Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH

AKUNTANSI MANAJEMEN
“BIAYA RELEVAN”

DISUSUN OLEH

1. REZKY PUTRI ANDIYANI A21115507


2. ANDI MUH DHAIFULLAH DZAKY A21115504
3. ACHMAD PRIMAWAN A21115318

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
TA 2016-2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Biaya Relevan dalam Pengambilan Keputusan ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Kami berterima kasih kepada Bapak Drs. Agus Bandang,
M.Si,Ak,CA pada mata kuliah Akuntansi manajemen
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Biaya Relevan dalam mengambil keputusan.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan
jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran, dan usulan
demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-
kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari
anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Makassar, April 2017

Penyusun Kelompok 5
DAFTAR ISI

Hal
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 3
1.3 Tujuan Penulisan 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Biaya Relevan 4
2.2 Hal Yang {Perlu Diperhatikan dan Jenis Biaya Relevan 4
2.3 Biaya Relevam dalam Pengambilan Keputusan 6
2.4 Analisis Masalah pada Biaya Relevan Pertama, waspada pada asumsi umum
yang tidak benar misalnya asumsi bahwa seluruh biaya adalah tidak relevan 9

2.5 Keputusan Yang Berkaitan dengan Informasi Relevan 9

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan 14

DAFTAR PUSTAKA 15
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam pengambilan keputusan, kita memerlukan data-data yang diperlukan
untuk dianalisis, guna mendukung keputusan tersebut, apakah layak untuk diambil dan
diterapkan di suatu perusahaan atau tidak. Keputusan-keputusan yang diambil itu
misalnya, apakah kita akan membuat sendiri atau membeli saja suku cadang produk-
produk tertentu dari penjual. Kemudian, kita perlu memahami pengertian biaya
alternatif dan menerapkannya pada suatu analisa, untuk memilih cara penggunaan
yang terbaik dari suatu analisa. Selain itu, juga perlu adanya pemahaman mengenai
penggunaan dan keterbatasan alokasi biaya bersama atau yang disebut sebagai joint
cost. Tidak lupa, pentingnya menganalisa biaya relevan dalam pengambilan keputusan
suatu perusahaan. Kemudian, kita perlu mengidentifikasikan sifat-sifat, sebab-sebab,
dan cara-cara masalah motivasi yang berat, yang dapat merintangi pelaksanaan
keputusan untuk membuang peralatan lama dan menggantikannya dengan peralatan
yang baru.

1.2 Rumusan masalah

1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan biaya relevan beserta karakteristiknya


2. Menjelaskan Jenis-jenis biaya yang relevan dan hal yang perlu diperhatikan dalam
biaya relevan
3. Menjelaskan analisis masalah pada biaya relevan
4. Menjelaskan keputusan yang berkaitan dengan informasi relevan

1.3 Tujuan Penulisan

Maksud dari penyusunan makalah ini yaitu sebagai salah satu tugas mata kuliah
Akuntansi Manajemen. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini
adalah dapat memberikan suatu pemahaman penuh terhadap informasi relevan dan
pembuatan keputusan dalam keputusan produksi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Biaya Relevan

Pengertian biaya relevan menurut Kamaruddin Ahmad dalam bukunya

“Akuntansi Manajemen” adalah sebagai berikut: “Biaya relevan adalah


biaya yang dapat dihindari atau biaya yang dapat dielakan dan harus
dipertimbangkan oleh setiap pengambil keputusan dalam berbagai
alternatif yang dihadapi.” (2005:115)
Pengertian biaya relevan menurut RA. Supriyono dalam bukunya “Akuntansi Biaya”
adalah sebagai berikut:
“Biaya relevan adalah meliputi semua biaya yang akan terpengaruh oleh
suatu pengambilan keputusan, karena itu biaya tersebut harus
dipertimbangkan di dalam pengambilan keputusan tertentu tersebut.”
(2002:389)
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa biaya relevan
dimaksud adalah semua biaya yang bisa dihindari bila menghadapi berbagai alternatif
yang dihadapi dan dapat berpengaruh dalam mengambil keputusan seorang manajer.
Biaya relevan memiliki karakteristik yakni sebagai berikut :
1. Biaya yang benar-benar akan terjadi dan mengingat biaya masa lalu
yang tidak relevan.
2. Biaya harus benar-benar akan memberikan hasil berbeda jika
memilih alternatif.

