Anda di halaman 1dari 17

PEMERINTAH KABUPATEN BUOL

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS PALELEH
Alamat : jl. Bano no. 316, Kode Pos : 94568

PEDOMAN PELAYANAN UNIT KERJA UPTD PUSKESMAS PALELEH


PROGRAM PROMOSI KESEHATAN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan Promosi Kesehatan tidak terlepas dari perkembangan sejarah
Kesehatan Masyarakat Indonesia, yaitu dimulainya Program Pembangunan Kesehatan
Masyarakat Desa (PKMD) pada tahun 1975 dan perkembangan Promosi Kesehatan
Internasional tahun 1978 berupa Deklarasi Alma Ata tentang Primary Health Care
tersebut sebagai tonggak sejarah cikal bakal Promosi Kesehatan (Departemen Kesehatan,
1994). Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) mulai dicetuskan pada tahun 1986,
ketika diselenggarakannya Konferensi Internasional pertama tentang Health Promotion
di Ottawa, Canada.
Piagam Ottawa memiliki 5 butir rumusan upaya promosi kesehatan, yaitu :
1) Kebijakan Berwawasan Kesehatan, 2) Lingkungan yang mendukung, 3) Reorientasi
pelayanan kesehatan, 4) Keterampilan Individu dan 5) Gerakan Masyarakat.
Pembangunan kesehatan pada periode 2015 – 2019 adalah Program Indonesia
Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui
upya kesehatan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan
perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.
Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat,
penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional; 1) pilar paradigma sehat
dilakukan dengan strategi penguatan kesehatan dalam pembangunan, penguatan promotif
dan preventif dan pemberdayaan masyarakat; 2) penguatan pelayanan kesehatan dilakukan
dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan
peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan pendekatan conttinuum of care dan
intervensi berbasis resiko kesehatan; 3) sementara itu jaminan kesehatan nasional
dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan benefit serta kendali mutu dan kendali
biaya.
Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas yang
adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat
dan upaya pelayanan kesehatan perorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan
upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-
tingginya diwilayah kerjanya.
Pelayanan kesehatan adalah upaya yang diberikan oleh puskesmas kepada
masyarakat, mencakup perencanaan, pelaksanan, evaluasi, pencatatan, pelaporan yang
dituang dalam suatu sistem. Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan diwilayah kerjanya dalam
rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.
Dalam melaksanakan tugas puskesmas menyelenggarakan fungsi :
 Penyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) tingkat pertama diwilayah
kerjanya;
 Penyelenggarakan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) tingkat pertama diwilayah
kerjanya;
Dalam menyelenggarakan fungsi penyelenggaraan UKM, puskesmas berwenang untuk :
 Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan
analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan;
 Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan;
 Melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi dan peberdayaan masyarakat dalam
bidang kesehatan;
 Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah
kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan
sektor lain terkait;
 Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan
berbasis masyarakat;
 Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia puskesmas;
 Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan, melaksanakan
pencatatan, pelaporan dan evaluasi terhadap akses, mutu dan cakupan pelayanan
kesehatan dan memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan
penyakit. (PERMENKES No. 75 Tahun 2014)

