Anda di halaman 1dari 3

Zaki Maulana Ahmad Mudzakkir (151411095)

Praktikum yang dilakukan kali ini adalah pompa sentrifugal dan pompa vakum yang
bertujuan untuk untuk memahami bagian-bagian dari pompa sentrifugal, menguraikan dan
merangkai kembali unit pompa sentrifugal, menggambar skema alat pada bagian penting dari 3
(tiga) arah yang berbeda dan mengetahui metoda secara umum perawatan dan perbaikan.

Pompa sentrifugal adalah suatu mesin kinetis yang mengubah energi mekanik menjadi
energi fluida menggunakan gaya sentrifugal (Sularso, 2004). Pompa sentrifugal terdiri dari sebuah
impeller yang berputar di dalam sebuah rumah pompa (casing). Pada rumah pompa dihubungkan
dengan saluran hisapdan saluran keluar. Sedangkan impeller terdiri dari sebuah cakram dan
terdapat sudu-sudu, arah putaran sudu-sudu itu biasanya dibelokkan ke belakang terhadaparah
putaran. Pompa vakum adalah sebuah alat untuk mengeluarkan molekul-molekul gas dari dalam
sebuah ruang tertutup untuk mencapai tekanan vakum. Untuk mengetahui komponen-komponen
pompa sentrifugal dan pompa vakum dilakukan pembongkaran (overhaul) dengan tahap-tahap
yang terdapat pada buku manualnya. Saat komponen sudah terlepas, perlu pengelompokkan dalam
penyimpanannya agar memudahkan saat pemasangan (assembling).

Hal yang dilakukan saat praktikum adalah membongkar dan merangkainya kembali, hal
tersebut dilakukan untuk mengetahui kompenen-komponen yang terdapat pada pompa sentrifugal
dan mengetahui fungsinya. Usaha untuk mencegah terjadinya kerusakan pada pompa perlu untuk
dilakukan namun tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya kerusakan pada pompa tersebut.
Maka dari itu perlu dilakukannya langkah proaktif untuk menangani masalah yang mungkin terjadi.
Adapun masalah yang biasanya terjadi pada pompa sentrifugal disebabkan karena Impeller jebol,
Mechanical seal (perapat mekanikal) bocor, poros (shaft) patah atau bengkok, kerusakan pada
bantalan. Sistem atau teknik perawatan pada pompa sentrifugal dibagi menjadi 3 macam yaitu:
1) Routine Maintenance
Merupakan inspeksi harian terhadap peralatan yang terpasang dan dalam keadaan
beroperasi. Hal ini dilakukan agar gejala-gejala kerusakan dapat segera diketahui, sehingga
kerusakan dapat segera diketahui, sehingga kerusakan yang lebih fatal dapat dihindari.
Sedangkan untuk menetapkan kerusakan yang terjadi dilakukan dengan langkah pemeriksaan
menggunakan instrumen seperti pada predictive maintenance.
 Pemeriksaan kondisi oli.
 Pemeriksaan temperature fluida.
 Memeriksa apakah terjadi vibrasi yang terlalu besar.
 Pemeriksaan baut-baut pada sambungan.
2) Predictive Maintenance
Merupakan tindakan perawatan yang bersifat pengamatan terhadap objek dengan
melakukan pengukuran-pengukuran tertentu. Kegiatan ini dilakukan untuk menentukan
langkah perawatan yang dilakukan serta menigkatkan kesiapan untuk melakukan perawatan.
Kegiatan yang dilakuakan saat predictive maintenance adalah :
 Pengecekan terhadap temperature mesin.
 Mengukur tingkat kebisingan mesin.
 Pengecekan vibrasi pada alat putar.
3) Preventive Maintenance
Preventive Maintenance merupakan pekerjaan perawatan yang sifatnya berupa pencegahan dan
dilakukan secara rutin sesuai jadwal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan peralatan
dan memperpanjang umur peralatan tersebut. Preventive maintenance dilakukan dengan :
 Tambah/ganti Greas Coupling.
 Periksa line pompa & check valve (ganti bila perlu).
 Bersihkan oli filter & cooler (bila perlu).
 Periksa kondisi oli gear box.
 Periksa lateral play pompa.

Masalah yang terjadi pada pompa vakum tidak berbeda jauh dengan pompa sentrifugal,
perawatan yang dapat dilakukan antara lain melakukan pengecekan terhadap pendeteksi indikator
tekanan dan temperatur fluida pada pompa, atau alat pendeteksi indikator lainnya, membersihkan
kotoran-kotoran yang menempel pada bodi pompa (debu, tanah maupun bekas minyak), mengikat
baut-baut yang kendor, pengecekan kondisi pelumasan pada bearing (unsealed), dan
perbaikan/mengganti gasket pada sambungan-sambungan flange yang bocor atau rusak. Perawatan
pada pompa vakum dan pompa sentrifugal tidak akan jauh berbeda yaitu:
1. Preventive Maintenance

Preventive Maintenance merupakan tindakan pemeliharaan yang terjadwal dan terencana. Hal ini
dilakukan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada
pompa dan menjaganya selalu tetap normal selama dalam operasi.

 Membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada bodi pompa (debu, tanah maupun
bekas minyak).
 Mengikat baut-baut yang kendor.
 Pengecekan kondisi pelumasan pada bearing (unsealed).
 Perbaikan/mengganti gasket pada sambungan-sambungan flange yang bocor atau rusak.
2. Predictive Maintenance
Merupakan perawatan yang bersifat prediksi, dalam hal ini merupakan evaluasi dari
perawatan berkala (Preventive Maintenance). Pendeteksian ini dapat dievaluasi dari indikaktor-
indikator yang terpasang pada instalasi pada pompa dan juga dapat melakukan pengecekan vibrasi
dan alignment pada pompa untuk menambah data dan tindakan perbaikan selanjutnya.
3. Breakdown Maintenance
Breakdown Maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan tanpa adanya rencana
terlebih dahulu. Dimana kerusakan terjadi secara mendadak pada pompa yang sedang beroperasi,
yang mengakibatkan kerusakan bahkan hingga pompa tidak dapat beroperasi