Anda di halaman 1dari 4

Tugas 1

NAMA : DESYI ZAHARI


NIM : 018889039
KODE/ MATA KULIAH : EKMA 4414/ MANAJEMEN STRATEGIK
TUTOR : JHON LAMHOT F. NAPITUPULU, S.P.i, M.M
DEADLINE : 20 Maret 2018

1. Manajemen strategik dalam bentuknya seperti yang kini saudara kenai tidak terjadi seketika,
melainkan melalui proses evolusi yang panjang. Jelaskan secara detail proses perkembangan
dan pasang surut manajemen strategik tersebut?
Jawab :

Model manajemen strategik yang canggih seperti kita jumpai saat ini, dengan analisis
lingkungan, analisis profil jati diri, strategi, misi dan visi organisasi dimana hubungan dan
keterkaitan dapat memberikan indikasi pada apa yang diinginkannya (what is desired).
Pemikiran strategi ini tidak begitu saja muncul sekali jadi.
Pada mulanya pikiran strategis dalam pengelolaan organisasi amat sederhana sesuai
dengan lingkungan yang mempengaruhi-nya. Ketika lingkungan organi-sasi cenderung stabil
dan selalu seirama dengan kepentingan organisasi maka model perencanaan strategik yang
ada amat sederhana hanya memberikan titik berat pada pemenuhan standar-standar
operasional yang telah ditentukan oleh manajemen, khususnya standar keuangan dan
produktivitas (out put).
Berbeda halnya dengan ketika lingkungan organisasi telah se-ring berubah dan
cenderung memiliki tingkat turbulensi yang tinggi, seperti yang terjadi sekarang
ini. Lingkungan orga-nisasi berubah secara tidak terduga dan dengan arah yang tidak jelas.
Perencana mulai memiliki tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Manajemen tidak
saja dituntut untuk mengantisipasi masa depan, tetapi bahkan juga diminta untuk
mempengaruhi masa depan itu sendiri. Prinsip time series, regresi linier (linieritas) cenderung
tak berlaku dan sebagai gantinya manajemen selalu diminta untuk memiliki skenario banyak
(kontinjensi) dan siap mengahadapi adanya diskontinu itas.
Perhatian manajemen tidak ha-nya terfokus pada manajemen keuangan tetapi
tampaknya harus lebih diarahkan pada manajemen produksi (mengembangkan
kemampuan/kekuatan), pemasaran (sosialisasi) dan jasa pelayanan (publik) khususnya dalam
perumusan dan eksekusi strategi bersaing yang kompetitif. Dengan penyederhanaan yang
agak berlebihan, sejarah perkembangan manajemen strategik, dengan menggunakan tolok
ukur waktu di negara maju dapat dikelompokkan dalam empat tahapan berikut ini :
- Anggaran dan pengawasan keuangan
- Perencanaan jangka panjang
- Perencanaan strategik
- Manajemen strategik
Anggaran organisasi dan pengawasan keuangan (internal) adalah model perencanaan
organisasi yang dikenal pertama kali oleh para pemimpin/eksekutif organi-sasi. Model ini
ditemukan pada awal dasawarsa empat puluhan yang lalu, ketika pada masa itu lingkungan
organisasi masih cen-derung memiliki tingkat stabilitas yang tinggi, hal ini tidak berarti
bahwa model semacam ini tidak lagi dijumpai.
Biasanya model ini masih di-gunakan oleh organisasi yang relatif muda dan
berukuran kecil. Dengan demikian jangan heran jika kadang kala proses dan hasil
perencanaan yang ada hanya berada dan bersumber dari pikiran eksekutif manajemen, belum
diwujudkan dalam bentuk tertulis. Perencanaan hanya melakukan estimasi kegiatan dan biaya
untuk masa satu tahun yang akan datang, oleh karena itu sebenarnya belum dapat disebut
perencanaan strategis karena masih berdimensi waktu amat pendek, dan belum dijumpai
anggaran investasi jangka panjang.
Jika dikaitkan dengan trend ketika itu yang diwarnai revolusi industri yang ditujukan
pada usaha untuk berproduksi seba-nyak-banyaknya dengan biaya yang serendah-rendahnya
(era produksi masal), maka perhatian manajemen lebih ditujukan pada terbentuknya
mekanisme produk-si yang efisien, dengan semangat yang dianut manajemen pada tahap ini
adalah pengendalian manajemen. Target yang hendak dijadikan ukuran penilaian kiner-ja
adalah memenuhi anggaran yang telah ditetapkan (daya serap anggaran) dengan demikian
organisasi memiliki mentalitas proses produksi, pada organisasi non profit kecenderungannya
berada pada lemahnya penggunaan anggaran dan sumda manusia, rendahnya
kualitas output dan berkembangnya ekonomi biaya tinggi.
