Anda di halaman 1dari 3

61

2.3 Pengaruh Antar Variabel

Berdasarkan kajian teoritis dan hasil penelitian terdahulu maka

pengelompokan pengaruh antara variabel yang dikaji dalam penelitian ini

sebagian besar peneliti telah membuktikan bahwa motivasi kerja dan

kepemimpinan transformasional yang baik mampu meningkatkan kinerja

pegawai. Tetapi secara empiris dari hasil penelitian terdahulu ternyata pengaruh

antara motivasi kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap kinerja

pegawai sangat bervariasi

1. Pengaruh Analisis Jabatan Terhadap Kinerja

Kajian teoritis yang dijadikan dasar pengujian pengaruh analisis jabatan terhadap

kinerja pegawai adalah teori Dessler (2011:114) yang mengatakan bahwa analisis

kerja adalah prosedur untuk menentukan tanggung jawab dan persyaratan

keterampilan yang dibutuhkan dari pekerjaan dan jenis orang yang harus

dipekerjakan untuk pekerjaan tersebut. Analisis jabatan memberikan informasi

yang digunakan untuk membuat deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan.

Penelitian ini merujuk pada Dessler (2011:114). Hasil penelitian terdahulu yang

telah membuktikan bahwa analisis jabatan berpengaruh terhadap kinerja pegawai

diantaranya: Shinta Tanumihardjo, Abdul Hakim, Irwan Noor (2015), Meryance,

Yudi Rafani, Dini Pratiwi (2014), dan BK Suthar, T Latha Chakravarthi, Dr.

Shamyal Pradha (2014).

Shinta Tanumihardjo, dkk (2015)


Meryance, Yudi Rafani, Dini Pratiwi (2014)
BK Suthar dkk (2014)
(Positif Signifikan)
Analisis Kinerja
Jabatan Pegawai
62

2. Pengaruh Pengembangan Karir Terhadap Kinerja

Kajian teoritis yang dijadikan dasar pengujian pengaruh pengembangan

karir terhadap kinerja pegawai adalah teori Flippo yang dialih bahasakan oleh

Wahyudi (2007:160) berpendapat bahwa : “suatu karir terdiri dari serangkaian

pengalaman peran yang menuju kepada peningkatan tanggung jawab, status,

kekuasaan dan ganjaran. Peningkatan keempat aspek karir ini mempunyai arti

penting bagi harga diri dan karir seseorang”.. Karena itu pentingnya analisis

jabatan kepada pegawai perlu diupayakan agar tetap mengikuti perkembangan

dan menguasai keahlian sebagai profesi yang mulia. Penelitian ini merujuk pada

Rivai (2006:209), yang mengemukakan bahwa “proses peningkatan kemampuan

kerja individu yang dicapai dalam rangka mencapai karir yang diniginkan”. Hasil

penelitian terdahulu yang telah membuktikan bahwa pengembangan karir

berpengaruh terhadap kinerja pegawai diantaranya: Meryance, Yudi Rafani, Dini

Pratiwi (2014), Shinta Tanumihajo, dkk (2015), Irene M. Kakui, Dr. Hazel

Gachunga (2016), dan Oduma dan Were (2014).

Meryance, Yudi Rafani, Dini Pratiwi (2014)


Oduma dan Were (2014)
Shinta Tanumihajo, dkk (2015)
Irene M. Kakui, Dr. Hazel Gachunga (2016)
(Positif Signifikan)
Pengembangan Kinerja
Karir Pegawai
63

2. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja

Kajian teoritis yang dijadikan dasar pengujian pengaruh motivasi kerja

terhadap kinerja pegawai adalah teori motivasi yang dikemukakan oleh Robbins

(2003) menjelaskan bahwa pegawai dengan motivasi kuat akan melakukan

pekerjaan dengan sungguh-sungguh atau bekerja keras sehingga kinerjanya terus

meningkat. Kreitner dan Kinicki (2005), mengusulkan model konseptual yang

menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan prestasi kerja.

Karena itu pentingnya pemberian motivasi kepada pegawai perlu diupayakan

timbulnya minat, hasrat dan prestasi kerja agar tetap mengikuti perkembangan

dan menguasai keahlian sebagai profesi yang mulia. Penelitian ini merujuk pada

Herzberg (1966) dikutip dari Robbin & Judge, (2009:79). Hasil penelitian

terdahulu yang telah membuktikan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan

signifikan terhadap kinerja pegawai diantaranya: Ekayadi, (2012), Oduma dan

Were (2014), Michael dan Robyn Raschkeb (2016), Zahra Idrees et al. (2015).

Namun ada kesenjangan temuan penelitian oleh Sri Ismulyaty & Etty (2017) dan

Muh. Arifin (2015) menemukan motivasi kerja berpengaruh tidak signifikan

terhadap kinerja pegawai.

Ekayadi, (2012),
Oduma dan Were (2014)
Michael dan Robyn Raschkeb (2016)
Zahra Idrees et al. (2015)
(Positif Signifikan)
Motivasi Kinerja
Kerja Pegawai
(Negative Signifikan)
Sri Ismulyaty & Etty (2017)
Muh. Arifin (2015)