Anda di halaman 1dari 18

ASMA ASKEP

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d mucus dalam jumlah berlebihan,
peningkatan produksi mucus, eksudat dalam alveoli dan bronkospasme.
2. Ketidakefektifan pola napas b.d keletihan otot pernafasan dan deformitas
dinding dada.
3. Gangguan pertukaran gas b.d retensi karbon dioksida.
4. Penurunan curah jantung b.d perubahan kontakbilitas dan volume sekuncup
jantung.
5. Intoleransi aktifitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
(hipoksia) kelemahan.
6. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d laju metabolic,
dispnea saat makan, kelemahan otot pengunyah.
7. Ansietas b.d keadaan penyakit yang diderita.

Ketidakefektifan bersihan jalan NOC NIC


napas b.d mucus dalam jumlah  Respiratory status: Airway suction
berlebihan, peningkatan Ventilation - Pastikan
produksi mucus, eksudat dalam  Respiratory status: kebutuhan
alveoli dan bronkospasme. Airway patency oral/tracheal
Definisi: Ketidakmampuan untuk Kriteria Hasil: suctioning
membersihkan sekresi atau  Mendemonstrasikan - Auskultasi suara
obstruksi dari saluran batuk efektif dan nafas sebelum
pernafasan untuk suara nafas yang dan sesudah
mempertahankan kebersihan bersih, tidak ada suctioning.
jalan nafas. sianosis dan dyspneu - Informasikan
Batasan Karakteristik: (mampu pada klien dan
 Tidak ada batuk mengeluarkan keluarga tentang
 Suara napas tambahan sputum, mampu suctioning.
 Perubahan frekwensi napas bernafas dengan - Minta klien
 Perubahan irama napas mudah, tidak ada nafas dalam
 Siannosis pused lips) sebelum suction
 Kesulitan berbicara atau  Menunjukkan jalan dilakukan.
mengeluarkan suara nafas yang paten - Berikan O2
 Penurunan bunyi napas (klien tidak merasa dengan
 Dispneu tercekik, irama nafas, menggunakan
 Sputum dalam jumlah yang frekuensi pernafasan nasal untuk
berlebihan dalam rentang memfasilitasi
normal, tidak ada suksion
 Sputum dalam jumlah yang
suara nafas abnormal) nasotrakeal
berlebihan
 Mampu - Gunakan alat
 Batuk yang tidak efektif
mengidentifikasi dan yang steril setiap
 Orthopneu
mencegah factor yang melakukan
 Gelisah
dapat menghambat tindakan.
 Mata terbuka lebar. jalan nafas. - Anjurkan pasien
Faktor-faktor yang untuk istirahat
berhubungan: dan napas dalam
 Lingkungan: setelah kateter
 Perokok pasif dikeluarkan dari
 Menghisap asap nasotrakeal.
 merokok - Monitor status
 Obstruksi jalan napas oksigen pasien.
 Spasme jalan napas - Ajarkan keluarga
 Mukos dalam jumlah sebagaimana
berlebihan cara melakukan
 Eksudat dalam jalan suksion.
alveoli - Hentikan
 Materi asing dalam suksion dan
jalan napas berikan oksigen
 Adanya jalan napas oksigen apabila
buatan pasien
 Sekresi bertahan/sisa menunjukkan
sekresi bradikardi,
 Fisiologi peningkatan
 Jalan napas alergik saturasi O2, dll.
 Asma - Posisikan pasien
 Penyakit paru obstruktif untuk
kronik memaksimalkan
 Hiperplasi dinding ventilasi.
bronkial
 Infeksi - Identifikasi
 Disfungsi pasien perlunya
neuromuskular pemasangan alat
jalan nafas
buatan.
- Pasang mayo
bila perlu.
- Lakukan
fisioterapi dada
jika perlu
- Keluarkan sekret
dengan batuk
atau suction
- Auskultasi suara
nafas, catat
adanya suara
tambahan
- Lakukan suction
pada mayo
- Berikan
bronkodilator
bila perlu
- Berikan
pelembab udara
Kassa basah
NaCl lembab
- Atur intake
untuk cairan
mengoptimalkan
keseimbangan
- Monitor
respirasi dan
status O2.

Ketidakefektifan pola napas b.d NOC NIC


keletihan otot pernafasan dan  Respiratory status: Airway
deformitas dinding dada. Ventilation Management
Definisi: Inspirasi dan/atau  Respiratory status: - Buka jalan nafas,
ekspirasi yang tidak memberi Airway patency gunakan teknik
ventilasi.  Vital sign Status chin lift atau jaw
Batasan karakteristik: Kriteria Hasil thrust bila perlu.
