Anda di halaman 1dari 8

Anatomi Fisiologi

Rabu, 28 Desember 2016

Sistem Persarafan

Sistem saraf adalah salah satu organ yang berfungsi untuk menyelemggarakan kerja sama
yang rapih dalam organisasi dan koordinasi kegiatan tubuh. Dengan pertolongan saraf kita dapat
mengisap suatu rangsangan dari luar pengendalian oekerja otot.
A. Sel-sel pada sistem syaraf

1. Neuron
Adalah unit fungsional sistem syaraf yang terdirir dari badan sel dan perpanjangan sitoplasma.
Neuron ini terdirir dari komponen-komponen sebagai berikut:
a. Badan sel
Yaitu bagian yang mengendalikan metabolisme keseluruhan neuron.
b. Akson
- Suatu proses tunggal, yang lebih tipis dan lebih panjang dari dendrit. Bagian ini
mengantar implus menjauhi badan sel ke neuron lain, ke sel lain atau ke badan sel neuron yang
menjadi asal akson (arah menuju keluar sel)
- Semua akson dalam sisitem saraf perifer dibungkus oleh lapisan schwann (neurolema)
yang dihasilkan oleh sel-sel schwann
- Meilin berfungsi sebagai insulator listrik dan mempercepat hantaran implus syaraf
c. Dendrit
Yaitu perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek yang berfungsi sebagai
penghantar implus keseluruh tubuh. Permukaaan dendrite penuh dengan spina dendrit yang
dikhususkan untuk berhubungan dengan neuron lain.

Gambar 1 : sel syaraf


2. Sel neuroglial
Sel penunjang tambahan pada susunan syaraf pusat yang berfungsi sebagai jaringan ikat
yang mensupport sel dari nervous sistem.

3. Sistem komunikasi sel


Daya kepekaan dan daya hantran merupakan sifat utama dari makhluk hidup dalam
bereaksi terhadap perubahan sekitarnya. Rangsangan ini dinamakanan stimulus, sedangkan
reaksi yang dihasilkan dinamakan respon. Alat penghantar stimulus yang berfungsi menerima
rangsangan disebut reseptor, sedangkan yang menjawab stimulus disebut efektor seperti otot, sel,
kelenjar dan sebagainya.
Hubungan reseptor dengan efektor terjadi melalui sistem sirkulai dengan perantaraan zat
kimia aktip atau melalui hormone yang melewati tonjolan protoplasma daro satu sel berupa
benang serabut. Sel yang merupakan tonjolan ini dinamakan neuron, serangkaian neuron terdirir
dari neuron rseptor dan neuron efektor yang akan membentuk arkus refleks. Ada dua tonjolan
neuron sensorik, yaitu kesyaraf perifer dan kesyaraf pusat. Yang perifer berhubungan dengan
organ ujung (otot dan kulit) dikenal sebagai dendrit dan tonjolan kepusat disebut akson (neurit).

Gambar 2 : sistem komunikasi sel

B. Pembagian sususnan syaraf.


Bagian-bagian sistem syaraf adalah:
1. Sistem syaraf pusat (central nervous sysytem: CNS)
Komponen:
a. Modula spinalis (sumsum tulang belakang)
b. Otak (otak besar, otak kecil, batang otak).
2. Sistem saraf tepi (peripheral nervous system)
Komponen:
a. Susunan saraf somatic
b. Susunan saraf otonom
1) Susunan saraf simpatis
2) Susumam sara para simpatis
C. Sistem syaraf pusat

