Anda di halaman 1dari 2

SOAL

Kasus 1
Pasien datang diantar oleh keluarganya tidak bisa tidur sejak kemarin dan memukul
adiknya karena tidak memberikan rokok kepadanya. Adik pasien mengatakan pasien
tidak mau tidur dan ingin jalan-jalan keluar. Namun adik pasien mengajaknya menonton
televisi. Adik pasien menyadari setiap kali pasien susah tidur tandanya pasien kumat.
Adik pasien rencananya mengajak pasien ke RSJ Bangli pada pagi harinya akan tetapi
kesulitan mencari transportasi. Dikatakan pasien sempat memukul wajah adiknya,
kemungkinan dikarenakan lama berangkatnya. Pasien juga dikatakan banyak bicara sejak
kemarin malam. Pasien dikatakan memiliki riwayat dirawat di RSJ Bangli 4 tahun yang
lalu selama 8 bulan kemudian sepulangnya kontrol tiap bulan. Namun semenjak satu
tahun terakhir pasien tidak kontrol dan tidak minum obat lagi. Adik pasien mengatakan
pasien sering tertawa sendiri tanpa suatu sebab yang jelas. Pasien dikatakan pernah kuliah
di Fakultas Peternakan Udayana akan tetapi sudah berhenti akibat sakit. Riwayat keluarga
ibu kandung pasien mengalamu gangguan jiwa, sering ngumik-ngumik. Pasien dikatakan
pribadi yang tertutup, setiap ada masalah tidak mau cerita. Pasien saat ini belum menikah.

Pasien mengenakan baju kaos lengan panjang berwarna hijau muda dan celana pendek
hitam tanpa menggunakan alas kaki. Rambut pasien sedikit acak-acakan, raut muka saat
wawancara terlihat senang. Pasien lebih sering senyum dan tertawa. Ketika ditanyakan
nama pasien, pasien mampu menjawab dengan baik, saat ditanya sekarang dimana,
diantar oleh siapa, pasien tidak mau menjawab dan pasien hanya tertawa. Ketika ditanya
keluhan, pasien mengatakan tidak bisa tidur sejak kemarin. Ditanya kenapa tidak bisa
tidur pasien tidak menjawab dan hanya tertawa. Saat ditanya perasaan sekarang, pasien
mengatakan sedih karena ajiknya meninggal dan menanyakan kepada dokter “benar ajik
saya meninggal”. Pasien mengatakan tadi pagi sempat memukul adiknya karena kesal.
Pasien saat ditanya lebih lanjut tidak mau menjawab hanya tertawa saja. Pasien
mengatakan tidak pernah melihat bayangan atau mendengar bisikan. Jika tidak ditanya
pasien tertawa sendiri dan saat ditanya pasien mengatakan “ kalah lawan marga” dan
pasien tertawa lagi. Ditanya lebih banyak lagi pasien hanya tertawa dan menutup matanya
dan kata pasien ingin tidur.
Hasil pengkajian Pasien mengatakan jika sedikit merasa ada masalah kebanyakan pasien
mengungkapkannya dengan kemarahan. Pasien mengatakan ingin seperti saudara-
saudara yang lain yang mempunyai keluarga sendiri. Pasien mengatakan dari semua
saudaranya hanya pasien yang tidak menikah dan saat ditanyakan tentang perasaanya
pasien mengatakan “kasian juga saya ya tidak punya istri”. Pasien bertanya kepada
dirinya sendiri kenapa saya tidak punya istri, pasien sendiri menjawab malu juga tidak
punya istri dirumah. Pasien juga mengungkapkan malu dengan adik dan tetangganya
dirumah karena sering mengamuk jika pasien kumat. Pasien saat di ruangan jarang
berinteraksi dengan teman satu kamarnya dan hanya mengetahui beberapa teman yang
ada dikamarnya. Saat dikamar kebanyakan hanya tidur dan bengong ditempat tidur.

Tugas:

1. Identifikasi faktor predisposisi dan presipitasi dari kasus diatas


2. Tentukan masalah keperawatan yang muncul pada pasien
3. Buatlah pohon masalah dari masalah keperawatan yang ada
4. Tentukan diagnosa keperawatan utama
5. Tentukan tindakan keperawatan pada diagnosa keperawatan utama
6. Buatlah strategi komunikasi (1 pertemuan saja, tetapi harus mencakup 1 tindakan
keperawatan pada pasien / 1 kemampuan)
7. Lakukan role play dikelompok untuk pertemuan tersebut
8. Buatlah dokumentasi dari intervensi yang telah dilakukan