Anda di halaman 1dari 9

APGAR SCORE DAN SIGTUNA SCORE

Di Susun Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Dosen Pembibing : Susilawati, M.Keb

Di Susun Oleh :

1. Astrid Kusuma Dewi


2. Tanti Putri Utami
3. Galuh Putri Astanti A
4. Fariq Aan Kunaefi
5. Johan Pranata
6. Heny Ning Tiyas
7. Adi Nur Fadilah

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

STIKES AL IRSYAD AL ISLAMIYYAH CILACAP

TAHUN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-
Nya makalah mata kuliah keperawatan dasar dengan judul ”APGAR SCORE DAN SIGTUNA
SCORE”, dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik
dan saran yang membangun dari pembaca sangat penulis harapkan demi kemajuan penulis untuk
kedepannya. Karena seperti pepatah mengatakan ”Tiada gading yang tak retak”. Akhir kata
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Cilacap, Maret 2018

Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Belakangan ini banyak orang-orang yang hamil di usia muda, namun tidak sedikit yang juga
hamil di usia tua. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang melahirkan atau
dipaksa oleh keadaan. Padahal jika hamil pada usia yang tepat, kualitas kelahiran juga akan
memuaskan. Kecuali jika saat mengandung sang ibu kurang memperhatikan sang jabang bayi.
Ketika bayi dilahirkan kita dapat langsung melakukan penilaian keadaan umum bayi setelah
dilahirkan. Dengan cara melakukan penilaian APGAR yaitu Activity (Aktifitas), Pulse (Nadi),
Grimace (Mimik), Appearance (Tampilan kasat mata) dan Respiration (Pernapasan). Sehingga kita
bisa mengetahui apakah bayi tersebut normal atau tidak.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian Apgar core ?
2. Apa Tujuan Dilakukannya Apgar core?
3. Bagaimana Kriteria Apgar core?
4. Bagaimana Cara Penilaian Apgar core?
5. Bagaimana Penatalaksanaan Pada BBL ?
6. Apa Pengertian sigtuna core?
7. Bagaimana Cara Menentukan Sigtuna Score?

C. TUJUAN
1. Mengetahui Pengertian Apgar core
2. Mengetahui tujuan dilakukannya apgar score
3. Mengertahui kriteria apgar score
4. Mengetahui cara penilaian apgar score
5. Mengetahui bagaimana penatalaksanaan pada bbl
6. Mengetahui apa pengertian sigtuna score
7. Mengetahui bagaimana cara menentukan sigtuna score
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN APGAR SCORE


Apgar score adalah suatu metode penilaian yang digunakan untuk mengkaji kesehatan
neonatus dalam menit pertama setelah lahir sampai 5 menit setelah lahir , serta dapat diulang
pada menit ke 10 – 15 . Nilai apgar merupakan standart evaluasi neonatus dan dapat dijadikan
sebagai data dasar untuk evaluasi di kemudian hari . (Adelle , 2002) .
Kata APGAR dipublikasikan pertama kali pada tahun 1952 . Lalu tahun 1962 , Joseph
membuat akronim dari kata APGAR tersebut , yaitu Appearance (colour = warna kulit)
, Pulse (heart rate = denyut nadi) , Grimace (refleks terhadap rangsangan) , Activity(tonus otot) ,
dan Respiration (usaha bernapas) .
(Sujiyatini , 2011) .

B. TUJUAN DILAKUKANNYA APGAR


Hal yang penting diketahui , bahwa penilaian skor ini dibuat untuk menolong tenaga
kesehatan dalam mengkaji kondisi bayi baru lahir secara umum dan memutuskan untuk
melakukan tindakan darurat atau tidak . Penilaian ini bukan sebagai prediksi terhadap kesehatan
bayi atau intelegensi bayi dimasa mendatang . Beberapa bayi dapat mencapai angka 10 , dan
tidak jarang , bayi yang sehat mempunyai skor yang lebih rendah dari biasanya , terutama pada
menit pertama saat baru lahir . Sampai saat ini , skor apgar masih tetap digunakan , karena ,
selain ketepatannya , juga karena cara penerapannya yang sederhana , cepat , dan ringkas . Dan
yang terpenting dalam penentuan skor apgar ini adalah untuk menetukan bayi tersebut asfiksia
atau tidak . (Sujiyatini , 2011) .