Model tahap ke dua dikenal sebagai perencanaan jangka panjang (long range
planning) pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan model yang ada pada tahapan pertama.
Semua konsep teknik, dan alat analisa yang digunakan pada model tahap pertama tetap
digunakan, hanya saja pada tahapan kedua ini organisasi sudah mulai menerapkannya untuk
jangka waktu panjang. Oleh karenanya secara teknis dilakukan peramalan ke depan, namun
teknik analisa peramalan yang digunakan masih sepenuhnya mendasarkan diri pada data
historis. De-ngan demikian, anggapan linieritas juga masih berlaku. Yang khas dari tahapan
ini adalah, mulai dikenalnya pemrograman dan penganggaran, model kedua ini dikenal
setelah perang dunia II berakhir, tahun lima puluhan ketika ekonomi dunia sedang tumbuh.
Dalam model ketiga yang amat berbeda dengan sebelumnya, mengetengahkan
berbagai konsep dan analisa baru yang disebabkan karena lingkungan organisasi telah banyak
berubah, khususnya sejak dasawarsa enam puluhan dimana ekonomi tumbuh tidak sepesat
sebelumnya. Tingkat persaingan antar organisasi semakin tajam, sehingga diperlukan analisa
perkembangan lingkungan strategik. Di sinilah sesungguhnya pola pokok berfikir strategis
dalam manajemen di-mulai, dan dasar-dasar dari model manajemen strategik mulai tebentuk.
Pada dasawarsa tujuh puluhan diperkenalkan konsep segmentasi, dimana misi organisasi yang
semakin luas di -akomodasikan dalam struktur kemandirian divisional sebagai unit usaha
strategik yang digunakan untuk memahami proses organisasi dihadapkan dengan analisa
lingkungan strategik. Dan disaat yang sama, juga diintrodusir berbagai strategi pokok (grand
strategy) seiring dengan diperkenalkan profil/postur organisasi.
Pada tahap akhir perkembangan model yang ketiga ini, muncul kekhawatiran akan
berkurangnya sifat perencanaan yang konprenhensif, seiring dengan kemandi-rian unit
strategis yang dapat berakibat perbedaan kepentingan organisasi secara menyeluruh dengan
kepentingan unit strategis (model divisional). Oleh sebab itu untuk perencanaan perlu di-
susun dari dua arah secara bersamaan. Jadi tidak hanya berdasar pada prinsip perencanaan
dari bawah (bottom up planning) tapi juga perencanaan dari atas (top down planning).
Di saat yang sama pula mulai timbul kekhawatiran tentang adanya penekanan yang
berle- bihan pada aspek rasional dan analitis yang melekat pada perencanaan yang mulai
meninggalkan aspek seni (art) dan kepemimpinan (leadership), yang mengakibatkan
pemberdayaan fungsi tertinggal atau tidak diperhatikan, ada kecenderungan untuk secara
berlebihan memberikan perhatian pada pentingnya fungsi perencanaan, seolah hanya dengan
pe-rencanaan yang tepat, organisasi dengan sendirinya akan berjalan mencapai tujuannya.
Perencanaan memang merupakan fungsi penting oleh karena gagasan/pemikiran dan
keputusan serta tanggung jawab eksekutif berada di dalamnya. Akan tetapi itu saja belum
menjadikan jaminan adanya mobilisasi seluruh sumber daya dan dana yang ada dalam
organisasi.
Perlu adanya dukungan fungsi manajemen yang lain, khususnya yang berkaitan
dengan pelaksanaan dan pengawasan antara lain : Struktur organisasi , sistem
imbalan/kompensasi, informasi dan komunikasi. Motivasi dan iklim kerja, sistem nilai dan
budaya organisasi serta pengendalian dan pengawasan. Pemikiran inilah yang melandasi
munculnya apa yang kini disebut dengan manajemen strategik (strategic manajemen), artinya
berfikir cerdas, strategik digabung dengan proses manajemen. Segala sesuatu yang bersifat
strategis tidak hanya berhenti sampai pada pe-rencanaan, sekalipun perencana-an tersebut
bersifat global. Strategi operasi juga sangat diperlukan, sebab mobilisasi daya dan dana yang
diperlukan untuk menggerakkan roda orga-nisasi baru akan terwujud bila perencanaan diikuti
oleh tin- dakan/eksekusi dan pengendalian yang konsisten. Bahkan dua fungsi manajemen
yang disebut belakangan itulah yang lebih menentukan kegagalan atau keberhasilan institusi.
Jadi pada dasarnya manajemen strategik adalah perkembangan lebih jauh dari model-model
manajemen yang sudah ada khususnya model tahap ketiga atau dapat dikatakan manajemen
strategik adalah manajemen modern.