1. Otak
Otak merupakan suatu alat tubuh yang sangat penting karena merupakan pusat komputer
dari semua lat tubuh, bagian dari saraf sentral yang terletak didalam rongga tengkorak (kranium)
yang dibungkus oleh selaput otak yang sangat kuat. Otak adalah suatu alat tubuh yang sangat
penting karena merupakan pusat komputer dari semua alat tubuh. Berat otak orang dewasa kira-
kira 1400 gram.
1) Perkembangan otak
Otak terletak dalam rongga kranium (tengkorak) berkembang dari sebuah tabung yang
mulanya memperlihatkan tiga gejala pembesaran otak awal.
a. Otak depan menjadi hemisfer serebri, korpus stratiatum, talamus serta hipotalamus. Fungsinya
menerima dan mengintegrasikan informasi mengenai kesadaran dan emosi.
b. Otak tengah, mengkoordinir otot yang berhubungan dengan penglihatan dan pendengaran. Otak
ini menjadi tegmentum, krus srebrium, korpus kuadrigeminus
c. Otak belakang (pons), bagian otak yang menonjol kebanyakan tersusun lapisan fiber (berserat)
dan termasuk sel yang terlibat dalam pengontrolan pernafasan. Otak belakang menjadi :
- Pons vorali, membantu meneruskan informasi.
- Medulla oblongata, mengendalikan fungsi otomatis organ dalam (internal).
- Serebelum, mengkoordinasikan pergerakan dasar.

2) Pelindung otak
Otak dilindungi oleh:
- Kulit kepala dan rambut
- Kulit tengkorak dan columna vertebral
- Meningen (selaput otak)

Gambar 3 : pelindung otak

3) Bagian- bagian otak


Bagian dari otak secara garis besar terdirir dari :
a. Cerebral hemisphere (cerebrum : otak besar)
b. Diencephalon
c. Brain stem (batang otak)
d. Cerebellum ( otak kecil)

Gambar 4 : bagian-bagian otak

a. Hemisfer cerebral (cerebrum : otak besar )


Berpasangan (kanan dan kiri) bagian atas dari otak yang mengisis lebih dari setengah masa
otak. Per,ukaammya berasal dari bagian yang menonjol (gyri) dan lekukan (sulci)
Cerebrum dibagi dalam 4 lobus yaitu :
- Lobus frontalis, fungsinya menstimuli pergerakan otot, yang bertanggung jawab utuk
proses berpikir.
- Lobus parietalis, merupakan area sensoris dari otak yang merupakan sensasi perabaan,
tekanan, dan sedikit menerima perubahan tempratur.
- Lobus occipitallis, mengandung area visual yang menrima sensasi dari mata.
- Lobus temporalis, mengandung area auditori yang menerima sensai dari telinga.
Area khusus otak besar (cerebrum) adalah:
- Somatic sensory area yang menerima implus reseptor sensori tubuh.
- Primary motor area yang mengirim implus ke otot skeletal
- Broca’s area yang terlibat dalam kemampuan bicara

b. Cerebelum (otak kecil)


Terletak dalam fosa cranial posterior, dibawah tentorium cerebelum bagian posterior dari
pons varoli dan medulla oblongata. Cerebelum mempunyai dua hemisfer yang dihubungkan oleh
fermis. Berat cerebelum lebih kurang 150 gram (85-9 %) dari berat otak seluruhnya. Fungsi
cerebelum mengembalikan tonus otot di luar kesadaran yang merupakan suatu mekanisme syaraf
yang berpengaruh dalam pengaturan dan pengendalian terhadap:
- Perubahan ketegangan dalam otot untuk mempertahankan keseimbangan dan sikap tubuh.
- Terjadinya kontraksi dengan lancar dan teratur pada pergerakan di bawah pengendalian
kemauan dan mempunyai aspek keterampilan.
Setiap pergerakan memerlukan koordinasi dalam kegiatan sejumlah otot. Otot antagonis harus
mengalami relaksasi secara teratur dan otot sinergis berusaha memfiksasi sendi sesuai dengan
kebutuhan yang diperlukan oleh bermacam pergerakan.
c. Venrikel otak
Yaitu beberapa rongga yang saling berhubungan di dalam otak dan berisi cairan
serebrospinalis. Fungsi dari cairan serebrospinalis adalah :
- Sebagai buffer
- Melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari goncangan dan trauma
- Menghantarkan mkanan kesistem syaraf pusat.

