Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TEKNIK DISTRAKSI DAN RELAKSASI

Topik : Teknik Distraksi dan Relaksasi

Sub Topik : Pengertian, Jenis, Tujuan dan Penatalaksanaan Distraksi dan Relaksasi
Tempat : Rumah Tn S desa Wonorejo kecamatan Bantur.
Sasaran : Pasien dan Keluarga
Hari/Tanggal : Kamis / 20 Juli 2017
Pukul : 16.00 Wita
Alokasi Waktu : 30 menit
Penyuluh : Farida Nurdiana
Mahasiswa Program Profesi Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Medika Jombang

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu mengetahui dan mempraktekkan tentang
Teknik Distraksi dan Relaksasi

B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan pasien dan keluarga dapat :
1. Menyebutkan pengertian teknik distraksi dan relaksasi dengan benar.
2. Menyebutkan jenis-jenis teknik distraksi dan relaksasi dengan benar.
3. Menyebutkan tujuan distraksi dan relaksasi dengan benar.
4. Menjelaskan penatalaksanaan distraksi dan relaksasi.

C. Materi
Terlampir

D. Metode
- Ceramah
- Tanya jawab
E. Media
- Leaflet
- Laptop
- LCD

F. Strategi
a. Kontrak dengan pasien dan keluarga (waktu, tempat, topik)
b. Menggunakan penampang materi dari laptop dan LCD agar dapat lebih mudah diperhatikan seluruh
peserta.
c. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.
d. Dengan tanya jawab langsung.

G. Proses Penyuluhan
NO KEGIATAN WAKTU PENYAJI SASARAN
1 Pembukaan 5 menit 1. Mengucapkan salam 1. Membalas salam
2. Memperkenalkan diri 2. Memperhatikan dan
mendengarkan
2 Penyajian bahan tentang: 20 menit 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan
1. Menjelaskan pengertianteknik distraksi 2. Mempertahankan
pengertianteknik distraksi dan relaksasi kontak mata
dan relaksasi 2. Menjelaskan jenis-jenis
2. Menjelaskan jenis-jenis teknik distraksi dan
teknik distraksi dan relaksasi
relaksasi 3. Menjelaskan tujuan
3. Menjelaskan tujuan distraksi dan relaksasi
distraksi dan relaksasi 4. Menjelaskan manfaat
4. Menjelaskan manfaat distraksi dan relaksasi
distraksi dan relaksasi 5. Menjelaskan tips distraksi
5. Menjelaskan tips dan relaksasi
distraksi dan relaksasi 6. Menjelaskan
6. Menjelaskan penatalaksanaan distraksi
penatalaksanaan distraksi dan relaksasi.
dan relaksasi.
3 Evaluasi 15 menit 1. Memberi kesempatan
kepada peserta untuk
bertanya untuk
mengevaluasi
peserta,apakah peserta
dapat menjelaskan kembali
materi penkes dengan
bertanya
2. Menyimpulkan kembali
materi yang disajikan
3. Diharapkan 30%
memahami materi
4 Penutup 5 menit 1. Penyaji mengucapkan 1. Menjawab salam
terima kasih
2. Mengucapkan salam
penutup

