Anda di halaman 1dari 45

LABORATORIUM TEKNIK KIMIA 2

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2015/2016

MODUL : Fluidisasi
PEMBIMBING : Fitria Yulistiani S.T, M.T

Praktikum : 8 Juni 2016


Penyerahan : 14 Juni 2016 (Laporan)

Oleh:

Kelompok : VII (Tujuh)


Nama : 1. Aldi Muhamad Ramdani 141411002
2. Khoirin Najiyyah Sably 141411015
3. Muhammad Naufal Syarief 141411019
4. Ummi Kultsum Ratu Luhrinjani 141411030

Kelas : 2A- D3 Teknik Kimia

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang
Fluidisasi adalah peristiwa dimana unggun berisi butiran padat berkelakuan seperti fluida
karena dialiri fluida. Fluidisasi dipakai untuk menerangkan atau menggambarkan salah satu
cara mengontakkan butiran-butiran padat dengan fluida (gas/cair) dalam suatu kolom hingga
butiran padatan tersuspensi kedalam fluida. Manfaat dari sifat padatan yang terfluidisasi
diantaranya mudah dialirkan sehingga memungkinkan operasi menggunakan padatan dapat
bersifat kontinyu serta memperbesar luas permukaan kontak sangat besar sehingga operasi
menjadi sangat efektif.
Peristiwa fluidisasi digunakan dalam bebrapa industri, diantaranya :
 industri petrokimia dalam reaktor cracking
 pembuatan alkil klorida dari gas klorin dengan olefin
 pembuatan phthalic-anhidride dari oksidasi naphtalena oleh udara
 pembakaran kapur
 pengambilan tembaga, perak atau emas dari bijinya
 incenerator pada perlakuan limbah B3

1.2.Tujuan Praktikum
1) Membuat kurva karakteristik fluidisasi.
2) Menentukan rapat massa butiran padat.
3) Menentukan harga kecepatan alir minimum Umf dari kurva karakteristik dan dari
perhitungan.
4) Mengetahui pengaruh ukuran partikel dan tinggi unggun terhadap Umf.
BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Fluidisasi

Menurut (widayati, 2010) Fluidisasi adalah metode pengkontakan antara padatan dengan
fluida, baik cair maupun gas dalam suatu kolom yang berisi sejumlah partikel padat dengan
mengalirkan fluida dari bawah ke atas. Penggunaan fluidisasi secara ekstensif dimulai pada
industri pengolahan minyak bumi, yaitu dengan dikembangkannya proses perekahan katalitik
hamparan-fluidisasi (fluid bed catalytic cracking). Fluidisasi juga digunakan di dalam proses
katalitik lainnya. Seperti sintesis akronitril dan untuk melaksanakan reaksi zat padat-gas.

2.2 Fenomena pada Proses Fluidisasi

Fenomena-fenomena yang dapat terjadi pada proses fluidisasi antara lain:

2.2.1 Fenomena Fixed Bed

Fenomena fixed bed yang terjadi ketika laju alir fluida kurang dari laju minimum
yang dibutuhkan untuk proses awal fluidisasi. Pada kondisi ini partikel padatan tetap dia

Gambar 2.2.1 Unggun Diam


2.2.2 Fenomena minimum or incipient fluidization

Fenomena minimum or incipient fluidization yang terjadi ketika laju alir


fluida mencapai laju alir minimum yang dibutuhkan untuk proses fluidisasi. Pada kondisi
ini partikel-partikel padat mulai terekspansi.

Gambar 2.2.2 Unggun Terfluidakan

2.2.3 Fenomena smooth or homogenously fluidization

Fenomena smooth or homogenously fluidization terjadi ketika kecepatan dan


distribusi aliran fluida merata, densitas dan distribusi partikel dalam unggun sama
atau homogen sehingga ekspansi pada setiap partikel padatan seragam.

Gambar 2 .2 . 3 Fenomena smooth or homogenously fluidization


2.2.4 Fenomena bubling fluidization

Fenomena bubbling fluidization yang terjadi ketika gelembung – gelembung


pada unggun terbentuk akibat densitas dan distribusi partikel tidak homogen.

Gambar 2.2 . 4 Fenomena bubbling fluidization

2.2.4 Fenomena Slugging fluidization

Fenomena slugging fluidization yang terjadi ketika gelembung-gelembung


besar yang mencapai lebar dari diameter kolom terbentuk pada partikel-partikel
padat. Pada kondisi ini terjadi penorakan sehingga partikel-partikel padat seperti
terangkat.

Gambar 2.2. 5 Fenomena Slugging fluidization

2.3 Perhitungan Fluidisasi

Pada kecepatan sedikit diatas Vmin unggun yang terjadi adalah laminar, apabila kecepatan
gas diperbesar unggun yang terjadi disebut fluidisasi gelembung/bubling dan apabila
kecepatan ini bertambah terus fluidisasi yang terjadi disebut fluidisasi bergolak/turbulent.
Batas maksimum kecepatan fluidisasi turbulen disebut kecepatan fluidisasi maksimum
(Vmak), apabila kecepatan gas diperbesar lagi maka yang terjadi bukan fluidisasi, akan tetapi
aliran gas yang membawa padatan, sehingga penurunan tekanan akibat adanya padatan tidak
berpengaruh lagi.

Gambar 2.3 Hubungan kurva laju alir gas terhadap Pressure Drop

Parameter yang sangat penting dalam mempelajari fluidisasi adalah kecepatan fluidisasi
minimum (Umf) karena dengan mengetahui Umf dapat menentukan titik awal terjadinya
fluidisasi dan dapat menghitung berapa hilang tekan yang terdapat pada awal fluidisasi. Untuk
unggun yang mulai terfluidisasi yaitu pada kecepatan aliran udara minimum Umf dengan
asumsi partikel terdistribusi merata, ukuran dan bentuk partikel seragam persamaan fluidisasi
adalah:

Wen dan Yu menemukan hubungan bahwa,

Persamaan (1) menjadi,


Keadaan Khusus:

Suku pertama dari persamaan (1) bisa diabaikan, sehingga persamaan menjadi :

Suku kedua dari persamaan (1) dapat diabaikan sehingga menjadi:


BAB III

METODELOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan

Gambar 3.1 Seperangkat Alat Fluidisasi

Tabel 3.1 Alat dan Bahan

No. Alat Bahan


1 Kolom fluidisasi Partikel polimer dengan diameter 0-0,5 mm
2 Pompa udara Partikel polimer dengan diameter 0,5-1,0
mm
3 Kerangan pengatur laju alir udara Partikel polimer dengan diameter 1,0-1,4
mm
4 Kerangka tempat peralatan
5 Piknometer
6 Jangka sorong
7 Neraca timbang
3.2 Langkah Kerja
3.2.1 Penentuan Massa Jenis Partikel