 Perubahan kedalaman  Mendemonstrasikan - Posisikan pasien
pernapasan batuk efektif dan untuk
 Perubahan ekskursi dada suara nafas yang memaksimalkan
 Mengambil posisi tiga titik bersih, tidak ada ventilasi
 Bradipneu sianosis dan dyspneu - Identifikasi
 Penurunan tekanan ekspirasi (mampu pasien perlunya
 Penurunan ventilasi semenit mengeluarkan pemasangan alat
 Penurunan kapasitas vital sputum, mampu jalan nafas
 Dispneu bernafas dengan buatan.
 Peningkatan diameter mudah, tidak ada - Pasang mayo
anterior-posterior pursed lips) bila perlu
 Pernafasan cuping hidung  Menunjukkan jalan - Lakukan
 Ortopneu nafas yang paten fisioterapi dada
 Fase ekspirasi memanjang (klien tidak merasa jika perlu
 Pernapasan bibir tercekik, irama nafas, - Keluarkan sekret
 Takipneu frekuensi pernafasan dengan batuk
dalam rentang atau suction
 Penggunaan otot aksesorius
normal, tidak ada - Auskultasi suara
untuk bernapas.
suara nafas abnormal) nafas, catat
Faktor yang berhubungan:
 Tanda-tanda vital adanya suara
 Ansietas
dalam rentang normal tambahan
 Posisi tubuh
(tekanan darah, nadi, - Lakukan suction
 Deformitas tulang
pernafasan). pada mayo
 Deformitas dinding dada - Berikan
 Keletihan bronkodilator
 Hiperventilasi bila perlu
 Sindrom hipoventilasi - Berikan
 Gangguan muskuloskeletal pelembab udara
 Kerusakan neurologis Kassa basah
 Imaturitas neurologis NaCl lembab
 Disfungsi neuromuskular - Atur intake
 Obesitas untuk cairan
 Nyeri mengoptimalkan
 Keletihan otot pernapasan keseimbangan.
cedera medula spinalis. - Monitor
respirasi dan
status O2.
Oxygen Therapy
- Bersihkan mulut,
hidung dan
secret trakea
- Pertahankan
jalan nafas yang
paten
- Atur peralatan
oksigenasi
- Monitor aliran
oksigen
- Pertahankan
posisi pasien
- Observasi
adanya tanda-
tanda
hipoventilasi
- Monitor adanya
kecemasan
pasien terhadap
oksigenasi
Vital Sign
Monitoring
- Monitor TD,
nadi, suhu dan
RR
- Catat adanya
fluktuasi
tekanan darah
- Monitor VS saat
pasien
berbaring,
duduk atau
berdiri
- Auskultasi TD
pada kedua
lengan dan
bandingkan
- Monitor TD,
nadi, RR,
sebelum, selama
dan setelah
aktivitas
- Monitor kualitas
dari nadi
- Monitor
frekuensi dan
irama
pernafasan
- Monitor suara
paru
- Monitor pola
pernafasan
normal
- Monitor suhu,
warna dan
kelembaban
kulit
- Monitor sianosis
perifer
- Monitor adanya
cushing triad
(tekanan nadi
yang melebar,
bradikardi,
peningkatan
sistolik)
- Identifikasi
penyebab dari
perubahan vital
sign.
Gangguan pertukaran gas b.d NOC NIC
retensi karbon dioksida.  Respiratory status: Airway
Definisi: kelebihan atau defisit Gas exchange Management
oksigenasi dan/atau eliminasi  Respiratory status: - Buka jalan nafas,
karbon dioksida pada membran ventilation gunakan teknik
alveolar-kapiler.  Vital sign Status chin lift atau jaw
Batasan karakteristik: Kriteria Hasil: thrust bila perlu.
 pH darah arteri abnormal  Mendemonstrasikan - Posisikan pasien
 pH arteri abnormal peningkatan ventilasi untuk
 Pernapasan abnormal (mis., dan oksigenasi yang memaksimalkan
kecepatan, irama, adekuat ventilasi
kedalaman)  Memelihara - Identifikasi
 Warna kulit abnormal (mis., kebersihan paru-paru pasien perlunya
pucat, kehitaman) dan bebas dari tanda- pemasangan alat
 Konfusi tanda distress jalan nafas
 Sianosis (pada neonatus pernapasan. buatan.
