Anda di halaman 1dari 4

Soal Ujian Tulis PPDS, 12 September 2006

Soal 1:
Tn. B, 25 tahun masuk RS dengan keluhan pingsan 2 jam sebelum masuk RS. Sejak 1 tahun
pasien sering merasa lemas, 2 bulan terakhir sering timbul mimisan, sesak dan cepat capek bila
aktivitas, serta timbul kemerahan di kulit bila terkena sinar matahari. Tidak ada riwayat penyakit
lain. Dari PF didapatkan kesadaran apatis, TD: 100/60 mmHg, FN: 104x/menit, FP: 24x/menit,
suhu: 37C. Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik. JVP 5-1 cmH 20. Ulserasi mukosa bukal (+).
Bunyi jantung I dan II normal, terdapat gallop dan pansistolik murmur semua katup gr 2/6. Suara
napas vesikuler, ronki basah halus tidak nyaring di kedua lapangan paru, wheezing (-). Lain-lain
dalam batas normal. Laboratorium: Hb 4 g/dl, Lekosit 5.600/ul, Hitung Jenis: sel muda (-),
Trombosit 60.000/ul. Ur: 25 mg/dl, Cr: 1 mg/dl. Gula darah sewaktu 100 mg/dl. UL: pH 1.015;
lekosit 0-1/LPB; eritrosit 0-1/LPB; protein 2+; silinder (+). Na: 140 mEq/L, K: 3,5 mEq/L. AGD: pH
7,38; pO2 75 mmHg; pC02 40 mmHg; HC03: 20 mEq/L; Saturasi 02: 97%. Coomb Test (+).

a. Sebutkan masalah pada pasien dan pengkajiannya (minimal 6 masalah)


b. Sebutkan diagnosis yang paling mungkin dari pasien ini beserta alasannya
c. Sebutkan pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan dan tujuan dilakukannya
pemeriksaan penunjang tersebut, untuk menegakkan diagnosis

Soal 2 :
Ny. C, 30 tahun masuk RS dengan keluhan sesak memberat sejak 1 hari sebelum masuk RS.
Sejak 1 tahun pasien mengeluh tubuh semakin kurus, sering gemetar dan berkeringat, serta
frekuensi BAB meningkat. Tiga bulan terakhir pasien cepat merasa lelah dan sesak bila aktivitas,
tidur dengan 2 bantal. Tidak ada riwayat penyakit lain sebelumnya. Dari PF didapatkan kesadaran
kompos mentis. TD: 130/80 mmHg; FN: 90x/menit ireguler; FP: 30x/menit; Suhu: 37 C.
Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik, eksoftalmus (+). JVP 5+2 cmH 20. Struma tidak teraba.
Bunyi jantung I dan II ireguler, HR: 140x/menit, murmur dan gallop tidak jelas. Suara napas
vesikuler, ronki basah halus tidak nyaring di kedua lapangan paru, wheezing (-). Abdomen dalam
batas normal. Edem pada kedua tungkai. Tremor halus (+).

1
a. Sebutkan masalah pada pasien ini (minimal 3 masalah)
b. Buat pengkajian untuk ke tiga masalah tersebut
c. Jelaskan tatalaksana untuk pasien ini

Soal 3 :
Seorang laki-laki berusia 50 tahun dirawat karena Pneumonia. Saat anda sedang menjalani tugas
jaga malam, anda dipanggil oleh perawat yang melaporkan bahwa pasien mengalami muntah
darah.
a. Pertanyaan apa saja yang harus segera anda ajukan kepada perawat tersebut, pasien
dan juga keluarga pasien yang sedang menunggui pasien ( 10 pertanyaan).
b. Sebutkan minimal 5 masalah (diagnosis) yang anda pikirkan dapat menimbulkan masalah
muntah darah tersebut di atas.
c. Jelaskan 5 pemeriksaan fisik dan 5 pemeriksaan penunjang yang diperlukan beserta
tujuannya yang perlu anda lakukan.
d. Jelaskan rencana tatalaksana pada pasien dengan muntah darah ini

