Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PROSES PRODUKSI PART BODY MOBIL NISSAN


MENGGUNAKAN MESIN STAMPING PRESS DI PT.INTI
PANTJA PRESS INDUSTRI

Disusun oleh :

Nama : Septian Galih Wicaksono

NIM : 2014250006

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DARMA PERSADA
JAKARTA
2018
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PROSES PRODUKSI PART BODY MOBIL NISSAN


MENGGUNAKAN MESIN STAMPING PRESS DI PT.INTI
PANTJA PRESS INDUSTRI

Disusun oleh :

Nama : Septian Galih Wicaksono

NIM : 2014250006

MENYETUJUI :

PEMBIMBING KERJA PRAKTEK KETUA JURUSAN TEKNIK MESIN

(ST Husen Asbanu, M.Si) (Yefri Chan, ST., MT.)

JURUSAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DARMA PERSADA
JAKARTA
2018

2
LEMBAR PENGESAHAN

Menyebutkan bahwa :

NAMA : Septian Galih Wicaksono

JUDUL : Proses Produksi Part Body Mobil Nissan Menggunakan Mesin


Stamping Press

TELAH MELAKSANAKAN KERJA PRAKTEK DI PT. INTI PANTJA PRESS


INDUSTRI DI DEVISI PRODUKSI.

Disahkan

Sriyanto
KA SIE PRESS LINE

3
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb .

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah

memberikan nikmat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

laporan kerja praktek ini dengan judul “LAPORAN KERJA PRAKTEK

PROSES PRODUKSI PART BODY MOBIL NISSAN MENGGUNAKAN

MESIN STAMPING PRESS”. Penyusunan laporan kerja praktek ini

bertujuan untuk memenuhi persyaratan mata kuliah kerja praktek di Jurusan

Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Darma Persada.

Dalam kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima

kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan bantuan

dalam menyelesaikan laporan kerja praktek ini.

Ucapan terima kasih kepada :

1. Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Nikmat sehat yang

diberikan sehingga laporan ini dapat diselesaikan dengan baik.

2. Bapak Yefri Chan, ST., MT., selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin

Universitas Darma Persada.

3. Bapak Dr. Aep Saepul Uyun, S.Tp., M.Eng., selaku Pembimbing Akademik

Jurusan Teknik Mesin angkatan 2014 Universitas Darma Persada dan juga

selaku dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan

4
pikirannya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan serta sarannya

bagi saya dalam menyelesaikan laporan ini.

4. Bapak Tigor F.S , selaku KEPALA BAGIAN DEPARTEMEN PRODUKSI

DI PT. INTI PANTJA PRESS INDUSTRI, yang memberikan izin untuk

melaksanakan kerja praktek di bagian produksi.

5. Bapak Sriyanto selaku pembimbing lapangan yang mengajarkan tentang

Proses Produksi di PT. INTI PANTJA PRESS INDUSTRI.

6. Seluruh staff dan karyawan di PT. INTI PANTJA PRESS INDUSTRI.

7. Kedua Orang Tua saya, yang selalu memberikan do’a, motivasi, dan

dukungan moral.

8. Teman-teman sekelas dan seperjuangan Teknik Mesin Angkatan 2014.

9. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, yang telah

memberikan dukungan dan bantuan, sehingga laporan kerja praktek ini

dapat terselesaikan dengan baik.

Akhir kata saya harap semoga laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat bagi

kita semua.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 3 Februari 2018

(Penulis)

5
DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan .............................................................................................. 2

Lembar Pengesahan Perusahaan ........................................................................... 3

Kata Pengantar ...................................................................................................... 4

Daftar isi ............................................................................................................... 6

Daftar Gambar ...................................................................................................... 8

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah ........................................................................................ 9

Perumusan Masalah .............................................................................................. 10

Batasan Masalah.................................................................................................... 11

Maksud dan Tujuan .............................................................................................. 11

Metode Penelitian.................................................................................................. 13

Sistematika Penulisan ........................................................................................... 14

BAB II TINJAUAN PERUSAHAAN

Sejarah Perusahaan................................................................................................ 16

Visi, Misi dan tujuan Perusahaan .......................................................................... 18

6
Struktur Organisasi ............................................................................................... 19

Fungsi dan Tugas Organisasi ................................................................................ 20

Jam Kerja Perusahaan ........................................................................................... 21

Lingkup Pekerjaan Kerja Praktek ......................................................................... 21

BAB III LANDASAN TEORI

Definisi Stamping Press ........................................................................................ 22

Tahap-tahap Pembuatan Part Body Mobil ............................................................ 23