Menyiapkan piknometer yang sudah bersih dan


kering

Menimbang dengan neraca piknometer kosong

Mengisi dengan air sampai penuh (batas volume


piknometer) kemudian timbang dengan neraca

Mengosongkan piknometer dan

Mengisi piknometer dengan partikel polimer


dengan diameter 0-0,5 mm sebanyak setengah
volume kemudian timbang

Mengisi pikno dengan air sampai penuh dan


timbang

Mengulangi prosedu dengan partikel yang


berdiameter

Gambar 3.2.1 Skema Kerja Penentuan Massa Jenis Partikel


3.2.2 Percobaan Fluidisasi

Menyalakan pompa udara dengan mengatur


kecepatan yang kecil, kemudian mematikannya

Mengisi tabung dengan partikel yang


berdiameter 0-0,5 mm setinggi 2 cm

Menyalakan pompa dan mencatat ΔP


Unggun dan laju alir udara Q

Membesarkan laju alir udara sampai maksimal


dan menurunkan sampai minimum dengan
membuka keran secara bertahap dan mengukur
ΔP tiap kenaikannya laju alir udara

Mengulangi prosedur dengan ketinggian 3 dan 4


cm

Melakukan percobaan fluidisasi dengan partikel


dengan diameter 0,5-1,0 mm dengan ketinggian
2, 3, dan 4 cm; dan dengan partikel diameter
1,0-1,4 mm dengan ketinggian 2 cm

Gambar 3.2.2 Skema Kerja Percobaan Fluidisasi


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan


Tabel 4.1.1 Data pengukuran rapat massa partikel

Berat partikel (gram)


Diameter Diameter Diameter
0.0-0.5 mm 0.5-1.0 mm 1.0-1.4 mm
Piknometer kosong. Wa 21.87 21.87 21.87
Piknometer isi air penuh. Wb 47.98 47.98 47.98
Piknometer isi padatan setengah. Wc 36.89 35.58 34.42
Piknometer isi padatan +air. Wd 54.16 51.17 51.58

Tabel 4.1.2 Fluidisasi Partikel Diameter 0.0-0.5 mm (laju alir udara meningkat)

LajuAlir (Q) ΔP (cmH2O)


L/menit Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm
5 0.9 1.6 2.4
6 1 1.6 2.6
7 1 1.7 2.7
8 1 1.7 2.7
9 1 1.7 2.7
10 1 1.7 2.7
11 1 1.7 2.7
12 1 1.7 2.7
13 1 1.7 2.7
14 1.1 1.8 2.7
15 1.1 1.8 2.7
16 1.1 1.8 2.7
17 1.1 1.9 2.8
18 1.2 2 2.8
19 1.2 2 2.9
20 1.2 2 3
21 1.2 2 3
22 1.3 2.1 3.1
23 1.3 2.1 3.1
24 1.3 2.1 3.2
25 1.4 2.1 3.4

Tabel 4.1.3 Fluidisasi Partikel Diameter 0.0-0.5 mm (laju alir udara menurun)

LajuAlir (Q) ΔP (cmH2O)


L/menit Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm
25 1.4 2.1 3.4
24 1.4 2.1 3.4
23 1.4 2.1 3.3
22 1.4 2.1 3.3
21 1.4 2 3.3
20 1.4 2 3.2
19 1.4 2 3.2
18 1.3 1.9 3.1
17 1.3 1.9 3
16 1.3 1.9 3
15 1.2 1.8 2.9
14 1.2 1.8 2.9
13 1.1 1.8 2.8
12 1.1 1.7 2.8
11 1.1 1.7 2.7
10 1.1 1.6 2.7
9 1 1.6 2.6
8 1 1.6 2.6
7 1 1.6 2.6
6 1 1.6 2.6
5 1 1.6 2.4

Tabel 4.1.4 Fluidisasi Partikel Diameter 0.5-1.0 mm (laju alir udara meningkat)

LajuAlir (Q) ΔP (cmH2O)


L/menit Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm
6 0.6 0.6 0.7
7 0.6 0.7 0.7
8 0.6 0.7 0.7
9 0.7 0.8 0.8
10 0.7 0.9 0.8
11 0.7 0.9 0.9
12 0.8 1 0.9
13 0.8 1 1
14 0.8 1.1 1.1
15 0.9 1.2 1.2
16 0.9 1.2 1.2
17 1 1.3 1.3
18 1.1 1.4 1.4
19 1.1 1.4 1.4
20 1.1 1.5 1.5
21 1.1 1.5 1.5
22 1.1 1.6 1.6
23 1.1 1.6 1.6
24 1.1 1.6 2.1
25 1.2 1.6 2.2

Tabel 4.1.5 Fluidisasi Partikel Diameter 0.5-1.0 mm (laju alir udara menurun)

LajuAlir (Q) ΔP (cmH2O)


L/menit Unggun 2 cm Unggun 3 cm Unggun 4 cm
25 1.2 1.6 2.2
24 1.1 1.6 2.1
23 1.1 1.6 2.1
22 1.1 1.5 2
21 1.1 1.5 2
20 1.1 1.5 1.9
19 1.1 1.4 1.9
18 1 1.4 1.9
17 1 1.3 1.7
16 1 1.3 1.6
15 0.9 1.2 1.6
14 0.9 1.2 1.5
13 0.9 1.1 1.4
12 0.8 1.1 1.3
11 0.8 1 1.2
10 0.8 0.9 1.1
9 0.8 0.8 1
8 0.7 0.8 1
7 0.7 0.7 0.9
6 0.6 0.6 0.8
Tabel 4.1.6 Fluidisasi Partikel Diameter 1.0-1.4 mm (laju alir meningkat)

LajuAlir (Q) ΔP (cmH2O)


L/menit Unggun 2 cm
6 0.5
7 0.5
8 0.5
9 0.5
10 0.5
11 0.6
12 0.6
13 0.6
14 0.7
15 0.7
16 0.7
17 0.7
18 0.8
19 0.8
20 0.8
21 0.8
22 0.8
23 0.9
24 0.9
25 0.9
Tabel 4.1.7 Fluidisasi Partikel Diameter 1.0-1.4 mm (laju alir menurun)

LajuAlir (Q) ΔP (cmH2O)


