Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BAHASA INDONESIA

POLA DAN JENIS KALIMAT MENURUT STRUKTUR


GRAMATIKAL

Dosen Mata Kuliah :


Nina Gantina, M.Pd

Disusun Oleh:
Peris Gultom NIM 3333170032

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas kasih dan karuniaNya,

sehingga saya dapat menyelesaika makalah mengenai “Kalimat”. Saya

berterima kasih kepada ibu Nina Gantina, M.Pd selaku dosen mata kuliah

Bahasa Indonesia yang telah memberikan tugas kepada saya.

Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam menambah

wawasan serta pengetahuan saya mengenai kalimat dalam berbahasa

Indonesia.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat

kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap

adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya

buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada yang sempurna tanpa

saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang

membacanya.

Cilegon, 14 Februari 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i

DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

A. Latar Belakang ...................................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ................................................................................ 1

C. Tujuan ................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3

A. Definisi Kalimat ..................................................................................... 3

B. Pola Dasar Kalimat ............................................................................... 4

C. Jenis Kalimat Menurut Struktur Gramatikal ........................................... 7

BAB III SIMPULAN DAN SARAN.................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 12

ii
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam berbahasa, baik secara lisan maupun tulis, kita sebenarnya

tidak mengunakan kata-kata secara lepas. Akan tetapi, kata-kata itu

terangkai mengikuti aturan atau kaidah yang berlaku sehingga

terbentuklah rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan,

pikiran, atau perasaan. Rangkaian kata yang dapat mengungkapkan

gagasan, pikiran, atau perasaan itu dinamakan kalimat.

Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke

dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan

lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat

dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar

tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus

didasarkan pada kaidah yang berlaku. Berdasarkan uraian diatas, maka

makalah ini membahas mengenai pola dasar kalimat beserta jenis kalimat

menurut struktur gramatikal.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan kalimat?

2. Bagaimana pola dasar suatu kalimat?

3. Adapa berapakah jenis kalimat menurut struktur gramatikal?

1
C. Tujuan

1. Memahami dan mengerti arti kalimat

2. Mengetahui dan mengerti pola dasar kalimat

3. Mengetahui jenis kalimat menurut struktur gramatikal

2
BAB II PEMBAHASAN

A. Definisi Kalimat

Dalam berbagai literatur sering kita temukan bahwa kalimat

diartikan sebagai kumpulan kata-kata dan memenuhi unsur subjek,

predikat, dan objek. Dalam kenyataannya tidak semua kalimat yang

digunakan dalam tuturan sehari-hari memenuhi persyaratan tersebut.

Pengertian kalimat sebagai kumpulan kata-kata dan memenuhi unsur

subjek, predikat, dan objek tidaklah tepat, pengertian diatas lebih

mengacu pada pengertian klausa.

Kalimat yaitu rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan,

pikiran, atau perasaan. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang

mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun

tulisan. Pada kalimat sekurang kurangnya harus memiliki subjek (S) dan

predikat (P). Bila tidak memiliki subjek dan predikat maka bukan disebut

kalimat tetapi disebut frasa.

Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan

keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Bila

diekspresikan kedalam wacana tulisan, kalimat itu akan tampak dengan

penandaan berupa penulisan ejaan yang disempurnakan, seperti

penulisan diawali dengan hurup kapital dan diakhiri dengan tanda baca

titik(.), seru(!), dan tanya(?).

3
B. Pola Dasar Kalimat

Kalimat yang kita gunakan sesungguhnya dapat dikembalikan ke

dalam sejumlah kalimat dasar yang sangat terbatas. Dengan perkataan

lain, semua kalimat yang kita gunakan berasal dari beberapa pola kalimat

dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar

tersebut kita kembangkan, yang pengembangannya itu tentu saja harus

didasarkan pada kaidah yang berlaku.

Berdasarkan keterangan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan

bahwa kalimat dasar ialah kalimat yang berisi informasi pokok dalam

struktrur inti, belum mengalami perubahan. Perubahan itu dapat berupa

penambahan unsur seperti penambahan keterangan kalimat ataupun

keterangan subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap. Kalimat dasar

dapat dibedakan ke dalam delapan tipe sebagai berikut:

1. Kalimat Dasar Berpola S P

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek dan predikat.

Predikat kalimat untuk tipe ini dapat berupa kata kerja, kata benda,

kata sifat, atau kata bilangan. Misalnya:

Mereka / sedang berenang.

S P (kata kerja)

4
2. Kalimat Dasar Berpola S P O

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan objek.

subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba

transitif, dan objek berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

Mereka / sedang menyusun / karangan ilmiah.

S P O

3. Kalimat Dasar Berpola S P Pel.

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan

pelengkap. Subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa

verba intransitif atau kata sifat, dan pelengkap berupa nomina atau

adjektiva. Misalnya:

Anaknya / beternak / ayam.

S P Pel.

4. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel.

