Anda di halaman 1dari 20

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP 2)

Nama Sekolah : SMK Negeri 4 Sukoharjo


Mata Pelajaran : Mekanika Teknik
Kelas/Semester : X/ I (Gasal)
Komp. Keahlian : Desain Permodelan dan Informasi Bangunan
Materi Pokok : Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Bangunan
Berdasarkan Kriteria Desain dan Pembebanan
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (135 menit)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan (KI-3)
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan factual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif
dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Konatruksi dan
Properti pada tigkat teknis, spesifik, detail, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam
konsteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan
international.

2. Ketrampilan (KI-4)
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan
prosedur kerja yg lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
dengan bidang kerja Dasar – dasar Teknik Konstruksi dan Properti.
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yg
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara
efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan
solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru,
membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Inti
1. KD pada KI Pengetahuan
3.2 Memahami faktor yang mempengaruhi struktur bangunan berdasarkan
kriteria desain dan pembebanan

2. KD pada KI Ketrampilan
4.1 Menyajikan faktor yang mempengaruhi struktur bangunan
berdasarkan kriteria desain dan pembebanan

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Indikator KD pada KI Pengetahuan
3.2 Memahami faktor yang mempengaruhi struktur bangunan
berdasarkan kriteria desain dan pembebanan
3.2.1 Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi struktur
bangunan berdasarkan kriteria desain
3.2.2 Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi struktur
pembebanan berdasarkan kriteria pembebanan
3.2.3 Menjelaskan tentang pembebanan dalam konstruksi
bangunan
2. Indikator KD pada KI Ketrampilan
4.2 Menyajikan faktor yang mempengaruhi struktur bangunan
berdasarkan kriteria desain dan pembebanan
4.2.1 Mempresentasikan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur
bangunan berdasarkan kriteria desain
4.2.2 Mempresentasikan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur
pembebanan berdasarkan kriteria pembebanan
4.2.3 Mempresentasikan tentang pembebanan dalam konstruksi
bangunan

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi struktur
bangunan berdasarkan kriteria desain
2. Siswa mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi struktur
bangunan berdasarkan kriteria pembebanan
3. Siswa mampu menjelaskan tentang pembebanan dalam konstruksi
bangunan
4. Siswa mampu mempresentasikan faktor-faktor yang mempengaruhi
struktur bangunan berdasarkan kriteria desain
5. Siswa mampu mempresentasikan faktor-faktor yang mempengaruhi
struktur bangunan berdasarkan kriteria pembebanan
6. Siswa mampu mempresentasikan tentang pembebanan dalam konstruksi
bangunan

E. Materi Ajar
1. Kriteria desain struktur : kemampuan layan, efisiensi, konstruksi,
ekonomis, dll.
2. Kriteria pembebanan struktur : gaya statis dan gaya dinamis
3. Gaya statis : beban hidup dan beban mati
4. Gaya dinamis : beban angin dan beban gempa

F. Pendekatan, Metode, dan Model Pembelajaran


Pendekatan pembelajaran : Ketrampilan Proses
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Ceramah, Tanya Jawab, Keaktifan Kelas
Strategi Pembelajaran : Student Center Learning ( SCL )

G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Kegiatan Pembelajaran Waktu
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan
berdoa untuk memulai pembelajaran
2. Mengecek kesiapan belajar siswa, ruang kelas dan
Pendahuluan media 20 menit
3. Mengabsen siswa satu per satu
4. Memberi batasan ruang lingkup pelajaran yang akan
dibahas
a. Mengamati
1. Membaca informasi terkait dengan faktor yang
mempengaruhi struktur bangunan

b. Menanya
1. Mengkondisikan siswa untuk secara aktif bertanya
tentang topik yang berkaitan dengan faktor yang
mempengaruhi struktur bangunan
2. Mengarahkan siswa agar berdiskusi tentang faktor
Kegiatan Inti
yang mempengaruhi struktur bangunan 100 menit

c. Mengeksplorasi
1. Melakukan pengumpulan data tentang faktor yang
mempengaruhi struktur bangunan dalam beberapa
kelompok sesuai hasil diskusi kelas