L/menit Unggun 2 cm
25 0.9
24 0.9
23 0.9
22 0.9
21 0.8
20 0.8
19 0.8
18 0.7
17 0.7
16 0.7
15 0.7
14 0.6
13 0.6
12 0.6
11 0.5
10 0.5
9 0.5
8 0.5
7 0.4
6 0.4
*) Keterangan : untuk partikel diameter 1.0-1.4mm, variasi ketinggian unggun hanya
dilakukan pada ketinggian 2cm. Hal tersebut dikarenakan pada ketinggian unggun 2cm, partikel
padatan belum terfluidisasikan pada kecepatan alir maksimum dari kompresor yang digunakan
(25Liter/menit). Sehingga praktikan menarik kesimpulan bahwa penambahan tinggi unggun
akan tetap menunjukkan kecenderungan yang sama (padatan belum terfluidisasikan), karena
daya kompresor yang tidak cukup kuat untuk membuat partikel berdiameter 1.0-1.4mm
terfluidisasi.
4.2 Pengolahan Data
a. Penentuan Rapat Massa Partikel
Tabel 4.2.1 Rapat massa partikel

Partikel Densitas Padatan (kg/m3)

Diameter 0 – 0,5 mm 1510

Diameter 0,5 – 1,0 mm 1460

Diameter 1,0 – 1,4 mm 1610

b. Penentuan Umf berdasarkan Kurva Karakteristik Fluidisasi

Tabel 4.2.2 Harga nilai Log U Pada Fluidisasi Diameter 0.0- 0.5 mm ( laju alir meningkat)

Q Q
A U log U
(L/min) (m3/s)
5 0.000083 0.002164 0.038509 -1.41444
6 0.000100 0.002164 0.046211 -1.33526
7 0.000117 0.002164 0.053913 -1.26831
8 0.000133 0.002164 0.061614 -1.21032
9 0.000150 0.002164 0.069316 -1.15917
10 0.000167 0.002164 0.077018 -1.11341
11 0.000183 0.002164 0.08472 -1.07202
12 0.000200 0.002164 0.092421 -1.03423
13 0.000217 0.002164 0.100123 -0.99947
14 0.000233 0.002164 0.107825 -0.96728
15 0.000250 0.002164 0.115527 -0.93732
16 0.000267 0.002164 0.123229 -0.90929
17 0.000283 0.002164 0.13093 -0.88296
18 0.000300 0.002164 0.138632 -0.85814
19 0.000317 0.002164 0.146334 -0.83465
20 0.000333 0.002164 0.154036 -0.81238
21 0.000350 0.002164 0.161738 -0.79119
22 0.000367 0.002164 0.169439 -0.77099
23 0.000383 0.002164 0.177141 -0.75168
24 0.000400 0.002164 0.184843 -0.7332
25 0.000417 0.002164 0.192545 -0.71547

Tabel 4.2.3 Harga nilai Log U Pada Fluidisasi Diameter 0.0- 0.5 mm ( laju alir menurun)

Q Q
A U log U
(L/min) (m3/s)
25 0.000417 0.002164 0.192545 -0.715468
24 0.000400 0.002164 0.184843 -0.733197
23 0.000383 0.002164 0.177141 -0.751681
22 0.000367 0.002164 0.169439 -0.770986
21 0.000350 0.002164 0.161738 -0.791189
20 0.000333 0.002164 0.154036 -0.812379
19 0.000317 0.002164 0.146334 -0.834655
18 0.000300 0.002164 0.138632 -0.858136
17 0.000283 0.002164 0.13093 -0.88296
16 0.000267 0.002164 0.123229 -0.909289
15 0.000250 0.002164 0.115527 -0.937317
14 0.000233 0.002164 0.107825 -0.96728
13 0.000217 0.002164 0.100123 -0.999465
12 0.000200 0.002164 0.092421 -1.034227
11 0.000183 0.002164 0.08472 -1.072016
10 0.000167 0.002164 0.077018 -1.113409
9 0.000150 0.002164 0.069316 -1.159166
8 0.000133 0.002164 0.061614 -1.210319
7 0.000117 0.002164 0.053913 -1.26831
6 0.000100 0.002164 0.046211 -1.335257
5 0.000083 0.002164 0.038509 -1.414439

Tabel 4.2.4 Harga nilai Log ΔP Pada Fluidisasi Diameter 0.0-0.5 mm ( laju alir meningkat)

LajuAlir
ΔP (cmH2O) Log ΔP (cmH2O)
(Q)
Unggun Unggun Unggun Unggun 2 Unggun 3 Unggun 4
L/menit
2 cm 3 cm 4 cm cm cm cm
5 0.9 1.6 2.4 -0.045757 0.20412 0.3802112
6 1 1.6 2.6 0 0.20412 0.4149733
7 1 1.7 2.7 0 0.2304489 0.4313638
8 1 1.7 2.7 0 0.2304489 0.4313638
9 1 1.7 2.7 0 0.2304489 0.4313638
10 1 1.7 2.7 0 0.2304489 0.4313638
11 1 1.7 2.7 0 0.2304489 0.4313638
12 1 1.7 2.7 0 0.2304489 0.4313638
13 1 1.7 2.7 0 0.2304489 0.4313638
14 1.1 1.8 2.7 0.0413927 0.2552725 0.4313638
15 1.1 1.8 2.7 0.0413927 0.2552725 0.4313638
16 1.1 1.8 2.7 0.0413927 0.2552725 0.4313638
17 1.1 1.9 2.8 0.0413927 0.2787536 0.447158
18 1.2 2 2.8 0.0791812 0.30103 0.447158
19 1.2 2 2.9 0.0791812 0.30103 0.462398
20 1.2 2 3 0.0791812 0.30103 0.4771213
21 1.2 2 3 0.0791812 0.30103 0.4771213
22 1.3 2.1 3.1 0.1139434 0.3222193 0.4913617
23 1.3 2.1 3.1 0.1139434 0.3222193 0.4913617
24 1.3 2.1 3.2 0.1139434 0.3222193 0.50515
25 1.4 2.1 3.4 0.146128 0.3222193 0.5314789
Tabel 4.2.5 Harga nilai Log ΔP Pada Fluidisasi Diameter 0.0-0.5 mm ( laju alir menurun)

