Anda di halaman 1dari 172

MODUL UJI KOMPETENSI

OBSERVER METEOROLOGI PENERBANGAN


VERSI 02

PUSAT METEOROLOGI PENERBANGAN DAN MARITIM


KEDEPUTIAN METEOROLOGI
BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
2015
DAFTAR ISI

Bagian I Lembar Pengesahan Deputi Meteorologi

Bagian II Prosedur Penilaian Uji Kompetensi Personil Meteorologi Penerbangan

Bagian III Bahan Uji Kompetensi Observer Meteorologi Penerbangan


3.1 Standar Operating Prosedur METAR dan SPECI Manual
3.2 Standar Operating Prosedur Local Routine Report dan Local Special Report
Manual
3.3 Peraturan Kepala BMKG No: Kep.001 Tahun 2009 Tentang Pembuatan dan
Penyandian METAR dan SPECI
3.4 Peraturan Kepala BMKG No: Kep.10 Tahun 2010 Tentang Tata Cara
Pelaksanaan Aeodrome Climatological Summary
3.5 Instruksi Deputi Bidang Meteorologi No: No. SK 335/ME403/DI/BMKG-2009
Tentang Penyebaran dan Pertukaran Informasi METAR /SPECI melalui
jaringan komunikasi CMSS
3.6 Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: PM 9 Tahun
2015 Tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 174 (Civil
Aviation Safety Regulations Part 174) Tentang Pelayanan Informasi
Meteorologi Penerbangan (Aeronautical Meteorological Information
Services)
3.7 Peraturan Kepala BMKG Nomor 3 Tahun 2015 Tentang TTP Pembuatan dan
Penyampaian Local Routine Report (Met Report) dan Local Special Report
(Special) Untuk Pelayanan Informasi Meteorologi Penerbangan di
Lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika
BAGIAN I

PENGESAHAN MODUL UJI KOMPETENSI OBSERVER METEOROLOGI


PENERBANGAN VERSI 02 TAHUN 2015

Dengan ini menetapkan dan mengesahkan dokumen ini


Jakarta, Juli 2015

DEPUTI BIDANG METEOROLOGI

Dr. YUNUS SUBAGYO SWARlNoTo,M.sa


NlP. 19571 024',197812 1 001
//
BAGIAN II
Prosedur Penilaian Uji Kompetensi Personel Meteorologi Penerbangan (AMP)

Pra Penilaian
1. Sekretariat Tim penilai melakukan pemberitahuan akan dilaksanakannya Uji
Kompetensi. Untuk mendapatkan jadwal dinas petugas AMP yang akan diuji sesuai
dengan waktu ujian yang telah disepakati. Agar Uji kompetensi tidak menggangu
operasional pelayanan meteorologi penerbangan.
2. Sekretariat menyusun daftar Tim Asesor beserta ketua Tim
3. Sekretariat menyusun jadwal uji kompetensi dan Tim asesor yang akan menguji.
Dengan jadwal hari pertama berisi presentasi tentang aturan uji kompetensi, jadwal
penilaian uji dan tanda pemberitahuan pelaksanaan uji kompetensi.
4. Dilakukan uji kompetensi tertulis untuk semua AMP stasiun setempat. Jadwal
penilaian langsung dan wawancara dilakukan pada hari-hari selanjutnya. Dengan
prosedur satu AMP dengan satu asesor mengikuti, memantau dan menilai maksimal
3 jam dalam shift.

Penilaian
1. Tim asesor dan sekretariat yang bertugas, hadir, melaksanakan presentasi dan
melaksankan uji kompetensi tertulis pada hari petama.
2. Asesor hadir 30 menit sebelum jadwal dinas operasional AMP.
3. Asesor memantau prosedur pekerjaan operasional mulai dari pergantian shift hingga
pergantian shift selanjutnya. Prosedur penilaian menggunakan format Checklist
subjudul ( hijau ).
4. Asesor mengisi checklist apakah AMP melakukan prosedur yang benar dan
memberikan komentar yang berisi : hal yang tidak dilakukan, prosedur yang salah,
atau hal yang seharusnya dilakukan AMP dalam kegiatan operasional.
5. Dalam melakukan penilaian pada subjudul ( biru ) asesor mangajukan pertanyaan
sesuai dengan lembar checklist secara langsung kepada peserta. Dan mencatat
jawaban peserta uji.
6. Prosedur nomor 5 (lima) dilakukan saat peserta uji tidak terlalu sibuk dalam kondisi
pekerjaan rutin (mendiaknosa dan menganalisa cuaca, membuat prakiraan,
membuat peringatan, membuat flight dokumen). Nilai diisi dengan
- angka 1 (0 - 50),
- angka 2 (51 - 75),
- angka 3 (76 – 90),
- angka 4 (91-100).
7. Kolom keterangan disi dengan tindak lanjut temuan dan waktu batas.
8. Setelah penilaian, peserta uji kompetensi telah selesai melakukan tugas shiftnya dan
telah berganti pada shift baru. Peserta uji yang telah dilakukan penilaian ditunjukkan
lembar hasil selama penilaian. Hal ini untuk mengetahui hal yang benar dan salah,
atau prosedur yang terlewatkan. Dan peserta mengisi kolom feedback selama
penilaian dan membubuhkan tanda tangan pada setiap lembar checklist.

Setelah penilaian
1. Asesor yang melakukan uji kompetensi memberikan penjelasan kepada tiap
peserta uji . Penilaian dan pembahasan berdasarkan lembar checklist serta
portofolio masing-masing peserta uji.
2. Aspek yang dinilai adalah Skill, Knowledge dan Attitude. Skill diuji melalui Uji
penilaian langsung saat shift; Knowledge diuji melalui uji tertulis dan pertanyaan
saat wawancara langsung; Attitude : diuji berdasarkan tingkah laku, kedisiplinan….
3. Tim asesor melakukan musyawarah di BMKG Pusat dan diskusi terkait masukan
dari masing-masing asesor yang melakukan uji kompetensi langsung.
4. Hasil musyawarah terkait uji kompetensi akan diumumkan sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
5. Metode penilaian berdasarkan kualitatif dan kuantitatif. Kualitatif berdasarkan
portofolio yang dimiliki oleh AMP dengan kriteria Cukup, Baik, Sangat Baik.
Sedangkan metode kuantitatif berdasarkan nilai yang didapat oleh peserta uji dari
lembar check list dan uji kompetensi tertulis.
6. Peserta dinyatakan kompeten jika nilai kualitatifnya minimal Baik dengan nilai
kuantitatif minimal 76.
7. Bagi peserta yang tidak memenuhi standar minimal kompetensi, dapat melakukan
perbaikan pada bagian yang kurang. Dan dapat diuji kembali sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
BAGIAN III
MATERI UJI KOMPETENSI
OBSERVER METEOROLOGI PENERBANGAN
STANDA RD OPEMTING PROSEDURES (SOP)
NOMOR OO3 TAHUN 2015
TENTANG
METAR DAN SPECI MANUAL

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum
a, MEIAR adalah nama sandi pelaporan cuaca rutin untuk penerbangan.
b. METAR dilaporkan secara rutin/teratur setiap jam penuh (00.002; 0t.002;
02.002; dan seterusnya) atau setiap setengah jam (00.002; 00.302; 0L.002;
0L.302; 02.002; dan seterusnya), tergantung kepadatan lalu-lintas udara
pada bandara yang bersangkutan.
c. SPECI adalah nama sandi pelaporan cuaca khusus terpilih untuk
penerbangan.
d. Aeronautical FixedTelecommunication Network yang untuk selanjutnya
disebut AFTN adalah jaringan telekomunikasi tetap untuk pelayanan
penerbangan.

2. Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan dari SOP ini adalah memberikan pedoman dan standart kerja
pengamat meteorologi penerbangan untuk membuat METAR dan SPECI.

3. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup Standaft Operating Prosedures (SOP) METAR dan SPECI Manual
ini meliputi pengamatan, penyandian dan penyebaran.

4. Dasar
a. Annex 3 to the Convention on lnternational Civil Aviation, edisi 17, Juli 2010;
b. Technical Regulation World Meteorological Organization No.49, Volume ll;
tahun 2007;
c. Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 09 Tahun 2015 tentang Peraturan
Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 174 (CASR 174); Januari 2015
BAB II
PROSEDUR

Standard Operating Procedures (SOP) METAR dan SPECI Manual sebagaimana


tercantum dalam Lampiran Standart Operating Prosedures (SOP) ini.

BAB III
PENUTUP

6. Standard Operating Procedures (SOP) ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 18 Februari 2015
KEPALA PUSAT METEOROLOGI

197910 1001

f
--r Pusat Meteorologi Nomor SOP 003 Tahun 2015
rlrffi
x F{r,,..=
Penerbangan dan Tanggal Pembuatan 26 April 2013
m*-
G
F Maritim Tanggal Revisi 18 Februari 2015

- Tanggal Efektif
-BMKG Kepala Pusat Meteorologi
Disahkan oleh
Penerbangan dan Maritim

Standard Operating Procedures (SOP)


METAR dan SPECI Manual

Dasar Hukum:
1. Annex 3 to the Convention on lnternational Civil Aviation, edisi 17, Juli 2010;
2. Technical Regulation World Meteorological Organization No.49, Volume ll; tahun
2007.
3. Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 09 Tahun 2015 tentang Peraturan
Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 174 (CASR 174); Januari2OlS
Kualifi kasi Pelaksanaan :

1 Pengamatan dilakukan paling lama 5 (lima) menit


2 Penyandian dilakukan paling lama 2 (dua) menit
3 Penyebaran dilakukan paling lama 3 (tiga) menit
Peralata n/Perlegka pa n :

1. Psycrometer (termometer Bola Basah, termometer Bola Kering, termometer


Maksimum dan termometer Minimum)
2. Anemometer
3. Barometer
4. Sarana komunikasi AFTN dan CMSS

Uraian Prosedur:
l. Pengamatan
1. Menuju ke taman alat (sangkar meteo) untuk mendapatkan data suhu dari
termometer Bola Kering (BK) dan Bola Basah (BB).
2. Mengamati perawanan untuk menjelaskan keadaan awan rendah di sekitar bandara
meliputi : jumlah, jenis dan tinggi dasar dan dilaporkan dalam singkatan bahasa
biasa: FEW, SCT, BKN, OVC.
3. Menentukan jarak pandang di sekitar bandara agar representatif untuk daerah
tinggal landas dan daerah naik (take off area and climb out area) dan untuk
pendaratan agar representatif pada daerah pendekatan dan daerah melandas
(approach area and landing area)
4. Mengamati/menentukan keadaan cuaca Sesaat, usahakan pengamatannya
mendekati ke menit pelaporan dan dilaporkan menggunakan singkatan bahasa
biasa misal : HZ; TS; RA; dst.
5. Hasil pembacaan dari termometer Bola Kering (BK) kita catat sebagai suhu udara
(T) dalam pembulatan, selanjutnya angka yang ditunjuk termometer Bola Kering
(BK) dan termometer Bola Basah (BB) diolah untuk mendapatkan data suhu titik
embun (DP) dalam satuan derajat celcius. Dapat dilihat dalam buku tabel Me.60
atau menggunakan rumus.
6. Arah dan kecepatan angin permukaan yang diukur adalah angin pada ketinggian 6
M dan atau 10 M dari alat anemometer yang terpasang di stasiun agar
representatif pada daerah tinggal landas dan untuk pendaratan agar representatif
pada daerah sentuh landas (touch down zone) dalam satuan derajat dan knot.
7. Membaca temperatur pada barometer dan barometer usahakan sesingkat mungkin
untuk menghindari pengaruh suhu badan kita dan tambahkan nilai koreksinya untuk
mendapatkan data Altimeter Setting (ONH)
Hasil perhitungan yang diperoleh baik dari QNH ditulis angka satuannya saja.

ll. Penyandian
1. Data hasil pengamatan Point 1 s/d 8 dilakukan oleh observer secara berurutan
dalam 5 (lima) menit dan dicataUdidokumentasikan.
2. Apabila ada informasi trend forecast dari forecaster untuk 2 iam kedepan, observer
harus mencantumkan ke dalam sandi METAR
lll. Penyebaran
1. METAR segera disebarkan ke luar Aerodrome melalui CMSS, AFTN dan
2. SPECI disebarkan ke luar Aerodrome sebagai segera setelah terjadi perubahan
keadaan cuaca (menjadi buruk atau membaik), melalui ambang batas yang
ditetapkan.
3. SPECI dibuat/dilaporkan kembali ke luar Aerodrome setempat sekurang
kurangnya 10 (sepuluh) menit setelah keadaan cuaca membaik atau memburuk.