2.2 Hal yang perlu Diperhatikan dan Jenis Biaya Relevan

Hal yang perlu diperhatikan dalam Biaya Relevan Setiap pilihan strategi, secara
finasial, biasanya akan mengandung besaran biaya relevan yang berbeda-beda.
Hal-hal utama yang perlu diperhatikan dalam biaya relevan antara lain :
a. Biaya-biaya masa lalu ( historis ) dapat membantu sebagai dasar untuk
membuat prediksi, namun biaya-biaya masa lalu tersebut tidak relevan
ketika membuat keputusan ( yang bersifat masa depan )
b. Alternatif-alternatif berbeda dapat dibandingkan dengan memeriksa
perbedaan-perbedaan total pendapatan dan biaya masa depan yang
diharapkan
c. Tidak semua pendapatan dan total biaya masa depan yang diharapkan
adalah relevan, sehingga pendapatan dan biaya yang diharapkan tidak
berbeda diantara alternatif-alternatif pilihan dianggap tidak relevan dan
dapat dihilangkan dari analisa.
d. Mengingat tingkat kesulitan pengukurannya, titik berat yang tepat harus
diberikan untuk faktor-faktor kualitatif dan faktor-faktor kuantitatif non
keuangan.
Jenis Biaya Relevan
a. Sunk Cost Biaya histori atau disebut juga sunk costs adalah biaya yang
terjadi di masa lalu dimana tidak ada yang dapat mengubah apa yang
telah dikeluarkan mauun apa yang telah terjadi. Oleh karena itu, biaya
historis merupakan informasi yang tidak relevan dalam pembuatan
keputusan
b. Opportunity Cost Biaya kesempatan adalah biaya kontribusi dari sebuah
aktivitas pendapatan yang hilang karena tidak digunakannya suatu
sumber daya terbatas dalam penggunaan alternatif terbaik selanjutnya.
Perhitungan atas biaya kesempatan ini dapat digunakan untuk
mengukur efisiensi dari suatu alternatif keputusan yang diambil.
Besarnya biaya relevan merupakan akumulasi dari biaya tambahan yang
ada untuk suatu pilihan alternatif dengan biaya kesempatan yang tinggi
dan dipilihnya alternatif keputusan tersebut.
c. Incremental cost ( Revenue ) Biaya pendapatan tambahan adalah total
tambahan biaya/pendapatan yang didatangkan oleh suatu aktivitas dari
keputusan yang diambil
d. Differential cost ( Revenue ) Biaya pendapatan differensial adalah
perbedaan antara total biaya / pendapatan dari dua alternatif yang
berbeda
2.3 Biaya Relevan Dalam Pengambilan Keputusan
Pengertian biaya relevan Manajer perlu memisahkan antara biaya relevan dan
biaya tidak relevan dalam proses pengambilan keputusan. Biaya tidak relevan dapat
dikesampingkan atau dibaikan dalam pengambilan keputusan dan biaya relevan
merupakan biaya yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Biaya
relevan adalah biaya yang diperkirakan nantinya akan muncul, yang berbeda di antara
berbagai alternatif, Biaya relevan mempunyai ciri-ciri khusus, yaitu biaya masa yang
akan datang (future cost) bukan masa lalu (sunk cost) dan biaya yang berbeda antara
dua alternative. Dalam pengambilan keputusan yang berhubungan dengan pesanan
khusus biaya relevan biasanya terdiri dari biaya variabel. Namun tidak semua biaya
variabel menjadi biaya relevan misalnya komisi penjualan. Komisi penjualan
merupakan biaya variabel, tetapi tidak pernah akan dibayarkan didalam pesanan
khusus.

Dengan demikian, komisi penjualan akan merupakan biaya yang tidakrelevan


di dalam keputusan mengenai pesanan khusus Manajer perlu melakukan langkah-
langkah sebagai berikut dalam mengidentifikasi biaya relevan:

1. Mengumpulkan semua biaya yang akan terjadi yang berkaitan dengan setiap
alternatif yang akan dipertimbangkan.
2. Memisahkan biaya masa lalu atau yang merupakan sunk cost
3. Memisahkan biaya masa yang akan datang yang tidak berbeda dalam setiap
alternatif keputusan.
4. Membuat keputusan berdasarkan biaya yang masih tersisa, karena biaya
tersebut pasti biaya deferensial atau biaya terhindarkan dan biaya tersebut
relevan dalam suatu keputusan.

Manajer hanya menggunakan biaya relevan yang akan timbul di masa yang
akan datang saja dalam pengambilan keputusan karena suatu keputusan merupakan
suatu hal yang berhubungan dengan keadaan di masa datang. Untuk dianggap sebagai
biaya relevan, suatu biaya tidak hanya berhubungan dengan keadaan di masa yang
akan datang tetapi biaya tersebut harus berbeda dengan suatu alternatif lain.

