Anda di halaman 1dari 21

TUGAS LAPORAN MODUL 2 BLOK 11

PRINSIP PREPARASI DAN RESTORASI INDIRECT

Tutor :

Drg. Eni Rahmi, Sp.Pros

Oleh :

ATIKA RAHMAYENI
1611412007

PENDIDIKAN DOKTER GIGI

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2018
MODUL 2

INDIRECT RESTORATION

Skenario 2 :

Crown Pilihan

Hari ini pasien dokter gigi Ipul datang untuk dilakukan pengisian pada saluran akar
gigi 11. Jika pada kunjungan berikutnya tidak ada keluhan,gigi tersebut akan direstorasi akhir.
Pasiennya antusias mendengar gigi depannya akan ditambal tetap.

Sebelum pasiennya pulang,dokter Ipul menjelaskan beberapa pilihan restorasi pasca


endo pada pasiennya. Dokter Ipul memberikan kesempatan pada pasiennya untuk
memilih,apalagi gigi yang akan direstorasi adalah gigi anterior. Setelah mendengar penjelasan
dokter Ipul, pasiennya memilih restorasi porcelain crown yang pembuatannya dilakukan
diluar mulut. Pasiennya senang mendapat penjelasan dari dokter Ipul mengenai beda restorasi
setalah perawatan saluran akar untuk gigi depan dan gigi belakang. Kemudian pasien tersebut
juga menanyakan pada dokter Ipul restorasi untuk sepupunya (7 tahun) yang juga telah
dirawat saluran akar pada gigi gerahamnya sulungnya.

Bagaimana saudara menjelaskan hal ini ?


LANGKAH 7 JUMPS
Langkah 1 Mengklarifikasi terminologi yang tidak diketahui dan mendefinisikan
hal-hal yang dapat menimbulkan kesalahan interpretasi.
1. Porcelain crown : gigi tiruan cekat yang berguna menggantikan anatomis gigi yang
terbuat dari bahan porcelain
2. Restorasi indirect : restorasi stuktur gigi yang dilakukan diluar mulut pasien yang
pekerjaannya dilakukan di laboratorium,dalam masa perawatan membutuhkan lebih darii
satu kali kunjungan.
Langkah 2 Menentukan masalah
1. Bagaimana syarat ideal pasca perawatan endodontik ?
2. Tujuan restorasi gigi anterior pasca perawatan endodontik ?
3. Apa perbedaan restorasi setelah PSA pada gigi posterior dan anterior ?
4. Apa saja jenis-jenis restorasi indirect ?
5. Apa saja bahan untuk restorasi indirect ?
6. Apa saja indikasi dan kontraindikasi restorasi indirect ?
7. Apa keuntungan menggunakan teknik indirect dibanding direct ?
8. Apa kelebihan dan kekurangan porcelain crown ?
9. Apa saja syarat porcelain dalam kedokteran gigi ?
10. Apa teknik restorasi pada pasien yang berumur 7 tahun ?
Langkah 3 Menganalisa masalah melalui brain storming dengan menggunakan prior
knowledge
1. Bagamaina syarat ideal pasca perawatan endodontik ?
 Menutupi koronal secara menyeluruh agar dapat mencegah terjadinya infeksi berulang
 Melindungi struktur gigi yang tersisa
 Memiliki retensi agar restorasi tidak lepas
 Memiliki resistensi agar mampu menahan daya kunyah
 Mampu mengembalikan fungsi gigi
 Dapat mecapai oklusi yang baik
 Memperhatikan posisi gigi

2. Tujuan restorasi gigi anterior pasca perawatan endodontik ?


 Untuk mempertahankan kerapatan
 Untuk mempertahankan fungsi estetik
 Untuk mempertahankan jaringan gigi yang tersisa
 Agar gigi tidak musah rapuh

3. Apa perbedaan restorasi setelah PSA gigi anterior dan posterior ?


 Anterior
 Menggunakan bahan kuat seperti logam
 Bisa juga campuran logam dan porselen
 Posterior
 Bahan yang digunakan lebih lunak seperti porselen
 Bisa juga menggunakan resin komposit
 Menggunakan inti dan pasak