BAB IV PEMBAHASAN

Proses Pembentukan Plat Menjadi Body Mobil Dengan Stamping Press ............ 28

Prosedur Pengoperasian Mesin Press .................................................................... 36

Bagian dari stamping press beserta fungsinya ...................................................... 38

BAB V PENUTUP

Kesimpulan ........................................................................................................... 42

Saran ...................................................................................................................... 43

DAFTAR PUSTAKA

7
DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.3 Struktur Organisasi INTI PANTJA PRESS INDUSTRI ......... 19

Gambar 4.1.1 Material Control .................................................................... 28

Gambar 4.1.2 Mesin Shearing ..................................................................... 29

Gambar 4.1.3 Mesin Stamping Press ........................................................ 30

Gambar 4.1.4 Proses Bending ........................................................................ 31

Gambar 4.1.5 Quality Control ........................................................................ 32

Gambar 4.1.6 LOG (Tempat Penyimpanan Benda Kerja) ........................... 33

Gambar 4.1.7 Flow Proses ............................................................................ 34

Gambar 4.2.1.1 Tombol Push Botton .............................................................. 38

Gambar 4.2.1.2 Table Lifter ............................................................................ 39

Gambar 4.2.1.3 Conveyor ............................................................................... 39

Gambar 4.2.1.4 Silde Bolster/Moving Bolster ................................................ 40

Gambar 4.2.1.5 Dies ........................................................................................ 41

8
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Pada dunia industri, khususnya di era globalisasi dan perdagangan bebas

(free trade) ini, Perusahaan diharuskan untuk meningkatkan daya saingnya untuk

dapat bertahan dalam derasnya arus perdagangan bebas saat ini. Persaingan tidak

hanya terfokus pada pesaing dalam negeri tetapi pesaing dari luar negeri pun turut

ambil bagian pada setiap industri di Indonesia. Khususnya untuk industri otomotif

agar dapat berperan secara maksimal dalam mendayagunakan seluruh potensi

sehingga mampu meningkatkan produktifitas dan menghasilkan produk yang

berkualitas. Hal tersebut juga ditunjang dengan adanya input yang baik seperti

bahan baku, tenaga kerja, mesin dan fasilitas, metode, modal dan informasi.

Pt. Inti Pantja Press Industri (IPPI) sebagai salah satu produsen stamping

press produksi sparepart kendaraan roda 4 yang sudah terkenal oleh sebagian besar

industri otomotif, harus senantiasa menjaga kepuasan pelanggannya. Salah satu

upaya dalam meningkatkan daya saing dan kepuasan pelanggan, yaitu dengan

peningkatan mutu atau kualitas dari produk atau jasa yang dihasilkan industri

tersebut. Semakin tinggi nilai kualitas yang dapat dicapai sebuah perusahaan maka

semakin besar pula kepercayaan pelanggan pada produk atau jasa yang dihasilkan

oleh perusahaan tersebut. Perusahaan ini dipercaya supplier sebagai produsen

stamping press yang menghasilkan produk yang baik dari segi kualitas.

9
Tahap pemilihan mesin produksi dalam suatu system manufaktur

merupakan factor yang menentukan efektifitas suatu perusahaan. Melalui pemilihan

mesin dan prosesnya maka dapat di ambil keputusan yang optimum dari hasil

produk yang berkualitas dan menghasilkan kuantiti yang stabil dan meningkatkan

berdasarkan sumber daya yang di miliki perusahaan dalam memenuhi produk yang

di hasilkan. Dengan mengetahui permintaan dari produk yang tepat sebagai

masukan utamanya, perlu di ketahui penggunaan alat dan proses produksi yang

tepat dan efesien atas permintaan tersebut selama jangka waktu menengah. Oleh

karena itu melalui pemilihan mesin stamping press pada proses produksi di PT.

INTI PANTJA PRESS INDUSTRI (IPPI) dapat menghasilkan produk – produk

sesuai dengan permintaan costumer dan memberikan jumlah produk sesuai

permintaan secara continiu.

Dari uraian tersebut, maka dalam laporan kerja praktek ini mengangkat

sebuah tema dan judul “LAPORAN KERJA PRAKTEK PROSES PRODUKSI

PART BODY MOBIL NISSAN MENGGUNAKAN MESIN STAMPING

PRESS”.

1.2 Perumusan Masalah

1. Bagaimana proses kerja pembentukan plat body mobil Nissan?

2. Bagaimana prosedur pengoperasian mesin stamping press dan

bagian dari stamping press beserta fungsi-fungsinya?

10
1.3 Batasan Masalah

Didalam penulisan ini ada batasan masalah dan penulisan untuk

menghindari pembahasan yang melebar dan jauh dari masalah dan tema utama yang

akan di jabarkan. Dalam penulisan ini hanya membahas tentang stamping press dan

forming process pada mesin stamping.

