Anda di halaman 1dari 21

CV (Comanditaire Vennootschap)

Pengertian Perseroan Komanditer

Menurut pasal 19 KUHD menyebutkan, bahwa perseroan komanditer adalah suatu

perseroan untuk menjalankan suatu perusahaan yang dibentuk satu orang atau beberapa orang

pesero yang secara tanggung menanggung bertanggung-jawab untuk seluruhnya (tanggung

jawab solider) pada satu pihak, dan satu orang atau lebih sebagai pelepas uang (geldscheiter)

pada pihak yang lain.

Pada dasarnya persekutuan komanditer (Commanditaire Vennotschap) adalah

persekutuan firma yang mempunyai satu atau lebih sekutu komanditer. Sekutu komanditer

sendiri adalah sekutu yang hanya menyerahkan uang atau barang sebagai pemasukan

(inbreng) pada persekutuan dan ia tidak turut serta dalam pengurusan atau penguasaan dalam

persekutuan.

Status seorang sekutu komanditer itu dapat disamakan dengan seseorang yang

menitipkan modal pada suatu perusahaan, yang hanya menantikan hasil keuntungan dari

uang, benda atau tenaga pemasukannya itu saja, sedangkan Ia sama sekali lepas tangan dari

pengurusan perusahaan. Dalam undang-undang sekutu komanditer itu diseut juga

“geldschieter” (pelepas uang).

Pada pelepasan uang (geldschieter) uang atau benda yang telah diserahkan kepada

orang lain (debitur) masih dapat dituntut kembali bila si debitur jatuh pailit, tetapi pada uang

atau benda yang telah diserahkan oleh sekutu komanditer kepada persekutuan, bila

persekutuan itu pailit, tidak dapat dituntut kembalinya.

Persekutuan komanditer memiliki dua macam sekutu, yaitu sekutu kerja dan sekutu

tidak kerja (stille vennot). Sekutu kerja atau sekutu komplementer adalah sekutu yang

menjadi pengurus persekutuan, sedangkan sekutu tidak kerja atau sekutu komanditer tidak
mengurus persekutuan. Baik sekutu kerja maupun sekutu tidak kerja masing-masing

memberikan pemasukannya, yang berwujud uang, barang atau tenaga (fisik atau fikiran) atas

dasar pembiayaan bersama, artinya untung rugi dipikul bersama antara sekutu kerja dengan

sekutu komanditer, meskipun tanggung jawab sekutu komanditer terbatas pada modal yang

disanggupkan untuk dimasukkan.

Pasal 19 KUHD menyebutkan sebagai persekutuan dengan jalan peminjaman uang

(geldscheiter) atau disebut juga persekutuan komanditer yang diadakan antara seorang sekutu

atau lebih yang bertanggung jawab secara pribadi untuk seluruhnya dan seorang atau lebih

sebagai sekutu yang meminjam uang.

H.M.N Purwosudjipto tidak menyetujui penggunaan istilah “orang yang

meminjamkan uang atau pelepas uang” (geldscheiter) untuk menyebut sekutu komanditer.

Sekutu komanditer tidak sama dengan pelepas uang.

Jenis Persekutuan Komanditer

Dalam perkembangannya, terdapat beberapa bentuk persekutuan komanditer. Pertama

adalah persekutuan komanditer murni. Dalam bentuk yang paling sederhana ini, hanya

terdapat satu pesero komplementer dan beberapa pesero komanditer.

Bentuk yang kedua adalah persekutuan komanditer campuran. Bentuk ini biasanya

terjadi pada persekutuan firma yang sedang membutuhkan tambahan modal. Pihak yang mau

memberikan tambahan modal itu bertindak sebagai pesero komanditer. Sementara pesero

firma secara otomatis akan menjadi pesero komplementer.

Sedangkan bentuk ketiga dari CV adalah persekutuan komanditer bersaham. Dalam

bentuk ini, perseroan menerbitkan saham dengan tujuan untuk memudahkan penarikan

kembali modal yang telah disetorkan. Tiap pesero komplementer dan komanditer memegang

saham yang tidak dapat diperjualbelikan ini.


Dasar Hukum

Persekutuan firma diatur dalam pasal 16 s/d 35 KUHD. Tiga diantara pasal-pasal itu,

yakni pasal 19, 20 dan 21 adalah aturan untuk persekutuan komanditer. Pasal 19 ayat (1)

KUHD berbunyi: “De vennootschap bij wijze van geldschieting, anders an comanndite

genamd, wordt aangegaan tussen eene persoon, of tussen meerdere hoofdelijk vor het geheel

aansprakelijke vennoten, en eene of meer andere personen als geldschieters.” (persekutuan

secara melepas uang, yang juga disebut persekutuan komanditer, didirikan atas satua atau

beberapa orang yang bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan dengan satu atau

beberapa orang pelepas uang).