Disahkan oleh :

Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan /d,r',d7


dan Maritim
Prosedur Pengamatan Meteorologi Penerbangan No. Registrasi : MET.O1
Tanggal :05109114
Status Revisi :01
Met Report dan METAR Halaman :1 I 1

PENANGGUNGJAWAB WAKTU MEDIA REKAMAN/


MASUKAN PROSES KELUARAN
UTAMA KEGIATAN PROSES KENDALI PENYIMPANAI

Kepala
Pergantian Shift Kelompok
Observasi

{ jam )
-'-{Y-l
sebelum

v Hasil
< 3 menit
Kelompok
Pengamatan Observer Obseruasi
Pengamatan Visual Visual

Hasil
< 5 menit Kelompok
n Obseruer
Alat Obseruas
Konvensional

< 1 menit Kelompok


'Peralatan Obseruer
-tsl r9dI tdtdil Jun Observasi
.Peralatan
rengamatan ang
.Peralatan
)6^^^hal.n nNll

< 1 menit Kelompok


Observer
Obseruasi

Kelompok
Observer <2 menit Obseruasi
Met Report
METAR
Dengan
.Kondisi Cuaca Trend
Signifikan Observer

Shift Leader/
Second
Person

Obseruer/unil - Kelompok
Komunikasi <1 menil Obseruer
- Seksi
Obseruasi

lnfo Terbaru
Observer
berkoordinasi
dengan unit Kelompok
Teknisi Observasi
dan Teknisi

lvlemantau Cuaca
Obseruer Selama
terus
shift
I

Prosedur Pengamatan Meteorologi Penerbangan No. Registrasi : MET.02


Tanggal :05/09/14
Status Revisi : 01
!):
SPECIAL dan SPECI Hafaman :1 I 'l
PENANGGUNGJAWAB WAKTU MEDIA REKAMAN/
MASUKAN PROSES KELUARAN
UTAMA KEGIATAN PROSES KENDALI PENYIMPANAI\

Kepala

.-T Menerus
Kelompok
Obseruasi

Kondisi Clraca

Kelompok
a/r..n,,n,)\ Cuaca Aktual
Memburuk
Saat itu
juga Obseruasi

Ditunggu
/Kondisi tetap\ Cuaca Aktual
Membaik dalam l\ilem baik
.. 10 menit , 10 menit
Hasil
Pengamatan Visual Pengamatan Observer < 2 menit
Visual

Kelompok
- Visibiliti

I
Obseruasi
- Tutupan Awan
- Fenomena Peralatan AWOS
Cuaca .,.
Hasil Kelompok
I%rS**,"" Pengamatan Obseruer < 5 menit Obseruasi
"*
Konvensional I
Alat
Konvensional
Y
-_lilermEu I

- Peralatan
Pengamatan perbedaan data i
Observer 0.5 menit
- Peralatan AWOS dan
Pengamatan
- Peralatan
Pengamatan

< 0.5 meni Kelompok


Pengamatan AW Observer
Obseruasi
\ ./-
Koreksi manual
parameter yang

Kelompok
Obseruer 1 menit Observasi
SPECIAL
Pembuatan SPECIAL
dan SPECI
dan SPECI
dg Trend
Obseruer
- Kondisi Cuaca
Signifikan

Shift Leader/
Second < 1 menit
Person

SPECIAL I
- Kelompok
Obseruer/unit
--l
dan sPEcri
Trend-J!
L]
Komunikasi
< 1 menit Obseruer
-_Dg - Seksi

E
Obseruasi

lnfo Terbaru

-
I Obseruer
berkoordinasi
Kelompok
Observasi
. MelaksdreTm
; ;-, -- ;- .-, , ..
tanoKan{anoKan teDrn
- -
Memantau Cuaca dengan unit dan Teknisi
^
secara terus mener Teknisi
lanlul
Observer Selama
shift
STA N DA R D OPEM TIN G PR OSEDU R ES (SO P)
NOMOR OO4 TAHUN 2015

TENTANG

LOCAL ROUTINE REPORT DAN LOCAL SPECIAL REPORT MANUAL

BAB I
PENDAHULUAN

1. Umum
a. Local Routine Repoftyang untuk selanjutnya disebut MET REPORT dan Local
Special Report yang untuk selanjutnya disebut SPECIAL merupakan laporan
atau informasi cuaca untuk kepentingan pelayanan penerbangan hanya untuk
bandar udara setempat dan tidak disebarkan ke luar bandar udara tersebut
serta dipergunakan untuk keperluan tinggal landas dan pendaratan.
b. MET REPORT dan SPECIAL dibuat dan dilaporkan dalam bentuk singkatan
bahasa sederhana/biasa (abbreviated plain language) dan disampaikan
kepada ATC (Air Traffic Control) atau PLLU (Pengatur Lalu-lintas Udara)
bandar udara setempat.
c. MET REPORT dilaporkan secara rutin/teratur setiap jam penuh (00.002;
0t.002; 02.002; dan seterusnya) atau setiap setengah jam (00.002; 00.302;
0L.002; 01.302; 02.002; dan seterusnya), tergantung kepadatan lalu-lintas
udara pada bandara yang bersangkutan.
d. SPECIAL dilaporkan setiap saat bila ada perubahan unsur-unsur cuaca yang
signifikan/bermakna, misalnya keadaan menjadi lebih buruk atau lebih baik
dari apa yang diberikan pada laporan terakhir.

2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari SOP ini adalah memberikan pedoman dan standart kerja
pengamat meteorologi penerbangan untuk membuat MET REPORT dan SPECIAL.
3. Ruang Lingkup
Ruang Lingkup Standart Operating Prosedures (SOP) Local Routine Report dan
Local Special Report Manual ini meliputi pengamatan, mengisi formulir dan
penyebaran.

4. Dasar
a. Annex 3 to the Convention on lnternational Civil Aviation, edisi 17, Juli 2010;
b. Technical Regulation World Meteorological Organization No.49, Volume ll;
tahun 2007;
c. Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 09 Tahun 2015 tentang Peraturan
Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 174 (CASR 174); Januari 2015

BAB II
PROSEDUR

5, Standard Operating Procedures (SOP) Local Routine Report dan Local Special
Report Manual sebagaimana tercantum dalam Lampiran Standart Operating
Prosedures (SOP) ini.
BAB III
PENUTUP

6. Standard Operating Procedures (SOP) ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 18 Februari 2015
KEPALA PUSAT METEOROLOGI
,ftor-!'].g-{!i;
DAN MARITIM

16 197910 1001
r** Nomor SOP 004 Tahun 2015
ffim" Pusat Meteorologi
,wq r,.s&.
r-'=
Penerbangan dan Tanggal Pembuatan 26 April 2013
W
ffi Maritim Tanggal Revisi 18 Februari 2015
.w
'w Tanggal Efektif
BMKG
Disahkan oleh Kepala Pusat Meteorologi
Penerbanqan dan Maritim
Standard Operating Procedures (SOP)
Local Routine Repoftdan LocalSpecial Repoft Manual
Dasar Hukum:
1. Annex 3 to the Convention on lnternational Civil Aviation, edisi 17, Juli 2010;
2. Technical Regulation World Meteorological Organization No.49, Volume ll; tahun
2007.
3. Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 09 Tahun 2015 tentang Peraturan
Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 174 (CASR 174); Januari 2015
Kualifikasi Pelaksanaan :

1. Pengamatan dilakukan paling lama 5 (lima) menit


2. Mengisi formulir dilakukan paling lama 2 (dua) menit
3. Penyebaran dilakukan paling lama 3 (tiga) menit
Pera lata n/Perleg ka pa n :

1. Psycrometer (termometer Bola Basah, termometer Bola Kering, termometer


Maksimum dan termometer Minimum)
2, Anemometer
3. Barometer
4. Form Me 37a
5. Sarana komunikasi ke ATC atau PLLU
Uraian Prosedur:
I. Pengamatan
1. Mempersiapkan blangko MET REPORT/SPECIAL (ME 37a)
2. Menuju ke taman alat (sangkar meteo) untuk mendapatkan data suhu dari
termometer Bola Kering (BK) dan Bola Basah (BB).
t'

3. Mengamati perawanan untuk menjelask


meliputi : jumlah, jenis dan tinggi dasar dan dilaporkan dalam singkatan bahasa
biasa : FEW, SCT, BKN, OVC.
4. Menentukan jarak pandang di sekitar bandara agar representatif untuk daerah
tinggal landas dan daerah naik (take off area and ctimb out area) dan untuk
pendaratan agar representatif pada daerah pendekatan dan daerah melandas
(approach area and landing area)
5. Mengamati/menentukan keadaan cuaca sesaat, usahakan pengamatannya
mendekati ke menit pelaporan dan dilaporkan menggunakan singkatan bahasa
biasa misal : HZ; TS; RA; dst.
6. Hasil pembacaan dari termometer Bola Kering (BK) kita catat sebagai suhu udara
(T) dalam pembulatan, selanjutnya angka yang ditunjuk termometer Bola Kering
(BK) dan termometer Bola Basah (BB) diolah untuk mendapatkan data suhu titik
embun (DP) dalam satuan derajat celcius. Dapat dilihat dalam buku tabel Me.60
atau menggunakan rumus.
7. Arah dan kecepatan angin permukaan yang diukur adalah angin pada ketinggian 6
M dan atau 10 M dari alat anemometer yang terpasang di stasiun agar
representatif pada daerah tinggal landas dan untuk pendaratan agar representatif
pada daerah sentuh landas (touch down zone) dalam satuan derajat dan
knot.
8. Membaca temperatur pada barometer dan barometer usahakan sesingkat mungkin
untuk menghindari pengaruh suhu badan kita dan tambahkan nilai koreksinya untuk
mendapatkan data :

a. Altimeter Setting (ONH)


b. Pressure at Aerodrome Level (OFE)
Hasil perhitungan yang diperoleh baik dari QNH dan QFE ditulis angka satuannya
saja.

ll. Pengisian Formulir


1. Data hasil pengamatan Point 1 s/d 8 dilakukan oleh observer secara berurutan
dalam 5 (lima) menit dan dicatat di dalam formulir Me.37a.
2. Apabila ada informasi trend forecast dari forecaster untuk 2 )am kedepan, observer
7

harus mencantumkan di kolom yang telah OiseO

l. Penyebaran
1. MET REPORT atau SPECIAL yang telah diisi di dalam formulir Me.37a segera
disebarkan ke Unit Air Traffic Controller atau Petugas Pengatur Lalu Lintas Udara.
2' SPECIAL disebarkan ke Unit Air Traffic Controller atau Petugas pengatur Lalu
Lintas Udara bandara setempat sebagai segera setelah terjadi perubahan keadaan
cuaca (menjadi buruk atau membaik), melalui ambang batas yang ditetapkan.
3. SPECIAL dibuat/dilaporkan kembali ke Unit Air Traffic Controller atau petugas
Pengatur Lalu Lintas Udara bandara setempat sekurang kurangnya 10 (sepuluh)
-
menit setelah keadaan cuaca membaik atau memburuk.
4' MET REPORT dapat dibuat / dilaporkan berdasarkan permintaan dari Unit Air
Traffic Controller atau Petugas Pengatur Lalu Lintas Udara bandara setempat pada
waktu-waktu tertentu.

Disahkan oleh :

Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan

dan Maritim
/"r
LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA
BADAN METEOROLOGI,
KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
NOMOR : KEP 001 TAHUN 2009
TANGGAL : 17 Maret 2009

FORMAT SANDI METAR/ SPECI

METAR
atau COR CCCC YYGGggZ NIL AUTO dddffGfmfmKT dndndnVdxdxdx
SPECI

RDRDR/VRVRVRVRi NsNsNshshshs
VVVV VNVNVNVN Dv atau w’w’ atau
atau RDRDR/VRVRVRVRVVRVRVRVRi VVhshshs
VVVVNDV atau
atau NSC
CAVOK atau
NCD

WS RDRDR
T’T’/T’dT’d QPHPHP HPH REw’w’ atau (WTSTS/SS’) (RDRDRERCReReRBRBR)
WS ALL RWY

NsNsNshshshs
atau
VVVV w’w’ VV hshshs
(TTTTT TTGGgg dddffGfmfmKT atau atau atau
atau CAVOK NSW NSC
NOSIG)

(RMK..........)

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
1
A. PENJELASAN FORMAT METAR/SPECI

A.1. UMUM.

METAR/SPECI : merupakan sandi pengenal berita meteorologi untuk


penerbangan dari suatu stasiun yang dituliskan pada awal
berita.

A.2. COR : mengindikasikan bahwa laporan dikoreksi

A.3. Kelompok CCCC

CCCC : penunjuk tempat stasiun pembuat berita , diisi dengan penun-


juk lokasi (location indicator) seperti yang telah ditetapkan
ICAO.
Contoh :
Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta, CCCC = WIII

A.4. Kelompok YYGGggZ

YY : tanggal pada bulan bersangkutan.


GG : waktu pengamatan resmi dalam jam
gg : waktu pengamatan resmi dalam menit
Z : pengenal waktu universal (UTC)

Contoh :
Berita METAR tanggal 5 Maret 2008 jam 07.30 WIB, maka
kelompok YYGGggZ = 050030Z

NIL : sandi yang mengindikasikan bahwa tidak ada laporan.

A.5. AUTO

AUTO : sandi tambahan yang disisipkan hanya jika pengamatan sepenuh-


nya dilakukan secara otomatis.

