Anda di halaman 1dari 2

IDENTIFIKASI RESIKO DAN MANAJEMEN RESIKO

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD
014.0….00 00 1/2
BANGKINANG
Ditetapkan:
Direktur RSUD Bangkinang
Tanggal terbit :
SPO 30 Oktober 2017

Dr. WIRA DHARMA, MKM


Pembina/NIP. 19700627 200212 1 003
PENGERTIAN 1. Identifikasi resiko adalah identifikasi terjadinya kerugian yang
dapat timbul dari proses kegiatan saat sekarang atau kejadian
dimasa dating.
2. Mannajemen resiko adala pendekatan proaktif untuk
mengidentifikasi, menilai dan menyusun prioritas resiko dengan
tujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan dampaknya.
TUJUAN 1. Mengidentifikasi resiko dari masing-masing unit baik klinik
maupun non klinik.
2. Meminimalkan dampak yang terjadi dari identifikasi resiko baik
klinik maupun non klinik yang berada di rumah sakit.
3. Mencegah resiko atau insiden baik klinik maupun non klinik
yang terjadi dipelayanan rumah saki, agar pasien mendapatkan
pelayanankedokteran yang berdasarkan pada nilai-nilai sesuai
dengan kebutuhan medis pasien.
KEBIJAKAN SK Direktur Nomor: 445/RSUD/IV-1/2017/….. tentang Kebijakan
Panduan Manajemen resiko, RCA, dan FMEA.
PROSEDUR 1. Identifikasikan jenis-jenis resiko dari masing-masing unit.
2. Tuliskan dampak dari masing-masing identifikasi resiko.
3. Tulskan nialai dari peluang (P), akibat (A), dan resiko ®
4. Tuliskan criteria yang didapat dari perkalian peluang dan akibat.
5. Tuliskan keterangan resiko :
a. Sangat rendah :dengan resiko dapat diterima
b. Rendah :dengan tindakan perbaikan dapat
dijadwalkan kemudian dan penanganannya cukup dilakukan
dengan prosedur yang ada.
c. Menengah :dengan melakukan perbaikan
secepatnya dan tidak diperlukan dengan keterlibatan pihak
manajemen.
IDENTIFIKASI RESIKO DAN MANAJEMEN RESIKO

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUD
014.0….00 00 1/2
BANGKINANG
d. Tinggi : dengan melakukan perbaikan secepatnya.
6. Lakukan manajemen resiko dengan unit kerja masing-masing
dengan mengisi daftar manajemen resiko yang terdiri atas:
a. Nama unit kerja
b. Resiko utama
c. Resiko yang dijabarkan, apa yang mungkin terjadi, penyebab
terjadi, deskripsi dampak, peluang, akibat, resiko dan krteria.
7. Lakukan realisasi dari manajemen resiko sesuai tindak lanjutnya.
8. Buat laporan insiden minimal 2x24 jam , bila terjadi identifikasi
resiko di setiap unit.
9. Buat dokumentasi dari dari kegiatan manajemen resiko dan
insiden dari identifikasi resiko serta tindak lanjutnya.
10. Lakukan pelaporan menajemen resiko tiap bulan kepada komite
mutu dengan formulir pemantauan manajemen resiko dari
masing-masing unit.
11. Laporan ke direktur tentang hasil rekapitulasi pemantauan
manajemen resiko dari unit.
12. Sosialisasikan hasil realisasi dan tindak lanjut manajemen resko
baik melalui komite mutu maupun dari unit.
UNIT TERKAIT 1. Unit RS
2. Komite RS