Anda di halaman 1dari 41

BAB I PENDAHULUAN

  • A. LATAR BELAKANG

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menyerang sistem persarafan, Stroke sendiri didefinisikan suatu keadaan yang timbul karena terjadi gangguan

peredaran darah di otak yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau

kematian.(Fransisca,2012).

Prevalensi stroke di Indonesia terlihat meningkat seiring peningkatan umur responden. Masalah stroke di Indonesia menjadi semakin penting dan mendesak baik stroke hemoragik maupun stroke non hemoragik. Prevalensi nasional Stroke tahun 2007 adalah 0,8% (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala). Sebanyak 11 provinsi mempunyai prevalensi Stroke diatas prevalensi nasional, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta,

Jawa Bara Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Papua Barat. Jumlah penyakit stroke di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan (Nakes) diperkirakan sebanyak

1.236.825 orang (7,0‰), sedangkan berdasarkan diagnosis Nakes diperkirakan sebanyak 2.137.941 orang (12,1‰). Berdasarkan diagnosis Nakes maupun

diagnosis/gejala, Provinsi Jawa Barat memiliki estimasi jumlah pen-derita terbanyak yaitu sebanyak 238.001 orang (7,4‰) dan 533.895 orang (16,6‰), se- dangkan Provinsi Papua Barat memiliki jumlah penderita paling sedikit yaitu

sebanyak 2.007 orang (3,6‰) dan 2.955 orang (5,3‰).

Penyebab stroke sendiri yaitu thrombosis serebral thrombosis ini terjadi pada pembuluh darah yang mengalami oklusi sehingga menyebabkan iskemik jaringan otak, yang dapat menimbulkan oedem dan kongesti di sekitarnya.Thrombosis

biasanya terjadi pada orang tua yang sedang tidur atau bangun tidur.Hal ini dapat terjadi karena penurunan aktivitas simpatis dan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan iskemik serebral.Beberapa keadaan dibawah ini dapat menyebabkan thrombosis seperti aterosklerosis, hiperkoagulasi pada polisitemia, arteritis dan emboli. Hemorargi merupakan perdarahan intracranial atau intraserebral termasuk perdarahan dalam ruang sub arachnoid atau ke dalam jaringan otak sendiri. Perdarahan ini dapat terjadi karena aterosklerosis dan hipertensi akibat pecahnya pembuluh darah otak menyebabkan perembesan darah ke dalam parenkim otak, yang dapat menyebabkan penekanan, pergeseran dan pemisahan jaringan otak yang berdekatan, sehingga otak akan menglami pembengkakan, otak tertekan sehingga terjadi penekanan otak,oedem, dan mungkin herniasi pada otak, hipoksia umum beberapa penyebab hipoksia umum diantaranya adalah hipertensi yang parah henti jantung dan paru curah jantung turun karena aritmia hipoksia setempat beberapa penyebab hipoksia setempat adalah spasme serebral, yang di sertai perdaahan subarchnoid Vasokontroksi arteri otak di sertai sakit kepala migren . (Arif.Muttaqin 2008)

Tanda dan gejala klinis yang timbul tergntung dari jenis stroke.Gejala klinis pada stroke hemorargi berupa defisit neurologis mendadak,didahului gejala up normal yang terjadi pada saat istirahat atau bangun pagi, kadang tidak terjadi penurunan kesadaran, terjadi terutama pada usia > 50 tahun. Gejala neurologis yang timbul tergantung pada berat ringanya gangguan pembuluh darah dan lokasinya. Gejala klinis pada stroke akut berupa : hemiparise, letargi, afasia(tidak lancer bahkan tidak dapat berbicara), disartria(bicara pelo atau cadel), ataksia(tungkai atau anggota badan tidak tepat pada sasaran), vertigo(mual dan muntah atau nyeri kepala). (Fransisca,2012).

Gangguang yang sering terjadi pada pasien yang mengalami serangan stroke adalah Gangguan Mobilisasi Fisik.Mobilitas fisik yaitu keadaan ketika seseorang mengalami atau bahkan beresiko mengalami keterbatasan fisik dan bukan

merupakan immobilisasi (Doenges, M.E, 2000). Pergerakan adalah proses yang kompleks yang membutuhkan adanya koordinasi antara sistem muskeletal dan sistem saraf. Namun pada penderita stroke ini mengalami gangguan peredaran darah di otak atau pecahnya pembuluh darah ketika sistem pusat di otak memerintahkan untuk menggerakan anggota gerak, darah yang menuju ke bagian muskeletal tidak bisa menuju dengan sempurna di karena adanya hambatan di bagian pembuluh darah pada akhirnya anggota gerak mengalami kelemahan atau kelumpuhan. (Doenges, M.E, 2000).

Proses asuhan keperawatan mempunyai peranan penting dalam keberhasilan pencegahan, penyelamatan klien dengan stroke non hemoragik di instansi rumah sakit maupun masyarakat dengan upaya promotif yaitu memberikan pendidikan kesehatan mengenai stroke tanda dan gejala serangan stroke, untuk keluarga yang memiliki keluarga yang mengidap penyakit stroke, perlu upaya preventif yaitu dengan cara menjaga pola hidup sehat dan mengkonsumsi makan-makanan yang bersih dan sehat, memberikan pelatihan senam ROM, kuratif yaitu dengan cara memeriksa jadwal kontrol pasien yang mengidap penyakit stroke dan menegur keluarga jika tidak sesuai dengan jadwal kontrol nya, dan rehabilitatif yaitu dengan cara memperhatikan medikasinya,makanan nya dan pola hidup nya. Untuk dapat melakukan pencegahan maupun pengobatan dengan melakukan asuhan keperawatan pada penderita stroke maka perawat berperan sebagai pemberi asuhan keperawatan seperti, educator(pendidik yaitu memberikan pendidikan kesehatan mengenai stroke dan bagai mana menanggulangi stroke yang terjadi,dan konselor yaitu memberikan penyuluhan lanjutan apakah keluarga sudah paham atau belum mengenai definisi stroke agar tidak terjadi komplikasi hingga menyebabkan kematian. Hasil dari proses asuhan keperawatan dapat sesuai dengan yang diharapkan jika dilakukan secara professional maka keluarga dapat mengenal masalah, mengambil keputusan, merawat anggota keluarga, memodifikasi lingkungan, serta dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang mempunyai masalah stroke.(Setiadi, 2008).

