Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehamilan adalah peristiwa alamiah yang akan dialami oleh seluruh ibu
yang mengharapkan anak. Namun setiap kehamilan perlu perhatian khusus
para ibu untuk mencegah dan mengetahui hal-hal apa saja yang harus
diketahui selama masa kehamilan sehingga mengetahui apa saja yang harus
dilakukan demi kesehatan setiap perkembangan fisik maupun psikis ibu dan
janinnya. Melahirkan bayi yang sehat, lucu, dan menggemaskan sudah barang
tentu menjadi impian setiap perempuan. Tapi bayangan kebahagiaan tersebut
terkadang terganggu karena perasaan cemas pra-melahirkan. Menjelang proses
melahirkan, tidak sedikit calon ibu yang mengalami rasa takut saat proses
kelahiran. Padahal rasa cemas itulah yang justru memicu rasa sakit saat
melahirkan. Rasa sakit muncul karena saat mau melahirkan, mereka merasa
tegang dan takut, akibat telah mendengar berbagai cerita seram seputar
melahirkan. Perasaan ini selanjutnya membuat jalur lahir (birth canal)
menjadi mengeras dan menyempit. Nah, pada saat kontraksi alamiah
mendorong kepala bayi untuk mulai melewati jalur lahir, terjadi resistensi
yang kuat. Ini yang menyebabkan rasa sakit yang dialami seorang wanita.
Untuk mendapatkan proses melahirkan dengan alami, nyaman, dan
lancar, tentunya memerlukan persiapan secara holistik dan dilakukan sejak
proses kehamilan. Dalam menghindari kecemasan yang berujung rasa sakit
saat melahirkan, hypnobirthing bisa menjadi jalan keluarnya. Untuk
mendapatkan proses melahirkan dengan alami, nyaman, dan lancar, tentunya
memerlukan persiapan secara holistik dan dilakukan sejak proses kehamilan.
Ibu hamil dan pasangannya yang mengikuti pelatihan hypnnobirthing berperan
sebagai subjek aktif (sujet), sedangkan petugas kesehatan berperan sebagai
fasilitator.

1.2 Rumusan Masalah

1
1.2.1 Apa yang dimaksud dengan hypnobirthing?
1.2.2 Bagaimana Penatalaksanaan hypnobirthing?
1.2.3
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 Mengetahui tentang hypnobirthing.
1.3.2 Mengetahui tentang penatalksanaan hypnobirthing.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Hypnobirthing


Hypnobirthing berasal dari kata hypno (hypnos dari bahasa Yunani
yang artinya "tidur") dan birthing dari bahasa Inggris yaitu "proses
melahirkan". Hypnobirthing adalah science and art (ilmu pengetahuan dan
keterampilan dengan bahasan secara ilmiah). Jadi setiap ibu hamil dapat
belajar dan berlatih agar terampil untuk meningkatkan ketenangan diri selama
hamil dan pada saat melahirkan.
Hypnobirthing adalah sebuah terapi hipnotis supaya bisa melahirkan
tanpa rasa sakit. Terapi ini pertama kali dicetuskan berdasar buku yang ditulis
oleh Dr. Grantly Dick-Read pada tahun 1944. Selanjutnya dikembangkan
oleh Marie Mongan pada 1950an dengan mendirikan Hypnobirthing
Institute. Hypnobirthing merupakan perkembangan dari hipnosis. Jadi ide
dasar dari hypnobirthing ini sebenarnya adalah relaksasi. Melalui relaksasi
kita akan belajar berkonsentrasi, agar hanya memikirkan hal- hal positif
terutama seputar masalah kesehatan ibu dan bayi serta proses persalinan yang
berjalan lancar tanpa rasa sakit, serta rasa bahagia kita menyambut
kedatangan buah hati.

2.2 Penatalaksanaan Hypnobirthing


2.2.1 Prosedur Hypnosis
A. Persiapan Hypnosis
Persiapan yang matang nutlak diperlukan dalam melakukan
hypnosis karena persiapan ini merupakan indikator yang
mempengaruhi tingkat keberhasilan dari sesi terapi yang akan
dilaksanakan. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum
memulai sesi therapy hypnosis antara lain adalah sebagai berikut:

