Anda di halaman 1dari 4

LARUTAN ELEKRTOLIT DAN LARUTAN NON ELEKTROLIT

DI SUSUN OLEH :

Adi Nugraha
Audria Lepong Bulan
Dinda Putri Mandiri
Fadiah Suryani Putri
Nuraeni Pababari
Sitti Nurjannah

SMA NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU


TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA”.

Laporan ini berisikan tentang laporan hasil praktikum kimia yang membahas
mengenai LARUTAN ELEKTROLIT DAN LARUTAN NONELEKTROLIT.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami
harapkan demi kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
berperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah
SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Aamiin.

Palu, 31 Januari 2018

Penyusun
I. Judul Kegiatan : Uji Daya Hantar Listrik Terhadap Larutan

II. Tujuan : Mengetahui Larutan Elektrolit Dan Nonelektrolit

III. Dasar Teori Larutan Elektrolit & Nonelektrolit

Larutan merupakan sistem homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut.
Terlarut merupakan larutan yang dilarutkan oleh pelarut sedangkan pelarut
merupakan zat yang melarutkan terlarut. Menurut Ilmuwan Svante August
Arrhenius dari Swedia menerangkan teori ion tentang hantaran listrik melalui
larutan. Arrhenius berpendapat bahwa zat-zat elektrolit yang dilarutkan dalam air
akan terurai (terionisasi) menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion-
ion tersebut dapat bergerak bebas sehingga menghantarkan listrik melalui
larutan.

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Hal


tersebut disebabkan adanya ion-ion positif dan ion-ion negatif yang berasal dari
senyawa elektrolit yang terurai dalam larutan. Hantaran listrik melalui larutan
dapat ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit. Adanya aliran listrik melalui
larutan ditandai oleh menyalanya lampu pijar pada rangkaian itu dan/atau adanya
suatu perubahan (missal timbul gelembung) pada salah satu atau kedua
elektrodenya.

Contoh ionisasi larutan elektrolit :

a) HCl → H⁺ + Cl⁻ (asam)


b) KOH → K⁺ + OH⁻ (basa)
c) NaCl → Na⁺ + Cl⁻ (garam)
Berdasarkan daya hantar listrik, larutan elektrolit dibagi menjadi dua sebagai
berikut:
1. Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik dengan
baik. Senyawa elektrolit kuat terbentuk dari ikatan ionik. Contoh: air aki
(asam sulfat), asam klorida, air garam, dll.
2. Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik
dengan lemah.Senyawa elektrolit lemah terbentuk dari ikatan kovalen polar.
Contoh: air cuka, amonium hidroksida,air,dan lain-lain.

Larutan nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik


sama sekali dikarenakan zat-zat tersebut tetap berwujud molekul-molekul netral
(tidak terurai menjadi ion-ion) yang tidak bermuatan listrik.Senyawa
nonelektrolit terbentuk dari ikatan kovalen nonpolar. Contoh: minyak goreng,
bensin, oli, dll.