Sehingga semua masyarakat harus aktif untuk menurunkan tingkat kesakitan dan kematian pada stroke dengan merubah pola pikirnya untuk mengubah prilakunya menjadi pola hidup sehat atau dengan mencegah dan mengobati penyakit itu secara tepat seperti program pemerintah yang ada di puskesmas seperti pendidikan kesehatan di puskesmas, pemeriksaan rutin stroke dipuskesmas. Dan kontrol rutin atau rawat jalan pasien stroke di rumah sakit. Berdasarkan uraian diatas kami pun melaukan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Gangguan Sistem Persarafan :

Stroke, kepada keluarga Bpk. D

  • B. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan penulisan sebagai berikut :

    • 1. Tujuan umum Diharpakan Mahasiswa mampu memahami dan menerapkan Asuhan keperawatan Keluarga dengan gangguan system persarafan : Stroke

    • 2. Tujuan khusus

      • a. Teridentifikasinya masalah kesehatan pada khususnya

      • b. Mampu melakukan pengkajian pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

      • c. Mampu menganalisa data untuk menentukan masalah pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

      • d. Mampu merumuskan masalah berdasarkan hasil prioritas pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

      • e. Mampu melaksanakan tindakan pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

  • f. Mampu melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

  • g. Mampu mendokumentasikan semua kegiatan keperawatan pada keluarga pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

  • h. Mampu mengidentifikasi kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada keluarga dengan pemenuhan kebutuhan aktivitas dengan gangguan sistem persarafan : stroke

  • i. Mampu mengidentifikasi faktor-faktor pendukung, penghambat serta dapat mencapai solusi.

BAB II TINJAUAN TEORITIS

  • A. Konsep Dasar Masalah Kesehatan Stroke

    • 1. Pengertian Stroke adalah suatu keadaan yang timbul karena terjadi gangguan peredaran darah di otak, yang menyebabkan terjadinya kematian jaringan otak sehingga mengakibatkan seseorang menderita kelumpuhan atau bahkan kematian.(Fransisca, 2012). Sedangkan menurut Hudak, Stroke adalah defisit neurologis yang mempunyai serangan mendadak dan berlangsung 24 jam.Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang berembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskular.

    • 2. Etiologi

      • a. Kekurangan suplay O2 yang menuju otak

      • b. Pecahnya pembuluh darah di otak karena kerapuhan pembuluh darah otak.

      • c. Adanya sumbatan bekuan darah di otak.

      • d. Perdarahan intraserebral Gejalanya adalah :

1)

Nyeri hebat karena hipertensi

2)

Serangan terjadi pada siang hari, emosi dan marah.

3)

Mual atau muntah pada permulaan serangan

4)

Hemiparises dan hemiplegia

  • e. Perdaahan subarachnoid Gejalanya adalah :

1)

Nyeri kepala hebat dan mendadak

2)

Kesadaran sering terganggu

3)

Ada tanda dan gejala meningeal

  • f. Factor-faktor yang menyebabkan stroke lainya :

1)

Faktok yang tidak dapat diubah (non reversible) seperti: jenis

2)

kelamin, usia, keturunan. Factor yang dapat di ubah seperti: hipertensi, penyakit jantung, kelesterol tinggi, obesitas, stress.

  • g. Kebiasaan hidup

a.

Merokok

b.

Peminum berat

c.

Obat-obatan terlarang

3.

Patofisiologi

3. Patofisiologi Sumber :Nurafif,Amin Huda dan Hardi Kusuma,(2015) 8

Sumber :Nurafif,Amin Huda dan Hardi Kusuma,(2015)

4.

Manifestasi klinis

Gejala klinis yang timbul tergntung dari jenis stroke

  • a. Gejala klinis pada stroke hemorargi berupa :

    • a) Defisit neurologis mendadak,didahului gejala up normal yang

terjadi pada saat istirahat atau bangun pagi

  • b) Kadang tidak terjadi penurunan kesadaran. Terjadi terutama

pada usia > 50 tahun

  • c) Gejala neurologis yang timbul tergantung pada berat ringanya

gangguan pembuluh darah dan lokasinya.

  • b. Gejala klinis pada stroke akut berupa :

    • a) Hemiparise

    • b) Letargi

    • c) Afasia(tidak lancer bahkan tidak dapat berbicara)

    • d) Disartria (bicara pelo atau cadel)

    • e) Ataksia (tungkai atau anggota badan tidak tepat pada sasaran)

    • f) Vertigo (mual dan muntah atau nyeri kepala)

  • 5. Komplikasi

    • a. Peningkatan tekanan intracranial

    • b. Kejang

    • c. Thrombosis vena dalam

    • d. Emboli paru

    • e. Depresi

    • f. Hipertensi

    • g. Infark miokard

    • h. Infeksi dan sepsis

    • i. Hiponatremia

    • j. Depresi Pernapasan

6.

Klasifikasi stroke

Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu : stroke iskemik dan hemorarrgik

  • a. Stroke iskemik (non hemorarrgik) yaitu sumbatan pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagaian atau keseluruhan terhenti

80 % stroke adalah iskemik.

.. Stroke iskemik dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :

1) Stroke Trombotik : proses terbntuknya thrombus yang membuat penggupalan alam otak.

2)

Stroke Embolik : tertutupnya pembuluh darah arteri oleh

3)

bekuan darah. Hipoperfusion sistemik : berkurangnya aliran darah ke

suluruh bagian tubuh karena adanya gangguan denyut jantung.

  • b. Stroke hemorarrgik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembulu darah di otak. Hampir 70 % kasus stroke hemorargik terjadi pada penderita hipertensi. Stroke hemorrgik dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :

1). Hemorargik intra serebral : perdarahan yang terjadi di dalam jaringan otak. 2). Hemorargik subarachnoid : perdarahan yang tejadi pada ruang sempit antar permukaan otak dan lapisan jaringan yang menutupi otak.

  • 7. Penatalaksanaan

    • a. Terapi Stroke Hemoragik Pada Serangan Akut

      • a. Saran operasi diikuti dengan pemeriksaan

      • b. Masukkan klien ke unit perawatan saraf untuk dirawat di bagian bedah saraf

      • c. Penatalaksanaan umum dibagian saraf

      • d. Neurologis

1)

Pengawasan tekanan darah dan konsentrasinya

2) Kontrol adanya edema yang dapat menyeababkan kematian jaringan otak.

