprehensif isi, peraturan dan rancangan peraturan lingkungan, dan peraturan
lain terkait pengelolaan dan pemantauan lingkungan air limbah dan air yang berlaku untuk instalasi
ketenagalistrikan. Memahami kegunaan pelaksanaan rencana / upaya pengelolaan dan pemantauan
lingkungan, serta hasil penilaian PROPER serta cara mengimplementasikan SML. Memahami
secara komprehensif bentuk dan metode penyusunan laporan pelaksanaan pengelolaan dan
2
pemantauan lingkungan hidup, laporan beban pencemaran air dan mengetahui periode pelaporan
serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Memahami tujuan pengelolaan limbah cair untuk memenuhi Baku Mutu Limbah cair
sesuai Permen LH No. 08 Tahun 2009. b. Memahami cara menyusun laporan laporan pengendalian
pencemaran air, dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Mampu melaksanakan dan melakukan pengecekan pemantauan dan pengelolaan lingkungan air
limbah sesuai dengan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPLH), membuat
usulan program dan prioritas usulan program pengendalian pencemaran air untuk memenuhi
Kriteria PROPER dan SML, melaksanakan set up dan/atau membuat pedoman set up SML unit
pelaksana serta menginventarisir permasalahan pengelolaan air limbah dari Unit di bawahnya /
unitnya dan melaksanakan pengumpulan data???data untuk menanggapi rancangan peraturan
3
perundangan. Mampu melaksanakan penyusunan laporan manajemen dan memverifikasi laporan
kinerja lingkungan terkait pengendalian pencemaran air limbah.
Contoh : a. Memonitor pemenuhan Baku Mutu limbah cair dari unit pelaksana. b. Menyusun
laporan manajemen dan memverifikasi laporan kinerja lingkungan. c. Melaksanakan pemantauan
air limbah secara periodik di outlet air limbah. d. Mampu menyusun laporan pengendalian
pencemaran air sesuai ketentuan.
Mampu mensupervisi pelaksanaan dan melakukan pengecekan pemantauan dan pengelolaan air
limbah dan air sesuai dengan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPLH),
membuat usulan kebijakan program pengendalian pencemaran air untuk memenuhi kriteria
PROPER dan SML, menginventarisir permasalahan pengelolaan lingkungan dari Kantor Induk,
serta mensupervisi pengumpulan data???data untuk menanggapi rancangan peraturan perundangan
4 terkait air limbah. Mampu mensupervisi penyusunan laporan pelaksanaan pengelolaan dan
pemantauan air limbah dan air, laporan beban pencemaran air, dan mengetahui periode pelaporan
serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Mensupervisi monitoring pemenuhan Baku Mutu limbah cair dari unit pelaksana. b.
Mampu mensupervisi penyusunan laporan pengendalian pencemaran air. c. Mensupervisi
pelaksanaan pemantauan air limbah setiap bulan dari Outlet air trap.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pemantauan lingkungan air limbah dan air, menilai
efektivitas pengelolaan air limbah, mengusulkan penyempurnaan pengelolaan air limbah, serta
menganalisa dampak perubahan regulasi terkait air limbah dan air terhadap perusahaan. Mampu
menganalisis dan mengevaluasi laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan air (limbah dan
permukaan), laporan kinerja lingkungan hidup, laporan beban pencemaran air, dan mengetahui
5 periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Mengevaluasi penaatan hasil pengelolaan lingkungan terkait air limbah di unit
pelaksana. b. Mampu menganalisa dan mengevaluasi laporan pengendalian pencemaran air. c.
Mengevaluasi trend pengukuran hasil pemantauan air limbah dari Outlet Oil Trap dan
membandingkan dengan Baku Mutu Limbah cair sesuai Permen LH No. 08 Tahun 2009. d.
Mengevaluasi penaatan hasil pengelolaan lingkungan terkait air limbah di unit pelaksana.
Mampu membuat, memperbaiki serta mengembangkan prosedur dan metode baru pengelolaan dan
pemantauan air dan air limbah. Mampu berkoordinasi dengan pihak terkait internal/eksternal dalam
rangka penyempurnaan upaya pengelolaan air limbah. Mampu mengembangkan capacity building
personil di bidang pengelolaan dan pemantauan lingkungan terkait air limbah, serta menyusun draft
kebijakan baru. Mampu memperbaiki dan mengembangkan sistem pelaporan pengendalian
pencemaran air serta metode penyusunan laporan yang efektif sehingga pelaporan dapat
6
disampaikan tepat waktu.
Contoh : a. Membuat panduan pengelolaan dan pemantauan limbah cair untuk seluruh unit kegiatan
di Instalasi Ketenagalistrikan (Kantor Pusat). b. Membuat sistem pelaporan online pengendalian
pencemaran air. c. Me-redesain / menambah proses pengolahan limbah cair ketika hasil
pemantauan limbah cair masih melebihi BM. d. Membuat sistem pelaporan online pengendalian
pencemaran air limbah.

265 EV - HWM - Pengelolaan Limbah B3


EV - HWM
KKL 2211.08.008
Pengelolaan Limbah B3
Hazardous Waste Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan rencana / upaya pengelolaan dan pemantauan limbah B3
di perusahaan, mengevaluasi efektivitas pengelolaan limbah B3 di perusahaan, dan menyempurnakan
upaya pengelolaan limbah B3 untuk suatu kegiatan/usaha agar memenuhi persyaratan peraturan, termasuk
didalamnya menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan sebagai upaya peningkatan upaya pengelolaan
limbah B3. Pengetahuan dan kemampuan untuk menyusun pelaporan pengendalian pencemaran limbah B3
antara lain laporan pelaksanaan pengelolaan limbah B3, log book dan neraca limbah B3 dan mengetahui
kelengkapan pelaporan limbah B3, serta periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui peraturan dan rancangan perundang???undangan lingkungan terkait pengelolaan
limbah B3 yang berlaku untuk instalasi ketenagalistrikan, kewajiban pengelolaan limbah B3 serta
mengetahui Dasar Hukum PROPER terkait pengelolaan limbah B3. Mengetahui jenis dan format
laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, laporan pengelolaan limbah
1
B3 dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Mengetahui peraturan tentang pengelolaan limbah B3 Pembangkit Thermal. b.
Mengetahui jenis dan format laporan pengelolaan limbah B3. c. Mengetahui periode pelaporan
serta Instansi penerima laporan tersebut.
Memahami secara komprehensif isi, peraturan dan rancangan peraturan lingkungan, dan peraturan
lain terkait pengelolaan dan pemantauan lingkungan limbah B3 yang berlaku untuk instalasi
ketenagalistrikan. Memahami kegunaan pelaksanaan rencana / upaya pengelolaan dan pemantauan
lingkungan, hasil penilaian PROPER serta cara mengimplementasikan SML. Memahami secara
komprehensif bentuk dan metode penyusunan laporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan
2
lingkungan hidup, laporan beban pencemaran air dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi
penerima laporan tersebut.
Contoh : a. Memahami tujuan pengelolaan limbah B3 untuk memenuhi ketentuan PP 101 tahun
2014. b. Memahami cara menyusun laporan laporan pengelolaan limbah B3. c. Mengetahui periode
pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Mampu melaksanakan dan melakukan pengecekan pemantauan dan pengelolaan limbah B3 sesuai
dengan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPLH), membuat usulan
program limbah B3 untuk memenuhi kriteria PROPER dan SML, menginventarisir permasalahan
pengelolaan limbah B3 dari Kantor Induk dan melaksanakan pengumpulan data???data untuk
3 menanggapi rancangan peraturan perundangan. Mampu melaksanakan penyusunan laporan
manajemen dan memverifikasi laporan kinerja lingkungan terkait pengelolaan limbah B3.
Contoh : a. Memonitor pemenuhan Baku Mutu limbah cair dari unit pelaksana. b. Menyusun
laporan manajemen dan memverifikasi laporan kinerja lingkungan. c. Melaksanakan pemantauan
emisi setiap 6 (enam) bulan dari cerobong bersama Laboratorium terakreditasi. d. Mampu
menyusun laporan pengendalian pensesuai ketentuan.
Mampu mensupervisi pelaksanaan dan melakukan pengecekan pemantauan dan pengelolaan
limbah B3 sesuai dengan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL, DPPL, DPLH, SPLH),
membuat usulan kebijakan program pengelolaan limbah B3 untuk memenuhi kriteria PROPER dan
SML, menginventarisir permasalahan pengelolaan lingkungan dari Kantor Induk, serta
mensupervisi pengumpulan data???data untuk menanggapi rancangan peraturan perundangan
4 terkait limbah B3. Mampu mensupervisi penyusunan laporan pelaksanaan pengelolaan limbah B3,
log book dan neraca limbah B3, dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan
tersebut.
Contoh : a. Mensupervisi monitoring pemenuhan Baku Mutu limbah cair dari unit pelaksana. b.
Mampu mensupervisi penyusunan laporan pengelolaan limbah B3. c. Mensupervisi pelaksanaan
penyimpananan limbah B3 di TPS LB3.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi hasil pemantauan lingkungan air limbah dan air, menilai
efektivitas pengelolaan air limbah, mengusulkan penyempurnaan pengelolaan air limbah, serta
menganalisa dampak perubahan pasal dalam rancangan peraturan perundangan terkait air limbah
dan air terhadap perusahaan. Mampu menganalisis dan mengevaluasi laporan pelaksanaan
5 pengelolaan dan pemantauan air (limbah dan permukaan), laporan kinerja lingkungan hidup,
laporan beban pencemaran air dan mengetahui periode pelaporan serta Instansi penerima laporan
tersebut.
Contoh : a. Mengevaluasi penaatan hasil pengelolaan lingkungan terkait limbah B3 di unit
pelaksana. b. Mampu menganalisa dan mengevaluasi laporan pengelolaan limbah B3.
Mampu membuat, memperbaiki serta mengembangkan prosedur dan metode baru pengelolaan dan
pemantauan limbah B3. Mampu berkoordinasi dengan pihak terkait internal/eksternal dalam rangka
penyempurnaan upaya pengelolaan limbah B3. Mampu mengembangkan capacity building personil
di bidang pengelolaan dan pemantauan lingkungan terkait limbah B3, serta menyusun draft
6 kebijakan baru. Mampu memperbaiki dan mengembangkan sistem pelaporan pengelolaan limbah
B3 serta metode penyusunan laporan yang efektif sehingga pelaporan dapat disampaikan tepat
waktu.
Contoh : a. Membuat panduan pengelolaan dan pemantauan limbah cair untuk seluruh unit kegiatan
di Instalasi Ketenagalistrikan. b. Membuat sistem pelaporan online pengendalian pencemaran air.

266 EV - ESA - Penilaian Mandiri Lingkungan


EV - ESA
KKL 2211.09.009
Penilaian Mandiri Lingkungan
Environment Self Assessment
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penilaian tingkat ketaatan kegiatan terhadap persyaratan
peraturan perundang-undangan lingkungan nasional dan standar lingkungan internasional, melakukan pra
audit PROPER, serta melakukan audit internal terhadap implementasi Sistem Manajemen Lingkungan
(SML) di perusahaan.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui dasar hukum peraturan perundang???undangan bidang lingkungan nasional dan
standar internasional pengeloaan lingkungan sebagai tools untuk melakukan penilaian mandiri atas
1 kegiatan pengelolaan lingkungan ketenagalistrikan.
