Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


IV. 1 Hasil Pengamatan

Metode Tahu Mie Bakso Nuget Ikan


Metode
Permanganat

(+) (+) (-) (-) (-)


Metode
Asam Sitrat

(-) (-) (-) (-) (-)


Metode
Fehling

(-) (-) (-) (-) (-)

IV.3 Metode Fehling


Metode Fehling merupakan salah satu metode pengujian untuk
mengetahui apakah dalam makanan terdapat formalin atau tidak dengan
menggunakan indikator Asam Salisilat dan Larutan H2SO4. Pada Praktikum
kali ini kami menggunakan sampel tahu, mie, bakso, nugget, dan ikan.
Langkah pertama yang dilakukan dalam metode ini yaitu, semua
sampel dihaluskan kemudian diperas dengan menggunakan kertas saring dan
diambil filtratnya. Digunakan kertas saring agar lebih mudah memisahkan
antara residu dan filtratnya (Abdul Rohman, 2007). Diambil 1 ml dan
masukkan kedalam tabung reaksi ditambahkan 1 ml Larutan Fehling.
Kemudian dipanaskan diatas penangas air dan dilihat perubahan warna yang
terjadi. Jika direaksikan dengan fehling, formaldehid mengalami perubahan
warna menjadi biru tua dan jika dipanaskan membentuk endapan merah bata
(Fessenden R.J dan Fessenden J.S, 1986).
Dengan demikian reaksi yang terjadi adalah CH2O(aq) + 2Cu2+(aq)
+ 5OH-(aq) HCOO-(aq) + 3H2O(l)+ Cu2O(s). Dimana pada reaksi ini,
gugus aldehid pada formalin akan bereaksi dengan gugus OH dari pereaksi
Fehling dengan membentuk asam karboksilat. Sedangkan Cu2O yang
terbentuk merupakan hasil samping dari pembentukan asam karboksilat
dimana apabila terdapat endapan Cu2O yang terbentuk dengan warna merah
bata, mengindikasikan bahwa memang dalam sampel makanan yang kita uji
positif mengandung formalin. Hal ini terjadi karena, senyawa aldehid
(formaldehid) yang ada dalam sampel makanan dapat mereduksi Cu2+ dari
pereaksi fehling menjadi Cu+ membentuk Cu2O berupa endapan merah bata
sehingga apabila tidak terbentuk endapan merah bata maka memang di dalam
sampel makanan yang kita uji tidak mengandung formalin karena tidak
terbentuk endapan Cu2O atau Cu2+ tidak tereduksi (Fessenden R.J dan
Fessenden J.S, 1986).
Hasil yang didapat pada sampel tahu, mie, bakso, nugget, dan ikan
yaitu negatif mengandung formalin karena tidak mengalami perubahan
warna.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Rohman. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fessenden, R.J. and J.S. Fessenden. 1986. Kimia Organik Dasar Edisi Ketiga.
Jilid 2. Terjemahan oleh A.H. Pudjaatmaka. Erlangga. Jakarta.