Anda di halaman 1dari 4

277

NATURAL B, Vol. 2, No. 3, April 2014

Levitasi Magnetik untuk Pengukuran Densitas Bahan


Diamagnetik: Studi Teoritik
Gancang Saroja1) *

1)Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang

Diterima 18 Maret 2014, direvisi 01 April 2014

ABSTRAK

Telah dilakukan studi teoritik untuk mengukur densitas bahan diamagnetik dengan menggunakan
metode levitasi magnetik. Dalam penelitian ini, magnet permanen berbentuk silinder digunakan sebagai
pembangkit gradien medan magnet dan fluida paramagnetik sebagai medium levitasi. Dua metode yang
diteliti adalah levitasi magnetik dengan menggunakan sumber medan magnet tunggal dan ganda.
Parameter yang terukur adalah tinggi levitasi bahan. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua metode
levitasi magnetik tersebut dapat digunakan untuk mengukur densitas sampel bahan diamagnetik.

Kata kunci : levitasi magnetik, diamagnetik, medan magnet, densitas.

ABSTRACT

A theoretical study was conducted to measure the density of diamagnetic materials using magnetic
levitation method. In this study, cylindrical permanent magnet was used for generating a magnetic field
gradient and a paramagnetic fluid as media of levitation. Both methods which using a single and double
source were studied. The measureable parameter was the high of material levitation. The results showed
that both methods can be used to measure the density of the diamagnetic sample.

Keywords : magnetic levitation, diamagnetic, magnetic field, density.

dikenal dengan levitasi magnetik. Hal yang


PENDAHULUAN sama juga terjadi ketika benda diamagnetik
berada didalam suatu fluida magnetik dimana
Densitas suatu bahan merupakan terjadi levitasi yang dikenal dengan levitasi
representasi populasi penyusun bahan tersebut. magneto-Archimedes [2]. Ketinggian levitasi
Di laboratorium, banyak dijumpai sampel suatu bahan diamagnetik dalam fluida magnetik
bahan diamagnetik, seperti bahan-bahan dipengaruhi oleh faktor kuat gradien medan
organik yang memiliki ukuran sampel yang magnet, densitas bahan dan fluida, serta nilai
relatif kecil sehingga diperlukan alat-alat suseptibilitas bahan dan fluida magnetik.
khusus untuk mengukur densitasnya. Alat-alat Teori Levitasi Magnetik. Dalam pengaruh
tersebut antara lain floating bulb hydrometer, suatu gradien medan magnet, pada benda
kolom gradien, piknometer, densitimeter diamagnetik yang berada didalam fluida
tabung osilasi, dan resonator saluran mikro magnetik akan bekerja dua buah gaya yaitu
tersuspensi [1]. Oleh karena itu, masih gaya berat di dalam fluida dan gaya magnetik
diperlukan suatu metode pengukuran densitas [3]. Gaya-gaya tersebut dituliskan sesuai
yang mudah, cepat, dan akurat. dengan persamaan berikut.
Salah satu sifat bahan diamagnetik adalah    (  m )   
dapat mengalami levitasi jika diberikan suatu Fg  Fmag  (  s   m )Vg  s V ( B  ) B (1)
gradien medan magnet. Fenomena tersebut 0
---------------------

*Corresponding author :
dimana, Fg adalah gaya berat benda di
E-mail: gancang.saroja@gmail.com

dalam fluida (N), Fmag adalah gaya magnetik
278 Gancang Saroja : Levitasi Magnetik untuk Pengukuran Densitas Bahan Diamagnetik: Studi Teoritik

(N), 𝜌𝑠 adalah densitas dari benda diamagnetik yang tinggi, (ii) transparan sehingga
(kg/m3), 𝜌𝑚 adalah densitas dari fluida memudahkan pengamatan, dan (iii) relatif lebih
magnetik (kg/m3), V adalah volume dari benda murah [3]