Letak aturan persekutuan komanditer yang ada di tengah-tengah aturan mengenai

persekutuan firma, yaitu pasal 19, 20 dan 21 KUHD. Letak aturan persekutuan komanditer di

tengah-tengah pasal-pasal yang mengatur persekutuan firma itu sudah sepatutnya, karena

persekutuan komanditer itu juga persekutuan firma dengan bentuk khusus. Kekhususannya

itu terletak pada adanya sekutu komanditer, yang pada persekutuan firma tidak ada. Pada

persekutuan firma hanya ada sekutu sekutu kerja “firmant”, sedangkan dalam persekutuan

komanditer, kecuali sekutu kerja, juga ada sekutu komanditer, yakni sekutu yang tidak kerja,

sekutu yang hanya memberikan pemasukan saja, tidak ikut mengurus perusahaan.

Prosedur Pendirian Perseroan Komanditer (CV)

Untuk mendirikan CV sama dengan PT yaitu dibutuhkan minimal 2 (dua) orang

sebagai Pendiri Perseroan yang juga sekaligus bertindak sebagai Pemilik Perseroan yang

terdiri dari Pesero Aktif dan Pesero Pasif. Para Pendiri CV haruslah Warga Negara Indonesia

dan kepemilikan perseroan 100% dimiliki oleh pengusaha lokal artinya keikutsertaan Warga

Negara Asing tidak diperbolehkan.


Setiap Pendirian CV harus dibuat dengan AKTA OTENTIK sebagai AKTA

PENDIRAN dan dilakukan oleh Notaris yang berwenang di wilayah Republik Indonesia.

Yang harus di lakukan pertama kali untuk mendirikan Perseroan Komanditer (CV) adalah

menetapkan Kerangka Anggaran Dasar Perseroan sebagai acuan untuk dibuatkan AKTA

OTENTIK sebagai AKTA PENDIRIAN oleh Notaris yang berwenang.

Kerangka Anggaran Dasar Perseroan Meliputi:

1. Pendiri Perseroan

Harus menetapkan Nama Para Pendiri Perseroan dengan ketentuan seperti dibawah

ini;

a. Jumlah Pendiri minimal 2 (dua) orang dan Warga Negara Indonesia.

b. Para pendiri juga dapat diangkat sebagai salah satu pengurus baik sebagai

Direktur atau Komisaris dan jika Anggota Direktur atau Komisaris lebih dari satu

orang maka salah satu dapat diangkat menjadi Direktur Utama atau Komisaris

Utama.

2. Nama Perseroan

Harus menetapkan Nama dan Tempat kedudukan perseroan melakukan kegiatan

usaha;

a. Pemakaian nama Perseroan Komanditer tidak diatur oleh secara khusus oleh

Undang-undang atau Peraturan Pemerintah artinya Kesamaan atau Kemiripan

nama perseroan di perbolehkan.

b. Kedudukan perseroan harus berada di wilayah Republik Indonesia dengan

menyebutkan nama Kota/Kabupaten sebagai tempat Perseroan melakukan

kegiatan usahadan sebagai kantor pusat perseroan.

3. Maksud & Tujuan serta Kegiatan Usaha

Harus menetapkan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha seperti dibawah ini;
a. Setiap perseroan yang didirikan dapat melakukan kegiatan usaha yang sama

dengan perseroan lain atau berbeda, bersifat khusus atau umum sesuai dengan

keinginan para pendiri perseroan. Namun ada beberapa bidang usaha yang hanya

bisa dilaksanakan dengan ketentuan harus berbadan hukum PT.

b. Untuk memudahkan anda kami menyediakan informasi mengenai Maksud dan

Tujuan serta Kegiata Usaha Perseroan.

4. Modal Perseroan

Didalam anggaran dasar perseroan komanditer (AKTA PENDIRIAN) tidak

disebutkan besarnya jumlah Modal dasar, modal ditempatkan atau modal disetor.

Penyebutan besarnya modal perseroan dapat dicantumkan dalam SIUP (Surat Izin

Usaha Perdagangan) atau Izin Operasional lainnya.