d. Mengasosiasi
1. Mengkategorikan data/ informasi dan menentukan
hubungannya, selanjutnya disimpulkan dengan
urutan yang paling sederhana sampai pada yang
lebih kompleks terkait dengan faktor yang
mempengaruhi struktur bangunan

e. Mengkomunikasikan
1. Menyampaikan hasil konseptualisasi berupa
penerapan prosedur dan aturan faktor yang
mempengaruhi struktur bangunan
2. Mempresentasikan hasil pengamatan tentang faktor
yang mempengaruhi struktur bangunan
1. Guru memberikan kesimpulan mengenai faktor yang
mempengaruhi struktur bangunan
2. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan
Penutup memberikan pesan untuk tetap belajar dan meminta 15 menit
siswa menyiapkan dan mempelajari materi yang akan
dating
3. Guru menutup pelajaran dengan salam

H. Media, Alat/ Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media
- Slide Power point tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
stuktur bangunan berdasarkan kriteria desain dan pembebanan

2. Alat
- Laptop
- LCD/ Proyektor
3. Sumber Belajar
Slide Power Point Mekanika Teknik 1 Anis Rahmawati, S.T., M.T.
Internet
I. Penilaian Pembelajaran, Remedial, dan Pengayaan
1. Teknik Penilaian
Teknik Waktu
No Aspek yang dinilai
Penilaian Penilaian
1. Pengetahuan
Tes tertulis Penyelesaian
a. Memahami faktor yang mempengaruhi
tugas
struktur bangunan berdasarkan kriteria
desain dan pembebanan

2. Keterampilan
Pengamatan Penyelesaian
a. Menyajikan faktor yang mempengaruhi
tugas
struktur bangunan berdasarkan kriteria
desain dan pembebanan

No Aspek Bobot
1 Kognitif/ Pengetahuan 45%
2 Tugas/ Ketrampilan 45%
Sukoharjo, Oktober
2017

Guru Mata Pelajaran Calon Guru

PRAMUSITO ARY S , S.Pd. INTAN DEVI NATALIASARI


NIP. 19750616 200801 1 011 NIM. K1514039

Mengetahui,
Penilai II, Dosen Pembimbing Kepala Sekolah

Drs. SUTRISNO, S.Pd. ROKHANI, M.Hum


NIP. 19530727198003 1 002 NIP. 19601211 198903 1 011
Lampiran 1
Instrument Penilaian Hasil Belajar : Tes Tertulis

1. Sebutkan dan jelaskan macam-macam kriteria desain struktur!


2. Sebutkan dan jelaskan kriteria pembebanan struktur!
3. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis beban berdasarkan kriteria pembebanan
struktur!

Kunci Jawaban dan Skor dan Rubrik


1. Macam-macam kriteria desain struktur
a. Kemampuan layan (serviceability)
Struktur harus mampu memikul beban rancangan secara aman, tanpa
kelebihan tegangan pada material dan mempunyai batas deformasi dalam
batas yang diizinkan.
b. Efisiensi
Kriteria efisiensi mencakup tujuan untuk mendesain struktur yang relative
lebih ekonomis. Indikator yang sering digunakan pada kriteria ini adalah
jumlah material yang diperlukan untuk memikul beban. Setiap sistem
struktur dapat memerlukan material yang berbeda untuk memberikan
kemampuan layan struktur yang sama. Penggunaan volume yang
minimum sebagai kriteria merupakan konsep yang penting bagi arsitek
maupun perencana struktur.
c. Konstruksi
Tinjauan konstruksi juga akan mempengaruhi pilihan struktural.
Konstruksi merupakan kegiatan perakitan elemen-elemen atau material-
material struktur. Konstruksi akan efisien apabila materialnya mudah
dibuat dan dirakit. Kriteria konstruksi sangat luas mencakup
tinjauantentang cara atau metode untuk melaksanakan struktur bangunan,
serta jenis dan alat yang diperlukan dan waktu penyelesaian. Pada
umumnya perakitan dengan bagian-bagian yang bentuk dan ukurannya
mudah dikerjakan dengan peralatan konstruksi yang ada merupakan hal
yang dikehendaki.
d. Ekonomis
Harga merupakan faktor yang menentukan pemilihan struktur. Konsep
harga berkaitan dengan efisiensi bahan dan kemudahan pelaksanaannya.
Harga total seuatu struktur sangat bergantung pada banyak dan harga
material yang digunakan, serta biaya tenaga kerja pelaksana konstruksi,
serta biaya peralatan yang diperlukan selama pelaksanaan.
e. Lain-lain
Selain faktor yang dapat diukur seperti kriteria sebelumnya, kriteriarelatif
yang lebih subyektif juga akan menentukan pemilihan struktur. Lingkup
pekerjaan dan peraturan bangunan. Peran struktur untuk menunjang
tampilan dan estetika oleh perancang atau arsitek bangunan termasuk
faktor yang juga sangat penting dalam pertimbangan struktur.