Contoh : Mengetahui dasar hukum pelaksanaan PROPER, mengetahui International Finance
Corporation (IFC) performance standard untuk pengelolaan lingkungan.
Memahami secara komprehensif kegunaan penerapan penilaian lingkungan di perusahaan sebagai
rujukan perusahaan dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekitar instalasi ketenagalistrikan,
sebagai kontrol terhadap pencapaian kinerja lingkungan perusahaan untuk mencegah tekanan
2 sanksi hukum terhadap penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan yang berkaitan dengan
lingkungan berdasarkan peraturan perundang???undangan yang berlaku, serta sebagai upaya
pemenuhan persyaratan pendanaan luar negeri, sebagai upaya identifikasi kemungkinan
penghematan biaya melalui upaya konservasi energi, pemakaian ulang dan daur ulang limbah.
Contoh : Mengetahui secara komprehesif kriteria penilaian PROPER, dan/ atau kriteria pemenuhan
IFC Performance Standard untuk pengelolaan lingkungan.
Mampu melaksanakan persiapan proses penilaian lingkungan hidup dengan menggunakan
perangkat antara lain checklist, peraturan perundang???undangan dan pedoman???pedoman,
3 wawancara dan pemeriksaan lapangan/pencatatan/dokumentasi pengamatan, serta komponen
kegiatan instalasi perusahaan yang dinilai.
Contoh : Mengisi checklist pra audit PROPER, mengisi checklist IFC Performance Standard.
Mampu mensupervisi proses penilaian lingkungan hidup dengan menggunakan perangkat antara
lain checklist, peraturan perundang???undangan dan pedoman???pedoman, wawancara dan
pemeriksaan lapangan/pencatatan/dokumentasi pengamatan, serta komponen kegiatan instalasi
4
perusahaan yang dinilai.
Contoh : Mensupervisi pelaksanaan penilaian pemenuhan IFC Performance Standard untuk
pengelolaan lingkungan, mensupervisi pelaksanaan pra audit PROPER.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi ringkasan dan interpretasi laporan penilaian mandiri
lingkungan yang meliputi evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik dan objektif tentang
bagaimana kinerja perusahaan dalam hubungannya dengan lingkungan, sebagai fasilitas kontrol
5 manajemen terhadap pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian terhadap
peraturan perundang-undangan.
Contoh : Menganalisa dan mengevaluasi laporan hasil penilaian mandiri lingkungan untuk
pengelolaan lingkungan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam pengelolaan lingkungan dan
mampu menerapkan metode tersebut di perusahaan antara lain siap menyelenggarakan dan
mendukung penelitian, pengkajian dan pengembangan pengelolaan lingkungan untuk
6
meningkatkan kinerja lingkungan dan citra perusahaan.
Contoh : a. Menyusun rencana strategis pengelolaan lingkungan korporat (Kantor Pusat). b.
Menyusun rencana strategis pengelolaan lingkungan Unit (Kantor Induk dan Unit Pelaksana).
267 EV - EBC - Pengelolaan Lingkungan Lebih dari Taat
EV - EBC
KKL 2211.10.010
Pengelolaan Lingkungan Lebih dari Taat
Environmental Beyond Compliance
Pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan rencana / upaya pengelolaan lingkungan yang melebihi
taat di Perusahaan berupa Sistem Manajemen Lingkungan, Konservasi Sumber Daya Alam, dan
Pemberdayaan Masyarakat, mengevaluasi efektivitas pelaksanaan Sistem Manajemen Lingkungan untuk
mendukung progam pengelolaan lingkungan di bidang air, udara, dan limbah B3, serta pelaksanaan
konservasi SDA dan pemberdayaan masyarakat termasuk kemampuan menyusun dokumen yang
diperlukan untuk penilaian lingkungan lebih dari taat.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui definisi, maksud dan tujuan, dasar hukum, standar serta kriteria dari penerapan Sistem
Manajemen Lingkungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemberdayaan Masyarakat.
Mengetahui tahapan penerapan SML, KSDA dan Pemberdayaan Masyarakat.
1
Contoh : a. Mengetahui tahapan impelementasi SML di Perusahaan dimulai dari Pembentukan Tim
Implementasi SML, dan proses set-up kemudian sertifikasi. b. Mengetahui tentang social mapping
untuk tahapan penyusunan program Pemberdayaan Masyarakat yang efektif.
Memahami secara komprehensif definisi, maksud dan tujuan, dasar hukum, standar, kriteria serta
tahapan dari penerapan SML, KSDA dan Pemberdayaan Masyarakat.
Contoh : Memahami secara komprehensif bahwa Konservasi Sumber Daya Alam berupa proses
2
penghematan air, energi, bahan bakar, dst, dan memahami bahwa proses tersebut harus melibatkan
pihak teknis perusahaan dan perlu membuat rekaman/catatan penggunaan SDA kondisi saat ini
(membuat baseline SDA).
Pemberdayaan Masyarakat di Perusahaan.
3
Contoh : a. Melaksanakan set up dokumen lingkungan untuk implementasi SML sesuai standar ISO
14001. b. Menyusun dokumen yang diperlukan untuk penilaian lingkungan lebih dari taat (DRKPL
: Dokumen Ringkasan Kinerja Pengelolaan Lingkungan).
Mampu mensupervisi pelaksanaan proses implementasi, dari sejak proses perencanaan,
pelaksanaan, audit, dan evaluasi, serta sertifikasi apabila diperlukan dengan menggunakan standar /
4
aturan / kriteria / jadwal kerja yang telah ada / disusun.
Contoh : Mensupervisi pelaksanaan pemberdayaan masyarakat sesuai hasil social mapping.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses implementasi dari sejak proses perencanaan,
pelaksanaan, audit dan evaluasi serta sertifikasi apabila diperlukan. Mengevaluasi efektivitas
5 pelaksanaan dan manfaat implementasi Sistem Manajemen Lingkungan, Konservasi Sumber Daya
Alam dan Program Pemberdayaan Masyarakat terhadap kinerja perusahaan.
Contoh : Evaluasi penghematan penggunaan air setelah diterapkan Program Konservasi SDA.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru proses implementasi Sistem Manajemen
Lingkungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Program Pemberdayaan Masyarakat di
perusahaan.
6
Contoh : Menyempurnakan program pemberdayaan masyarakat dengan mengganti program hewan
ternak bebek dari sebelumnya adalah ayam. Setelah dievaluasi bahwa hasil yang diperoleh dari
ternak ayam tidak banyak meningkatkan pendapatan masyarakat.
268 EV - ESS - Perlindungan Lingkungan dan Sosial
EV - ESS
KKL 2211.11.011
Perlindungan Lingkungan dan Sosial
Environmental and Social Safeguard
Pengetahuan dan kemampuan untuk menyusun dokumen Environmental dan Social Safeguard (LARP &
EMR) serta laporan implementasinya termasuk melakukan identifikasi proyek yang memerlukan LARP,
menyusun Term Of References (TOR) LARP, mengumpulkan data dan penyusunan dokumen LARP, serta
penyusunan Term of References (TOR) EMR dan melaksanakan kewajiban terkait implementasi LARP.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui peraturan perundangan Republik Indonesia dan kebijakan safeguards lender, terkait
dengan pengadaan tanah sebagai dasar penyusunan LARP dan EMR, serta mengetahui format
1
LARP dan EMR.
Contoh : Mengetahui Operational Procedure Bank Dunia 4.12 tentang Involuntary Resettlement.
Memahami secara komprehensif proses pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan LARP
dan EMR mulai dari identifikasi proyek yang perlu dilengkapi dengan LARP dan EMR, prosedur
dan kebutuhan data untuk penyusunan LARP dan EMR, penyusunan TOR, serta penyusunan LARP
2
dan EMR.
Contoh : Mengetahui secara komprehensif proses Inventory of Losses (sensus kepemilikan lahan)
dan survey sosial ekonomi sesuai peraturan lender.
Mampu mengidentifikasi proyek yang memerlukan LARP, mengidentifikasi kebutuhan data,
menyusun TOR, mengumpulkan data, menyusun LARP dan EMR, serta melaksanakan kewajiban
3
terkait implementasi LARP.
Contoh : Menyusun TOR LARP.
Mampu merencanakan, mengkoordinasikan dan mensupervisi proses penyusunan TOR,
pengumpulan data, penyusunan LARP dan EMR, serta pelaksanaan kewajiban terkait implementasi
4
LARP.
Contoh : Mensupervisi pelaksanaan penyusunan LARP.
Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses penyusunan dokumen LARP dan EMR serta proses
5 pelaksanaan kewajiban terkait implementasi LARP.
Contoh : Mengevaluasi kebijakan pemberian kompensasi / ganti rugi yang tercantum dalam LARP.
Mampu membuat, memperbaiki serta mengembangkan prosedur dan metode proses penyusunan
6
dokumen LARP dan EMR serta pelaksanaan kewajiban terkait implementasi LARP.
Contoh : Membuat SOP penyusunan dokumen LARP.
269 EV - PEP - Perencanaan Lingkungan Proyek
EV - PEP
KKL 2211.12.012
Perencanaan Lingkungan Proyek
Project Environmental Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan ketentuan lingkungan sesuai peraturan lingkungan saat
perencanaan proyek, meliputi proses pembuatan dokumen Feasibility Study, Dokumen Pengadaan EPC,
Konstruksi, dan persiapan serah terima proyek.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui tahapan prencanaan proyek dan tahapan yang membutuhkan input ketentuan
lingkungan agar proyek menjadi kegiatan yang ramah lingkungan dan taat aturan. Mengetahui
dasar hukum dan ketentuan terkait lingkungan yang harus dimasukkan dalam dokumen di setiap
1
tahapan perencanaan proyek.
Contoh : Mengetahui perencanaan proyek meliputi penyusunan FS, penyusunan dokumen
lingkungan, pengadaan EPC, konstruksi dan penerbitan SLO, dan Serah terima Proyek.
Memahami secara komprehensif tahapan perencanaan proyek yang membutuhkan input /
memasukkan klausul lingkungan sesuai aturan.
2
Contoh : Memahami untuk mendapatkan desain landfill yang sesuai aturan maka ketentuan terkait
pemilihan lokasi maupun desain landfill harus dimasukkan ke dalam FS.
Mampu melaksanakan perencanaan proyek yang memasukkan klausul lingkungan sesuai aturan.
3 Contoh : Memasukkan syarat pemilihan lokasi TPS limbah B3 dalam dokumen pengadaan
konsultan EPC.
Mampu mensupervisi pelaksanaan perencanaan proyek yang memasukkan klausul lingkungan
sesuai aturan.
4
Contoh : Mensupervisi pembuatan dokumen FS yang telah memasukkan ketentuan sesuai peraturan
lingkungan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan perencanaan proyek yang telah memasukkan
ketentuan lingkungan.
