Anda di halaman 1dari 12

PAPER PERSPEKTIF GLOBAL

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Perspektif Global

Dosen Pengampu Moh Syaffuddin Kuryanto S.si., M.Or

Disusun Oleh :

Nama : Puspita Ratna Andiani


NIM : 201533369

Kelas : 6 H

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MURIA KUDUS

2018
PERSPEKTIF GLOBAL

A. Hakikat dan Konsep Perspektif Global


1. Hakikat Perspektif Global
Pengertian Hakikat Konsep Perspektif Global berdasarkan suku kata. Hakikat
dan konsep perspektif global berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia :
1) Hakikat Ha.Ki.Kat
(1) intisari atau dasar: dia yg menanamkan -- ajaran Islam di hatiku; (2) kenyataan
yg sebenarnya (sesungguhnya): pd -- nya mereka orang baik-baik.
2) Konsep Kon.Sep
(1) rancangan atau buram surat dsb; (2) ide atau pengertian yg diabstrakkan dr
peristiwa konkret: satu istilah dapat mengandung dua -- yg berbeda; (3) Ling
gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yg ada di luar bahasa, yg
digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain.
3) Perspektif Per.Spek.Tif
(1) cara melukiskan suatu benda pada permukaan yg mendatar sebagaimana yg
terlihat oleh mata dengan tiga dimensi (panjang, lebar, dan tingginya); (2) sudut
pandang; pandangan.
4) Global Glo.Bal
(1) secara umum dan keseluruhan; secara bulat; secara garis besar: memberikan
penjelasan secara -- saja; (2) bersangkut paut, mengenai, meliputi seluruh dunia.
Maka dapat di simpulkan pengertian hakikat konsep perspektif global adalah
suatu cara pandang dan cara berperilaku terhadap suatu masalah atau kejadian atau
kegiatan dari sudut kepentingan global, yakni dari sisi kepentingan dunia atau
internasional.
2 Pengertian Global dan Globalisasi
a. Global
Menurut kamus Bahasa Inggris Longman Dictionary of Contemporary
English, menartikan Global dengan “concerning the whole earth”. Sesuatu yang
berkaitan dengan dunia, internasional atau seluruh alam jagat raya.
b. Globalisasi
Globalisasi mengandung pengertian proses. Huckle (Miriam Steiner, 1996)
menyatakan bahwa globalisasi adalah suatu proses dengan mana kejadian, keputusan
dan kegiatan disalah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan
bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Ahli lainya Albrow (yaya, 1998)
mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses dimana manusai di
bumi ini diinkorporasikan ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global.
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak
mengenal batas wilayah. Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap
Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang internet public
jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi
dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin
dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada
skala dunia hingga muncul istilah The Fenomenon small world. Globalisasi
berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi,
sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan
komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini,
perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai
bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.
Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Tentu saja globaisasi membawa berbagai dampak, ada yang bersifat positif maupun
yang negative, sebagaimana yang dikemukakan oleh Tilaar (1998) positifnya
munculnya masyarakat Megakompetisi. Negatifnya ancaman bagi budaya local yang
akan tergantikan oleh budaya global. Sedang ciri-ciri globalisasi menurut Tilaar
adalah adanya pasar bebas, berkembangnya nilai demokrasi, menghormati HAM.
2.3 Perspektif Global
Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia Modern, perspektif diartikan sebagai