Untuk melaksanakan upaya kesehatan masyarakat tersebut di UPTD Puskesmas


Paleleh Kabupeten Buol, maka diperlukan upaya Promosi Kesehatan yang dikeola secara
profesional. Keberadaan program Promosi Kesehatan di UPTD Puskesmas Paleleh berperan
sebagai “agen perubahan” di masyarakat sehingga masyarakat lebih berdaya dan timbul
gerakan-gerakan upaya kesehatan yang bersumber pada masyarakat.
B. Tujuan Pedoman
Tujuan disusunnya pedoman ini sebagai acuan bagi petugas kesehatan di UPTD
Puskesmas Paleleh dalam menyelenggarakan kegiatan Promosi Kesehatan di UPTD
Puskesmas Paleleh Kabupaten Buol, sehingga pelayanan Promosi Kesehatan dapat
dilaksanakan sesuai dengan rencana serta memperoleh hasil sesuai dengan harapan.
C. Ruang Lingkup Pelayanan
Ruang lingkup sasaran Promosi Kesehatan meliputi :
 Kegiatan Promosi Kesehatan di dalam gedung Puskesmas Paleleh
 Kegiatan Promosi Kesehatan di luar gedung Puskesmas Paleleh
Dengan jaringan pelayanan puskesmas adalah :
 Puskesmas Pembantu
 Pos Kesehatan Desa
 Petugas Desa (Bidan/Perawat)
Dengan jaringan pelayanan promosi kesehatan puskesmas adalah :
 Kecamatan
 Lintas sektor
 Kelurahan/Desa
 Sekolah (TK-SD-SLTP-SMU)
 Lembaga kemasyarakatan (TP PKK, PWRI)
D. Batasan Operasional
Upaya pelayanan kesehatan masyarakat Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas
Paleleh adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran individu,
keluarga dan masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Paleleh.
Batasan operasional untuk pelayanan Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas
Paleleh meliputi :
1. Pemberdayaan
Pemberdayaan masyarakat adalah upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan
pengetahuan dan kemauan dan kemampuan individu, keluarga dan masyarakat untuk
mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, menciptakan lingkungan sehat serta
berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya kesehatan.
2. Bina suasana
Bina suasana adalah upaya menciptakan suasana atau lingkungan sosial yang
mendorong individu, keluarga dan masyarakat untuk mencegah penyakit,
meningkatkan kesehatan, menciptakan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam
penyelenggaraan setiap upaya kesehatan.
3. Advokasi
Advokasi merupakan upaya atau proses terencana untuk mendapatkan komitmen dan
dukungan dari pihak-pihak terkait (tokoh-tokoh masyarakat informal dan formal) agar
masyarakat di lingkungan puskesmas berdaya untuk mencegah serta meningkatkan
kesehatannya serta meningkatkan lingkungan sehat.
4. Kemitraan
Dalam pemberdayaan, bina suasana dan advokasi, prinsip-prinsip kemitraan harus
ditegakkan. Kemitraan ditegakkan antar petugas kesehatan puskesmas dengan
sasarannya dalam pelaksanaan pemberdayaan, bina suasana dan advokasi. Disamping
itu kemitraan juga dikembangkan karena kesdaran bahwa untuk meningkatkan
efektivitas promosi kesehatan, petugas Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh
harus bekerjasama dengan berbagai pihak terkait.
E. Landasan Hukum
1. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. KEPMENKES No. 585 Tahun 2007 tentang Pedoman Palaksanaan Promosi Kesehatan
3. PERMENKES No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat
4. PERMENKES No. 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinis Pratama,
Tempat Praktek Mandiri Dokter, dan Tempat Praktek Mandiri Dokter Gigi
BAB II
STANDAR KETENANGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Sumber daya utama untuk penyelenggaraan Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas
Paleleh adalah Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDM Kesehatan). Yang dimaksud
dengan kualifikasi SDM sama halnya dengan Job Kualifikasi, yaitu minimal
golongan/jabatan, masa kerja minimal, pendidikan minimal, pengalaman kerja, nilai
ferformance (kinerjanya), dan standar kompetensi.
Pengelolaan Promosi Kesehatan hendaknya dilakukan oleh koordinator yang
mempunyai kapasitas di bidang Promosi Kesehatan. Penanggung jawab Promosi
Kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh dipilih dari tenaga ahli Promosi Kesehatan yaitu
pejabat fungsional penyuluh Kesehatan Masyarakat. Tenaga penyuluh kesehatan memiliki
pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan informasi dan konseling (dibuktikan
dengan pelatihan jabatan fungsional penyuluh kesehatan masyarakat). Untuk UKBM UKS
ditetapkan satu petugas khusus penanggung jawab program UKS dari tenaga Perawat Gigi.
Standar kebutuhan tenaga Promosi Kesehatan di UPTD Puskesmas Paleleh
menurut analisa beban kerja petugas adalah 2 orang petugas promosi kesehatan. Adapun
pola ketenagaan yang ada di unit pelayanan Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh
saat ini adalah sebagai berikut :
Pola ketenagaan yang ada di unit pelayanan Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh
No Nama Status Pendidikan Pelatihan Jumlah
1. Promosi PNS S1 Kebidanan 1
Kesehatan Komunitas