Sehingga apabila suatu biaya yang akan muncul di masa depan mempunyai
jumlah yang sama besar dari beberapa alternatif, biaya tersebut tidak akan
berpengaruh dengan pengambilan keputusan. Dengan kata lain biaya tersebut
termasuk biaya non relevan.

Manfaat biaya relevan Biaya merupakan faktor penentu dalam pengambilan


keputusan apakah suatu pilihan akan dijalankan atau tidak. Manajer perlu
membandingkan biaya dan manfaat alternatif satu dengan biaya dan manfaat
alternatif lain. Biaya relevan lebih diperhatikan dalam mempertimbangkan
pengambilan keputusan yang terbaik atas berbagai alternatif. Faktor biaya lebih
diutamakan karena manajemen dapat mengatur biaya yang akan dikeluarkan
dibandingkan dengan pendapatan yang akan diperoleh. terdapat beberapa contoh
pengambilan keputusan oleh manajemen menyangkut masalah-masalah seperti
berikut ini:

1. Menerima atau menolak pesanan khusus.


2. Menurunkan harga jual pesanan khusus.
3. Menurunkan harga jual pada pasar yang bersaing
4. Mengevaluasi sejumlah alternatif untuk memproduksi sendiri atau
membeli, mengurangi, atau menghentikan produksi untuk produk tertentu.
5. Menentukan apakah akan menjual atau memproses lebih lanjut.
6. Memilih cara pengerjaan dalam pengolahan produk.
7. Menetapkan harga maksimum yang biasa dibayar untuk bahan baku.

Dalam pengambilan keputusan manajemen memerlukan langkah langkah


dalam analisis pengambilan keputusan. Langkah-langkah pembuatan keputusan
sebagai berikut.

1. Mencari informasi yang relevan untuk pembuatan keputusan. Informasi


yang relevan adalah informasi yang bilamana diketahui akan menyebabkan
perbedaan keputusan yang diambil. Informasi ini biasanya mengenai
dampak pengambilan keputusan pada penghasilan dan biaya yang berbeda
antara tiap-tiap alternatif keputusan.
2. Mengaitkan informasi yang relevan itu dengan tiap-tiap alternatif.
3. Setelah tiap-tiap informasi yang relevan dapat dikaitkan dengan tiap-tiap
alternatif, sebuah alternatif atau beberapa alternatif dapat dipilih
berdasarkan kriteria sumbangan tertinggi atas laba atau biaya terendah.
4. Mempertimbangkan semua faktor yang bersifat kualitatif untuk
menentukan dampak keputusan itu yang dapat dilihat secara kuantitatif.

Syarat yang harus dipenuhi agar suatu pesanan khusus dapat diterima,
menurut Supriyono (2002:311) adalah:

1. Kapasitas produksi perusahaan masih ada yang menganggur.


2. Adanya pemisahan pasar antara penjualan biasa dengan penjualan untuk
melayani pesanan khusus.

Pemenuhan pesanan khusus yang memanfaatkan kapasitas menganggur akan


mengakibatkan kenaikan biaya variabel. Sedangkan untuk biaya tetap tidak
terpengaruh ketika pesanan khusus diterima atau ditolak. Pemisahan pasar bertujuan
supaya harga jual penjualan normal tidak turun akibat harga jual pesanan khusus yang
lebih rendah.

Analisis biaya relevan digunakan untuk memilah biaya-biaya yang relevan


dalam penentuan harga jual produk pesanan khusus. Tidak semua biaya variabel
merupakan biaya yang relevan terhadap pengambilan keputusan.

Biaya relevan meliputi semua biaya yang akan terpengaruh oleh pengambilan
suatu keputusan termasuk keputusan manajemen dalam menentukan harga jual
produk pesanan khusus, seperti : biaya variabel, biaya tetap (apabila biaya tetap
tersebut berubah jumlahnya yang perubahannya bukan disebabkan oleh adanya
peningkatan aktivitas poduksi), selain itu biaya semivariabel juga patut untuk
dipertimbangkan karena di dalam biaya tersebut juga terdapat unsur variabel dimana
jika terjadi penigkatan aktivitas produksi, biaya tersebut juga akan berubah.
2.4 Analisis Masalah pada Biaya Relevan
Asumsi umum ini terkait mengenai biaya mana yang masuk dalam kategori
biaya relevan dan mana yang tidak masuk saat beberapa alternatif keputusan
hendak diambil. Contoh Kasus : Perusahaan Golden Hand memiliki kapasitas
produksi aktual sirup “ APEL “ sebesar 4000 botol per hari. Ada pilihan lain
untuk menaikkan kapasitas produksi menjadi 4500 botol per hari. Secara
umum manajer menganggap bahwa biaya distribusi akan naik sehingga
menambah cost per botol. Teryata penambahan 500 botol per hari ini tidak
menambah biaya distribusi karena kapasitas mobil distribusi produk masih
menampung kelebihan jumlah botol. Kedua, data biaya per unit yang
menyesatkan pengambil keputusan dalam dua cara utama :
Memasukkan biaya tidak relevan sebagai bahan pertimbangan pengambilan
keputusan
Menggunakan biaya per unit yang sama pada tingkat keluaran yang
berbeda karena biaya tetap per unit berubah sesuai tingkat keluaran yang
berbeda Contoh kasus lain : Apakah mesin lama perlu diganti dengan mesin
baru? Solusi : Ada unavoidable cost dalam kasus tersebut, yaitu sunk cost
berupa nilai buku sebesar 14000, biaya ini harus dikeluarkan karena bersifat
tidak relevan sehingga bila mesin lama dijual akan mengalami kerugian
sebesar 5000.