4. Apa saja jenis restorasi indirect ?


 Restorasi inlay
 Restorasi onlay
 Crown pengganti
 Veneer porcelain
5. Apa saja bahan untuk restorasi indirect ?
 Logam
 Resin komposit : inlay dan onlay
 Porselen
 Porselen fused metal
 Alloy emas

6. Apa saja indikasi dan kontraindikasi restorasi indirect ?


a. Restorasi inlay
Indikasi :
 Kerusakan gigi atau karies yang meliputi permukaan oklusal dan proksimal gigi
posterior dan hanya mengenai sebagian cusp saja
 Baik untuk kavitas yang kecil atau karies proksimal yang lebar
 Kavitas dengan bentuk preparasi lebih dari 1,5 jarak central fossa ke puncak
cusp
 Mengembalikan estetik pada restorasi gigi posterior yang mengalami kerusakan
akibat adanya karies sekunder
Kontra indikasi :
 Kebersihan rongga mulut yang buruk
 Pada pasien dengan insiden karies yang tinggi pada pasien muda dibawah 10
tahun
 Pada kavitas yang besar di daerah proksimal pada gigi depan (anterior)
b. Restorasi onlay
Indikasi :
 Abrasi gigi posterior yang luas
 Kerusakan gigi posterior yang besar tetapi email dan dentin bagian bukal dan
lingualnya masih sehat
 Telah dirawat endodontik
 Memperbaiki fungsi oklusi
 Lebar isthmus telah melebihi 1/3 jarak antar cusp
Kontra indikasi :
 Dindingan bukal dan lingual sudah rusak
 Mahkota klinis pendek
c. Veneer porcelain
Indikasi :
 Memperbaiki estetika dari gigi anterior yang mengalami perubahan warna atau
hipoplastik
 Restorasi yang disebabkan karena truma,fraktur,serta pertumbuhan gigi yang
kurang sempurna
 Untuk kasus diastema
 Untuk karies apabila tidak terlalu luas tetapi dangkal dan perubahan wrna gigi
akibat penambalan
Kontra indikasi :
 Penderita dengan relasi oklusi edge to edge
 Pasien dengan oklusi berat
 Kesehatan mulut yang buruk
 Kekurangan mineral dan fluoride pada gigi
 Bad habbit bruxism
d. Mahkota pasak
Indikasi :
 Gigi pasca PSA dengan mahkota yang sudah rusak dan tidak dapat direstorasi
secara konvensional
 Merupakan single restorasi untuk memperbaiki inklinasi gigi
 Sebagai abutment gigi tiruan cekat
Kontra indikasi :
 Posisi gigi dengan gigitan tertutup dan edge to edge
 Penderita dengan bad habbit
 Kesehatan umum yang tidak baik
 Gigi berakar pendek dan tipis
e. All metal crown
Indikasi :
 Gigi posterior atas dan bawah
 Penderita oklusi dan artikulasi yang hebat
 Tekanan kunyah yang besar dan tidak memerlukan estetik
 Gigi dengan karies servikal
Kontra indikasi :
 Gusi yang sensitif terhadap logam
 Estetika

7. Apa keuntungan menggunakan teknik indirect dibanding direct ?


Keuntungan restorasi secara indirect resin komposit dibanding restorasi secara
direct adalah dapat dihindarinya kontraksi akibat polimerisasi bahan komposit, segingga
kebocoran tepi dapat dihindari.

8. Apa kelebihan dan kekurangan porcelain crown ?


 kelebihan : memiliki nilai esetis yang baik dan hampir menyerupai warna gigi
 kekurangan : rapuh

9. Apa saja syarat porcelain dalam kedokteran gigi ?


 Dapat memberikan penampilan natural gigi
 Biokompatibel
 Tidak toksik
 Tidak mengiritasi
 Tidak mengabrasi gigi antagonis
 Tidak dapat larut dalam saliva
 Dapat beradaptasi dengan baik dalam temperatur rongga mulut

10. Apa teknik restorasi pada pasien yang berumur 7 tahun ?


 Stainless steel crown (SSC)
 Poly carbonat crown (PCC)
Langkah 4 Skema

Pasien drg.
Ipul

PSA gigi PSA gigi


Syarat
ideal

Restorasi Preparasi dan


Tujuan
pasca endo Restorasi gigi
decidui
Perbedaan
posterior
dan
anterior SSC PCC

