Anda di halaman 1dari 9

Modul 3

Penyusunan Dokumen Pelaksanaan APBD

Kompetensi:
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu untuk:
1. Menjelaskan proses penyusunan DPA-SKPD.
2. Menjelaskan proses penyusunan Anggaran Kas Pemerintah Daerah
3. Menjelaskan proses penyusunan Surat Penyediaan Dana (SPD).
4. Menyebutkan pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan DPA-SKPD, Anggaran Kas dan
Surat Penyediaan Dana serta menjelaskan tugas masing-masing pihak tersebut.
5. Menyebutkan dokumen-dokumen yang digunakan dan dihasilkan dalam kegiatan
penyusunan DPA-SKPD, Anggaran Kas dan Surat Penyediaan Dana.

3.1 Gambaran Umum


Rancangan APBD ditetapkan menjadi APBD melalui Peraturan Daerah tentang APBD dan
penjabaran APBD ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD.
Namun demikian APBD tersebut belum dapat digunakan sebagai dasar melaksanakan kegiatan.
Proses berikutnya adalah setiap SKPD akan menyusun Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan
Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) yaitu dokumen yang memuat pendapatan dan belanja
setiap SKPD yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan oleh pengguna anggaran. Dokumen ini
nantinya akan menjadi dasar setiap SKPD untuk melaksanakan kegiatan.
Berdasarkan DPA-SKPD setiap SKPD juga menyusun anggaran kas setiap SKPD. Rancangan
anggaran kas setiap SKPD kemudian akan digunakan sebagai dasar penyusunan Anggaran Kas
Pemerintah Daerah oleh SKPD. Anggaran kas adalah dokumen perkiraan kas masuk yang
bersumber daripenerimaan dan perkiraan arus kas keluar untuk mengatur ketersediaan dana
yang cukup guna mendanai pelaksanaan kegiatan setiap periode
Berdasarkan anggaran kas pemerintah daerah, PPKD kemudian menyiapkan dokumen Surat
Penyediaan Dana (SPD) yaitu dokumen yang menyatakantersedianya dana untuk melaksanakan
kegiatan sebagai dasar penerbitan SPP.
Pada modul ini dijelaskan prosedur penyusunan tiga dokumen yang akan digunakan sebelum
APBD dilaksanakan yaitu DPA-SKPD, Anggaran Kas dan Surat Penyediaan Dana.

3.2 Alur Kegiatan


Secara ringkas kegiatan terkait dengan penyusunan dokumen pelaksanaan APBD meliputi
kegiatan:
1) Penyiapan DPA-SKPD
2) Penyediaan dana.

|1
Hasil akhir kegiatan penyiapan DPA-SKPD adalah dokumen DPA-SKPD dan Anggaran Kas,
sedangkan hasil dari kegiatan penyiapan dana adalah dokumen Surat Penyediaan Dana (SPD).
Alur kegiatan pelaksanaan APBD dapat digambarkan pada gambar 3.1 di bawah ini:
Gambar 3.1: Alur Penyiapan DPA-SKPD dan SPD

DPA-SKPD
Penyiapan Penyediaan SPD
DPA-SKPD Dana
Anggaran Kas

3.3 Format DPA-SKPD


Format DPA-SKPD sesuai dengan Permendagri No. 59 Tahun 2007 terdiri dari lima bagian
yaitu:

No Kode Nama Formulir


1 DPA-SKPD Ringkasan Anggaran SKPD
2 DPA-SKPD 1 Rincian Anggaran Pendapatan SKPD
3 DPA-SKPD 2.1 Rincian Anggaran Belanja Tidak Langsung SKPD
4 DPA-SKPD 2.2 Rekapitulasi Belanja Langsung menurut Program dan Kegiatan SKPD
5 DPA-SKPD 2.2.1 Rincian Anggaran Belanja Langsung Program dan Per Kegiatan SKPD