  • e. Terapi perdarahan dan perawatan pembuluh darah

  • f. Control adanya edema yang dapat menyebabkan kematian jaringan otak.

  • g. Pengawasan tekanan darah

  • b. Perawatan umum klien dengan serangan stroke akut

1)

Pengaturan suhu tubuh, suhu ruangan 18-20

2)

Pengukuran suhu tubuh setiap 2 jam.

  • A. KONSEP KEBUTUHAN DASAR PADA STROKE

    • 1. Kebutuhan Aktivitas

Mobilitas fisik yaitu keadaan ketika seseorang mengalami atau bahkan beresiko mengalami keterbatasan fisik dan bukan merupakan immobile (Doenges, M.E, 2000). Pergerakan adalah proses yang kompleks yang membutuhkan adanya koordinasi antara sistem muskeletal dan sistem saraf. Namun pada penderita stroke ini mengalami gangguan peredaran darah di otak atau pecahnya pembuluh darah ketika sistem pusat di otak memerintahkan untuk menggerakan anggota gerak, darah yang menuju ke bagian muskeletal tidak bisa menuju dengan sempurna di karena adanya hambatan di bagian pembuluh darah pada akhirnya anggota gerak mengalami kelemahan atau kelumpuhan.

TINJAUAN KASUS

Pada bab ini disampaikan satu keluarga dengan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Pada Keluarga Tn.D dengan Gangguan Sistem Persarafan yang dialami oleh Tn. D

sendiri: Stroke Di Rt 05 Rw 10, Cipinang Besar, Jartinegara, Jakarta Timur. Untuk

melengkapi data, kami

mengadakan pengumpulan data dengan melakukan

wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik.

Asuhan keperawatan keluarga yang kami lakukan dalam kasus ini berlangsung pada 5 maret 2018 dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan keluarga yang meliputi langkah langkah sebagai berikut : pengkajian keperawatan: pengumpulan data, penjajakan II, analisa data, Diagnosa keperawatan:

Prioritas masalah dengan teknik skoring, Perencanaan keperawatan, Pelaksanaan keperawatan dan Evaluasi keperawatan

  • A. PENGKAJIAN KELUARGA Pengumpulan data merupakan langkah awal dalam pelaksanaan

asuhan

keperawatan keluarga, dari hasil yang di peroleh data data sebagai berikut :

  • 1. DATA DASAR KELUARGA Nama keluarga Jenis Kelamin Usia/tanggal lahir Agama Pendidikan Pekerjaan Alamat

: Tn. D : Laki-laki : 50 tahun / 2 januari 1968 : Islam : SD : Pensiun : Jl. Cipinang Pulo Maja Rt 05 Rw 10, Cipinang Besar, Jartinegara, Jakarta Timur.

2.

Susunan anggota keluarga

Adapun susunan anggota keluarga yang dapat dijelaskan pada tabel 3.1.

No

Nama

Umur

Gender

Agama

Hub dgn

Pendidikan

Pekerjaan

Kk

 
  • 1. Bp. D

 

L

Islam

  • 50 Ayah/KK

SMP

Pensiun

Ny. Id

  • 2. P

  • 3. Tn. Ih

  • 4. P

Nn.R

  • 45 Istri

  • 25 Anak

L

  • 23 Anak

Islam

Islam

Islam

SMP

SMA

SMA

IRT/Pedagang

Buruh Pabrik

Karyawan

3. Genogram
3.
Genogram
: Laki-laki : Perempuan : Meninggal : Pasien
: Laki-laki
: Perempuan
: Meninggal
: Pasien
  • b. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

1). Tahap perkembangan keluarga saat ini

Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah tahap keluarga usia dewasa muda, dimana tugas dalam tahapan perkembangan keluarga saat ini adalah :

  • a) Memperluas Keluarga inti menjadi keluarga besar Pada tahap ini keluraga belum mampu atau siap untuk memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar.

  • b) Mempertahankan keintiman pasangan Bpk. D dan Ny. I berusaha untuk tetap menjaga hubungan intim

  • c) Membantu orang tua suami/istri yang sedang sakit dan memasuki masa tua

  • d) Mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima kepergian anak Bpk. D dan Ny. S belum siap untuk hidup mandiri dan melepas anak nya, dikarnakan kondisi Bpk. D yang sakit sehingga tidak memungkinakan untuk menafkahi keluaraga, untuk itulah sangat dibutuhkan keberadaan anak-anaknya dalam keluarga.

  • e) Menata kembali fasilitas dan sumber yang ada pada keluarga

  • f) Berperan suami atau istri, kakek atau nenek

  • g) Menciptakan lingkungan rumah yang dapat menjadi contoh bagi

anak-anak 2). Tugas keluarga yang belum terpenuhi Tugas keluarga yang belum terpenuhi yaitu memperluas keluarga inti menjadi keluarga besar dan mempersiapkan anak untuk hidup mandiri dan menerima ke pergian anak 3). Riwayat keluarga inti Bpk.D dan Ny. I menikah 25 tahun yang lalu, pernikahannya direstui oleh kedua pihak keluarga. Bpk. D sendiri berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan Ny. I berasal dari Jakarta Timur. Bpk. D

dan Ny. I dikaruniai 2 orang anak menetap. Saat ini Bpk. D menetap di cipinang sejak awal pernikahan hingga saat ini bersama istri dan kedua anaknya.

2.

