Anda di halaman 1dari 6

Etiket untuk sediaan farmasi terdiri dari 2 macam, yaitu etiket putih dan etiket biru (berwarna).

Etiket putih untuk obat dalam, etiket biru untuk obat luar. Lalu kalo sediaan injeksi kita kasih
etiket yang mana ya? inhaler bagaimana? suppositoria? obat kumur?

Nah, memang inilah yang menjadi pertanyaan “kapan obat termasuk dalam klan obat dalam dan
kapan termasuk klan obat luar”. Yang menjadi pembeda sebenarnya cukup mudah, jika suatu
obat masuk ke dalam tubuh melalui kerongkongan dan mengikuti saluran cerna maka obat
termasuk ke dalam golongan obat dalam. Namun jika obat tidak masuk kerongkongan maka
dikategorikan obat luar. Agar lebih mudah ini saya berikan daftarnya.

Obat luar (etiket biru/berwarna)

No Bentuk sediaan Keterangan


1 Salep, Krim Sifat hanya topikal atau di kulit saja
2 Injeksi Meskipun masuk tubuh tapi tidak melalui
saluran cerna
3 Transdermal Sesuai alasan di atasnya
4 Suppositoria Tidak masuk kerongkongan dan saluran cerna
5 Inhaler Masuknya ke saluran pernapasan bukan
saluran cerna
6 Obat kumur Sebelum masuk kerongkongan sudah
dikeluarkan (kecuali bagi yang nekat tetap
ditelan.. jangan lho ya..)

Arti sederhananya, etiket adalah kertas atau label yang berisi keterangan tentang
pengonsumsian obat dalam 1 hari. Ada dua jenis etiket yaitu etiket obat dalam (warna
putih) dan etiket obat luar (warna biru). Sekarang muncul pertanyaan, obat dalam itu
apa? obat luar itu apa?
Intinya ketika obat tersebut masuk ke dalam tubuh melalui kerongkongan lalu masuk
ke saluran cerma maka ia termasuk obat dalam. Tapi, jika obat tersebut tidak melewati
kerongkongan maka obat tergolong obat luar.

**Obat dalam : Tablet, kapsul, pil, lozenges, sirup, emulsi, suspensi, dan lain-lainnya.
** Obat luar: Salep, krim, injeksi, transdermal, suppositoria, inhaler, dan obat kumur.

Pada etiket tertulis :

1. Pada sebelah atas : nama Apotek, alamat apotek, nama apoteker, Nomor SIPA
Apoteker, atau Nomor SIA.
2. Sebelah kiri atas : nomor resep
3. Sebelah kanan atas : tempat dan tanggal pembuatan
4. Ditengah simetris : nama pasien
5. Dibawah nama pasien : nama obat dan cara pemakaian, karena saat ini pelayanan
kefarmasian berbasis pharmaceutical care (patient oriented) maka menurut saya dalam
etiket penting untuk disertakan jadwal minum obat (jam), waktu minum obat, dan
keterangan lainnya.
6. Pada obat luar ( etiket biru ) perlu ditulis pada bagian bawah : “ Obat Luar”

Penggolongan Obat Berdasarkan Jenis dan Tingkat Keamanan

Obat berdasarkan jenis dan tingkat keamanannya dibedakan menjadi 5 golongan yaitu :
1. Narkotika
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman,
baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat
menimbulkan ketergantungan (hang over)
Narkotika termasuk kedalam daftar O=Opiat. Pengambilannya harus dengan resep
dokter dan resep tidak dapat diulang. Selain itu resep yang mengandung narkotika diberi
tanda merah dibawah obatnya dan tidak dicantumkan tanda “iter”. Narkotika dibedakan
menjadi 3 golongan yaitu :
a. Golongan I : Digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Contoh narkotika golongan I : Tanaman papaver somniferum (kecuali biji), opium
mentah (getah), opium masak (candu, jicing, jicingko), tanaman erithroxylon (termasuk
buah dan biji), kokain, tanaman cannabis (ganja)
b. Golongan II dan III : Berupa bahan baku baik alamiah maupun sintetis dapat diedarkan
tanpa wajib daftar pada Depkes
Contoh narkotika golongan II : fentanil, metadon, metofon, morfina, petidina
Contoh narkotika golongan III : kodeina

2. Psikotropika
Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah atau sintetis, bukan narkotika yang
berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika dibagi menjadi
4 golongan yaitu :
a. Golongan I : Lisergida (LSD/extasy)
b. Golongan II : amfetamin, metamfetamin (sabu2)
c. Golongan III : Penthobarbital
d. Golongan IV : diazepam

3. Obat Keras/Obat Keras Tertentu

Merupakan obat yang termasuk kedalam golongan


daftar G (Gevaarlijk=Berbahaya ). Pengambilan obat ini harus dengan resep dokter dan
dokter bisa mencantumkan tanda “iter”.
Contoh obat keras antara lain : antibiotik (tetrasiklin, penisilin dsb), obat-obat
yang mengandung hormon, obat penenang, kencing manis dsb.

4. Obat Bebas Terbatas


Merupakan obat yang termasuk kedalam golongan daftar W
(Waarschuwing=Peringatan). Obat ini dapat diserahkan tanpa resep dokter. Dalam obat

bebas terbatas terdapat 6 peringatan yaitu :

Contoh dari obat bebas terbatas adalah : Obat anti mabok dan obat anti flu.

5. Obat Bebas
Merupakan obat yang dapat diserahkan atau dibeli
tanpa resep dokter dan biasanya digunakan untuk pengobatan sendiri. Contohnya adalah
Parasetamol.