LajuAlir
ΔP (cmH2O) Log ΔP (cmH2O)
(Q)
Unggun Unggun Unggun Unggun 2 Unggun Unggun 4
L/menit
2 cm 3 cm 4 cm cm 3 cm cm
25 1.4 2.1 3.4 0.146128 0.322219 0.5314789
24 1.4 2.1 3.4 0.146128 0.322219 0.5314789
23 1.4 2.1 3.3 0.146128 0.322219 0.5185139
22 1.4 2.1 3.3 0.146128 0.322219 0.5185139
21 1.4 2 3.3 0.146128 0.30103 0.5185139
20 1.4 2 3.2 0.146128 0.30103 0.50515
19 1.4 2 3.2 0.146128 0.30103 0.50515
18 1.3 1.9 3.1 0.1139434 0.278754 0.4913617
17 1.3 1.9 3 0.1139434 0.278754 0.4771213
16 1.3 1.9 3 0.1139434 0.278754 0.4771213
15 1.2 1.8 2.9 0.0791812 0.255273 0.462398
14 1.2 1.8 2.9 0.0791812 0.255273 0.462398
13 1.1 1.8 2.8 0.0413927 0.255273 0.447158
12 1.1 1.7 2.8 0.0413927 0.230449 0.447158
11 1.1 1.7 2.7 0.0413927 0.230449 0.4313638
10 1.1 1.6 2.7 0.0413927 0.20412 0.4313638
9 1 1.6 2.6 0 0.20412 0.4149733
8 1 1.6 2.6 0 0.20412 0.4149733
7 1 1.6 2.6 0 0.20412 0.4149733
6 1 1.6 2.6 0 0.20412 0.4149733
5 1 1.6 2.4 0 0.20412 0.3802112
0.2

0.15

0.1
log ΔP
0.05

0 -1.414
-1.335
-1.268
-1.210
-1.159
-1.113
-1.072
-1.034

-0.937
-0.909
-0.883
-0.858
-0.835
-0.812
-0.791
-0.771
-0.752
-0.733
-0.715
-0.999
-0.967
-0.05

-0.1
log ΔU

Unggun 2 cm laju meningkat Unggun 2 cm laju menurun

Grafik 4.2.1 Penentuan Laju Alir Minimum Unggun 2 cm

0.35
0.33
0.31
0.29
0.27
log ΔP

0.25
0.23
0.21
0.19
0.17
0.15
-1.414

-1.268
-1.210
-1.159
-1.113
-1.072
-1.034
-0.999
-0.967
-0.937
-0.909
-0.883
-0.858
-0.835
-0.812
-0.791
-0.771
-0.752

-0.715
-1.335

-0.733

log ΔU

Unggun 3 cm laju alir meningkat Unggun 3 cm laju alir menurun

Grafik 4.2.2 Penentuan Laju Alir Minimum Unggun 3 cm


0.55

0.5

0.45
log ΔP
0.4

0.35

0.3
-1.414

-1.268
-1.210
-1.159
-1.113
-1.072
-1.034
-0.999
-0.967
-0.937
-0.909
-0.883
-0.858
-0.835
-0.812
-0.791
-0.771
-0.752

-0.715
-1.335

-0.733
log ΔU

Unggun 4 cm laju alir meningkat Unggun 4 cm laju alir menurun

Grafik 4.2.3 Penentuan Laju Alir Minimum Unggun 4 cm

0.5

0.4

0.3
Unggun 2 cm
log ΔP

0.2
Unggun 3 cm
0.1 Unggun 4 cm

0
-1.600 -1.400 -1.200 -1.000 -0.800 -0.600
-0.1
log ΔU

Grafik 4.2.4 Karakteristik Fluidisasi Partikel Diameter 0,0 – 0,5 mm

Unggun Log umf Umf (m/detik)


2 cm -0.883 0.131
3 cm -0.937 0.116
4 cm -0.858 0.139
Tabel 4.2.6 Harga Log ΔP Pada Fluidisasi Diameter 0.5-1.0mm (laju alir meningkat)

LajuAlir
ΔP (cmH2O) Log ΔP (cmH2O)
(Q)
Unggun Unggun Unggun Unggun 2 Unggun 3 Unggun 4
L/menit
2 cm 3 cm 4 cm cm cm cm
6 0.6 0.6 0.7 -0.221849 -0.221849 -0.154902
7 0.6 0.7 0.7 -0.221849 -0.154902 -0.154902
8 0.6 0.7 0.7 -0.221849 -0.154902 -0.154902
9 0.7 0.8 0.8 -0.154902 -0.09691 -0.09691
10 0.7 0.9 0.8 -0.154902 -0.045757 -0.09691
11 0.7 0.9 0.9 -0.154902 -0.045757 -0.045757
12 0.8 1 0.9 -0.09691 0 -0.045757
13 0.8 1 1 -0.09691 0 0
14 0.8 1.1 1.1 -0.09691 0.0413927 0.0413927
15 0.9 1.2 1.2 -0.045757 0.0791812 0.0791812
16 0.9 1.2 1.2 -0.045757 0.0791812 0.0791812
17 1 1.3 1.3 0 0.1139434 0.1139434
18 1.1 1.4 1.4 0.0413927 0.146128 0.146128
19 1.1 1.4 1.4 0.0413927 0.146128 0.146128
20 1.1 1.5 1.5 0.0413927 0.1760913 0.1760913
21 1.1 1.5 1.5 0.0413927 0.1760913 0.1760913
22 1.1 1.6 1.6 0.0413927 0.20412 0.20412
23 1.1 1.6 1.6 0.0413927 0.20412 0.20412
24 1.1 1.6 2.1 0.0413927 0.20412 0.3222193
25 1.2 1.6 2.2 0.0791812 0.20412 0.3424227
Tabel 4.2.7 Harga Log ΔP Pada Fluidisasi Diameter 0.5-1.0mm (laju alir menurun)

LajuAlir
ΔP (cmH2O) Log ΔP (cmH2O)
(Q)
Unggun Unggun Unggun Unggun 2 Unggun Unggun 4
L/menit
2 cm 3 cm 4 cm cm 3 cm cm
25 1.2 1.6 2.2 0.0791812 0.20412 0.3424227
24 1.1 1.6 2.1 0.0413927 0.20412 0.3222193
23 1.1 1.6 2.1 0.0413927 0.20412 0.3222193
22 1.1 1.5 2 0.0413927 0.176091 0.30103
21 1.1 1.5 2 0.0413927 0.176091 0.30103
20 1.1 1.5 1.9 0.0413927 0.176091 0.2787536
19 1.1 1.4 1.9 0.0413927 0.146128 0.2787536
18 1 1.4 1.9 0 0.146128 0.2787536
17 1 1.3 1.7 0 0.113943 0.2304489
16 1 1.3 1.6 0 0.113943 0.20412
15 0.9 1.2 1.6 -0.045757 0.079181 0.20412
14 0.9 1.2 1.5 -0.045757 0.079181 0.1760913
13 0.9 1.1 1.4 -0.045757 0.041393 0.146128
12 0.8 1.1 1.3 -0.09691 0.041393 0.1139434
11 0.8 1 1.2 -0.09691 0 0.0791812
10 0.8 0.9 1.1 -0.09691 -0.045757 0.0413927
9 0.8 0.8 1 -0.09691 -0.09691 0
8 0.7 0.8 1 -0.154902 -0.09691 0
7 0.7 0.7 0.9 -0.154902 -0.154902 -0.045757
6 0.6 0.6 0.8 -0.221849 -0.221849 -0.09691
0.1