2.5 Keputusan yang Berkaitan dengan Informasi Relevan

1. One-Time-Only Special Orders Merupakan keputusan suatu perusahaan untuk


menerima atau menolak pemesanan khusus ketika terdapat kapasitas produksi
yang menganggur dan pesanan khusus tersebut tidak mempunyai impikasi jangka
panjang. Contoh Kasus : Pemesanan tambahan sirup “ APEL “ sebanyak 5000
botol ketika produksi perusahaan masih 30.000 botol dibandingkan dengan
kapasitas produksi sebesar 35.000 botol. Peningkatan biaya variabel produksi
merupakan biaya tambahan yang menjadi biaya relevan dalam pengambilan
keputusan untuk dibandingkan dengan pendapatan tambahan dari menerima
pesanan khusus tersebut. Contoh Kasus ( Menjual atau menindaklanjuti ) :
Analisa : Lebih baik produk A dijual ( tidak diproses lebih lanjut )
2. Insourcing Versus Outsourcing atau Keputusan Make or Buy Insourcing adalah
produksi barang / jasa secara mandiri oleh suatu organisasi, sedangkan
outsourcing adalah membeli barang / jasa dari pemasok di luar organisasi
tersebut. Keputusan yang disebut juga keputusan Make or Buy ini memilih opsi
yang memberikan biaya yang paling rendah dengan keuntungan paling tinggi bagi
perusahaan. Contoh Kasus ( Make or Buy ) :
3. Product-Mix Keputusan Product Mix adalah keputusan yang dibuat perusahaan
tentang jenis produk apa dan dalam jumlah berapa produk tersebut dijual.
Keputusan ini diambil dengan memilih produk yang menghasilkan kontribusi
margin per unit yang paling tinggi dengan menggunakan sumber daya yang
terbatas.
4. Customer Profitability Keputusan ini didasarkan pada kemampuan memberikan
keuntungan yang dimiliki pelanggan, sehingga pilihan alternatif yang diambil
melalui penambahan atau pengurangan suatu pelanggan berkaitan dengan
kenaikan perolehan laba operasi perusahaan.
5. Branch/Segment: Adding or Discontinuing keputusan ini hampir sama dengan
keputusan Customber Profitability, namun didasarkan pada kemampuan
memberikan penambahan keuntungan yang dimiliki oleh suatu cabang atau
segmen perusahaan.
Contoh: PT. Golden Hand memiliki kapasitas produksi sebesar 200.000 unit,
kapasitas yang telah digunakan baru sebesar 150.000 unit (75%), harga jual
produk sebesar Rp 1.250/unit. Anggaran tahun 2008 untuk 150 unit sebagai
berikut:
Biaya Variabel:
 Biaya produksi (V) Rp 400 x 150.000 unit= Rp 60.000.000
 Biaya komersial (V) Rp 120 x 150.000 unit= Rp 18.000.000

Biaya Tetap:

 Biaya overhead (T) Rp 300 x 150.000 unit = Rp 45.000.000


 Biaya komersial (T) Rp 150 x 150.000 unit = Rp 22.500.000

Total by penuh produk “A” Rp 970 x 150.000 unit = Rp 145.500.000

Pertanyaan : Jika pesanan khusus sebanyak 30.000 unit dengan harga Rp 750 per
unit, apakah di terima atau ditolak….?

Penyelesaian : Keterangan Jumlah Pendapatan Differensial:

■ 30.000 unit x Rp 750 = 22.500.000


Biaya Differensial:

■ Biaya produksi (v) 12.000.000

■ Biaya komersial (v) 3.600.000 15.600.000 Laba Differensial 6.900.000


Kesimpulan : Pesanan khusus diterima, karena memberi kontribusi
margin sebesar 6.900 yaitu selisih dari tambahan pendapatan dan
tambahan biaya yang muncul karena keputusan yang harus diambil.