1.4 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud yang terkandung pada pemahaman mesin stamping untuk

produksi ada sebagai berikut :

1. Sebagai wawasan tentang penggunaan mesin stamping pada proses

produksi.

2. Mengetahui secara detail bagian-bagian dan cara pengoperasian

mesin stamping.

3. Sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah kerja praktek di

Universitas Darma Persada.

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mempelajari proses kerja mesin stamping press.

2. Mengidentifikasi bermacam proses yg dapat di lakukan pada mesin

press.

11
3. Mengetahui serta dapat memahami lebih luas tentang dunia kerja

sebenarnya.

4. Agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dan

pengetahuan yang di dapat di bangku perkuliahan dan

menerapkannya di lapangan.

1.4.1 Tujuan Penulis

Berdasarkan rumusan masalah yang akan di bahas, maka penulisan ini

mempunyai tujuan yaitu dapat mempelajari proses kerja dari mesin stamping

maupun cara pengoprasiannya, dapat mengidentifikasi bermacam proses yang

dapat di lakukan pada mesin press, mengenal bagian -bagian dari mesin press dan

mengetahui metal forming process pada mesin stamping press.

1.4.2 Manfaat Penulis

Manfaat Akademik :

 Dapat memahami proses kerja dari mesin stamping press yang diaplikasikan

di dunia industri.

 Dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan proses kerja

dari mesin stamping press sesuai standart dunia industri.

 Menambah pengetahuan mahasiswa dalam bidang industri sebagai bekal

bagi para lulusan yang akan masuk dunia kerja.

12
Manfaat bagi perusahaan :

 Memperoleh masukan – masukan baru dari lembaga pendidikan melalui

mahasiswa yang sedang dan telah melaksanakan kerja praktek.

 Dapat menjalin hubungan (relasi) yang baik dengan lembaga pendidikan

khususnya Fakultas Teknik Univesitas Darma Persada.

1.5 Metode Penelitian

Berikut adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulisan dalam

penyusunan laporan kerja praktek adalah sebagai berikut :

1. Data primer yang di peroleh secara langsung dari sumbernya, meliput :

a. Metode observasi adalah pengumpulan data dengan melakukan kegiatan

langsung di lapangan, dengan pembimbing kerja praktek.

b. Wawancara adalah pengumpulan data dengan cara melakukan

wawancara pada pembimbing kerja praktek seputar pekerjaan yang di

lakukan.

2. Data sekunder yang dikumpulkan oleh pihak lain dalam bentuk jadi.

a. Internal data adalah pengumpulan data dengan cara pengambilan data

dari perusahaan yang di berikan oleh pembimbing kerja praktek.

b. M External data adalah pengumpulan data dengan cara pengambilan

data yang berhubungan dengan proses berlangsungnya kerja praktek di

perusahaan.

13
1.6 Sistematika Penulisan

Penulisan laporan kerja praktek ini terdiri dari 5 (lima) bab, yang akan di

jelaskan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini dijelaskan mengenai Latar Belakang, Rumusan Masalah,

Batasan Masalah, Maksud dan Tujuant Penulisan, Metode Penelitian, dan

Sitematika Penulisan.

BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

Dalam bab ini akan di uraikan tentang sejarah singkat perusahaan PT. INTI

PANTJA PRESS INDUSTRI, Visi, Misi, dan Tujuan Perusahaan, Falsafah

Perusahaan, Struktur Organisasi, Fungsi dan Tugas Organisasi, Jam Kerja

Perusahaan, Maksud dan Tujuan, Ruang Lingkup Kerja Praktek.

BAB III LANDASAN TEORI

Dalam bab ini di bahas teori-teori yang menyangkut pengenalan proses

stamping, pengoperasian dan proses pembentukan pada mesin Stamping Press.

BAB IV PEMBAHASAN

Bab ini berisi tentang pembahasan yang ada proses produksi mesin

stamping press.

BAB IV PENUTUP

Dalam bab ini berisikan kesimpulan mengenai Proses Pembentukan Plat

Pintu Mobil Menggunakan Mesin Press yang telah di lakukan, selain itu bab ini

14
berisikan saran – saran yamg berhubungan dengan Proses Pembentukan Plat

Menggunakan Mesin Press yang telah di lakukan.