cara melukiskan benda pada permukaan datar sebagaimana yang terlihat, dan sudut
pandangan. Kata global berasal dari kata “globe” dan mulai dimaksudkan sebagai
planet yang berarti bumi bulat.
Menurut asal kata, perspektif global dapat dibagi menjadi dua, yaitu kata
perspektif dan global, perspektif artinya wawasan/cara pandang dan global yang
artinya menyeluruh/mendunia. Jadi, perspektif global artinya wawasan atau cara
pandang yang menyeluruh atau mendunia.
Namun secara ilmiah, perspektif global adalah wawasan atau cara pandang
mengenai fenomena secara keseluruhan, yakni fenomena adanya interaksi,
interdependensi, dan kompetisi antar umat manusia di muka bumi (Sriartha, 2004:
5). Interaksi merupakan kegiatan saling memengaruhi daya, objek, atau tempat yang
satu dengan tempat lainnya. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber daya
alamnya dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan tempat lain. Perbedaan
tersebut mengakibatkan terjadinya interaksi dan interdependensi antarwilayah.
Contohnya interaksi yang terjadi antara desa dengan kota, dalam pendistribusian
bahan pangan dari desa ke kota. Begitu pula sebaliknya, pengangkutan mesin
pertanian dari kota ke desa. Kompetisi terjadi karena keinginan untuk bersaing atau
bertahan antar umat manusia di muka bumi.
Pengertian perspektif global menurut para ahli adalah sebagai berikut :
a. Menurut Sumaatmadja dan Winardit (1999) dalam Bawa Atmadja (2007)
mengungkapkan bahwa pengertian perspektif global adalah suatu cara
pandang dan cara berperilaku terhadap suatu masalah atau kejadian atau
kegiatan dari sudut kepentingan global, yakni dari sisi kepentingan dunia atau
internasional.
b. Menurut Suhanadji dan Waspada TS (2004) mengungkapkan bahwa perspektif
global adalah cara pandang atau wawasan untuk melihat dunia saat ini sangat
dipengaruhi oleh arus global. Sehingga semua bangsa menjadi saling
ketergantungan, saling mempengaruhi dan saling berhubungan diantara
berbagai kebudayaan, sistem ekologi, politik, ekonomi dan teknologi dalam
konteks global. Kebudayaan di dunia ini sangat beragam antar berbagai
belahan negara di dunia. Dimana masing-masing kebudayaan tersebut
memiliki ciri khas tersendiri.
Jadi : Perspektif global merupakan pandangan yang timbul dari kesadaran
bahwa dalam kehidupan ini segala sesuatu selalu berkaitan dengan isu global.
Orang sudah tidak memungkinkan lagi bisa mengisolasi diri dari pengaruh global.
Manusia merupakan bagian dari pergerakan dunia, oleh karena itu harus
memperhatikan kepentingan sesama warga dunia.
2. Konsep Perspektif Global
Merryfield (1995) dalam artikelnya yang berjudul “Institutionalizing Cross-
cultural Experience and International Expertise in Teacher Educational: the
Development and Potential of a Global Education PDS Network” menyimpulkan
konsep-konsep dari perspektif global, yaitu bahwa para pendidik perlu
mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk mengajarkan kepada para
muridnya sebagai berikut:
a. Penghargaan terhadap adanya perbedaan-perbedaan dan persamaan-
persamaan budaya, untuk itu para guru perlu mengajarkan berbagai macam
perspektif yang dimiliki oleh orang lain atau pun masyarakat lain dan
mereka perlu juga mempunyai kesadaran untuk bertoleransi terhadap
perspektif yang dimiliki oleh orang lain.
b. Dunia ini merupakan sebuah sistem sehingga di dalamnya terjadi saling
ketergantungan dan saling keterkaitan.
c. Keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan yang diambil oleh seseorang
akan dapat mempengaruhi dan dipengaruhi oleh interaksi global.
B. Dimensi Perspektif Global
Saat ini tidak ada suatu bangsapun yang statis dan homogen. Setiap bangsa