2. Kriteria pembebanan struktur


a. Gaya statis adalah gaya yang bekerja secara terus-menerus pada struktur.
Deformasi ini akan mencapai puncaknya apabila gaya statis maksimum.
b. Gaya dinamis adalah gaya yang bekerja secara tiba-tiba dan/atau kadang-
kadang pada struktur. Pada umumya mempunyai karakterisitik besar dan
lokasinya berubah dengan cepat. Deformasistruktur akibat beban ini juga
berubah-ubah secara cepat. Gaya dinamis dapat menyebabkan terjadinya
osilasi pada struktur hingga deformasi puncak tidak terjadi bersamaan
dengan terjadinya gaya terbesar.

3. Jenis-jenis beban berdasarkan kriteria pembebanan


a. Gaya Statis
1) Beban Hidup
Beban-beban yang bisa ada atau tidak adapada struktur untuk suatu
waktu yang diberikan. Meskipun dapat berpindah-pindah, beban hidup
masih dapat dikatakan bekerja secara perlahan-lahan pada struktur.
Beban penggunaan (occupancy loads) adalah beban hidup. Yang
termasuk ke dalam beban penggunaan adalah berat manusia, perabot,
barang yang disimpan, dan sebagainya.
2) Beban Mati
Beban-beban yang bekerja vertikal ke bawah pada struktur dan
mempunyai karakteristik bangunan, seperti misalnya penutup lantai,
alat mekanis, partisi yang dapat dipindahkan. Berat eksak elemen-
elemen ini pada umumnya diketahui atau dapat dengan mudah
ditentukan dengan derajat ketelitian cukup tinggi. Semua metode
untuk menghitung beban mati suatu elemen adalah didasarkan atas
peninjauan berat satuan material yang terlihat dan berdasarkan volume
elemen tersebut. Berat satuan (unit weight) material secara empiris
telah ditentukan dan telah banyak dicantumkan tabelnya pada
sejumlah sumber untuk memudahkan perhitungan beban mati.
b. Gaya Dinamis
1) Beban Angin
Struktur yang berada pada lintasan angin akan menyebabkan angin
berbelok atau dapat berhenti. Sebagai akibatnya, energi kinetik angin
akan ber-ubah bentuk menjadi energi potensial yang berupa tekanan
atau hisapan pada struktur. Besar tekanan atau hisapan yang
diakibatkan oleh angin pada suatu titik akan bergantung pada
kecepatan angin, rapat massa udara, lokasi yang ditinjau pada struktur,
perilaku permukaan struktur, bentuk geometris, dimensi dan orientasi
struktur.
2) Beban Gempa
Pada saat bangunan bergetar, timbul gaya-gaya pada struktur
bangunan karena adanya kecenderungan massa bangunan untuk
mempertahankan dirinya dari gerakan. Gaya yang timbul ini disebut
gaya inersia. Besar gaya-gaya tersebut bergantung pada banyak faktor.
Massa bangunan merupakan faktor yang paling utama karena gaya
tersebut melibatkan inersia. Faktor lain adalah cara massa tersebut
terdistribusi, kekakuan struktur, kekakuan tanah, jenis pondasi, adanya
mekanisme redaman pada bangunan, dan tentu saja perilaku dan besar
getaran itu sendiri. Perilaku dan besar getaran merupakan aspek yang
sulit ditentukan secara tepat karena sifatnya yang acak (random),
sekalipun kadang kala dapat ditentukan juga. Gerakan yang
diakibatkan tersebut berperilaku tiga dimensi. Gerakan tanah
horisontal biasanya merupakan yang terpenting dalam tinjauan desain
struktural.
Rubrik Penilaian
Score
No Hasil Kerja Nilai
Bobot Nilai