5. Pengurus Perseroan

Anda harus menetapkan siapa saja yang akan menjadi Pengurus Perseroan yaitu ;

Pesero Aktif dan Pesero Pasif.

a. Persero Aktif; adalah orang yang mempunyai tanggung jawab penuh untuk

mengelola perusahaan dengan jabatan sebagai Direktur.

b. Persero Pasif; Adalah orang yang mempunyai tanggung jawab sebatas modal

yang ditempatkan dalam perusahaan, yaitu sebagai Pesero Komanditer.

Setelah langkah No. 1 s.d 5 telah anda tentukan maka anda sudah siap untuk

mengajukan permohonan AKTA PENDIRIAN sebagai langkah awal atau berdirinya

Perusahaan anda.

Setelah Akta Pendirian selesai dibuat maka yang harus dilakukan adalah melengkapi

pendaftaran dan perizinan yang harus dimiliki untuk dapat melakukan kegiatan usaha seperti;

Domisili Perusahaan, NPWP, SP-PKP, Pendaftarn ke Pengadilan Negeri setempat, SIUP atau

Izin Usaha Lainnya dan TDP.


Struktur dan Skema Organisasi CV

Persekutuan komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu

persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang

mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang

menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

Dari pengertian di atas, sekutu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

Sekutu aktif atau sekutu Komplementer, adalah sekutu yang menjalankan perusahaan

dan berhak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga. Artinya, semua kebijakan perusahaan

dijalankan oleh sekutu aktif. Sekutu aktif sering juga disebut sebagai persero kuasa atau

persero pengurus.

Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer, adalah sekutu yang hanya menyertakan modal

dalam persekutuan. Jika perusahaan menderita rugi, mereka hanya bertanggung jawab

sebatas modalyang disertakan dan begitu juga apabila untung, uang mereka memperoleh

terbatas tergantung modal yang mereka berikan. Status Sekutu Komanditer dapat disamakan

dengan seorang yang menitipkan modal pada suatu perusahaan, yang hanya menantikan hasil

keuntungan dari inbreng yang dimasukan itu, dan tidak ikut campur dalam kepengurusan,

pengusahaan, maupun kegiatan usaha perusahaan. Sekutu ini sering juga disebut sebagai

persero diam.
Berikut adalah uraian tugas dan tanggung jawab secara struktural dan fungsional CV. Citra Sandang

Tekstil berdasarkan struktur organisasi pada gambar diatas.

Manager

Sebagai pengambil keputusan tertinggi dan pembuat garis-garis besar kebijakan perusahaan

dalambidang operasional serta membuat rencana terstruktur untuk pengembangan perusahaan. Manager di

CV. Citra Sandang Tekstil di pegang langsung oleh pemilik perusahaan dan sekaligus menanganimasalah

pemasaran

Administrasi

Sebagai pelaksana kegiatan administrasi (perkantoran, pelayanan tamu), ketenagakerjaan (kelancarandan

kenyamanan karyawan), dan laporan keuangan serta pajak perusahaan.

Keuangan

Mengelola dan mengatur setiap pembelanjaan (pengeluaran) dan pemasukan perusahaan sertapemberian

upah karyawan. Keuangan di CV. Citra Sandang Tekstil dipegang oleh istri pemilik perusahaan.

Marketing

Mengelola dan bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran produk yang di hasilkan oleh bagian

produksi dan mengatur arus permintaan dan penawaran barang di pasar dan mengkoordinasikannya dengan

bagian produksi,

Supervisor

Mengelola seluruh produksi dan pabrik untuk menghasilkan produk sesuai dengan target produksi secara

kuantitas dan kualitas yang telah di terapkan dengan biaya efisien dan mengawasi kerja para karyawan di

bawahnya.

Maintanance

Bertanggung jawab terhadap pemeriksaan, pemeliharaan dan perbaikan peralatan dan mesin

mesinproduksi guna kelancaran proses produksi.

Operator
- Operator hani

Sebagai pelaksana teknis operasional penghanian

- Operator cucuk

Sebagai pelaksana teknis operasional pencucukan.

- Operator tenuk

- Sebagai pelaksana teknis operasional pertenunan.

- Operator inspecting

Bertanggungjawab untuk memeriksa, memperbaiki, dan mencatat cacat cacat yang terjadi

padakain tenun

- Operator packing

Bertanggungjawab untuk mem-packing kain yang telah melalui prosesfinishing dan

lolos inspecting.

Pembantu Umum

Bertanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan umum di perusahaan seperti kebersihan, keamanan,dan

membantu tugas-tugas di bagian lain (teknis operasional, maintenance).

Manajemen dan Tata Kerja CV.

- Manajemen

Hubungan yang sangat erat dan dibutuhkan adanya proses kegiatan pendayagunaan seumber

dan waktu sebagai faktor yang di perlukan untuk pelaksanaan kegiatan untuk mencapai suatu

tujuan.