berkembang karena adanya interaksi dengan bangsa lain, sehingga sistem nilai budaya
dan nilai lainnya akan saling mempengaruhi satu sama lain. Perspektif global bertolak
dari masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari, misalnya mengenai masalah
pendidikan, kesehatan, pengangguran, kemiskinan, dan sebagainya. Semua
permasalahan ini berdampak pada permasalahan global. Dalam kaitannya dengan
budaya di era globalisasi, Makagiansar (Mimbar, 1990) mengajukan empat dimensi
perspektif global, yaitu:
a. Afirmasi atau penegasan dari dimensi budaya dalam proses pembangunan
bangsa dan masyarakat. Pembangunan akan terasa hampa jika tidak diilhami
oleh kebudayaan bangsanya. Nilai budaya suatu bangsa menjadi landasan bagi
pembangunan suatu negara, serta merupakan alat seleksi bagi pengaruh luar
yang sudah tidak terkendali.
b. Mengembangkan identitas budaya dan setiap kelompok manusia berhak diakui
identitas budayanya.
c. Partisipasi, bahwa dalam pengembangan suatu bangsa dan negara sangat
diperlukan partisipasi dari masyarakat.
d. Memajukan kerjasama antar budaya. Hal ini dimaksudkan agar ada aksi dan
upaya saling mengisi atau mengilhami, sehingga akan ada kemajuan dan
peningkatan antar budaya bangsa.
Sementara itu, Hanvey (1976) dalam bukunya yang sangat terkenal “An
Attainable Global Perspective” menyebutkan 5 dimensi dari perspektif global sebagai
berikut.
a. Perspective conciousness
Kesadaran dan penghargaan terhadap adanya berbagai macam pendapat
yang berbeda-beda di dunia ini.
b. State of planet awareness
Adanya pengertian yang mendalam terhadap isu-isu dan peristiwa-peristiwa
global.
c. Cross-cultural awareness
Adanya kesepakatan yang bisa diterima secara umum dalam membuat
karakteristik budaya-budaya yang ada di dunia ini, yaitu bahwa sekalipun ada
perbedaan-perbedaan dalam budaya, namun ada banyak kesamaan yang
dimiliki.
d. Systemic awareness
Mengetahui akan sistem-sistem yang ada di alam, sehingga mulai mengenal
kompleksnya sistem internasional, di mana aktor-aktor negara dan aktor-aktor
non-negara saling mempengaruhi dalam berbagai macam isu yang terjadi di
kawasan-kawasan yang ada di dunia ini.
e. Options for participation
Mengetahui strategi-strategi yang tepat sehingga mampu berpartisipasi dengan
baik dalam menghadapi isu-isu yang terjadi di tingkat lokal, nasional hingga
internasional.
C. Manfaat Perspektif Global
Secara politis peran negara bergeser dari penentu dan pembuat wawasan
kebangsaan menjadi penjaga stabilitas dan pengontrol politik baik di dalam maupun
luar negeri. Perlu disadari bahwa negara kita berhadapan dengan faktor luar yang
sangat kuat. Oleh karena itu, peningkatan kerja sama dengan negara lain dalam segala
bidang perlu ditingkatkan. Negara harus bersifat terbuka, karena kerja sama dalam
berbagai bidang menuntut adanya komitmen yang tinggi. Negara harus beradaptasi
dengan sistem yang terus berubah, aktif mengikuti dan mengadakan perubahan.
Berikut ini beberapa manfaat mempelajari perspektif global.
a. Meningkatkan wawasan dan kesadaran para pendidik dan peserta didik bahwa
kita bukan hanya penghuni satu daerah, tetapi mempunyai ketergantungan
dengan orang lain di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu sikap kita harus
mencerminkan “sikap ketergantungan” tersebut.
b. Menambah dan memperluas pengetahuan kita tentang dunia, sehingga dapat
megikuti perkembangan dunia dalam berbagai aspek terutama perkembangan
iptek.
c. Mengkondisikan para mahasiswa untuk berpikir integral bukan general,
sehingga suatu gejala atau masalah dapat ditanggulangi dari berbagai aspek.
d. Melatih kepekaan dan kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan dunia
dengan segala aspeknya.
D. Tujuan Perspektif Global