5
Contoh : Menganalisa dan mengevaluasi realisasi sarana landfill PLTU yang dalam perencanaan
proyek telah memasukkan ketentuan terkait desain landfill sesuai peraturan yang berlaku.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru terkait perencanaan proyek yang telah
memasukkan ketentuan lingkungan.
6
Contoh : Membuat SOP serah terima proyek yang memasukkan pengecekan list perizinan terkait
lingkungan.
270 EV - CMC - Mitigasi & Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengelolaan Carbon Credit
EV - CMC
KKL 2211.13.013
Mitigasi & Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengelolaan Carbon Credit
Climate Change Adaptation & Mitigation and Credit Carbon Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan mitigasi dan
adaptasi perubahan iklim mulai dari identifikasi sumber???sumber gas rumah kaca, inventarisasi emisi gas
rumah kaca (GRK), menyusun program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, serta melakukan pelaporan
program mitigasi perubahan iklim kepada instansi terkait. Pengetahuan dan kemampuan untuk
melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan kredit karbon perusahaan mulai dari
identifikasi proyek yang akan menghasilkan kredit karbon, penentuan proyek yang akan dijual kredit
karbonnya, penjualan kredit karbon dan implementasi kontrak jual beli kredit karbon untuk mendapatkan
insentif dari kredit karbon yang dihasilkan oleh proyek PLN.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui prinsip???prinsip dasar terjadinya perubahan iklim, jenis???jenis dan sumber gas
1
rumah kaca (GRK), konsep pemanasan global, peraturan???peraturan nasional terkait perubahan
iklim serta dampak perubahan iklim bagi ingkungan khususnya bagi kegiatan ketenagalistrikan.
Mengetahui prinsip dasar mekanisme kredit karbon baik dalam kerangka PBB (UNFCCC) maupun
di luar kerangka PBB, dan mengetahui proses pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan kredit
karbon perusahaan mulai dari identifikasi proyek yang akan menghasilkan kredit karbon, penentuan
proyek yang akan dijual kredit karbonnya, penjualan kredit karbon dan implementasi kontrak jual
beli kredit karbon.
Contoh : a. Mengetahui prinsip terjadinya pemanasan global. b. Mengetahui prinsip Clean
Development Mechanism (CDM).
Memahami secara komprehensif proses pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan mitigasi dan
adaptasi perubahan iklim, antara lain cara menghitung beban emisi GRK, potensi kegiatan mitigasi
dan adaptasi, serta cara monitoring dan pelaporan upaya mitigasi perubahan iklim. Memahami
secara komprehensif proses pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan kredit karbon
2 perusahaan mulai dari identifikasi proyek yang akan menghasilkan kredit karbon, penentuan proyek
yang akan dijual kredit karbonnya, penjualan kredit karbon dan implementasi kontrak jual beli
kredit karbon.
Contoh : a. Mengetahui secara komprehensif cara menghitung emisi GRK. b. Mengetahui secara
komprehensif proses pengurusan proyek CDM.
Mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim
mulai dari identifikasi sumber???sumber GRK, menghitung beban emisi GRK, memonitor dan
menyusun laporan beban emisi serta mengimplementasikan kegiatan mitigasi dan adpatasi
perubahan iklim. Mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan kredit
3 karbon perusahaan mulai dari identifikasi proyek yang akan menghasilkan kredit karbon, penentuan
proyek yang akan dijual kredit karbonnya, penjualan kredit karbon dan implementasi kontrak jual
beli kredit karbon.
Contoh : a. Menghitung beban emisi CO2 pembangkit. b. Mampu menyusun Project Idea Note
(PIN) proyek CDM.
Mampu membuat perencanaan, menyusun program dan mensupervisi kegiatan yang berhubungan
dengan upaya penurunan emisi GRK dan adaptasi perubahan iklim. Mampu merencanakan,
mengkoordinasikan dan mensupervisi proses pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan
4
kredit karbon.
Contoh : a. Mensupervisi pelaksanaan program penghematan energi. b. Merencanakan proyek yang
akan dikembangkan sebagai proyek CDM.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan program mitigasi dan adaptasi perubahan
iklim. Mampu menganalisis dan mengevaluasi proses yang berkaitan dengan pengelolaan kredit
karbon.
5
Contoh : a. Menganalisa dan mengevaluasi pencapaian program hemat energi dan korelasinya
dengan target penurunan emisi GRK. b. Melakukan evaluasi aspek teknis dan komersial draft
kontrak jual beli kredit karbon.
Mampu membuat, memperbaiki serta mengembangkan prosedur dan metode yang terkait dengan
penurunan emisi GRK dan adaptasi perubahan iklim. Mampu membuat, memperbaiki dan
6 mengembangkan prosedur pengelolaan kredit karbon di perusahaan.
Contoh : a. Membuat kebijakan penghematan penggunaan energi. b. Membuat kebijakan
penghematan penggunaan energi.

271 EV - EAD - Audit Lingkungan


EV - EAD
KKL 2211.14.014
Audit Lingkungan
Environment Auditing
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penilaian ketaatan kegiatan terhadap persyaratan peraturan
perundang-undangan lingkungan nasional dan standar lingkungan internasional, yang diwajibkan oleh
pemerintah terhadap kegiatan yang diatur berdasarkan peraturan Audit Lingkungan atau kegiatan audit
secara sukarela oleh kegiatan yang diakui hasil audit dan rekomendasinya oleh Umum / Pemerintah.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui jenis-jenis aspek hukum dan dasar-dasar audit lingkungan, dokumentasi dan penataan
laporan audit yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan yang diperlukan bagi proses
1 pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan lebih lanjut.
Contoh : Mengetahui jenis-jenis laporan/dokumen lingkungan dan survei lingkungan dengan baik
dan benar sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
Memahami secara komprehensif kegunaan penerapan audit lingkungan di perusahaan, sebagai
rujukan perusahaan dalam mengatasi permasalahan lingkungan di sekitar instalasi perusahaan,
sebagai kontrol terhadap pencapaian kinerja lingkungan perusahaan, sebagai usaha pencegahan
tekanan sanksi hukum terhadap penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan yang berkaitan dengan
lingkungan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta sebagai upaya
2
identiikasi kemungkinan penghematan biaya melalui upaya konservasi energi, pemakaian ulang
dan daur ulang limbah.
Contoh : a. Memahami bentuk potensi dampak besar dan pentingnya suatu usaha dan/atau kegiatan
perusahaan. b. Memahami kegiatan mitigasi. c. Memahami prosedur audit lingkungan, proses
konsultasi masyarakat dan sosialisasi penyelesaian masalah lingkungan.
Mampu melaksanakan persiapan proses audit lingkungan hidup dengan menggunakan perangkat
antara lain checklist/protokol audit, peraturan perundang-undangan dan pedoman-pedoman,
wawancara dan pemeriksaan lapangan/pencatatan/dokumentasi pengamatan, serta komponen
kegiatan instalasi perusahaan yang diaudit.
3
Contoh : a. Membuat daftar pertanyaan pra kunjungan audit. b. Membuat rencana proses. c.
Menyusun checklist/protokol audit dan lain-lain guna pelaksanaan audit lingkungan berdasarkan
pemenuhan baku mutu lingkungan yang dihasilkan komponen kegiatan insatalasi terhadap yang
disyaratkan.
Mampu mensupervisi proses audit lingkungan hidup dengan menggunakan perangkat antara lain
checklist / protokol audit, peraturan perundang-undangan dan pedoman-pedoman, wawancara dan
pemeriksaan lapangan/pencatatan/dokumentasi pengamatan, serta komponen kegiatan instalasi
perusahaan yang diaudit.
Contoh : a. Menyusun Laporan Audit Lingkungan. b. Mampu menganalisa dan mengevaluasi
4
ringkasan dan interpretasi laporan audit lingkungan yang meliputi evaluasi secara sistematik,
terdokumentasi, periodik dan objektif tentang bagaimana kinerja perusahaan, sistem manajemen
dalam hubungannya dengan lingkungan, antara lain ditujukan sebagai fasilitas kontrol manajemen
terhadap pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian terhadap peraturan
perundang-undangan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi ringkasan dan interpretasi laporan audit lingkungan yang
meliputi evaluasi secara sistematik, terdokumentasi, periodik dan objektif tentang bagaimana
kinerja perusahaan, sistem manajemen dalam hubungannya dengan lingkungan, yang antara lain
ditujukan sebagai fasilitas kontrol manajemen terhadap pelaksanaan pengendalian dampak
lingkungan dan pengkajian terhadap peraturan perundang-undangan.
Contoh : a. Menyajikan evaluasi tentang tingkat kepatuhan / ketidakpatuhan perusahaan terhadap
5
peraturan perudang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Mampu memberikan uraian
tentang penyebab terjadinya ketidakpatuhan dan/atau ketidaktepatan penerapan kebijaksanaan
perusahaan di bidang lingkungan hidup. b. Mampu memberikan rekomendasi atas temuan-temuan
pelaksanaan audit lingkungan. c. Mampu memberi jaminan untuk mencegah dan menghindari
kerusakan atau kecenderungan kerusakan lingkungan atas penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan
perusahaan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru audit lingkungan dan mampu
menerapkan metode tersebut di perusahaan, antara lain siap menyelenggarakan dan mendukung
penelitian, pengkajian dan pengembangan cara-cara audit lingkungan untuk meningkatkan
6 kualitas/mutu produk dan pelayanan.
Contoh : a. Membuat rencana strategis ligkungan (environmental strategic planning) perusahaan
penyedia tenaga listrik yang berkualitas, aman, andal dan akrab lingkungan. b. Mewujudkan
peningkatan sumberdaya melalui penghematan penggunaan bahan, minimisasi limbah dan
identiikasi kemungkinan melakukan proses daur ulang untuk mencapai standar lingkungan
mutakhir dengan kualitas tinggi dan terbaik, melalui mitigasi dampak negatif penting serta
monitoring dan audit lingkungan yang efektif.
272 EV - EEC - Ekonomi Lingkungan
EV - EEC
KKL 2211.15.015
Ekonomi Lingkungan
Environmental Economy
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengidentifikasi dampak lingkungan dari kegiatan usaha khususnya
ketenagalistrikan. Pengetahuan dan kemampuan untuk menghitung biaya pengelolaan dari suatu kegiatan,
menghitung kelayakan ekonomi suatu kegiatan dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dalam
kegiatan tersebut.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui dampak lingkungan suatu kegiatan khususnya kegiatan ketenagalistrikan, mengetahui
cara menghitung biaya pengelolaan suatu kegiatan ketenagalistrikan, dan mengetahui formulasi
perhitungan kelayakan ekonomi dari suatu rencana kegiatan dengan pertimbangan faktor
1 lingkungan.
Contoh : Mengetahui cara menghitung biaya investasi dan biaya pengelolaan PLTU dengan
memasukkan faktor investasi sarana pengelolaan lingkungan dan biaya pengelolaan limbah yang
dihasilkan PLTU.