LINGKUNGAN

Keluarga Bp.D memiliki rumah pribadi dengan jenis rumah pavilium, jenis bangunan permanen luas bangunan 36 M 2 dan luas perkarangan 7,5 M 2 atap rumahnya terbuat dari seng/asbes, ventilsi rumahnya cukup yang luasnya

>10% lantai, sehingga pencahayaan dan udara di dalam rumah baik. Penerangan rumah menggunakan listrik, lantai rumah terbuat dari ubin, kondisi kebersihan dari rumah Bp.D secara keseluruhan rapih dan cukup bersih, lantai kamar mandi Bp.D terasa licin. Sebagaimana dapat di gambarkan pada gambar 3.1.3 berikut

Denah rumah

7500

1000

5000

3500

2500

1500 6000 WC/ KAMAR 2500 MANDI RUANG TIDUR RUANG TIDUR RUANG TAMU DAPUR TERAS 6000 1500
1500
6000
WC/
KAMAR
2500
MANDI
RUANG TIDUR
RUANG TIDUR
RUANG TAMU
DAPUR
TERAS
6000
1500

Pengolahan sampah

Pengolahan sampah keluarga Bp.D mempunyai tempat pembungan sampah yang terbuka serta kondisi tempat pembuangan kurang memenuhi syarat. Pengolahan tempat sampah rumah tangga di angkut oleh sepeda motor petugas kebersihan sampah.

Sumber air

Sumber air keluarga pada Bp.D yaitu berasal dari jenis sumber air PAM.

Keperluan air minum terkadang di ambil dari air sumber tersebut dan terkadang menggunkan air gallon. Keadaan air baik, tidak ada pengendapan dan tidak terasa. Keluarga Bp.D mempunyai WC sendiri yang jenis jambannya cemplungan dengan jarak tempat penampungannya dengan sumber air < 10 meter.Pembuangan air limbah pada keluarga Bp.D mempunyai saluran pembuangan air bersih, tepatnya berada didepan rumah.

  • 3. STRUKTUR KELUARGA

    • a. Pola komunikasi keluarga. Pola interaksi dalam keluarga tidak menentu karena aktivitas yang berbeda. Biasanya mereka berinteraksi saat malam hari sedang menonton tv, dan berinteraksi antar keluarga yaitu terbuka. Sehingga masalah keluarga dapat dilakukan dengan musyawarah tetapi tidak jarang juga mereka berbeda pendapat dan menyebabkan pertengkaran kecil yang bisa diselesaikan bersama. Biasanya mereka berinteraksi mendiskusikan tentang pekerjaan dan keadaan Bp.D dan yang paling dominan saat berbicara adalah anak pertamanya dan istrinya. Cara berkonunikasi pada keluarga Bp.D yaitu komunikasi langsung dengan saling berhadapan (face to face) , Sifat komunikasi yang digunakan adalah terbuka yaitu masing-masing dapat mengeluarkan pendapat dan tidak ada paksaan. Bahasa yang sering digunakan saat mereka berbicara adalah bahasa indonesia.

  • b. Struktur nilai keluarga Suku yang keluarga dimiliki Bp.D adalah jawa-betawi .Budaya yang dominan dalam keluarga adalah betawi, karena Bpk. D sudah 25 tahun menetap di Jakarta. Tidak ada kebudayaan yang betentangan dengan nilai norma serta tidak menganut nilai-nilai kepercayaan yang dilarang oleh agama yang menurut kelurga bertentangan dengan kesehatan karena presepsi keluarga terhadap kesehatan merupakan hal yang terpenting, jadi ketika keluarga Bpk. D ada yang sakit, maka akan dibawa ke fasilitas kesehatan medis maupun alternatif.

  • c. Struktur peran Bpk. D berperan sebagai suami dari istri Ny.I dam ayah dari Tn.Ih dan Nn.R dan cucu nya, Bpk. D sebelum jatuh sakit berperan sebagai kepala keluarga yng mencari nafkah akan tetapi setelah jatuh sakit peran tersebut digantikan oleh anak pertamanya, yaitu bekerja sebagai buruh pabrik. Selain itu istri Bpk. D yaitu Ny. I berperan sebagai ibu rumah tangga dan juga membantu ekonomi keluarga dengan berdagang, Hal itu juga dilakukan ole hank kedua yaitu Nn. R dengan bekerja sebagai karyawan toko baju ..

  • 4. FUNGSI KELUARGA

    • a. Fungsi afektif Bpk. D menderita stroke dan hipertensi, dan yang merawat Bpk. D dalam melakukan aktivitas lainnya dibantu oleh istri dan anaknya.m Respon keluarga sangat bangga bila ada anggota keluarganya yang berhasil dan keluarga sangat sedih jika ada anggota keluarganya yang meninggal, sakit atau kehilangan.

    • b. Fungsi sosialisasi Keluarga Bpk. D hampir tidak pernah berperan aktif dalam bermasyarakat hanya saja sekedar jika ada panggilan untuk kerja

bakti bersosialisasi dan mengobrol dengan tetangga yang lain. Bpk. D bisa membaca dan menulis, tetapi untuk menulis saat ini sudah kurang bisa, karena keterbatasan fisik setelah serangan stroke yang menimpanya. Dan di wilayah keluarga Bpk. D ada perkumpulan kegiatan pemasyarakatan atau sosial yaitu pengajian karena rumah dekat dengan masjid. Keluarga Bpk. D terutama istrinya Ny.I cukup rutin mengikuti pengajian di masjid tersebut.

  • c. Fungsi reproduksi Ny. Id tidak mengikuti Kb karena Ny. Id merasa bahwa anak adalah pembawa rezeki.

  • d. Fungsi ekonomi Setiap anak dan cucu Bpk D mempunyai penghasilan sendiri, Ny.i dan Ny.i hanya mendapatkan uang dari anak pertama, anak kedua pendapatannya diatas 2.700.000 perbulan, untuk pengeluaran rutin , kebutuhan bulanan, kebutuhan makanan, kebutuhan pakaian,dana kesehatan, bayar pajak dan biaya transportasi. Bpk D mempunyai tabungan sendiri ..

pengelola keuangan dalam keluarga yaitu ny.i

  • e. Fungsi pemeliharaan kesehatan

1)

keluarga dalam penanggulangan sakit

2)

Keluarga Bpk D memiliki kebiasaan berobat ke tenaga kesehatan jika ada anggota keluarga yang sakit.Kadang- kadang Keluarga Bpk D membeli obat herbal dan berobat alternatif. Tetapi saat ini keluarga bpk D khususnya bpk D.berobat ke tenaga kesehatan dengan alasan jauh lebih baik dari yang lain nya Pemenuhan kebutuhan makanan

Keluarga Bpk D dalam pengadaan makanan sehari-hari dengan cara memasak sendiri, dan yang memasak adalah Ny. I

Komposisi jenis makanan sehari-hari: selalu ada makanan pokok, selalu ada lauk-pauk protein hewani dan protein nabati tetapi untuk sayuran keluarga bapak D kadang-kadang, mengkonsumsi buah-buahan juga kadang-kadang, susu kadang-

kadang. .