0.05

-1.335
-1.268
-1.210
-1.159
-1.113
-1.072

-0.999
-0.967
-0.937
-0.909
-0.883
-0.858
-0.835
-0.812
-0.791
-0.771
-0.752
-0.733
-0.715
-1.034
ΔP -0.05

-0.1

-0.15

-0.2

-0.25
ΔU

Unggun 2 cm laju alir meningkat Unggun 2 cm laju alir menurun

Grafik 4.2.5 Penentuan Laju Alir Minimum Unggun 2 cm

0.25
0.2
0.15
0.1
0.05
ΔP

0
-1.335
-1.268
-1.210
-1.159
-1.113
-1.072

-0.999
-0.967
-0.937
-0.909
-0.883
-0.858
-0.835
-0.812
-0.791
-0.771
-0.752
-0.733
-0.715
-1.034

-0.05
-0.1
-0.15
-0.2
-0.25
ΔU

Unggun 3 cm laju alir meningkat Unggun 3 cm Laju alir menurun

Grafik 4.2.6 Penentuan Laju Alir Minimum Unggun 3 cm


0.4

0.3

0.2
ΔP
0.1

0 -1.335
-1.268
-1.210
-1.159
-1.113
-1.072
-1.034
-0.999

-0.937
-0.909
-0.883
-0.858
-0.835
-0.812
-0.791
-0.771
-0.752
-0.733
-0.715
-0.967
-0.1

-0.2
ΔU

Unggun 4 cm Laju alir meningkat Unggun 4 cm laju alir menurun

Grafik 4.2.7 Penentuan Laju Alir Minimum Unggun 4 cm

0.1

0.05

0
-1.500 -1.300 -1.100 -0.900 -0.700 -0.500
-0.05 Unggun 2 cm
log ΔP

-0.1 Unggun 3 cm
Unggun 4 cm
-0.15

-0.2

-0.25
log ΔU

Grafik 4.2.8 Karakteristik Fluidisasi Partikel Diameter 0,5 – 1,0 mm

Unggun Log umf Umf (m/detik)


2 cm -0.937 0.116
3 cm -0.909 0
4 cm -0.999 0
Tabel 4.2.8 Harga Log ΔP Pada Fluidisasi Diameter 1.0 – 1.4 mm (laju alir meningkat)

LajuAlir
ΔP (cmH2O) Log ΔP (cmH2O)
(Q)
L/menit Unggun 2 cm Unggun 2 cm
6 0.5 -0.30103
7 0.5 -0.30103
8 0.5 -0.30103
9 0.5 -0.30103
10 0.5 -0.30103
11 0.6 -0.2218487
12 0.6 -0.2218487
13 0.6 -0.2218487
14 0.7 -0.154902
15 0.7 -0.154902
16 0.7 -0.154902
17 0.7 -0.154902
18 0.8 -0.09691
19 0.8 -0.09691
20 0.8 -0.09691
21 0.8 -0.09691
22 0.8 -0.09691
23 0.9 -0.0457575
24 0.9 -0.0457575
25 0.9 -0.0457575

Tabel 4.2.9 Harga Log ΔP Pada Fluidisasi Diameter 1.0 – 1.4 mm (laju alir menurun)

LajuAlir
ΔP (cmH2O) Log ΔP (cmH2O)
(Q)
L/menit Unggun 2 cm Unggun 2 cm
25 0.9 -0.045757
24 0.9 -0.045757
23 0.9 -0.045757
22 0.9 -0.045757
21 0.8 -0.09691
20 0.8 -0.09691
19 0.8 -0.09691
18 0.7 -0.154902
17 0.7 -0.154902
16 0.7 -0.154902
15 0.7 -0.154902
14 0.6 -0.221849
13 0.6 -0.221849
12 0.6 -0.221849
11 0.5 -0.30103
10 0.5 -0.30103
9 0.5 -0.30103
8 0.5 -0.30103
7 0.4 -0.39794
6 0.4 -0.39794
0

-1.335
-1.268
-1.210
-1.159
-1.113
-1.072

-0.999
-0.967
-0.937
-0.909
-0.883
-0.858
-0.835
-0.812
-0.791
-0.771
-0.752
-0.733
-0.715
-1.034
-0.05
-0.1
-0.15
-0.2
ΔP

-0.25
-0.3
-0.35
-0.4
-0.45
ΔU

Unggun 2 cm laju alir meningkat Unggun 2 cm laju alir menurun

Grafik 4.2.9 Penentuan Laju Alir Minimum Unggun 2 cm

Unggun Log umf Umf (m/detik)


2 cm -0,937 0.116
c. Pennetuan Umf berdasarkan Perhitungan
Menghitung Bilangan Reynold (NRe)
𝐷 𝑝𝑎𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑥 𝜌 𝑝𝑎𝑑𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑥 𝑈
NRe = 𝜇 𝑔𝑎𝑠

Tabel 4.2.10 Harga nilai Log U Pada Fluidisasi ( laju alir meningkat)

Q Q
A U log U
(L/min) (m3/s)
6 0.000100 0.002164 0.046211 -1.33526
7 0.000117 0.002164 0.053913 -1.26831
8 0.000133 0.002164 0.061614 -1.21032
9 0.000150 0.002164 0.069316 -1.15917
10 0.000167 0.002164 0.077018 -1.11341
11 0.000183 0.002164 0.084720 -1.07202
12 0.000200 0.002164 0.092421 -1.03423
13 0.000217 0.002164 0.100123 -0.99947
14 0.000233 0.002164 0.107825 -0.96728
15 0.000250 0.002164 0.115527 -0.93732
16 0.000267 0.002164 0.123229 -0.90929
17 0.000283 0.002164 0.130930 -0.88296
18 0.000300 0.002164 0.138632 -0.85814
19 0.000317 0.002164 0.146334 -0.83465
20 0.000333 0.002164 0.154036 -0.81238
21 0.000350 0.002164 0.161738 -0.79119
22 0.000367 0.002164 0.169439 -0.77099
23 0.000383 0.002164 0.177141 -0.75168
24 0.000400 0.002164 0.184843 -0.7332
25 0.000417 0.002164 0.192545 -0.71547
 Padatan diameter 0,0-0,5 mm
μ gas = 18,6 10-6 kg/ms
ρf = 1.195 kg/m3