15
BAB II

TINJAUAN PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

PT. INTI PANTJA PRESS INDUSTRI (IPPI) merupakan perusahaan yang

bergerak di bidang industri kedaraan roda empat, dengan spesifiaksi industry

komponen press kendaraan bermotor roda empat. PT. INTI PANTJA PRESS

INDUSTRI merupakan salah satu cabang prusahaan dari Astra Group. PT. INTI

PANTJA PRESS INDUSTRI resmi didirikan pada 19 Agustus 1989.

PT. INTI PANTJA PRESS INDUSTRI yang bertempat di Jl. Kaliabang no1

Pondok Ungu, Bekasi, didirikan di atas tanah seluas 50.000 m2. PT. INTI PANTJA

PRESS INDUSTRI terdiri dari 6 (enam) bangunan yang saling mendukung, yaitu

dengan spesifikasi luang bangunan sebagai berikut : Bangunan Line A luasnya

3.864 m2, banguna Line B luasnya 3.864 m2, bangunan Line C luasnya 2.072 m2,

storange luasnya 8.680 m2, banguna kantor 1.200 m2, sedangkan ruang makan loker

luasnya 200 m2. Sehingga dapat di total luas bangunannya 19.488 m2.

Status perusahaan adalah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) oleh

PT Astra Internasional Inc. pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 1992, PT IPPI

statusnya berubah menjadi PMA (Penanaman Modal Asing), dengan total investasi

sebesar Rp. 16.786.000.000,-. Saham PT IPPI merupakan milik PT Astra

Internasional Inc sebesar 89.36% dan Itochu Coporation sebesar 10.64%. jenis

produksi PT IPPI meliputi Cabin, Rear Body, Chasis dan Fuel Tank untuk jenis

kerndaraan komersial kategori I dan kategori II (Light Truck).

16
Peresmian PT IPPI yang merupakan awal dimulainya produksi

dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 1990. Pada tanggal itu pula PT IPPI

sekaligus melakukan produksi secara komersil untuk komponen A.U.V (Asean

Utility Vehicle) untuk jenis Pick Up 2300cc. setelah bershasil dengan komponen

AUV, maka pada bulan Mei tahun 1992 PT IPPI memperkenalkan jenis wagon

yang merupakan kendaraan berinterior penumpanh. Karena banyak jumlah

komponen Press Body, PT IPPI sampai saat ini baru dapat memproduksi 25% dari

seluruh komponen press yang memliki ukuran sedang dan besar (sekitar 500-2000

ton)

Sedangkan untuk komponen press berukuran kecil (<500 ton), PT IPPI

menunjukan perusahan lain sebagai sub kontraktor. Sampai saat ini terdapat 14sub

kontraktor yang bekerja sama dengan PT IPPI. Hasil dari komponen yang telah

dipress oleh sub kontraktor diserahkan pada PT IPPI untuk selanjutnya dikirim

bersama dengan komponen yang di press oleh PT IPPI kepada PT PM. Sedangkan

assembly (perakitan) dilakukan oleh PT GM yang kemudian akan menjadi satu

kesatuan pada kendaraan beroda empat.

PT IPPI telah menerapkan system manajemen mutu ISO/TS 16949 dan

lingkungan ISO 14001. Selain itu karena PT IPPI merupakan salah satu cabang

perusahaan PT ASTRA GROUP maka, di dalam opersionalnya, PT IPPI

menjalankan suatu manajemen yang disebut Astra Total Quaity Control (ATQC)

ini mrupakan suatu manajemen yang mengikutsertakan seluruh karyawan

perusahaan dalam menerapkan konsep pengendalian kualitas (Quality Control) dan

metode statistic dalam pemenuhan kepuasan pelanggan.

17
2.2 Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan

IPPI meupakan salah satu prusahaan stamping press yamg cukup terkenal

dan memiliki banyak pelanggan tersebar di Indonesia. IPPI memiliki VISI DAN

MISI keberadaannya di Indonesia yaitu :

VISI :

Produsen press umum premium untuk otmotif dan komponen di Indonesia

MISI :

Untuk menjadi mitra utama untuk utama industri otomotif Indonesia

TUJUAN :

Adapun tujuan yang ingin dicapai oleh PT IPPI adalah menciptakan proses-

proses handal untuk meningkatkan kepuasan pelanggan

18
2.3 Struktur Organisasi

Gambar 2.3.1 Struktur People Development produksi

Adapun struktur organisasi yang di tampilkan di atas hanyalah diambil pada

bagian Produksi saja dikarenakan yang akan penulis bahas adalah Proses

Pembentukan Plat Menggunakan Mesin Press di PT. INTI PANTJA PRESS

INDUSTRI.