Memahami secara komprehensif kegiatan mengidentifikasi dampak lingkungan dari kegiatan usaha
khususnya ketenagalistrikan. Pengetahuan dan kemampuan untuk menghitung biaya pengelolaan
dari suatu kegiatan, menghitung kelayakan ekonomi suatu kegiatan dengan mempertimbangkan
2 faktor lingkungan dalam kegiatan tersebut.
Contoh : Memahami secara komprehensif cara perhitungan biaya investasi dan biaya pengelolaan
PLTU dengan memasukkan faktor investasi sarana pengelolaan lingkungan dan biaya pengelolaan
limbah yang dihasilkan PLTU.
Mampu melaksanakan kegiatan identifikasi dampak lingkungan dari kegiatan usaha khususnya
ketenagalistrikan. Pengetahuan dan kemampuan untuk menghitung biaya pengelolaan dari suatu
kegiatan, menghitung kelayakan ekonomi suatu kegiatan dengan mempertimbangkan faktor
3 lingkungan dalam kegiatan tersebut.
Contoh : Melaksanakan perhitungan biaya investasi dan biaya pengelolaan PLTU dengan
memasukkan faktor investasi sarana pengelolaan lingkungan dan biaya pengelolaan limbah yang
dihasilkan PLTU.
Mampu mensupervisi pelaksanaan kegiatan identifikasi dampak lingkungan dari kegiatan usaha
khususnya ketenagalistrikan. Pengetahuan dan kemampuan untuk menghitung biaya pengelolaan
dari suatu kegiatan, menghitung kelayakan ekonomi suatu kegiatan dengan mempertimbangkan
4 faktor lingkungan dalam kegiatan tersebut.
Contoh : Mensupervisi perhitungan biaya investasi dan biaya pengelolaan PLTU dengan
memasukkan faktor investasi sarana pengelolaan lingkungan dan biaya pengelolaan limbah yang
dihasilkan PLTU.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi kegiatan identifikasi dampak lingkungan dari kegiatan
usaha khususnya ketenagalistrikan. Pengetahuan dan kemampuan untuk menghitung biaya
pengelolaan dari suatu kegiatan, menghitung kelayakan ekonomi suatu kegiatan dengan
5 mempertimbangkan faktor lingkungan dalam kegiatan tersebut.
Contoh : Menganalisa dan mengevaluasi perhitungan biaya investasi dan biaya pengelolaan PLTU
dengan memasukkan faktor investasi sarana pengelolaan lingkungan dan biaya pengelolaan limbah
yang dihasilkan PLTU.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru kegiatan identifikasi dampak lingkungan
dari kegiatan usaha khususnya ketenagalistrikan. Pengetahuan dan kemampuan untuk menghitung
6
biaya pengelolaan dari suatu kegiatan, menghitung kelayakan ekonomi suatu kegiatan dengan
mempertimbangkan faktor lingkungan dalam kegiatan tersebut.
Contoh : Menyempurnakan perhitungan biaya investasi dan biaya pengelolaan PLTU dengan
memasukkan faktor investasi sarana pengelolaan lingkungan dan biaya pengelolaan limbah yang
dihasilkan PLTU.

2.2.1.2 - K2 dan K3
273 HS - HRR - Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko
HS - HRR
KKL 2212.01.016
Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko
Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan Identifikasi Potensi Bahaya, Penilaian dan
Pengendalian Risiko, meliputi proses kegiatan identifikasi, dan melakukan penilaian tingkat risiko serta
menyiapkan pemenuhan pengendalian risiko pada masing-masing kegiatan.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan Identifikasi Potensi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko
sesuai dengan peraturan perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses Identifikasi Potensi Bahaya, Penilaian dan
Pengendalian Risiko pemeliharaan transmisi dan distribusi.
Memahami proses pelaksanaan Identifikasi Potensi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko
sesuai dengan peraturan perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku.
2
Contoh : Menjelaskan ketentuan tentang proses Identifikasi Potensi Bahaya pemeliharaan transmisi
dan distribusi, penilaian dan pengendalian risiko pelaporan serta Instansi penerima laporan tersebut.
Mampu mengidentifikasi bahaya, menilai dan mengendalikan risiko yang timbul dari suatu proses
kerja sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
3
Contoh : Melaksanakan proses pelaksanaan Identifikasi Potensi Bahaya pemeliharaan transmisi dan
distribusi sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
Mampu mensupervisi proses Identifikasi Potensi Bahaya dan menilai Tingkat Risiko dan
menentukan Pengendalian Risiko sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
4
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan identifikasi potensi bahaya pemeliharaan transmisi dan
distribusi.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian
risiko yang timbul dari suatu proses kerja sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja yang bersifat
5 kompleks yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa keselamatan ketenagalistrikan
berjalan baik pada saat terjadi black-out atau kekacauan luar biasa.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
Identifikasi Bahaya, Penilaian Dan Pengendalian Risiko yang timbul dari suatu proses kerja sesuai
6 jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
Contoh : Menetapkan persyaratan keselamatan ketenagalistrikan untuk inspeksi jaringan
menggunakan helikopter.
274 HS - SWP - Prosedur Keselamatan Bekerja
HS - SWP
KKL 2212.02.017
Prosedur Keselamatan Bekerja
Safety Working Procedure
Pengetahuan dan kemampuan untuk menyusun Safety Working Procedure (SWP) dalam setiap prosedur
kerja, instruksi kerja, formulir dan check list pada proses kerja sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
Level Deskripsi Perilaku
1 Mengetahui tahapan penyusunan Safety Working Procedure (SWP) sesuai dengan hasil identifikasi
bahaya, penilaian dan pengendalian risiko dan job safety analysis.
Contoh : Mengetahui potensi bahaya dan risiko dalam pekerjaan pemeliharaan transmisi dan
distribusi.
Memahami secara komprehensif tahapan penyusunan Safety Working Procedure (SWP) sesuai
dengan hasil identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko dan job safety analysis.
2
Contoh : Menjelaskan potensi bahaya (ketinggian, kabel terkelupas, dll) dan risiko (kemungkinan
terjatuh, tersengat arus listrik, dll) dalam pekerjaan pemeliharaan transmisi dan distribusi.
Mampu melakukan penyusunan dan penerapan prosedur kerja selamat dalam prosedur kerja,
instruksi kerja, formulir dan check list pada proses kerja, sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan
kerja berbasis manajemen risiko serta berkoordinasi dengan pihak yang terlibat dalam pekerjaan
3
tersebut.
Contoh : Melaksanakan proses penyusunan Safety Working Procedure (SWP) untuk pemeliharaan
transmisi dalam keadaan bertegangan.
Mampu mensupervisi penyusunan dan penerapan prosedur kerja selamat dalam prosedur kerja,
instruksi kerja, formulir dan check list pada proses kerja, sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan
4 kerja berbasis manajemen risiko.
Contoh : Mensupervisi proses penyusunan Safety Working Procedure (SWP) untuk pemeliharaan
transmisi dalam keadaan bertegangan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi penyusunan dan penerapan prosedur kerja selamat dalam
prosedur kerja, instruksi kerja, formulir dan check list pada proses kerja, sesuai jenis pekerjaan dan
5 lingkungan kerja berbasis manajemen risiko.
Contoh : Merekomendasikan penyempurnaan proses penyusunan Safety Working Procedure (SWP)
untuk pemeliharaan transmisi dalam keadaan bertegangan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam penyusunan prosedur kerja
selamat sesuai hiraki pengendalian risiko (eliminasi, subtitusi, rekayasa enjiniring, administrasi dan
APD) dalam prosedur kerja, instruksi kerja, formulir dan check list pada proses kerja, sesuai jenis
6
pekerjaan dan lingkungan kerja berbasis manajemen risiko.
Contoh : Menyempurnakan persyaratan Safety Working Procedure (SWP) pemeliharaan transmisi
dalam keadaan bertegangan sesuai dengan hirarki pengendalian risiko.
275 HS - BRC - Kepatuhan Terhadap Peraturan Keselamatan Dasar
HS - BRC
KKL 2212.03.018
Kepatuhan Terhadap Peraturan Keselamatan Dasar
Basic Safety Regulation Compliance
Pengetahuan dan kemampuan merencanakan dan melaksanakan kegiatan perusahaan untuk mengukur dan
mengevaluasi tingkat ketaatan perusahaan agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta
ketentuan yang berlaku dalam bidang keselamatan kerja.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui dasar hukum peraturan perundang???undangan bidang keselamatan kerja sebagai dasar
1 perhitungan tingkat ketaatan perusahaan terhadap kewajiban terkait keselamatan kerja.
Contoh : Mengetahui UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.
Memahami secara komprehensif dasar hukum peraturan perundang-undangan bidang keselamatan
kerja dan memahami cara menghitung tingkat ketaatan perusahaan berdasarkan kewajiban dalam
2 peraturan keselamatan kerja tersebut.
Contoh : Memahami UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja dan kriteria audit sesuai PP
No. 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3.
Mampu melaksanakan perhitungan tingkat ketaatan perusahaan berdasarkan kewajiban dalam
peraturan keselamatan kerja, dengan membuat serta mengisi check list kewajiban perusahaan dan
3
mengusulkan rencana kegiatan perusahaan untuk memenuhi ketaatan keselamatan kerja.
Contoh : Membuat dan mengisi check list inspeksi K3 dan mengukur pencapaiannya.
Mampu mensupervisi pelaksanaan perhitungan tingkat ketaatan perusahaan berdasarkan kewajiban
dalam peraturan keselamatan kerja, dan mensupervisi pembuatan serta pengisian check list
4 kewajiban perusahaan dan mengusulkan rencana kegiatan perusahaan untuk memenuhi ketaatan
keselamatan kerja.
Contoh : Mensupervisi proses pembuatan dan pengisian check list inspeksi K3.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi perhitungan tingkat ketaatan perusahaan sesuai peraturan
5 keselamatan kerja yang berlaku.
Contoh : Merekomendasikan tindak lanjut hasil temuan inspeksi K3.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru perhitungan tingkat ketaatan perusahaan
6 sesuai peraturan keselamatan kerja yang berlaku.
Contoh : Menetapkan indikator-indikator perhitungan tingkat ketaatan keselamatan kerja.
276 HS - SCP - Kampanye Keselamatan
HS - SCP
KKL 2212.04.019
Kampanye Keselamatan
Safety Campaign
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengkomunikasikan, mengajak dan membudayakan Keselamatan
Ketenagalistrikan (K2) kepada kalangan internal dan eksternal.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui metode komunikasi yang efektif berikut materi tentang keselamatan ketenagalistrikan.
1
Contoh : Mengetahui pilar keselamatan ketenagalistrikan.
Memahami secara komprehensif metode komunikasi yang efektif berikut materi tentang
2 keselamatan ketenagalistrikan.
Contoh : Memahami metode penyebarluasan keselamatan.
Mampu menyusun materi dan mengkomunikasikan secara efektif tentang keselamatan
3 ketenagalistrikan.
Contoh : Melaksanakan sosialisasi tentang keselamatan ketenagalistrikan.
Mampu mensupervisi kegiatan penyusunan materi dan pelaksanaan komunikasi secara efektif
4 tentang keselamatan ketenagalistrikan.
