Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

BELAJAR

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas


Mata Kuliah Desain Kurikulum

Drs. Ma’mun Sutisna, S.Sos., M.Pd

Disusun Oleh :
Kelompok 2

MILA AYU
RISKA NURENDRA
TUTI NURMAEWATI
VERA ASYTIA
YANTI
ENAHWATI

PRODI D-IV KEBIDANAN


POLITEKNIK KARYA HUSADA JAKARTA
2016
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT atas limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya yang begitu besar, sehingga kami dapat menyelesaikan
Tugas Mata Kuliah Desain Kurikulum yang berjudul “Belajar“ ini dapat
diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Junjungan kita


Rasulullah SAW yang mana telah membawa kita semua dari zaman jahiliyah
menuju zaman yang terang benderang seperti saat ini.

Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah


membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam makalah
ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kepada para pembaca kami
mengharapkan saran dan kritik demi kesempurnaan makalah yang kami buat
selanjutnya.Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi para pembaca dan
khususnya kami.

Kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
yang membacanya dan dapat sedikit mewujudkan pengetahuan didalam lembaran
ini

Subang, Januari 2016

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................... i


DAFTAR ISI .............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Tujuan .................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Belajar ................................................................. 3
B. Konsep Belajar ...................................................................... 4
C. Tujuan Belajar ...................................................................... 4
D. Faktor – faktor yang mempengaruhi proses belajar ............. 5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................... 8
B. Saran ..................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses
komunikasi. Proses komunikasi harus diciptakan atau diwujudkan melalui
kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi antara
pendidik dengan peserta didik. Satu kesatuan dari proses komunikasi belajar
mengajar yang bertumpu pada tujuan pendidikan di sekolah adalah media
pembelajaran. Peranan media pembelajaran pun menjadi penting karena
memiliki nilai praktis dan fungsi yang besar dalam pelaksanaan pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan tahapan-tahapan yang dilalui dalam
mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik seseorang,
dalam hal ini adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa atau peserta
didik. Salah satu peran yang dimiliki oleh seorang guru untuk melalui tahap-
tahap ini adalah sebagai fasilitator. Untuk menjadi fasilitator yang baik guru
harus berupaya dengan optimal mempersiapkan rancangan pembelajaran yang
sesuai dengan karakteristik anak didik, demi mencapai tujuan pembelajaran.
Maka dari itu dalam makalah ini penyusun akan membahas tentang
pengertian belajar, konsep belajar, tujuan belajar dan proses belajar.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Memberian pengetahuan kepada mahasiswa – mahasiswi tentang
konsep belajar yang baik dan adanya konnsep belajar ini agar kita menjadi
termotivasi untuk lebih giat belajar dan terlebihnya untuk bisa fokus
dalam beljar mengajar.
Adapun tiga jenis tujuan belajar yaitu:
a. Untuk mendapatkan pengetahuan
b. Penanaman konsep dan keterampilan
c. Pembentukan sikap

1
2. Tujuan khusus :
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini :
a. Untuk mengetahui pengertian dan konsep belajar
b. Untuk mengetahui tujuan belajar
c. Untuk mengetahui proses belajar

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Belajar
Secara garis besar di geral ada tiga maupun besar teori belajar menurut
pandangan psikologis yaitu teori disiplin mental, teoti behaklorisme dan teori
cognitive
a. Teori disiplin mental
Teori balajar ini di kembangkan tanpa disadari eksperimen, ini berarti
dasar orientasinya adalah tilosofis. Atau speculative teori menganggap
bahwa dalam belajar mental siswa disiplinkan atau dilatih. Teori yang
berlawanan sekali dengan teori disiplin mental ialah teori perkembangan
alanurah, menurut teori ini, anul itu akan berkembang secara alamiah.
b. Teori Behaviorisme
Teori ini mengutamakan unsure-unsur atau bagian-bagian kecil, bersifat
mekanisme, menekankan peranan lingkungan, menentukan kepentingan
latihan.
c. Teori Cognitive
Teori cognitive meneliti tentang peralatan dan poten solving, dari
pengamatannya ia menyelesaiakan penggunaan metode menghafal
disekolah, dan menghendaki agar belajar dengan pengertian bukan hafalan
akademis.

Dalam hal ini yang dimaksud belajar berarti usaha merubah tingkah
laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu
yang belajar. Perubahan tidak hanya dengan penambahan ilmu pengetahuan,
tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian harga diri,
minat, watak, penyesuaian diri. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa
belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psikologi-fisik untuk menuju
keperkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsure
cipta, rasa dan karsa, ranah kongnitif, efektif dan psikomotor.