Untuk keperluan ICAO semua unsur cuaca harus dilaporkan. Jika


beberapa unsur cuaca tidak dapat diamati, maka kelompok sandi
yang berkenaan dengan unsur cuaca tersebut diberi tanda solidi. (/).
Jumlah solidi sesuai dengan jumlah kode sandi yang terdapat pada
kelompok yang tidak dapat dilaporkan tersebut (misalnya 4 untuk
kelompok visibility, 2 untuk kelompok cuaca, dan 6 untuk kelom-
pok awan)

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
2
A.6. Kelompok dddffGfmfm KT dndndnVdxdxdx

A.6.1 ddd : arah angin rata-rata dilaporkan dalam derajad.


 Arah angin dibulatkan ke angka puluhan derajad terdekat.
 Arah angin kurang dari 1000 didahului dengan angka 0.
 Arah angin tepat dari utara disandi dengan angka 360.
 Untuk arah angin yang variable, sandi ddd ditulis dengan
VRB jika kecepatan angin rata-ratanya 3 knots atau kurang.
 Jika kecepatan angin rata-rata lebih dari 3 knot dan variasi
arah angin 180 0 atau lebih, dan jika tidak memungkinkan
untuk menentukan satu arah angin rata-rata tertentu, maka
ddd dilaporkan sebagai VRB, misal terjadi pada saat
thunderstorm melewati wilayah bandara.

ff : kecepatan angin rata-rata dilaporkan dalam knot diikuti tanda KT


tanpa spasi.

 Kecepatan angin kurang dari 10 knot harus didahului dengan


angka 0.
 Kecepatan angin kurang dari 1 knots (CALM), dilaporkan
sebagai 00000 diikuti dengan KT.
 Untuk kecepatan angin 100 knots atau lebih, didahului
dengan huruf P dan dilaporkan P99KT

Contoh :
1. Jika arah angin yang diamati 1200 dan kecepatan angin rata-
rata 7 knot, maka kelompok dddff = 12007KT
2. Jika kecepatan angin rata-rata kurang dari 1 knot, maka
kelompok dddff = 00000KT
3. Jika arah angin yang diamati 2400 dan kecepatan 123 knot,
maka kelompok dddff = 240P99KT
4. Jika variasi arah angin tidak dapat ditentukan, dan
kecepatan angin rata-rata kurang dari 3 knot, maka
kelompok dddff = VRB02KT

G : sandi pengenal gust.


 Digunakan jika dalam selang waktu 10 menit sebelum jam
pengamatan, terjadi gust yaitu kecepatan angin yang
meningkat dengan perbedaan 10 kt atau lebih besar dari
kecepatan angin rata-ratanya.

fmfm : kecepatan gust maksimum

Contoh :
Jika kecepatan angin rata-rata dalam selang waktu 10 menit sebe-
lum pengamatan terjadi kecepatan angin meningkat menjadi 20
knot maka kelompok dddffGfmfm = 12007G20KT

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
3
Catatan :
 Angin permukaan yang dilaporkan adalah arah dan kecepatan angin rata-
rata yang diamati selama 10 menit sebelum jam pelaporan. Jika dalam se-
lang waktu tersebut ditandai adanya diskontinuitas angin permukaan yang
berlangsung paling tidak selama 2 menit, maka yang dilaporkan adalah ni-
lai rata-rata setelah diskontoinuitas tersebut (kurang dari 10 menit).
 Diskontiunuitas angin ditandai dengan perubahan yang tetap dan berlanjut
dari arah angin dengan perubahan 300 atau lebih, dengan kecepatan angin
10 kt atau lebih sebelum atau sesudah terjadi perubahan, atau terjadi peru-
bahan kecepatan angin 10 kt atau lebih dan berlangsung paling tidak sela-
ma 2 menit .

A.6.2 dndndn : sandiuntuk arah angin minimum.


 Dilaporkan jika dalam selang waktu 10 menit sebelum jam
pengamatan, arah angin bervariasi dengan perubahan arah
600 atau kurang dari 180 0 dan kecepatan angin rata-ratanya
lebih besar dari 3 knots
.
A.6.3 V : sandi pengenal variasi angin.
 Sandi ini dilaporkan jika dalam selang waktu 10 menit sebe-
lum jam pengamatan, arah angin bervariasi dengan peruba-
han arah 600 atau kurang dari 180 0 dan kecepatan angin ra-
ta-ratanya lebih besar dari 3 knots , maka dua variasi arah
angin ekstrim dilaporkan berurutan searah dengan jarum jam
dengan menyisip kan sandi pengenal berita variasi angin V.

A.6.4 dxdxdx : sandi untuk arah angin maksimum.


 dilaporkan jika dalam selang waktu 10 menit sebelum jam
pengamatan, arah angin bervariasi dengan perubahan arah
600 atau kurang dari 180 0 dan kecepatan angin rata-ratanya
lebih besar dari 3 knots

Contoh :
Dalam selang waktu 10 menit sebelum waktu pengamatan di-
amati arah angin bervariasi antara 500 dan 1500 , dengan kecepa-
tan angin rata-rata 5 knot, maka kelompok dndndnVdxdxdx =
050V150

A.7. Kelompok VVVV VVVVNDV VNVNVNVNDv

A.7.1 VVVV : jarak pandang mendatar.


 dilaporkan dengan menggunakan urutan-urutan pelaporan
sebagai berikut :
a. Hingga 800 m dibulatkan kebawah pada kelipatan 50 m
yang terdekat.

Contoh :

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
4
jarak pandang mendatar : 625 m, VVVV= 0600
jarak pandang mendatar : 775 m, VVVV= 0750
b. Antara 800 m hingga 5000 m, dibulatkan kebawah, pada
kelipatan 100 m yang terdekat.

Contoh :
jarak pandang mendatar : 1250 m, VVVV= 1200
jarak pandang mendatar : 2670m, VVVV=2600

c. Antara 5000m s/d 9999m, dibulatkan kebawah, pada


kelipatan 1000 m yang terdekat.
Contoh :
jarak pandang mendatar : 7630, VVVV= 7000
jarak pandang mendatar : 8600, VVVV= 8000

d. Jika jarak pandang mendatar 10 km atau lebih,


dilaporkan dengan angka sandi 9999
Contoh :
jarak pandang mendatar : 12 km, VVVV= 9999

 Jika jarak pandang mendatar ke berbagai arah tidak sama,


berfluktuasi dengan cepat dan kurang dari 5000 meter, maka
kelompok VVVV dilaporkan yang terpendek.
Contoh :
Jarak pandang mendatar ke arah Utara 4 km
Jarak pandang mendatar ke arah Timur 3 km
Jarak pandang mendatar ke arah Selatan 3 km
Jarak pandang mendatar ke arah Barat 2 km
Maka VVVV = 2000

A.7.2 VVVVNDV : dilaporkan jika pengamatan jarak pandang mendatar


menggunakan sensor visibility, dan tidak ada variasi arah jarak
pandang mendatar, maka pada kelompok VVVV ditambahkan
kode NDV.
Contoh :
Jarak pandang mendatar yang tercatat pada sensor visibility = 6
km, maka VVVV = 6000NDV

A.7.3 VNVNVNVNDv
VNVNVNVN : jarak pandang mendatar minimum


dilaporkan jika jarak pandang mendatar ke berbagai arah
tidak sama.
 Jarak pandang mendatar terpendek kurang dari 1500 m atau
kurang dari 50 % dari jarak pandang mendatar pada
umumnya, sedangkan jarak pandang pada umumnya kurang
dari 5000 meter, maka dilaporkan jarak pandang mendatar
yang terpendek dan ditambahkan arah (Dv).
Dv : arah jarak pandang mendatar terpendek sesuai dengan arah dari
salah satu mata angin, yaitu: N, NE, E, SE S, SW, W, NW.

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
5
 Jika jarak pandang mendatar terpendek lebih dari satu arah,
maka yang dilaporkan adalah jarak pandang mendatar yang
bermakna bagi operasi penerbangan.

Contoh :
Jarak pandang mendatar pada umumnya 4000 m, pada arah selatan
jarak pandang mendatar 1400 m, maka VVVV VNVNVNVNDv =
4000 1400S.

A.7.4 CAVOK

CAVOK dilaporkan untuk menggantikan pelaporan kelompok jarak pandang


mendatar, present weather dan kelompok kelompok awan, jika keadaan berikut ini
terjadi secara bersamaan pada saat pengamatan :
 Jarak pandang mendatar : 10 km atau lebih.
 Tidak ada cuaca bermakna seperti yang ditetapkan menurut tabel sandi 4678.
 Tidak ada awan dibawah 1500 meter (5000 feet) dan tidak ada awan CB

RDRDR/VRVRVRVRi
A.8 Kelompok atau
RDRDR/VRVRVRVRVVRVRVRVRi

A.8.1 Kelompok ini dilaporkan ketika jarak pandang mendatar dan runway visual range
pada satu runway atau lebih yang digunakan untuk pendaratan, kurang dari 1500
m.

A.8.2 R : huruf pengenal landas pacu


DRDR : arah landas pacu pada lapangan terbang sesuai dengan arah dari
salah satu mata angin (mengikuti ketentan A.7.3)
VRVRVRVR : nilai rata-rata RVR pada masing-masing landas pacu yang dapat
digunakan untuk pendaratan dan harus mewakili TDZ
.
Kelompok ini dapat diulang dan paling banyak dilaporkan untuk 4 landas pacu.

RVR dilaporkan dengan menggunakan urutan-urutan pelaporan sebagai berikut :


 Kurang dari 400 m dibulatkan kebawah pada kelipatan 25 m
Contoh : RVR : 330 m, dilaporkan 0325
RVR : 260 m, dilaporkan 0250

 Antara 400 m hingga 800 m, dibulatkan kebawah, pada kelipatan 50 m.


Contoh : RVR : 560 m, dilaporkan 0550
RVR : 680 m, dilaporkan 0650

 Lebih dari 800 m dibulatkan kebawah, pada kelipatan 100 m


Contoh : RVR : 1250 m, dilaporkan 1200
RVR : 860 m, dilaporkan 0800

i : tendensi perubahan RVR.


Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
6
Jika dalam periode 10 menit sebelum pengamatan menunjukkan
adanya tendensi perubahan nilai RVR yang disebabkan oleh
adanya kabut, mist, asap, debu vulkanik dan lain-lain maka
dilaporkan sebagai berikut :

 i = U, jika RVR cenderung bertambah


 i = D, jika RVR cenderung berkurang
 i = N, jika tidak ada perubahan RVR yang bermakna
 Jika tendensi perubahan RVR sulit ditentukan maka sandi i
ditiadakan.

Contoh :
5 menit sebelum pengamatan, pada landas pacu 12 RVR = 350 m,
5 menit kemudian RVR menjadi 500 m (bertambah),
maka RDRDR/VRVRVRVRi = R12/0350U

Catatan :
Kecenderungan perubahan RVR ditandai jika dalam selang waktu 10 menit, nilai
rata-rata RVR selama 5 menit pertama berbeda 100 meter atau lebih dengan nilai
rata-rata RVR pada 5 menit berikutnya

A.8.3 RDRDR/VRVRVRVRVVRVRVRVRi

Kelompok ini melaporkan variasi bermakna dari RVR.

Jika dalam selang waktu 10 menit diamati nilai rata-rata RVR ekstrim minimum
dan ekstrim maksimum yang berlangsung selama 1 menit, dengan variasi lebih
dari 50 meter atau lebih dari 20 % terhadap nilai rata-rata RVR dalam selang
waktu 10 menit tersebut, maka yang dilaporkan adalah nilai rata-rata RVR ekstrim
minimum dan maksimumnya, secara berurutan mengikuti sandi
RDRDR/VRVRVRVRVVRVRVRVRi, dan hanya harga rata-rata RVR dan variasinya
setelah diskontinuitas tersebut yang dilaporkan.

R : lihat ketentuan A.8.2


DRDR : lihat ketentuan A.8.2
VRVRVRVR : nilai RVR minimum
V : kode sandi untuk variasi RVR
VRVRVRVR : nilai RVR maksimum
i : lihat ketentuan A.8.2

Jika ada dua runway atau lebih yang sejajar, masing-masing runway dibedakan
dengan menambahkan hurup L (left : untuk runway sebelah kiri, C : centre untuk
runway yang ditengah, dan R : right untuk runway sebelah kanan) dan dilaporkan
secara berurutan. Pengenal ini ditambahkan dibelakang pengenal runway DRDR
tanpa spasi.

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
7
Contoh : jika pada runway 120 diamati RVR rata-rata 800 m, RVR minimum 450
m sedangkan RVR maksimum 900 m, maka kelompok ini dilaporkan
R120450V0900.

