Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Setiap manusia dilahirkan setara, meskipun dengan keragaman identitas yang
disandang. Kesetaraan merupakan hal yang inheren yang dimiliki manusia sejak lahir.
Setiap individu memiliki hak-hak dasar yang sama yang melekat pada dirinya sejak
dilahirkan atau yang disebut dengan hak asasi manusia. Kesetaraan dalam derajat
kemanusiaan dapat terwujud dalam praktik nyata dengan adanya pranata-pranata
sosial, terutama pranata hukum, yang merupakan mekanisme kontrol yang secara ketat
dan adil mendukung dan mendorong terwujudnya prinsip-prinsip kesetaraan dalam
kehidupan nyata.
Perbedaan dan Kesetaraan Sosial merupakan hal yang tidak bisa terhindarkan.
Perubahan sudah, sedang, dan akan terus terjadi, baik dalam kehidupan individu
maupun kehidupan masyarakat.

2. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
 Untuk mengetahui pengertian dari Perbedaan dan Kesetaraan Sosial.
 Untuk mengetahui bentuk-bentuk Perbedaan dan Kesetaraan Sosial.
 Untuk mengetahui faktor-faktor terjadinya Perbedaan dan Kesetaraan Sosial.
 Untuk mengetahui usaha yang dilakukan untuk mengatasi Perbedaan dan
Kesetaraan Sosial.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PERBEDAAN DAN KESETARAAN SOSIAL


1. Perbedaan sosial
Sejak orang mulai berspekulasi mengenai sifat-sifat masyarakat,
perhatian mereka tertarik paa perbedaan-perbedaan yang terlihat antara
individu-individu dan kelompok-kelompok dalam masyarakat. Adanya struktur
sosial yang berbeda-beda pula, menimbulkan terjadinya perbedaan dalam
masyarakat.
Keadaan geografis
Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak di antara Samudra
Hindia dan Samudra Pasifik. Negara kepulauan mempunyai panjang wilayah
3.400 mil terhitung dari Sabang sampai Merauke. Wilayah tersebut terletak di titik
950 BT – 1410 BT dan 60 LU – 110 LS sehingga Indonesia terletak di daerah
khatulistiwa dan beriklim tropis.
Etnis
Nenek moyang kita mendiami Nusantara ini sudah sejak dahulu kala.
Mereka hidup terpencar di pulau-pulau yang terpisah oleh lautan. Dengan
menempati daerah yang terpencar ini maka tumbuhlah keanekaragaman
budaya.
Letaknya berbatasan dengan negara Cina yang terdapat dua pusat
persebaran bangsa-bangsa. Pertama yaitu Yunnan dan Kedua Dongson.
Teknologi
Pada dasarnya sejak dilahirkan manusia telah dibekali oleh Tuhan dengan
sifat ingin tahu. Dengan akalnya manusia berusaha mengetahui segala sesuatu
dan berusaha mengatasi rintangan alam yang dihadapinya.
Setiap individu lahir dan berkembang dalam kondisi yang berbeda-beda.
Keberagaman individu dalam masyarakat ini disebut dengan perbedaan sosial.
Perbedaan sosial secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
perbedaan secara horizontal dan perbedaan secara vertikal.

a. Pengertian diferensiasi sosial


Diferensiasi adalah klasifikasi terhadap perbedaan-perbedaan yang biasanya
sama. Pengertian sama disini menunjukkan pada penggolongan atau
klasifikasi masyarakat secara horizontal, mendatar, atau sejajar. Asumsinya
adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada
golongan lainnya.

2
b. Pengertian stratifikasi sosial
Beberapa definisi stratifikasi sosial dijelaskan sebagai berikut.
1) Pitirim A. Sorokin
Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai perbedaan penduduk atau
masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat
hierarki.
2) Max Weber
Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang
termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan
hierarki menurut dimensi kekuasaan, previlege, dan prestise.
3) Cuber
Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditempatkan di
atas kategori dari hak-hak yang berbeda.

2. Kesetaraan Sosial
Kesetaraan sosial adalah tata politik dimana semua orang yang berada dalam
suatu masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama.
Kesetaraan sosial atau persamaan sosial adalah keadaan dimana semua orang
dalam suatu masyarakat tertentu atau kelompok terisolisasi memiliki stats yang
sama dalam hal tertentu.