saja)  Mendemonstrasikan - Pasang mayo
 Penurunan karbondioksida batuk efektif dan bila perlu
 Diaforesis suara napas yang - Lakukan
 Dispnea bersih, tidak ada fisioterapi dada
sianosis dan dyspneu jika perlu
 Sakit kepala saat bangun
(mampu - Keluarkan sekret
 Hiperkapnia
mengeluarkan dengan batuk
 Hipoksemia
sputum, mampu atau suction
 Hipoksia
bernafas dengan - Auskultasi suara
 Iritabilitas mudah, tidak ada nafas, catat
 Napas cuping hidung pursed lips) adanya suara
 Gelisah  Tanda-tanda vital tambahan
 Somnolen dalam rentang - Lakukan suction
 Takikardia normal. pada mayo
 Gangguan penglihatan - Berikan
Faktor-faktor yang bronkodilator
berhubungan: bila perlu
 Perubahan membran - Berikan
alvolar-kapiler pelembab udara
 Ventilasi-perfusi - Atur intake
untuk cairan
mengoptimalkan
keseimbangan.
- Monitor
respirasi dan
status O2.
Respiratory
Monitoring
- Monitor rata-
rata, kedalaman,
irama dan usaha
respirasi.
- Catat
pergerakan
dada, amati
kesimetrisan,
penggunaan
otot tambahan,
retraksi otot
supraclavicular
dan intercostal
- Monitor suara
nafas, seperti
dengkur
- Monitor pola
nafas:
bradipnea,
takipnia,
kussmaul,
hiperventilasi,
cheyne stokes,
biot
- Catat lokasi
trakea
- Monitor
kelelahan otot
diafragma
(gerakan
paradioksis)
- Auskultasi suara
nafas, catat area
penurunan/tidak
adanya ventilasi
dan suara
tambahan
- Tentukan
kebutuhan
suction dengan
mengauskultasi
crakles dan
ronkhi pada
jalan napas
utama
- Auskultasi suara
paru setelah
tindakan untuk
mengetahui
hasilnya
Penurunan curah jantung b.d NOC NIC
perubahan kontakbilitas dan  Cardiac Pump Cardiac Care
bolume sekuncup jantung. effectiveness - Evaluasi adanya
Definisi: Ketidakadekuatan  Circulation Status nyeri dada
darah yang dipompa oleh  Vital Sign Status (intensitas,
jantung untuk memenuhi Kriteria Hasil: lokasi, durasi)
kebutuhan metabolik tubuh.  Tanda Vital dalam - Catat adanya
Batasan Karakteristik: rentang normal disritmia jantung
 Perubahan Frekuensi/Irama (Tekanan darah, nadi, - Catat adanya
Jantung respirasi) tanda dan gejala
- Aritmia  Dapat mentoleransi penurunan
- Bradikardi, Takikardi aktivitas, tidak ada cardiac output.
- Perubahan EKG kelelahan - Monitor status
- Palpitasi  Tidak ada edema paru, kardiovaskuler
 Perubahan Preload perifer dan tidak ada - Monitor status
- Penurunan tekanan asites pernafasan yang
vena central (central  Tidak ada penurunan menandakan
venous pressure, CVP) kesadaran gagal jantung
- Penurunan tekanan - Monitor
arteri paru (pulmonary abdomen
artery wedge pressure, sebagai indicator
PAWP) penurunan
- Edema, keletihan perfusi
- Peningkatan CVP - Monitor balance
- peningkatan PAWP cairan
- distensi vena jugular - Monitor adanya
- murmur perubahan
- peningkatan berat tekanan darah
badan - Monitor respon
 Perubahan Afterload pasien terhadap
- Kulit lembab efek pengobatan
- Penurunan nadi perifer antiaritmia
- Penurunan resistensi - Atur periode
vascular paru latihan dan
(pulmunary vascular istirahat untuk
resistence, PVR) menghindari
- Penurunan resistensi kelelahan
vaskular sistemik - Monitor
(sistemik vaskular toleransi
