Anda di halaman 1dari 4

Arah pengujian penjualan

Pesanan Dokumen Salinan faktur Buku besar


pelanggan Jurnal penjualan
pengiriman penjualan umum

File induk
piutang usaha

Kelengkapan Keterjadian
Dimulai Dimulai

Penjualan Dicatat dengan Akurat

Penjualan yang akurat atas transaksi penjualan harus memperhatikan hal-hal berikut :

 Mengirimkan jumlah barang yang dipesan


 Menagih dengan akurat sebesar jumlah barang yang dikirim
 Mencatat dengan akurat jumlah yang ditagih dalam catatan akuntansi

Biasanya auditor melakukan pengujian substantif atas transaksi pada setiap audit untuk
memastikan bahwa masing-masing dari ketiga aspek keakuratan tersebut telah dilakukan
dengan benar dan menghitung kembali informasi dalam catatan akuntansi dan
membandingkan informasi pada dokumen yang berbeda.

Transaksi Penjualan Dimasukkan dengan Benar dalam File Induk dan Diikhtisarkan
dengan Benar

Pencantuman semua transaksi penjualan dengan benar ke dalam file induk piutang
usaha merupakan hal yang penting karena keakuratan catatan tersebut akan mempengaruhi
kemampuan klien untuk menagih piutang yang beredar.
Prosedur Audit Format Perancangan dan Kinerja

Dalam mengkonversi program audit format perancangan (design format audit program)
menjadi program audit format kinerja (performance format audit program), prosedur itu akan
digabungkan. Ini akan mencapai hal-hal berikut :

 Mengeliminasi prosedur duplikat.


 Memastikan bahwa ketika dokumen tertentu diperiksa, semua prosedur yang akan
dilakukan terhadap dokumen tersebut telah dilakukan pada saat itu.
 Memungkinkan auditor untuk melakukan prosedur dengan cara yang paling efektif.

Retur dan Pengurangan Penjualan

Tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi dan metode yang digunakan klien untuk
mengendalikan salah saji pada intinya sama seperti untuk memroses memo kredit yang telah
digambarkan bagi penjualan, dengan dua perbedaan. Perbedaan yang pertama adalah
materialitas. Dalam banyak hal, retur dan pengurangan penjualan sangat tidak material
sehingga auditor dapat mengabaikannya.

Perbedaan yang kedua adalah penekanan pada tujuan keterjadian. Untuk retur dan pengurangan
penjualan, umumnya auditor menekankan pada pengujian transaksi yang tercatat untuk
mengungkapkan setiap pencurian kas dari penagihan piutang usaha yang ditutupi oleh retur
atau pengurangan penjualan fiktif.

Metodologi Untuk Merancang Pengujian Pengendalian danPengujian Substantif atas


Transaksi Penerimaan Kas

Prosedur audit untuk pengujian pengendalian, pengujian substansif atas transaksi penerimaan
kas dikembangkan dengan kerangka kerja yang sama seperti yang digunakan untuk penjualan,
tetapi tujuan khususnya diterapkan bagi penerimaan kas. Berdasarkan tujuan audit yang
berkaitan dengan transaksi, auditor mengikuti proses berikut ini :

1. Menentukan pengendalian internal kunci untuk setiap tujuan audit.


2. Merancang pengujian pengendalian bagi setiap pengendalian yang digunakan untuk
mendukung pengurangan resiko pengendalian.
3. Merancang pengujian substansif atas transaksi untuk menguji salah moneter bagi setiap
tujuan.
Lapping piutang usaha (lapping of account receivable) adalah penundaan ayat jurnal penagihan
piutang usaha untuk menutupi kekurangan kas yang ada. Penggelapan ini bisa dicegah dengan
cara pemisahan tugas dan kebijakan cuti wajib bagi karyawan yang menangani kas sekaligus
memasukkan penerimaan kas ke dalam sistem.

Pengujian Audit Untuk menghapus Piutang tak Tertagih

Kekhawatiran utama auditor dalam melakukan audit atas penghapusan piutang usaha tak
tertagih adalah kemungkinan karyawan klien menutupi penggelapan dengan menghapus
piutang usaha yang sudah ditagih. Pengendalian yang penting untuk mencegah kecurangan ini
adalah otorisasi yang tepat atas penghapusan piutang tak tertagih harus diberikan oleh tingkat
manajemen yang ditunjuk hanya setelah melalui penyelidikan menyeluruh mengenai alasan
pelanggan tidak mampu membayar.

Pengendalian Internal Tambahan terhadap Saldo Akun serta Penyajian Pengungkapan

Pengendalian internal berkaitan langsung dengan saldo akun dan penyajian serta
pengungkapan yang mungkin terjadi, meskipun belum diidentifikasi atau diuji sebagai bagian
dari pengujian pengendalian atau pengujian substansif transaksi.

Hak dan kewajiban serta penyajian dan pengungkapan hampir bukan merupakan masalah yang
signifikan bagi piutang usaha. Karena itu, personil akuntansi yang kompeten biasanya sudah
merupakan pengendalian yang cukup bagi tujuan audit tersebut.

Pengaruh Hasil Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substansif atas Transaksi

Hasil dari pengujian pengendalian dan pengujian substansif atas transaksi memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap sisa audit, terutama terhadap pengujian substansif atas rincian saldo.
Bagian dari audit yang paling dipengaruhi oleh pengujian pengendalian dan pengujian
substansif atas transaksi dalam dalam siklus penjualan dan penagihan adalah saldo piutang
usaha, kas, beban piutang tak tertagih, dan penyisihan untuk piutang tak tertagih.

Lebih lanjut, jika pengujian tidak memuaskan, auditor harus melakukan pengujian substantif
tambahan atas penjualan, retur dan pengurangan penjualan, penghapusan piutang tak tertagih,
dan pemrosesan penerimaan kas.