1.Persiapan Therapis

3
Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi para therapis
sebelum melakukan sesi therapy hypnosisnya antara lain adalah
membekali diri dengan pengetahuan yang luas tentang hypnosis,
selain itu therapis harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan
yakin atas kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, penampilan
yang professional juga merupakan hal yang penting saat
melakukan hypnosis seperti tidak memakan makanan yang
beraroma kuat apa jadinya jika mafas seorang teraphis berbau tak
sedap ketika kita berkomunikasi dengan klien. Hubungan baik
dengan klien, irama dan intonasi suara akan sangat membantu
dalam keberhasilan hypnosis. Hal ini disebabkan otak dan kata-
kata merupakan landasan dasar/alat yang digunakan dalam
hypnosis.
2. Persiapan Tempat
Lingkungan juga merupakan tempat yang turut membantu
dalam keberhasilan hypnosis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam pemilihan tempat untuk therapy hypnosis diantaranya:
a. Hindari ruangan yang terlalu terang/ matahari yang langsung
masuk karena dapat mengacaukan pikiran.
b. Gunakan warna yang lembut seperti warna biru dan hijau.
c. Jaga suhu ruangan agar tetap stabil.
d. Hindari suasana yang bising, gunakanlah ruangan yang bersih
dan tenang.
3. Persiapan Klien
Kesiapan dari klien merupakan faktor dominan lainnya
yang menentukan keberhasilan therapy hypnosis. Berikut hal yang
diperhatikan dalam persiapan klien:
a. Kesediaan klien
b. Sikap tubuh klien ketika dihypnosis yang paling baik adalah
dengan duduk yang memiliki penyangga pada punggung dan
kepala.
c. Anjurkan klien untuk menggunakan pakaian yang nyaman.

4
d. Lengan letakan pada sisi kursi atau di atas pangkuan klien.
4. Persiapan lain yang harus diperhatikan meliputi:
a. Kondisi fisik klien
b. Kelelahan fisik klien yang menghasilkan tidur alami maka
therapy hypnosis gagal Karena klien dianggap gagal mendapat
sugesti.
c. Kondisi klien yang dipengaruhi obat-obatan dan minuman
beralkohol.
d. Therapis yang secara emosi sedang terganggu atau tidak stabil.

2.2.2 Stadium Hypnosis


Von Schrenic –Notsing (1888) dalam A J Hukom memebagi
kedalaman hypothesis menjadi 3 stadium, yaitu; Hypnosis tanpa tidur,
Hypnosis dengan tidur dan hypnosis khayalan tidur. Pembagian
stadium ini menggunakan tidur sebagai tolak ukurnya. Sementara itu,
Liebeault (1868) membagi stadium hypnosis atas 6 stadium tingkatan,
yaitu:
1. Stadium 1
Sering disebut hypnoidal, dimana klien tidak merasa di
hypnosis. Klien hanya mengantuk disertai rasa berat dikepala, kaki
dan tangan terasa letih, tetapi daya tangkap seluruh panca indra tetap
baik. Pada stadium ini, ketika klien selesai di hypnosis dan terbangun
tetap dapat mengingat segala sesuatu yang terjadi selama hypnosis
berlangsung. Pada kasus penurunan berat badan, berhenti merokok
dan kasus-kasus lainnya therapy dapat dilakukan pada stadium ini.
2. Stadium 2
Sama dengan stadium 1, hanya saja tubuh klien telah masuk
pada katalepsi pasif, sedangkan pikirannya mulai berada dibawah
pengaruh therapis yang menghipnosisnya.
3. Stadium 3
Klien masuk pada tidur yang lebih dalam, terjadi analgesia
parsial. Keadaan ini lebih menyeruapai kondisi pembiusan. Klien

5
masih dapat mendengar suara-suara, terjadi katalepsi aktif dimana
klien dapat mengejangkan tubuhnya atau sebaliknya klien dapat
melumpuhkan tangan dan kakinya atas perintah yang
menghyponisisnya. Berdasarkan pengalaman penulis, pada stadium ini
dapat dilakukan terapi hypnosis pada klien dengan gangguan
hyperemesis gravidarum, desminore, dan pada proses persalinan pada
rasa sakit.
4. Stadium 4
Merupakan permulaan tahapan amnesic. Pada stadium ini,
terjadi hubungan yang sangat erat antara klien dengan therapis, klien
telah terpisah dengan dunia luar dan hanya terfokus pada sesuatu yang
diberikan therapis. Selain itu, sugesti yang diberikan dapat langsung
diikuti oleh klien. Pada stadium ini, therapis merupakan satu-satunya
penghubung antara klien dan duania luar.
5. Stadium 5
Munculnya permulaaa somnambulisme dengan dengan tanda-
tanda tidak ingat dengan apa yang telah dilakukan setelah
dibangunkan (amnesia), muncul halusinasi dan ilusi pada saat
terhypnosis, terjadi anaesthesia menyeluruh dan pada saat
dibangunkan klien mengikuti dan menjalankan sugesti-sugesti yang
diberikan therapis pada saat dihypnosis (posthypnotic suggestion).
6. Stadium 6
Hampir sama dengan stadium 5, hanya pada stadium ini terjadi
somnambulisme yang sangat dalam, halusinasi dan ilusi menghilang.
Klien seperti robot yang mengikuti seluruh sugesti yang diberikan
therapis tanpa perlawanan sedikit pun.
Stadium-stadium ini adalah suatu pegangan bagi therapis,
tetapi perlu kita ketahui bahwa stadium-stadium tersebut dapat
berbeda-beda pada setiap klien. Masih banyak teori-teori lain
mengenai stadium hypnosis ini diantaranya stadium menurut Charcot,
Forel, Ambrose,dan The Davis.