19
2.4 Fungsi dan Tugas Organisasi

Bagian perusahaan yang menyangkut produksi antara lain sebagai berikut :

1. KA DEPT PRODUKSI

Tugas KA DEPT PRODUKSI yaitu bertanggung jawab atas semua seksi dan

semua yang ada di bagian produksi menjaga kestabilan proses, quality, biaya.

2. TRAINER SAP

Fungsi TRAINER SAP yaitu bertugas untuk melakukan pelatihan/ pengajaran

tentang pembuatan PIC (Part Indentification Card)

3. TRAINER FUNDAMENTAL SKILL

4. TRAINER DOJO PRESS

5. TRAINER DOJO ASSY

6. KA SIE PRESS LINE

7. KA SIE SUB ASSY

8. DOJO PRESS A,B,C,D

9. DOJO METAL FINISH

10. DOJO ASSY

11. DOJO SHR

20
2.5 Jam Kerja Perusahaan

Untuk melaksakan kegiatan produksi agar berjalan dengan lancar, maka

perusahaan membuat tata tertib dimana karyawan diwajibkan untuk mengisi

absensi setiap kali masuk kerja, kelalaian mengisi absensi akan dianggap mangkir

atau tidak masuk kerja. Karyawan juga di wajibkan untuk maengikuti kegiatan kerja

sesuai dengan aturan jam kerja yang telah di tentukan oleh perusahaan. Ketentuan

jam kerja yang berlaku adalah 8 jam sehari dengan hari kerja adalah 5 hari kerja.

Adapun pembagian jam kerja untuk karyawan adalah sebagai berikut :

Jam kerja hari senin s/d jumat = Pukul 07.15 – 16.15 wib

Istirahat hari senin s/d kamis = Pukul 12.00 – 13.00 wib

Istirahat jumat = Pukul 11.30 – 13.00 wib

2.6 Lingkup Pekerjaan Kerja Praktek

Mahasiswa yang melakukan kerja praktek di PT. INTI PANTJA

PRESS INDUSTRI di tempatkan pada bidang – bidang yang sesuai dengan

keahliannya (jurusan kuliah) agar mahasiswa dapat mengimplementasikan apa

yang sudah di dapat di bangku perkuliahaan. Sehingga secara bersamaan

mahasiswa dapat mengembangkan soft skill dan juga hard skill.

21
BAB III

LANDASAN TEORI

1.1. Definisi Stamping Press

Stamping adalah suatu proses dimana material plat dirubah menjadi

bentuk profil tentu sesuai dengan design atau keinginan dengan menggunakan tool

/ alat sehingga plat yang terbentuk tersebut dapat digunakan dan di fungsikan sesuai

design.

Sebagian dari kita mungkin sudah mengenal alat-alat bantu yang digunakan

dalam proses pembentukan plat. Misalnya alat pemotong, mulai dari alat potong

manual hingga alat potong hodrolik, alat penekuk plat, silinder pembuat radius, dan

tentu masih banyak lagi. Satu alat hanya untuk mengerjakan satu proses saja. Tapi

apada era mdern ini alat-alat tersebut mulai ditinggalkan pada proses manufacturing

prduksi masal, seperti pada manufacturing produksi mobil. Sebagian besar

perusahaan manufacturing plat sekarang ini telah beralih menggunakan mesin

press.

Mesin press lebih efektif karena dapat melakulkan proses cuting sampai

dengan proses bending dan forming pada sekali proses pengepresan saja. Dan

dengan hasil yang 99.9% sama antara part buatan pertama hingga terakhir sehingga

sangat cocok sekali digunakan pada proses produksi masal. Mesin press digunakan

hampir pada seluruh proses produksi yang didalamnya ada proses pengerjaan dan

22
prmbentukan plat. Namun pada artikel ini hanya akan dibahas salah satunya yaitu

pada proses manufacturing pembuatan body mobil. Mesin press yang digunakan

adalah mesin press hidrolik 500 ton sampai ribuan ton, baik yang manual maupun

yang sudah fully automatik dengan menggunakan lengan robot.

1.2. Tahap-tahap Pembuatan Part Body Mobil

1. Shearing

Proses pertama adalah shearing atau proses pemotongan awal. Proses

ini memotong lembaran plat baja dari bahan mentah yaitu gulungan coil

plat baja menjadi lembaran-lembaran plat baja berbagai ukuran. Proses

shearing dibedakan menjadi beberapa macam yaitu pemotongan lurus,

pemotongan miring dan pemotongan kombinasi.