resistence, SVR) aktivitas pasien
- Dispnea - Monitor adanya
- Peningkatan PVR dyspneu,
- Peningkatan SVR fatigue, takipneu
- Oliguria dan ortopneu
- Pengisien kapiler - Anjurkan untuk
memanjang menurunkan
- Perubahan warna kulit stress
- Variasi pada pembacaan Vital Sign
tekanan darah Monitoring
 Perubahan kontraktilitas - Monitor TD,
- Batuk, Crackle nadi, suhu dan
- Penurunan indeks RR
jantung - Catat adanya
- Penurunan fraksi ejeksi fluktuasi
- Ortopnea tekanan darah
- Dispnea paroksismal - Monitor VS saat
nokturnal pasien
- Penurunan LVSWI (left berbaring,
ventricular stroke work duduk atau
index) berdiri
- Penurunan stroke - Auskultasi TD,
volume index (SVI) nadi, RR,
- Bunyi S3, Bunyi S4 sebelum, selama
 Perilaku emosi dan setelah
- Ansietas, Gelisah aktivitas
Faktor Yang Berhubungan: - Monitor kualitas
 Perubahan afterload dari nadi
 Perubahan kontraktilitas - Monitor adanya
 Perubahan frekuensi janutng pulsus
 Perubahan preload paradoksus
 Perubahan irama - Monitor adanya
 Perubahan volume pulsus alterans
sekuncup. - Monitor
jummlah dan
irama jantung
- Monitor bunyi
jantung
- Monitor
frekuensi dan
irama
pernapasan
- Monitor suara
paru
- Monitor pola
pernapasan
abnormal
- Monitor suhu,
warna dan
kelembaban
kulit
- Monitor sianosis
perifer
- Monitor adanya
cushing triad
(tekanan nadi
yang melebar,
bradikardi,
peningkatan
sistolik)
- Identifikasi
penyebab dari
perubahan vital
sign.

Intoleransi aktifitas b.d NOC NIC


ketidakseimbangan antara  Energy conservation Activity Therapy
suplai dan kebutuhan oksigen  Activity tolerance - Kolaborasikan
(hipoksia) kelemahan.  Self Care: ADLs dengan Tenaga
Definisi: ketidakcukupan energi Kriteria Hasil: Rehabilitasi
psikologis atau fisiologis untuk  Berpartisipasi dalam Medik dalam
melanjutkan atau aktivitas fisik tanpa merencanakan
menyelesaikan aktifitas disertai peningkatan program terapi
kehidupan sehari-hari yang tekanan darah, nadi yang tepat.
harus atau yang ingin dilakukan. dan RR - Bantu klien
Batasan karakteristik:  Mampu melakukan untuk
 Respon tekanan darah aktivitas sehari-hari mengidentifikasi
abnormal terhadap aktivitas (ADLs) secara mandiri aktivitas yang
 Perubahan EKG yang  Tanda-tanda vital mampu
mencerminkan aritmia normal dilakukan.
 Perubahan EKG yang  Energy psikomotor - Bantu untuk
mencerminkan iskemia  Level kelemahan memilih aktivitas
 Ketidaknyamanan setelah  Mampu berpindah: konsisten yang
beraktivitas dengan atau tanpa sesuai dengan
 Dispnea setelah beraktivitas bantuan alat kemampuan
 Menyatakan merasa letih  Status fisik, psikologi
 Menyatakan merasa lemah kardiopulmonari dan sosial
Faktor yang berhubungan: adekuat - Bantu untuk
 Tirah Baring atau imobilisasi  Sirkulasi status baik mengidentifikasi
 Kelemahan umum  Status respirasi: dan
pertukaran gas dan mendapatkan
 Ketidakseimbangan antara
ventilasi adekuat. sumber yang
suplai dan kebutuhan
diperlukan untuk
oksigen
aktivitas yang
 Imobilitas
 Gaya hidup monoton diinginkan
- Bantu untuk
mendapatkan
alat bantuan
aktivitas seperti
kursi roda, krek
- Bantu untuk
mengidentifikasi
aktivitas yang
disukai
- Bantu klien