(m3), g adalah percepatan gravitasi (m/s2), 𝜒𝑠
Tabel 1 Nilai susceptibilitas larutan MnCl2 [2]
adalah suseptibilitas benda diamagnetik, dan
No [MnCl2](M)  (× 10-4) d (× 10-7)
𝜒𝑚 adalah susceptibilitas dari fluida magnetik.
  1 1,0 7,99 7,4
Berikutnya B  B adalah gradien medan
magnet (T2m-1), 𝜇0 merupakan permeabilitas 2 1,5 8,25 7,4
 3 2,0 8,74 15
magnet dari hampa ( 4  10 7 N A-2), serta B
adalah induksi magnet (T). Dalam keadaan 4 2,5 8,97 15
setimbang maka besar gaya yang bekerja adalah 5 3,0 9,13 30
nol.
Fluida Magnetik. Fluida magnetik adalah Sumber Gradien Medan Magnet. Suatu
suatu fluida yang mengandung partikel-pertikel gradien medan magnet dapat dibangkitkan
magnet sehingga bersifat seperti bahan magnet. dengan menggunakan magnet permanen atau
Sebagai medium untuk melevitasi bahan elektromagnet. Untuk keperluan melevitasi
diamagnetik, diperlukan fluida magnetik bahan diamagnetik dengan medium fluida
dengan nilai susceptibilitas molar yang sesuai. paramagnetik kuat, diperlukan kuat medan
Semakin tinggi nilai susceptibilitas molarnya, magnet pada sumber B0 sebesar 0,375 T [3]. Hal
semakin besar gaya magnetik yang akan tersebut dapat dipenuhi oleh suatu magnet
dihasilkan. Untuk keperluan melevitasi bahan permanen berbentuk silinder berbahan
diamagnetik dengan densitas antara 1–2 kali Neodimium dimana B0 bisa mencapai 0,5 T.
densitas air, diperlukan medium fluida Suatu magnet permanen berbentuk silinder,
magnetik dengan sekitar nilai susceptibilitas akan menghasilkan medan magnet di sekitarnya
magnetik sebesar 10-5 – 10-3 [3]. Salah satu jenis dengan arah medan ditentukan oleh arah
fluida magnetik adalah larutan MnCl2 yang orientasi momen magnetiknya. Suatu magnet
bersifat fluida paramagnetik. permanen berbentuk silinder dengan radius R
Secara teoritik, larutan paramagnetik dan ketebalan L serta arah orientasi momen
berupa MnCl2 akan memiliki susceptibilitas magnetik sejajar arah sumbu, akan
magnetik molar yang dirumuskan sebagai menghasilkan fluks magnet yang ditentukan
berikut [4, 5]. oleh kuat magnet dan jaraknya x [2]. Fluks
magnet pada jarak x sepanjang sumbunya
NA
 M  m2   diamag (2)
dinyatakan sebagai berikut,

B0  x 
3k BT
Lx
dimana:  M adalah susceptibilitas magnetik
Bx ( x)     (3)
2  R 2  ( L  x) 2 R  x 
2 2
molar (cm3 mol-1), T adalah temperatur absolut 
(K), kB adalah tetapan Boltzman
(1,38065  10 23 JK 1 ) , NA adalah bilangan
Avogandro (6,02  1023), m adalah momen METODE PENELITIAN
magnet efektif molekul/  B , serta  diamag Digunakan dua metode pembangkitan
adalah susceptibilitas diamagnetik molar (untuk gradien medan magnet, yaitu dengan
H2O = -13×10-6 cm3 mol-1 ). Nilai suseptibilitas menggunakan sumber medan magnet tunggal
dari larutan Mn.Cl2 disajikan dalam Tabel dan ganda seperti pada Gambar 1. Mula-mula,
berikut. material diamagnetik tenggelam di dalam
Berdasarkan Tabel 1, larutan MnCl2 medium paramagnetik. Kemudian, magnet
memenuhi kriteria sebagai medium levitasi. silinder disusun dengan susunan tunggal
Selain itu, dalam aplikasinya larutan MnCl2 ataupun ganda sehingga memberikan gradient
memiliki keunggulan sebagai berikut (i) medan magnet yang menghasilkan gaya tolak
memiliki nilai susceptibilitas magnet molar magnetik sehingga material terlevitasi.
Gancang Saroja : Levitasi Magnetik untuk Pengukuran Densitas Bahan Diamagnetik: Studi Teoritik 279