Untuk UPTD Puskesmas Paleleh, kualifikasi SDM belum sesuai, yakni belum
mengikuti pelatihan jabatan fungsional, dan masih ada kekurangan dalam jumlah tenaga
promosi kesehatan karena wilayan kerja Kecamatan Paleleh yang luas idealnya ada 2
tenaga promosi kesehatan. Akan terus diupayakan agar tercapai pola ketanagaan yang
ideal.
B. Distribusi Ketenagaan
Distributi ketenagaan Unit Pelayanan Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh
Puskesmas
No Jenis Tenaga Kekurangan
Wajib Ada
1. Sarjana Kesehatan Masyarakat 2 - 2
2. Sarjana Kesehatan Masyarakat (S1 Kebidanan 1 1 0
Komunitas)
C. Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan Unit Pelayanan Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh
No Jenis Pelayanan Waktu Keterangan
1. Promosi kesehatan 07.30 – 13.30 Wita Jadwal pelaksanaan
dalam gedung khusus hari jumat sampai
puskesmas jam 10.30 Wita dan hari
menggunakan media sabtu sampai jam 11.00
promosi kesehatan Wita
2. Promosi kesehatan luar Sesuai jadual pertemuan
gedung puskesmas rutin lintas sektor/sesuai
jadwal yang dibuat untuk
pertemuan yang tidak rutin
08.00 – 13.30 Wita

Pengaturan jaga untuk unit pelayanan promosi kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh adalah
Person in Charge, tanpa terbatas dan terkendala oleh waktu dan tempat.
BAB III
STANDAR FASILITAS
A. Denah Ruang
Gambar 1. Denah ruang promosi kesehatan