A.8.4 Nilai ekstrim RVR


Jika harga RVR diluar kemampuan batas ukur sistem/ alat yang digunakan, maka
diberlakukan ketentuan sebagai berikut :
(a) Jika RVR yang dilaporkan lebih besar dari harga maksimum RVR yang
dapat ditaksir sistem/ alat, maka kelompok sandi VRVRVRVR diawali
dengan hurup pegenal P, (PVRVRVRVR ) dimana VRVRVRVR
merupakan harga RVR terjauh yang dapat diukur oleh sistem/ alat.
Misalnya P1500, menunjukkan bahwa RVR > 1500 meter, sedangkan
1500 meter merupakan batas ukur terjauh yang dapat ditaksir oleh alat
yang digunakan.

Contoh : RVR terjauh lebih dari 2000 m, maka VRVRVRVR dilaporkan


P2000 sedangkan 2000 meter merupakan batas ukur terjauh
yang dapat ditaksir oleh alat yang digunakan.

(b) Jika RVR yang dilaporkan dibawah harga minimum RVR yang dapat
ditaksir sistem/ alat, maka kelompok sandi VRVRVRVR diawali
dengan hurup pegenal M, (MVRVRVRVR ) dimana VRVRVRVR
merupakan harga RVR terdekat yang dapat diukur oleh sistem/ alat.

Contoh : RVR < 50 m , maka VRVRVRVR dilaporkan M0050,


sedangkan 50 meter merupakan batas ukur terdekat yang
dapat ditaksir oleh alat yang digunakan.

A.9 Kelompok w’w’

w’w’ : phenomena cuaca yang sedang berlangsung di bandara pada saat


pengamatan.

Kelompok w’w’ digunakan untuk melaporkan tidak lebih dari 3 jenis phenomena
cuaca yang sedang berlangsung di kawasan bandara atau di sekitar bandara pada
saat pengamatan dilakukan dan dianggap bermakna untuk operasi penerbangan
seperti pada Tabel sandi 4678. Penunjuk intensitas dan singkatan-singkatan yang
digunakan pada sandi 4678, dapat dirangkai menjadi satu kelompok yang terdiri
dari 2 sampai dengan 9 karakter untuk melaporkan cuaca yang sedang terjadi.

Jika cuaca yang sedang berlangsung tidak tercantum pada tabel sandi 4678, maka
kelompok ini tidak dilaporkan.

A.9.1 Urutan pelaporan kelompok w’w’ mengikuti ketentuan sebagai berikut :


 Pertama, simbol penunjuk kualifikasi intensitas (-, tanpa simbol, +) kemudian
diikuti dengan singkatan dari karakteristik tanpa spasi.
Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
8
 Kedua, singkatan dari karakteristik/ deksripsi gejala cuaca yang terjadi sesuai
dengan kualifikasinya, kemudian diikuti salah satu atau kombinasi dari gejala
cuaca yang terjadi tanpa spasi.
 Ketiga, singkatan dari salah satu atau kombinasi gejala cuaca yang diamati ,
yang terdiri dari jenis endapan/presipitasi, kekaburan (obscuration), dan
pehenomena cuaca lain yang bermakna.
A.9.2 Intensitas dari gejala cuaca yang terjadi, ditunjukkan dengan simbol sebagai beri-
kut :

Intensitas Simbol penunjuk intensitas


ringan (light) -
sedang (moderate) ( tanpa simbol penunjuk )
berat (heavy) +
dan hanya digunakan untuk melaporkan terjadinya endapan dan karakteristiknya
(SH dan atau TS), BLDU, SA ,SN, DS dan SS.

A.9.3 Intensitas phenomena cuaca yang dilaporkan dalam kelompok w’w’ ditentukan
dengan intensitas pada saat pengamatan dilakukan.

A.9.4 Jika diamati lebih dari 1 jenis gejala cuaca yang terjadi bersamaan, maka w’w’
dilaporkan dalam kelompok yang dipisahkan (dengan spasi).

Contoh : jika pada waktu pengamatan diamati terjadi drizzle dengan intensitas
ringan, dan juga terjadi fog, maka w’w’ dilaporkan : -DZ FG (dengan
spasi).

A.9.5 Jika diamati gejala cuaca yang terjadi hanya dari jenis endapan/presipitasi, maka
w’w’ dilaporkan dalam 1 kelompok tanpa spasi. Jenis endapan yang lebih
dominan ditulis lebih dahulu. Penunjuk intensitas sesuai ketentuan A.9.2, hanya
digunakan 1 kali saja untuk satu atau 2 jenis endapan yang dilaporkan

Contoh : jika pada waktu pengamatan diamati gejala cuaca hujan dengan
intensitas berat dan disertai guntur maka kelompok w’w’ dilaporkan
+TSRA (tanpa spasi).

Untuk lebih jelasnya cara pelaporan kelompok w’w’ dapat dilihat pada Lampiran I
tentang Penjelasan sandi 4678.

NsNsNshshshs
atau
A.10 Kelompok VVhshshs
atau
NSC
atau
NCD

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
9
A.10.1 NsNsNshshshs

NsNsNs : jumlah awan

(a) Jika jumlah awan 1-2 oktas NsNsNs =FEW.


(b) Jika jumlah awan 3-4 oktas NsNsNs=SCT.
(c) Jika jumlah awan 5 - 7 oktas NsNsNs=BKN
(d) Jika jumlah awan overcast (8 oktas) NsNsNs =OVC

A.10.2 Jumlah awan untuk setiap lapisan awan ditentukan dengan menganggap seolah-
olah tidak ada lapisan awan. Untuk melaporkan adanya lapisan awan yang berbe-
da, kelompok ini harus diulang paling banyak 3 kali, kecuali jika ada awan kon-
vektiv yang dianggap penting dan harus dilaporkan.
Penentuan lapisan atau gugusan awan yang harus dilaporkan, mengikuti kriteria
sebagai berikut :
 Kelompok pertama :
Gugus atau lapisan awan tunggal paling rendah, harus dilaporkan se-
bagai FEW, SCT, BKN atau OVC ;
 Kelompok kedua :
Gugus atau lapisan awan tunggal diatasnya, jika menutup langit lebih
dari 2 oktas, dilaporkan sebagai SCT, BKN atau OVC;
 Kelompok ketiga :
Gugus atau lapisan awan yang lebih tinggi, jika menutup langit lebih
dari 4 oktas, dilaporkan sebagai BKN atau OVC.
 Kelompok tambahan :
Awan-awan konvektip yang dianggap penting (CB atau TCU), jika
diamati dan belum dilaporkan dalam ketiga kelompok tersebut diatas.

Catatan :
Awan-awan konvektip penting yang harus dilaporkan :
 Awan Cumulonimbus (CB).
 Cumulus congestus yang menjulang tinggi yang dikenal dengan
awan Towering Cumuls (TCU), sesuai dengan istilah yang diguna-
kan ICAO.

Urutan pelaporan kelompok awan dimulai dari gugus atau lapisan awan yang pa-
ling rendah ke gugus atau lapisan awan yang lebih tinggi.

A.10.3 Untuk stasiun di pegunungan, bila dasar awan dibawah ketinggian (elevasi) sta-
siun, kelompok awan dilaporkan sebagai NsNsNs /// .

A.10.4 Jika menggnakan system peralatan otomatis dideteksi adanya awan CB atau TCU
tetapi banyaknya dan tinggi dasar awan tidak dapat ditentukan, maka NsNsNshshshs
dilaporkan //////

A.10.5 hs hs hs : tinggi dasar lapisan awan dalam feet.

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
10
Cara pelaporan sebagai berikut :
 Untuk tinggi dasar awan sampai dengan 10000 feet, dibulatkan kebawah
pada kelipatan 100 feet
 Untuk tinggi dasar awan lebih dari 10000 feet, dibulatkan kebawah pada
kelipatan 1000 feet .
Contoh : Jika pada waktu pengamatan diamati awan cumulus 1 oktas dan tinggi
dasar awan 1850 feet, maka sandi hshshs dibulatkan mejadi 1800 feet
dan kelompok ini dilaporkan FEW018
Jika pada waktu pengamatan diamati awan altostratus 3 oktas dan tinggi
dasar awan 15670 feet, maka sandi hshshs dibulatkan menjadi 15000 feet
dan kelompok ini dilaporkan SCT150
Kedua awan dini dilaporkan.

Cara penyandian kelompok hshshs dapat dilihat pada Tabel Sandi 16950 ketentuan
ini.

Catatan :
Jika ada lapisan atau gugusan awan Cumulonimbus (CB) dan Cumulus
congestus (TCU) dengan tinggi dasar awan yang sama, maka jenis awan
dilaporkan hanya sebagai awan Cumulonimbus, sedang jumlah awan
dilaporkan sesuai dengan banyaknya awan CB ditambah banyaknya awan
TCU yang menutupi langit.

A.10.6 VVhshshs : vertikal visibility.

Jika langit dalam keadaan kabur dan informasi vertikal visibility bisa diberikan,
maka kelompok awan dilaporkan dengan VVhshshs . hshshs dilaporkan untuk se-
tiap kelipatan 100 feet. Jika informasi vertikal visibility tidak diperoleh, maka ke-
lompok ini dilaporkan sebagai VV///.

Contoh : karena langit kabur, maka visibility tidak dapat ditentukan dan di-
amati vertikal visibility 1640 feet, maka kelompok ini dilaporkan
VV016

A.10.7 NSC : No Significant Cloud

Jika tidak ada awan dengan ketinggian 1500m (5000 ft) atau dibawah ketinggian
minimum sektor altitude, tidak ada awan CB, vertikal visibility tidak dapat dipraki-
rakan, dan tidak memenuhi kriteria CAVOK, maka dilaporkan NSC.

Contoh : pada jam pengamatan diamati ada awan Altostratus 10.000 ft


maka kelompok ini dilaporkan NSC.

A.10.8 NCD : No Cloud Detected


Jika pengamatan menggunakan peralatan otomatis dan tidak ada awan yang dapat
dideteksi, maka dilaporkan NCD

A.11 Sandi CAVOK

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
11
Kata sandi CAVOK dilaporkan untuk menggantikan pelaporan kelompok visibili-
ty, w’ w’ dan kelompok Ns Ns jika keadaan berikut ini terjadi secara bersamaan
pada saat pengamatan :

 Visibility : 10 km atau lebih.


 Tidak ada awan dibawah 1500 meter (5000 feet) dan tidak ada awan CB
 Tidak ada cuaca bermakna seperti yang ditetapkan menurut tabel sandi 4678.

A.12 Kelompok T’T’/T’dT’d

A.12.1 T’T’ : suhu udara, dilaporkan dalam 0 C dengan pembulatan ke angka


satuan penuh. Jika nilai pecahan tepat pada 0,5 0 C, dilaporkan
dengan pembulatan keatas (ke angka satuan yang lebih besar).

A.12.2 T’dT’d : suhu udara, dilaporkan dalam 0 C dengan pembulatan ke angka


satuan penuh. Jika nilai pecahan tepat pada 0,5 0 C, dilaporkan
dengan pembulatan keatas (ke angka satuan yang lebih besar).

Contoh : pada waktu pengamatan diamati suhu 27,5 0 C dan suhu titik
embun 23,6 0 C maka kelompok ini dilaporkan 28/24

A.12.3 Pengamatan suhu udara dan suhu titik embun pada angka satuan penuh dari -9 0 C
sampai dengan +9 0 C. Jika suhu udara kurang dari 10 0 C maka dilaporkan dengan
menambahkan angka 0.

Contoh : +9 0 C disandi dengan 09


0
A.12.4 Jika suhu udara dan suhu titik embun dibawah 0 C, dilaporkan dengan diawali
hurup M (minus).

Contoh : - 9.5 0 C dibulatkan keatas menjadi -9 0 C, disandi dengan M09.


- 0.5 0 C dibulatkan keatas menjadi 0 0 C, disandi dengan M00.

A.13. Kelompok QPHPHPHPH

A.13.1 QPHPHPHPH : nilai QNH dalam satuan hectopascal (milibar) yang diamati, dibu-
latkan kebawah pada angka satuan penuh dilaporkan dengan di-
awali sandi pengenal Q tanpa spasi.

A.13.2 Jika nilai QNH lebih kecil dari 1000 mb, nilai QNH dilaporkan dengan diawali
angka 0.

Contoh : QNH = 995,6 mb, dilaporkan dengan sandi Q0995.


(995,6 mb dibulatkan kebawah menjadi 995 mb)
QNH = 1002,8 mb, dilaporkan Q1002.

Catatan :
 Jika digit pertama dari nilai QNH setelah pengenal Q adalah 0 atau 1, maka nilai
QNH yang dilaporkan adalah dalam satuan hectopascal (hPa).

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
12
 Jika QNH dilaporkan dalam satuan inch air raksa, maka sandi pengenal Q diganti
dengan sandi pengenal A, diikuti dengan nilai QNH dalam satuan, persepuluhan
dan perseratusan inchi air raksa , ditulis tanpa titik desimalnya dan tanpa pembu-
latan. Contoh : QNH 29.91 in disandi dengan A2991, atau QNH 30.27 dilaporkan
dengan sandi A3027 (digit pertama setelah sandi pengenal A adalah 2 atau 3).
 Indonesia menggunakan sandi pengenal Q, atau QNH yang dilaporkan menggu-
nakan satuan hectopascal (milibar)

WS RDRDR
A.14. Kelompok REw’w’ atau (WTSTS/SS’) (RDRDRERCR eReRBRBR)
WS ALL RWY

Kelompok ni merupakan kelompok tambahan (Suplementary Information)

A.14.1 Rew’w’ : recent weather.