Lee Anderson dan Charlotte Anderson (1979) menyatakan bahwa untuk
mempersiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang baik harus dimulai dari
berbagai macam kelompok yang melibatkannya, dari yang terdekat hingga yang
terjauh, yaitu dari masyarakat lokal, nasional, hingga global. Ada 5 tujuan pokok dari
perspektif global, yaitu:
a. Mengembangkan pengertian keberadaan mereka sebagai individu-individu
yang membentuk masyarakat.
b. Mengembangkan pengertian bahwa mereka merupakan anggota dari
masyarakat dunia.
c. Mengembangkan pengertian bahwa mereka adalah penghuni planet bumi ini
dan kehidupannya bergantung pada planet bumi tersebut.
d. Peserta didik harus diberi pengertian bahwa mereka adalah partisipan atau
pelaku aktif dalam masyarakat global ini.
e. Mendidik peserta didik agar mempunyai kemampuan untuk hidup secara
bijaksana dan bertanggung jawab sebagai individu, sebagai umat manusia,
sebagai insan penghuni planet bumi ini, serta sebagai anggota masyarakat
global.
Sementara itu, menurut Marryfield (dalam buku Perspektif Global karangan
Prof. Dr. H. Nurshid S dan Drs. Kuswaya W : 1997), tujuan diberikannya perspektif
global adalah sebagai berikut:
a. Mendorong mahasiswa untuk mempelajari lebih banyak tentang materi dan
masalah yang berkaitan dengan masalah global.
b. Mendorong para pendidik untuk mempelajari masalah yang berkaitan dengan
masalah lintas budaya.
c. Mengembangkan dan memahami makna perspektif global baik dalam
kehidupan sehari-hari maupun pengembangan profesinya.
E. Visi Perspektif Global Beserta Unsur-unsur Budaya di Lampung
Perspektif Global Dari Visi Geografi, Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Antropologi,
Iptek dan Internasional.
1. Perspektif Global Dari Visi Geografi
Geografi adalah ilmu tentang keruangan . Konsep ruang dalam Geografi yaitu
permukaan bumi tiga dimensi (darat, air, udara ). Ruang permukaan bumi ukuran
dan jaraknya : local, regional, global. Perspektif keruangan yang bertahap dari
perspektif lokal, regional sampai global. Berfungsi untuk mengkaji mengkaji
perubahan perubahan dalam ruang yang disebut disebut region, region, pergeseran
fungsi lahan beserta dampaknya terhadap perubahan tata air, tatanan kehidupan
tumbuhan dan hewan serta perubahan cuaca.
a. Perspektif local : dari perkampungan satu bersambung menjadi perkampungan
yang lebih luas. Yang menghubungkan : jalan, alat angkutan, arus barang dan
manusia.
Pengaruhnya di Lampung : Suatu wilayah atau kawasan mengalami
perkembangan ( pemukiman penduduk, tempat perbelanjaan, pasar, jalan, jumlah
penduduk ) menjadi lebih luas.
b. Perspektif regional : adanya perubahan dalam ruang, misalnya: hutan menjadi
lahan pertanian, pemukiman, kawasan industry, jalan, lapangan dampak :
perubahan tatanan air, tumbuh-tumbuhan, hewan, cuaca.
Di daerah Lampung dahulu yang masih banyak hutan sekarang menjadi tempat
pemukman warga dan banyak juga di tanami pohon sawit, dan dampaknya
banyak binatang buas seperi singa, gajah, orang utan menyerang pemukiman
warga.
c. Perspektif Global : Tak ada batas ruang maupun waktu antar Negara-negara di
dunia. Pengaruh dari : kemajuan teknologi dampak : terjadi interaksi antar
Negara, misalnya pakaian, makanan, kesenian dan perdagangan.
Pengaruhnya di Lampung di jumpai banyak makanan dari luar daerah lampung
yang lebih di gemari daripada , makanan khas lampung itu sendiri.
Jadi dikatakan hampir 100% geografi berkenaan dengan penerapan perspektif
global. Bukti : “Pemanasan Global” Meningkatnya karbondioksida efek rumah kaca
di atmosfir pemanasan global ( suhu di permukaan bumi naik ) pencairan es di kutub
permukaan air laut naik.
2. Perspektif Global Dari Visi Sejarah