Restorasi Restorasi
Tujuan
direct indirect

Syarat ideal

Restorasi Porcelain Veneer


Onlay Crown Porcelain

Restorasi All Metal Metal


Inlay Porcelain

Indikasi dan Kelebihan dan tahapan


kotraindikasi kekurangan
Langkah 5 Learning Objective
1. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Restorasi Indirect
2. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Jenis Restorasi Indirect
3. Mahasiswa Mampu Memahami dan Menjelaskan Restorasi Indirect Gigi Sulung

Langkah 6 Mengumpulkan informasi di perpustakaan, internet, dan lain-lain


Langkah 7 Sintesa dan uji informasi yang telah diperoleh

Restorasi Indirect
Restorasi indirect ini juga dikenal dengan restorasi rigid yaitu restorasi yang dibuat
diluar mulut dari bahan yang rigid atau kaku dan di semen pada preparasi kavitas gigi dengan
bahan perantara golongan semen. Restorasi akhir gigi pasca perawatan saluran akar
merupakan bagian integral kunci keberhasilan. Berdasarkan kenyataan bahwa kegagalan lebih
sering disebabkan restorasi yang tidak adekuat dibanding hasil perawatan saluran akarnya
sendiri.
Restorasi yang ideal harus dapat melindungi permukaan oklusal dan menggantikan
tonjol-tonjol yang hilang agar dapat secara optimal melindungi struktur mahkota gigi dan
menambah ketahanan. Jenis restorasi yang diindikasikan bisa restorasi plastis maupun rigid.
Namun pada gigi yang pasca perawatan saluran akar lebih banyak memakai restorasi rigid.
Oleh karena banyak masalah-masalah restorasi yang memerlukan pemecahan dan batasan-
batasan tertentu yang tidak dapat diselesaikan dengan menggunakan restorasi plastis. Karena
untuk masing-masing restorasi diperlukan dukungan dari gigi. Bila dukungan dari gigi
terbatas atau bahkan tidak ada, restorasi tuang merupakan restorasi pilihan.
Restorasi indirek sering digunakan untuk gigi yang kehilangan banyak strukturnya karena
dapat mengembalikan kontur, fungsi, dan penampilan dari gigi. Indikasi penggunaan restorasi
indirek adalah pada kasus karies primer atau karies akibat restorasi yang sudah ada, fraktur
jaringan gigi, dan dampak dari trauma. Restorasi indirek dapat berupa restorasi intrakoronal
(inlei), ekstrakoronal (mahkota jaket), dan kombinasi intra dan ekstrakoronal (onlei) (Bartlett dan
Ricketts, 2007; Walmsley dkk., 2007).

Syarat ideal pasca perawatan endodontik

 Menutupi koronal secara menyeluruh agar dapat mencegah terjadinya infeksi berulang
 Melindungi struktur gigi yang tersisa
 Memiliki retensi agar restorasi tidak lepas
 Memiliki resistensi agar mampu menahan daya kunyah
 Mampu mengembalikan fungsi gigi
 Dapat mecapai oklusi yang baik
 Memperhatikan posisi gigi
Jenis- Jenis Restorasi Indirect
1. Inlay dan Onlay
Inlay merupakan tumpatan intrakoronal yang dibentuk diluar mulut dengan cara
membuat model malam terlebih dahulu,kemudian dibuat dari logam atau bukan logam
(porselen/akrilik) dan disemenan pada kavitas yang telah dipreparasi. Onlay merupakan
etorasi tumpatan tuang yang terdiri dari sebagian intra koronal dan sebagian ekstra koronal
dengan tujuan untuk melindungi tonjol gigi.

Ada beberapa macam inlay dan onlay berdasarkan bahannya :