B. KRITERIA PERBEDAAN SOSIAL


1. Kriteria Diferensiasi Sosial
Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan ciri-ciri
sebagai berikut.
a. Ciri fisik
Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri tertentu. Misalnya warna
kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka dan sebagainya.
b. Ciri Sosial
Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang
menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda.
c. Ciri Budaya
Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu
masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau
kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan, dan ketangguhan (etos)
Kriteria yang menjadi pokok dan lokasi nyata suatu uraian tentang
kebudayaan suku bangsa (etnografi) adalah sebagai berikut.
a. Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh satu desa atau lebih,

3
b. Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh identitas
penduduk sendiri,
c. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh wilayah-wilayah geografis
(wilayah secara fisik),
d. Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh kesatuan ekologis.

2. Kriteria Stratifikasi Sosial


a. Kekayaan
b. Kekuasaan
c. Keturunan
d. Kepandaian ilmu pengetahuan
Selain kriteria yang telah dibahas tersebut, terdapat juga beberapa ciri
umum mengenai faktor-faktor yang menentukan adanya lapisan atau stratifikasi
sosial, yaitu sebagai berikut.
a. Status atas dasar fungsi dan pekerjaan, misalnya sebagai dokter, guru, dan
militer.
b. Status seseorang yang beragama
c. Latar belakang sosial dan lamanya seseorang atau kelompok yang tinggal
pada suatu tempat
d. Status atas dasar jenis kelamin dan umur

C. MACAM-MACAM PERBEDAAN SOSIAL


1. Bentuk-bentuk diferensiasi sosial
a. Diferensiasi ras
Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang
sama. Diferensiasi ras berarti pengelompokkan masyarakat berdasarkan ciri-
ciri fisiknya, bukan budayanya.
Secara garis besar, manusia dibagi ke dalam ras-ras sebagai berikut.
1) Menurut A.L. Krober (Dalam Arif Rahman : 2003)
a) Austroid, mecakup penduduk asli Australia (Aborigin)
b) Mongoloi
c) Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur)
d) Malyan Mongoloid (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filiphina,
penduduk asli taiwan)
e) American Mongoloid (penduduk asli Amerika)
f) Kaukasoid

2) Menurut Ralph Linton

4
a) Mongoloid, dengan ciri-ciri kulit kuning langsat sampai sawo matang,
rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit (terutama Asia Mongoloid).
b) Kaukasoid, memiliki ciri fisik hidung mancung, kulit putih, rambut pirang
sampai coklat kehitam-hitaman dan kelopak mata lurus
c) Negroid, dengan ciri fisik rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal dan
kelopak mata lurus.
Indonesia didiami oleh bermacam-macam sub ras sebagai berikut.
a) Negrito, yaitu suku bangsa Semang di semenanjung Malaya dan
sekitarnya.
b) Veddoid, yaitu Suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatera Selatan,
Toala dan Tomuna di Sulawesi.
c) Neo Melanosoid, yaitu penduduk kepulauan kei dan Aru
d) Melayu, yang terdir dari dua :
- Melayu Tua (Proto Melayu), yaitu orang batak, toraja dan dayak
- Melayu Muda (Deutro Melayu), yaitu orang Aceh, Minang, Bugis/Makasar, Jawa,
Sunda dan sebagainya.

b. Diferensiasi suku bangsa (etnis)


Suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang dianggap
mempunyai hubungan biologis.
Suku bangsa memiliki kesamaan berikut.
1) Ciri fisik, kesenian.
2) Bahasa daerah-adat istiadat
Suku bangsa yang ada di Indonesia antara lain :
a) Di pulau Sumatera : Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkulu, Jambi,
Palembang, Melayu, dan sebagainya.
b) Di Pulau Jawa : Sunda, Jawa, Tengger, dan sebagainya.
c) Di Pulau Kalimantan : Dayak, Banjar, dan sebagainya
d) Di Pulau Sulawesi : Bugis, Makasar, Toraja, Minahasa, Toli-toli,
Bolaang Mongondow, Gorontalo, dan sebagainya.

c. Diferensiasi klen (clan)


Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan
(religiomagis), dasn kesatuan adat (tradisi). Klen atas dasar garis
keturunan ayah (patrilineal) antara lain terdapat pada :
1) Masyarakat batak (dengan sebutan marga)
2) Marga batak karo : ginting, sembiring, singarimbun, barus, tambun,
paranginangin

5
3) Marga batak toba : nababan, simatupang, siregar
4) Marga batak mandailing : harahap, rangkuti, nasution, batubara,
daulay
5) Masyarakat minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : mandagi,
lasut, tombokan, pangkarego, paat, supit
6) Masyarakat ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasari,
Latuconsina, Lotul, Manuhutu, Goeslaw
7) Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain, Fernandes,
Wangge, Da Costa, Leimene, Kleden, De Rosari, Paeira.