I Pelengkap

 Keaktifan 2 4 8
 Kerjasama
2 3 6
 Kedisiplinan
2 3 6

II Utama

 Alur pengerjaan 4 5 20
 Ketelitian
4 4 16
 Jawaban
 Waktu pengerjaan 4 4 16

3 4 12

III Penunjang

 Proses pengerjaan 2 2 4
 Kerapihan
4 3 12

Jumlah 100
Lampiran 2
RUBRIK LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETRAMPILAN

Mata Pelajaran : Mekanika Teknik

Kelas/Semester : X/1

Tahun Pelajaran : 2017/2018

Waktu Pengamatan : Selama pembelajaran

Indikator terampil dalam pelajaran mekanika teknik dilihat dari proses analisis,
ketelitian, dan ketepatan waktu

1. Kurang terampil jika tidak memperhatikan proses analisis yang benar,


ketelitian, dan ketepatan waktu.
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk memperhatikan proses
analisis yang benar, ketelitian, dan ketepatan waktu.
3. Sangat terampil jika menunjukkan adanya usaha untuk memperhatikan
proses analisis yang benar, ketelitian, dan ketepatan waktu.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Keterampilan

Menerapkan konsep proses analisis, ketelitian,


No Nama Siswa
kerapihan dan ketepatan waktu
KT T ST

4
Lampiran 3

Materi Pembelajaran

A. Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur


1. Kriteria desain struktur
Untuk melakukan desain dan analisis struktur perlu ditetapkan
kriteriayang dapat digunakan untuk menentukan bahwa struktur sesuai
denganmanfaat penggunaannya. Beberapa kriteria desain struktur:
a. Kemampuan layan (serviceability)
Struktur harus mampu memikul beban rancangan secara aman,
tanpakelebihan tegangan pada material dan mempunyai batas
deformasidalam batas yang diizinkan. Kemampuan layan meliputi:
- Kriteria kekuatanyaitu pemilihan dimensi serta bentuk
elemenstruktur pada taraf yang dianggap aman sehingga kelebihan
tegangan pada material (misalnya ditunjukkan adanya keratakan)
tidak terjadi.
- Variasi kekakuan struktur yang berfungsi untuk mengontrol
deformasi yang diakibatkan oleh beban. Deformasi merupakan
perubahan bentuk bagian struktur yang akan tampak jelas oleh
pandangan mata, sehingga sering tidak diinginkan terjadi. Kekakuan
sangat tergantung pada jenis, besar, dan distribusi bahan pada sistem
struktur. Untuk mencapai kekakuan struktur sering kali diperlukan
elemen struktur yang cukup banyak bila dibandingkan untuk
memenuhi syarat kekuatan struktur.
- Gerakan pada struktur yang juga berkaitan dengan deformasi.
Kecepatan dan percepatan aktual struktur yang memikul beban
dinamis dapat dirasakan oleh pemakai bangunan, dan dapat
menimbulkan rasa tidak nyaman. Pada struktur bangunan tinggi
terdapat gerakan struktur akibat beban angin. Untuk itu diperlukan
kriteria mengenai batas kecepatan dan percepatan yang diizinkan.
Kontrol akan tercapai melalui manipulasi kekakuan struktur dan
karakteristik redaman.
b. Efisiensi
Kriteria efisiensi mencakup tujuan untuk mendesain struktur yang
relative lebih ekonomis. Indikator yang sering digunakan pada kriteria ini
adalah jumlah material yang diperlukan untuk memikul beban. Setiap
sistem struktur dapat memerlukan material yang berbeda untuk
memberikan kemampuan layan struktur yang sama. Penggunaan volume
yang minimum sebagai kriteria merupakan konsep yang penting bagi
arsitek maupun perencana struktur.
c. Konstruksi
Tinjauan konstruksi juga akan mempengaruhi pilihan struktural.
Konstruksi merupakan kegiatan perakitan elemen-elemen atau material-
material struktur. Konstruksi akan efisien apabila materialnya mudah
dibuat dan dirakit. Kriteria konstruksi sangat luas mencakup tinjauan
tentang cara atau metode untuk melaksanakan struktur bangunan, serta
jenis dan alat yang diperlukan dan waktu penyelesaian. Pada umumnya
perakitan dengan bagian-bagian yang bentuk dan ukurannya mudah
dikerjakan dengan peralatan konstruksi yang ada merupakan hal yang
dikehendaki.
d. Ekonomis
Harga merupakan faktor yang menentukan pemilihan struktur. Konsep
harga berkaitan dengan efisiensi bahan dan kemudahan pelaksanaannya.
Harga total seuatu struktur sangat bergantung pada banyak dan harga
material yang digunakan, serta biaya tenaga kerja pelaksana konstruksi,
serta biaya peralatan yang diperlukan selama pelaksanaan.
e. Lain-lain
Selain faktor yang dapat diukur seperti kriteria sebelumnya, kriteria
relatif yang lebih subyektif juga akan menentukan pemilihan struktur
lingkup pekerjaan dan peraturan bangunan. Peran struktur untuk
menunjang tampilan dan estetika oleh perancang atau arsitek bangunan
termasuk faktor yang juga sangat penting dalam pertimbangan struktur.