Pada sumber medan magnet tunggal, fluks keruas kanan maka persamaan diatas dapat
medan magnet akan turun dengan cepat secara dituliskan sebagai berikut.
eksponensial sebagai fungsi jarak, sesuai
( s   m )   
dengan persamaan (3). Sedangkan pada sumber s  ( B  ) B   m (6)
medan magnet ganda, fluks medan magnet 0 g
diantara kedua magnet dapat dijabarkan sebagai dimana vektor gardien dari fluk magnet B dapat
berikut. Digunakan sistem koordinat kartesian ditentukan dengan menggunakan persamaan.
dengan mengambil bidang datar horizontal
sebagai bidang (y, z), sedangkan arah vertikal    B x
( B  ) B  B x (7)
sebagai adalah arah sumbu-x. x
Dengan memasukan nilai fluks magnet Bx
sesuai persamaan (3) ke dalam persamaan (7),
akan diperoleh nilai gradien berikut.

Bx
B x B
 Bx ( 0 (
1

L  x  2 
x 2 R 2  ( L  x) 2 ( R 2  ( L  x) 2 ) 3

1 x2
 )) (8)
R2  x2 ( R 2  x 2 )3
(a) (b) dimana, x merupakan ketinggian sampel saat
Gambar 1. Metode pembangkitan gradient medan terlevitasi dengan stabil. Jika dimisalkan nilai
dengan menggunakan (a) sumber medan
Bx
magnet tunggal (b) sumber medan magnet Bx = , persamaan (6) akan menjadi
ganda x
sebagai berikut.
Dengan demikian, medan magnet arah
( s   m )
horisontal sumbu - y dan z adalah simetris. s      m (9)
Sedangkan fluks medan magnet sepanjang garis 0 g
sumbu diantara kedua magnet dirumuskan
Persamaan (9) menunjukkan bahwa nilai
sebagai berikut.
densitas sampel bahan dapat diperoleh. Untuk
  mendapatkan nilai densitas sampel, terdapat
 By   0 
     (4) dua macam variable dalam persamaan (9), yaitu
B   Bz  0  variabel tetap dan variabel berubah. Variabel
   
 Bx   2 B tetap berupa nilai densitas dari fluida magnetik

0
x  B0 
 
 d  𝜌𝑚 , percepatan gravitasi g , permeabilitas
magnet dari hampa 𝜇0 , susceptibilitas benda
diamagnetik 𝜒𝑠 , dan suseptibilitas dari fluida
HASIL DAN PEMBAHASAN magnetik 𝜒𝑚 . Sedangkan variabel yang berubah
adalah gradien medan magnet  yang
Metode sumber medan magnet tunggal. merupakan fungsi dari Bx yang besarnya tetap
Pada saat terlevitasi stabil pada suatu ketinggian dan tinggi levitasi x. Dengan mengetahui nilai
x, pada sampel bahan akan berlaku
 ketinggian levitasi x, gradien medan dapat
kesetimbangan gaya ∑ F = 0. Dengan diperoleh sehingga nilai densitas bahan dapat
demikian, persamaan (1) dapat ditulis kembali diukur.
dalam bentuk sebagai berikut.
 (   m )    Metode sumber medan magnet ganda.
(  s   m )Vg  s V ( B  ) B (5) Keadaan sampel bahan terlevitasi stabil akan
0 memenuhi hukum kesetimbangan gaya yaitu

Dengan membagi kedua ruas dalam bahwa ∑ F = 0 . Keadaan setimbang tersebut
persamaan (5) dengan volume dan percepatan akan memenuhi persamaan (1) yang nilainya
gravitasi, serta densitas medium dipindah akan sama dengan nol.
280 Gancang Saroja : Levitasi Magnetik untuk Pengukuran Densitas Bahan Diamagnetik: Studi Teoritik