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan

pelengkap. subjek berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa

verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan

pelengkap berupa nomina atau frasa nominal. Misalnya:

Dia / mengirimi / saya / surat.

S P O Pel.

5. Kalimat Dasar Berpola S P K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, dan harus

memiliki unsur keterangan karena diperlukan oleh predikat. Subjek

5
berupa nomina atau frasa nominal, predikat berupa verba intransitif,

dan keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Mereka / berasal / dari Surabaya.

S P K

6. Kalimat Dasar Berpola S P O K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan

keterangan. subjek berupa nomina atau frasa nomina, predikat berupa

verba intransitif, objek berupa nomina atau frasa nominal, dan

keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Kami / memasukkan / pakaian / ke dalam lemari.

S P O K

7. Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat,

pelengkap, dan keterangan. Subjek berupa nomina atau frasa

nominal, predikat berupa verba intransitif atau kata sifat, pelengkap

berupa nomina atau adjektiva, dan keterangan berupa frasa

berpreposisi. Misalnya :

Ungu / bermain / musik / di atas panggung.

S P Pel. K

8. Kalimat Dasar Berpola S P O Pel. K

Kalimat dasar tipe ini memiliki unsur subjek, predikat, objek,

pelengkap, dan keterangan. subjek berupa nomina atau frasa

6
nominal, predikat berupa verba intransitif, objek berupa nomina atau

frasa nominal, pelengkap berupa nomina atau frasa nominal, dan

keterangan berupa frasa berpreposisi. Misalnya:

Dia / mengirimi / ibunya / uang / setiap bulan.

S P O Pel. K

C. Jenis Kalimat Menurut Struktur Gramatikal

Kalimat dalam Bahasa Indonesia dibagi menjadi beberapa jenis

dilihat dari strukturnya, kalimat dibagi menjadi kalimat tunggal dan kalimat

majemuk. Kalimat majemuk ini kemudian dapat pula dibedakan menjadi

kalimat majemuk stara (koordinatif), kalimat majemuk bertingkat

(subordinatif) dan kalimat majemuk campuran (koordinatif-subordinatif).

1. Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal merupakan kaimat yang hanya mempunyai satu

gagasan utuh terdiri atas satu Subjek (S) dan satu Predikat (P).

Biasanya kalimat tuggal ini berbentuk klausa tunggal unsur Objek

Pelengkap dan Keterangan tidak diharuskan ada pada kalimat

tunggal. Namun, jika Predikat berbentuk verbal trasnsitif maka unsur

Objek (O) diperlukan untuk melengkapi unsur Predikat.

Menuruk Cook (1971:38) dan Elson and Pickett (1969:123)

kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa bebas

tanpa klusa terikat.

Contoh : Bayu pergi

7
1. Kalimat Majemuk

Berbeda dengan kalimat tunggal yang hanya dibentuk oleh satu

klausa, kalimat majemuk merupakan kalimat yang dibentuk dari

gabungan dua atau lebih klausa. Kalimat majemuk dibagi menjadi

tiga, yaitu: kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertigkat dan

kalimat majemuk campuran.

a. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat ini memiliki dua klausa yang sifatnya sederajat

yang digabungkan melalui konjungsi. Artinya, kedua klausa

bersifat koordinatif sehingga masing-masing dapat berdiri menjadi

kalimat sendiri apabila konjungsinya dilepaskan. Konjungsi yang

biasa menggabungkan dua atau lebih klausa pada kalimat ini di

antaranya, dan, sementara, dan lalu.

Contoh Kalimat Majemuk Setara:

Klausa 1 : Kakak bertanding sepak bola

Klausa 2 : Adik menonton di pinggir lapangan

Gabungan : Kakak bertanding sepak bola, sementara adik

menonton di pinggir lapangan.

Baik Klausa 1 maupun Klausa 2 merupakan bentuk klausa

utuh yang setidaknya memiliki subjek dan predikatnya masing-

masing. Karena itu, kalaupun tidak dihubungkan dengan

konjungsi sementara, keduanya masih dapat berdiri menjadi

kalimat yang sempurna.

8
b. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat yaitu kalimat yang memiliki

dua klausa atau lebih yang hubungannya tidak sejajar. Karena

ketidaksejajaran tersebut, salah satu klausa tidak dapat berdiri

sendiri.

Bagian klausa inilah yang akan menjadi anak kalimat

dalam kalimat tersebut. Sementara itu, klausa yang mampu berdiri

sendiri kalaupun dipisahkan dari kalimat majemuk tersebut

disebut sebagai induk kalimat. Kedua bagian kalimatnya biasanya

dihubungkan dengan konjungsi, seperti ketika, walaupun, sebab,

karena, dan meskipun.

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat:

Klausa 1 : Lia kerap terlambat datang ke sekolah

Klausa 2 : rumahnya jauh

Gabungan : Lia kerap terlambat datang ke sekolah karena

rumahnya jauh.

Klausa 1 merupakan induk kalimat karena memiliki unsur

klausa yang lengkap, yakni subjek (Lia) dan predikat (terlambat).