Contoh : Mengevaluasi efektivitas kegiatan komunikasi keselamatan ketenagalistrikan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi kegiatan penyusunan materi dan pelaksanaan komunikasi
secara efektif dan efisien tentang keselamatan ketenagalistrikan.
5
Contoh : Merekomendasikan penyempurnaan komunikasi yang efektif dan efisien tentang
keselamatan ketenagalistrikan berdasarkan hasil analisa.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru kegiatan penyusunan materi dan metode
komunikasi secara efektif dan efisien tentang keselamatan ketenagalistrikan.
6
Contoh : Mengembangkan dan menetapkan metode komunikasi yang baru tentang keselamatan
ketenagalistrikan.
277 HS - CSM - Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor
HS - CSM
KKL 2212.05.020
Sistem Manajemen Keselamatan Kontraktor
Contractor Safety Management System
Pengetahuan dan kemampuan untuk menerapkan sistem manajemen keselamatan kerja bagi mitra kerja /
kontraktor meliputi tahapan penilaian resiko, pra kualifikasi, seleksi, persiapan pekerjaan, pelaksanaan
pekerjaan dan evaluasi akhir untuk memastikan konsistensi penerapan K3 pada mitra kerja / kontraktor.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses penerapan sistem manajemen keselamatan kerja bagi mitra kerja / kontraktor.
1
Contoh : Mengetahui sistem manajemen keselamatan mitra kerja.
Memahami proses penerapan sistem manajemen keselamatan kerja bagi mitra kerja / kontraktor.
2
Contoh : Memahami sistem manajemen keselamatan mitra kerja.
Mampu menerapkan sistem manajemen keselamatan kerja bagi mitra kerja / kontraktor.
3
Contoh : Melaksanakan proses penerapan sistem manajemen keselamatan mitra kerja.
Mampu mensupervisi penerapan sistem manajemen keselamatan kerja bagi mitra kerja / kontraktor.
4
Contoh : Mengawasi proses penerapan sistem manajemen keselamatan mitra kerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi penerapan sistem manajemen keselamatan kerja bagi mitra
kerja / kontraktor.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan perbaikan untuk menjamin konsistensi penerapan K3 pada
mitra kerja / kontraktor.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam penerapan sistem manajemen
keselamatan kerja bagi mitra kerja / kontraktor.
6
Contoh : Menetapkan dan menyempurnakan persyaratan pelaksanaan sistem manajemen
keselamatan mitra kerja.
278 HS - WPC - Pengendalian Lingkungan Kerja
HS - WPC
KKL 2212.06.021
Pengendalian Lingkungan Kerja
Work Place Controlling
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan pengendalian faktor bahaya (faktor fisika, biologi, kimia,
dan psikologi) pada lingkungan kerja sesuai dengan standar yang berlaku / Nilai Ambang Batas (NAB).
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui peraturan tentang faktor bahaya pada lingkungan kerja sesuai standar yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui kriteria faktor bahaya pada lingkungan kerja.
Memahami peraturan tentang faktor bahaya pada lingkungan kerja sesuai standar yang berlaku.
2
Contoh : Memahami kriteria faktor bahaya pada lingkungan kerja.
Mampu melaksanakan penerapan pengendalian faktor bahaya pada lingkungan kerja sesuai standar
3 yang berlaku.
Contoh : Melaksanakan pengendalian faktor bahaya pada lingkungan kerja.
Mampu mensupervisi penerapan pengendalian faktor bahaya pada lingkungan kerja sesuai standar
4 yang berlaku.
Contoh : Mengawasi penerapan pengendalian faktor bahaya pada lingkungan kerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi penerapan pengendalian faktor bahaya pada lingkungan
kerja sesuai standar yang berlaku.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan perbaikan untuk menurunkan faktor bahaya pada lingkungan
kerja.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam pengendalian faktor bahaya pada
lingkungan kerja sesuai standar yang berlaku.
6
Contoh : Menetapkan persyaratan atau metode baru untuk menurunkan faktor bahaya pada
lingkungan kerja.
279 HS - PSM - Manajemen Keselamatan Proses
HS - PSM
KKL 2212.07.022
Manajemen Keselamatan Proses
Process Safety Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan standar manajemen keselamatan proses.
Level Deskripsi Perilaku
1 Mengetahui peraturan dan standar manajemen keselamatan proses.
Contoh : Mengetahui peraturan dan standar kesehatan kerja.
Memahami peraturan dan standar manajemen keselamatan proses.
2
Contoh : Menjelaskan peraturan dan standar manajemen keselamatan proses.
Mampu menyusun standar manajemen keselamatan proses.
3
Contoh : Melaksanakan penyusunan standar manajemen keselamatan proses.
Mampu mensupervisi penyusunan standar manajemen keselamatan proses.
4
Contoh : Mengawasi proses penyusunan standar manajemen keselamatan proses.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi standar manajemen keselamatan proses.
5 Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa penerapan keselamatan proses
berjalan dengan baik.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan penerapan
6 keselamatan proses.
Contoh : Menetapkan persyaratan pelaksanaan keselamatan proses.
280 HS - SFL - Kepemimpinan Keselamatan
HS - SFL
KKL 2212.08.023
Kepemimpinan Keselamatan
Safety Leadership
Pengetahuan dan kemampuan untuk memimpin proses pelaksanaan keselamatan kerja.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui metode kepemimpinan dalam pelaksanaan keselamatan kerja.
1
Contoh : Mengetahui metode kepemimpinan dalam pelaksanaan keselamatan kerja.
Memahami metode kepemimpinan dalam pelaksanaan keselamatan kerja.
2
Contoh : Memahami metode kepemimpinan dalam pelaksanaan keselamatan kerja.
Mampu menyusun metode kepemimpinan dalam pelaksanaan keselamatan kerja.
3
Contoh : Melaksanakan penyusunan metode kepemimpinan dalam pelaksanaan keselamatan kerja.
Mampu mensupervisi pelaksanaan metode kepemimpinan keselamatan kerja.
4
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan metode kepemimpinan keselamatan kerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaan metode kepemimpinan keselamatan kerja.
5 Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa metode kepemimpinan
keselamatan kerja berjalan dengan baik.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan penerapan
6 metode kepemimpinan keselamatan kerja.
Contoh : Menetapkan persyaratan pelaksanaan metode kepemimpinan keselamatan kerja.
281 HS - JSA - Analisis Keselamatan dalam Bekerja
HS - JSA
KKL 2212.09.024
Analisis Keselamatan dalam Bekerja
Job Safety Analysis
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan analisis keselamatan dalam setiap tahapan kerja sesuai
dengan potensi bahaya, risiko dan pengendaliannya untuk menciptakan keamanan dan keselamatan dalam
bekerja.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses analisis keselamatan dalam setiap tahapan kerja sesuai dengan potensi bahaya,
1 risiko dan pengendaliannya.
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses analisis keselamatan dalam bekerja.
2 Memahami proses pelaksanaan analisis keselamatan dalam setiap tahapan kerja sesuai dengan
potensi bahaya, risiko dan pengendaliannya.
Contoh : Memahami ketentuan tentang analisis keselamatan dalam bekerja.
Mampu menganalisa keselamatan dalam setiap tahapan kerja sesuai dengan potensi bahaya, risiko
dan pengendaliannya sebagai upaya perbaikan dari kemungkinan risiko kecelakaan yang timbul
3 dari suatu pekerjaan dan lingkungan kerja.
Contoh : Melaksanakan proses analisa tahapan dan kelengkapan kerja, potensi bahaya, dan
rekomendasi sebagai upaya perbaikan dari suatu pekerjaan dan lingkungan kerja.
Mampu mensupervisi proses analisis keselamatan dalam setiap tahapan kerja sesuai dengan potensi
bahaya, risiko dan pengendaliannya sebagai upaya perbaikan dari kemungkinan risiko kecelakaan
yang timbul dari suatu pekerjaan dan lingkungan kerja.
4
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan analisa tahapan dan kelengkapan kerja, potensi bahaya,
dan rekomendasi sebagai upaya perbaikan dari kemungkinan kecelakaan yang timbul dari suatu
pekerjaan dan lingkungan kerja.
Mampu mengevaluasi proses analisis keselamatan dalam setiap tahapan kerja sesuai dengan potensi
bahaya, risiko dan pengendaliannya sebagai upaya perbaikan dari kemungkinan kecelakaan yang
timbul dari suatu pekerjaan dan lingkungan kerja yang bersifat kompleks yang belum pernah terjadi
5
sebelumnya.
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa keselamatan ketenagalistrikan
berjalan baik pada saat terjadi ledakan atau kebakaran.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses analisis
keselamatan dalam setiap tahapan kerja sesuai dengan potensi bahaya, risiko dan pengendaliannya
6 sebagai upaya perbaikan sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
Contoh : Menetapkan persyaratan analisa keselamatan kerja sesuai dengan ketentuan perusahaan
dan perundangan yang berlaku.
282 HS - WPM - Ijin Kerja
HS - WPM
KKL 2212.10.025
Ijin Kerja
Working Permit
Pengetahuan dan kemampuan untuk membuat dokumen izin kerja sebagai persyaratan melaksanakan
pekerjaan yang mempunyai potensi bahaya serta langkah pencegahannya sesuai dengan peraturan dan
standard yang berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pembuatan dokumen izin kerja sesuai dengan peraturan perusahaan dan
1 perundangan yang berlaku.
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses pembuatan dokumen izin kerja.
Memahami proses pelaksanaan pembuatan dokumen izin kerja sesuai dengan peraturan perusahaan
2 dan perundangan yang berlaku.
Contoh : Memahami ketentuan tentang proses pembuatan dokumen izin kerja.
Mampu membuat dokumen izin kerja yang meliputi uraian pekerjaan dan Alat Pelindung Diri yang
wajib digunakan sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
3
Contoh : Melaksanakan proses pelaksanaan pembuatan dokumen izin kerja dan mencantumkan
Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
Mampu mensupervisi proses pembuatan dokumen izin kerja sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan
4 kerja.
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan pembuatan dokumen izin kerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses pembuatan dokumen izin kerja sesuai jenis
pekerjaan dan lingkungan kerja yang bersifat kompleks seperti pekerjaan instalasi listrik, mesin dan
5
gedung.
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa keselamatan ketenagalistrikan
berjalan baik pada pekerjaan kompleks dan berpotensi bahaya tinggi.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
pembuatan dokumen izin kerja sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
6
Contoh : Menetapkan persyaratan keselamatan ketenagalistrikan untuk izin kerja sesuai dengan
ketentuan Perusahaan dan perundangan yang berlaku.
283 HS - HSA - Audit SMK3
HS - HSA
KKL 2212.11.026
Audit SMK3
HSE Management System Audit
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3) untuk memastikan kesesuaian kegiatan perencanaan dan efektivitas penerapan sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) sesuai dengan peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses audit Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3).
Memahami proses pelaksanaan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) sesuai dengan peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
2
Contoh : Memahami ketentuan tentang proses audit Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3).
Mampu membuat perencanaan, persiapan dan melaksanakan audit Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3).
3
Contoh : Melaksanakan proses pelaksanaan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3).
Mampu mensupervisi proses audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
4 Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja (SMK3).