Cara menyajikan makanan dalam keluarga terbuka.

Pantangan terhadap makanan untuk keluarga bpk D adalah jenis makanan yang mengandung garam karna pasien menghidap hipertensi. Kebiasaan keluarga dalam mengelola air minum dengan cara di masak. Kebiasaan keluarga dalam mengelola makanan dengan di potong dulu baru di cuci. Kebiasaan makan dalam keluarga dengan bersama

3)

Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur Keluarga bpk D, kususnya bpk D mempunyai kebiasaan tidur pada siang hari setiap anggota keluarga memiliki kamar tidur masing-masing dan keluarga bpk D tidak ada anggota keluarganya yang mengalami kesulitan tidur

4)

Pemenuhan kebutuhan rekreasi dan latihan Keluarga bpk D sering melakukan rekreasi yang teratur yaitu sebulan 4x. keluarga bapak D menggunakan waktu senggangnya dengan kegiatan mengaji,menjahit. Keluarga bapak D tidak melakukan olahraga secara teratur di karnakan sibuk.

5)

Pemenuhan kebutuhan kebersihan diri

Kebiasaan anggota keluarga dalam pemeliharaan kebersihan diri yaitu mandi 2x perhari, sikat gigi 2x perhari, serta cuci rambut 1x perhari. Semua anggota keluarga menggunakan bahan seperti sabun, shampo, pasta gigi, untuk memenuhi pemeliharaan kebersihan diri.

  • 5. STRESSOR DAN KOPING KELUARGA Stres yang dihadapi keluarga Bpk. D mengatakan penyakit stroke dan hipertensi yang di derita merupakan cobaan dari Allah dan harus sabar menghadapinya serta bertawaqal dan berusaha atau mencari jalan keluar bersama anggota keluarga agar Bpk.D dapat menghadapi penyakitnya.

  • 6. HARAPAN KELUARGA Keluarga Bpk. D berharap agar Bpk. D dapat sembuh dan dapat beraktivitas seperti sediakala sebelum sakit.

  • 7. PEDOMAN PENJAJAKAN II Masalah Kesehatan :Stroke dan hipertensi

    • a. Kemampuan keluarga mengenal masalah 1). Pengertian: Bp.D mengatakan “tidak bisa menggerakkan sebagian tubuhnya2). Penyebab:

Bp.D mengatakan “karena darah tinggi.

3). Akibat :

Sebagian anggota tubuh tidak bisa bergerak

3). Tanda dan gejala:

Bp.D mengatakan “waktu terkena serangan stroke kaki dan tangan kiri terasa kaku, lemah, dan tidak dapat digerakkan serta bicara tidak jelas, tapi sekarang yang dirasakan hanya pada kaki kiri dan tangan kiri yaitu tidak dapat digerakan.

4). Komplikasi:

Bp.D mengatakan “tangan dan kaki jadi tidak bisa digerakkan, bahkan hanya bisa berbaring, lalu bicara tidak dimengerti orang

lain” Keluarga Bp.D mengatakan “ akibat dari stroke jika tidak ditangani segera bisa lumpuh dan bisa mengakibatkan kematian”

  • b. Pencegahan Stroke : Bp.D mengatakan “istirahat yang cukup”

  • c. Kemampuan keluarga mengambil keputusan Keluarga Tn. I mengatakan “waktu Bp.D mengalami stroke keluarga langsung membawanya ke rumah sakit.

  • d. Kemampuan keluarga dalam memodifikasi lingkungan Keluarga pasien Bp.D mengatakan “Mendekatan barang-barang yang sering digunakan oleh pasien ke dekat pasien dan memasang tiang pegangan di kamar mandi”

  • e. Hasil Observasi (pengkajian terhaadap lingkungan keluarga) Apa yang terkihat dilingkungan sesuai dengan apa yang di katakan oleh ibunya.

  • f. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan Bp.D mengatakan “Iya, seperti obat-obatan dan cara menggunakan tongkat”

Pemeriksaan fisik anggota keluarga

Adapun data pemeriksaan fisik pada keluarga Bpk. D yang terdapat pada table berikut:

No.

Area

Bpk. D

Ny. Id

Pemeriksaan

1.

Kepala

Rambut beruban sebagian, lurus, distribusi rata dan sering gatal-gatal, dan

Rambut bersih, lebat, lurus dan bebas ketombe

   

lembab sering sakit karena pusing

 
 
  • 2. Mata/ wajah

Nervus optikus normal namun visus menurun dalam batas 3 meter. Nervus III, IV, VI tidak ada masalah, wajah asimetris dan tampak merah.

Sklera mata kiri dan kanan tidak anemis dan palpebra merah mudah

 
  • 3. Hidung

Penciuman (nervus olfaktorius) tidak ada keluhan, penciuman normal

Tidak bersekret, dan tidak ada kelainan penciuman

 
  • 4. Mulut

Mulut asimetris, kekuatan menguyah berkurang, lidah normal, mukosa lembab

Mukosa lembab, tidak ada kesulitan menelan, gigi utuh

 
  • 5. Leher

Nyeri bagian leher hingga bahu, tidak ada pembesaran kelenjar limpa

Tidak ada benjolan, tidak ada pembesaran kelenjar limpa

 
  • 6. Dada

Dada simetris, berdebar- debar, dan sering berkeringat

Simetris, bunyi jantung dan paru dalam batas normal

 
  • 7. Abdomen

Nyeri abdomen, sakit perut. tidak ada masalah BAB

Tidak ada distensi, peristaltik (+),tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan

 
  • 8. Tangan

Kelumpuhan (hemiplegia) tangan kiri, telapak hingga jari kiri bengkakdan berkeringat dingin

Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan

 
  • 9. Kaki

Kelumpuhan (hemiplegia) di kaki kiri dan telapak kaki bengkak

Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan

 
  • 10. Skala kekuatan

 
  • 3333 5555

Tidak ada keluhan

otot

  • 3333 5555

ekstremitas

 
 
  • 11. Keadaan Umum

Lemas, sulit berjalan dan tirah baring.