- Tata Kerja

Proses kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang

tersedia.
Pertanggungjawaban Hukum

Dalam melangsungkan kegiatan usahanya, aktivitas bisnis CV dilakukan oleh para

pesero aktifnya. Mereka-lah yang bertanggungjawab untuk melakukan tindakan pengurusan

atau bekerja di dalam perseroan tersebut. Bahkan jika ditarik lebih jauh, para pesero

komplementer ini juga dapat dimintakan tanggung jawab secara tanggung renteng atas

perikatan-perikatan perseroanya.

Di sisi lain, para pemberi modal atau pesero komanditer, tidak bisa terlibat dalam

menjalankan aktivitas perusahaan. Hal tersebut diatur secara tegas di dalam Pasal 20 KUHD

yang menjelaskan bahwa pesero komanditer ini tidak boleh melakukan tindakan pengurusan

atau bekerja dalam perusahaan perseroan tersebut, meskipun ada pemberian kuasa sekalipun.

Implikasinya, pesero komanditer tidak perlu ikut memikul beban kerugian yang

jumlahnya lebih besar dari modal yang disetorkannya ke perusahaan. Namun jika pesero

komanditer terbukti ikut menjalankan perusahaan sebagaimana yang dilakukan pesero

komplementer dan mengakibatkan kerugian perusahaan, maka sesuai dengan Pasal 21

KUHD, pesero komanditer ikut bertanggung jawab secara tanggung renteng terhadap semua

utang dan perikatan perseroan tersebut.

Kewajiban Pajak

Merujuk pada UU tentang Ketentuan Umum Perpajakan yang menyebutkan bahwa

Badan sebagai subjek pajak adalah sekumpulan orang atau modal yang merupakan kesatuan

baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan

terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau daerah

dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan,

perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi yang

sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya.


Dari definisi Badan di atas jelas bahwa persekutuan komanditer termasuk ke dalam

subjek pajak. Sehingga secara umum CV juga berkewajiban mendaftarkan diri untuk

mendapatkan NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak sebagaimana perseroan terbatas.

Kelebihan dan Kelemahan Persekutuan Komanditer

Kelebihan CV antara lain :

 Prosedur pendiriannya relatif mudah;

 Modal yang dapat dikumpulkan lebih banyak, karena didirikan banyak pihak

(modal gabungan);

 Kemampuan untuk memperoleh kredit lebih besar;

 Kemampuan manajemen lebih luas;

 Manajemen dapat didiversifikasikan;

 Struktur organisasi yang tidak terlau rumit;

 Kemampuan untuk berkembang lebih besar.

Kelemahan CV antara lain :

 Sebagian anggota memiliki tanggung jawab tidak terbatas;

 Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin;

 Sulit untuk menarik kembali investasinya;

 Apabila perusahaan berutang/merugi, maka semua sekutu bertanggung jawab

secara bersama-sama.

Berakhirnya Persekutuan Komanditer

Karena pada hakekatnya persekutuan komanditer adalah persekutuan perdata, maka

berakhirnya persekutuan komanditer adalah sama dengan persekutuan perdata yang diatur

dalam Pasal 1646 sampai dengan 1652 KUHPerdata.


Pasal 1646 KUH Perdata menyebutkan bahwa paling tidak ada 4 hal yang

menyebabkan persekutuan berakhir yaitu, lewatnya masa waktu perjanjian persekutuan,

musnahnya barang atau diselesaikannya perbuatan yang menjadi pokok persekutuan,

kehendak dari sekutu, dan jika salah seorang sekutu meninggal atau ditaruh di bawah

pengampuan atau dinyatakan pailit.

Dalam prakteknya, pengunduran diri seorang anggota tidak selalu membuat

persekutuan komanditer menjadi bubar. Sering kita lihat bahwa seorang anggota persekutuan

komanditer yang mundur digantikan oleh orang lain dengan tetap mempertahankan

persekutuan yang ada.

Pasal 31 KUHD mengatur bahwa pembubaran persekutuan (firma ataupun

komanditer) sebelum waktu yang ditentukan (karena pengunduran diri atau pemberhentian)

harus dilakukan dengan suatu akta otentik, didaftarkan pada Pengadilan Negeri, dan

diumumkan dalam Berita Negara. Apabila hal ini tidak dilakukan maka persekutuan tetap

dianggap ada terhadap pihak ketiga.