Perspektif Sejarah mengacu pada konsep waktu ( waktu yang telah lampau ), tapi
dapat dikaji untuk memprediksi kejadian-kejadian yang akan datang. Perspektif sejarah
tentang tokoh-tokoh, bangunan, perang, pertemuan internasional dapat dimunculkan
sebagai pendidikan serta pengembangan SDM generasi muda untuk memasuki kehidupan
global.
a. Tokoh agama, nabi, Rasul tidak hanya mempengaruhi umatnya waktu itu, tetapi
menjadi pola perilaku dan teladan secara global.
b. Tokoh sejarah tidak hanya mempengaruhi ilmu sejarah , tapi juga ilmu yang lain.
c. Bangunan Ka’bah ( Mekkah 0, Piramida ( Mesir ), Tembok Besar ( Cina )Taj
Mahal ( India ), Borobudur ( Indonesia ) merupakan bangunan “keajaiban
dunia” , tidak hanya bernilai sejarah saja, tapi bernilai global yang
mempersatukan umat.
d. Perang di berbagai kawasan, terutama perang dunia tidak hanya dilihat dari
dahsyatnya senjata saja dan ngerinya pembunuhan umat manusia tapi
diungkapkan nilai kemanusiaannya.
e. Pertemuan internasional yang bermakna sejarah, misalnya KAA menyadarkan
masyarakat Asia dan Afrika akan haknya sebagai umat manusia.
Di Lampungg pada zaman dahulu hanya mengenal 1 kelompok saja dan tidak
menerima suku lain, namun seiring berjalan waktu yang semakin canggih, suku
pendatang lebih besar daripada orang asli penduduk Lampung setempat.
3. Perspektif Global Dari Visi Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang
perorang dan kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. visi ini terkait
dengan waktu hari ini dan esok. Terkait dengan pertumbuhan penduduk, kemajuan IPTEK
dan kebutuhan kebutuhan manusia manusia yang tidak pernah ada batasnya. Keterbatasan
sumber daya menyebabkan masalah ini menjadi masalah global.
Dalam ilmu ekonomi menyangkut aspek :
a. Menentukan pilihan
b. Keinginan yang tak terbatas
c. Persediaan sumber daya terbatas
d. Keguanaan alternative SDA
e. Penggunaan hari ini dan hari esok
Pertumbuhan penduduk dunia yang pesat dari waktu ke waktu, menjadi salah satu
factor terjadinya masalah global dalam bidang ekonomi.
Di daerah Lampung banyak sekali sumber daya alam yang dapat di kembangkan,
namun kurangnya pengtahuan masyarakat dan kurangnya perhatian pemerintah
setempat mengaibatkan banyak tempat wisata yang terbengkalai, padahal dengan
memanfaatkan sumber daya alam dan pengelolaan tempat wisata dengan baik, dapat
menaikkan pendapatan masyarakat setempat, menciptakan lapangan kerja dan
memperbaiki ekonomi masyarakat.
4. Perspektif Global Dari Visi Sosiologi
Sosiologi adalah ilmu ilmiah tentang fenomena yang timbul akibat hubungan
umat manusia, manusia, dan lingkungan. Sosiologià hubungan antarmanusia dalam
lingkungan social. Hubungan dan interaksi social yang dialami manusia dan
lingkungannya makin meluas dan berkembang ( 2 orang, banyak orang, antar
kelompok, antar bangsa ) . Luasnya interaksi social ( dari keluarga, teman, tetangga,
dusun, regional sampai global antar bangsa di dunia ). Motif interaksi ( ekonomi,
budatya, politik, agama)
Dampak dari kemajuan, penerapan dan pemanfaatan IPTEK membawa perubahan
tatanan sosisal baik materiel maupun nonmaterial.
a. Material : mie instant berbagai merek, pakaian dan jeans, pizza, hot dog,
hamburger telah masuk ke perkotaan, pedesaan. Namun makanan khas
Lampung seperti Serbat Kweni, Tempoyak, Seruit hanya dapat di jumpai di
tempat tertentu saja.
b. Nonmaterial : bersalaman ala tepuk punggung, tegur sapa ala barat, ciuman
antar teman. Saling sapa sudah mulai di tinggalkan, rasa hormat kepada orang
tua sudah mulai luntur.
c. Dari arus global dan interaksi baik langsung maupun melalui media wajib kita
waspadai, misalnya pergaulan bebas, pemakaian obat terlarang, minum
minumankeras, sadisme. Masalah social mengglobal merupakan penghancuran