6
2.2.3 Penatalaksanaan Hypnosis
A. Pre Induksi
Preinduksi dalam hypnosis adalah pengkajian awal pada klien
agar therapis dapat mengetahui data-data tentang klien yang
diperlukan pada sesi therapy hypnosis. Empat tahapan proses
preinduksi yaitu:
a. Membangun dan menjaga relasi
Tahap ini dimulai sejak pertemuan pertama klien dengan therapis
hal ini akan memengaruhi bagaimana keberlanjutan atau keberhasil
terapi hypnosis itu sendiri seperti cara kita berbicara, keadaan ruangan
terapi dan lain sebagainya.
b. Menggali dan mengumpulkan informasi
Pada tahap ini, therapis menggali informasi dan data-data dasar
tentang klien disamping itu therapis dapat pula mengorek atau
mencari tahu akar permasalahan dan keluhan yang dirasakan oleh
klien, apa penyebanya dan teknik hypnosis yang akan dilaksanakan.
c. Membangun ekspetasi
Cara yang tepat untuk membangun ekspetasi adalah dengan
menceritakan kisah-kisah sukses penanganan kasus sejenis pada klien-
klien yang pernah diterapi oleh terapis pada kasus yang sejenis.
d. Mengatasi dan menghilangkan rasa takut
Pada tahp ini therapis perlu memberikan pemahaman yang benar
tentang terapi yang akan dilakukan. Therapis dapat menjelaskan
tentang prinsip kerja hypnosis dan bagaimana hypnosis dapat
membantu klien mengatasi masalah atau keluhannya.
B. Uji Sugestibilitas
Uji sugestibilitas bertujuan untuk mengetahui tingkat sugestibilitas
klien. Ada 2 tipe sugestibilitas diantaranya:
a. Physical Suggestibility
Adalah kondisi dimana seorang klien lebih dominan menggunakan
fisiknya dalam hal berinteraksi. Orang yang memiliki kondisi seperti
ini biasanya tumbuh dalam lingkungan yang menggunakan

7
menggunakan ucapan, makna dan tindakan secara konsisten dalam
berinteraksi.
b. Emotionally Sugestible
Adalah seorang klien yang menggunakan emosinya dalam
berinteraksi. Orang yang memiliki kondisi ini biasanya tumbuh pada
lingkungan yang tidak konsisten baik ucapaan atau makna.

2.2.4 Prosedur Hypnobirthing

Bisa dilakukan oleh semua ibu hamil pada usia kehamilan


berapa pun. Semakin dini, semakin baik. Jika dilakukan selama
kehamilan, maka janin akan merasa damai sekaligus memperkuat
ikatan batin dengan ibu. Bahkan, bisa membantu untuk mengatasi
rasamual, muntah, dan sebagainya.