Kelompok ini merupakan kelompok informasi tambahan. Untuk


penyebaran berita secara internasional, kelompok informasi
tambahan hanya digunakan untuk melaporkan gejala cuaca yang
telah berlangsung yang bermakna untuk operasional, dan adanya
informasi wind shear di lapisan bawah, suhu permukaan air laut,
keadaan laut dan keadaan rumway sesuai dengan penjanjian
navigasi udara.

A.14.2 Cuaca bermakna yang telah berlangsung Rew’w’.

(a) REw’w’ dapat dilaporkan sampai dengan tiga kelompok informasi gejala
cuaca yang telah berlangsung dan dilaporkan dengan diawali sandi
pengenal RE diikuti dengan singkatan sandi w’w’ tanpa spasi mengikuti
ketentuan A.9. Yang dilaporkan adalah gejala cuaca yang telah berlangsung
sejak laporan cuaca rutin yang terakhir atau pada periode 1 jam terakhir,
tetapi tidak terjadi pada saat pengamatan dilakukan. Phenomena-phnomena
cuaca yang harus dilaporkan meliputi :
 Endapan beku /freezing presipitation
 Drizzle, hujan atau salju dengan intensitas sedang dan kuat ( mod-
erate or heavy drizzle, rain or snow)
 Hujan disertai dengan batu es, butir-butir es dan butir-butir salju es
dengan intensitas sedang dan kuat (moderate or heavy hail/small hail,
ice pellets and snow pellets).
 Hembusan salju dengan intensitas sedang dan kuat termasuk badai
salju (moderate or heavy blowing snow, including snow storm)
 Badai pasir atau badai debu (sandstorm or duststorm)
 Badai guntur (thunderstorm)
 Funnel clouds (tonado atau water-spout)
 Debu gunung api (vulcanic ash)

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
13
Jika pengamatan menggunakan peralatan sistem otomatis, dan jenis enda-
pan tidak dapat diidentifikasi, maka kelompok ini dilaporkan REUP.

(b) Tanpa memperhatikan karakteristik endapan, gejala cuaca hanya dilaporkan


sebagai cuaca yang telah berlangsung (recent weather), jika phenomena cu-
aca yang sama, intensitasnya sama besar atau lebih kuat maka tidak dila-
porkan sebagai present weather.

Contoh :
 Jika 20 menit sebelum pengamatan terjadi hujan tipe shower dengan
intensitas kuat (heavy rain shower), sedangkan pada jam pengamatan
terjadi hujan dengan intensitas sedang maka w’w’ dilaporkan sebagai
RA dan kelompok REw’w’ dilaporkan sebagai RERA,
 Sebaliknya jika terjadi hujan dengan intensitas sedang 20 menit sebe-
lum jam pengamatan, sedangkan pada jam pengamatan terjadi hujan
tipe shower dengan intensitas sedang ( w’w’ dilaporkan sebagai
SHRA), maka Rew’w’ tidak perlu dilaporkan.

WS RDRDR
A.14.3 Wind shear di lapisan bawah atau
WS ALL RWY

A.14.4 WS RDRDR
WS : kode sandi adanya wind share
R : runway dimana terjadi wind share.
DRDR : arah runway dimana terjadi wind share (mengikt ketentuan A.8.2)

Setiap kali diperoleh informasi adanya wind shear di lapisan bawah sepanjang lin-
tasan tinggal landas atau pendekatan, yang terjadi diantara permukaan runway
sampai lapisan ketinggian 500 meter (1600 feet), maka harus dilaporkan menggu-
nakan kelompok sandi WS RDRDR .
Penggunaan sandi penunjuk runway DRDR mengikuti ketentuan A.7.3

Contoh : pada runway 120 – 300 terjadi wind shear , maka kelompok ini
dilaporkan WS R12

A.14.5 WS ALL RWY


WS : kode sandi adanya wind share
ALL RWY : All runway.

Jika wind shear yang terjadi berpengaruh pada semua runway yang ada di bandara,
maka dilaporkan menggunakan sandi WS ALL RWY

A.14.6 Informasi tambahan diluar ketentuan A. 14.4 dan A.14.5. tidak perlu dilaporkan,
kecuali jika ada ketentuan regional.

A.15 (WTSTS/SS’)

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
14
Kelompok ini melaporkan suhu permukaan air laut dan keadaan laut hanya untuk
stasiun meteorologi penerbangan yang berada di pantai dan ditujukan untuk
operasi helikopter.
W : kode sandi keadaan air laut.
TSTS : suhu permukaan air laut, dilaporkan mengikuti ketentuan A.12
SS’ : keadaan air laut dan dilaporkan sesuai tabel 3700.

Contoh : suhu permukaan air laut 25,50 C dan keadaan air laut gelombang sedang
(tinggi 1,5 m). Maka kelompok ini dilaporkan W26/04.

A.16 Keadaan runway (RDRDRERCR eReRBRBR)


Informasi keadaan runway yang disediakan oleh otoritas bandara.

R : sandi pengenal keadaan runway.


DRDR : arah runway
ER : banyaknya runway yang digunakan untuk pendaratan (lihat tabel
0919)
CR : luasnya runway yang tertutup endapan.(lihat tabel 0519)
eReR : ketebalan endapan yang menggenangi runway (lihat tabel 1079)
BRBR : koefisien gesekan/braking action (lihat tabel 0366).

Jika bandara tertutup oleh endapan salju yang hebat, maka kelompok keadaan runway
disandi SNOCLO. Jika endapan yang terjadi pada salah satu runway atau seluruh runway
di bandara telah berakhir, maka kelompok ini dilaporkan dengan menggunakan 6 (enam)
digit yaitu kata sandi CLRD//.

B. TREND FORECAST

Catatan :
Kriteria perubahan kondisi cuaca yang dianggap penting untuk dilaporkan se-
bagai prakiraan kecenderungan perubahan (TREND forecast), ditentukan den-
gan kriteria-kriteria seperti pada bagian C

B.1 Dalam laporan METAR atau SPECI, prakiraan kecenderungan perubahan


dilaporkan dalam bentuk sandi.

B.2 TTTTT : indikator perubahan yang diisi dengan notasi BECMG atau
TEMPO.
Jika diprakirakan ada kecenderungan terjadi perubahan yang berarti untuk salah
satu atau beberapa unsur cuaca yang diamati, seperti angin permukaan, visibility
horisontal, present weather, awan atau vertikal visibility dan dianggap cukup
bermakna serta memenuhi kriteria perubahan yang telah ditetapkan.

B.3 TT : notasi pengenal waktu GGgg, diawali dengan notasi pengenal TT


= FM (from); TL (until) atau AT (at), diikuti tanpa spasi dengan waktu yang sesuai
untuk menunjukkan waktu awal (FM) dan akhir (TL) dari proses perubahan yang
diprakirakan akan terjadi, atau waktu (AT) dimana kondisi yang spesifik
diprakirakan terjadi.

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
15
B.4 Indikator perubahan BECMG digunakan untuk menjelaskan proses perubahan
kondisi meteorologi yang diduga akan mencapai atau melampaui kriteria batas
ambang yang telah ditentukan , terjadi baik dengan laju yang teratur atau tidak
teratur.

B.5 Perubahan-perubahan kondisi meteorologi yang mencapai atau melampaui kriteria


batas ambang yang telah ditentukan , harus dinyatakan dalam pelaporan prakiraan
kecenderungan perubahan sebagai berikut :

(a) Jika proses perubahan berlangsung diantara periode prakiraan yang


ditunjukkan oleh indikator perubahan BECMG diikuti pengenal waktu FM
dan TL secara berurutan dengan kelompok waktu yang sesuai, untuk
menunjukkan waktu awal dan akhir dari proses perubahan.
Contoh, untuk periode prakiraan antara jam 1000 – 1200 UTC, proses
perubahan diantara periode prakiraan ditunjukkan dengan : BECMG
FM1030 TL1130.

(b) Jika awal dari proses perubahan sama dengan awal waktu periode
prakiraan, dan proses perubahan yang diprakirakan terjadi sebelum akhir
waktu periode prakiraan : dengan indikator perubahan BECMG diikuti
pengenal waktu TL dengan kelompok waktu yang sesuai (pengenal waktu
FM diabaikan), untuk menunjukkan waktu berakhirnya proses perubahan.
Contoh, untuk periode prakiraan antara jam 1000 – 1200 UTC, waktu dari
proses perubahan ditunjukkan dengan : BECMG TL1100;

(c) Jika awal dari proses perubahan terjadi diantara periode prakiraan, dan
berakhirnya proses perubahan sama dengan waktu berkahirnya periode
prakiraan : dengan indikator perubahan BECMG diikuti pengenal waktu
FM dengan kelompok waktu yang sesuai (pengenal waktu TL diabaikan),
untuk menunjukkan awal waktu terjadinya perubahan. Contoh, untuk
periode prakiraan antara jam 1000 – 1200 UTC, waktu terjadinya
perubahan ditunjukkan dengan dengan : BECMG FM1100;

(d) Jika waktu terjadinya perubahan dapat diprakirakan secara khusus diantara
periode prakiraan : dengan indikator perubahan BECMG diikuti pengenal
waktu AT dengan kelompok waktu yang sesuai, untuk menunjukkan waktu
terjadinya perubahan. Contoh, untuk periode prakiraan antara jam 1000 –
1200 UTC, waktu terjadinya perubahan ditunjukkan dengan dengan :
BECMG AT1100;

(e) Jika kecenderungan perubahan diprakirakan terjadi tepat tengah malam


UTC, kelompok waktu harus ditunjukkan :

 dengan 0000 jika digunakan notasi pengenal FM atau AT


 dengan 2400 jika digunakan dentuk notasi pengenal TL

B.6 Jika awal dan akhir perubahan diprakirakan sama dengan awal dan akhir periode
prakirakan, atau jika perubahan diprakirakan terjadi diantara periode prakirakan ,
tetapi tidak dapat ditentukan secara pasti , maka perubahan ditunjukkan hanya

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
16
dengan indikator perubahan BECMG ( notasi pengenal FM, TL dan AT, serta
kelompok waktu diabaikan).

B.7 Indikator perubahan TEMPO digunakan untuk menjelaskan bahwa kondisi


meteorologi diduga akan berfluktuasi secara temporer mencapai atau melampaui
kriteria batas yang telah ditentukan. Setiap fluktuasi perubahan berlangsung
kurang dari 1 (satu) jam, dan jika dijumlah untuk seluruh periode berlangsungnya
fluktuasi perubahan, kurang dari 50 % dari periode waktu prakiraan.dimana
fluktuasi perubahan diduga akan terjadi.

B.8 Periode fluktuasi temporer kondisi meteorologi yang mencapai atau melampaui
kriteria batas ambang yang telah ditentukan , harus dinyatakan dalam pelaporan
prakiraan kecenderungan perubahan sebagai berikut :

(a) Jika periode fluktuasi berlangsung diantara periode prakiraan : dengan


indikator perubahan TEMPO diikuti pengenal waktu FM dan TL secara
berurutan dengan kelompok waktu yang sesuai, untuk menunjukkan waktu
awal dan akhir dari proses fluktuasi. Contoh, untuk periode prakiraan antara
jam 1000 – 1200 UTC, proses fluktuaasi diantara periode prakiraan
ditunjukkan dengan : TEMPO FM1030 TL1130;

(b) Jika awal dari proses fluktuasi sama dengan awal waktu periode prakiraan,
dan berakhir sebelum akhir periode waktu prakiraan : dengan indikator
perubahan TEMPO diikuti pengenal waktu TL dengan kelompok waktu
yang sesuai (pengenal waktu FM diabaikan), untuk menunjukkan waktu
berakhirnya proses fluktuasi. Contoh, untuk periode prakiraan antara jam
1000 – 1200 UTC, waktu dari proses fluktuasi ditunjukkan dengan :
TEMPO TL1130;

(c) Jika awal dari proses fluktuasi berlangsung diantara periode prakiraan, dan
berakhirnya proses fluktuasi sama dengan waktu berkahirnya periode
prakiraan : dengan indikator perubahan TEMPO diikuti pengenal waktu FM
dengan kelompok waktu yang sesuai (pengenal waktu TL diabaikan), untuk
menunjukkan awal waktu dari proses fluktuasi. Contoh, untuk periode
prakiraan antara jam 1000 – 1200 UTC, waktu terjadinya proses fluktuasi
ditunjukkan dengan dengan : TEMPO FM1030;

B.9 Jika awal dan akhir periode fluktuasi sama dengan awal dan akhir periode
prakirakan, maka periode fluktuasi temporer ditunjukkan hanya dengan indikator
perubahan TEMPO ( notasi pengenal FM dan TL , serta kelompok waktu
diabaikan).