untuk membuat
jadwal latihan di
waktu luang
- Bantu
pasien/keluarga
untuk
mengidentifikasi
kekurangan
dalam
beraktivitas
- Bantu pasien
untuk
mengembangka
n motivasi diri
dan penguatan
- Monitor respon
fisik, emosi,
sosial dan
spiritual
Ketidakseimbangan nutrisi NOC NIC
kurang dari kebutuhan tubuh  Nutritional status: Nutrition
b.d laju metabolic, dispnea saat food and fluid intake Management
makan, kelemahan otot  Nutritional Status: - Kaji adanya
pengunyah. nutrient intake alergi makanan
Definisi: Asupan nutrisi tidak  Weight control - Kolaborasi
cukup untuk memenuhi Kriteria Hasil: dengan ahli gizi
kebutuhan metabolik  Adanya peningkatan untuk
Batasan karakteristik: berat badan sesuai menentukan
 Kram abdomen dengan tujuan jumlah kalori
 Nyeri abdomen  Berat badan ideal dan nutrisi yang
 Menghindari makanan sesuai dengan tinggi dibutuhkan
 Berat badan 20% atau lebih badan pasien
di bawah berat badan ideal  Mampu - Anjurkan pasien
 Kerapuhan kapiler mengidentifikasi untuk
 Diare kebutuhan nutrisi meningkatkan
 Kehilangan rambut  Tidak ada tanda-tanda intake Fe
berlebihan malnutrisi - Anjurkan pasien
 Bising usus hiperaktif  Menunjukkan untuk
 Kurang makanan peningkatan fungsi meningkatkan
 Kurang informasi pengecapan dari protein dan
 Kurang minat pada makanan menelan vitamin C
 Penurunan berat badan  Tidak terjadi - Berikan
dengan asupan makanan penurunan berat substansi gula
adekuat badan yang berarti - Yakinkan diet
 Kesalahan konsepsi yang dimakan
 Kesalahan informasi mengandung
 Membran mukosa pucat tinggi serat
 Ketidakmampuan memakan untuk mencegah
makanan konstipasi
- Berikan
 Tonus otot menurun
makanan yang
 Mengeluh gangguan sensasi
terpilih (sudah
rasa
dikonsultasikan
 Mengeluh asupan makanan
dengan ahli gizi)
kurang dari RDDA
- Ajarkan pasien
(recomended daily
bagaimana
allowance)
membuat
 Cepat kenyang setelah
catatan
makan
makanan harian
 Sariawan rongga mulut - Monitor jumlah
 Steatorea nutrisi dan
 Kelemahan otot pengunyah kandungan
 Kelemahan otot untuk kalori
menelan - Berikan
Faktor-faktor yang informasi
berhubungan: tentang
 Faktor biologis kebutuhan
 Faktor ekonomi nutrisi
 Ketidakmampuan untuk - Kaji kemampuan
mengabsorbsi nutrien pasien untuk
 Ketidakmampuan untuk mendapatkan
mencerna makanan nutrisi yang
 Ketidakmampuan menelan dibutuhkan
makanan Nutrition Monitoring
 Faktor psikologis - BB pasien dalam
batas normal
- Monitor adanya
penurunan berat
badan
- Monitor tipe dan
jumlah aktivitas
yang biasa
dilakukan
- Monitor
interaksi anak
atau orangtua
selama makan
- Monitor
lingkungan
selama makan
- Jadwalkan
pengobatan dan
tindakan tidak
selama jam
makan
- Monitor kulit
kering dan
perubahan
pigmentasi
- Monitor turgor
kulit
- Monitor
kekeringan,
rambut kusam
dan mudah
patah
- Monitor mual
dan muntah
- Monitor kadar
albumin, total
protein, Hb dan
kadar Ht
- Monitor
pertumbuhan
dan
perkembangan
- Monitor pucat,
kemerahan dan
kekeringan
jaringan
konjungtiva
- Monitor kalori
dan intake
nutrisi
- Catat adanya
edema,
hiperemik,
hipertonik papila
lidah dan cavitas
oral
- Catat jika lidah
berwarna
magenta,
scarlet.