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses audit Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3) dan merumuskan tindakan perbaikan.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa audit Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) efektif dan konsisten dilaksanakan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses audit
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
6
Contoh : Menetapkan persyaratan keselamatan ketenagalistrikan untuk audit Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai dengan perundangan yang berlaku.
284 HS - ACI - Investigasi Kecelakaan
HS - ACI
KKL 2212.12.027
Investigasi Kecelakaan
Accident Investigation
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian, penyelidikan, pengusutan, pencarian,
pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain untuk mencari penyebab utama terjadinya suatu
kecelakaan (kecelakaan kerja, kecelakaan instalasi, kecelakaan masyarakat umum) dan Penyakit Akibat
Kerja (PAK) / PAHK serta untuk menentukan tindakan perbaikan.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap terjadinya kecelakaan dan
1 Penyakit Akibat Kerja (PAK) / PAHK serta membuat pelaporan kecelakaan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap
terjadinya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) / PAHK di tempat kerja.
Memahami proses pelaksanaan penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap terjadinya kecelakaan
dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) / PAHK serta membuat pelaporan kecelakaan sesuai dengan
2 peraturan yang berlaku di tempat kerja.
Contoh : Memahami ketentuan tentang proses Identifikasi Potensi Bahaya, Penilaian dan
Pengendalian Risiko.
Mampu melakukan penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap terjadinya kecelakaan dan
Penyakit Akibat Kerja (PAK) / PAHK serta membuat pelaporan kecelakaan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
3
Contoh : Melaksanakan proses pelaksanaan penyelidikan dan pembuatan laporan terhadap
terjadinya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) / PAHK serta membuat pelaporan
kecelakaan sesuai dengan peraturan yang berlaku di tempat kerja.
Mampu mensupervisi proses Identifikasi Potensi Bahaya dan menilai Tingkat Risiko dan
menentukan Pengendalian Risiko sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja.
4 Contoh : Mensupervisi proses pelaksanaan penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap terjadinya
kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) / PAHK serta membuat pelaporan kecelakaan sesuai
dengan peraturan yang berlaku di tempat kerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap
terjadinya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) / PAHK serta membuat pelaporan
5 kecelakaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa kejadian kecelakaan kerja tidak
boleh terulang kembali.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
penyelidikan dan pembuatan laporan terhadap terjadinya kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja
6 (PAK) / PAHK serta membuat pelaporan kecelakaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Contoh : Menetapkan persyaratan keselamatan ketenagalistrikan untuk Investigasi Kecelakaan
sesuai dengan perundangan yang berlaku.
285 HS - STM - Inspeksi Peralatan Keselamatan, Pengecekan dan Pemeliharaan
HS - STM
KKL 2212.13.028
Inspeksi Peralatan Keselamatan, Pengecekan dan Pemeliharaan
Safety Tools Inspection, Testing and Maintenance
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan
keselamatan kerja sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan keselamatan
kerja sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan
keselamatan kerja sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
Memahami proses pelaksanaan inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan keselamatan kerja
sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
2
Contoh : Memahami ketentuan tentang proses inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan
keselamatan kerja sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
Mampu melakukan inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan keselamatan kerja sesuai
dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
3
Contoh : Melaksanakan proses pelaksanaan inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan
keselamatan kerja sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
Mampu mensupervisi proses inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan keselamatan kerja
4
sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
Contoh : Mensupervisi proses pelaksanaan inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan
keselamatan kerja sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan
keselamatan kerja sesuai dengan standar dan/atau peraturan yang berlaku.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa keselamatan ketenagalistrikan
berjalan baik setelah dilakukan inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan kerja.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
inspeksi, pengecekan dan pemeliharaan peralatan keselamatan kerja sesuai dengan standar dan/atau
6 peraturan yang berlaku.
Contoh : Menetapkan persyaratan keselamatan ketenagalistrikan untuk inspeksi, pengecekan dan
pemeliharaan jaringan menggunakan teknologi.
286 HS - PPE - Alat Pelindung Diri
HS - PPE
KKL 2212.14.029
Alat Pelindung Diri
Personal Protective Equipment
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan pengenalan, penggunaan, standarisasi, dan pengelolaan
alat pelindung diri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui prosedur pengoperasian sarana dan peralatan K3 sesuai dengan standar dan pedoman
teknis di Perusahaan.
1
Contoh : Mengetahui prosedur pengoperasian peralatan Spinkler System sesuai SOP yang sudah
ditetapkan.
Memahami prosedur pengoperasian sarana dan peralatan K3 sesuai dengan standar dan pedoman
2 teknis di Perusahaan.
Contoh : Memahami prosedur pengoperasian peralatan Sprinkler System.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian
risiko yang timbul dari suatu proses kerja sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja yang bersifat
3
komplek yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Contoh : Melaksanakan pengoperasian Spinkler System sesuai SOP yang sudah ditetapkan.
Mampu mensupervisi pengoperasian peralatan Spinkler System sesuai SOP yang sudah ditetapkan.
4
Contoh : Mengawasi proses pengoperasian Spinkler System.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi prosedur pengoperasian Spinkler System yang terpasang
pada bangunan dan instalasi ketenagalistrikan yang bersifat kompleks yang belum pernah terpasang
sebelumnya di lingkungan kerja.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa peralatan Spinkler System dapat
beroperasi normal sehingga bisa memadamkan kebakaran secara otomatis dimana Spinkler Sytem
terpasang.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam pemasangan, pengoperasian dan
pemeliharaan Spinkler System pada bangunan dan instalasi ketenagalistrikan.
6 Contoh : Menetapkan persyaratan dan safety procedure pemasangan, pengoperasian dan
pemeliharaan peralatan Spinkler System secara optimal pada bangunan dan instalasi
ketenagalistrikan.
287 HS - ERC - Pengelolaan Kesiapan Menangani Keadaan Darurat
HS - ERC
KKL 2212.15.030
Pengelolaan Kesiapan Menangani Keadaan Darurat
Emergency Response and Crisis Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk mengelola dan mengorganisir keadaan darurat di tempat kerja sebagai
upaya pencegahan kecelakaan kerja sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses Emergency Response Procedure (Prosedur Tanggap Darurat) sesuai dengan
peraturan perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui Prosedure Tanggap Darurat ketika terjadi kebakaran pada instalasi
ketenagalistrikan.
Memahami pelaksanaan Emergency Response Procedure sesuai dengan peraturan perusahaan dan
peraturan pemerintah yang berlaku.
2
Contoh : Memahami Emergency Response Procedure di lingkungan kerjanya yang sudah
ditetapkan oleh Perusahaan.
Mampu melaksanakan Emergency Response Procedure di lingkungan kerjanya yang sudah
ditetapkan oleh Perusahaan.
3
Contoh : Melaksanakan Emergency Response Procedure di lingkungan kerjanya melalui suatu uji
coba keadaan darurat.
Mampu mensupervisi pelaksanaan Emergency Response Procedure di lingkungan kerjanya melalui
4 suatu uji coba keadaan darurat.
Contoh : Mengawasi pelaksanaan Emergency Response Procedure pada uji coba keadaan darurat.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian
risiko yang timbul dari suatu proses kerja sesuai jenis pekerjaan dan lingkungan kerja yang bersifat
5 kompleks yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa keselamatan ketenagalistrikan
berjalan baik pada saat terjadi black-out atau kekacauan luar biasa.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam Emergency Response Procedure
pada berbagai kondisi terkini khususnya yang berkaitan dengan Instalasi Ketenagalistrikan.
6
Contoh : Menetapkan Emergency Response Procedure pada kondisi terkini untuk mengantisipasi
Keadaan Darurat sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
288 HS - LTO - Penguncian Pengoperasian dan Penandaan Pekerjaan
HS - LTO
KKL 2212.16.031
Penguncian Pengoperasian dan Penandaan Pekerjaan
Lock Out Tag Out
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan asesmen bahaya dan risiko pekerjaan, sehingga
memunculkan kewenangan padanya untuk menerbitkan ijin penguncian pengoperasian dan penandaan
pekerjaan setelah pengendalian risiko terpenuhi sesuai rekomendasi hasil asesmen pada pekerjaan, yang
meliputi pekerjaan yang menuntut suatu bagian tubuh berada dalam posisi dimana gerakan yang tidak
disengaja atau lepasnya energi berbahaya yang tersimpan dapat menimbulkan cedera atau sakit. Beberapa
hal berbahaya yang memerlukan penguncian pengoperasian dan penandaan pekerjaan adalah sebagai
berikut: a. Listrik Energi listrik yang memerlukan penguncian pengoperasian dan penandaan pekerjaan jika
tegangan listrik dapat mengakibatkan cidera pada pekerja saat terjadi kontak. Penguncian pengoperasian
dan penandaan pekerjaan dilakukan terhadap energi listrik yang menjadi sumber energi untuk
menggerakkan peralatan atau permesinan. b. Mekanik Energi mekanis dianggap berbahaya apabila dapat
mengakibatkan cidera pada pekerja. Beberapa jenis energi mekanis adalah energi potensial (gravitasi),
hidrolik, pneumatik, dan energi tersembunyi. c. Radiasi Bahaya radiasi yang dapat mengakibatkan
kerusakan organ pada tubuh manusia, baik yang diakibatkan oleh terpapar maupun karena lepasnya
radioaktif tanpa disengaja. d. Temperatur Temperatur yang dimaksud dapat berupa temperatur panas
maupun temperatur yang dingin. Temperatur yang sangat panas atau sangat dingin dapat membahayakan
pekerja apabila melebihi kemampuan tubuh untuk menahannya. e. Bahan kimia Bahan kimia dianggap
berbahaya bila berisi bahan-bahan yang dapat menimbulkan cedera atau penyakit melalui kontak dengan
cara dihirup, diserap atau dicerna.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses K3 pada pekerjaan yang memerlukan penguncian dan penandaan pekerjaan
1
sesuai ketentuan yang berlaku.
Contoh : Mengetahui klasifikasi pekerjaan yang memerlukan penguncian pengoperasian dan
penandaan pekerjaan dan proses pemenuhan K3 nya.
Memahami proses penguncian pengoperasian dan penandaan pekerjaan sesuai ketentuan yang
berlaku.
2
Contoh : Mampu menjelaskan proses pemenuhan K3 pada pekerjaan yang memerlukan penguncian
pengoperasian dan penandaan pekerjaan.
Mampu melakukan identifikasi bahaya pekerjaan yang memerlukan penguncian pengoperasian dan
penandaan pekerjaan serta melakukan penyiapan pemenuhan pengendalian risiko pekerjaan yang
memerlukan penguncian pengoperasian dan penandaan pekerjaan.
3
Contoh : Melaksanakan JSA pekerjaan yang memerlukan penguncian pengoperasian dan
penandaan pekerjaan, kemudian menyiapkan precaution dari bahaya tiap aktifitas pekerjaan yang
memerlukan penguncian pengoperasian dan penandaan pekerjaan.