d. Diferensiasi agama
Agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan
praktik yang berhubungan dengan hal-hal yang suci.
1) Komponen-komponen agama
a) Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap tidak rasional yang mampu
menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut dan juga percaya.
b) Sistem keyakinan, terwujud dalam bentuk pikiran/ gagasan
manusia seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam gaib,
kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang, dewa-
dewa dan sebagainya.
c) Upacara keagamaan, yang berupa bentuk ibadah kepada Tuhan,
dewa-dewa dan roh nenek moyang
d) Tempat ibadah, seperti masjid, gereja, pura, wihara, kuil, klenteng
2) Agama dan masyarakat
Dalam perkembangannya agama mempengaruhi masyarakat dan
demikian juga masyarakat mempengaruhi agama atau terjadi interaksi
yang dinamis.

e. Diferensiasi profesi
Profesi atau pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia
sebagai sumber penghasilan atau mata pencahariannya. Diferensiasi
profesi merupakan pengelompokan masyarakat yang didasarkan pada
jenis pekerjaan atau profesinya.

f. Diferensiasi jenis kelamin


Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan
pada perbedaan jenis kelamin (perbedaan biologis). Perbedaan biologis
ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara dan
sebagainya.

6
g. Diferensiasi asal daerah
Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal
daerah atau tempat tinggalnya. Terbagi menjadi :
- Masyarakat desa
- Masyarakat kota
Perbedaan orang desa dengan orang kota antara lain :
- Perilaku
- Tutur kata
- Cara berpakaian
- Cara menghias rumah, dll.
h. Diferensiasi partai

2. Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial


a. Stratifikasi sosial tertutup (closed sosial stratification)
Startifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit
mengadakan mobilitas vertikal.
Contoh :
1) Sistem kasta
Kaum sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan brahmana
2) Rasialis
Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa pindah
kedudukan di posiis kulit putih
3) Feodal
Kaum buruh tidak bisa pindah ke posisi juragan/ majikannya.
b. Stratifikasi sosial terbuka (opened sosial stratification)
Stratifikasi ini bersifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap
anggota strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal
maupun horizontal.
c. Stratifikasi sosial campuran
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi
tertutup dan terbuka. Misalnya seorang Bali berkasta Brahmana
mempunyai kedudukan terhormat, namun apabila ia pindah ke Jakarta
menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah.
1) Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria ekonomi
a) Kelas atas, yaitu orang-orang yang berpenghasilan atau kekayaan
dengan leluasa dapat memnuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya.
b) Kelas menengah, yaitu orang-orang yang berpenghasilan dan
kekayaannya dapat leluasa memenuhi kebutuhan hidup

7
mendasarnya, tetapi tidak leluasa untuk kebutuhan-kebutuhan
lainnya.
c) Kelas bawah, yaitu orang-orang yang dengan sumber daya
ekonominya hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup
mendasarnya, tetapi tidak leluasa atau bahkan tidak mampu untuk
itu.
2) Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria mata pencaharian
Secara umum dibagi kedalam lima lapisan, yaitu :
a) Golongan elit
b) Golongan professional
c) Golongan semi professional
d) Golongan tenaga terampil
e) Golongan tidak terlatih
3) Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria politik
Dibagi menjadi tiga, yaitu :
a) Tipe kasta
b) Tipe oligarkhis
c) Tipe demokratis
4) Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria pendidikan
Berdasarkan kriteria pendidikan terdiri dari :
a) Lapisan masyarakat berpendidikan tinggi
b) Lapisan masyarakat berpendidikan menengah
c) Lapisan masyarakat berpendidikan rendah
d) Lapisan masyarakat tuna aksara
5) Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria sosial
a) Stratifikasi sosial pada masyarakat feodal
b) Stratifikasi sosial pada masyarakat kasta
c) Stratifikasi sosial pada masyarakat rasial

D. DAMPAK PERBEDAAN SOSIAL


1. Pengaruh Diferensiasi Sosial Berdasarkan Kasus dalam Masyarakat
a. Konflik
Konflik merupakan proses atau keadaan ketika dua pihak atau lebih berusaha
menggagalkan tujuan pihak lain karena terdapat perbedaan pendapat, nilai-
nilai maupun tuntutan masing-masing pihak yang berselisih melalui ancaman
maupun kekerasan
b. Integrasi