Pasal 32 KUHD mengatur cara penyelesaian pembubaran, yaitu dilakukan atas nama

perseroan oleh anggota-anggota yang telah mengurus perseroan, kecuali apabila ditunjuk

orang lain dalam akte pendirian atau persetujuan kemudian, atau semua pesero (berdasarkan

suara terbanyak) mengangkat seseorang untuk menyelesaikan pembubaran. KUHD tidak

mengatur tugas-tugas mereka, hal itu diserahkan kepada para pesero. Pasal 1802 KUH

Perdata mengatur bahwa orang yang ditunjuk untuk menyelesaikan pembubaran harus

mempertanggungjawabkan segala usaha dan hasil-hasilnya kepada para pesero dan

berkewajiban mengganti kerugian apabila perseroan menderita kerugian karena

perbuatannya. Setelah urusan dengan orang yang ditugaskan ini selesai, maka pembagian

kepada para pesero dapat dilakukan.


Contoh Akta Perseroan Komanditer

PERSEROAN KOMANDITER

C.V. .............

Nomor :....

Pada hari ini, ............tanggal........................ menghadap kepada saya, ..........., Sarjana

Hukum, notarisdi ......., dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang saya,

notaris kenal dan akan disebutkan pada bagian akhir akta ini : --------------------------------------

Semua menurut keterangan para penghadap Warga Negara Indonesia. ---------------------------

Para penghadap yang telah dikenal oleh saya, notaris tersebut di atas, menerangkan dengan

ini mendirikan suatu Perseroan Komanditer demikian dengan tidak mengurangi izin dari

yang berwajib sepanjang mengenai aturan-aturan dan perjanjian-perjanjian (Anggaran Dasar)

sebagai berikut : ------------------------------------------------

---------------------- Pasal 1. --------------------------

Perseroan ini bernama Perseroan Komanditer: untuk pertama kalinya berkantor di dengan

cabang-cabangnya/perwakilan-perwakilannya di tempat-tempat lain sebagaimana akan

ditetapkan oleh para pesero secara musyawarah. --------------------------------

------------------------ Pasal 2. ------------------------

Maksud dan tujuan perseroan ini : ------------------------

a. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang pemborongan berbagai bangunan; ------------

b. Menjalankan usaha-usaha dalam bidang perdagangan pada -umumnya, baik atas

tanggung jawab sendiri maupun atas tanggungan pihak lain secara komisi, termasuk

pula perdagangan ekspor, impor, interinsulair dan lokal; -------------------------

c. Menjalankan usaha-usaha sebagai grosir, leveransir/ suplier dan agen dari segala

macam barang-barang baik dalam maupun luar negeri; ------------------------


d. Menjalankan usaha-usaha yang sifatnya memberikan bantuan dalam bidang jasa

kecuali jasa dalam bidang hukum; ------------------------------------------------

- Satu dan lain dalam arti kata yang seluas-luasnya, demikian dengan mengindahkan

ketertiban umum, tata susila- dan hukum yang berlaku. ----------------------------------

---------------------- Pasal 3. --------------------------

Perseroan ini mulai berdiri dan dianggap berjalan, terhitung sejak tanggal hari ini dan

didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan lamanya. ---------------------------

Masing-masing pesero pada tiap-tiap akhir tahun berhak keluar dari perseroan asal saja

memberitahukan kehendaknya itu sedikitnya 3 (tiga) bulan dimuka kepada para pesero

lainnya dengan surat tercatat atau dengan perantaraan Surat Juru Sita. ----------------------------

Dalam kejadian demikian, maka pesero itu dianggap ke luar dari perseroan pada akhir tahun

yang bersangkutan. ----------

--------------------- Pasal 4. ---------------------------

1. Modal perseroan tidak ditetapkan besarnya dan sewaktu -waktu ternyata dalam buku-

bukunya, demikian pula pesertaan masing-masing pesero dalam modal perseroan. --

2. Untuk setiap penyetoran kepada pesero-pesero yang bersangkutan diberikan tanda

penerimaan yang sah sebagai tanda bukti, ditandatangani oleh Direktur dan -akil

Direktur, penyetoran-penyetoran itu dibukukan dalam Rekening Modal.