3.4 Penyusunan DPA-SKPD


Penyusunan rancangan DPA-SKPD dimulai dari diterimanya surat edaran yang diterbitkan oleh
PPKD. Setelah menerima surat edaran setiap SKPD kemudian akan menyusun rancangan DPA-
SKPD. Dokumen yang disiapkan terdiri dari :
1) DPA-SKPD
2) DPA-SKPD 1
3) DPA-SKPD 2.1
4) DPA-SKPD 2.2
5) DPA-SKPD 2.2.1
DPA-SKPD kemudian dilakukan verifikasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD)
bersama-sama dengan kepala SKPD paling lambat 15 (lima belas) hari kerja sejak ditetapkannya
peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD.
DPA-SKPD yang telah diverifikasi kemudian disahkan oleh PPKD dengan mendapat persetujuan
dari sekretaris daerah. DPA-SKPD yang telah disahkan tersebut kemudian disampaikan kepada
kepala SKPD, satuan kerja pengawasan daerah, dan Badan Pemeriksa Keuangan selambat-
lambatnya 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal disahkan.
Setelah diserahkan kepada kepala SKPD maka DPA-SKPD tersebut telah dapat digunakan
sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh kepala SKPD selaku pengguna anggaran/barang.

|2
Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diambil kesimpulan tentang pembagian tugas dan
masing-masing kelembagaan pengelolaan keuangan daerah sebagai berikut:

SKPD PPKD Sekda TAPD

Menyiapkan Mengesahkan Memberi persetujuan pengesahan Memverifikasi

Secara rinci prosedur penyiapan DPA-SKPD meliputi tiga tahapan yaitu:


1) Penyiapan rancangan DPA-SKPD dan rancangan anggaran kas,
2) Pengesahan rancangan DPA-SKPD menjadi DPA-SKPD dan
3) Penyediaan dana.

3.4.1 Penyiapan Rancangan DPA-SKPD dan Rancangan Anggaran Kas


Alur kegiatan dan dokumen dalam penyiapan rancangan DPA-SKPD dan anggaran kas adalah
sebagai berikut:
1. PPKD membuat Surat Pemberitahuan berdasarkan Perda APBD dan Per KDH tentang Penjabaran
APBD paling lambat 3 hari kerja sejak APBD ditetapkan. PPKD kemudian menyerahkan Surat
Pemberitahuan tersebut kepada SKPD.
2. Berdasarkan Surat Pemberitahuan dari PPKD, Perda APBD dan Per KDH Penjabaran APBD, SKPD
kemudian menyusun Rancangan DPA-SKPD, yang meliputi:
1) DPA-SKPD
2) DPA-SKPD 1
3) DPA-SKPD 2.1
4) DPA-SKPD 2.2
5) DPA-SKPD 2.2.1
3. Berdasarkan Rancangan DPA-SKPD, SKPD menyusun Rancangan Anggaran Kas SKPD
4. SKPD menyerahkan Rancangan DPA-SKPD dan Rancangan Anggaran Kas SKPD kepada PPKD,
paling lambat 6 hari kerja setelah adanya pemberitahuan.
5. PPKD mengotorisasi Rancangan DPA-SKPD dan Rancangan Anggaran Kas SKPD dan kemudian
diserahkan kepada TAPD.

Tahapan berikutnya adalah TAPD akan melakukan verifikasi Rancangan DPA-SKPD dan
Rancangan Anggaran Kas SKPD bersama Kepala SKPD, berdasarkan Per KDH tentang
Penjabaran APBD, paling lambat 15 hari kerja sejak ditetapkannya Per KDH Penjabaran APBD.

Berdasarkan penjelasan di atas maka bila dilihat dari skedul waktu untuk masing-masing tahapan
dapat disimpulkan sebagai berikut:
Penyiapan surat pemberitahuan oleh PPKD Penyiapan DPA-SKPD Verifikasi DPA-SKPD
Maksimal 3 hari Maksimal 6 hari Maksimal 15 hari

Bagan alir dokumen dan kegiatan menurut buku pedoman Bagan Alir Siklus Pengelolaan
Keuangan Daerah yang diterbitkan Departemen Dalam Negeri digambarkan sebagai berikut