2. Stamping (pengepressan)

Pengepressan dilakukan beberapa tahap, biasanya untuk membuat satu

press part jadi dibutuhkan 3 sampai 4 kali proses pengepressan. Hal ini

dilakukan untuk mencegah kerusakan yang terjadi pada plat karena

dalam proses pengepressan juga terjadi proses cutting, penarikan dan

bending. Secara umum proses stampling dapat dibagi menjadi beberapa

macam yaitu:

23
A. Proses Cutting ( pemotongan ).

Proses pemotongan adalah proses dimana material di potong

sesuai dengan ukuran yang diinginkan agar material tersebut dapat

dikerjakan kedalam proses berikutnya. Jenis – jenis proses pemotongan

antara lain :

a. Blanking

Blanking adalah proses persiapan material, material dipotong sesuai

dengan yang dibutuhkan. Proses blanking bertujuan agar mendapatkan

hasil potongnya atau blank, sedangkan sisanya akan dibuang sebagai

sampah atau disebut scrap.

b. Cutting

Yaitu suatu proses pemotongan material yang masih berbentuk

lembaran (blank material). Proses cutting merupakan proses

pemotongan beberapa bagian dari suatu part. Sisa pemotongan dibuang

sebagai scrap.

c. Trimming

Yaitu sutu proses pemotongan material pada bagian tepi. Biasanya

proses ini adalah lanjutan dari proses sebelumnya seperti draw, stamp

dan sebagainya.

d. Notching.

Notching adalah proses pemotongan pada bagian pinggir material

part, biasanya pada progressive dies. Dengan pemotongan tersebut, part

berangsur terbentuk walaupun masih menempel pada scrap skeleton.

24
e. Par

There are no sources in the current document.ting atau Separating

Parting atau separating adalah proses pemisahan suatu part menjadi

dua bagian atau beberapa bagian dari sheet metal strip sehingga

menghasilkan part yang dikehendaki. Pada proses separating terdapat

scrap yang tidak terpakai.

B. Proses Forming ( pembentukan ).

Forming adalah istilah umum yang dipakai pada proses

pembentukan sheet metal untuk mendapatkan contour yang diinginkan.

Proses forming, tidak menghasilkan pengurangan atau penghilangan

material seperti yang terjadi pada proses cutting. Maka untuk istilah

pembentukan juga berbeda-beda agar tidak salah pengertian. Jenis-jenis

proses pembentukan tersebut antara lain:

a. Bending

Bending adalah proses penekukan plat dimana hasil dari penekukan

ini berupa garis sesuai dengan bentuk sudut yang diinginkan.

b. Flanging.

Flanging adalah sama seperti bending namun garis bending yang

dihasilkan tidak lurus melainkan mengikuti bentuk part yang

bersangkutan. Proses ini dimaksudkan untuk memperkuat bagian sisi

dari produk atau untuk alasan, keindahan.

c. Forming.

25
Forming mengacu pada pengertian yang lebih sempit yang artinya

adalah deformasi dari sheet metal yang merupakan kombinasi dari

proses bending dan flanging. Proses forming menghasilkan bentuk yang

sangat kompleks dengan tekukan-tekukan serta contour part yang rumit.

d. Drawing.

Drawing adalah forming yang cukup dalam sehingga proses

pembentukannya memerlukan blank holder atau stripper dan air cushion

/ spring untuk mengontrol aliran dari material. Untuk bentuk yang tidak

beraturan diperlukan bead untuk menyeimbangkan aliran material.

Untuk menghasilkan produk yang baik, sebaiknya digunakan steel sheet

khusus proses drawing dan menggunakan mesin press hidrolik.

e. Deep Drawing.

Deep Drawing merupakan proses drawing yang dalam sehingga

untuk mendapatkan bentuk dan ukuran produk akhir diperlukan

beberapa kali proses drawing. Blank holder / stripper mutlak diperlukan

dan hanya dapat diproses pada mesin press hidrolik dan menggunakan

sheet metal khusus untuk deep drawing.

C. Proses Compression ( penekanan).

Proses ini termasuk dalam operasi forming yang mana tekanan yang

kuat diberikan pada sheet metal untuk menghasilkan tegangan kompresi

yang tinggi pada plat untuk menghasilkan deformasi plastis. Jenis-jenis

proses penekanan ini adalah :

26
a. Stamping atau Marking.

Stamping atau Marking atau kadang-kadang disebut proses

coining digunakan untuk membuat tanda, simbol, huruf atau bentuk

lainnya dengan proses cold forging.

b. Heading.

Heading adalah proses pembentukan kepala dari part, biasanya pada

material steel bar. Proses pembentukannya dengan proses hot forging

atau cold forging dimana bagian ujung dari part diproses dengan

menggunakan pressing dies untuk membentuk kepala.

c. Sizing.

Sizing adalah operasi dimana material plat diberi tekanan tinggi

yang mana menyebabkan material mengalir, karena itu sizing bertujuan

untuk memperbesar akurasi dimensi dari part / benda kerja.