Gambar 5 : ventrikel otak

Ada tiga jenis kelompok syaraf yang dientuk oleh syaraf cerebrospinalis yaitu :
1) Syaraf sensorik, (syaraf afferen), yaitu yang membawa implus dari otak dan medulla
spinalis ke perifer.
2) Syaraf motorik (syaraf efferent), menghantarkan implusdari otak dan medulla spinalis ke
perifer.
3) Syaraf campuran, yang mengandung seravut mototrik dan sensorik, sehingga dapat
mengahantarkan impluss dalam dua jurusan.
Medulla spinalis
Disebut juga sumsum tulang belakang. Yang terlindungi dalam tulang belakang dan
berfungsi untuk mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh serta berperan
dalam:
- Gerakan refleks
- Berisi pusat pengontrolan atau denyut jantung
- Heart rate control atau denyut jantung
- Pengatur tekanan darah
- Breathing (pernafasan)
- Swallowing (menelan)
- Vomitting (muntah)
-
D. Susunan syaraf perifer
Sistem syaraf perifer menyampaikan informasi antara jaringan dan saraf pusaf (CNS)
dengan cara membawa signals dari dan ke CNS.
1. Susunan saraf somatic
Yaitu susunan syaraf yang mempunyai peranan spesifik untuk mengetahui aktivitat otot
sadar atau serat lintang. Jadi syaraf ini melakukan sistem pergerakan otot yang disengaja atau
tanpa disengaja. Sayraf ini meliputi gerakan (lingkaran) reflek.Gerakan reflek merupakan bagian
dari mekanisme pertahanan pada tubuh dan terjadi jauh lebih cepat dari gerak sadar
. Gerak refleks ini dapat dihambat oleh kemauan sadar, misalnya bukan saja menarik
tangan dari benda panas bahkan dengansengaja menyentuh permukaan benda panas itu.Refleks
tergantung pada terdpatnya arkus refleks yang terdiri dari organ sensoris dan serat-serat syaraf
yang membawa implusk kesistem syaraf pusat, syaraf motorik yang membawa implus ke otot.
Reflek ini terjadi dari rangsangan sensoris langsung menuju jalur mototris tanpa melalui
otak.untuk terjadi gerak reflek dibutuhkan struktur yang terdiri dari organ sensoris yaitu kulit,
serabut syaraf sensoris, sumsum tulang belakang, sel syraf motorik dan organ mototrik, yang
melaksanakan gerakan karena dirangsang oleh implus syaraf motorik
Macam-macam refleks yang biasa dilakukan diklinik:
1) Reflek tendon:
- Gerakan rahang
- Gerakan biseps
- Gerakan triseps
- Gerakan lutut
- Gerakan pergelangan kaki

2) Refleks superfisial adalah reaksi otot terhadap usapan atau sentuhan pada kulit atau
membran mukosa
- Refleks konjungtiva, yaitu kedipan oleh sentuhan pada konjungtiva.
- Refleks paringeal, yaitu kontraksi pharing karena disentuh
- Refleks abdominal, yaitu kontraksi otot dinding perut sebagai respon terhadap usapan
atau belaian pada abdomen.
- Reflek cremaster, yaitu kontraksi otot cremaster ditandai dengan scrotum terangkat
sebagai respom terhadap usapan pada paha.
- Refleks plantar, yaitu fleksi ibu jari sebagai respon terhadap usapan pada telapak kaki.

Susunan saraf otonom


Yaitu sususnan syaraf yang mempunyai peranan penting mempengaruhi pekerjaan otot
sadar atau serat lintang. Dengan membawa informasi ke otot halus atau otot jantung yang
dlakukan otomatis.
Menurut funginya susunan syaraf otonom terdiri dari dua bagian yaitu:
 Susunan saraf simpatis
 Susunan saraf para simpatis

1. Sistem syaraf simpatis

Terletak didepan kolumna vertebra dan berhubungan dengan sumsum tulang belakang
melalui serabut-serabut saraf. Sistem syaraf ini terdiri dari serangkaian urat kembar yang
ber,uatan genglion, urat-urat itu bergerak dari dasar tengkorak yang terletak di depan lokasi
sebagai ganglion koksi. Ganglion-ganglion ini berpasangan dan disebarkan dari daerah-daerah
berikut:
 Daerah leher 3 pasang ganglion servikal
 Daerah dada 11 pasang ganglion torakal
 Daerah pinggang 4 pasang ganglion lumbal
 Daerah pelvis 4 pasang ganglion sakral
 Di depan koksi 1 pasang ganglion koksis.

