Anda di halaman 1dari 5

Batuan Sedimen Silisiklastik

Batuan sedimen merupakan batuan mineral yang telah terbentuk dipermukaan bumi yang
mengalami pelapukan. Material hasil rombakan batuan diatas permukaan bumi akibat proses-proses
eksogen, pelapukan dan erosi, merupakan material yang sifatnya urai. Batuan sedimen dapat dibagi
menjadi dua yaitu:

 Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang terbentuk dari pengendapan
kembali detritus (pecahan batuan asal). Batuan asal dapat berupa batuan beku,
metamorf atau batuan sedimen itu sendiri
 Batuan sedimen non klastik merupakan batuan sedimen yang terbentuk sebagai
hasil penguapan suatu larutan atau pengendapan material di tempat itu juga
(terbentuk secara insitu).

Salah satu jenis batuan klastik adalah batuan sedimen siliklastik. Batuan sedimen silisiklastik,
yaitu batuan yang terbentuk dari fragmen-fragmen batuan yang lain atau batuan asli. Batuan asal
dapat berupa batuan beku, metamorf atau sedimen. Fragmentasi batuan asal tersebut dimulai dari
pelapukan mekanis (disintegrasi) maupun secara kimiawi (dekomposisi), kemudian tererosi dan
tertransportasi menuju suatu cekungan pengendapan.

a. Batuan Sedimen Silisiklastik Volkaniklastik

 Piroklastik

Akumulasi masterial piroklastik atau sering pula disebut sebagai tephra merupakan hasil
banyak proses yang berhubungan dengan erupsi vulkanik tanpa memandang penyebab erupsi dan
asal dari materialnya. Contohnya batuan

Breksi volkanik : tersusun dari fragmen yang diameternya >32mm bentuknya runcing

Agglomerat : Fragmennya berupa bomb dengan ukuran .> 32mm


Lapilli : Fragmen tersusun atas lapilli dengan ukuran 4-32mm

Tuff kasar : Fragmen tersusun atas abu kasar

 Hidroklastik

Material ini dihasilkan oleh suatu erupsi hidrovulkanik yaitu erupsi yang terjadi karena
kontak air dengan magma.

 Autoklastik

Biasanya dijumpai sebagai breksi vulkanik autoklastik yaitu bentuk fragmentasi padat karena
letusan gas-gas yang ada di dalamnya karena oleh penghancuran lava.

 Alloklastik

Biasanya disebut dengan breksi vulkanik alloklastik yaitu breksi yang dibentuk oleh
fragmentasi dari beberapa batuan “preexisting” oleh proses vulkanik bawah permukaan. Jadi proses
breksiasi dari batuan ini terjadi di dalam gunung api, baru kemudian ekstrusi sebagai aliran breksi.
Breksiasi ini mungkin dihasilkan oleh pengembangan gas atau oleh runtuhnya gunung api yang
kemudian terbentuk rongga-rongga dan akhirnya diikuti erupsi.
B. Batuan Sedimen Silisiklastik nonvulkanik

Batuan sedimen jenis ini didominasi oleh detrital grain (mineral silika dan fragmen batuan
khusunyaBatuan yang termasuk jenis ini antara lain:

 Konglomerat

Adalah batuan yang terbentuk dari endapan gravel yang sudah terkonsolidasi dengan
campuran pasir atau lumpur pada ruang antar butirnya. Umumnya batuan ini berukuran cobble atau
pebble yang well rounded (membulat baik). Kebanyakan konglomerat menunjukkan perlapisan yang
kurang baik dan kadang-kadang juga terdapat lensa batupasir.

 Breksi

Adalah batuan yang terbentuk dari material vulkanik yang kemudian mengalami konsolidasi dengan
fragmen-fragmen batuan beku lainnya yang juga hasil dari vulkanik. Secara petrologis batuan ini
menunjukkan kemas terbuka dengan sortasi buruk, dengan fragmen berukuran kerikil sampai
boulder (2 - >256 mm) dan biasanya fragmen berupa batuan beku dengan bentuk yang meruncing
(angular), sedangkan untuk masa dasarnya berupa batuan beku yang berukuran afanit.
 Batupasir

Adalah batuan sedimen klastik yang paling banyak dijumpai. Sejak tersingkap di permukaan
bumi, batuan ini sangat mudah dikenali karena biasanya batuan ini tahan terhadap pelapukan. Pada
dasarnya batupasir bisa disusun oleh material apa saja, tetapi kenyataanya butiran kuarsa selalu
paling melimpah. Hal ini disebabkan karena kuarsa merupakan mineral utama dalam batuan beku,
sedimen maupun metamorfik, selain itu mineral ini tahan terhadap abrasi dan pelapukan kimiawi.
Partikel pasir pada kebanyakan batupasir disemen oleh kalsit atau oksida besi.

 Batulanau

Adalah batuan sedimen klastik berbutir halus ( antara 1/16 mm – 1/256 mm). Batulanau umumnya
berstruktur laminasi (perlapisan < 1 mm) dan sering mengandung struktur “burrow”. Siltstone ini
merupakan hasil konsolidasi material berbutir halus yang terbawa secara susupensi oleh air (sungai,
laut) dan diendapkan pada dataran banjir atau delta.
 Serpih

Merupakan lumpur dan lempung yang telah terkonsolidasi. Batuan ini sangat melimpah
di alam, kebanyakan berstruktur laminasi. Serpih hitam mengandung material karbon dan
terakumulasi pada air tenang seperti halnya lagoon, laut dangkal, daerah pasang surut (tidal flat).
Sedang serpih merah menandakan banyak mengandung oksida besi yang berarti teroksidasi pada
lingkungan terbentuknya (streem channels, flood plain, tidal plan)