B. Standar Fasilitas
Ketersediaan peralatan sangat menentukan terselenggaranya pelayanan kesehatan
yang optimal, efektif dan efisien di puskesmas. Berdasarkan pedoman peralatan kesehatan
puskesmas dari Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kementrian Kesehatan RI tahun 2013,
standar sarana/peralatan pelayanan promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Paleleh adalah
sebagai berikut :
1. Penyuluhan
a. Proyektor/LCD proyektor
b. Layar ukuran 1x1,5 m (screen yang digulung)
c. Portable generator (lapangan)
d. Megaphone/Public Audio System
e. Televisi & antena
f. Video/VCD – DVD Player
g. Wireles System/Aplifier & Wireles Microphone
h. Kamera Foto Digital
i. Papan Tulis Putih
j. Bulleting Board
k. Flip Chart (Standar)
l. Boneka/Phantom Bayi Baru Lahir
m. Cetakan Jamban
n. Phantom Gigi Anak
o. Phantom Gigi Dewasa
p. Phantom Mata Ukuran Asli
q. Phantom Panggul Wanita
r. Alat Permainan Edukatif (APE)
s. Food Model
2. Bahan Habis Pakai
a. Poster-poster Program (Gizi, KIA/KB,
3. Perlengkapan
a. Jam/Timer
b. Kabel Tambahan, @20 m
c. Kendaraan Roda 2 untuk penyuluhan
d. Komputer/Laptorp + Printer
e. Tempat Sampah Tertutup
4. Perabotan
a. Kursi Kerja
b. Lemari Alat-alat audiovisual
c. Meja Tulis
BAB IV
TATALAKSANA PELAYANAN
A. Pelayanan dalam Gedung Puskesmas
1. Di Tempat Pendaftaran
Penyebaran informasi melalui penjelasan petugas pendaftaran, media promosi
kesehatan leafleat. Informasi yang disediakan meliputi alur pelayanan, jenis pelayanan,
denak poliklinik, informasi kesehatan (larangan merokok, membuang sampah pada
tempatnya, dll)
2. Di Ruang Tunggu
Penyebaran informasi melalui poster. Informasi kesehatan yang disediakan meliputi
informasi kesehatan, peraturan kesehatan (larangan merokok, membuang sampah pada
tempatnya, dll)
3. Di Poliklinik, Laboratorium dan Apotek
Penyebaran informasi melalui penyediaan leaflet, lembar balik dan poster. Petugas
kesehatan menjawab pertanyaan pesien berkenaan dengan penyakit, tindakan atau
obat.
4. Di Halaman (Taman, Tempat Parkir, Pagar)
Penyebaran informasi melalui spanduk, penyediaan tempat sampah, pengenalan
tanaman bermanfaat, sayur maupun obat keluarga (TOGA).
5. Di Kantin/Kios di Kawasan Puskesmas
Penyebaran informasi kesehatan melalui leaflet yang dapat di ambil secara gratis.
B. Pelayanan Luar Gedung Puskesmas
Pelaksanaan pelayanan promosi kesehatan di luar gedung dilakukan oleh UPTD
Puskesmas Paleleh kerjasama dengan berbagai pihak potensial lainnya dengan
menerapkan ABG (Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Pemberdayaan Masyarakat),
yaitu :
1. Kunjungan rumah, kunjungan rumah dilakukan petugas promosi kesehatan maupun
petugas kesehatan lain sebagai tindak lanjut dari upaya promosi kesehatan di dalam
gedung. Kunjungan rumah dilakukan terutama pasien/keluarga yang memiliki masalah
kesehatan cukup berat (pasien TB, pasien gizi buruk)
2. Promosi kesehatan pada pertemuan-pertemua lintas sektor (TP PKK Kecamatan, TP
PKK Desa/Keluarahan, pertemuan kader di kecamatan/kelurahan/desa, pertemuan guru
(TK-SD-SLTP-SMU).
3. Pembinaan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) posyandu,
posbindu lansia & PTM, UKS. Kegiatan pembinaan meliputi kegiatan pendampingan
pelaksanaan kegiatan UKBM, pembinaan administrasi kegiatan UKBM dengan
peningkatan kapasitas kader UKBM melalui orintasi/pelatihan kader kesehatan.
4. Fasilitasi pengorganisasian masyarakat, petugas promosi kesehatan membantu