Karena hal tersebut jugalah, Klausa 1 dapat berdiri sendiri

menjadi sebuah kalimat utuh. Sementara itu, Klausa 2 hanya

memiliki predikat (rumahnya) sehingga tidak dapat menjadi

kalimat utuh yang membutuhkan subjek.

9
c. Kalimat Majemuk Campuran

Sesuai dengan namanya, jenis kalimat yang satu ini memiliki

penggabungan antara bentuk kalimat setara ataupun rapatan

dengan kalimat majemuk bertingkat. Di dalamnya, teman-teman

bisa menemukan dua buah konjungsi atau lebih yang sifatnya

menjadi kata hubung koordinatif maupun bukan. Jumlah

klausanya pun lebih dari dua.

Contoh Kalimat Majemuk Campuran:

Klausa 1 : Aku bermain basket di lapangan terbuka

Klausa 2 : Rayi bermain basket di lapangan terbuka

Klausa 3 : Anto bermain basket di lapangan terbuka

Klausa 4 : hujan

Gabungan : Aku, Rayi, dan Anto bermain basket di lapangan

terbuka, meskipun hujan.

Klausa 1-3 merupakan induk kalimat yang dapat digabung

menjadi kalimat majemuk rapatan sebab memiliki predikat, objek,

dan keterangan yang sama. Sementara itu, hujan yang

merupakan klausa tidak sempurna menjadi anak kalimat.

10
BAB III SIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari hasil kajian makalah yang telah di buat mulai dari pendahuluan,

kajian materi dari beberapa literatur atau sumber yang penulis peroleh serta

data-data yang mendukung terhadap makalah ini. Kajian makalah ini dapat

disimpulkan beberapa hal sebagi berikut:

1. Kalimat yaitu rangkaian kata yang dapat mengungkapkan gagasan,

pikiran, atau perasaan. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang

mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun

tulisan.

2. Pola Dasar Kalimat Bahasa Indonesia: Kalimat Dasar Berpola S P,

Kalimat Dasar Berpola S P O, Kalimat Dasar Berpola S P Pel., Kalimat

Dasar Berpola S P O Pel., Kalimat Dasar Berpola S P K, Kalimat Dasar

Berpola S P O K, Kalimat Dasar Berpola S P Pel. K, Kalimat Dasar

Berpola S P O Pel. K

3. Jenis kalimat menurut struktur gramatikal terbagi menjadi dua yaitu

Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Saran

Pada kenyataannya, pembuatan makalah ini masih bersifat sangat

sederhana dan simpel. Serta dalam Penyusunan makalah inipun masih

memerlukan kritikan dan saran bagi pembahasan materi tersebut.

11
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Yuanis, dkk. 2011. Kemampuan Menulis & Berbicara Akademik.


Bandung: Rizqi Press. Rabu, 14 Februari 2018, 20.32 WIB.

Alwasilah, A.C. 2002. Pokoknya Kualitatif: Dasar-dasar Merancang dan


Melakukan Penelitian Kualitatif. Bandung: Dunia Pustaka Jaya. Rabu,
14 Februari 2018, 19.00 WIB.

Heryati, Yeti, dkk. 2012. Pengembangan Kompetensi Bahasa Indonesia.


Bandung: Pusat Bahasa. Rabu, 14 Februari 2018, 21.00 WIB.

Hikmat Ade, Dr. 2013. Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana


Indonesia. Rabu, 14 Februari 2018, 21.20 WIB.

Iswara, P.D. 2000. Variasi Pola Kalimat dan Keterbacaannya.Tesis.


Bandung: UPI Bandung. Rabu, 14 Februari 2018, 19.10 WIB.

Santoso, Azis. 2008. Penelitian Pola Kalimat Bahasa Indonesia. Tanpa


nama tempat. Rabu, 14 Februari 2018, 20.07 WIB.

Tanpa nama. 2009. Penelitian Variasi Pola Kalimat Bahasa. Tanpa nama
tempat. http://jurnal-sastra.blogspot.com/2009/02/penelitian-variasi-
pola-kalimat-bahasa.html. Rabu, 14 Februari 2018, 21.44 WIB.

Tanpa nama. 2009. Struktur Kalimat Bahasa Indonesia.


http://sitompulke17.wordpress.com/2009/11/03/struktur-kalimat-
bahasa-indonesia. Tanpa nama tempat. Rabu, 14 Februari 2018,
22.30 WIB

Tanpa nama. Tanpa tahun. Kalimat Majemuk. Tanpa nama tempat.


http://www.studiobelajar.com/kalimat-majemuk. Rabu, 14 Februari
2018 22.43 WIB.

12
Tanpa nama. Tanpa tahun. Pengertian Kalimat dan Unsur Kalimat. Tanpa
nama tempat.
http://organisasi.org/pengertian_kalimat_dan_unsur_kalimat. Rabu, 14
Februari 2018, 22.00 WIB.

13