Mampu mensupervisi identifikasi bahaya pekerjaan yang memerlukan penguncian pengoperasian
dan penandaan pekerjaan serta melakukan pengecekan dan penilaian pemenuhan precaution dari
yang sudah disiapkan, kemudian menerbitkan ijin pekerjaan penguncian pengoperasian dan
4
penandaan pekerjaan.
Contoh : Mengawasi pemenuhan precaution sesuai JSA, kemudian melakukan penilaian dan
penerbitan ijin pekerjaan penguncian pengoperasian dan penandaan pekerjaan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses penguncian pengoperasian dan penandaan
pekerjaan, serta kewenangan untuk menghentikan pekerjaan yang memerlukan Penguncian
5 pengoperasian dan penandaan pekerjaan berdasarkan hasil observasi, analisa, dan evaluasi.
Contoh : Job Safety Observation (JSO) sebelum dan saat proses pekerjaan yang memerlukan
penguncian pengoperasian dan penandaan pekerjaan berlangsung.
Mampu penyempurnakan dan mengembangkan kebijakan pada proses Penguncian pengoperasian
dan penandaan pekerjaan.
6
Contoh : Menetapkan BMS / Prosedur dan Kebijakan terkait penguncian pengoperasian dan
penandaan pekerjaan.
289 HS - FPD - Desain Proteksi Kebakaran
HS - FPD
KKL 2212.17.032
Desain Proteksi Kebakaran
Fire Protection Design
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan Desain Proteksi Kebakaran meliputi proses Asesmen,
Perhitungan dan Desain Proteksi Kebakaran sesuai dengan Standard NFPA.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan Desain Proteksi Kebakaran sesuai dengan standar yang berlaku
1 (NFPA).
Contoh : Mengetahui standar yang berlaku dalam Desain Proteksi Kebakaran.
Memahami proses pelaksanaan Desain Proteksi Kebakaran sesuai dengan standar yang berlaku.
2
Contoh : Mampu menjelaskan standar yang berlaku dalam Desain Proteksi Kebakaran.
Mampu melakukan Asesmen proteksi kebakaran dibandingkan dengan standar yang berlaku
(NFPA).
3
Contoh : Melaksanakan proses Asesmen proteksi kebakaran dibandingkan dengan standar yang
berlaku (NFPA).
Mampu mensupervisi proses Asesmen dan melakukan proses perhitungan dan desain Proteksi
Kebakaran sesuai dengan standar yang berlaku (NFPA).
4
Contoh : Mengawasi proses Asesmen, selanjutnya mengusulkan rekomendasi desain proteksi
kebakaran berdasarkan proses outlining & gap-analysis.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses Asesmen, Perhitungan dan Desain Proteksi
5
Kebakaran.
Contoh : Memberikan umpan balik (feedback) dari hasil analisa dan evaluasi serta
merekomendasikan Desain Proteksi Kebakaran sesuai standar yang berlaku (NFPA).
Mampu menyempurnakan dan/atau pengembangan dalam Desain Proteksi Kebakaran.
6 Contoh : Menetapkan perubahan / modifikasi / desain baru Proteksi Kebakaran sesuai standar
NFPA dan Best Practice.
290 HS - FPC - Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (P2BK)
HS - FPC
KKL 2212.18.033
Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (P2BK)
Fire Prevention and Control
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pencegahan, perlindungan, dan pengendalian atas
risiko kebakaran.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pencegahan dan pengendalian risiko kebakaran sesuai ketentuan yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui cara-cara mencegah dan mengendalikan bahaya kebakaran.
Memahami proses pencegahan dan pengendalian risiko kebakaran sesuai ketentuan yang berlaku.
2
Contoh : Mampu menjelaskan cara-cara mencegah dan mengendalikan bahaya kebakaran.
Mampu melakukan pencegahan dan pengendalian risiko kebakaran sesuai ketentuan yang berlaku.
3 Contoh : Melaksanakan upaya-upaya pencegahan dan pengendalian atas bahaya kebakaran
(penyediaan proteksi kebakaran, inspeksi proteksi kebakaran, dsb).
Mampu mensupervisi proses pencegahan dan pengendalian risiko kebakaran, serta mampu
melakukan proses perlindungan dan pengawasan atas risiko kebakaran sesuai ketentuan yang
4 berlaku.
Contoh : Mengawasi efektivitas pelaksanaan proses P2BK serta berkoordinasi dengan pihak
instansi eksternal terkait P2BK untuk melakukan upaya perlindungan atas risiko kebakaran.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses P2BK sesuai ketentuan yang berlaku.
5 Contoh : Memberikan umpan balik (feedback) dari hasil analisa dan evaluasi proses P2BK untuk
perbaikan berkelanjutan serta membuat laporan berkala atas kegiatan P2BK.
Mampu membuat dan menyempurnakan kebijakan atas proses P2BK serta mengkomunikasikan
dengan pihak eksternal.
6
Contoh : Menetapkan kebijakan dan ketentuan dalam P2BK serta communication center dengan
pihak eksternal.
291 HS - FAD - Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
HS - FAD
KKL 2212.19.034
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
First Aid
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan pertolongan pertama pada korban kecelakaan kerja
sebelum mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari medis (dokter / paramedik).
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan sesuai ketentuan yang
1 berlaku.
Contoh : Mengetahui prosedur pelaksanaan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Memahami proses pelaksanaan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan sesuai ketentuan yang
berlaku.
2
Contoh : Mampu menjelaskan teknik dan metode tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
sesuai prosedur yang berlaku.
Mampu melakukan tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan sesuai ketentuan yang berlaku.
3
Contoh : Melaksanakan prinsip dasar pertolongan pertama.
Mampu mensupervisi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, serta mampu bereaksi terhadap
kedaruratan, kemampuan diagnosa dan penanganan secara cepat dan tepat.
4 Contoh : Mengawasi tindakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan pemeriksaaan secara
sistematis dan teknik diagnosa, serta berkoordinasi dengan pihak instansi eksternal terkait
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses pelaksanaan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
Contoh : Mengevaluasi alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan menjamin bahwa sistem
5
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan yang ada memenuhi peraturan perundang-undangan, standar
dan pedoman teknis.
Mampu membuat dan menyempurnakan kebijakan atas proses Pertolongan Pertama Pada
Kecelakaan serta mengkomunikasikan dengan pihak eksternal.
6
Contoh : Menetapkan kebijakan dan ketentuan dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan serta
communication-centre dengan pihak eksternal.
292 HS - FFT - Pemadaman Kebakaran
HS - FFT
KKL 2212.20.035
Pemadaman Kebakaran
Fire Fighting
Pengetahuan dan kemampuan untuk mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran di tempat kerja,
melalui kegiatan administrasi, identifikasi sumber-sumber bahaya, pemeriksaan, pemeliharaan dan
perbaikan sistem proteksi kebakaran, serta latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses penanggulangan kebakaran di tempat kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui prosedur penanggulangan kebakaran di tempat kerja.
Memahami proses penanggulangan kebakaran di tempat kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
2
Contoh : Mampu menjelaskan prosedur penanggulangan kebakaran di tempat kerja.
Mampu melakukan proses pemadaman kebakaran di tempat kerja.
3
Contoh : Melaksanakan pemadaman dengan APAR dan hidran.
Mampu mensupervisi proses pemadaman kebakaran, serta mampu melakukan pemeliharaan,
pemeriksaan, dan pengujian peralatan proteksi kebakaran, pengorganisasian sistem tanggap darurat.
4
Contoh : Mengawasi pemadaman kebakaran, pertolongan penderita gawat darurat, serta
penyelamatan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi teknik inspeksi potensi bahaya, merencanakan sistem
proteksi, Fire Risk Asesmen, CBA Analysis Safety, pelaporan kecelakaan, serta menyusun skenario
5 latihan terpadu penanggulangan kebakaran.
Contoh : Evaluasi potensi bahaya kebakaran, penanganan benda-benda dan pekerjaan berbahaya,
instalasi listrik dan penyalur petir.
Mampu menyempurnakan dan mengembangkan program Occupational Health & Safety, Industrial
Communication Centre, Fire Safety Audit Internal, Fire Safety Design Evaluation.
6
Contoh : Menetapkan kebijakan dan ketentuan dalam Occupational Health & Safety, serta
communication center dengan pihak eksternal.
293 HS - PIP - Perencanaan Kesiapsiagaan Kondisi Darurat
HS - PIP
KKL 2212.21.036
Perencanaan Kesiapsiagaan Kondisi Darurat
Pre Incident Planning
Pengetahuan dan kemampuan untuk merencanakan pengelolaan kondisi darurat pada suatu kasus dan
lokasi, melalui identifikasi bahaya, identifikasi dan penyiapan resource yang ada di kasus dan lokasi
tersebut, serta identifikasi dampak dan penyiapan mitigasi yang diperlukan pada fasilitas spesifik, sesuai
standar yang berlaku (NFPA 1620).
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses penyusunan PIP sesuai standar yang berlaku (NFPA 1620).
1
Contoh : Mengetahui standar NFPA 1620 dalam penyusunan PIP.
Memahami cara penyusunan PIP sesuai standar yang berlaku (NFPA 1620).
2
Contoh : Mampu menjelaskan cara penyusunan PIP sesuai NFPA 1620.
Mampu melakukan penyusunan PIP, berupa identifikasi bahaya serta identifikasi dan penyiapan
resource yang tersedia pada suatu kasus dan lokasi.
3 Contoh : Melaksanakan perencanaan PIP dengan identifikasi bahaya, identifikasi proteksi,
identifikasi water supply, identifikasi kemampuan personil, serta identifikasi kompleksitas struktur
bangunan.
Mampu mensupervisi penyusunan PIP berupa identifikasi dan penyiapan resource, serta mampu
asesmen dampak dan penyiapan mitigasi yang diperlukan pada fasilitas spesifik.
4
Contoh : Mengawasi proses penyusunan PIP, serta identifikasi exposure dan penyiapan emergency
response sebagai mitigasinya.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi efektifitas perencanaan PIP, serta menguji PIP melalui
5 simulasi/drill PIP yang efektif.
Contoh : Evaluasi efektifitas perencanaan dan pengujian/simulasi.
Mampu menyempurnakan dan mengembangkan kebijakan atas PIP yang efektif dalam perencanaan
6 dan pengujian.
Contoh : Menetapkan PIP serta menetapkan kebijakan dalam perencanaan dan pengujian PIP.
294 HS - WPE - Ergonomi Tempat Kerja
HS - WPE
KKL 2212.22.037
Ergonomi Tempat Kerja
Work Place Ergonomy
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penerapan ergonomi pada tempat kerja sesuai dengan
standar yang berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui penerapan ergonomi pada lingkungan kerja sesuai standar yang berlaku.
1
Contoh : Mengetahui penerapan ergonomi pada tempat kerja sesuai standar yang berlaku.
Memahami peraturan penerapan ergonomi pada tempat kerja sesuai standar yang berlaku.
2
Contoh : Memahami standar penerapan ergonomi pada tempat kerja.
Mampu melaksanakan penerapan ergonomi pada tempat kerja sesuai standar yang berlaku.
3
Contoh : Melaksanakan pengendalian faktor bahaya pada lingkungan kerja.
Mampu mensupervisi penerapan ergonomi pada tempat kerja sesuai standar yang berlaku.