 Inlay dan Onlay Logam
Inlay merupakan restorasi intrakoronal bila kerusakan mengenai sebagian cusp atau
tambalan yang berada di antara cusp,sehingga ukurannya biasanya tidak begitu luas. Onlay
merupakan restorasi intrakoronal bila kerusakan mengenai lebih dari 1 cusp atau lebih dari 2/3
dataran oklusalkarena sisa jaringan gigi yang tersisa sudah lemah.
Indikasi :
 Untuk mempertahankan kontak interproksimal yang tepat dan kontur dan untuk koreksi
bidang oklusal
 Pada pasien dengan kebersihan mulut yang baik dan indeks karies rendah
 Restorasi postendodontik sebaiknya dipulihkan oleh onlay untuk memperkuat struktur
gigi yang tersisa dan untuk mendistribusikan kekuatan oklusal
 Pada gigi dengan restorasi luas, terkadang garis fraktur ada pada enamel dan dentin. Inlay
dan onlay dapat menahan gigi dan mencegah fragmentasi gigi
Kontraindikasi :
 Dimana estetika menjadi pertimbangan pertama karena logam inlay dan onlay
manampilkan warna metal
 Pasien yang memiliki indeks karies tinggi
 Ketika pasien tidak dapat datang pada kunjungan kedua
Kelebihan :
 karena dibuat dengan teknik tidak langsung, ada perbanyakan reproduksi kontak dan
kontur
 Lebih tahan aus dibanding restorasi komposit
 Lebih biokampatibel dengan respon yang lebih baik
Kekurangan :
 Lebih mahal
 Lebih banyak menggunakan teknik sensitivitas
 Perbaikan sulit dilakukan dengan restorasi ini
 Tidak dapat diterima secara estetik
 Ikatan dari restorasi ini ke gigi lemah

 Inlay dan Onlay Porselen


Restorasi inlay dan onlay porselen menjadi populer untuk restorasi gigi posterior dan
memberikan penampilan estestik yang lebih alamiah dibandingkan dengan inlay dan onlay
logam tuang dan lebih tahan abrasi dibandingkan dengan resin komposit. Porselen tidak
sekuat logam tuang tetapi jika sudah berikatan dengan permukaan email akan menguat pada
gigi dengan cara yang sama seperti pada restorasi resin berlapis komposit atau semen
ionomer-resin komposit.
Indikasi :
 Estetik
 Pasien yang memiliki status kebersihan mulut yang baik
 Aksesibilitas dan isolasi gigi mudah dicapai
 Cocok untuk preparasi yang luas
 Tidak ada undercut yang berlebihan dalam preparasi gigi
Kontraindikasi :
 Pasien dengan kebersihan mulut yang buruk
 Pasien dengan beberapa karies aktif
 Karena sifatnya rapuh, restorasi ini merupakan kontraindikasi pada pasien dengan ruang
oklusal yang berlebihan, seperti bruxers
 Dalam kasus dengan kehilangan gigi minimal
 Ketika kontrol kelembaban sulit dicapai
 Enamel tidak memadai untuk ikatan
 Dalam kasus dengan gesekan gigi yang berlebihan
Kelebihan :
 Estetika yang sangat baik
 Konduktivitas termal rendah
 Tahan lama
 Secara kimia inert
 Koefisien ekspansi termal rendah
 Biokompatibel
Kekurangan :
 Lebih mahal
 Membutuhkan peralatan laboratorium khusus dan mahal
 Rapuh
 Abrasi terhadap enamel yang berlawanan
 Teknik sangat sensitif

 Inlay dan Onlay Komposit (indirect)


Restorasi dengan resin komposit dapat dilakukan secara indirect (tidak langsung),
yaitu berupa inlay dan onlay. Bahan resin komposit untuk tambalan inlay lebih sering
digunakan daripada pemakaian bahan keramik, sebab kekerasan bahan keramik menyebabkan
kesulitan apabila diperlukan penyesuaian oklusal atau kontur, mudah pecah saat pemasangan
percobaan sehingga menyulitkan operator. Sedangkan resin komposit dapat dipoles kembali
dengan mudah dan efektif, lebih murah serta restorasi yang berlebihan pada daerah gingival
dapat dibuang hanya dengan menggunakan hand instrument.
Indikasinya :
 Menggantikan tambalan lama (amalgam) dan atau yang rusak dengan memperhatikan
nilai estetik terutama pada restorasi gigi posterior
 Memperbaiki restorasi yang tidak sempurna atau kurang baik
 Fraktur yang terlalu besar dan apabila pembuatan mahkota bukan merupakan indikasi.
Keuntungan restorasi secara indirect resin komposit dibanding restorasi secara direct
adalah dapat dihindarinya konstraksi akibat polimerisasi bahan komposit, sehingga kebocoran
tepi dapat dihindari. Kontak pada bagian proksimal dapat dibuat rapat dan pembentukan
kontur anatomis lebih mudah.
Sedangkan kekurangan restorasi secara indirect resin komposit adalah adanya
ketergantungan restorasi pada semen perekat (lutting cement). Isolasi yang kurang baik serta
polimerisasi yang kurang sempurna dari semen akan berakibat negatif terhadap restorasi
tersebut.
Tahapan pembuatan inlay dan onlay adalah sebagai berikut :