2. Apakah praktik manajemen strategik di Indonesia sebelum dan sesudah krisis ekonomi benar-
benar mengikuti apa yang dijelaskan secarateoritik. Jelaskan!
Jawab :
Krisisi ekonomi dinilai sebagai moemntum yang tepat untuk banyak melakukan perubahan
praktik manajemen stategik di Indonesia. Pada tahun 1966 s/d pertengahan tahun 1997
ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang tinggi , dan dikategorikan sebagai salah
satu negara industri baru dikawasan Asia Timur. Pendapat perkapita mansyarakat meningkat
dan daya beli masayarakat meningkat. Pemerintahan Indonesia sebagai salah satu
pemerintahan yang kuat secara politis dan ekonomis. Pemerintah dilihat sebagai salah satu
lingkungan bisnis makro yang menjadi penentu domain keberhasilan kinerja perusahaan.
Menurut Backmann;Ritcher dan Mar Lingkungan bisnis ( makro dan industri ) di Indonesia
begitu menjanjikan, laba terkesan mudah diperoleh, manajemen tidak perlu kerja keras untuk
memperoleh kinerja keuangan yang memuaskan.
Efisiensi praktik bisnis ditemukan sebatas dalam manajemen produksi. Inovasi bukan sebagai
salah satu keunggulan bersaing yang diperjuangkan. Salah satu komponen manajemen
strategik yaitu Visi menurut Basri dan Van Der Eng sulait menemukan perusahaan Jundonesia
yang konsisten menggunakan salah satu strategi bersaing. Pemilihan strategi yang konsisten
memerlukan komitmen terhdap visi yang telah ditentukan. Dengan demikian visi hanya
menjadi pajangan semata.
Setelah krisis ekonomi tahun 1997 ada harapan yang cukup tinggi manajemen strategik
mengalami perubahan yang fundamental setelah Indonesia mengalami krissi ekonomi. Lebih
berhati-hati dalam mengelola keuangan. Tidak lagi berpikir pendek melainkan mulai
meberikan perhatian pada dimensi waktu yang lebih panjang (inovasi dan implementasi visi).
Prinsip tata kelola baik, transparansi dan etika dalam mengelola perusahaan

3. Jelaskan secara rinci beberapa - tidak perlu semua - karakteristik pokok lingkungan bisnis!
Jawab :

4. Apa yang harus dilakukan oleh manajer dalam menyikapi perubahan dan ketidakpastian
lingkungan bisnis?
Ada dua pendekatan utama penanganan perubahan organisasi yang dapat digunakan para
manajer.
- Pendekatan pertama, yang lebih sederhana dan lebih murah disbanding
pendekatan kedua, diperlukan manajer dalam pemecahan masalah sederhana stau
kecil dan penyesuaian hari ke hari yang integral dengan jabatannya.contoh, bila
saudara manajer sebuah took serba ada dan keluhan-keluhan tentang tenaga
penjual tiba-tiba meningkat, saudara mungkin menetapkan program latihan
jangka pendek untuk membetulkan kesalahan; bila salah satu penyedia
mengalami kebangkrutan, manajer dengan cepat mencari sumber bahan lainnya;
bila peraturan pemerintah baru mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai
perlindungan terhadap kebakaran, manajer mungkin membeli alat-alat pemadam
kebakaran.
- Pendekatan kedua, program perubahan yang direncanakan meyangkut kegiatan
kegiatan yang disengaja untuk mengubah status quo. Pendekatan ini tepat bila
keseluruhan organisasi, atau sebagian besar satuan organisasi, harus menyiapkan
diri untuk atau menyesuaikan dengan perubahan.

5. Krisis ekonomi di Indonesia yang terjadi pada pertengahan kedua 1997 ditandai antara lain
oleh melemahnya nilai tukar mata uang rupiah, meroketnya suku bunga, meningginya tingkat
inflasi, dan menurunnya daya beli masyarakat. Jelaskan secara detail implikasi bisnis yang
mungkin ditimbulkannya!

6. Belakangan ini pemerintah bam saja mengesahkan berlakunya Undang undang Penanaman
Modal Asing (PNMA) dan sedang merencanakan perubahan terhadap undang-undang
perburuhan. Jelaskan Jatar belakang tuntutan perubahan terhadap dua undang-undang tersebut
dan sekaligus jelaskan juga implikasi bisnis yang mungkin ditimbulkannya!

7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan ekonomi industri dalam mempelajari analisis
lingkungan industri?

Pendekatan Ekonomi Industri adalah suatu pendekatan yang menggunakan konsep ilmu
ekonomi Industri seperti pengamatan terhadap struktur pasar, faktor yang menentukan
struktur tersebut, halangan masuk dan keluar. Dengan mengetahui struktur pasar dari industri
yang dimasuki perusahaan maka akan diketahui seberapa kuatkah perusahaan yang dikelola
dapat melakukan pengaruh terhadap pasarnya. Dengan kata lain seberapa besar peluang atau
ancaman yang akan dihadapi perusahaan sekarang dan dimasa datang.

8. Apa yang dimaksud dengan analisis pesaing individual?

9. Mengapa tahapan perumusan persoalan demikian penting dalam konstruksi skenario?

10. Jelaskan perbedaan antara inti skenario dan cetak biru skenario!