0,0 mm+0,5 mm
D (diameter partikel) = = 0.25 mm = 0.25 x 10-3 m
2

𝑔𝑟⁄ 3 𝑘𝑔 3
ρpadatan = 1,51 𝑐𝑚 = 1510 ⁄𝑚

Tabel 4.2.11 Harga nilai Nre Pada Fluidisasi Diameter 0,0-0,5mm ( laju alir meningkat)

Q Q
A U log U Nre
(L/min) (m3/s)
5 0.000083 0.002164 0.038509 -1.41444 760.86
6 0.000100 0.002164 0.046211 -1.33526 913.03
7 0.000117 0.002164 0.053913 -1.26831 1065.21
8 0.000133 0.002164 0.061614 -1.21032 1217.38
9 0.000150 0.002164 0.069316 -1.15917 1369.55
10 0.000167 0.002164 0.077018 -1.11341 1521.72
11 0.000183 0.002164 0.08472 -1.07202 1673.90
12 0.000200 0.002164 0.092421 -1.03423 1826.07
13 0.000217 0.002164 0.100123 -0.99947 1978.24
14 0.000233 0.002164 0.107825 -0.96728 2130.41
15 0.000250 0.002164 0.115527 -0.93732 2282.59
16 0.000267 0.002164 0.123229 -0.90929 2434.76
17 0.000283 0.002164 0.13093 -0.88296 2586.93
18 0.000300 0.002164 0.138632 -0.85814 2739.10
19 0.000317 0.002164 0.146334 -0.83465 2891.28
20 0.000333 0.002164 0.154036 -0.81238 3043.45
21 0.000350 0.002164 0.161738 -0.79119 3195.62
22 0.000367 0.002164 0.169439 -0.77099 3347.79
23 0.000383 0.002164 0.177141 -0.75168 3499.97
24 0.000400 0.002164 0.184843 -0.7332 3652.14
25 0.000417 0.002164 0.192545 -0.71547 3804.31

NRe > 1000 (Turbulen), Perhitungan Umf berdasarkan rezim aliran turbulen,

𝐷𝑃 (𝜌𝑃 − 𝜌𝑓 ) 0,25 × 10−3 (1510 − 1.195)


Umf = = = 0.0129 m/s
24,5 𝜌𝑓 24,5 × 1.195

 Padatan diameter 0,5-1,0 mm


μ gas = 18,6 10-6 kg/ms
ρf = 1.195 kg/m3

0,5 mm+1,0 mm
D (diameter partikel) = = 0.75 mm = 0.75 x 10-3 m
2

𝑔𝑟 𝑘𝑔
ρpadatan = 1,46 ⁄𝑐𝑚3 = 1460 ⁄𝑚3

Tabel 4.2.12 Harga nilai Nre Pada Fluidisasi Diameter 0,5-1,0mm ( laju alir meningkat)

Q Q
A U log U Nre
(L/min) (m3/s)
6 0.000100 0.002164 0.046211 -1.33526 913.03
7 0.000117 0.002164 0.053913 -1.26831 1065.21
8 0.000133 0.002164 0.061614 -1.21032 1217.38
9 0.000150 0.002164 0.069316 -1.15917 1369.55
10 0.000167 0.002164 0.077018 -1.11341 1521.72
11 0.000183 0.002164 0.08472 -1.07202 1673.90
12 0.000200 0.002164 0.092421 -1.03423 1826.07
13 0.000217 0.002164 0.100123 -0.99947 1978.24
14 0.000233 0.002164 0.107825 -0.96728 2130.41
15 0.000250 0.002164 0.115527 -0.93732 2282.59
16 0.000267 0.002164 0.123229 -0.90929 2434.76
17 0.000283 0.002164 0.13093 -0.88296 2586.93
18 0.000300 0.002164 0.138632 -0.85814 2739.10
19 0.000317 0.002164 0.146334 -0.83465 2891.28
20 0.000333 0.002164 0.154036 -0.81238 3043.45
21 0.000350 0.002164 0.161738 -0.79119 3195.62
22 0.000367 0.002164 0.169439 -0.77099 3347.79
23 0.000383 0.002164 0.177141 -0.75168 3499.97
24 0.000400 0.002164 0.184843 -0.7332 3652.14
25 0.000417 0.002164 0.192545 -0.71547 3804.31

NRe > 1000 (Turbulen), Perhitungan Umf berdasarkan rezim aliran turbulen,

𝐷𝑃 (𝜌𝑃 − 𝜌𝑓 ) 0,75 × 10−3 (1460 − 1.195)


Umf = = = 0.0374 m/s
24,5 𝜌𝑓 24,5 × 1.195

 Padatan diameter 1,0-1,4 mm


μ gas = 18,6 10-6 kg/ms
ρf = 1.195 kg/m3

1,0 mm+1,4 mm
D (diameter partikel) = = 1.2 mm = 1.2 x 10-3 m
2

𝑔𝑟 𝑘𝑔
ρpadatan = 1,61 ⁄𝑐𝑚3 = 1610 ⁄𝑚3

Tabel 4.2.13 Harga nilai Nre Pada Fluidisasi Diameter 1,0-1,4mm ( laju alir meningkat)

Q Q
A U log U Nre
(L/min) (m3/s)
6 0.000100 0.002164 0.046211 -1.33526 913.03
7 0.000117 0.002164 0.053913 -1.26831 1065.21
8 0.000133 0.002164 0.061614 -1.21032 1217.38
9 0.000150 0.002164 0.069316 -1.15917 1369.55
10 0.000167 0.002164 0.077018 -1.11341 1521.72
11 0.000183 0.002164 0.08472 -1.07202 1673.90
12 0.000200 0.002164 0.092421 -1.03423 1826.07
13 0.000217 0.002164 0.100123 -0.99947 1978.24
14 0.000233 0.002164 0.107825 -0.96728 2130.41
15 0.000250 0.002164 0.115527 -0.93732 2282.59
16 0.000267 0.002164 0.123229 -0.90929 2434.76
17 0.000283 0.002164 0.13093 -0.88296 2586.93
18 0.000300 0.002164 0.138632 -0.85814 2739.10
19 0.000317 0.002164 0.146334 -0.83465 2891.28
20 0.000333 0.002164 0.154036 -0.81238 3043.45
21 0.000350 0.002164 0.161738 -0.79119 3195.62
22 0.000367 0.002164 0.169439 -0.77099 3347.79
23 0.000383 0.002164 0.177141 -0.75168 3499.97
24 0.000400 0.002164 0.184843 -0.7332 3652.14
25 0.000417 0.002164 0.192545 -0.71547 3804.31

NRe > 1000 (Turbulen), Perhitungan Umf berdasarkan rezim aliran turbulen,

𝐷𝑃 (𝜌𝑃 − 𝜌𝑓 ) 1,25 × 10−3 (1610 − 1.195)