8
Merupakan proses penyatuan dua unsur yang berbeda sehingga dapat
mengakibatkan tercapainya suatu keinginan yang berjalan baik dan seimbang
1) Integrasi Sosial
Merupakan suatu proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling
berbeda dan terapat dalam kehidupan sosial.
2) Integrasi Nasional
a) Proses penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya ke dalam
kesatuan wilayah dalam pembentukan suatu identitas nasional
b) Proses penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat
menjadi satu keseluruhan yang lebih utuh
c) Proses memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak
jumlahnya menjadi satu bang sa
Faktor penghambat integrasi sosial dan nasional antara lain :
- Kurangnya toleransi antargolongan
- Keadaan frustasi dalam masyarakat
- Kesenjangan sosial
- Munculnya sikap etnosentrisme dan primodialisme
2. Dampak Stratifikasi Sosial
Stratifikasi dapat terjadi dengan sendirinya dan dapat juga terjadi secara
disengaja, sehingga stratifikasi sosial dapat menimbulkan dampak positif
maupun dampak negatif.
a. Dampak positif
1) Adanya kemauan dari setiap individu di dalam masyarakat
2) Meningkatnya pemerataan pembangunan setiap daerah
b. Dampak negatif
1) Konflik antarkelas
2) Konflik antarkelompok sosial
3) Konflik antargenerasi
E. UPAYA MENCAPAI KESETARAAN SOSIAL
1. Perbedaan Ras
Warga negara Indonesia ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-
orang bangsa lain yang disahkan Undang-undang sebgai warga negara.
Perbedaan ras yang ada hendaknya jangan dijadikan masalah yang mengancam
isintegrasi bangsa.
2. Perbedaan Agama
Adapun fungsi dari lembaga keagamaan adalah sebagai berikut :
 Tempat untuk membahas dan menyelesaikan segala masalah yang
menyangkut keagamaan

9
 Media menyampaikan gagasan yang bermanfaat bagi umat dan bangsa
Di Indonesia ada lima lembaga keagamaan yang keberadaannya diakui oleh
pemerintah, yaitu :
a. MUI (Majelis Ulama Indonesia) – Islam,
b. PGI (Persekutuan Gereja-gereja Indonesia) – Kristen,
c. KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia) – Katolik,
d. WALUBI (Perwakilan Umat Budha Indonesia) – Buddha,
e. PHDI (Parisada Hindu Darma Indonesia) – Hindu.
3. Perbedaan gender
Gender adalah jenis kelamin manusia yaitu laki-laki dan perempuan. Setiap
warga negara baik laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukan yang sama.
4. Perbedaan golongan sosial
Golongan sosial adalah suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh ciri tertentu
serta mempunyai ikatan identitas sosial.
5. Perbedaan budaya
Menurut pendapat Selo Soemardjan dan Soelaiman, kebudayaan adalah semua
hasil cipta, rasa dan karsa manusia
Faktor utama yang mempengaruhi pembentukan kebudayaan antara lain :
 Lingkungan
 Pertemuan antarbangsa, dan
 Kepercayaan yang kuat dan mengakar
6. Perbedaan suku
Suku adalah golongan bangsa sebagai bagian dari bangsa yang lebih besar.
Suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan
identitas akan kesatuan kebudayaan.
Upaya-upaya dalam membina keserasian
 Menciptakan suasana damai, aman, dan tenteram dalam pergaulan hidup;
 Saling menghormati dan menghargai hak-hak orang lain;
 Tenggang rasa; dsan
 Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan
Untuk memperkuat kehidupan harmonis dalam masyarakat dapat menggunakan
indikator sebagai berikut :
a. Kempuan masyarakat melindungi warganya yang di dalam realitasnya
bersifat majemuk baik secara vertikal maupun secara horizontal
b. Partisipasi masyarakat dalam organisasi melalui kegiatan organisasi yang
menjalin hubungan antarwarga masyarakat
c. Kemampuan masyarakat untuk mencegah dan mengelola konflik dengan
cara membangun toleransi melalui pendekatan sistem sosial.

10
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Tak sama dengan stratifikasi sosial yang menggolongkan masyarakat menjadi


struktur kelas vertikal maka perbedaan sosial menggolongkan masyarakat secara
horisontal atau hanya ciri fisik saja. Meski begitu, stratifikasi sosial dan perbedaan
sosial mempunyai kesamaan yakni keduanya memperlihatkan keanekaragaman dalam
masyarakat.
Meskipun adakalanya memunculkan beberapa konflik namun keanekaragaman
yang ada pun bisa menjadi potensi untuk pembangunan. Keanekaragaman yang
muncul di masyarakat bisa mendorong dinamika.
Sejumlah ciri berikut ini umumnya dipakai sebagai pertanda adanya perbedaan sosial
dalam masyarakat.
Beberapa ciri tersebut menjadi ciri khas yang membuat suatu komunitas terlihat
berbeda dibanding komunitas yang lain.
- Ciri fisik
Adalah beberapa ciri yang terkait sifat yang bisa dilihat diantaranya warna kulit,
bentuk dan warna rambut, postur tubuh serta bentuk dan warna mata.