-----------------

3. Modal yang diperlukan oleh perseroan akan disediakan oleh para pesero menurut

persetujuan mereka sendiri. --

4. pesero memasukan tenaga, kerajinan, waktu dan pikiran ke dalam perseroan,

demikian mereka ditunjuk sebagai pesero-pesero pengurus perseroan ini, sedang

pesero yang lainnya adalah pesero komanditer. ---------

------------------------ Pasal 5. ------------------------


Masing-masing pesero pengurus menanggung sepenuhnya tentang segala sesuatu yang

mengenai perseroan ini, sedang pesero komanditer tidak menanggung kerugian yang

melebihi pesertaan mereka dalam perseroan. ---------------

------------------------ Pasal 6. ------------------------

Perseroan diurus dan dipimpin oleh : ---------------------

________________________________________________________----------------------------

----------------------- Pasal 7. -------------------------

Buku-buku perseroan ditutup tiap-tiap tahun pada akhir bulan Desember, untuk pertama

kalinya pada akhir bulan Desember _____.--------------------------------------------

Selekas-lekasnya tetapi selambat-lambatnya dalam tiga bulan setelah buku-buku perseroan

ditutup oleh para pesero pengurus harus dibuat neraca dan perhitungan laba rugi dan setelah

disetujui oleh para pesero sebagai tanda persetujuan itu ditandatangani oleh

merekaPengesahan neraca dan perhitungan laba rugi itu membebaskan para pesero pengurus

dari tanggung jawab mereka atas segala tindakan yang telah mereka lakukan dalam tahun

buku yang lampau, sepanjang tindakan-tindakan itu ternyata dalam buku-buku perseroan. ----

Bilamana tentang pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi tersebut terdapat perselisihan

di antara para pesero yang tidak dapat diselesaikan oleh mereka secara musyawarah, maka

masing-masing pihak berhak memohon kepada Hakim yang berwajib di tempat kedudukan

perseroan untuk mengangkat tiga (3) orang arbiter, yang akan memutuskan perselisihan itu

setelah memberi kesempatan kepada peseroengajukan pendapat mereka masing-masing. ------

Para arbiter itu berhak melihat semua buku-buku dan surat-surat perseroan dan memberi

keputusan sebagai orang- jujur dan keputusan mereka adalah keputusan terakhir, juga

mengenai biaya-biaya yang telah dikeluarkan perseroan. --------------------------------------------

----------------------- Pasal 8. -------------------------


Pekerjaan-pekerjaan untuk mengurus dan perseroan diatur dan dibagi antara pesero pengurus

secara-musyawarah. ----------------------------------------------

Para pesero pengurus dapat diberi gaji atau honorarium bulanan yang besarnya ditetapkan

para pesero bersama dan dapat diubah oleh mereka menurut keadaan. ------------

----------------------- Pasal 9. -------------------------

Pesero komanditer setiap waktu kerja, berhak melihat dan memeriksa kas, buku-buku dan

surat-surat perseroan dan berhak untuk masuk ke halaman-halaman dan gedung-gedung yang

dipergunakan oleh perseroan. ------------------------

Pesero pengurus wajib memberikan keterangan-keterangan kepada pesero komanditer

mengenai perseroan yang dikehendakinya. ------------------------------------------

Pesero pengurus dapat diberi gaji bulanan yang jumlahnya - ditetapkan oleh para pesero

semuanya, dan setiap waktu dapat dirubah menurut keadaan. ---------------------------

----------------------- Pasal 10. ------------------------

Keuntungan bersih perseroan tiap-tiap tahun sebagaimana ternyata dalam perhitungan laba

rugi yang telah diterima baik sebagaimana tersebut di atas akan dibagi antara para pesero

masing-masing menurut perbandingan pemasukan modal mereka dalam perseroan. ------------

Sebelum keuntungan tersebut dibagi sebagaimana tersebut di atas, jika dianggap perlu

dengan persetujuan para pesero bersama dari keuntungan tersebut dapat dipisahkan terlebih

dahulu untuk mengadakan atau menambah dana cadangan. -----------------------------------------

Dana cadangan jika adakan terutama disediakan untuk menutup kerugian yang mungkin

diderita, tetapi para pesero bersama dapat memutuskan untuk mempergunakan uang cadangan

itu semuanya atau sebagian untuk modal kerja atau untuk tujuan-tujuan lainnya yang berguna

bagi perseroan dan uang cadangan itu dianggap laba yang belum dibagikan. ----
Kerugian perseroan dipikul oleh para pesero masing- masing juga menurut perbandingan

bagian pemasukan dalam modal perseroan, demikian dengan ketentuan bahwa para pesero

komanditer tidak akan memikul rugi yang tidak melebihi pesertaan mereka dalam perseroan.