4
Contoh : Mengawasi penerapan ergonomi pada tempat kerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi penerapan ergonomi pada tempat kerja sesuai standar yang
berlaku.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan perbaikan untuk menurunkan faktor bahaya ergonomi pada
tempat kerja.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam penerapan ergonomi pada tempat
kerja sesuai standar yang berlaku.
6
Contoh : Menetapkan persyaratan atau metode baru untuk penerapan ergonomi dan menurunkan
faktor bahaya ergonomi pada tempat kerja.
295 HS - JHA - Analisis Kesehatan Tenaga Kerja
HS - JHA
KKL 2212.23.038
Analisis Kesehatan Tenaga Kerja
Job Health Analysis for Employee
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan
jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan pekerja.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses untuk melakukan pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan
jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh
pada kesehatan pekerja.
1
Contoh : Mengetahui ketentuan pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis
penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan pekerja.
Memahami proses untuk melakukan pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis
penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan pekerja.
2
Contoh : Memahami ketentuan pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis
penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan pekerja.
Mampu melakukan pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis penyakit,
penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan
pekerja.
3
Contoh : Melaksanakan proses pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis
penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan pekerja.
Mampu mensupervisi proses pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis
penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan pekerja.
4
Contoh : Mengawasi proses pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis
penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan pekerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan
jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh
pada kesehatan pekerja.
5
Contoh : Menetapkan Prosedur Kerja, menganalisa dan mengevaluasi proses pengukuran,
penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan
dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan pekerja.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
pengukuran, penetapan, dan pengujian untuk menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit,
kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan pekerja.
6
Contoh : Menetapkan dan menyempurnakan persyaratan pelaksanaan pengukuran, penetapan, dan
pengujian untuk menentukan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor-
faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan pekerja.
296 HS - SMS - Sistem Manajemen Pengamanan
HS - SMS
KKL 2212.24.039
Sistem Manajemen Pengamanan
Security Management System
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan manajemen pengamanan dalam rangka pengendalian
resiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan lingkungan yang aman, efisien dan
produktif.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses untuk melakukan manajemen pengamanan dalam rangka pengendalian resiko
yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
1
Contoh : Mengetahui ketentuan manajemen pengamanan obvit/obvitnas pembangkit, gardu induk,
dll.
Memahami proses untuk melakukan manajemen pengamanan dalam rangka pengendalian resiko
yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
2
Contoh : Memahami ketentuan identifikasi, evaluasi, dan manajemen risiko dalam pelaksanaan
pengamanan obvit/obvitnas pembangkit, gardu induk.
Mampu melakukan manajemen pengamanan dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan
dengan kegiatan usaha.
3
Contoh : Melaksanakan proses identifikasi dalam pelaksanaan pengamanan obvit/obvitnas
pembangkit, gardu induk.
Mampu mensupervisi proses manajemen pengamanan dalam rangka pengendalian resiko yang
berkaitan dengan kegiatan usaha.
4
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan identifikasi dalam pelaksanaan pengamanan
obvit/obvitnas pembangkit, gardu induk.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses manajemen pengamanan dalam rangka
pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
5
Contoh : Menetapkan prosedur kerja, menganalisa dan mengevaluasi proses manajemen resiko
pengamanan obvit/obvitnas pembangkit, gardu induk.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
manajemen pengamanan dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
6
Contoh : Menetapkan dan menyempurnakan persyaratan pelaksanaan sistem manajemen
pengamanan.
297 HS - SII - Investigasi Insiden Keamanan
HS - SII
KKL 2212.25.040
Investigasi Insiden Keamanan
Security Incident Investigation
Pengetahuan dan kemampuan untuk melakukan penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP),
penyelidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain untuk mencari
penyebab utama terjadinya suatu insiden keamanan dan untuk menentukan tindakan perbaikan.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), penyelidikan,
pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain.
1
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap
terjadinya insiden keamanan serta membuat pelaporan insiden di tempat kerja.
Memahami proses pelaksanaan penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP),
penyelidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain.
2
Contoh : Memahami ketentuan tentang proses penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap
terjadinya insiden keamanan.
Mampu melakukan penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), penyelidikan,
pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain.
3
Contoh : Melaksanakan proses penyelidikan dan pembuatan laporan tehadap terjadinya insiden
keamanan serta membuat pelaporan insiden sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Mampu mensupervisi proses penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), penyelidikan,
pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain.
4 Contoh : Mensupervisi proses penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP),
penyelidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain sesuai
dengan peraturan yang berlaku di tempat kerja.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara
(TKP), penyelidikan, pengusutan, pencarian, pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa kejadian insiden keamanan tidak
boleh terulang kembali.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
penelitian, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), penyelidikan, pengusutan, pencarian,
6 pemeriksaan dan pengumpulan data atau temuan lain.
Contoh : Menetapkan persyaratan keamanan untuk Investigasi insiden keamanan sesuai dengan
perundangan yang berlaku.
298 HS - SSA - Audit Sistem Manajemen Pengamanan
HS - SSA
KKL 2212.26.041
Audit Sistem Manajemen Pengamanan
Security Management System Audit
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan audit sistem manajemen pengamanan untuk
memastikan kesesuaian kegiatan perencanaan dan efektivitas penerapan sesuai dengan peraturan yang
berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan audit sistem manajemen pengamanan sesuai dengan peraturan
1 perusahaan dan perundangan yang berlaku.
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses audit sistem manajemen pengamanan.
Memahami proses pelaksanaan audit sistem manajemen pengamanan sesuai dengan peraturan
2 perusahaan dan perundangan yang berlaku.
Contoh : Memahami ketentuan tentang proses audit sistem manajemen pengamanan.
Mampu membuat perencanaan, persiapan dan melaksanakan audit internal sistem manajemen
pengamanan.
3
Contoh : Melaksanakan proses pelaksanaan audit sistem manajemen pengamanan sesuai PERKAP
POLRI No. 24 Tahun 2007.
Mampu mensupervisi proses audit sistem manajemen pengamanan.
4
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan audit internal sistem manajemen pengamanan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses audit sistem manajemen pengamanan dan
merumuskan tindakan perbaikan.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa audit sistem manajemen
pengamanan efektif dan konsisten dilaksanakan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses audit
sistem manajemen pengamanan.
6
Contoh : Menetapkan persyaratan pengamanan untuk audit sistem manajemen pengamanan sesuai
dengan perundangan yang berlaku.
299 HS - SRM - Manajemen Risiko Pengamanan
HS - SRM
KKL 2212.27.042
Manajemen Risiko Pengamanan
Security Risk Management
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan identifikasi potensi kerawanan dan gangguan
keamanan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan usaha guna mewujudkan
lingkungan yang aman, efisien dan produktif.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan sesuai
1 dengan peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang proses manajemen risiko pengamanan.
Memahami proses pelaksanaan identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan sesuai
2 dengan peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
Contoh : Memahami proses identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan.
Mampu membuat perencanaan, persiapan dan melaksanakan identifikasi potensi kerawanan dan
gangguan keamanan sesuai dengan peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
3
Contoh : Mampu mensupervisi proses identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan
sesuai dengan peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
Mampu mensupervisi proses identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan sesuai dengan
4 peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
Contoh : Mengawasi proses identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan.
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses identifikasi potensi kerawanan dan gangguan
keamanan sesuai dengan peraturan perusahaan dan perundangan yang berlaku.
5
Contoh : Merekomendasikan tindakan perbaikan untuk memastikan bahwa proses identifikasi
potensi kerawanan dan gangguan keamanan berjalan efektif dan konsisten dilaksanakan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan sesuai dengan peraturan perusahaan dan
6 perundangan yang berlaku.
Contoh : Menetapkan persyaratan identifikasi potensi kerawanan dan gangguan keamanan sesuai
dengan perundangan yang berlaku.
300 HS - SSD - Desain Sistem Pengamanan
HS - SSD
KKL 2212.28.043
Desain Sistem Pengamanan
Security System Design
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi pokok-
pokok konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana dan prasarana
serta prosedur pengamanan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui proses pelaksanaan konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi pokok-pokok
konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana dan prasarana
serta prosedur pengamanan.
1
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi pokok-
pokok konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana dan
prasarana serta prosedur pengamanan.
Memahami proses pelaksanaan konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi pokok-pokok
konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana dan prasarana
serta prosedur pengamanan.
2
Contoh : Memahami ketentuan tentang konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi pokok-
pokok konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana dan
prasarana serta prosedur pengamanan.
Mampu membuat perencanaan, persiapan dan melaksanakan konfigurasi standar pengamanan, yang
meliputi pokok-pokok konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan,
3 sarana dan prasarana serta prosedur pengamanan.
Contoh : Melaksanakan proses desain pengamanan objek vital nasional sesuai Keputusan Presiden
No. 63 tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Mampu mensupervisi proses konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi pokok-pokok
konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana dan prasarana
4
serta prosedur pengamanan.
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan desain pengamanan objek vital nasional.
5 Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi
pokok-pokok konfigurasi, komponen standar pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana
dan prasarana serta prosedur pengamanan.
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa proses desain pengamanan objek
vital nasional efektif dan konsisten dilaksanakan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan proses
konfigurasi standar pengamanan, yang meliputi pokok-pokok konfigurasi, komponen standar
6 pengamanan, penyelenggaraan pengamanan, sarana dan prasarana serta prosedur pengamanan.
Contoh : Menetapkan persyaratan desain pengamanan objek vital nasional sesuai dengan
perundangan yang berlaku.
301 HS - SOM - Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
HS - SOM
KKL 2212.29.044
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Safety and Occupational Health Management System
Pengetahuan dan kemampuan untuk melaksanakan prinsip-prinsip dan elemen Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012
tentang Penerapan SMK3.
Level Deskripsi Perilaku
Mengetahui prinsip-prinsip dan elemen Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3).
1
Contoh : Mengetahui ketentuan tentang prinsip-prinsip dan elemen Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Memahami prinsip-prinsip dan elemen Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3).
2 Contoh : Memahami ketentuan tentang Mengetahui ketentuan tentang prinsip-prinsip dan elemen
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah
Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan SMK3.
Mampu membuat perencanaan, persiapan dan melaksanakan Sistem Manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (SMK3).
3
Contoh : Melaksanakan proses pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3).
Mampu mensupervisi pemenuhan kriteria dan proses pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3).
4
Contoh : Mengawasi proses pelaksanaan pemenuhan kriteria dan proses pelaksanaan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Mampu menganalisa dan mengevaluasi proses pelaksanaan pemenuhan kriteria dan proses
pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan merumuskan
5 tindakan perbaikan.
Contoh : Merekomendasikan tindakan untuk memastikan bahwa Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja (SMK3) efektif dan konsisten dilaksanakan.
Mampu menyempurnakan dan/atau membuat metode baru dalam menyempurnakan pemenuhan
kriteria dan proses pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
6
Contoh : Menetapkan persyaratan dan metode baru untuk pemenuhan kriteria Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai dengan perundangan yang berlaku.