Tidak terdapat masalah kesehatan

 
  • 12. Tekanan Darah

160/100 mmHg

120/80 mmHg

 
  • 13. 70 kg

Berat Badan &

 

60 Kg

Tinggi badan

170 kg

155 cm

 
  • 14. Nadi

90x/m

80x/m

 
  • 15. Pernapasan

22x/m

20x/m

Suhu

37c

36C

No.

AreaPemeriksaan

 

Tn. Ih

Nn. R

 
  • 1. Kepala

Rambut bersih, lebat, lurus, dan bebas ketombe.

Distribusi rambut merata, lurus, dan tidak ada kelainan masalah kesehatan

 
  • 2. Mata

Sklera tidak anemis

Tidak anemis

 
  • 3. Hidung

Tidak bersekret, tidak ada kelainan penciuman.

Tidak ada sekret, tidak ada masalah penciuman

 
  • 4. Mulut

Mukosa lembab, tidak ada kesulitan menelan, gigi utuh.

Mukosa lembab, tidak ada kesulitan menelan, gigi utuh

 
  • 5. Leher

Tidak ada benjolan, tidak ada pembesaran kelenjar limpa.

Tidak ada pembesaran kelenjar limpa

 
  • 6. Dada

Simetris, bunyi jantung dan paru dalam batas normal.

Simetris, bunyi jantung dan paru dalam batas normal.

 
  • 7. Abdomen

Tidak ada distensi, peristaltik (+).

Tidak ada distensi abdomen

 
  • 8. Tangan

Tidak ada pembengkakan, tidak ada kelainan kesehatan

Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan

 
  • 9. Kaki

Tidak ada kelainan/ masalah kesehatan

Tidak terdapat kelainan/ masalah kesehatan

10.

Berat Badan

65 Kg

53 Kg

Tinggi badan

175 cm

150 cm

Vital sign

TD: 120/70 mmHg

TD: 110/80 mmHg, P: 80x/

P: 84x/

i, RR: 22x/ i, T: 36 o C

i, RR: 20x/ i, T: 37 o C

 

Kesimpulan :

Saat di kaji keluarga Bpk. D di temukan di dalam keluarga yang mempunyai masalah kesehatan adalah Bpk. D dengan masalah stroke dan hipertensi. Dengan hasil pemeriksaan fisik didapatkan Bpk. D : TD=160/100mmhgN= 90x/menit S= 37c, RR= 22x/menit.

  • 8. ANALISA DATA KESEHATAN KELUARGA Berdasarkan data dari pengkajian keluarga Bp.D diatas maka didapatkan data focus pada klien dengan gangguan system persarafan: stroke yang tersusun sebagai analisa data yang tertulis dalam tabel , yaitu sebagai berikut:

N

 

DATA FOKUS

MASALAH

ETIOLOGI

O

 

1.

DS:

Gangguan perfusi

ketidakmampuan

 
  • - Bpk.D mengatakan “Nyeri

jaringan serebral pasca

keluarga

dalam

kepala sejak pagi-malam

serangan stroke

mengenal

masalah

dan tidak bisa tidur nyenyak

pasca stroke

DO:

di malam hari

  • - TD : 150/100mmHg

  • - Pulse : 90x/menit

  • - Bp.D tampak gelisah

  • - Bp.D berkeringat dingin

  • - P : Nyeri dirasakan berdenyut

  • - Q : Nyeri ketika bangun tidur

  • - R : Nyeri pada tengkuk

  • - S : Skala nyeri 6 (nyeri sedang)

  • - T : waktu pagi dan malam hari

2.

DS:

Risiko

terjadinya

ketidakmampuan

-

Bp.D mengatakan “stroke

serangan

stroke

keluarga merawat

berulang yaitu seseorang

berulang (pecahnya

anggota keluarga

yang pernah mengalami

pembuluh

darah

yang sakit stroke

stroke dan mengalami stroke

akibat hipertensi)

kembali”

-

Keluarga Bp.D mengatakan

“mengetahui apa penyebab dari stroke berulang”

-

Bp.D mengatakan “tangan dan kaki kiri nya tidak bisa digerakkan.

-

Keluarga Bp.D mengatakan

“akibat dari stroke jika tidak

ditangani

segera

bisa

lumpuh

dan

bisa

mengakibatkan kematian

DO :

-

Kekuatan otot

3333 5555 3333 5555
3333
5555
3333
5555
 

-

Tampak kelemahan pada ekstermitas atas dan bawah bagian kiri

  • B. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1)

Gangguan perfusi jaringan serebral pasca serangan stroke

2) Risiko terjadinya serangan stroke berulang (pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi)

Masalah keperawatan keluarga berdasarkan skore tertinggi :Stroke

1) Risiko terjadinya serangan stroke berulang (pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi) b.d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit stroke.

No

 

Criteria

Skor

 

Nilai

Pembenaran

1.

Sifat masalah :

1

2/3

x

1

=

Masalah yang muncul saat ini adalah

a.

Actual = 3

2/3

resiko, resiko serangan stroke berulang,

b.

Resiko = 2

kemungkinan terserang kembali sangaat

c.

Potensial = 1

besar karena Bp. D terkadang jarang menggerak-gerakan anggota tubuh nya yang kaku, dan pola hidup Bpk. D saat ini kurang baik, terkadang Bpk. D tidak tidur malam dan tidak tidur siang yang menyebabkan tekanan darah Bpk. D terkadang tinggi, dan jika kepala Ny. S sudah merasa pusing, Bpk. D mengatasi masalah tersebut tidak berobat ke puskesmas ataupun rumah sakit, Bpk. D hanya istirahat di rumah saja.

2

Kemungkinan

2

masalah

untuk

1/2 x 2 = 2

 

Masalah untuk diubah sebagian

dalam

 

di rubah :

   

hal ini keluarga belum mengenal masalah, dan

Pada Bpk. D potensial masalah untuk

a.

Mudah = 2

kurangnya informasi tentang kesehatan,

b.

Sebagian = 1

c.

Sulit = 0

sehingga diharapkan dengan peningkatan

Potensial

yang baik dari petugas kesehatan, dan diberikan penyuluhan bisa mengubah kebiasaan ataau pola hidup Bp. D

3

masalah untuk

dicegah sangat rendah karna belum ada

dicegah :

1/3

x

1

=

kesadaran yang baik pada keluarga untuk

a.