6. Equipment Replacement Biaya historis akumulasi depresiasi dan nilai buku


peralatan yang dimiliki serta fenomena akuntasi keuangan mengenai potensi
kerugian / keuntungan transaksi penggantian peralatan merupakan informasi
yang tidak relevan dan seringkali menyulitkan dalam pengambilan keputusan
penggantian peralatan. Oleh karena itu, analisa pendapatan/biaya relevan
dilakukan untuk memilih alternatif yang menghasilkan laba operasi paling tinggi.
Contoh Perhitungan Biaya Relevan
Untuk mempermudah mengerti analisis biaya relevan, dimisalkan ada sebuah
organisasi yang mengadakan pelatihan yang meminta tambahan 1 Pelatihan dengan
kapasitas yang sama dan kontribusi masing-masing peserta sebesar Rp. 6.000.000, -.
Maka analisisnya sebagai berikut:

Biaya relevan untuk kelas awal

Sub Total Total


No Jenis Anggaran
(Rp) (Rp)
Pemasukan
1 Kontribusi peserta 31 x 8.000.000 248.000.000
2 Biaya-Biaya Variabel
3 Honorarium 61.200.000 61.200.000
4 Pelaksanaan Pelatihan 39.930.000 39.930.000
5 Kontribusi Margin 146.870.000

Biaya Relevan Untuk Kelas Awal Dan Kelas Tambahan

Satu Kelas Kelas Tambahan Total


No Jenis Anggaran
(Rp) (Rp) (Rp)
1 Pemasukan

2 Kontribusi Peserta 248.000.000 31 x 6.000.000 186.000.000 434.000.000

Biaya-Biaya
3
Variabel
4 Hononarium 61.200.000 61.200.000 61.200.000 122.400.000
Pelaksanaan
5 39.930.000 39.930.000 39.930.000 79.860.000
pelatihan
6 Kontribusi Margin 146.870.000 84.870.000 231.740.000
Analisis Biaya Relevan Untuk Pengambilan Keputusan

Satu Kelas
No Jenis Anggaran Dua Kelas (Rp)
(Rp)
1 Pemasukan
2 Kontribusi Peserta 248.000.000 434.000.000
3 Biaya-Biaya Variabel
4 Hononarium 61.200.000 122.400.000
5 Pelaksanaan pelatihan 39.930.000 79.860.000
6 Kontribusi Margin 146.870.000 231.740.000

Apabila balai Pelatihan setuju untuk menerima permintaan Organisasi untuk


mengadakan Pelatihan tambahan, maka tidak akan ada tambahan biaya tetap yang
terjadi, karena penembahan 1 kelas tersebut sejatinya merupakan maksimalisasi
penggunaan idle capacity.

Dalam kasus ini biaya semi-variabel juga tidak ditambahkan kembali karena
digolongkan sebagai biaya tetap. Sehingga, dari perhitungan di atas, balai Pelatihan
dapat menerima permintaan untuk mengadakan Pelatihan tambahan karena tetap
terjadi surplus anggaran, walaupun besarnya kontribusi peserta Pelatihan tidak
sebesar kontribusi peserta Pelatihan audit.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

• Dalam proses pengambilan keputusan managemen dihadapkan pada berbagai


alternatif keputusan. Untuk mengambil keputusan paling tepat, berisiko paling
rendah dan paling menguntungkan bagi organisasi maka managemen memerlukan
informasi baik secara kualitatif maupun kuantitatif sebagai bahan pertimbangan.
Informasi biaya salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan. Dengan
demikian informasi akuntansi harus menyediakan data yang bisa membantu
managemen dalam membedakan antara biaya relevan dan tidak relevan dala
pemilihan alternatif tersebut.
• Syarat biaya relevan yakni : merupakan biaya masa yang akan datang, dan berbeda
antara alternatif tindakan
DAFTAR PUSTAKA

Mowen,hansen.2005,Jilid2.Akuntansi Manajerial.Jakarta.Salemba Empat Noreen,

garrison.2000,Jilid1&2. Akuntansi Manajerial.Jakarta.SalembaEmpat


TUGAS MAKALAH
AKUNTANSI MANAJEMEN
“BIAYA RELEVAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN”

DISUSUN OLEH

4. REZKY PUTRI ANDIYANI A21115507


5. ANDI MUH DHAIFULLAH DZAKY A21115504
6. ACHMAD PRIMAWAN A21115318

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
TA 2016-2017