C. KRITERIA
Lima kriteria Skor Apgar :

Kriteria Nilai 0 Nilai 1 Nilai 2

Appearance seluruhnya biru warna kulit tubuh normal warna kulit tubuh , tangan
atau pucat merah muda , , dan kaki
(warna kulit)
tetapi kepala dan normal merah muda , tidak
ekstermitas kebiruan ada sianosis
(akrosianosis)
Pulse tidak teraba <100 kali/menit >100 kali/menit
(denyut
jantung)

Grimace tidak ada respons meringis/menangis lemah meringis/bersin/batuk saat


terhadap stimulasi ketika di stimulasi stimulasi saluran napas
(respons
refleks)

Activity lemah/tidak ada sedikit gerakan bergerak aktif


(tonus otot)

Respiration tidak ada Lemah, tidak teratur menangis kuat, pernapasan


baik dan teratur
(pernapasan)

D. CARA PENILAIAN APGAR


Skor Apgar dinilai pada menit pertama , menit kelima , dan menit kesepuluh setelah bayi
lahir , untuk mengetahui perkembangan keadaan bayi tersebut . Namun dalam situasi tertentu ,
Skor Apgar juga dinilai pada menit ke 10 , 15 , dan 20 , hingga total skor 10 . (Sujiyatini , 2011).
1. Appearance (warna kulit) :
Menilai kulit bayi . Nilai 2 jika warna kulit seluruh tubuh bayi kemerahan , nilai 1
jika kulit bayi pucat pada bagian ekstremitas , dan nilai 0 jika kulit bayi pucat pada
seluruh badan (Biru atau putih semua) .

2. Pulse (denyut jantung) :


Untuk mengetahui denyut jantung bayi , dapat dilakukan dengan meraba bagian atas
dada bayi di bagian apeks dengan dua jari atau dengan meletakkan stetoskop pada
dada bayi . Denyut jantung dihitung dalam satu menit , caranya dihitung 15 detik ,
lalu hasilnya dikalikan 4 , sehingga didapat hasil total dalam 60 detik . Jantung yang
sehat akan berdenyut di atas 100 kali per menit dan diberi nilai 2 . Nilai 1 diberikan
pada bayi yang frekuensi denyut jantungnya di bawah 100 kali per menit . Sementara
bila denyut jantung tak terdeteksi sama sekali maka nilainya 0 .

3. Grimace (respon reflek) :


Ketika selang suction dimasukkan ke dalam lubang hidung bayi untuk membersihkan
jalan nafasnya , akan terlihat bagaimana reaksi bayi . Jika ia menarik , batuk , ataupun
bersin saat di stimulasi , itu pertanda responnya terhadap rangsangan bagus dan
mendapat nilai 2 . Tapi jika bayi hanya meringis ketika di stimulasi , itu berarti hanya
mendapat nilai 1 . Dan jika bayi tidak ada respon terhadap stimulasi maka diberi nilai
0.

4. Activity (tonus otot) :


Hal ini dinilai dari gerakan bayi . Bila bayi menggerakkan kedua tangan dan kakinya
secara aktif dan spontan begitu lahir , artinya tonus ototnya bagus dan diberi nilai 2 .
Tapi jika bayi dirangsang ekstermitasnya ditekuk , nilainya hanya 1 . Bayi yang lahir
dalam keadaan lunglai atau terkulai dinilai 0 .

5. Respiration (pernapasan)
Kemampuan bayi bernafas dinilai dengan mendengarkan tangis bayi . Jika ia
langsung menangis dengan kuat begitu lahir , itu tandanya paru-paru bayi telah
matang dan mampu beradaptasi dengan baik . Berarti nilainya 2 . Sedangkan bayi
yang hanya merintih rintih , nilainya 1 . Nilai 0 diberikan pada bayi yang terlahir
tanpa tangis (diam) .