umat dalam jangka yang relative cepat meracuni generasi muda.
d. Perubahan yang sifatnya positif meningkatkan kesejahteraan dalam arti yang
seluas-luasnya patut kita syukuri, sedangkan yang bersifat negative harus kita
waspadai, bahkan harus kita cari pemecahan masalahnya.
5. Perspektif Global Dari Visi Antropologi
Visi antropologi mengarah kepada keberadaan dan perkembangan budaya dengan
kebudayaan dalam konteks global. Kajiannya mulai dari tingkat lokal, regional, nasional
dan internasional, wujudnya dapat dilihat dari berbagai perkembangan kemajuan di
sekitar sekitar kita (bangunan bangunan, jalan, alat transportasi transportasi, komunikasi)
yang merupakan hasil kebudayaan. Sudut pandang antropologi berarti mengamati,
menghayati dan memprediksi perkembangan kebudayaan secara menyeluruh.
Misalnya : pertunjukkan kesenian, Kopi Lampung yang terkenal sampai ke Luar negeri,
pertukaran pelajar antarnegara, pertemuan berbagai pakar dari berbagai bidang
pengetahuan, Legenda tarian legnda danau ranau.
6. Perspektif Global Dari Visi Iptek
Teknologi adalah penerapan pengetahuan dan ilmu pengetahuan untuk
mengembangkan pengetahuan tentang cara memanfaatkan Sumber Daya Alam ( SDA )
untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Ilmu pengetahuan erat hubungannya dengan
teknologi, dalam kehidupan sehari-hari popular disebut IPTEK.
Perkembangan IPTEK meliputi tiga tahap perkembangan :
a. IPTEK pertanian yang lebih maju : terjadi Revolusi Hijau
b. Abad XVII ditemukan mesin uap ( kemajuan IPTEK di bidang produksi dan
industry ) : terjadi revolusi ndustry
c. Abad XX kemajuan IPTEK elektronik ( Radio, TV dan telepon ) : terjadi revolusi
informasi.
Dampak negative yang ditimbulkan adalah kesehatan psikologis dan biologis yang
timbul di masyarakat : Ketegangan urat syaraf, darah tinggi, sadime, kriminalitas, mabuk
teller bukan penyakit psikologis biologi di Negara tertentu saja, tapi sudah mendunia.
7. Perspektif Global Dari Visi Visi Politik
Ilmu politik mempelajarai negara, tujuan dan lembaga yang melaksanakan tujuan tsb,
hubungan negara dengan warga negara, serta negara dengan negara. Dalam sorotan
perspektif global, aspek hubungan dengan negara lain merupakan hal pokok. Ilmu politik
mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan
tujuan-tujuan itu (Roger F. Soltau). Dalam perspektif global, hubungan suatu negara
dengan negara-negara lain adalah hal yang pokok.
Politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif yang menjadi landasan kerja sama di
bidang ekonomi dengan negara-negara lain. Bebas, artinya bangsa Indonesia tidak
memihak pada salah satu blok yang ada di dunia. Jadi, bangsa Indonesia berhak
bersahabat dengan negara mana pun asal tanpa ada unsur ikatan tertentu. Bebas juga
berarti bahwa bangsa Indonesia mempunyai cara sendiri dalam menanggapi masalah
internasional. Aktif berarti bahwa bangsa Indonesia secara aktif ikut mengusahakan
terwujudnya perdamaian dunia.
Stabilitas dan kemajuan politik Indonesia, khususnya politik luar negeri, berpengaruh
pada kondisi politik global, contohnya dampak Konferensi Asia Afrika (KAA – yang
menghasilkan Dasasila Bandung/Bandung Declaration) dan Gerakan Non-Blok (GNB –
khususnya untuk mendukung perdamaian dunia).
Negara Republik Indonesia sebagai warga dunia, tidak dapat melepaskan diri dari
pengaruh perkembangan di negara-negara lain. Perkembangan di negara-negara lain
selalu berpengaruh terhadap kehidupan politik, khususnya politik luar negeri Indonesia.
Perubahan peta politik membawa dampak luas pada tatanan global di bidang politik,
ekonomi, sosial, dan IPTEK. Perspektif global dari perubahan peta politik tersebut,
membawa dampak pada berbagai aspek hubungan luar negeri Indonesia.