masyarakat melakukan pengenalan masalah-masalah kesehatan yang sering dialami
masyarakat (Survei Mawas Diri/SMD). Membantu masyarakat membahas masalah
SMD dalam musyawarah kecil diantara mereka, untuk merumuskan dan direncanakan
jalan keluarnya.
5. Advokasi stake holder (Camat Paleleh, KACABDIS, Kades, Ketua TP PKK Kec/Desa)
pendekatan untuk meningkatkan ‘bargaining position’ memberikan “soft presure”
agar terwujud dukungan kegiatan maupun kebijakan yang berwawasan kesehatan
diwilayah kerja masing-masing stake holder sehingga terwujud kerjasama yang
harmonis.
BAB V
LOGISTIK
Manajemen logistik adalah suatu pengetahuan atau seni serta proses mengenai
perencanaan, penentuan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pemelihataan atau penghapusan
material. Tujuan dari manajemen logistik adalah tersedianya bahan setiap saat dibutuhkan,
baik mengenai jenis, jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan secara efisien. Manajemen
logistik untuk promosi kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh adalah sebagai berikut :
A. Perencanaan Kebutuhan
Perencanaan unit promosi kesehatan menghitung dan merencanakan kebutuhan media
promosi kesehatan berupa leaflet, booklet, buku saku, poster, spanduk, makalah
penyuluhan, modul pelatihan, ATK penunjang administratif dan dokumentasi kegiatan
pelayanan promosi kesehatan yang sudah direncanakan. Analisa kebutuhan penunjang
pelaksaan kegiatan pada periode waktu tertentu berorientasi pada promram pelayanan, pola
penyakit dan target kinerja pelayanan. Menyesuaikan perencanaan kebutuhan dengan
memperhatikan persediaan awal materi promosi kesehatan yang sudah ada.
B. Penganggaran
Fungsi berikut adalah menghitung kebutuhan pengadaan materi promosi kesehatan untuk
menunjang kegiatan pelayanan promosi kesehatan diatas dengan harga satuan berdasar
indeks harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Buol sehingga akan
diketahui kebutuhan anggaran tersebut. Penggaran kebutuhan unit promosi kesehatan
UPTD Puskesmas Paleleh memanfaatkan dana JKN, BOK dan dana DAU.
C. Pengadaan
Fungsi berikut adalah pengadaan, yaitu semua kegiatan yang dilakukan untuk mengadakan
bahan logistik yang telah direncanakan baik melalui prosedur :
a. Pembelian
b. Produksi sendiri, maupun dengan
c. Sumbangan dari pihak lain yang tidak mengikat
Untuk pengadaan materi pelayanan promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Paleleh
dilakukan dengan pembelian materi yang sudah siap pakai, pengadaan sendiri leaflet
kesehatan sesuai kebutuhan perencanaan unti pelayanan dan menerima droping dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Buol.
D. Penyimpanan
Material media promosi kesehatan yang diperoleh dicatat dan disimpan dalam ruang Unit
Pelayanan Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh untuk didistribusikan sesuai
kebutuhan pelayanan promosi kesehatan. Fungsi penyimpanan ini sangat menentukan
kelancaran distribusi, diantaranya untuk mengantisipasi kekosongan material, menghemat
biaya, mengantisipasi fluktuasi kenaika harga material, serta mempercepat pendistribusian
karena mareti sudah siap pakai. Prinsip FIFO (Firt In Fist Out) diberlakukan di
penyimpanan materi pelayanan promosi kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh.
E. Pendistribusian
Pendistribusian materi promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Paleleh dilakukan pada
saat pelaksanaan kegiatan pelayanan promosi kesehatan. Efisiensi pelaksanaan