Soal 4:
Ny. A , 50 thn, dirawat karena ulkus DM pedis dekstra. Saat ini luka sudah menglami perbaikan
dan pasien patuh dengan diet dari RS. Kurva gula darah pkl 06.00 masih selalu di atas 200 mg/dL,
sedangkan pukul 11.00 dan 16.00 sudah terkontrol.
a) Apa langkah yang harus dilakukan untuk mengevaluasi penyebab kecendrungan tingginya
gula darah pada pkl.06.00 tsb?
b) Jelaskan apa yang dimaksud dengan somogyi effect dan dawning effect serta prinsip
tatalaksananya
Soal 5:
Ny. A, 78 tahun masuk RS dengan keluhan bicara kacau, tidak mengenali orang, dan cenderung
tertidur sejak 8 jam SMRS. Saat itu, pasien ditemukan keluarga dalam posisi “terjepit’ di antara
nakas dan tempat tidur sehingga diduga terjatuh. Oleh keluarga, pasien tetap dicoba diberikan
makanan dan minuman. Riwayat batuk, demam, mual, muntah, atau diare tidak ada. Pasien
dirawat oleh dr. X, diberikan terapi Nootropil, Nicholin, Alinamin F, Biomega, Kepra, Actonel, dan

2
Ossopan. Karena diduga terjatuh akibat stroke, dilakukan brain CT scan dengan hasil tidak
terdapat tanda-tanda infark, perdarahan, atau SOL.
Riwayat DM (+), kontrol teratur. Sejak 2 tahun terakhir pasien sering mengulang-ulang pernyataan.
Lima bulan SMRS pasien terjatuh karena tersandung sehingga patah tulang belakang. Pasien baru
berobat dan dilakukan bone cement vertebrae 3 bulan pasca jatuh dan mendapat terapi Actonel
serta Ossopan. Sejak itu, mobilitas pasien dengan kursi roda, duduk, berdiri, mandi, makan dan
minum dibantu, aktivitas lebih banyak di tempat tidur, serta BAK dan BAB di pampers. Keesokan
harinya pasien dikonsulkan ke sejawat Ilmu Penyakit Dalam dan didapatkan:
Kesadaran delirium. TD 130/80 mmHg, FN: 90x/menit, FP: 28x/menit, Suhu: 36,8C. Konjungtiva
pucat. Suara napas vesikuler, ronki basah nyaring +/+, wheezing (-). Hemiparese (-). BB: 65 kg.
TB: 160 cm. Hb 10,2 g/dl. Lekosit 12.000/ul. Trombosit 202.000/ul. Ureum: 36 mg/dl. Creatinin 1,4
mg/dl. Gula darah sewaktu 180.

a. Sebutkan masalah pada pasien ini.


b. Sebutkan rencana diagnostik dan terapi untuk masing-masing masalah tersebut
c. Dalam evaluasi selanjutnya pasien melena dan oleh dr. X diperiksakan hemostasis,
lupus antikoagulan, protein C, dan protein S serta direncanakan untuk dilakukan
pemeriksaan OMD. Kemukakan pendapat Saudara mengenai hal tersebut

Soal 6:
a) Jelaskan patofisiologi ensefalopati hepatikum,
b) Sebutkan 4 faktor pencetus
c) Jelaskan prinsip-prinsip tatalaksananya

Soal 7:
a) Jelaskan perbedaan antara kor pulmonal dan gagal jantung kanan
b) Jelaskan pula perbedaan tatalaksana kor pulmonal dan gagal jantung kanan

Sebutkan 7 indikasi pemberian steroid pada kasus tuberkulosis

3
PPOK-Cor Pulmonale-Gagal jantung:
Jelaskan definisi PPOK
Apa perbedaan Cor Pulmonale dengan Gagal jantung
Jelaskan tatalaksana pasien dengan gagal jantung kanan dan cor pulmonale

Diabetes Melitus-SLE
TB paru-Pneumonia-Gagal jantung
Kesadaran menurun-Pneumonia-DM-Osteoporosis-Imobilisasi
Diabetes Melitus
CKD