F. ETNO Perspektif Global di Lampung

( Danau Ranau )

Dari Visi Geografi Danau Ranau adalah danau terbesar ke dua di Sumatera. Danau
ini terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung dan Kabupaten
Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan. Terletak pada posisi koordinat
4°51′45″LS,103°55′50″BT Secara geografis topografi danau Ranau adalah perbukitan
yang berlembah hal ini praktis menjadikan danau Ranau memiliki cuaca yang sejuk

Dari Visi Sejarah Danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari
gunung berapi yang membuat cekungan besar.

Dari Visi Ekonomi Danau terkenal sering para nelayan untuk mencari ikan seperti
mujair, kepor, kepiat, dan harongan. Tepat di tengah danau terdapat pulau yang bernama
Pulau Marisa. Di sana terdapat sumber air panas yang sering digunakan para penduduk
setempat ataupun para wisatawan yang datang ke pulau tersebut, terdapat air terjun, dan
penginapan. Danau ini juga menjadi objek wisata andalan dari Kabupaten Ogan
Komering Ulu Selatan. Ada tiga tempat tujuan utama bagi para pengunjung Danau Ranau,
yaitu Wisma PT Pusri ( Sumatera Selatan ), Pantai Sinangkalan ( Sumatera Selatan ) dan
Wisata Lombok ( Lampung )

Dari Visi Sosiologi Pulau itu berdekatan dengan lokasi tempat pemandian sumber air
panas yang mengandung belerang. Karena adanya interaksi masyarakat satu dengan yang
lainya masyarakat setempat percaya, mandi di sana bisa menyembuhkan berbagai macam
penyakit, terutama penyakit kulit.

Dari Visi Antropologi Keberadaan Danau Ranau tidak lepas dari sebuah legenda.
Masyarakat Sumatera Selatan mengenal folklor yang diceritakan turun-temurun mengenai
legenda terciptanya Danau Ranau. Legenda tersebut menceritakan tentang suatu dusun
bernama Ranau. Di dusun tersebut terdapat pohon Enau yang tingginya serupa Gunung
Seminung. Masyarakat sekitar percaya pohon tersebut mampu menyembuhkan berbagai
penyakit.