Tinggi = 3

1

1/3

melakukan upaya-upaya pencegahan secara mandiri

b.

Sedang = 2

c.

Rendah = 1

     

2/2

x

1

=

 

Menonjolnya

1

2/2

Ketika

Bpk.

D

mendapat serangan

masalah :

stroke pertama kali, upaya yang

4

a.Masalah

dilakukan keluarga Bpk. D khususnya

di

bawa ke rumah

sakit, dan setelah

dirasakan dengan

membaik Bpk. D hanya di rawat di

rumah

oleh

istri

dan

kedua

anaknya

upaya = 2 b.Masalah dirasakan dengan tidak

dengan baik, seperti membantu melakukan gerakan ringan pada seluruh anggota tubuhnya, dan membuat tangan

kanan

dan

kaki

kanannya

dapat

di

ada upaya = 1 c. Masalah tidak dirasakan = 0

fungsikan kembali.

 
 

Total

Skor

 

= 4

2)

Gangguan perfusi cerebral

No

 

kriteria

bobot

 

Nilai

Pembenaran

 
  • 1. Sifat masalah :

1

3/3

x1

=

Masalah yang terjadi aktual, karena hipertensi

a.

Aktual = 3

3/3

merupakan tekanan darah di atas rata-rata normal

b.

Resiko = 2

yang dapat menyebabkan stroke bahkan kematian.

c.

Potensial = 1

Dan keluarrga Bpk. D terutama pasien belum memahami dan masih menyepelekan mengenai tekanan darah tinggi yang dialami oleh Bp. D , dan pencegahan yang di lakukan oleh keluarga belum di lakukan karena kemungkinan besar keluarga tidak mengetahui diit yang harus di berikan, maka dari itu perawat akan memberikan penkes mengenai hipertensi dan upaya apa sja yang harus dilakukan.

 

Kemungkinan masalah untuk di rubah sangat sulit,

  • 2. kemungkinan

2

karena kebiasaan keluarga Bp. D selalu

masalah untuk

0/2 x 2 = 1

menghidangkan makanan yang asin, seperti ikan

dirubah :

asin, dan kebiasaan tidur malam pun sangat sulit di

a.

Mudah : 2

ubah karena sudah menjadi kebiasaan keluarga tidur

b.

Sebagian : 1

malam, dan dari kebaisaan keluarga yang tidak baik

c.

Sulit : 0

dapat berpotensi tekanan darah Bp. D akan selalu tinggi dan dapat menyebabkan serangan stroke berulang. Pencegahan yang dilakkan perawat yaitu memberikan penkes dan mengontrol tekanan darah.

No . Criteria Skor Perhitungan Pembenaran 3. Potensial 1 2/3 x 1 = 2/3 Potensial masalah
No .
Criteria
Skor
Perhitungan
Pembenaran
3.
Potensial
1
2/3
x
1
=
2/3
Potensial masalah untuk dicegah
sedang, karena keluarga Bp. D masih
masalah untuk
bisa
di
berikan penjelasan tentang
dicegah :
hipertensi.
a.
Tinggi = 3
4.
b.
Sedang = 2
0/2 x 1 = ½
c.
Rendah = 1
1
Menonjolnya
masalah :
Tidak ada upaya yang di lakukan
keluarga, dan tidak ada yang di lakukan
untuk merawat Bp. D yang hipertensi.
Dan kurangnya pengetahuan menjadi
penyebab dari segala masalah yangn
terjadi.
a.
Masalah dirasakan
dengan upaya = 2
b.
Masalah dirasakan
dengan tidak ada upaya =
1
c.Masalah tidak dirasakan
= 0

Sehingga didapatkan masalah prioritas pada keluarga Bp. D dengan kebutuhan keamanan atau keselamatan, yaitu sebagai berikut:

  • 1. Risiko terjadinya serangan stroke berulang (pecahnya pembuluh darah akibat hipertensi)

  • 2. Gangguan perfusi Cerebral

  • C. PERENCANAAN KEPERAWATAN Perencanaan perawat akan menyusun rencana yang akan dilakukan pada pemenuhan kebutuhan dasar pada keluarga Bp. D dengan gangguan sistem persarafan: stroke yang disusun berdasarkan prioritas masalah. Berikut adalah tabel yang berisi rencana asuhan keperawatan pada keluarga Bp. D

No.

Diagnosa

 

Tujuan

 

kriteria evaluasi

 

keperawatan

   

Respo

 

Rencana tindakan

Umum

 

khusus

n

Standar

1)

Risiko terjadinya

Setelah

Setelah

   

Menyebutkan 3

1.Diskusikan dengan keluarga pengertian

serangan stroke

dilakukan

dilakukan

dari 7 Penyebab

stroke.

berulang

tindakan

tindakan

stroke

:

2.Ajarkan keluarga untuk mengungkapkan

(pecahnya

keperawata

keperawatan

hipertensi,

kembali pengertian stroke

pembuluh darah

n

selama

selama

1x60

diabetes,

3.Diskusikan dengan keluarga penyebab

akibat hipertensi)

…x…

menit

penyakit jantung,

stroke.

Respo

pada Bpk. D b.d

kunjungan

kunjungan

 

nVerb

merokok,

4.Beri kesempatan keluarga bertanya

Ketidakmampuan

rumah

rumah

kolesterol tinggi,

5.Motivasi keluarga untuk mengungkapan

 

al

keluarga merawat

diharapkan

diharapkan

 

kurang olahraga,

kembali penyebab stroke.

anggota keluarga

Gangguan

keluarga

alkohol

dan

6.Gali pendapat keluarga tentang tanda

yang sakit stroke

perfusi

mampu:

narkoba. Wajah

dan gejala stroke yang terjadi pada

hasil scoring 4

jaringan

1.

Mengenal

tidak simetris,

keluarga

dapat

masalah

kelemahan pada

7.Motivasi keluarga untuk mengungkapan

teratasi

stroke

tangan atau kaki,

kembali tanda dan gejala stroke.

pada

bicara

pelo.