|3
|4
3.4.2 Pengesahan Rancangan DPA-SKPD
Hasil akhir kegiatan penyusunan DPA-SKPD oleh setiap SKPD adalah dua dokumen yaitu DPA
SKPD dan Anggaran Kas SKPD. Dua dokumen kemudian akan diverifikasi oleh TAPD bersama
kepala SKPD. Setelah lolos verifikasi, DPA SKPD akan diserahkan kepada Sekda untuk
dimintakan persetujuan pengesahan sedangkan Anggaran Kas SKPD diserahkan kepada PPKD
untuk dijadikan dasar pembuatan anggaran kas pemerintah daerah.
Alur kegiatan dan dokumen yang digunakan pada tahap pengesahan rancangan DPA-SKPD
adalah sebagai berikut:
1. TAPD menyerahkan Rancangan DPA-SKPD yang telah lolos verifikasi kepada Sekda dan
Rancangan Anggaran Kas SKPD yang lolos verifikasi kepada PPKD
2. SEKDA menyetujui Rancangan DPA-SKPD dan menyerahkan kepada PPKD.
3. PPKD mengesahkan Rancangan DPA-SKPD menjadi DPA-SKPD.
4. PPKD menyusun Rancangan Anggaran Kas SKPD menjadi Anggaran Kas Pemerintah Daerah.
5. PPKD menyerahkan DPA-SKPD kepada SKPD, pengawas daerah, dan BPK. Penyerahan kepada
SPKD selambat-lambatnya 7 hari kerja sejak disahkan.

DPA-SKPD yang telah disahkan kemudian akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran
oleh kepala SKPD selaku pengguna anggaran/pengguna barang.
Sedangkan anggaran kas daerah akan digunakan sebagai dasar pembuatan dokumen penyediaan
dana. Anggaran kas adalah dokumen perkiraan kas masuk yang bersumber dari penerimaan dan
perkiraan arus kas keluar untuk mengatur ketersediaan dana yang cukup guna mendanai
pelaksanaan kegiatan setiap periode. Seluruh DPA-SKPD diserahkan kepada PPKD dalam
rangka penyusunan anggaran kas daerah sesuai dengan tugas PPKD sebagai bendahara umum
daerah.

Secara ringkas alur dokumen dapat digambarkan sebagai berikut:

TAPD Sekda PPKD SKPD

Rancangan Rancangan DPA-SKPD DPA-SKPD


DPA-SKPD DPA-SKPD (disahkan) (digunakan)
(disetujui)

Rancangan Rancangan
Anggaran Anggaran
Kas SKPD Kas SKPD

Anggaran
Kas Daerah

Bagan alir dokumen dan kegiatan menurut buku pedoman Bagan Alir Siklus Pengelolaan
Keuangan Daerah yang diterbitkan Departemen Dalam Negeri digambarkan sebagai berikut

|5
|6
3.5.3 Penyediaan Dana
Hasil akhir kegiatan pengesahan DPA-SKPD adalah dokumen DPA-SKPD yang telah disahkan
oleh PPKD. Berdasarkan DPA-SKPD dan anggaran kas daerah, PPKD kemudian menyiapkan
dokuman SPD sebagai dasar penyediaan dana untuk pelaksanaan anggaran. Dokumen SPD ini
nantinya akan digunakan sebagai dasar permintaan pembayaran untuk melaksanakan suatu
kegiatan SKPD.
Secara rinci kegiatan-kegiatan pada tahapan penyediaan dana adalah sebagai berikut:
1. PPKD menyerahkan dokumen Anggaran Kas Pemerintah Daerah dan DPA-SKPD kepada Kuasa
BUD. Dalam pelaksanaan teknis pengelolaan Keuangan Daerah, PPKD selaku BUD menunjuk
pejabat di lingkungan SKPKD selaku kuasa BUD.
2. Berdasarkan dua dokumen tersebut, Kuasa BUD menyiapkan Rancangan Surat Penyediaan Dana
(SPD).
3. Kuasa BUD menyerahkan Rancangan SPD kepada PPKD.
4. PPKD mengotorisasi Rancangan SPD dan menyerahkan SPD kepada Pengguna Anggaran/Kuasa
PA yaitu kepala SKPD.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
Sesuai dengan definisi SPD yaitu dokumen yang menyatakan tersedianya dana untuk
melaksanakan kegiatan sebagai dasar penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP), maka
setelah SKPD menerima SPD berarti telah dinyatakan bahwa dana untuk melaksanakan kegiatan
sebagaimana tercantum dalam DPA-SKPD telah tersedia.
Terdapat pembagian tugas antara kepala SKPKD selaku PPKD dengan kuasa BUD. Tugas
PPKD adalah menetapkan SPD sedangkan tugas kuasa BUD adalah menyiapkan SPD.
Bagan alir dokumen dan kegiatan menurut buku pedoman Bagan Alir Siklus Pengelolaan
Keuangan Daerah yang diterbitkan Departemen Dalam Negeri digambarkan sebagai berikut

|7
|8
|9