Meski diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit, pohon enau tidak bisa
diambil dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, mengingat di pohon tersebut terdapat
sekawanan burung garuda yang sakti dan ganas. Mendengar keluhan masyarakat akan hal
itu, seorang pemuda yang sakti dan gagah berani kemudian mendatangi pohon enau dan
membunuh burung garuda. Tanpa pikir panjang, sang pemuda sakti lalu mencabut pohon
enau dari tanahnya. Tanpa disadari keluarlah air yang deras mengalir, dan tergenang
menjadi Danau Ranau. Berpijak dari legenda tersebut, lahirlah garapan tari kreasi dari
Kabupaten Oku Selatan yang bernama tari Legenda Danau Ranau.

Dari Visi Iptek Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin
canggih. Menurut hasil penelitian Danau Ranau adalah danau yang sangat dalam
kedalaman danau ini rata-rata 174 meter. Dasar danau paling dalam mencapai 229
meter. Danau Ranau memang bukan danau biasa. Danau ini terbentuk ribuan tahun yang
lalu melalui proses tektonik dan vulkanik. Tektonik merupakan gerakan lempeng benua.
Sedangkan vulkanik merupakan aktivitas magma atau gunung berapi. Oleh karena itu
Danau Ranau sering disebut danau tekto-vulkanik.

Dari Visi Visi Politik Dahulu danau ranau adalah danau yang tidak terawat, padahal
sangat bagus di gunakan untuk mendatangkan para wisatawan dan memperbaiki
perekonomian warga sekitar danau ranau. Semejak itu danau ranau di jadikan salah satu
tujuan untuk kepentingan politik, janji-janji calon pemimpin pun menjajikan perbaikan
sarana dan prasarana di danau tersebut. Setelah terpilihnya pemimpin di sana, pemimpin
tersebut merealisasikan janjinya dan memperbaiki danau ranau, sehingga banyak di
kunjungi orang-orang dari luar Lampung.
DAFTAR PUSTAKA

Ashkenas, et al, 2002, The Boundaryless Organization, Breaking the Chains of


Organizational Structure, Jossey-Bass, San Francisco. Doll, 1993, A Post-Modern
Perspective on Curriculum, tersedia dalam http://www.great-ideas.org/30-5html,
tanggal 27 Februari 2005. Doll, 1995, „Curriculum Possibilities, A “Post” Future‟, in
Conrad and
http://bobo.grid.id/Sains/Iptek/Danau-Ranau-Kisah-Kalendra-Raksasa?page=4
David, 2000, „Culture Makes Almost All the Difference‟, dalam Harrison and Huntington,
2000, Culture Matter, Lawrence Harrison, (2000)1, „Promoting Progressive Cultural
Change‟, dalam Lawrence Harrison, (2000) Culture Matters,
Hanvey, Robert G(1982)An Attainable Global Perspective. Theory into Practce, Summer,
Volume XXI (3)
Hatten and Rosenthal, 2000, Reaching for the Knowledge Edge, American Management
Association, New York. Huntington, Samuel P, 1996, The Clash of Civilizations, and
the Remaking of World Order, Prentice Hall, New York. Landes,

http://www.adinnagrak.blogspot.com/2013/09/makalah-perspektif-global-pengertian.html

http://gudangmakalah.blogdetik.com/2009/03/19/76/

http://ninnetar.blogspot.com/2012/08/perspektif-global-semester-vuniversitas.html

Haworth, 1995, Revisioning Curriculum in Higher Education, Simon & Hustler Custom
Publishing, Massacusset Grondona, Mariano 2000, „A Cultural Typology of
Economic Development‟, dalam Harrison and Huntington, 2000, Culture Matters,
How Values Shaves Human Progress, Basic Books, New York. Harrison and
Huntington, 2000, Culture Matters, How Values Shaves Human Progress, Basic
Books, New York.
Kniep, Willard M. (1986) Defining A Global Education By Its Content. Social Education.
NCSS
Manguelle, Daniel Etoungga (2000). „Does Africa Need a Cultural Ajustment Program‟,
dalam Lawrence Harrison, 2000, Cultures Matters,