Umf = = = 0.0687 m/s
24,5 𝜌𝑓 24,5 × 1.195

Tabel 4.2.14 Harga Umf

Umf (m/s) berdasarkan kurva


Diameter Partikel
karakteristik Umf (m/s) berdasarkan
(mm)
Unggun Unggun Unggun perhitungan
2 cm 3 cm 4 cm
0,0-0,5 0.131 0.116 0.139 0.0129
0,5-1,0 0.116 0 0 0.0374
1,0-1,4 0,166 0 0 0.0687
4.3 Pembahasan

Pada praktikum kali ini dilakukan Fluidisasi padat-gas. Tujuan praktikum ini adalah
membuat kurva karakteristik fluidisasi, menentukan rapat massa butiran padat, menentukan
harga kecepatan alir minimum Umf dari kurva karakteristik dan dari perhitungan, serta
mengetahui pengaruh ukuran partikel dan tinggi unggun terhadap Umf.
Fluidisasi adalah proses pengontakkan fluida dengan partikel padat sehingga partikel
padat terfluidisasi. Terfluidisasi yaitu partikel padatan mempunyai sifat menyerupai fluida
yang dapat mengalir. Pada percobaan, sampel yang digunakan adalah padatan berupa pasir
silika dengan diameter partikel 0-0,5 mm; 0,5-1,0 mm; dan 1,0-1,4 mm. Kedua ukuran
padatan tersebut akan diamati nilai Umf pada tinggi unggun yang berbeda-beda, yaitu pada
tinggi unggun 2, 3 dan 4 cm. Parameter yang diamati pada percobaan ini adalah nilai Umf
yang merupakan nilai minimum dimana sampel akan terfluidisasi. Nilai Umf tersebut bisa
didapat dengan dua cara yaitu berdasarkan kurva karakteristik dan perhitungan.

Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan rapat massa partikel dengan
menggunakan Piknometer volume 25 mL. Nilai rapat massa partikel yang didapat untuk
ukuran diameter 0 – 0,5 mm; 0,5 – 1,0 mm; 1,0 – 1,4 mm masing-masing adalah 1,51 gr/cm3;
1,46 gr/cm3; 1,61 gr/cm3. Berdasarkan hasil yang diperoleh partikel yang berdiameter lebih
besar memiliki rapat massa yang lebih besar.

Kemudian dilakukan percobaan fluidisasi dengan partikel berdiameter 0 – 0,5 mm


terlebih dahulu. Kolom untuk memasukkan padatan dilepas terlebih dahulu untuk
mempermudah proses pemasukkan partikel padatan dan ketepatan tinggi unggun. Karena
kolom berbentuk selinder, maka ketelitian dalam menentukan tinggi unggun sangat
diperlukan. Hal ini dikarenakan akan terjadi perbedaan tinggi disisi kolom yang lain selain
disisi yang terdapat angka-angka tinggi unggun. Partikel padatan yang dimasukkan tidak
boleh terdapat ruang kosong dan harus merata sebelum dilakukan fluidisasi. Tinggi unggun
yang digunakan adalah 2 cm, 3 cm dan 4 cm. Percobaan yang sama dilakukan pada partikel
berdiameter 0,5 – 1,0 mm dan 1,0 – 1,4 mm. Perubahan tekanan diukur ketika Q0 sampai
dengan 5 L/menit untuk partikel berdiameter 0,0 – 0,5 mm. Q0 untuk partikel berdiameter
0,5 – 1,0 mm adalah 6L/menit dan untuk partikel berdiameter 1,0 – 1,4 mm adalah 6 L/menit.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar diameter dan massa jenis partikel, maka Q yang
dibutuhkan fluida gas semakin besar.

Hasil percobaan dengan sampel padatan diameter 0-0,5 mm didapatkan nilai Umf
dengan metode kurva karakteristik pada tinggi unggun 2 cm adalah 0,131 m/s ; pada tinggi
unggun 3 mm adalah 0,116 m/s ; pada tinggi unggun 4 mm adalah 0,139. Sedangkan hasil
percobaan pada sampel padatan dengan diameter 0,5-1,0 mm dan 1,0-1,4 mm dengan metode
yang sama didapatkan nilai Umf pada tinggi unggun 2 mm masing-masing adalah 0,116 m/s
dan 0,166 m/s. Secara literatur hubungan antara variasi ketinggian unggun dengan nilai Umf
adalah berbanding lurus, yaitu semakin tinggi variasi ketinggian unggun yang digunakan
maka kecepatan minimum fluidisasi semakin besar. Tetapi dari hasil percobaan pada sampel
padatan dengan diameter 0-0,5 mm yang didapatkan nilai Umf fluktuatif. Hal ini
kemungkinan disebabkan karena pada saat proses pemasukkan partikel padatan ke dalam
kolom silinder dengan ketinggian unggun 3 cm tidak tepat dan tidak merata sehingga masih
terdapat ruang kosong diunggun tersebut. Sedangakan berdasarakan perhitungan
didapatkan nilai Umf untuk partikel dengan diameter 0 – 0,5 mm; 0,5 – 1,0 mm; 1,0 – 1,4
mm masing-masing adalah 0,0129 m/s; 0,0374 m/s; 0,0687 m/s.

Dari hasil percobaan diketahui bahwa ketinggian unggun yang digunakan akan
mempengaruhi nilai kecepatan minimum suatu sampel terfluidisasi. Semakin tinggi variasi
ketinggian unggun yang digunakan maka akan semakin besar nilai Umf yang dibutuhkan
karena akan semakin banyak pula sampel padatan yang harus terfluidisasi. Dari kurva
karakteristik juga, dapat dilihat bahwa semakin tinggi Q fluida, maka delta P semakin besar
sampai partikel padatan tersebut terfluidisasi minimum. Terjadinya pressure drop ∆P udara
dikarenakan udara bertumbukkan dengan partikel padatan, sehingga energy kinetic dari
padatan bertambah sedangkan tekanan fluida yang mengenainya berkurang. Energi kinetis
dari padatan inilah yang menyebabkan fluida bergerak. Laju alir udara minimum saat
padatan mulai bergerak (terfluidisasi) yaitu Umf dapat diamati dari data praktikum.