------------------------ Pasal 11. -----------------------

Bilamana salah seorang pesero meninggal dunia perseroan tidak berakhir, akan tetapi

diteruskan oleh (para) pesero lainnya dengan para ahli waris pesero yang meninggal dunia,

yang dalam perseroan ini harus diwakili oleh salah seorang dari mereka atau seorang kuasa,

kecuali bila para-ahli waris itu menyatakan bahwa mereka tidak menghendaki meneruskan

perseroan. ------------------------------------

-------------------------- Pasal 12. ---------------------

Bilamana salah seorang pesero mengundurkan diri dan ke luar sebagai pesero perseroan

menurut ketentuan yang ditetapkan dalam pasal 3, atau salah seorang pesero meninggal

dunia dan para ahli warisnya sebagaimana disebut dalam pasal 11, tidak menghendaki

meneruskan sebagai pesero perseroan, perseroan tidak berakhir tetapiditeruskan oleh para

pesero lainnya dengan kewajiban membayar kepada pesero yang mengundurkan diri tersebut

atau kepada para ahli waris pesero yang meninggal dunia dengan uang tunai dalam waktu

selambat-lambatnya tiga (3) bulan sesudahnya dari bagian pesero yang bersangkutan dalam

perseroan, baik karena pemasukannya dalam perseroan maupun karena laba yang belum

dibagi karena apapun juga. ---------------------------------------------

Bilamana salah seorang pesero dinyatakan pailit, ditaruh di bawah pengampuan atau karena

apapun juga tidak berhak lagi mengurus dan menguasai kekayaannya, maka pesero itu

dianggap telah mengundurkan diri dan keluar sebagai pesero perseroan dengan persetujuan

para pesero lainnya atau satu hari sebelum ia menyatakan pailit, ditaruh di bawah

pengampuan atau karena apapun juga tidak berhak lagi mengurus dan menguasai

kekayaannya dan perseroan diteruskan oleh para pesero lainnya, tetapi dengan kewajiban
membayar dengan uang tunai kepada wakil menurut Hukum dari peser yang bersangkutan

dalam waktu selambat lambatnya enam (6) bulan sesudahnya bagian pesero itu dalam

perseroan, baik karena pemasukannya dalam modal perseroan maupun karena laba yang

belum dibagi atau karena apapun juga. --------------------------------------

------------------------- Pasal 13. ----------------------

Masing-masing pesero hanya diperbolehkan melepaskan atau menggadaikan bagiannya

dalam perseroan, bilamana disetujui oleh para pesero lainnya. ----------------------

Perjanjian-perjanjian yang bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan dalam ayat 1 pasal

ini tidak berlaku terhadap perseroan. --------------------------------------

------------------------ Pasal 14. -----------------------

Bilamana perseroan telah menderita rugi lebih dari 75% (tujuh puluh lima prosen) dari

modalnya, maka pesero pengurus wajib memberitahukan hal itu kepada pesero komanditer

yang berhak untuk dengan seketika ke luar dari perseroan. ------------------------------------------

Pesero itu dianggap telah keluar dari perseroan pada tanggal kehendaknya untuk keluar dari

perseroan, diberitahukan kepada para pesero lainnya dengan surat tercatat atau dengan

perantaraan Surat Juru Sita dan ia berhak untuk menuntut bagiannya dalam perseroan dengan

seketika dan secara sekaligus. ---------------------------

------------------------- Pasal 15. ----------------------

Bilamana dapat dibuktikan bahwa pesero pengurus melalaikan kewajibannya untuk mengurus

atau menjalankan perseroan dengan tidak selayaknya atau melakukan tindakan tindakan

yang merugikan perseroan, maka pesero komanditer berhak dengan seketika keluar dari

perseroan. ------------

Dalam kejadian demikian berlakulah apa yang ditetapkan dalam pasal 14 ayat terakhir. -------

------------------------- Pasal 16. ----------------------


Hal-hal yang tidak diatur atau cukup diatur dalam akta ini akan diputuskan oleh para pesero

secara berunding. ---

------------------------ Pasal 17. -----------------------

Para pesero memilih tempat tinggal yang sah dan tidak berubah tentang hal ini dan segala

akibat-akibatnya pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri di __________________------------

--------------------- DEMIKIAN AKTA INI ------------------

Dibuat dan diselesaikan di ______________ pada hari, tanggal, bulan dan tahun seperti

tersebut pada bagian awal akta ini, dengan dihadiri oleh : ------------------------------

1.........................................................

2.........................................................

keduanya pegawai kantor notaris, bertempat tinggal di___________________, sebagai saksi-

saksi. ----------------------------

Setelah saya, notaris, membacakan akta ini kepada para penghadap dan para saksi, maka

segera para penghadap, para saksi dan saya, notaris, menandatanganinya. Dibuat dengan

tanpa memakai renvoi. ----------------------

A. Kesimpulan

Perusahaan perorangan ialah suatu bentuk badan usaha pribadi yang memikul risiko

secara pribadi pula atau perorangan. Perusahaan perorangan/Perusahaan dagang merupakan

bentuk peralihan antara bentuk partnership dan dapat pula dimungkinkan sebagai one

man corporation atau een manszaak. Dalam hubungan ini dapat pula diberlakukan pasal 6

dan pasal 18 Kitab Undang-undang Hukum Dagang.

