Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PEMBAHASAN

Percobaan ini dilakukan untuk menentukan kadar pH larutan baku menggunakan pH


meter dan indikator universal. Larutan baku yang digunakan adalah CH3COOH, NaOH, dan
H2SO4 dengan konsentrasi 0,1 N, 0,4 N, 0,6 N untuk CH3COOH dan NaOH akan diukur pHnya
dengan variasi suhu yaitu pada suhu ruangan. Pembuatan sampel dilakukan dengan
pengenceran. Yang membedakannya ialah pada pembuatan sampel apabila yang padat seperti
NaOH diambil dengan satuan gram yang kemudian dilarutkan ke dalam aquadest. Sedangkan
H2SO4 dan CH3COOH diambil dengan satuan millimeter yang kemudian diencerkan ke dalam
labu ukur dengan aquadest. Pengukuran pH pada suhu 40°C.
Sebelum dilakukan pengukuran sampel menggunakan pH meter, terlebih dahulu
elektroda pada pH meter di bilas menggunakan aquadest. Kemudian pH meter dicelupkan ke
dalam larutan yang ingin di ukur selama ± 1 menit sambal diaduk perlahan. Ketika nilai pH
yang ditunjukkan telah konstan. Maka hasil pengukuran dicatat. Setelah itu elektroda kembali
dibilas menggunakan aquadest dan di lap kembali dengan menggunakan tissue, dan dilakukan
pengukuran pH untuk sampel berikutnya. Setelah pengukuran dengan pH meter selesai
dilanjutkan dengan pengukuran dilanjutkan dengan pengukuran pH menggunakan indikator
universal. Pengukuran menggunakan indikator universal dilakukan dengan cara mencelupkan
kertas indikator universal kedalam larutan sampel. Kemudian dilihat perubahan warna yang
terjadi pada kertas indikator dan dicocokkan pada nilai pengukuran pH yang ada pada kotak
indikator universal.
Setelah dilakukan pengukuran didapatkan pH CH3COOH 0,1 N, 0,4 N dan 0,6 N pada
suhu ruangan menggunakan pH meter berturut-turut ialah 4,5, 2,8, dan 2,6. Sedangkan jika
menggunakan indikator hasil yang diperoleh ialah 4,3, dan 2. Apabila pada suhu 40°C
menggunakan pH meter hasil yang diperoleh ialah 3,1, 2,7, dan 2,4. Sedangkan jika
menggunakan indicator universal didapatkan hasil yaitu 3,3, dan 2. Larutan NaOH pada suhu
ruangan dengan konsentrasi 0,1 N, 0,4 N, 0,6 N diukur pH dengan menggunakan pH meter
hasilnya berturut-turut ialah 13,0, 13,3, dan 13,4 sedangkan dengan menggunakan indicator
universal hasil yang didapat yaitu 13, 13, dan 13. Larutan H2SO4 pada suhu ruangan dengan
konsentrasi 0,1 N, 0,4 N, 0,6 N diukur pH dengan menggunakan pH meter hasilnya berturut-
turut adalah 0,9, 0,7, dan 0,6. Sedangkan jika menggunakan indicator hasil yang diperoleh ialah
1, 1, dan 1.
5.1 Hubungan Konsentrasi dengan pH Pada Temperatur
Adapun pengaruh atau hubungan konsentrasi dengan pH pada temperatur dapat
diketahui dari gambar berikut ini
14 13 13.3 13.4

12 12.9 13.1 13.2


Suhu Ruangan
10 (NaOH)
8 Suhu 40°C(NaOH)
pH

6
4.5 Suhu Ruangan
4 2.7 2.4 (CH3COOH)
2 3.1 Suhu
2.7 2.4
0 40°C(CH3COOH)
0.1 0.4 0.6
Konsentrasi (M)

Gambar 5.1 Hubungan konsentrasi dengan pH pada suhu ruangan dan suhu
40°C pada sampel CH3COOH dan NaOH
Dari Gambar 5.1 dapat diketahui bahwa hubungan suhu dangan pH berbanding lurus.
Pada larutan CH3COOH terdapat perbedaan pH pada suhu ruangan dan suhu 40°C. Ketika suhu
dinaikkan ke 40°C maka larutan CH3COOH semakin asam. Begitu juga dengan larutan NaOH,
ketika suhu dinaikkan maka larutan NaOH semakin basa. Semakin tinggi suhu maka larutan
asam, derajat keasamannya semakin rendah atau semakin asam, dan larutan basa, derajat
kebiasaannya semakin tinggi atau semakin basa.

5.2 Hubungan Konsentrasi dengan pH


Adapun pengaruh atau hubungan konsentrasi dengan pH dapat diketahui dari gambar
berikut ini.

16
13 13.3 13.4
14
12
10 Suhu Ruangan (NaOH)
pH

8
Suhu Ruangan
6 4.5 (CH3COOH)
4 2.8 2.6
Suhu Ruangan
2 0.9 (H2SO4)
0.7 0.6
0
0.1 0.4 0.6
Konsentrasi (M)

Gambar 5.2 Hubungan konsentrasi dengan pH


Dari Gambar 5.2 dapat diketahui bahwa hubungan konsentrasi dengan pH berbanding
lurus. Hal ini sesuai dengan konsep pH = - logM. pH berbanding lurus dengan negatif logaritma
dari konsentrasi larutan. Dari gambar 5.2 digunakan sampel H2SO4 dimana semakin tinggi
konsentrasi H2SO4 maka semakin asam larutan tersebut. Dapat diketahui bahwa semakin tinggi
konsentrasi suatu larutan maka semakin besar derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan.

5.3 Perbedaan Nilai pH yang diukur Menggunakan pH Meter dan pH Secara Teroritis
16
pH Meter (NaOH)
13.6 13.8
14 13
13.3 13.4 pH Meter
12 13
(CH3COOH)
10 pH Meter (H2SO4)
pH

8
pH Teoritis (NaOH)
6
4.5 pH Teoritis
4 (CH3COOH)
2.8 2.6
3 pH Teoritis
2 2.7 2.4
1 (H2SO4)
0.7 0.6
0 0.9 0.4 0.2
0.1 0.4 0.6
Konsentrasi (M)

Gambar 5.3 Perbedaan nilai pH yang diukur menggunakan pH meter dan


pH secara teoritis

Dari gambar 5.3 dapat diketahui bahwa semakin besar nilai konsentrasi ma pH larutan
asam akan semakin asam dan basa. Hal tersebut sesuai dengan konsep pH yang menyatakan
nilai pH merupakan negatif logaritma dari konsentrasi ion hidrogen. Pengukuran nilai pH
dengan menggunakan pH meter dan pH teoritis pada larutan NaOH dan H2SO4. pHnya hampir
sama pada pengukuran dengan pH meter dan pH teoritis pada masing-masing larutan. Pada
laruta CH3COOH pengukuran nilai pH dengan menggunakan pH meter dan pH teoritis hampir
sama nilainya pada konsentrasi 0,4 dan 0,6 N. perbedaan pengukuran nilai pH dengan pH meter
dan pH teoritis pada larutan C H3COOH dengan konsentrasi 0,1 N disebabkan oleh kesalahan
praktikan, seperti kurang akuratnya praktikan dalam menyiapkan sampel dan kurang bersihnya
pembilasan elektroda pada pH meter menggunakan aquadest sehingga hasil yang didapat
kurang akurat.