Dan kriteria keberhasilannya adalah sebagai berikut :


a. Hasil skor 7-10 pada menit pertama menunjukan bahwa bayi berada dalam
kondisi baik atau dinyatakan bayi normal.
b. Hasil skor 4-6 dinyatakan bayi asfiksia ringan sedang , sehingga memerlukan
bersihan jalan napas dengan resusitasi dan pemberian oksigen tambahan
sampai bayi dapat bernafas normal .
c. Hasil skor 0-3 dinyatakan bayi asfiksia berat , sehingga memerlukan resusitasi
segera secara aktif dan pemberian oksigen secara terkendali .

E. PENATALAKSANAAN PADA BAYI BARU LAHIR


1) Asfiksia berat (nilai APGAR 0-3) :
 Kolaborasi dalam pemberian suction .
 Kolaborasi dalam pemberian O2 .
 Berikan kehangatan pada bayi .
 Observasi denyut jantung , warna kulit , respirasi .
 Berikan injeksi vit K , bila ada indikasi perdarahan .

2) Asfiksia ringan sedang (nilai APGAR 4-6) :


 Kolaborasi dalam pemberian suction .
 Kolaborasi dalam pemberian O2 .
 Observasi respirasi bayi .
 Beri kehangatan pada bayi .
3) Bayi normal (nilai APGAR 7-10) :
 Berikan kehangatan pada bayi .
 Observasi denyut jantung , warna kulit , serta respirasi pada menit selanjutnya
sampai nilai Apgar menjadi 10 .

F. PENGERTIAN SIGTUNA SCORE


Sigtuna Score Merupakan alat untuk mengkaji kondisi bayi sesaat setelah lahir meliputi 5
variabel (pernafasan, warna, tonus otot & iritabilitas reflek)
Dilakukan pada :
 1 menit kelahiran
yaitu untuk memberi kesempatan pd bayi untuk memulai perubaha
 Menit ke-5
 Menit ke-10
Penilaian dapat dilakukan lebih sering jika ada nilai yg rendah & perlu tindakan
resusitasi. Penilaian menit ke-10 memberikan indikasi morbiditas pada masa
mendatang, nilai yg rendah berhubungan dg kondisi neurologis

G. CARA MENENTUKAN SIGTUNA SCORE


1. Nilai bayi sesaat setelah lahir (menit pertama) dengan kriteria penilaian seperti pada
tabel.
2. Jumlahkan score yang didapat.
Kesimpulan dari total SIGTUNA score
2 : Asfiksia riangan atau tidak asfiksia.
2-3 : Asfiksia sedang.
1 : Asfiksia berat.
0 : Bayi lahir mati/fresh stillbirth.
Menit ke 5 sampai 10
Segera setelah bayi lahir, bidan mengobservasi keadaan bayi dengan berpatokan pada
APGAR score dari 5 menit hingga 10 menit.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kesimpulan penilaian dari hasil perhitungan APGAR score adalah sebagai berikut:
0 – 3 : Asfiksia berat
Pada kasus ini bayi memerlukan perawatan yang lebih intensif dan memerlukan alat bantu
penafasan agar tidak terjadi gagal naafas atau henti nafas.
4 – 6 : Asfiksia ringan
Pada kasus ini bayi hanya membutuhkan tidakan pertolongan ringan, seperti membersihkan
lendir yang menutupi jalan pernafasan bayi.
7 – 10 : Normal
Pada keadaan ini bayi lahir dengan score APGAR normal, itu berarti bayi bunda sehat.
Dengan menggunakan Skor APGAR, menilai bayi dengan cepat dapat dilakukan secara
akurat oleh tenaga medis.

B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA

http://arishakinoshita.blogspot.co.id/2013/10/apgar-score.html?m=1
https://bettymaharani.wordpress.com/2015/05/28/makalah-asfiksia/
http://anna-bidanfitri.blogspot.co.id/2010/04/asuhan-bayi-baru-lahir.html?m=1