8.Identifikasi akibat serangan stroke yang

 

Menyebutkan

lalu

 

anggota

akibat

bila

9.Motivasi keluarga untuk mengungkapan

keluargany a dengan cara serangan stroke tidak diatasi seperti: menyebutk an Mengalami Kelumpuhan kembali akibat yang
keluargany
a
dengan
cara
serangan stroke
tidak diatasi
seperti:
menyebutk
an
Mengalami
Kelumpuhan
kembali akibat yang terjadi bila serangan
stroke tidak dia
10.Demonstrasikan cara melakukan ROM
11.Motivasi keluarga untuk redemonstrasi
12.Beri pujian positif atas upaya yang
a)
Pengert
ian
stroke
(Kelemahan
pada bagian
ekstermitas,
sudah dilakukan keluarga
13.Diskusikan dengan keluarga
pencegahan dari stroke
b)
Penyeb
ab
stroke
c)
Tanda
dan
gejala
sehingga tidak
bisa berjalan)
Mengakibatkan
kematian karena
kurangnya suplai
darah keotak
yang diakibatkan
adanya sumbatan
stroke
pada aliran darah
ke
otak.
2.
Keluarga
mampu
mengambi
keputusan
Keluarga
mendemonstrasi
kan kembali cara
melakukan ROM
14.Motivasi keluarga untuk pencegahan
dari stroke
15.Diskusikan dengan keluarga cara
menciptakan lingkungan rumah yang
bersih
16.Motivasi keluarga untuk Memodifikasi
lingkungan dalam perawatan stroke
17.Klarifikasi pengetahuan keluarga
tentang manfaat fasilitas kesehatan
18.Motivasi keluarga untuk memanfaat
fasilitas kesehatan pada stroke
       

untuk

 

seperti

yang

 

mengatasi

dicontohkan oleh

3

8

serangan

perawat.

stroke:

Menyebutkan

a)

Menjel

dari

 

askan

Pencegahan

akibat

stroke:

yang

Menghindari

terjadi

stress,

makan-

bila

makanan

yang

seranga

bergizi,

n

mengontrol

stroke

kesehatan secara

tidak

rutin,

kontrol

diatas

gula

darah,

3.

Keluarga

mengontrol berat

mampu

badan,

kontrol

merawat

tekanan

darah,

anggota

minum

obat

keluarga

secara

teratur,

yang

rutin

stroke

berolahraga.

       

a)

Dapat

 

Menciptakan

 
 

melaku

lingkungan

kan

rumah

yang

ROM

bersih

seperti:

 

menjaga

 

b)

Dapat

kebersihan lantai

 

menyebu

supaya

tidak

tkan cara

kotor dan tidak

pencega

licin.

Manfaat

han

fasilitas

stroke

kesehatan adalah

4.

Memodifi

untuk

 

kasi

mengontrol

 

lingkunga

kesehatan,

dalam

mendapatkan

perawatan

pendidikan

stroke

kesehatan yang

5.

Keluarga

tepat dan segera

mampu

untukmengatasi

memanfaat

stroke

kan

fasilitas

kesehatan untuk mengatasi stroke
kesehatan
untuk
mengatasi
stroke

PENUTUP

Setelah membahas mengenai laporan kasus asuhan keperawatan keluarga dengan kebutuhan keamanan atau keselamatan dengan masalah stroke, dimana penulis melakukan perbandingan antara teori dengan kasus dilapangan, kemudian penulis dapat mengambil kesimpulan dan saran sebagai berikut :

  • A. KESIMPULAN

    • 1. Pada saat pengkajian tidak semua anggota keluarga tidak pernah kumpul secara bersamaan sehingga sulit didapatkan data seluruh keluarga dengan cepat. Harus dengan kontak waktu pada setiap anggota keluarganya agar dapat bertemu.

      • a. Tugas perkembangan keluarga sudah memenuhi semua tugasnya.

      • b. Peran Keluarga pada keluarga Bpk.D semua berjalan dengan baik dan sesuai dengan peran nya masing-masing.

      • c. Fungsi keluarga Bpk.D terutama fungsi pemeliharaan kesehatanpada pemenuhan kebutuhan makanan belum terpenuhi.

      • d. Dalam fungsi pemeliharaan kesehatan keluarga Bpk.Dtidak rutin berobat ke rumah sakit atau puskesmas.

  • B. SARAN Berdasarkan kesimpulan dari seluruh proses asuhan keperawatan keluarga yang tertara diatas, maka penulis ingin menyampaikan saran-saran untuk memperbaiki serta meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan pada keluarga dengan stroke :

    • 1. Bagi penuyusun : mampu meningkatkan derajat kesehatan terhadap keluarga binaan tidak terfokus hanya kepada yang sakit karena telah memenuhi kebutuhan dasar pada keluarga Bpk.D khususnya Bpk.D dengan gangguan sistem persarafan: Stroke

    • 2. Bagi petugas puskesmas : diharapkan mampu melakukan kunjungan rutin secara terjadwal untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga di wilayah tersebut

    • 3. Bagi keluarga :iharapkan pada keluarga Bpk.D agar kepala keluarga tidak diperankan oleh Bpk.D, dapat menempatkan barang barang sesuai dengan tempatnya, untuk keluarga Bpk.D yang lain dapat memberi aspek keamanan sebelum meninggalkan rumah, dan keluarga harus lebih memanfaatkan fasilitas kesehatan.

    DAFTAR PUSTAKA

    Muttaqin,Arif.(2008).Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan.Jakarta:Salemba Medika

    Nurafif,Amin Huda dan Hardi Kusuma.(2015).APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN BERDASARKAN DIAGNOSA MEDIS DAN NANDA NIC NOC.Jakarta:Media Action

    Setiadi.(2008).KONSEP DAN PROSES KEPERAWATAN KELUARGA.Jakarta:Graha Ilmu

    Smeltzer & Bare.(2013). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &Suddarth. Edisi 12.Alih bahasa: Devi Yulianti, Amelia Kimin. Jakarta: EGC Susan, C Dewit.(1998).ESSENTIALS OF MEDICAL SURGICAL NURSING.Jakarta

    Tarwoto

    Wartonah

    dan

    Eros

    Siti

    PERSARAFAN.Jakarta:Sagung Seto

    Suryati.(2007).KEPERAWATAN

    MEDIKAL

    BEDAH

    GANGGUAN

    SISTEM

    Potter, P. A & Perry, A. G. (2012). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,Proses, dan Praktik, Alih bahasa: Renata Komalasari. Jakarta: EGC