3
B. Konsep Belajar
Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenan dengan
tujuan dan bahan acuan interaksi, yang baik bersifat eksplisit maupun implisit
(tersembunyi) untuk menangkapi isi dan pesan belajar maka dalam belajar
tersebut individu menggunakan kemampuan ramah.
a. Kognitif yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan,
penalaran atau pikiran sendiri dari kategori pengetahuan, pemahaman,
penerapan analisis dan evaluasi
b. Efektif yaitu kemampuan yang mengutamakan, perasaan, emosi, dan
reaksi yang berbeda dengan penalaran yang terdiri dari kategori
penerimaan, partisipasi, penilaian sikap, organisai dan pembentukan pola
hidup
c. Sikromatik yaitu kemampuan yang mengutamakan keterampilan jasmani
terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing pola gerakan dan
kreatiftas.

Belajar menurut pandangan skinner Belajar menurut pandangan


B.F.Skiner 1958 adalah proses adaptasi atau penyesuain tingkah laku
berlangsung secara progreset. Menurut skinner dalam belajar di tentukan hal-
hal berikut
a. kesempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon belajar
b. respon si pelajar
c. konsekwensi yang bersifat menggunakan respon tersebut baik
konsekwensinya sebagai hadiah maupun teguran atau hukuman.

C. Tujuan Belajar
Tujuan belajar merupakan hal yang penting dalam rangka sistem
pembelajaran, yakni merupakan suatu komponen sistem pembelajaran yang
menjadi titik tolak dalam merancang sistem yang efektif. Menurut Oemar
Hamalik (2008: 75) kepentingan itu terletak pada :
1. Untuk menilai hasil pembelajaran. Pengajaran dianggap berhasil jika siswa
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ketercapaian tujuan oleh siswa
menjadi indikator keberhasilan sistem pembelajaran.

4
2. Untuk bimbingan siswa belajar. Tujuan-tujuan yang dirumuskan secara
tepat berdayaguna sebagai acuan, arahan, pedoman bagi siswa melakukan
kegiatan belajar. Dalam hubungan ini, guru dapat merancang tindakan-
tindakan tertentu untuk mengarahkan kegiatan siswa dalam upaya
mencapai tujuan-tujuan tersebut.
3. Untuk merancang sistem pembelajaran. Tujuan-tujuan itu menjadi dasar
dan criteria dalam upaya guru memilih materi pelajaran, menentukan
kegiatan belajar mengajar, memilih alat dan sumber, serta merancang
prosedur penilaian.
4. Untuk melakukan komunikasi dengan guru-guru lainnya dalam
meningkatkan proses pembelajaran. Berdasarkan tujuan-tujuan itu terjadi
komunikasi antara guru-guru mengenai upaya-upaya yang perlu dilakukan
bersama dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tersebut.
5. Untuk melakukan kontrol terhadap pelaksanaan dan keberhasilan program
pembelajaran. Dengan tujuan-tujuan itu, guru dapat mengontrol hingga
mana pembelajaran telah terlaksana, dan hingga mana siswa telah
mencapai hal-hal yang diharapkan. Berdasarkan hasil kontrol itu dapat
dilakukan upaya pemecahan kesulitan dan mengatasi masalah-masalah
yang timbul sepanjang proses pembelajaran berlangsung.

D. Faktor – faktor yang mempengaruhi proses belajar


Dalam kegiatan belajar terdapat 3 persoalan pokok Menurut Sumadi
Surya Brata, yakni masukan, proses, dan proses keluaran. Masukan
menyangkut subyek atau sasaran belajar itu sendiri dengan berbagai latar
belakangnya. Proses adalah mekanisme atau proses terjadinya perubahan
kemampuan pada diri subjek belajar. Sedangkan keluaran adalah merupakan
hasil belajar itu sendiri, yang terdiri dari kemampuan baru atau perubahan
baru pada diri subyek belajar.
Beberapa ahli pendidikan, antara lain :
J.Guilberd, mengelompokan faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar
ini kedalam empat kelompok besar, yakni:

