Anda di halaman 1dari 3

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Penanganan pascapanen yang dilakukan para petani khususnya pada proses
pengeringan biji-bijian masih dilakukan dengan menggunakan lantai jemur dengan sumber
energi dari sinar matahari. Secara ekonomis, cara pengeringan dengan penjemuran ini
memang murah. Namun demikian, banyak keterbatasan yang menyertainya seperti
membutuhkan lahan yang luas, memerlukan banyak tenaga kerja, sangat tergantung pada
cuaca, banyak terjadi kehilangan, mudah terkontaminasi kotoran, temperatur dan
kelembaban tidak bisa dikendalikan, dan lain-lain. Keterbatasan-keterbatasan tersebut telah
mengakibatkan biji-bijian yang dikeringkan menjadi menurun baik kualitas maupun
kuantitasnya.
Pengeringan merupakan upaya untuk mengurangi kandungan air pada bahan hingga
tercapainya kadar air yang seimbang dengan lingkungan sekitar. Umumnya kadar air yang
tinggi memicu berkembangnya jamur dan mikroba. Tingkat kekeringan yang rendah
berdampak pada kualitas dan harga produk. Akibatnya, harga jual produk menjadi rendah
dan petani pun mengalami kerugian yang tidak sedikit. Banyak faktor yang harus
diperhatikan dalam melakukan pengeringan antara lain suhu,tekanan, dan mekanisme
perpindahan bahan. Selain itu, kehigienisan produk juga menjadi faktor yang tidak
diperhatikan oleh masyarakat.
Permasalahan dalam peningkatan produksi salah satunya disebabkan oleh proses
pengeringan, karna masih mengandalkan sinar matahari. Sehingga bergantung pada kondisi
iklim saat pengeringan dari persoalan ini mengakibatkan tidak bisa mengoptimalkan
kapasitas produksi. Selain itu, dari tingkat kehigienisan bahan yang dikeringkan juga
menjadi faktor yang sangat diperhatikan. Berdasarkan kekhawatiran terhadap kebersihan
bahan, pengeringan Tray Dryer ini dapat menjadi solusi untuk mengeringkan bahan tanpa
takut terkontaminasi.
Tray Dryer merupakan salah satu alat pengering rak atau pengering kabinet yang
dapat digunakan untuk mengeringkan berbagai jenis bahan baku makanan. Udara panas
yang dihasilkan dari sumber pemanas disebarkan keseluruh bagian ruangan pengering
dengan menggunakan kipas. Tray Dryer ini menggunakan alat-alat elektronik sehingga di
butuhkan energi untuk menggerakkan alat-alat tersebut, salah satu bahan bakar yang
digunakan yaitu energi listrik. Tray Dryer ini menggunakan energi listrik perlu di konsumsi
energi agar dapat kita ketahui bahwa alat ini ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam
suatu proses. Semakin hemat atau sedikit penggunaan sumber daya, maka prosesnya
dikatakan semakin efisien.
Alat pengering Tray Dryer ini merupakan alat pengering yang sudah ada sebelumnya
dan prinsip kerjanya seperti oven hanya saja yang membedakan udaranya tidak berada
didalam ruang pengering terus - menerus akan tetapi udaranya masuk kemudian keluar
melalui cerobong depan. Alat ini memiliki keunggualan yang berbeda dari penegering
menggunakan energi matahari, pengering menggunakan energi matahari hanya bisa
digunakan saat matahari terbit dan tidak bisa dimalam hari. Sedangkan alat pengering Tray
Dryer ini memiliki keunggulan yang bisa membantu untuk pengeringan yang lebih cepat
karna alat ini bisa digunakan kapan saja dan dimana saja, akan tetapi alat ini menngunakan
energi listrik untuk mengeringkan bahan tersebut.
Arus listrik sering berbahaya bagi manusia yang terkena atau tersengat listrik.
Banyak kejadian kematian manusia akibat tersengat listrik karena menyentuh bagian dari
alat listrik yang mudah menghantarkan arus listrik. Dalam kehidupan sehari-hari banyak
ditemukan berbagai listrik bahan atau benda yang pemanfaatannya ditentukan berdasarkan
sifatnya yang mudah atau sulit menghantarkan listrik. Hampir semua bagian dari alat-alat
elektronik atau perlengkapan listrik yang mudah tersentuh tangan atau tubuh kita dibuat dari
bahanbahan yang tidak atau sulit mengalirkan arus listrik. Misalnya, plastik, karet, kaca,
adalah bahan-bahan yang tidak atau sulit menghantarkan arus listrik. Bahan-bahan ini sering
disebut isolator karena sifatnya yang dapat mengisolasi listrik dari benda-benda lain. Pada
bahan isolator elektronelektron relati stabil, sehingga elektron sulit keluar dari inti atomnya.
Sebaliknya, jika diperlukan media untuk menghantarkan listrik dengan baik dari satu bagian
ke bagian lain, maka yang digunakan adalah bahan-bahan yang mudah menghantarkan arus
listrik.
Isolator adalah bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan
listrik yang berfungsi untuk memisahkan konduktor bertegangan dengan kerangka
penyangga yang dibumikan. Dilihat dari lokasi pemasangan, isolator terdiri dari isolator
pasangan dalam (indoor) dan isolator pasangan luar (outdoor). Bentuk isolator pasangan
luar dibuat bersirip untuk memperpanjang lintasan arus bocor dan mencegah terbentuknya
jembatan air jika isolator dibasahi oleh air hujan, berdasarkan bahan pembuatnya isolator
terdiri dari isolator keramik dan isolator polimer.
1.2. Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana dampak penambahan isolator jika diaplikasikan pada alat pengering tray
dryer ?
2. Bagaimana kinerja alat pengering jika menggunakan bahan dan tanpa bahan setelah
penambahan isolator ?

1.3.Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi alat pengering tray dryer dengan
penambahan menggunakan isolator pada seluruh permukaannya agar mengurangi terjadinya
kehilangan panas saat proses pengeringan.

1.4.Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari penelitian ini adalah untuk melihat kinerja alat pengering tanpa
bahan dan menggunakan bahan yang dikeringkan dan kajian tentang parameter pengeringan
yaitu distribusi suhu, kelembaban relatif (RH) dan kecepatan aliran udara pada alat
pengering.

1.5. Manfaat Penelitian


Hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi dan
referensi masyarakat luas dalam pengetahuan tentang alat pengering Tray Dryer, dengan
memodifikasi dengan penambahan isolator pada seluruh bagian tray dryer ini untuk
mengurangi kerugian terjadinya kehilangan panas berlebih yang terjadi pada alat tersebut.