B.10 Hanya unsur-unsur yang diprakirakan berubah secara bermakna yang dilaporkan
mengikuti kelompok TTTTT TTGGgg. Dalam hal perubahan yang bermakna
adalah unsur awan, semua kelompok awan, termasuk setiap lapisan/gugusan awan
yang berbeda dan tidak mengalami perubahan dilaporkan ulang.

B.11 Pelaporan prakiraan kecenderungan perubahan yang bermakna untuk unsur cuaca
w’w’ , menggunakan singkatan sandi yang sesuai dengan ketentuan A.8, dan
dibatasi hanya untuk menunjukkan

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
17
(a) munculnya, berakhirnya, atau perubahan intensitas phenomena cuaca beri-
kut:
- Freezing precipitation;
- Moderate atau heavy precipitation (termasuk shower);
- Duststorm;
- Sandstorm;
- Thunderstorm (dengan precipitation);

(b) munculnya atau berakhirnya intensitas phenomena cuaca berikut :


- Freezing fog;
- Ice crystal;
- Low drifting dust, sand or snow;
- Blowing dust, sand or snow;
- Thunderstorm ( tanpa precipitation);
- Squall;
- Funnel cloud (tornado atau water spout);

B.12 Untuk menunjukkan berakhirnya phenomena cuaca w’w’, digunakan singkatan


sandi NSW (Nil Significant Weather) untuk mengganti kelompok w’w’.

B.13 Jika tidak ada awan dibawah ketinggian 1500 meter (5000 feet) , dan tidak ada
awan Cumulonimbus, maka harus digunakan singkatan sandi NSC, jika kurang se-
suai untuk dinyatakan dengan sandi CAVOK.

B.14 Jika tidak ada 1 (satu) unsurpun mengikuti ketentuan B.2. yang diprakirakan mem-
punyai kecenderungan untuk berubah secara bermakna, ditunjukkan dengan indi-
kator perubahan NOSIG. NOSIG (no significant change) digunakan untuk menya-
takan bahwa kecenderungan perubahan tidak akan mencapai atau melebihi kriteria
batas yang telah ditentukan.

B.15 Kelompok (RMK….)

Sandi penunjuk RMK menyatakan awal dari seksi berita yang berisi informasi
yang berdasarkan ketentuan nasional, dan tidak untuk didistribusikan secara inter-
nasional.

C. KRITERIA PELAPORAN SPECI DAN TREND FORECAST

Kriteria perubahan untuk pelaporan SPECI dan trend forecast, adalah perubahan
atau kecenderungan perubahan elemen-elemen cuaca sebagai berikut :
(1) Jika angin rata-rata berubah arah 600 atau lebih dari yang dilaporkan terak-
hir, dengan kecepatan angin sebelum dan atau sesudah adanya perubahan
10 kt atau lebih.
(2) Jika ada perubahan kecepatan angin rata-rata sebesar 10 kt dari yang dila-
porkan terakhir.

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
18
(3) Jika terjadi perubahan variasi kecepatan angin 10 kt atau lebih terhadap ke-
cepatan angin rata-rata yang dilaporkan terakhir, dengan kecepatan angin
sebelum dan atau sesudah adanya perubahan 15 kt atau lebih.
(4) Jika terjadi perubahan kondisi angin mencapai atau melampaui batas besa-
ran tertentu, yang ditetapkan sebelumnya. Perubahan tersebut akan menye-
babkan :
- Perlunya perubahan landas pacu yang akan digunakan (runway in use).
- Komponen crosswind atau tailwind terhadap landas-pacu berubah
melampaui besaran yang merupakan batas operasi minima suatu tipe
pesawat tertentu di bandar udara setempat.
- Setiap kali terjadi perubahan nilai visibility mencapai atau melampaui
batas :
- 800, 1500 atau 3000 meter.
- 5000 meter, dalam hal jumlah penerbangan yang menggunakan vis-
ual flight rule cukup banyak.
- Jika ada perubahan pengamatan/ pengukuran runway visual range me-
lewati batas nilai 150, 350 , 600 atau 800 meter.
(5) Jika diamati ada perubahan intensitas, diamati mulai terjadi atau berhen-
tinya phenomena-phenomena sebagi berikut :
- freezing precipitation
- freezing fog
- moderate atau heavy precipitation, termasuk showers
- low drifting dust, sand atau snow
- blowing dust, sand atau snow, termasuk snowstorm
- duststorm
- sandstorm
- thunderstorm dengan atau tanpa presipitation
- squall
- funnel cloud (tornado atau waterspout)
(6) Jika tinggi dasar lapisan/gugusan awan paling rendah dengan jumlah dalam
kategori BKN atau OVC berubah mencapai atau melampaui :
- 30, 60, 150, atau 300 meter (100, 200, 500 atau 1000 feet)
- 450 m (1500 feet), dalam hal jumlah penerbangan yang mengguna-
kan visual flight rule cukup banyak.
(7) Jika terjadi perubahan jumlah dari lapisan/ gugusan awan dibawah 450 me-
ter (1500 feet) :
- Dari kategori FEW atau SCT menjadi BKN atau OVC.
- Dari kategori BKN atau OVC menjadi FEW.
- Jika langit menjadi kabur dan ada perubahan visibility vertikal
mencapai atau melampui nilai 30, 60, 150 atau 300 meter (100, 200,
500 atau 1000 feet)

D. CONTOH PELAPORAN METAR

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
19
Berita METAR dari Bandara Internasional YUDO
METAR YUDO 221630Z 24015KT 0600 R12/1000U FG DZ SCT 010 OVC020
17/16 Q1018 BECMG TL 1700 0800 FG BECMG AT 1800 9999 NSW

Artinya :

Berita cuaca setempat dari suatu Bandara International YUDO yang dikeluarkan
pada tanggal 22 bulan yang bersangkutan pukul 16.30 UTC.

Arah angin : 2400 , kecepatan angin 15 knot, visibility 600 meter, RVR pada
runway 12 TDZ 1000 meter, RVR selama 10 menit sebelumnya cenderung
bertambah, keadaan cuaca drizzle dengan intensitas sedang disertai kabut. Awan 3-
4 oktas dengan inggi dasar awan 1000 ft, lapisan awan berikutnya 8 oktas dengan
tinggi dasar awan 2000 ft. Suhu udara 17 0 C, suhu titik embun 16 0 C, tekanan
udara 1018 mb. Trend forecast, diperkirakan pada jam 17.00 UTC visibility
menjadi 800 m dan berkabut, pada jam 18.00 UTC diperkirakan visibility menjadi
10 km atau lebih dan tidak ada cuaca yang signifikan.

E. CONTOH PELAPORAN SPECI

Berita SPECI dari Bandara Internasional YUDO


SPECI YUDO 151115Z 05025G37KT NE1200S 6000M TSRA BKN 005CB
25/22 Q1008 TEMPO TL1200 0600 BECMG AT 1200 8000 NSW NSC.

Artinya :

Berita cuaca terpilih dari suatu Bandara International YUDO yang dikeluarkan
pada tanggal 15 bulan yang bersangkutan pada jam 11.15 UTC.

Arah angin permukaan 0500 , rata-rata kecepatan angin 25 kt (gust) bervariasi


antara 10 kt dan 37 kt, visibility terendah arah utara 1200 m, visibility arah selatan
6000 m, keadaan cuaca hujan dengan intensitas berat disertai guntur , awan CB 5-7
oktas dengan ketinggian 500 ft. Suhu udara 250 C, suhu titik embun 220 C, tekanan
udara 1008 mb. Trend forecast selama 2 jam yang akan datang visibility temporer
600 m dari jam 11.15 – 12.00 UTC, pada jam 12.00 UTC visibility menjadi 8 km,
awan CB menghilang, tidak ada cuaca signifikan dan tidak ada awan yang
signifikan

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
20
abel Sandi 


  TURBULENSI

ANGKA URAIAN
SANDI INTENSITAS KONDISI FREKUENSI
0 Tidak bermakna  
1 Ringan  
2 Sedang Dalam udara cerah Kadang-kadang
3 Sedang Dalam udara cerah Kerap kali
4 Sedang Dalam awan Kadang-kadang
5 Sedang Dalam awan Kerap kali
6 Kuat Dalam udara cerah Kadang-kadang
7 Kuat Dalam udara cerah Kerap kali
8 Kuat Dalam awan Kadang-kadang
9 Kuat Dalam awan Kerap kali

Catatan Tambahan

Tidak bermakna - jika menyebabkan perubahan percepatan < 0,15 g


Ringan - jika menyebabkan perubahan percepatan 0,15 g – 0,5 g
Sedang - jika menyebabkan perubahan percepatan 0,5 g – 1,0 g
Kuat - jika menyebabkan perubahan percepatan > 1,0 g

Terhadap percepatan normal gravitasi bumi (1,0 g ), bias pada arah positip atau negatip.

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
21
Tabel Sandi

hBhBhB : ketinggian batas lapisan turbulensi bagian bawah
hihihi : ketinggian batas lapisan pembekuan bagian bawah
hshshs : ketinggian dasar lapisan /gugusan awan, atau ketinggian pengama-
tan/prakiraan vertical visibility




ANGKA URAIAN
SANDI Dalam meter Dalam Feet
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
  
dst dst dst
  
  
  
  
  
dst dst dst
  
  
 atau lebih atau lebih

Tabel Sandi

Ic Prakiraan pembekuan pada bagian luar pesawat terbang 

ANGKA URAIAN
SANDI INTENSITAS KONDISI
 Tidak ada pembekuan -
 Pembekuan ringan -
 Pembekuan ringan Dalam awan
 Pembekuan ringan Dalam endapan/presipitasi
 Pembekuan sedang -
 Pembekuan sedang Dalam awan
 Pembekuan sedang Dalam awan
 Pembekuan kuat Dalam udara cerah
 Pembekuan kuat Dalam awan
 Pembekuan kuat Dalam endapan/presipitasi

Tabel Sandi 3700

SS’ - keadaan air laut

KETINGGIAN
ANGKA SANDI URAIAN
(m)
 Tenang 0
 Riak gelombang 0 – 0,10
 Gelombang halus 0,10 – 0,50
 Gelombang kecil 0,50 – 1,25
 Gelombang sedang 1,25 – 2,50
 Gelombang kasar 2,50 – 4
Gelombang sangat ka- 4–6
 sar
 Gelombang tinggi 6–9
Gelombang sangat 9 – 14
 tinggi
 Gelombang hebat < 14

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
23
Tabel Sandi 0919

ER - Jenis endapan pada runway

ANGKA SANDI URAIAN


0 Kering dan tidak ada endapan
1 Kabut
2 Sebagian kecil runway basah
3 Runway tertutup embun beku dengan ketebalan > 1mm
4 Salju kering
5 Salju basah
6 Lumpur salju
7 Es
8 Salju padat
9 Pembekuan di lereng bukit
/ Jenis endapan tidak dilaporkan karena runway bersih

Tabel Sandi 0519

CR - Luasnya runway yang tertutup endapan

ANGKA SANDI URAIAN


1 > 10 % runway tertutup endapan
2 11 % - 25 % runway tertutup endapan
3 Reserved
4 Reserved
5 26 % - 50% runway tertutup endapan
6 Reserved
7 Reserved
8 Reserved
9 51 % - 100 % runway tertutup endapan
/ Tidak dilaporkan karena runway clear

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
24
Tabel Sandi 1079

eReR - Ketebalan endapan

ANGKA SAN-
URAIAN (DALAM MILIMETER)
DI
00 Less than 1 mm
01 1 mm
02 2 mm
03 3 mm

89 89 mm
90 90 mm
91 Reserved
92 10 mm
93 15 mm
94 20 mm
95 25 mm
96 30 mm
97 35 mm
98 40 cm atau lebih
99 Runway tidak beroperasi disebabkan karena salju, lumpur salju,
es, salju yang melayang, atau runway ditutup tetapi ketebalan
endapan tidak dilaporkan.
// Ketebalan endapan tidak signifikan atau tidak dapat diukur.