5
1. Faktor materi
Faktor materi atau hal yang dipelajari, ikut menentukan proses dan hasil
belajar. Misalnya, belajar pengetahuan dan belajar sikap atau keterampilan
akan menentukan perbedaan proses belajar.
2. Lingkungan
Lingkungan dikelompokkan menjadi 2, yakni:
a. Lingkungan fisik yang antara lain terdiri dari suhu, kelembaban udara,
dan kondisi tempat belajar.
b. Lingkungan social
Yakni manusia dengan segala interaksinya serta representasinya seperti
keramaian atau kegaduhan, lalu lintas, pasar dsb.
3. Instrumental
Yang terdiri dari perangkat keras hardware seperti perlengkapan belajar
dan alat-alat peraga dan perangkat lunak software, seperti kurikulum
dalam pendidikan formal, pengajar atau fasilitataor belajar serta metode
belajar mengajar. Misalnya metode untuk belajar pengetahuan lebih baik
digunakan metode ceramah, sedangkan untuk belajar sikap dan tindakan,
keterampilan/perilaku lebih baik digunakan metode diskusi kelompok,
demonstrasi, bermain peran atau metode permainan.
4. Kondisi individual subjektif belajar yang dibedakan kedalam kondisi
fisiologis seperti kekurangan gizi, dan kondisi panca indera (terutama
pendengaran dan penglihatan). Sedangkan kondisi fsikologis, misalnya
intelelejensi, pengamatan, daya tangkap, ingatan, motivasi dsb.

Secra umum, menurut M.Alisuf Sabri faktor – faktor yang mempengaruhi


belajar dapat dikelompokan menjadi fkator internal dan ekternal, yaitu:
1. Faktor internal disebut juga dengan faktor endogen, sedangkan faktor
ekternal disebut faktor eksogen.
2. Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari dalam individu,
yaitu faktor fisiologi dan faktor psikologis.

6
Faktor fisiologis meliputi :
a. Kematangan fisik, fisik yang sudah matang atau siap untuk belajar akan
mempermudah dan mmperlancar proses belajar atau sebaliknya.
b. Keadaan indra, keadaan indra yang sehat terutama penglihatan dan
pendengaran akan memperlancar dan mendukung proses belajar atau
sebaliknya.
c. Keadaan kesehatan, kondisi tubuh yang tidak sehat, termasuk kecacatan
ataupun kelemahan, misalnya kurng gizi, sakit – sakitan, kurang vitamin,
gangguan bicara, atau cacat badan lain, akan menghambat proses belajar
atau sebaliknya.

7
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Belajar adalah proses interaksi dan belajar berlangsung yang paling
sederhana sampai pada yang kompleks. Belajar merupakan komponen ilmu
pendidikan yang berkenan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang
bersifat eksplasi maupun implisip. Selain kesimpulan diatas belajar adalah
kualitas kemampuan kognitif, efektif dan spikomotorik untuk meningkatkan
larat hidupnya sebagai pribadi, masyarakat, maupun sebagai makhluk Tuhan
YME.
Dalam hal ini yang dimaksud belajar berarti usaha merubah tingkah
laku. Jadi belajar akan membawa suatu perubahan pada individu-individu
yang belajar. Perubahan tidak hanya dengan penambahan ilmu pengetahuan,
tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian harga diri,
minat, watak, penyesuaian diri. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa
belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psikologi-fisik untuk menuju
keperkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsure
cipta, rasa dan karsa, ranah kongnitif, efektif dan psikomotor

Tujuan Belajar
- Untuk menilai hasil pembelajaran
- Untuk bimbingan siswa belajar
- Untuk merancang sistem pembelajaran
- Untuk melakukan komunikasi dengan guru-guru lainnya dalam
meningkatkan proses pembelajaran.
- Untuk melakukan kontrol terhadap pelaksanaan dan keberhasilan program
pembelajaran.

8
Faktor- faktor yang mempengaruhi konsep belajar :
1. Faktor materi
2. Faktor lingkungan
3. Faktor instrumental
4. Faktor kondisi individual

B. Saran
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan lebih meningkatklan cara
belajar dengan mengikuti petunjuk-petunjuk cara belajar. Dengan
melaksanakan petunjuk-petunjuk cara belajar dengan baik maka proses belajar
mahasiswa akan lebih teratur, terarah dan hasil belajar yang mahasiswa
peroleh menjadi lebih baik. Selain itu mahasiswa diharapkan lebih disiplin
dalam belajar dan mempunyai motivasi belajar yang tinggi.

9
DAFTAR PUSTAKA

Sardiman A.M. interaksi dan motivasi belajar mengajar 2009.

Dr. Dimiati dan Drs. Mudliono. Belajar dan pembelajaran 2006

https://nellahutasoit.wordpress.com/2011/11/18/konsep-belajar/

10