pendistribusian akan mempengaruhi kecepatan penyediaan materi baru. Penanggung jawab
pendistribusian adalah penanggung jawab unit pelayanan promosi kesehatan UPTD
Puskesmas Paleleh. Prosedur baku pendistribusian material promosi kesehatan meliputi :
a. Pendistribusian langsung kepada sasaran pelayanan
b. Pendistribusia melalui mitra kerja lintas program, jejaring dan jaringan UPTD
Puskesmas Paleleh
c. Penghapusan
Penghapusan adalah proses penghapusan tanggung jawab pengurus barang atas bahan atau
barang tertentu sekaligus mengeluarkan dari catatan/pembukuan yang berlaku,
pernghapusan barang diperlukan karena :
a. Bahan/barang rusak tidak dapat dipakai kembali
b. Bahan/barang tidak dapat di daur ulang atau tidak ekonomis untuk di daur ulang
c. Bahan/barang sudah melewati masa kadaluarsa (expire date)
d. Bahan/barang hilang karena pencurian atau sebab lain.
Penghapusan material promosi kesehatan di UPTD Puskesmas Paleleh dilakukan dengan
pemusnahan, yaitu dibakar atau dipendam/ditanam.
BAB VI
KESELAMATAN SASARAN
Keselamatan sasaran adalah reduksi yang meminimalkan tindakan yang tidak aman
dalam sistem pelayanan kesehatan sebisa mungkin melalui praktik yang terbaik untuk
mencapai luaran yang optimum. (The Canadian Patient Safety Dictionary, October 2003).
Keselamatan sasaran menghindarkan pasien dari potensi masalah dalam pelayanan promosi
kesehatan yang sebenarnya bertujuan untuk membantu sasaran.
Tujuan keselamatan sasaran adalah terciptanya budaya keselamatan sasaran pelayanan
promosi kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh, meningkatnya akuntabilitas (tanggung jawab)
petugas promosi kesehatan terhadap sasaran, menurunnya KTD (kejadian tidak diharapkan)
serta terlaksanakan program-program pencegahan, sehingga tidak terjadi pengulangan KTD
(kejadian tidak diharapkan).
Sasaran keselamatan sasaran pelayanan promosi kesehatan sebagaimana dimaksud
meliputi tercapainya hal-hal sebagai berikut :
 Ketepatan identifikasi sasaran
Identifikasi sasaran yang akan menerima pelayanan promosi kesehatan sesuai rencana
kegiatan unti pelayanan promosi kesehatan yang telah disusun.
 Peningkatan komunikasi yang efektif
Komunikasi yang efektif, akurat, lengkap, jelas dan dipahami oleh sasaran promosi
kesehatan akan mengurangi kesalahan dan menghasilkan peningkatan keselamatan sasarn.
Evaluasi di akhir pelayanan promosi kesehatan dilakukan untuk memastikan sasaran tidak
salah memahami informasi yang diberikan.
 Peningkatan keamnan sarana promosi kesehatan
Memantau lokasi, bangunan dan material promosi kesehatan yang dapat membahayakan
keselamatan sasaran promosi kesehatan
 Kepastian tepat-lokasi, tepat-metode, tepat-sasaran
Menyusun dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan promosi
kesehatan untuk menghindari kesalahan lokasi, metde dan sasaran pelayanan promosi
kesehatan
 Pengurangan resiko psikososial terkait pelayanan promosi kesehatan
Resiko psikososial seperti rasa bosan, mengantuk, lelah dan pusing dapat terjadi selama
pelayanan promosi kesehatan berlangsung. Untuk meminimalisir bahkan menghindari hal
tersebut diperlukan komitmen bersama sasaran, memilih metode yang tepat dan memberi
reword.
 Pengurangan resiko sasaran jatuh/terluka
Memilih dan memantau lokasi pelayanan promosi kesehatan untuk menghindari sasaran
cedera baik dalam perjalanan maupun selama dalam ruangan menerima pelayanan promosi
kesehatan.

