Anda di halaman 1dari 4

STRATEGI PELAKSANAAN

Penyadapan EKG

Nama Mahasiswa : YULINAR SYAM

NIM : R0141720014

Nama Pasien : Tn. H

Ruang : Kamar 412 kelas 1 RS Universitas Hasanuddin

Kondisi Klien

DS : Pasien mengeluh nyeri pada dada bagian kiri

DO : Pasien terlihat meringis dan memegang dada bagian kirinya

Diagnosa Keperawatan : Nyeri Akut

Tindakan Keperawatan : Penyadapan EKG

Tujuan Tindakan : Untuk mengetahui gambaran aktivitas listrik jantung

1. Orientasi

1. Salam Terapeutik

“Assalamualaikum Selamat pagi bu (keluarga pasien), selamat pagi Tn. H,

masih ingat dengan saya? Saya Yulinar, perawat yang dinas pagi hari ini bu.

2. Evaluasi/Validasi

“Bagaimana tidurnya bapak semalam? Bagaimana perasaan Tn. H hari ini, ada

yang dirasakan sakit atau dikeluhkan?

3. Kontrak: topic, waktu, dan tempat


“Tn. H pagi ini bapak akan dipasangkan EKG karena kita ingin mengetahui

kondisi jantung bapak saat ini seperti apa. Kita akan melakukannya disini pak.

Bagaimana Tn. H? bisa saya pasang EKGnya sekarang pak? Atau bapak ingin

ke kamar mandi sebelum dipasangkan. Karena proses pemasangan dan

perekaman EKGnya sebentar kurang lebih 15 menit pak.

B. Kerja

1. Mengecek program terapi medic

2. Menjelaskan langkah-langkah tindakan

3. Mencuci tangan

4. Mempersiapkan alat

5. Membersihkan permukaan kulit di kedua pergelangan tangan dan kaki dengan

kapas dan alcohol

6. Memberi jelly EKG secukupnya di area keempat elektroda ekstremitas dan

pasang elektroda tersebut di tempat yang telah dibersihkan

7. Menghubungkan kabel penghubung klien dengan elektroda sebagai berikut:

a. Kabel merah dengan elektroda dipergelangan tangan kanan

b. Kabel kuning dengan elektroda di pergelangan tangan kiri

c. Kabel hijau dengan elektroda di pergelangan kaki kiri

d. Kabel hitam dengan elektroda di pergelangan kaki kanan

8. Membersihkan permukaan kulit di dada klien yang akan dipasang eketroda

dengan kapas alcohol


9. Memberi keenam elektroda jelly EKG secukupnya dan pasang elektroda

tersebut di tempat yang telah dibersihkan dan dihubungkan dengan kabel:

a. C1: ruang interkostal IV garis sternal kanan

b. C2: ruang interkostal IV garis sternal kiri

c. C3: pertengahan garis lurus yang menghubungkan C2 dan C4

d. C4: ruang interkostal V kiri di garis midklavikula

e. C5: titik potong garis aksila kiri dengan garis mendatar C4

f. C6: titik potong garis aksila kiri dengan garis mendatar dari C5 dan C6

Catatan: C2 dan C4 adalah titik-titik yang digunakan untuk mendengarkan

bunyi jantung I dan II

10. Menyalakan power on/off alat EKG, hubungkan dengan mesin EKG

11. Menggunakan mesin EKG sesuai mesin petunjuk pada mesin EKG

12. Menuliskan identitas klien di pojok kiri atas: nama, usia, jenis kelamin,

tanggal dan jam pemeriksaan

13. Merapikan alat dan bersihkan dada dan pergelangan ekstremitas klien dan

sisa-sisa jelly

14. Membantu klien ke posisis semula yang nyaman

15. Mengevaluasi respon klien

16. Merencanakan tindak lanjut

17. Melakukan dokumentasi tindakan dan hasil

C. Terminasi

1. Evaluasi Subyektif
“Bagaimana perasaan Tn. H setelah saya perekaman EKG pak?

2. Evaluasi Obyektif

Tn. H terlihat penasaran dan takut dengan hasil perekaman EKGnya

3. Rencana Tindak Lanjut

“Baiklah Tn. H, saya sudah melakukan perekaman EKG, apabila ada keluhan

bisa panggil saya diruang perawat”

4. Kontrak

“Baiklah Tn. H, ibu, 2 jam lagi saya akan ke sini lagi untuk mengecek tekanan

darah, suhu, pernapasan dan dan nadi Tn. H di tempat ini. Jika sebelum saya ke

sini Tn. H membutuhkan bantuan saya, ibu bisa memanggil saya di ruangan

perawat, saya permisi yah bu, Tn. H”