 Preparasi
Pada tahap ini dilakukan preparasi sesuai bahan dan pembuatan yang dilakukan.
Untuk inlay/onlay emas dan logam menggunakan bevel chamfer sedangkan untuk inlay/onlay
porcelain dan komposit bevel selain chamfer.
 Pencetakan
Ada dua macam pencetakan : direct dan indirect. Untuk yang direct dengan
menggunakan malam yang dipanaskan (kavitas diolesi vaselin atau vanish terlebih dahulu)
atau menggunakan self cure acrylic. Untuk yang indirect ,dengan menggunakan double
impression.
Untuk direct komposit maka tidak perlu dilakukan pencetakan. Karena onlay atau inlay
langsung dibuat didalam mulut,dengan cara sebelum komposit dimanipulasi (dibuat
inlay/onlay),gigi diolesi varnish atau vaselin terlebih dahulu.
 Tumpat sementara
Lebih baik menggunakan seng okside eugenol. Pada pembuatan direct komposit tidak
dilakukan .
 Insersi/ sementasi
Sebelum dilakukan sementasi,dilakukan try in terlebih dahulu. Kemudian dilakukan
insersi/sementasi bisa menggunakan semen polikarboksilat dan seng fosfat untuk bahan emas
,logam dan SIK tipe 1 untuk porcelain dan resin komposit.
Bevel dibuat untuk mendapatkan kekuatan tepi,melindungi prisma email dan mendapatkan
hubungan tepi yang baik. Macam-macam bevel yaitu :
 Slight bevel
Pengurangan sedikit pada email biasanya untuk restorasi resin komposit
 Short bevel
Pada email sudut 45 untuk inlay logam
 Long bevel
Sampai dentinoenamel junction sudut kurang dari 45 untuk inlay logam
 Full bevel :
Sampai dentin pada dasar kavitas untuk inlay akrilik dan porselen
2. Veener Porcelain
Indikasi :
 Pewarnaan permanen ektrinsik, tidak tertutupi oleh teknik pemutihan
 Pewarnaan intrinsik yang disebabkan oleh :
 Penuaan fisiologis
 Erosi dan abrasi
 Trauma
 Amelogenesis imperfecta
 Fluorosis
 Hipoplasia enamel
 Pewarnaan tetrasiklin
 Gigi nonvital
 Untuk pengobatan diastema
Kontraindikasi :
 Pasien dengan resiko karies tinggi
 Gigi dengan kondisi periodontal buruk
 Gigi dengan resesi gingiva
 Pada gigi malaligned (gigi yang dirotasi dan tumpang tindih)
 Pada gigi yang sangat berubah warna
 Pada gigi dengan karies interproksimal
 Pasien dengan motivasi buruk
Kelebihan :
 Anestesi lokal tidak diperlukan
 Estetika yang sangat baik
 Secara kimia inert jadi tahan terhadap cairan
 Biokompatibel
 Tahan terhadap abrasi
Kekurangan :
 Rapuh
 Sulit untuk diperbaiki setelah sementasi
 Mahal
 Butuh peralatan labor khusus dan mahal
 Teknik sangat sensitif

3. Full Ceramic Crown


Indikasi :
 Di daerah dengan persyaratan estetik tinggi dimana lebih banyak restorasi konservatif
tidak akan memadai
 Pada gigi dengan karies proksimal atau wajah yang tidak bisa direstorasi dengan resin
komposit
 Pada gigi dengan struktur coronal yang cukup untuk mendukung restorasi terutama
didaerah insisal
Kontraindikasi :
 Ketika restorasi yang lebih konservatif dapat digunakan
 Pada gigi posterior dengan peningkatan beban oklusal dan mengurangi kebutuhan estetik
dimana keramik logam lebih disukai
 Jika pemuatan oklusal tidak baik
Kelebihan :
 Estetika yang sangat baik
 Translusen mirip dengan struktur gigi alami
 Biokompatibel
Kekurangan :
 Membutuhakn lebih banyak pemotongan gigi karena
 Tidak dapat dimodifikasi setelah di preparasi
 Sulit untuk mencapai margin yang pas dalam beberapa kasus
 Desain preparasi yang tepat sangat penting untuk memastikan mekanisme keberhasilan
 Restorasi ini tidak efektif untuk gigi tiruan sebagian cekat