Penentuan Umf berdasarkan kurva kareakteristik dan perhitungan pada percobaan


berbeda, karena nilai Umf yang diperoleh dari perhitungan dipengaruhi oleh bilangan reynold
(NRe) dan diameter partikel, sedangkan nilai Umf dari kurva karakteristik dipengaruhi oleh
diameter partikel, tinggi unggun, perbedaan tekanan, dan bisa juga dipengaruhi oleh
pembacaan grafik.
BAB V

KESIMPULAN

1. Rapat massa partikel dengan diameter :


a. 0,0 – 0,5 mm = 1510 kg/m3
b. 0,5 – 1,0 mm = 1460 kg/m3
c. 1,0 – 1,4 mm = 1610 kg/m3

2. Harga Umf berdasarkan kurva karakteristik fluidisasi dan berdasarkan perhitungan:


Umf (m/s) berdasarkan kurva
Diameter Partikel
karakteristik Umf (m/s) berdasarkan
(mm)
Unggun Unggun Unggun perhitungan
2 cm 3 cm 4 cm
0,0-0,5 0.131 0.116 0.139 0.0129
0,5-1,0 0.116 0 0 0.0374
1,0-1,4 0,166 0 0 0.0687

3. Semakin besar ukuran partikel dan semakin tinggi unggun, kecepatan minimum fluidisasinya
semakin tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Geankoplis, C.J. 1993. “Transport Processes and Unit Operations” 3 , pp 127-132, Prentice Hall,
rd

Inc., Eanglewood Cliffs, New Jersey USA.

Widayati.2010. Fenomena dan kecepatan Minimum (Umf) Fluidisasi. Jurnal Prodi Teknik Kimia
UPN “Veteran” Yogyakarta. Eksergi, Vol 10, No 2.
LAMPIRAN

A. Menghitung Rapat Massa Partikel


 Partikel Diameter 0.0-0.5 mm
o Menghitung volume piknometer
Volume piknometer = Volume air penuh
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh = 𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟

𝑘𝑔⁄
Diketahui rapat massa air pada kondisi 1 atm 25 = 997.1 𝑚3
𝑔𝑟⁄ 3
= 0.9971 𝑐𝑚
Massa air = Wb-Wa
= (47.98 − 21.87)𝑔𝑟𝑎𝑚
= 26.11 𝑔𝑟𝑎𝑚
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh = 𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟
26.11 𝑔𝑟
= 𝑔𝑟
0.9971 ⁄ 3
𝑐𝑚

= 26.19 ml
o Menghitung volume air pada piknometer berisi padatan dan air sampai penuh
Massa air dalam piknometer = Wd-Wc
= (54.16 − 36.89) 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 17.27 𝑔𝑟𝑎𝑚
17.27 𝑔𝑟
Volume air penuh = 𝑔𝑟
0.9971 ⁄ 3
𝑐𝑚

= 17.32 ml
o Menghitung rapat massa butiran
Massa butiran = Wc-Wa
= (36.89 − 21.87) gram
= 15.02 gram
Volume butiran = Volume piknometer – Volume air
= (25 – 15.02) ml
= 9.98 ml
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟𝑎𝑛
Rapat massa partikel = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟𝑎𝑛
15.02 𝑔𝑟
= 9.98 𝑚𝑙
𝑔𝑟⁄ 3
= 1.51 𝑐𝑚
 Partikel Diameter 0.5-1.0 mm
o Menghitung volume piknometer
Volume piknometer = Volume air penuh
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh = 𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟

𝑘𝑔⁄
Diketahui rapat massa air pada kondisi 1 atm 25 = 997.1 𝑚3 =
𝑔𝑟⁄ 3
0.9971 𝑐𝑚
Massa air = Wb-Wa
= (41.98-21.87) gram
= 20.11 gram
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh = 𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟
20.11 𝑔𝑟
= 𝑔𝑟
0.9971 ⁄ 3
𝑐𝑚

= 20.17 ml
o Menghitung volume air pada piknometer berisi padatan dan air sampai
penuh
Massa air dalam piknometer = Wd-Wc
= (51.17 – 35.58) gram
= 15.59 gram
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh =
𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟
15.59 𝑔𝑟
= 𝑔𝑟
0.9971 ⁄ 3
𝑐𝑚

= 15.64 ml
o Menghitung rapat massa butiran
Massa butiran = Wc-Wa
= (35.58 – 21.87) gram
= 13.71 gram
Volume butiran = Volume piknometer – Volume air
= (25 – 15.64) ml
= 9.36 ml
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑒𝑙
Rapat massa butiran = 𝑣𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑒𝑙
13.71 𝑔𝑟
= 9.36 𝑐𝑚3
𝑔𝑟
= 1.46 ⁄𝑐𝑚3

 Partikel Diameter 1.0-1.4 mm


o Menghitung volume piknometer
Volume piknometer = Volume air penuh
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh = 𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟

𝑘𝑔⁄
Diketahui rapat massa air pada kondisi 1 atm 25℃ = 997.1 𝑚3 =
𝑔𝑟⁄ 3
0.9971 𝑐𝑚
Massa air = Wb-Wa
= (47.98 – 21.87) gram
= 26.11 gram
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh = 𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟
26.11 𝑔𝑟
= 𝑔𝑟
0.9971 ⁄ 3
𝑐𝑚

= 26.18 ml
o Menghitung volume air pada piknometer berisi padatan dan air sampai
penuh
Massa air dalam piknometer = Wd-Wc
= (51.58 – 34.42) gram
= 17.16 gram
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
Volume air penuh = 𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑎𝑖𝑟
17.16 𝑔𝑟
= 𝑔𝑟
0.9971 ⁄ 3
𝑐𝑚

= 17.21 ml
o Menghitung rapat massa butiran
Massa butiran = Wc-Wa
= (34.42 – 21.87) gram
= 12.55 gram
Volume butiran = Volume piknometer – Volume air
= (25 – 17.21) ml
= 7.79 ml
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟𝑎𝑛
Rapat massa butiran = 𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟𝑎𝑛
12.55 𝑔𝑟
= 7.79 𝑐𝑚3
𝑔𝑟
= 1.61 ⁄𝑐𝑚3

B. Menghitung Umf
Menghitung rapat massa udara dengan menggunakan rumus (P = 1 atm)
1 273.2
ρf = 28.97( 22.414) ( )
Tf

dimana Tf adalah suhu udara dalam Kelvin. (Tf = 298 K)


1 273.2
ρf = 28.97( 22.414) ( 298 )

ρf = 1.195 kg/m3
o Menghitung luas tabung (A) :
Keliling = πD
19 cm = (3.14) D

Diameter luar = 6.05 cm

= 6.05 x 10-2 m

Tebal tabung = 0.8 cm

= 0.8 x 10-2 m

Diameter dalam (D) = D luar – tebal

= 6.05 x 10-2 m - 0.8 x 10-2 m

= 5.25 x 10-2 m
1
A = 4 𝜋 𝐷2
1
= 4 (3.14)(0.0525)2

A = 2.164 x 10-3 m2

 Menghitung laju alir linier udara (U)


𝑸
U = 𝑨 dimana Q = laju alir volume (m3/s)