Proses hypnobirthing

1. Dilakukan pengenalan singkat tentang hypnobirthing agar tercipta


kesamaan tujuan dan pemahaman. Ada yang beranggapan
hypnobirthing seperti hipnotis yang sering dilihat di televisi.
Sebagai pembuktian kekuatan daya konsentrasi digunakan bantuan
pendulum. Selain pendulum, untuk bisa masuk kealam bawah
sadar dapat melakukan idiomotorik. Idiomotorik adalah gerakan
tangan secara otomatis saat meditasi. Dengan tuntunan terapis,
anda akan bisa menggerakkan dan memberhentikan ayunan
pendulum.
2. Kemudian, sesi hypnobirthing pun dimulai. Suasana dibuat
senyaman mungkin, dengan meredupkan lampu, memasang music
yang menenangkan dan menyalakan lilin aromaterapi. Ibu hamil
dibuat rileks sehingga terbuka terhadap sugesti positif. Terapis
akan mengucapkan “perintah-perintah” positif berulang, hingga
terpogram di otak. Misalnya saja bahwa kontraksi itu perlu dan
cara “berdami” dengan rasa sakit. Lamanya sesi tergantung
masing-masing individu. Untuk yang kurang merasa percaya diri
atau pernah mengalami trauma, sesi bisa berlangsung berkali-kali.
Sesi rileksasi sendiri dibagi ke ringan, sedang, dan dalam. Namun
perlu diingat, datang ke sesi hypnobirthing bukanlah jaminan
persalinan 100% lancar. Afirmasi positif ini harus terus menerus
dilakukan dimana saja. Selain control terhadap pikiran, aspek
tubuh dan jiwa juga harus kompak. Percuma jiak rajin rileksasi,
tetapi malas olahraga. Melahirkan juga bergantung pada passage,

8
power, dan passanger. Passage artinya jalan lahir dan posisi janin
ideal, power dilatih dengan olahraga, dan passanger merupakan
janin sudah siap untuk lahir.

Diharapkan, jika semua kondisi terpenuhi, bayi bisa lahir


tanpa komplikasi dan intervasi (tidak menggunakan obat penahan
sakit ). Manfaat hypnobirthing, antara lain meningkatkan kadar
endorphin-hormon penghilang sakit alami tubuh-dalam tubuh
untuk mengurang rasa nyeri pada saat kontraksi.

Menurut Kuswandi (2011), ada empat cara untuk melakukan metode


hypno-birthing ini, yaitu :
a. Relaksasi Otot
Otot adalah bagian yang paling luas di tubuh manusia dan
banyak digunakan untuk beraktivitas. Cara melakukan relaksasi
otot adalah, berbaring santai, lengan di samping kanan dan kiri,
telapak kanan menghadap ke atas. Lalu tegangkan telapak kaki
hingga merambat ke betis, paha, pinggul, dan dada. Pundak ditarik
ke atas dan kedua telapak tangan dikepal kuat-kuat. Dahi
dikerutkan, lidah ditarik ke arah langitlangit.
b. Relaksasi Wajah
Mencapai relaksasi wajah yang dalam sangat penting
karena akan membuat bagian tubuh yang lain lebih mudah
mengikuti. Setelah menguasai seni relaksasi wajah, rahang akan
benar-benar rileks dengan mulut sedikit terbuka. Biarkan kedua
kelopak mata pelan-pelan menutup, pusatkan perhatian pada otot-
otot didalam dan disekitar mata dengan membiarkan rahang bagian
bawah sedikit rileks.
c. Relaksasi Pernapasan
Perhatikan nafas yang keluar dan masuk lewat hidung.
Nafas yang rileks adalah nafas perut yang lambat dan teratur.
Perlahan-lahan hirup nafas yang dalam lewat hidung, hitung 10 kali
hitungan. Selanjutnya, hembuskan lewat hidup secara perlahan
sambil diniatkan :”Setiap hembusan nafas membuat diri saya
semakin tenang”.

9
d. Relaksasi Pikiran
Karena getaran pikiran sangat ringan, pikiran perlu dilatih
agar dapat mencapai ketenangan. Maka langkah ini diwakili oleh
indra mata. Setelah mata terpejam sejenak, buka mata perlahan-
lahan sambil memandang satu titik tepat di atas mata, makin lama,
kelopak mata makin rileks, berkedip, dan hitungan kelima mata
akan menutup. Jika ada pikiran yang datang, sementara biarkan
saja, tetap pusatkan perhatian pada satu titik yang di atas. Pada saat
ketiga unsur jiwa (perasaan, kemauan, dan pikiran) dan raga
istirahat, masukkan program positif yang akan terekam dalam alam
bawah sadar. Contoh program positif, “Saya dan janin di dalam
kandungan akan tumbuh sehat dan saat persalinan akan
menghadapinya dengan tenang. Kedahsyatan alam bawah sadar
saat relaksasi bisa membuat ibu berkomunikasi atau berbicara
dengan janin yang dikandungnya, hal ini akan terjalin kasih saying
antara ibu dan janin. Dan manusia bisa mengkoordinasi fungsi
mind body soul (pikaran tubuh dan jiwa) secara harmonis sehingga
didapatkan perasaan bahagia dalam proses kehamilan persalinan
dan pasca melahirkan .

10

Anda mungkin juga menyukai