4. All Metal crown


Mahkota ini sering disebut dengan mahkota tuang penuh atau full cast crown.
Merupakan suatu restorasi yang menyelubungi permukaan gigi dari logam campur yang
dituang.
Indikasi :
 Untuk gigi molar dan premolar rahang atas dan bawah
 Penderita dengan oklusi dan artikulasi berat
 Tekanan kunyah besar
 Tidak memerlukan estetik
 Gigi dengan karies servikal
 Dekalsifikasi
 Enamel hipoplasia
Kontraindikasi :
 Sisa mahkota gigi tidak cukup terutama pada gigi dengan pulpa vital
 Memerlukan estetik pasien dengan oral hygiene buruk sehingga restorasi mudah tarnish
 Gusi sensitif terhadap logam

Restorasi Pada Gigi Decidui


Restorasi pada gigi decidui pada umumnya sama dengan gigi permanen. Namun pada
gigi decidui lebih bersifat sementara dan lebih memerlukan release fluor. Sekarang ada
beberapa kombinasi antara komposit dengan glass ionomer seperti kompomer dan IKMR
yang baik untuk restorasi gigi decidui. Pada gigi molar dan premolar decidui yang telah
dilakukan perawatan saluran akar maka restorasi yang tepat dengan SSC, sedangkan pda gigi
anterior pada PSA dengan PCC.
Stainless Steel Crown (SSC)
Stainless Steel Crown adalah tumpatan sementara berbentuk anatomi gigi, terbuat dari
paduan logam (alloy) nirkarat yang mudah dibentuk untuk diadaptasikan pada gigi sulung
posterior.

Indikasi Stainless Steel Crown :


 Kerusakan gigi yang sangat parah
 Gigi molar decidui yang telah dilakukan terapi pulpa
 Gigi decidui atau gigi permanen yang hipoplasia
 Gigi-gigi anak dengan karies beresiko tinggi
 Gigi sesudah perawatan saluran akar
 Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
 Kasus bruxism berat
Metode penatalaksaan Stainless Steel Crown :
 Untuk memudahkan maka gigi diisolasi terlebih dahulu dengan menggunakan rubber
dam
 Gigi di restorasi dengan GIC atau kompomer untuk kemudian dilakukan preparasi untuk
SSC
 Pengurangan permukaan oklusal sebesar 1.5 mm menggunakan bur flame atau bur fisur
ujung membulat
 Menggunakan bur diamond taper mengurangi interproksimal pada bagian mesial dan
distal
 Pengurangan pada bagian bucoolingual juga diperlukan. Ukuran yang sesuai dari
mahkota yang sesuai kontur dipilih dengan mengukur lebar mesiodistal
 Dilakukan pencetakan, dan kemudian dikirim ke lab
 Mahkota (setelah jadi), dicobakan pada gigi yang di preparasi
 Sementasi mahkota dengan menggunakan GIC atau semen polikarboksilat

Poly Carbonat Crown (PCC)


Restorasi Poly Carbonat Crown biasa digunakan gigi anterior decidui yang mengalami
karies yang luas.
 Untuk memudahkan maka gigi diisolasi terlebih dahulu dengan menggunakan rubber
dam
 Gigi di restorasi dengan GIC atau kompomer untuk kemudian dilakukan preparasi untuk
PCC
 Pengurangan permukaan oklusal sebesar 1-1.5 mm menggunakan bur flame atau bur fisur
ujung membulat
 Menggunakan bur diamond taper mengurangi interproksimal pada bagian mesial dan
distal
 Pengurangan pada bagian lingual juga diperlukan. Ukuran yang sesuai dari mahkota yang
sesuai kontur dipilih dengan mengukur lebar mesiodistal
 Dilakukan pencetakan, dan kemudian dikirim ke lab
 Mahkota (setelah jadi), dicobakan pada gigi yang di preparasi
 Sementasi mahkota dengan menggunakan GIC tipe luting

Anda mungkin juga menyukai