B. Pembebanan pada Struktur


Dalam melakukan analisis desain suatu struktur, perlu ada gambaran yang
jelas mengenai perilaku dan besar beban yang bekerja pada struktur. Perencanaan
pembebanan di Indonesia diatur melalui SNI 03-1727-1989-F, Tata Cara
Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung. Hal penting yang mendasar
adalah pemisahan antara beban-beban yang bersifat statis dan dinamis.
Gaya statis adalah gaya yang bekerja secara terus-menerus pada struktur.
Deformasi ini akan mencapai puncaknya apabila gaya statis maksimum.
Gaya dinamis adalah gaya yang bekerja secara tiba-tiba dan/atau kadang-
kadang pada struktur. Pada umumya mempunyai karakterisitik besar dan
lokasinya berubah dengan cepat. Deformasi struktur akibat beban ini juga
berubah-ubah secara cepat. Gaya dinamis dapat menyebabkan terjadinya osilasi
pada struktur hingga deformasi puncak tidak terjadi bersamaan dengan terjadinya
gaya terbesar
a. Gaya-gaya Statis
Gaya-gaya statis pada umumnya dapat dibagi lagi menjadi beban mati, beban
hidup, dan beban akibat penurunan atau efek termal.
1) Beban Mati adalah beban-beban yang bekerja vertikal ke bawah pada
struktur dan mempunyai karakteristik bangunan, seperti misalnya penutup
lantai, alat mekanis, partisi yang dapat dipindahkan, adalah beban mati.
Berat eksak elemen-elemen ini pada umumnya diketahui atau dapat
dengan mudah ditentukan dengan derajat ketelitian cukup tinggi. Semua
metode untuk menghitung beban mati suatu elemen adalah didasarkan
atas peninjauan berat satuan material yang terlihat dan berdasarkan
volume elemen tersebut. Berat satuan (unit weight) material secara
empiris telah ditentukan dan telah banyak dicantumkan tabelnya pada
sejumlah sumber untuk memudahkan perhitungan beban mati.
2) Beban hidup adalah beban-beban yang bisa ada atau tidak adapada
struktur untuk suatu waktu yang diberikan. Meskipun dapat berpindah-
pindah,beban hidup masih dapat dikatakan bekerja secara perlahan-
lahanpada struktur. Beban penggunaan (occupancy loads) adalah beban
hidup. Yang termasuk ke dalam beban penggunaan adalah berat manusia,
perabot, barang yang disimpan, dan sebagainya.
Dalam peraturan pembebanan Indonesia, beban hidup meliputi:
- Beban hidup pada lantai gedung
Beban sudah termasuk perlengkapan ruang sesuai dengan kegunaan
ruang yang bersangkutan, serta dinding pemisah ringan dengan berat
tidak lebih 100 kg/m2. Beban untuk perlengkapan ruang yang berat harus
ditentukan tersendiri. Beban tidak perlu dikalikan koefisien kejut. Beban
lantai untuk bangunan multi guna harus menggunakan beban terberat
yang mungkin terjadi.
- Beban hidup pada atap bangunan
Untuk bagian atap yang dapat dicapai orang harus digunakan minimum
sebesar 100 kg/m2 bidang datar. Untuk beban akibat air hujan sebesar
(40 – 0.8 α) kg/m2, dengan α adalah sudut kemiringan atap bila kurang
dari 50°. Beban terpusat untuk pekerja dan peralatan pemadam kebakaran