Ansietas b.d keadaan penyakit NOC NIC
yang diderita.  Anxiety self-control Anxiety Reduction
Definisi: Perasaan tidak nyaman  Anxiety level (Penurunan
atau kekhawatiran yang samar  Coping Kecemasan)
disertai respon autonom Kriteria Hasil: - Gunakan
(sumber yang sering kali tidak  Klien mampu pendekatan
spesifik atau tidak diketahui mengidentifikasi dan yang
oleh individu); perasaan takut mengungkapkan menenangkan
yang disebabkan oleh antisipasi gejala cemas - Nyatakan
terhadap bahaya. Hal ini  Mengidentifikasi, dengan jelas
merupakan isyarat mengungkapkan dan harapan
kewaspadaan yang menunjukkan tehnik terhadap
memperingatkan individu akan untuk mengontrol perilaku pasien
adanya bahaya dan kemampuan cemas - Jelaskan semua
invididu untuk bertindak  Vital sign dalam batas prosedur dan
menghadapi ancaman. normal apa yang
Batasan karakteristik:  Postur tubuh, ekspresi dirasakan
 Perilaku wajah, bahasa tubuh selama prosedur
- Penurunan dan tingkat aktivitas - Pahami
produktivitas menunjukkan perspektif
- Gerakan yang ireleven berkurangnya pasien terhadap
- Gelisah kecemasan. situasi stres
- Melihat sepintas - Temani pasien
- Insomnia untuk
- Kontak mata yang buruk memberikan
- Mengekspresikan keamanan dan
kekhawatiran karena mengurangi
perubahan dalam takut
peristiwa hidup. - Dorong keluarga
- Agitasi untuk
- Mengintai menemani anak
- Tampak waspada - Lakukan
 Affektif: back/neck rub
- Gelisah, Distres - Dengarkan
- Kesedihan yang dengan penuh
mendalam perhatian
- Ketakutan - Identifikasi
- Perasaan tidak adekuat tingkat
- Berfokus pada diri kecemasan
sendiri - Bantu pasien
- Peningkatan mengenal situasi
kewaspadaan yang
- Iritabilitas menimbulkan
- Gugup senang kecemasan
berlebihan - Dorong pasien
- Rasa nyeri yang untuk
meningkatkan mengungkapkan
ketidakberdayaan perasaan,
- Iritabilitas ketakutan,
- Gugup senang persepsi
berlebihan - Instruksikan
- Rasa nyeri yang pasien
meningkatkan ketidak menggunakan
berdayaan teknik relaksasi
- Peningkatan rasa - Berikan obat
ketidak berdayaan yang untuk
persisten mengurangi
- Bingung, menyesal kecemasan
- Ragu/tidak percaya diri
- Khawatir
 Fisiologis
- Wajah tegang, tremor
tangan
- Peningkatan keringat
- Peningkatan ketegangan
- Gemetar, tremor
- Suara bergetar
 Simpatik
- Anoreksia
- Eksitasi kardiovaskuler
- Diare, mulut kering
- Wajah merah
- Jantung berdebar-debar
- Peningkatan tekanan
darah
- Peningkatan denyut
nadi
- Peningkatan reflek
- Peningkatan frekuensi
pernapasan, pupil
melebar
- Kesulitan bernapas
- Vasokontriksi superfisial
- Lemah, kedutan pada
otot
 Parasimpatik
- Nyeri abdomen
- Penurunan tekanan
darah
- Penurunan denyut nadi
- Diare, mual, vertigo
- Lebih, gangguan tidur
- Kesemutan pada
extremitas
- Sering berkemih
- Anyang-anyangan
- Dorongan segera
berkemih
 Kognitif
- Menyadari gejala
fisiologis
- Bloking fikiran, konfusi
- Penurunan lapang
persepsi
- Kesulitan
berkonsentrasi
- Penurunan kemampuan
belajar
- Penurunan kemampuan
untuk memecahkan
masalah
- Ketakutan terhadap
konsekuensi yang tidak
spesifik
- Lupa, gangguan
perhatian
- Khawatir, melamun
- Cenderung
menyalahkan orang lain
 Faktor Yang Berhubungan
- Perubahan dalam
(status ekonomi,
lingkungan, status
kesehatan, pola
interaksi, fungsi peran,
status peran)
- Pemajanan toksin
- Terkait keluarga
- Herediter
- Infeksi/kontaminan
interpersonal
- Penularan penyakit
interpersonal
- Krisis maturasi, krisis
situasional
- Stres, ancaman
kematian
- Penyalahgunaan
zatancaman pada
(status ekonomi,
lingkungan, status
kesehatan, pola
interaksi, fungsi peran,
status peran, konsep
diri)
- Konflik tidak disadari
mengenai tujuan
penting hidup
- Konflik tidak disadari
mengenai nilai yang
esensial/penting
- Kebutuhan yang tidak
dipenuhi.

PERENCANAAN
1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas b.d mucus dalam jumlah berlebihan,
peningkatan produksi mucus, eksudat dalam alveoli dan bronkospasme.
2. Ketidakefektifan pola napas b.d keletihan otot pernafasan dan deformitas
dinding dada.
3. Gangguan pertugaran gas b.d retensi karbon dioksida.
4. Penurunan curah jantung b.d perubahan kontakbilitas dan bolume sekuncup
jantung.
5. Intoleransi aktifitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen (hipoksia) kelemahan.
6. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d laju metabolic,
dispnea saat makan, kelemahan otot pengunyah.
7. Ansietas b.d keadaan penyakit yang diderita.