- Ciri sosial
Merupakan ciri yang terkait dengan peran warga masyarakat dalam bermasyarakat.
Seperti yang sudah diketahui bersama setiap warga masyarakat mempunyai peran
dan tugas berbeda-beda yang berhubungan dengan pekerjaan, profesi ataupun
mata pencaharian sehari-hari baik untuk kepentingan diri sendiri ataupun
kepentingan masyarakat. Pekerjaan, profesi ataupun mata pencaharian yang
dijalani seseorang tak serta merta memperlihatkan terjadinya strata vertikal namun
menunjukkan keragaman bakat dan minat warga masyarakat yang bersifat
horisontal.

- Ciri budaya
Adalah ciri yang terkait adat-istiadat dan kebudayaan yang tumbuh dalam
masyarakat. Tiap bangsa mempunyai adat-istiadat dan kebudayaan berlainan. Di
negara kita saja ada kurang-lebih 200 sistem adat dan budaya sebagaimana bisa
diamati dalam masyarakat Jawa, Sunda, Bali, Madura, Lombok, Batak, Dayak, dan
suku-suku lainnya. Bila dilihat secara global pastinya sistem adat dan budaya
sangat banyak jumlahnya. Bangsa-bangsa di Asia, Afrika, Australia, Eropa maupun
Amerika pasti memiliki ciri khas yang membuatnya beda dari yang lain.

Kesetaraan sosial adalah tata politik sosial di mana semua orang yang berada
dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu memiliki status yang sama.
Setidaknya, kesetaraan sosial mencakup hak yang sama di bawah hukum, merasakan
keamanan, memperolehkan hak suara, mempunyai kebebasan untuk berbicara dan
berkumpul, dan sejauh mana hak tersebut tidak merupakan hak-hak yang bersifat atau
bersangkutan secara personal. hak-hak ini dapat pula termasuk adanya akses untuk
mendapatkan pendidikan, perawatan kesehatan dan pengamanan sosial lainnya yang
sama dalam kewajiban yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

11
DAFTAR PUSTAKA

Tim Masmedia Buana Pustaka. Sosiologi Untuk SMA/MA Kelas XI. Masmedia.Sidoarjo:

2014.

http://savieraandriany.blogspot.co.id/2016/02/makalah-masalah-sosial.html

http://www.fauzulmustaqim.com/2015/12/makalah-sosiologi-tentang-masalah.html

12
KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah kita haturkan kepada Tuhan yang maha kuasa yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga kami berhasil menyelesaikan sosiologi
yang berjudul “Perbedaan dan Kesetaraan Sosial”.

Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
perbedaan dan kesetaraan sosial di masyarakat.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan
demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.

Panyabungan, November 2017

Penulis

i
13
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. i

DAFTAR ISI .............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1

1. Latar Belakang .................................................................................. 1

2. Tujuan ............................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 2

A. PENGERTIAN PERBEDAAN DAN KESETARAAN SOSIAL ............ 2


1. Perbedaan Sosial ....................................................................... 2
2. Kesetaraan Sosial ...................................................................... 3

B. KRITERIA PERBEDAAN SOSIAL .................................................... 3


1. Kriteria Diferensiasi Sosial .......................................................... 3
2. Kriteria Stratifikasi Sosia ............................................................. 4

C. MACAM-MACAM PERBEDAAN SOSIAL ......................................... 4


1. Bentuk-bentuk diferensiasi sosial ............................................... 4
2. Bentuk-bentuk Stratifikasi Sosial ................................................ 7

D. DAMPAK PERBEDAAN SOSIAL ...................................................... 8


1. Pengaruh Diferensiasi Sosial Berdasarkan Kasus dalam
Masyarakat ................................................................................. 8
2. Dampak Stratifikasi Sosial .......................................................... 9

E. UPAYA MENCAPAI KESETARAAN SOSIAL


1. Perbedaan Ras........................................................................... 9
2. Perbedaan Agama ...................................................................... 9
3. Perbedaan gender ...................................................................... 10
4. Perbedaan golongan sosial ........................................................ 10
5. Perbedaan budaya ..................................................................... 10
6. Perbedaan suku ......................................................................... 10

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 11

Kesimpulan ............................................................................................ 11

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 12

ii
14

Anda mungkin juga menyukai