Sistem simpatis terdiri dari 3 bagian yaitu:


a. Kornu anterior segmen toraklis ke 1 sampai ke 12 dan segmen lumbalis ke 13 terdapat
rukleus vegetatif yang berisi kumpulan-kumpulan sel saraf-saraf simpatis.
b. Trunkus simpatikus beserta cabang-cabangnya. Disebelah kiri dan kanan veterbra terdapat
barisan ganglion saraf simpatikus yang membujur disepanjang vertebra. Barisan ganglion-
ganglion saraf simpatikus ini disebut trunkus simpatikus. Ganglion-ganglion ini berisi sel saraf
simpatis. Antara ganglion satu dengan ganglion lainnya, atas, bawah kiri dan bawah kanan
dihubungkan oleh saraf simpatis yang keluar masuk ke dalam ganglion-ganglion itu.
c. Fleksus simpatikus beserta cabang-cabannya. Di dalam abdomen, pelvis, toraks serta di
dekat organ-organ yang diperdarafi oleh saraf simpatis (otonom) umunya terdapat fleksus-
fleksus yang dibentuk oleh saraf simpatis ganglion yaitu fleksus / ganglion simpatikus.
Ganglion lainnya (Simpatis) berhubungan dengan rangkaian 2 ganglion besar, bersama
serabutnya membentuk fleksus-fleksus simpatis.
a. Fleksusu kardio, terletak dekat dasar jantung serta mengarahkan cabangnya ke daerah
tersebut dan paru-paru.
b. Fleksus seliaka, terletak di sebelah belakang lambung dan mempersarafi organ-organ
dalam rongga abdomen
c. Fleksus mesentrikus (fleksus higratikus) terletak di depan sakrum dan mencapai organ-
organ dalm pelvis.
Fungsi serabut saraf simpatis terdiri dari :
- Mensarafu otot jantng.
- Mensarafi pembuluh darah dan otot tak sadar.
- Mempersarafi semua alat dalam seperti lambung, pankreas dan usus.
- Melayani serabut mototrik sekretorik pada kelenjar keringat.
- Serabut mototrik pada otot tak sadar.
- Mempertahankan tonus semua otot sadar.

2. Sistem paarsimpatis
Saraf kranial otonom adalah saraf kranial 3, 7,9 dan 10. Saraf ini merupakan penghubung
melalui serabut saraf parasimpatis dalam perjalanan keluar dari otak menuju organ-organ yang
sebagian dikendalikan oleh serabut-serabut menuju irirs dan dengan demikian merangsang
gerakan-gerakan saraf ke 3 yaitu saraf okulamotorik.
Melalui saraf ke-7, dasial serta saraf ke-9 glosofaringeus. Saraf vagus atau saraf kranial ke-
10 adalah serabut saraf otonom terbesar. Saraf parasimpatis sakral keluar dari sumsum tulang
belakang melalui daerah sakral, saraf-saraf ini membentuk urat saraf pada alat-alat dalam pelvis
dan bersama saraf-sarsf simpatis ; membentuk fleksus yang mempersarafi kolom rektum dan
kandung kemih.
Fungsi serabut saraf parasimpatis, yaitu :
a. Merangsang sekresi kelenjar air mata, kelenjar sublingualis, submandubularis dan
kelenjar-kelenjar dalam mukosa rongga hidung.
b. Mempersarafi kelenjar air mata dan mukosa rongga hidung berpusat di nuklei laktimalis.
Saraf-sarafnya keluar bernama pervus fasialis.
c. Mempersiapkan kelenjar ludah (sublingualis dan submandibularis) berpusat di nukleus
salivatorius superior, saraf-saraf ini mengikuti nervus VII.
d. Mempersarafi sebgain besar alat tubuh yaitu jantung, paru-paru, gastroitestinum, ginjal,
pankreas , lien, hepar, dan kelenjar supraparenalis yang berpusat pada nukleus dorsalis nervus X.
e. Mempersarafi parotis yang berpusat di nukleus salivatorius inferior di dalam medula
oblongan saraf ini mengikuti nervus IX.
f. Mempersarafi kolom desendens, sigmoid, rektrum, vesika urinaria dan alat kelamin
berpusat di sakral II, III dan IV.

Gambar 6 : sistem saraf simpatis dan parasimpatis

Anda mungkin juga menyukai