H. Pengorganisasi
1. Moderator : Luluk Rusmala
Tugas : Memimpin jalannya acara dan proses penyuluhan

2. Penyaji : Farida Nurdiana


Tugas : Menyampaikan materi penyuluhan

3. Notulen : Farida Nurdiana


Tugas : Mencatat pertanyaan dari peserta

4. Observer :

Tugas : Mengamati jalannya proses penyuluhan dan mengevaluasi


hasil penyuluhan sesuai dengan SAP

5. Fasilitator : Menyediakan fasilitas pendukung proses penyuluhan

I. Evaluasi
1. Proses : - Penyuluhan berjalan lancar.
- Tidak ada audiens yang meninggalkan proses penyuluhan
- Maksimal audiens meninggalkan penkes 10%.
2. Hasil : - audiens dapat menjelaskan pengertian distraksi
- audiens dapat menjelaskan tujuan relaksasi
- audiens dapat menjelaskan manfaat relaksasi
- audiens dapat menjelaskan tips relaksasi
- audiens dapat menjelaskan 3-4 dari 9 langkah relaksasi
- audiens dapat menjelaskan 2-3 dari 5 langkah distraksi
TEKNIK DISTRAKSI DAN RELAKSASI
A. Pengertian
Tehnik distraksi adalah pengalihan dari fokus perhatian terhadap nyeri ke stimulus yang lain.
Tehnik distraksi dapat mengatasi nyeri berdasarkan teori bahwa aktivasi retikuler menghambat stimulus
nyeri. jika seseorang menerima input sensori yang berlebihan dapat menyebabkan terhambatnya impuls
nyeri ke otak (nyeri berkurang atau tidak dirasakan oleh klien),. Stimulus yang menyenangkan dari luar
juga dapat merangsang sekresi endorfin, sehingga stimulus nyeri yang dirasakan oleh klien menjadi
berkurang. Peredaan nyeri secara umum berhubungan langsung dengan partisipasi aktif individu,
banyaknya modalitas sensori yang digunakan dan minat individu dalam stimulasi, oleh karena itu,
stimulasi penglihatan, pendengaran dan sentuhan mungkin akan lebih efektif dalam menurunkan nyeri
dibanding stimulasi satu indera saja (Tamsuri, 2007).
Relaksasi adalah kegiatan yang memadukan otak dan otot. Otak yang "lelah" dibuat tenang dan
otot yang tegang dibuat relaks. Jika seseorang melakukan relaksasi, puncaknya adalah fisik yang segar dan
otak yang siap menyala kembali. Oleh karena itu, relaksali melibatkan komponen-komponen penting tubuh
yang secara terus menerus dipakai, misalnya pancaindra, pernapasan, aliran darah, (sistem kardiovaskuler),
otak dan otot-otot rangka,

B. Jenis Tekhnik Distraksi antara lain :


1. Distraksi visual
2. Distraksi pendengaran
3. Distraksi pernafasan
4. Distraksi intelektual
5. Imajinasi terbimbing

C. Jenis-jenis relaksasi:
1. Relaksasi pernafasan
2. Imagery
3. Senam

D. Tujuan
Tujuan dari penggunaan teknik distraksi, yaitu agar seseorang yang menerima teknik ini merasa lebih
nyaman, santai, dan merasa berada pada situasi yang lebih menyenangkan.

E. Manfaat Latihan Relaksasi dan Distraksi


1. Membuat lebih mampu menghindari stress
2. Mengurangi bahkan mengatasi masalah yang berhubungan dengan stress seperti: sakit kepala, pusing,
sulit tidur, hipertensi, mual, muntah, nyeri punggung dan nyeri lainnya.
3. Menurunkan dan mengatasi kecemasan
4. Membantu menyembuhkan penyakit tertentu seperti darah tinggi dsb
5. Meningkatkan penampilan kerja dan social
D. Tips Melakukan Relaksasi dan Distraksi
1. Dilakukan secara rutin dan teratur atau 2x sehari, sebelum makan, hendak tidur
2. Dilakukan dengan santai
3. Pikiran tidak terfokus pada penyakit atau perasaan anda
4. Cari tempat yang nyaman seperti sofa atau tempat tidur
5. Longgarkan pakaian yang terasa sempit, lepas jam tangan, kaca mata dan libatkan semua panca indra
ikat pinggang bila anda memakainya
6. Hilangkan pikiran yang mengganggu, kamar diberi penerangan yang cukup
7. Siapkan diri anda sesantai-santainya, duduklah atau berbaringlah ditempat yang anda pilih senyaman-
nyamannya.
8. Libatkan semua panca indera