 (  m )    sampel bahan tidak disyaratkan sehingga secara


(  s  m )Vg  s V ( B  ) B  0 (10)
0 teoritik sampel bahan dengan ukuran relatif
sangat kecil pun akan dapat diukur densitasnya.
Besar vektor gradien dari fluks magnet B
diperoleh dengan memasukan persamaan (4) ke
dalam persamaan gradien medan magnet (7)
KESIMPULAN
sebagai berikut.
   B 2B 2B Berdasarkan pada hasil dan pembahasan
( B  ) B  Bx x  ( 0 x  B0 )( 0 )
x d d dapat disimpulkan bahwa secara teoritik metode
2 2
levitasi magnetik dengan sumber medan magnet
4 B0 2 B0
 x (11) tunggal dan ganda dapat digunakan untuk
d2 d mengukur densitas suatu bahan diamagnetik.
Setelah itu, persamaan (11) dimasukan ke Pengukuran densitas dilakukan dengan cara
dalam persamaan (10) sehingga diperoleh melevitasi bahan diamagnetik dalam fluida
persamaan berikut. magnetik serta mencatat ketinggian levitasi.
( s  m ) 4 B0
2
2B
2 Dari ketinggian levitasi tersebut nilai densitas
 (  s   m )Vg  x 0 )0
(12)
0
V(
d2 d
sampel bahan dapat diketahui.

Kemudian, dengan membagi persamaan (12)


dengan volume V dan menempatkan variabel DAFTAR PUSTAKA
densitas di ruas kiri dari persamaan, akan
didapatkan bentuk persamaan berikut. [1] Katherine A. Mirica, Scott T. Phillips,
(  s   m ) 4 B0 2B
2 2 Charles R.M., and George M.Whiteside,
( s  m )  ( 2 x 0 ) (13) (2010). Magnetic Levitation in the
0 g d d
Analysis of Foods and Water, J. Agric.
atau Food Chem., 58, 6565–6569
(  s   m ) 4 B0 (    m ) 2 B0
2 2 [2] Saroja, G., Suyatman, dan Nugraha,
s  x s  m (14) (2012). Levitasi Magnetik untuk
0 g d2 0 g d
Pemisahan Plastik PET dan PVC, Natural
Persamaan (14) menunjukkan bahwa nilai B, 1(4).
densitas sampel bahan dapat ditentukan dari [3] Mirica, K.A., Shevkoplyas S.S., Phillips
ketinggian levitasinya. Persamaan tersebut S.T., Gupta M., and Whitesides G.M.,
mengandung variabel berubah yaitu ketinggian (2009) Measuring Densities of Solids and
levitasi x. Sedangkan variabel yang lain berupa Liquids Using Magnetic Levitation:
nilai densitas fluida magnetik 𝜌𝑚 , percepatan Fundamentals, J. Am. Chem. Soc. 131,
gravitasi 𝑔⃗, permeabilitas magnet dari hampa 10049-10058
𝜇0 , susceptibilitas benda diamagnetik 𝜒𝑠 , dan [4] Malerich, C., and Ruff, P.K., (2004)
susceptibilitas dari fluida magnetik 𝜒𝑚 Demonstrating and Measuring Relative
merupakan variable tetap. Molar Magnetic Susceptibility Using a
Dengan demikian, suatu benda diamagnetik Neodymium Magnet, Journal of Chemical
dengan nilai densitas 1–2 kali densitas air akan Education, 81 (8), 1155
dapat diukur densitasnya menggunakan metode [5] Egami, S., Monjushiro, H., dan Watarai,
levitasi magnetik dengan medium fluida H., (2006) Magnetic Susceptibility
paramagnetik serta menggunakan pembangkit Measurements of Solutions by Surface
gradien medan magnet dari magnet permanen. Nanodisplacement Detection, Analytical
Dalam hal ini, dimensi ukuran berupa volume Sciences 22, September.