27
BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 Proses Pembuatan Lempengan Plat Besi Menjadi Part Body Mobil

Nissan Dengan Mesin Stamping Press

Saat pelaksanaan kerja praktek saya melakukan proses pembuatan

body mobil dengan mesin stamping press.

Berikut langkah-langkah penjelasannya:

4.1.1 MC menyiapkan material yang sudah siap untuk proses

produksi di press line dan Shearing berdasarkan Schedule

Harian Produksi.

Gambar 4.1.1 Material yang sudah siap untuk diproses

28
4.1.2 Shearing melakukan pengecekan material sesuai Control Plan,

jika benda kerja bagus atau OK langsung proses dan jika benda

kerja tidak bagus atau NG, maka akan dikembalikan ke MC

sesuai instruksi kerja.

Proses shearing akan dilakukan sesuai instruksi kerja di mesin

shearing I, II, dan III. Hasil proses shearing akan langsung

dikirimkan ke Press Line untuk In House dan MC Out House.

Hasil proses shearing akan untuk Out House akan

dikembalikan ke MC.

29
Gambar 4.1.2 Proses ini adalah dimana rolled coil (gulungan

besi) tersebut masuk ke proses shearing yaitu plat tersebut

dipotong sesuai prosedur ukuran part mobil.

4.1.3 Mesin Press akan melakukan pengecekan material yang

diterima dari hasil mesin shearing dan MC sesuai dengan

Control Plan. Material hasil pemotongan mesin shearing, jika

benda kerja tidak bagus akan dikembalikan ke MC sesuai

instruksi kerja dan dilakukan pemeriksaan Retur Material

Sheet.

Proses pembuatan Press Part pada mesin press akan dilakukan

sesuai dengan Press Machine Schedule baik di mesin Press

Line I, II, dan III

Gambar 4.1.3 Mesin Stampin Press


30
4.1.4 Setelah lembaran plat baja yang sudah masuk ke dalam mesin

press dan di press sesuai instruktur kerja dari perusahaan.

Setelah itu benda kerja yang sudah menjadi part akan memasuki

Quality Control.

Gambar 4.1.4 Part yang sudah terbentuk

31
4.1.5 Quality Control yaitu dimana sebuah part yang sudah terbentuk

akan dilakukan pengecekan secara visual.

Gambar 4.1.5 Quality Control

32
4.1.6 Hasil proses stamping berupa finish part yang memenuhi

standar pabrik akan dikieim ke LOG, yang terlebih dahulu

mendapat persetujuan dari QC. Jika tidak memenuhi standar

akan dikirim terlebih dahulu ke Hand Work. Jika tidak bisa di

rework benda kerja tersebut akan di reject atas persetujuan QC.

Gambar 4.1.6 LOG (Tempat Penyimpanan Part yang sudah

terbentuk)

33
MC

1
NG RETUR

MIC OK

4 SHEARING

3
NG
PIC OK
PIC
OK
5

RIJECT PRESS

PIC REWORK

REWORK

NG 8

OK

QA

PIC REJECT

SCRAP 9
PIC OK

Gambar 4.1.7 Flow Proses

34
Keterangan :

1. MC : Material Control

2. MIC : Material Inventory Control (Persediaan material)

3. RETUR : Pengembalian benda kerja

4. NG : No Good (Benda kerja tidak bagus)

5. OK : Benda kerja yang sudah memenuhi persyaratan

6. SHEARING : Pemotongan

7. PIC : Production inventory control (Pengendalian

persediaan produksi)

8. REJECT : Benda kerja yang gagal setelah diproduksi

9. REWORK : Perbaikan benda kerja yang setelah diproduksi

10. QA : Quality assurance (Pengecek benda kerja yang

sudah diproduksi)

11. SCRAP : Limbah

12. LOG : Tempat penyimpanan benda kerja yang sudah

diproduksi

35
4.2 Prosedur Pengoperasian Mesin Stamping Press dan Bagian dari

Stamping Press beserta fungsinya

Sebelum melakukan pengoperasian mesin stamping ini operator

diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap mesin stamping press, yaitu :

a. Pemeriksaan terhadap terhadap tempat kerja.

b. Pemeriksaan DIEZ (cetakan untuk pengepresan).

c. Pemeriksaan Slide Boster (tempat dudukan diez).

d. Setting mesin Press sesuai dengan instruktur kerja dan sebagai acuannya

adalah lembar form POSW (Point Of Stamping Work).

e. Setelah itu mengisi form of Press Machine Setting Control dan setiap

operator sudah melakukan setting mesin, operator harus memastikan

kembali apakah mesin sudah dilakukan sesuai dengan POSW (Point Of

Stamping Work).