Pada perusahaan perorangan/Perusahaan dagang tidak terdapat pemisahan antara

kekayaan pribadi pemilik dengan kekayaan perusahaan sehingga utang perusahaan berarti
pula utang pemiliknya, dengan demikian dapat dikatakan pula bahwa seluruh harta kekayaan

pemilik menjadi jaminan bagi semua utang perusahaannya. Oleh karena itu, pemilik

Perusahaan perorangan/ Perusahaan dagang memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas.

Maka dari itu, kelebihan Perusahaan perorangan/Perusahaan dagang: Aktivitasnya relatif

sedikit dan sederhana sehingga organisasinya relatif mudah, Biaya organisasinya rendah,

Pendirian dan pembubarannya mudah karena tidak memerlukan formalitas, Seluruh

keuntungan yang diperoleh menjadi hak milik, dan Manajemen-nya relatif fleksibel.

B. Saran

Tidak hanya kemudahan dalam permodalan dalam pemulaian persekutuan

komanditer karena dilakukan oleh dua orang atau lebih namun juga kepastian hukum yang

diperoleh. Saran saya sebelum memulai suatu Firma atau CV, perhatikan terlebih dahulu

prosedur dan prosesnya.


DAFTAR PUSTAKA
Hasyim, Farida. 2009. Hukum Dagang. Jakarta: Sinar Grafika

Prof. Drs. C.S.T. Kansil, S.H, Pokok-pokok pengetahuan hukum dagang (jakarta:sinar

grafika,2013)

Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. Hukum Dagang di Indonesia (Bandung : CV

Pustaka Setia, 2012)

DR. H. Zainal Asikin, S.H., SU., Hukum Dagang (jakarta:Rajawali pres,2014)

Dra. Farida Hasyim M.Hum. Hukum Dagang, (Bandar Lampung : SINAR GRAFIKA,2009)

Sentosa sembiru, Hukum Dagang (jakarta:PT.Citra aditya bakti,2004)

Rudhin Prasetya, Maatschap, Firma dan Persekutuan Komanditer (Bandung:Citra Aditya

Bakti,2002)

https://phipitfitria.wordpress.com/2014/06/07/makalah-hukum-bisnis-cv-dan-pt/, diakses

tanggal 8 April 2017 pada pukul 15.00

http://jurnal-sdm.blogspot.co.id/2013/01/perusahaan-perseorangan-firma-dan-cv.html,

diakses tanggal 8 April 2017 pada pukul 15.00

http://ahlanahong.blogspot.co.id/2012/10/softskill-teori-organisasi-umum-1-cv.html, diakses

tanggal 8 April 2017 pada pukul 15.00

M. Yahya Harahap, Hukum Perseroan Terbatas (Jakarta : Sinar Grafika, 2011)

VIII Bentuk-Bentuk Badan Usaha.Pdf

[1] Abdul rasyid saliman, hukum bisnis untuk perusahaan: teori dan contoh kasus

(jakarta:prenada media group,2008) halm 113


[2] Prof. Drs. C.S.T. Kansil, S.H, Pokok-pokok pengetahuan hukum dagang (jakarta:sinar

grafika,2013)hlm.78

[3] Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. Hukum Dagang di Indonesia (Bandung : CV

Pustaka Setia, 2012) Hlm. 94

[4] Rudhin Prasetya, Maatschap, Firma dan Persekutuan Komanditer (Bandung:Citra Aditya

Bakti,2002) hlm. 3

[5]Prof. Drs. C.S.T. Kansil, S.H, Pokok-pokok pengetahuan hukum dagang (jakarta:sinar

grafika,2013)

[6] Prof. Drs. C.S.T. Kansil, S.H, Pokok-pokok pengetahuan hukum dagang (jakarta:sinar

grafika,2013)

[7] DR. H. Zainal Asikin, S.H., SU., Hukum Dagang (jakarta:Rajawali pres,2014) halm 55

[8] Dra. Farida Hasyim M.Hum. Hukum Dagang, (Bandar Lampung : SINAR

GRAFIKA,2009)

[9] Sentosa sembiru, Hukum Dagang (jakarta:PT.Citra aditya bakti,2004) halm 24