Sistem keselamatan sasaran pelayanan promosi kesehatan dilakukan dengan


melakukan assesment resiko, identifikasi resiko, dampak dan menyusun implementasi solusi
untuk mengendalikan atau meminimalkan timbulnya resiko.
Sistem keselamatan sasaran unit pelayanan promosi kesehatan
LOKASI
NO RESIKO SASARAN DAMPAK AKIBAT
SASARAN
1. Dalam gedung Salah informasi yang diterima Memahami salah informasi
yang diterima
Fisik (dinding, lantai, pencahayaan Pengap, terganggu, gelap
suhu/kelembaban, kebisingan)
2. Luar gedung Transportasi menuju lokasi Cedera (jatuh/terluka) dalam
penyuluhan perjalanan menuju lokasi
penyuluhan
Psikososial Mengantuk
Pusing
Bosan
Lelah
BAB VII
KESELAMATAN KERJA

Dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan, pasal 23 dinyatakan


bahwa Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus dilaksanakan disemua tempat
kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit
penyakit atau mempunyai karyawan sedikitnya 10 orang. Jika memperhatikan dari isi pasal
diatas, maka jelaslah jika puskesmas termasuk dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai
ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya terhadap pelaku
langsung yang bekerja di puskesmas, tetapi juga terhadap pasien maupun pengunjung
puskesmas.
Risk assesmen melakukan identifikasi potensi bahaya atau faktor resiko dan dampak
atau akibatnya. Dari berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu upaya untuk
mengendalikan, meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya. Penyelenggaraan
kesehatan kerja petugas di unit pelayanan promosi kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh adalah
sebagai berikut :
LOKASI
NO RESIKO SASARAN DAMPAK AKIBAT
SASARAN
1. Dalam gedung kesalahan informasi yang diberikan
melalui media promosi kesehatan
Fisik (dinding, lantai, pencahayaan
suhu/kelembaban, kebisingan)
2. Luar gedung Transportasi menuju lokasi sasaran
kerja
Beban kerja
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Pengendalian mutu (quality control) dalam manajemen mutu merupakan suatu sistem
kegiatan teknis yang bersifat rutin yang dirancang untuk mengukur dan menilai mutu produk
atau jasa yang diberikan kepada sasaran. Pengendalian mutu pada unit pelayanan promosi
kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh diperlukan agar terjaga kualitasnya sehingga memuaskan
masyarakat sebagai sasaran. Penjamin mutu pelayanan kesehatan dapat diselenggarakan
melalui perbagai model manajemen terkendali mutu. Salah satu model manajemen yang dapat
digunakan adalah model PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang akan menghasilkan
pengembangan yang berlanjutan (continous improvement) atau keizen mutu pelayanan
promosi kesehatan.
Yoseph M. Juran terkenal dengan konsep “Trilogy” mutu yang
mengidentifikasikannya dalam tiga kegiatan :
1. Perencanaan mutu meliputi : siapa pelanggan, apa kebutuhannya,meningkatkan produk
sesuai kebutuhan dan merencanakan proses untuk suatu produksi
2. Pengendalian mutu : mengevaluasi kinerja untuk mengidentifikasi perbedaan antara
kinerja aktual dan tujuan
3. Peningkatan mutu : membentuk infrastruktur dan team untuk melaksanakan peningkatan
mutu.
Setiap kegiatan dijabarkan dalam langkag-langkah yang semuanya mengacu pada upaya
peningkatan mutu.

Pada unit pelayanan promosi kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh kegiatan pelayanan
promosi kesehatan dimulai dari pendataan/survei sasaran dan kebutuhan sasaran, penyusunan
rencana pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan hasil kegiatan, dan
penyusunan rencana tindak lanjut hasil evaluasi kegiatan. Pada setiap tahap kegiatan disusun
Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menjamin pelaksanaan kegiatan yang sesuai
standar pelayanan. Evaluasi dan rencana tindak lanjur dilaksanakan untuk mengatasi adanya
kesenjangan antara perencanaan dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan di dokumentasikan secara
periodik. Adapun tahapan jadwan kegaiatn unit pelayanan promosi kesehatan UPTD
Puskesmas Paleleh adalah sebagai berikut :
NO KEGIATAN WAKTU
1. Pendataan sasaran dan kebutuhannya Desember sebelumnya
2. Penyusunan rencana kegiatan Januari
3. Pelaksanaan kegiatan Januari – Desember
4. Penyusunan dokumen pelaporan kegiatan Februari – Desember
5. Monitoring dan evaluasi kegiatan dan hasil kegiatan Februari – Desember
6. Penyusunan rencana tindak lanjut Februari – Desember
BAB IX
PENUTUP

Promosi kesehatan adalah upaya-upaya pemberdayaan, baik pemberdayaan terhadap


sasaran maupun mitra kerja, jaringan maupun jejaring. Namum demikian upaya pemberdayaan
akan berhasil jika didukung oleh bina suasana dan advokasi. Untuk mencapai kualitas
pelayanan promosi kesehatan yang sesuai standar pelayanan, seringkali menghadapai kendala
dalam jumlah, kualifikasi maupun mutu tenaga pelaksana pelayanan promosi kesehatan.
Pedoman pelayanan unit promosi kesehatan UPTD Puskesmas Paleleh ini menyampaikan
hasil kajian tentang ketenagaan, sarana dan pengendalian mutu pelayanan agar unit pelayanan
promosi kesehatan dapat menjalankan fungsinya secara optimal, dikelola dengan baik, baik
kinerja pelayanan, proses pelayanan mapun sumberdaya yang digunakan.