36
Setelah semua dilakukan dengan benar berikut ini adalah cara

memulai pengoperasiannya :

MENGHIDUPKAN MESIN POIN PEMASTIAN

1. Hidupkan sumber arus listrik » Control panel diputar kearah

“ON”

2. Tekan hidrolik Pump (start) » Lampu oli pump menyala hijau

lampu power source menyala

3. ON kan control source » Diputar kearah “ON” searah

jarum jam lampu PAD UPPER

menyala

» Jarum amper bergerak keangka

4. Tekan tombol main motor start 180 kemudian jarum bergerak

(lampu hijau) keangka 0 dan lampu hijau

(tombol main start) menyala

» Diputar ke inching atau single

5. Set/ tetapkan/ pilih posisi mesin siap dioperasikan

operation selector

37
4.2.1 Bagian dari Stamping Press dan fungsi-fungsinya

4.2.1.1 Tombol Push Botton

Tombol ini sebagai safety untuk operator,agar operator yang

mengoperasikan di waktu handlding aman. Karena push button kalau tidak

ditekan mesin tidak dapat dijalankan / digerakan.

Fungsinya yaitu sebagai pengoperasian mesin press dalam proses proses

manual.

38
4.2.1.2 Table Lifter

Alat ini berfungsi untuk meletakkan material yang akan diproses sesuai

dengan kapasitas material tersebut. Kapasitas table lifter (max 2ton).

4.2.1.3 Conveyor

Conveyor ini berfungsi untuk membawa atau menghantarkan material /

part dari mesin ke satu ke mesin yang lainnya.


39
4.2.1.4 Slide Bolster / Moving Bolster

Seperti yang ditunjukkan pada gambar tersebut.

Slide bolster atau moving boster ini bisa bergerak horizontal dan leter L

dan Slide Boster ini berfungsi sebagai tempat atau wadah untuk dies

cetakan pengepresan.

40
4.2.1.5 Dies

Seperti yang ditunjukkan pada gambar dies berukuran besar ini

berfungsi sebagai cetakan untuk mengepress lempengan besi dan

dibentuk sesuai keinginan konsumen.

41
BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Dari data-data yang didapat selama melaksanakan kerja praktek di PT IPPI

dalam bidang produksi selama kurang lebih 1 bulan penulis mencoba memberikan

kesimpulan antara lain :

1. Proses pada produksi diawasi oleh quality gate untuk menjamin part yang

berkualitas.

2. Pencucian material di set cleaner harus benar-benar bersih karena tidak bersih

akan membuat part menjadi NG (No Good) atau biasa yang disebut dengan

benda kerja yang tidak bagus.

3. Proses produksi harus mencapai tic time (target waktu yang telah ditentukan

dari perusahaan).

4. Part yang dinyatakan NG (No Good) pada setiap quality gate, akan dibawa

kemetal finish untuk diperbaiki. Apabila part tersebut tidak dapat diperbaiki,

maka akan dinyatakan reject.

5. Penyebab suatu benda kerja menjadi riject yaitu bisa dari materialnya dan

pada proses pengepressan, dimana pada mesin press atau sebuah DIEZ

terdapat sebuah kotoran yang tidak dibersihkan dan akan menimbulkan suatu

benda kerja menjadi riject.

42
5.2 SARAN

Saran melaksankan Kerja Praktek di PT PPI, penulis mendapat banyak

pengalaman kerja mengenai proses produksi yang dapat menambah wawasan

penulis dalam bidang industri otomotif di Indonesia. Penulis menyarankan agar

memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam melaksanakan Kerja Praktek, jika ada

hal yang tidak diketahui segera tanyakan langsung kepada pembimbing lapangan

sehinga sebagai peserta kerja praktek bisa mendapatkan ilmu semaksimal mungkin,

maka dari itu dituntut keaktifan dan kreatifitas dalam melaksanakan Kerja Praktek.

43
DAFTAR PUSTAKA

di09, W. (2017, Desember 23). Sheet Metal Forming Processes.

Retrieved from http://www.scribd.com/doc/32780111:

www.scribd.com

Diemold. (2012, Juni 06). Stamping Press. Retrieved from

diemold.wordpress.com/2011/06/06/seputar-stamping-press/:

diemold.wordpress.com

Inti Pantja Press Industri. (2000). Modul Training. Bekasi: PT.IPPI.

Wikipedia. (2009, Desember 11). www.wikipedia.org. Retrieved from

en.wikipedia.org/wiki/Stamping_(metalworking):

www.wikipedia.org

44