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
25
Tabel Sandi 0366

BRBR - Koefisien gesekan/pengereman

ANGKA
URAIAN
SANDI
00 Koefisien gesekan 0.00
01 Koefisien gesekan 0.01

88 Koefisien gesekan 0.88
89 Koefisien gesekan 0.89
90 Koefisien gesekan 0.90
91 Pengereman halus
92 Pengereman sedang mendekati halus
93 Pengereman sedang
94 Pengereman sedang mendekati sempurna
95 Pengereman sempurna
96 Reserved
97 Reserved
98 Reserved
99 Unreliable
// Keadaan pengereman tidak dilaporkan dan atau runway tidak
beroperasi

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
26
Tabel Sandi


tL - Ketebalan lapisan

ANGKA SANDI URAIAN (DALAM METER)
 Sampai ketinggian puncak awan
 300 m
 600 m
 900 m
 1200 m
 1500 m
 1800 m
 2100 m
 2400 m
 2700 m

Hkm/MyDoc/RC/SK_dan_TTP/2008_METAR_&_SPECI/draftTTP_MET_SPECI_2008_(20agustus)_verhkm_verharmonisasi
27
Tabel Sandi

 w’w’Significant present and forecast weather

QUAIFIER WEATHER PHENOMENA


INTENSITY OR
DESCRIPTOR PRECIPITATION OBSCURATION OTHER
PROXIMITY
    

Light MI Shallow DZ Drizzle BR Mist PO Dust/sand
 whirls
 (dustdevil)
 Moderate BC Patches RA Rain FG Fog
(no qualifier)
 SQ Squalls
 PR Partial SN Snow FU Smoke
 Heavy (covering part 
(well developed of the aero- FC Funnel-cloud
 in the case of drome) SG Snow grain VA Volcanic ash (tornado or
 dust/sand whirls water-spout)
 (dust devil)and
funnel clouds) DR Low drifting IC Ice Crystal DU Widespread
 (diamond dust SS Sand storm
 dust)
 BL Blowing SA Sand
DS Dust storm
PL Ice pellets
VC In the vicinity SH Shower(s) HZ Haze

 GR Hail
TS Thunderstorm

 GS Small hail
FZ Freezing and/or snow
(super cooled) pellets

UP Unknown
Precipitation

Kelompok w’w’ harus disusun dengan urutan dari kolom 1 sampai kolom 5 pada tabel di-
atas, yaitu intensitas (Intensity), diikuti dengan uraiannya (descriptor), diikuti dengan phe-
nomena cuaca. Contoh : +SHRA ( Heavy (intensitas), Showers (deskripsi), dan rain (phe-
nomena cuaca)

28
Penjelasan Tabel 4678 :

(1) Tabel 4678 digunakan sesuai dengan ketentuan A.9. Instruksi METAR/SPECI

(2) Jika ada lebih dari 2 bentuk endapan yang tejadi, dua-duanya digabungkan, jenis endapan
yang dominan dilaporkan lebih dahulu, misalnya +SNRA ( phenomena salju/snow lebih
dominan daripada phenomena hujan).

(3) Jika ada lebih dari satu phenomena cuaca, selain dari jenis endapan, dua-duanya dilaporkan
dengan penulisan w’w’ secara terpisah, sesuai dengan urutan kolom pada tabel, contohnya
–DZ FG.

(4) Intensitas hanya digunakan untuk menunjukkan intensitas endapan/presipitasi, endapan


dengan kualifikasi showers dan/atau disertai thunderstorm, blowing dust, sand atau snow,
duststorm atau sandstorm.

(5) Dust/sand whirls atau Funnel clouds (tornadoes atau water-spout), harus dilaporkan dengan
menggunakan indikator intensitas +, misalnya +FC.

(6) Hanya satu deksriptor phenomena cuaca yang boleh digunakan, contoh -FZDZ .

(7) Deskriptor MI, BC, dan PR, hanya dapat dikombinasikan dengan phenomena kabut (FG),
misalnya MIFG.

(8) Deskriptor DR (low drifting) hanya dapat dikombinasikan dengan adanya phenomena
cuaca debu /dust (DU), pasir /sand (SA), atau salju /snow (SN), jika terangkat oleh
hembusan angin sampai pada ketinggian kurang dari 2 meter diatas permukaan tanah.
Contoh : DRDU

(9) Deskriptor BL (blowing) digunakan untuk menunjukkan adanya debu /dust, (DU), pasir
/sand, (SA) atau salju /snow, (SN) jika terangkat oleh hembusan angin pada ketinggian 2
meter atau lebih. Misalnya BLSN.

(10) Jika terjadi blowing snow , dan diamati juga adanya salju yang jatuh dari awan, kedua phe-
nomena cuaca tersebut dilaporkan, sebagai SN BLSN. Jika blowing snow terjadi dengan
intensitas yang kuat, dan pengamat tidak dapat menentukan adanya salju yang jatuh dari
awan, hanya dilaporkan sebagai +BLSN.

(11) Deskriptor SH, hanya dapat dikombinasikan dengan satu atau lebih phenomena endapan
dengan singkatan sandi RA, SN, PL, GR atau GS, untuk menunjukkan endapan yang ter-
jadi pada saat pengamatan, bertipe showers. Misalnya SHSN.

29
(12) Deskriptor TS hanya dapat dikombinasikan dengan satu atau lebih phenomena endapan
dengan singkatan sandi RA, SN, PL, GR atau GS, untuk menunjukkan endapan yang ter-
jadi di lingkungan bandara disertai thunderstorm. Misalnya TSSNGS.

(13) Deskriptor FZ hanya dapat dikombinasikan dengan phenomenan-phenomena dengan


singkatan sandi FG, DZ, dan RA. Misalnya FZRA

(14) UP hanya digunakan untuk laporan dengan menggunakan peralatan otomatis dan tidak da-
pat menentukan jenis endapan.

(15) Kualifikasi SH digunakan untuk menunjukkan karakteristik endapan/presipitasi dari jenis


shower. Jika dilaporkan dengan VC sesuai ketentuan (19) maka spesifikasi jenis dan inten-
sitas endapan tidak perlu dilaporkan. Contoh : VCSH

Catatan :
Shower dihasilkan oleh awan-awan konvektiv dengan karakteristik mulai
secara tiba-tiba dan biasanya berakhir dengan cepat, kadang-kadang
mempunyai variasi intensitas endapan yang besar. Butirannya berukuran lebih
besar dari pada butiran endapan yang lain. Pada shower terdapat awan-awan
stratus disela-sela awan cumulonimbus.

(16). Kualifikasi TS digunakan untuk melaporkan terjadinya thunderstorm, ketika guntur terden-
gar dalam selang waktu 10 menit sebelum jam pengamatan. Jika terjadi endapan, pelaporan
sandi TS diikuti dengan singkatan sandi jenis endapan yang terjadi tanpa spasi. Jika tidak
ada endapan, TS menunjukkan bahwa thunderstorm terjadi di lingkungan bandara.

Catatan :
Thunderstorm dianggap terjadi di bandara, pada saat guntur pertama kali terdengar,
tanpa harus disertai kilat yang terlihat atau tanpa endapan yang diamati di
bandara.Thunderstorm dianggap tidak terjadi di bandara, dan dianggap berakhir
setelah selama 10 menit sejak guntur yang didengar terkahir kali, tidak ada lagi suara
guntur.

(17). Kualifikasi FZ, digunakan hanya untuk menunjukkan karakteristik butir-butir air lewat
dingin atau jenis endapan lewat dingin (super cold).

Catatan :
 Untuk semua gejala kabut dengan titik-titik air pada temperatur < 00 C, harus
dilaporkan sebagai freezing fog (FZFG).
 Untuk jenis endapan lewat dingin dengan karakteristik shower, kualifikasi FZ
tidak digunakan.

30
(18). Jika phenomena cuaca diamati terjadi di sekitar kawasan bandara, untuk menunjukkan ke-
beradaannya digunakan sandi VC . VC hanya digunakan untuk melaporkan gejala-gejala
cuaca : TS, DS, SS, FG, FC, SH, PO, BLDU, BLSA, dan BLSN dan VA.

Catatan :
VC menunjukkan bahwa cuaca tidak terjadi di lingkungan bandara , tetapi diamati ti-
dak antara 8 km sampai 16 km dari titik referensi pengamatan.

(19). Sandi GR digunakan untuk melaporkan adanya hujan es (rambun), bila diameter butiran es
5 mm atau lebih. GS (small hail) digunakan untuk melaporkan hail dengan diameter butiran
kurang dari 5 mm dan atau butir-butir salju.

(20). IC digunakan untuk menunjukkan hablur es (diamond dust) , untuk w’w’ = IC dilaporkan
jika karena phenomena ini visibility mendatar berkurang menjadi 5000 m atau kurang.

(21). Sandi FU, HZ, DU, dan SA (kecuali DRSA), digunakan hanya ketika kekaburan
pandangan yang terjadi lebih disebabkan oleh lithometeor, dan visibility yang dilaporkan
bersamaan dengan gejala yang dilaporkan berkurang menjadi 5000 m atau kurang.

(22). Sandi BR digunakan untuk melaporkan sandi w’w’, jika kekaburan pandangan yang
disebabkan adanya butir-butir air (water droplets) atau kristal es (ice crystal), menyebabkan
visibility menjadi paling pendek 1000 m dan tidak lebih dari 5000 m.

(23). Sandi FG digunakan untuk melaporkan sandi w’w’ tanpa penunjuk pengurai MI, BC atau
VC, jika kekaburan pandangan yang disebabkan adanya butir-butir air atau kristal es
(sebagai fog atau ice Fog), menyebabkan visibility menjadi kurang dari 1000 m.

(24). Sandi MIFG digunakan untuk melaporkan sandi w’w’, jika visbility pada ketinggian 2 m
diatas tanah adalah 1000 m atau lebih, sedang visibility pada lapisan kabut/fog kurang dari
1000 m.

(25). Sandi VCFG digunakan untuk melaporkan sandi w’w’, jika untuk setiap jenis fog (kabut)
yang diamati terjadi disekitar lingkungan bandara ( tidak di bandara).

(26). Sandi BCFG digunakan untuk melaporkan sandi w’w’, jika beberapa gugusan kabut
tersebar di beberapa bagian wilayah bandara. Singkatan PRFG digunakan, jika hanya
sebagian wilayah bandara yang tertutup kabut; visibility pada gugusan kabut kurang dari
1000 meter dan ketebalan kabut paling tidak 2 meter dari permukaan tanah.

31
Catatan :
BCFG hanya digunakan, jika vivibility dibeberapa bagian bandara adalah 1000 m
atau lebih, meskipun ketika ada gugusan kabut didekat titik pengamatan, vivibility
minimum yang dilaporkan untuk sandi VVVVD V kurang dari 1000 m.

(28). Sandi SQ digunakan untuk melaporkan adanya squall, jika kecepatan angin yang diamati
paling kurang 16 knots secara mendadak meningkat menjadi 22 knots atau lebih, dan
berlangsung tidak kurang dari 1 menit.

(29). UP hanya digunakan untuk laporan dengan menggunakan peralatan otomatis dan tidak
dapat mentukan jenis endapan. UP dapat dikombinasikan dengan karakteristik cuaca FZ,
SH dan TS.

32
MATRIK KOMBINASI SANDI PHENOMENA CUACA
SESUAI TABEL SANDI 4678

QUALIFIER
Intensity or Proximity Descriptor
WX PHENOMENA Low Thunder
Light Moderate Heavy Vicinity Shallow Partial Patches Blowing Shower(s) Freezing
Drifting storm
- + VC MI PR BC DR BL SH TS FZ
Precipitation
Drizzle DZ -DZ DZ +DZ - - - - - - - - -
Rain RA -RA RA +RA - - - - - - SHRA TSRA FZRA
Snow SN -SN SN +SN - - - - DRSN BLSN SHSN TSSN -
Snow Grains SG SG SG +SG - - - - - - - - -
Ice Crystal IC - IC - - - - - - - - - -
Ice Pellets PE -PE PE +PE - - - - - - SHPE TSPE -
Hail GR - GR - - - - - - - SHGR TSGR -
Small Hail GS - GS - - - - - - - SHGS TSGS -
Thunderstorm, Showers, Freezing and their Intensity or Proximity Indicator
TS - - TS - VCTS - - - - - - - -
TSRA - -TSRA TSRA +TSRA - - - - - - - - -
TSSN - -TSSN TSSN +TSSN - - - - - - - - -
TSPE - -TSPE TSPE +TSPE - - - - - - - - -
TSGS - - TSGS - - - - - - - - - -
TSGR - - TSRG - - - - - - - - - -
SH - - - - VCSH - - - - - - - -
SHRA - -SHRA SHRA - - - - - - - - - -
SHSN - -SHSN SHSN +SHSN - - - - - - - - -
SHPE - -SHPE SHPE +SHPE - - - - - - - - -
SHGR - - SHGR - - - - - - - - - -
SGGS - - SGGS - - - - - - - - - -
FZDZ - -FZDZ FZDZ +FZDZ - - - - - - - - -
FZRA - -FZRA FZRA +FZRA - - - - - - - - -
FZFG - - FZFG - - - - - - - - - -

33
QUALIFIER
Intensity or Proximity Descriptor
WX PHENOMENA Low Thunder
Light Moderate Heavy Vicinity Shallow Partial Patches Blowing Shower(s) Freezing
Drifting storm
- + VC MI PR BC DR BL SH TS FZ
Obscurations

Mist BR - BR -
Fog FG - FG - VCFG MIFG PRFG BCFG FZFG
Smoke FU - FU -
Volcanic Ash VA - VA -
Widespread Dust DU - DU - DRDU BLDU
Sand SA - SA - DRSA BLSA
Haze HZ - HZ -

Blowing Phenomena

BLSN - - BLSN - BLSN


BLSA - - BLSA - BLSA
BLDU - - BLDU - BLDU

Other Phenomena

Sand/Dust Whirls PO - - -
Squalls SQ - - -
Funnel Cloud FC - - -
Tornado/Waterspout +FC - - -
Sandstorm SS - SS +SS
Dustorm DS - DS +DS

34
PARAMETER CUACA (PRESENT/FORECAST) WEATHER
SESUAI TABEL SANDI 4678

1. Presipitasi (Endapan).

Presipitasi/endapan adalah setiap bentuk partikel-partikel air, baik cair atau padat., yang jatuh
dari atmosfir ke permukaan bumi. Jenis-jenis presipitasi ini terdiri dari :

a. Drizzle (DZ). Jenis presipitasi yang hampir serba sama berbentuk tetes-tetes kecil
partikel air dengan diameter kurang dari 0,5 mm, satu sama lain berjarak sangat dekat/
rapat. Drizzle tampak seperti melayang mengikuti arus udara, tetapi berbeda dengan ka-
but, drizzle jatuh ke permukaan tanah.

b. Rain (RA). Jenis presipitasi yang sering disebut sebagai hujan, berbentuk tetes-
tetes air dengan diameter lebih dari 0,5 mm, atau tetes air yang lebih kecil, tetapi berbe-
da dengan drizle, antara tetes-tetes air mempunyai jarak yang besar.

c. Snow (SN). Jenis presipitasi yang berbentuk kistal-kristal salju, dengan bentuk
kristal yang bercabang-cabang menyerupai bintang bersudut 6.

d. Snow Grains (SG). Jenis presipitasi yang berupa butiran es sangat kecil, dan ber-
warna putih.

e. Ice Crystal /Diamaond Dust (IC). Jenis presipitasi berupa kristal es yang tidak
bercabang (berbeda dengan snow), dan berbentuk seperti jarum, batang atau lempengan.

f. Ice Pellets (PE). Jenis presipitasi yang berupa butir-butir es yang transparan, berbentuk
bulat atau tidak teratur, kadang-kadang seperti kerucut, dengan diameter kurang
dari 0,5 mm.