E. Penatalaksanaan
Langkah-langkah relaksasi pernapasan menurut Stewart (1976: 959), yaitu sebagai berikut :
1. Tarik nafas dalam-dalam dan tahan di dalam paru
2. Keluarkan udara perlahan-lahan dan rasakan tubuh menjadi kendor dan rasakan betapa nyaman hal
tersebut
3. Bernafaslah secara normal dalam beberapa waktu
4. Ambil nafas dalam-dalam kembali dan keluarkan secara perlahan-lahan,
5. Biarkan telapak kaki rileks.
6. Konsentrasikan pikiran pada kaki
7. Ulangi langkah 4 dan konsentrasikan fikiran pada lengan, perut, punggung dan kelompok otot-otot lain
8. Setelah merasa relaks, bernafaslah secara perlahan.
9. Bila nyeri menjadi hebat klien bernafas secara dangkal dan cepat.

Langkah-langkah distraksi yaitu sebagai berikut:


1. Melihat pertandingan, menonton televisi, membaca koran, melihat pemandangan dan gambar termasuk
distraksi visual.
2. Distraksi pendengaran dengan mendengarkan musik yang disukai atau suara burung serta gemercik air,
individu dianjurkan untuk memilih musik yang disukai dan musik tenang seperti musik klasik, dan
diminta untuk berkosentrasi pada lirik dan irama lagu. Klien juga diperbolehkan untuk menggerakkan
tubuh mengikuti irama lagu seperti bergoyang, mengetukkan jari atau kaki. (Tamsuri, 2007).
a. Musik klasik salah satunya adalah musik Mozart. Dari sekian banyak karya musik klasik,
sebetulnya ciptaan milik Wolfgang Amadeus Mozart (1756-1791) yang paling dianjurkan. Beberapa
penelitian sudah membuktikan, Mengurangi tingkat ketegangan emosi atau nyeri fisik. Penelitian itu di
antaranya dilakukan oleh Dr. Alfred Tomatis dan Don Campbell. Mereka mengistilahkan sebagai “Efek
Mozart”.
b. Dibanding musik klasik lainnya, melodi dan frekuensi yang tinggi pada karya-karya Mozart
mampu merangsang dan memberdayakan daerah kreatif dan motivatif di otak. Yang tak kalah penting
adalah kemurnian dan kesederhaan musik Mozart itu sendiri. Namun, tidak berarti karya komposer
klasik lainnya tidak dapat digunakan (Andreana, 2006)
3. Distraksi pernafasan dengan bernafas ritmik, anjurkan klien untuk memandang fokus pada satu objek
atau memejamkan mata dan melakukan inhalasi perlahan melalui hidung dengan hitungan satu sampai
empat dan kemudian menghembuskan nafas melalui mulut secara perlahan dengan menghitung satu
sampai empat (dalam hati). Anjurkan klien untuk berkosentrasi pada sensasi pernafasan dan terhadap
gambar yang memberi ketenangan, lanjutkan tehnik ini hingga terbentuk pola pernafasan
ritmik. Bernafas ritmik dan massase, instruksi kan klien untuk melakukan pernafasan ritmik dan pada
saat yang bersamaan lakukan massase pada bagaian tubuh yang mengalami nyeri dengan melakukan
pijatan atau gerakan memutar di area nyeri.
4. Distraksi intelektual antara lain dengan mengisi teka-teki silang, bermain kartu, melakukan kegemaran
(di tempat tidur) seperti mengumpulkan perangko, menulis cerita.
5. Imajinasi terbimbing adalah kegiatan klien membuat suatu bayangan yang menyenangkan dan
mengonsentrasikan diri pada bayangan tersebut serta berangsur-angsur membebaskan diri dari dari
perhatian terhadap nyeri.
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A., A,. A. (2006). Pengantar kebutuhan dasar manusia 1. Jakarta: Salemba Medika.

Potter, P.,A & Perry, A.,G.(2005). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep,proses,dan praktik (edisi
4) Jakarta : EGC.

Smeltzer, S. C. & Bare, B. G. (2001). Buku ajar keperawatan medikal-bedah Brunner & Suddarth (Edisi
8). Jakarta: EGC