sebesar minimum 100 kg. Bagian tepi atap yang terkantilever sebesar
minimum 200 kg. Pada bangunan tinggi yang menggunakan landasan
helikopter diambil sebesar 200 kg/m2 .
b. Gaya-gaya Dinamis
Gaya-gaya statis pada umumnya dapat dibagi lagi menjadi beban angin, dan
beban gempa.
1) Beban Angin
Struktur yang berada pada lintasan angin akan menyebabkan angin
berbelok atau dapat berhenti. Sebagai akibatnya, energi kinetik angin akan
berubah bentuk menjadi energi potensial yang berupa tekanan atau
hisapan pada struktur. Besar tekanan atau hisapan yang diakibatkan oleh
angin pada suatu titik akan bergantung pada kecepatan angin, rapat massa
udara, lokasi yang ditinjau pada struktur, perilaku permukaan struktur,
bentuk geometris, dimensi dan orientasi struktur. Apabila suatu fluida
seperti udara mengalir di sekitar suatu benda, akan terladi pola arus
kompleks di sekitar benda tersebut. Perilaku dan kerumitan pola aliran itu
bergantung pada bentuk benda. Aliran dapat berupa aliran laminer, dapat
pula turbulen. Gaya yang bekerja pada benda sebagai hasil dari gangguan
pada aliran tersebut dapat berupa tekanan atau hisapan. Semakin langsing
suatu benda, akan semakin kecil gaya reaksi yang diberikannya dalam
arah berlawanan dengan arah angin bergerak.
2) Beban Gempa
Gempa bumi adalah fenomena getaran yang dikaitkan dengan kejutan
pada kerak bumi. Kejutan yang berkaitan dengan benturan tersebut akan
menjalar dalam bentuk gelombang. Gelombang ini menyebabkan
permukaan bumi dan bangunan di atasnya bergetar.
Pada saat bangunan bergetar, timbul gaya-gaya pada struktur bangunan
karena adanya kecenderungan massa bangunan untuk mempertahankan
dirinya dari gerakan. Gaya yang timbul ini disebut gaya inersia. Besar
gaya-gaya tersebut bergantung pada banyak faktor. Massa bangunan
merupakan faktor yang paling utama karena gaya tersebut melibatkan
inersia. Faktor lain adalah cara massa tersebut terdistribusi kekakuan
struktur, kekakuan tanah, jenis pondasi, adanya mekanis meredaman pada
bangunan, dan tentu saja perilaku dan besar getaran itu sendiri. Perilaku
dan besar getaran merupakan aspek yang sulit ditentukan secara tepat
karena sifatnya yang acak (random), sekalipun kadang kala dapat
ditentukan juga. Gerakan yang diakibatkan tersebut berperilaku tiga
dimensi. Gerakan tanah horisontal biasanya merupakan yang terpenting
dalam tinjauan desain struktural.
Massa dan kekakuan struktur, yang juga periode alami dari getaran yang
berkaitan, merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi respons
keseluruhan struktur terhadap gerakan dan besar serta perilaku gaya-
gayayang timbul sebagai akibat dari gerakan tersebut. Salah satu cara
untuk memahami fenomena respons yang terlihat dapat diperhatikan
terlebih dahulu bagaimana suatu struktur kaku memberikan respons
terhadap getaran sederhana gedung. Strukturnya cukup fleksibel, seperti
yang umumnya terdapat pada semua struktur gedung.