Ada 2 jenis Ice Pellets

(1). Butir es yang keras, terdiri dari tetes air hujan yang membeku, atau serpihan-
serpihan salju yang mencair dan membeku kembali menjadi butiran es.
(2). Butiran salju yang menyatu dengan lapisan tipis es dan membeku, baik dari
tetes-tetes yang menyusup disela-selanya, atau dari butiran salju yang mencair
sebagian.

g. Hail (GR). Jenis presipitasi yang berbentuk bulatan-bulatan kecil es, yang jatuh
secara terpisah.

35
2. Obscurations.

Setiap gejala cuaca di atmosfir, selain dari presipitasi, dan menyebabkan berkurangnya visibil-
ity horizontal.

a. Mist (BR). Partikel-partikel air sangat kecil yang masih dapat terlihat, dan
mengambang di atmosfir. Mengurangi jarak pandang hingga kurang dari 5000 meter,
tetapi masih lebih besar atau sama dengan 1000 meter.

b. Fog (FG). Partikel-partikel air kecil yang masih dapat terlihat, mengambang di atmosfir
diatas permukaan tanah, dan mengurangi jarak pandang hingga kurang dari 1000 meter,
dan tidak seperti drizzle, partikel-partikel air tidak jatuh ke permukaan tanah.

c. Smoke (FU). Partikel-partikel kecil yang mengambang di atmosfir, yang dihasilkan


dari proses pembakaran. Dapat menjadi gejala haze, jika smoke sudah meyebar sampai
jarak yang cukup jauh (25 miles sampai 100 miles atau lebih), dan jika partikel yang
besar sudah hilang, dan partikel sisanya menyebar ke segala arah di atmosfir.

d. Volcanic Ash (VA). Partikel-partikel debu yang berasal dari gunung api, dan tetap
mengambang di atmosfir dengan periode waktu yang lama.

e. Widespread Dust (DU). Partikel-partikel debu dari permukaan tanah, atau dari bahan
lainnya, yang mengambang di udara karena terbawa oleh angin, yang dapat terjadi di
sekitar stasiun , dan membatasi jarak pandang horisontal.

f. Sand (SA). Partikel pasir yang terangkat ke udara karena hembusan angin, sampai
pada ketinggian yang cukup, hingga menyebabkan berkurangnya jarak pandang
horisontal.

g. Haze (HZ). Partikel-patikel sangat kecil yang mengambang, partikel tersebut


tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi dalam jumlah yang cukup hingga dapat
menyebabkan udara nampak kabur.

2. Gejala Cuaca Lainnya.

a. Well-developed Dust/ Sand Whirl (PO). Partikel debu atau pasir, yang terangkat
dari permukaan tanah dalam pusaran kolom udara dengan tinggi yang bervariasi dan
diameter yang pendek, sumbu pusaran tegak/ mendekati tegak lurus.

36
b. Squall (SQ). Hembusan angin yang kuat dengan sifat datangnya yang tiba-tiba, ke-
cepatan angin meningkat paling sedikit 16 knots, dan terus berlanjut pada kecepatan 22
knots atau lebih untuk periode waktu paling sedikit 1 menit.

c. Funnel Cloud (Tornado Activity).

(1). Tornado. Pusaran kolom udara yang sangat kuat (violent), pusaran menyentuh
permukaan bumi.

(2). Funnel Clouds. Pusaran kolom udara yang sangat kuat , tetapi pusaran tidak
sampai menyentuh permukaan bumi

(3). Waterspout. Pusaran kolom udara yang sangat kuat, terjadi diatas permu-
kaan air yang luas, dan pusaran menyentuh permukaan air.

d. Sandstorm (SS). Partikel pasir yang terangkat ke udara oleh hembusan angin yang
kuat, partikel pasir terangkat paling rendah setinggi 10 feet, kadang-kadang bisa menca-
pai 50 feet diatas permukaan tanah.

e. Duststorm (DS). Kondisi cuaca buruk dengan karakteristik hembusan angin yang kuat,
menyebabkan partikel debu memenuhi udara meliputi wilayah yang luas.

37
PERATURAN
KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA
NOMOR : KEP. 10 TAHUN 2010

TENTANG

TATA CARA TETAP PELAKSANAAN


AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka memenuhi ketentuan internasional mengenai


Aerodrome Climatological Summary, perlu dilakukan penataan
pelaksanaan pembuatan Aerodrome Climatological Summary;
b. bahwa sehubungan dengan hal tersebut huruf a, maka perlu
menetapkan Tata Cara Tetap Pelaksanaan Aerodrome Climatological
Summary dengan Peraturan Kepala Badan;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi,


Klimatologi, dan Geofisika (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2009 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5058);
2. Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2008 tentang Badan
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika;
3. Keputusan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor
KEP.005 Tahun 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar
Meteorologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi, Stasiun Klimatologi,
dan Stasiun Geofisika sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor
007/PKBMG.01/2006;

1
4. Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor
HK.003/A.1/KB/BMG-2006 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan di Lingkungan Badan Meteorologi dan
Geofisika;
5. Peraturan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika Nomor
SK.38/KT.104/KB/BMG-06 tentang Tata Cara Tetap Pelaksanaan
Pengamatan, Penyandian, Pelaporan dan Pengarsipan data
Meteorologi Permukaan;
6. Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Nomor KEP.03 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika;
7. Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
Nomor KEP.10 Tahun 2009 tentang Penyesuaian Pembacaan
Peraturan Perundang-undangan Badan Meteorologi dan Geofisika
Menjadi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika;

Memperhatikan : 1. Annex 3 To The Convention on ICAO, “Meteorological Service for


International Air Navigation”, 2007 Edition Chapter 8;
2. Technical Regulations Volume II Meteorological Service for
International Air Navigation, 2007 edition, WMO-No. 49;

MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN
GEOFISIKA TENTANG TATA CARA TETAP PELAKSANAAN
AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY.

2
BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang selanjutnya disebut BMKG adalah
Lembaga Pemerintah Non Departemen yang melaksanakan tugas pemerintahan di
bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
2. Stasiun meteorologi adalah stasiun meteorologi untuk pelayanan penerbangan yang
berkedudukan di bandar udara.
3. Aerodrome Climatological Summary yang selanjutnya disebut ACS adalah ringkasan data
klimatologi bandar udara tentang unsur meteorologi tertentu yang berfungsi untuk
mengetahui keadaan cuaca rata-rata sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.
4. Jam penuh (hourly) adalah jam pengumpulan data untuk pembuatan ACS yaitu jam
00.00; 01.00; 02.00; 03.00; 04.00; 05.00; 06.00; 07.00; 08.00; 09.00; 10.00; 11.00; 12.00;
13.00; 14.00; 15.00; 16.00; 17.00; 18.00; 19.00; 20.00; 21.00; 22.00; 23.00.
5. Broken yang selanjutnya disebut BKN adalah jumlah awan terendah yang menutupi langit
sebanyak 5 (lima) sampai 7 (tujuh) oktas.
6. Overcast yang selanjutnya disebut OVC adalah jumlah awan terendah yang menutupi
langit sebanyak 8 (delapan) oktas.

BAB II
RUANG LINGKUP DAN TUJUAN

Pasal 2
Ruang Lingkup Tata Cara Tetap Pelaksanaan ACS meliputi pengumpulan, pengolahan,
pelaporan dan pengarsipan, serta penerbitan ACS.

Pasal 3
Tujuan Tata Cara Tetap Pelaksanaan ACS untuk memberikan pedoman dan standardisasi
bagi stasiun meteorologi dalam pembuatan ACS.

3
BAB III
PENGUMPULAN DATA

Pasal 4
(1) Pengumpulan data untuk pembuatan ACS dilakukan oleh stasiun meteorologi yang jam
operasionalnya 24 (dua puluh empat) jam.
(2) Pengumpulan data untuk pembuatan ACS dilakukan oleh stasiun meteorologi yang jam
operasional stasiun tidak 24 (dua puluh empat) jam dilakukan:
a. sesuai jam operasional;
b. jam penuh; dan
c. oleh petugas pengamat.

Pasal 5
Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 meliputi data:
a. Runway Visual Range (RVR), bagi stasiun yang sudah dilengkapi dengan alat pengukur
RVR;
b. jarak pandang mendatar (visibility);
c. tinggi dasar awan terendah;
d. arah dan kecepatan angin; dan
e. suhu udara permukaan.

Pasal 6
(1) Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a bersumber dari sandi METAR.
(2) Data sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b sampai dengan huruf e bersumber
dari sandi METAR dan/atau sandi Synop.

Pasal 7
(1) Stasiun meteorologi dengan jam operasional 24 (dua puluh empat) jam dan membuat
sandi METAR 24 (dua puluh empat) jam hanya menggunakan sandi METAR dalam
pembuatan ACS.
(2) Stasiun meteorologi dengan jam operasional 24 (dua puluh empat) jam dan tidak
membuat sandi METAR 24 (dua puluh empat) jam dalam pembuatan ACS dilengkapi
dengan sandi Synop.
(3) Stasiun meteorologi dengan jam operasional tidak 24 (dua puluh empat) jam tetap
membuat ACS sesuai dengan jam operasional stasiun.

4
Pasal 8
Jam operasional stasiun meteorologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 dan Pasal 7
sesuai dengan Daftar Jam Operasional Stasiun Meteorologi sebagaimana tercantum dalam
Lampiran I Peraturan ini.

BAB IV
PENGOLAHAN DATA

Pasal 9
Pengolahan data dalam pembuatan ACS dilakukan oleh petugas pengolahan data di setiap
stasiun meteorologi.

Pasal 10
(1) Pengolahan data meliputi:
a. pemasukan data;
b. penghitungan frekuensi kejadian;
c. penghitungan persentase frekuensi kejadian; dan
d. penghitungan rata-rata persentase masing-masing unsur meteorologi.
(2) Pengolahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan
Pengolahan Data ACS sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan ini.

BAB V
PELAPORAN DAN PENGARSIPAN

Pasal 11
Pelaporan dan pengarsipan data untuk pembuatan ACS dilakukan oleh petugas yang
ditunjuk oleh Kepala Stasiun Meteorologi.

Pasal 12
(1) Laporan untuk pembuatan ACS disusun dalam bentuk:
a. tabel Model A untuk frekuensi RVR/Visibility dan/atau tinggi dasar awan terendah pada
keadaan broken (BKN) atau overcast (OVC) yang tercatat pada alat pengamatan;

5
b. tabel Model B untuk frekuensi visibility berdasarkan visual tenaga pengamat;
c. tabel Model C untuk frekuensi tinggi dasar awan terendah pada keadaan BKN atau
OVC berdasarkan visual tenaga pengamat;
d. tabel Model D untuk frekuensi arah dan kecepatan angin pada jam penuh; dan
e. tabel Model E untuk frekuensi suhu udara permukaan pada jam penuh.
(2) Tabel Laporan untuk pembuatan ACS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun
sesuai dengan contoh Tabel sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Peraturan ini.

Pasal 13
(1) Laporan untuk pembuatan ACS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dibuat setiap
bulan dalam bentuk:
a. softcopy dan buku untuk dikirim ke Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim;
b. buku untuk dikirim ke Balai Besar Wilayah; dan
c. softcopy dan buku untuk disimpan di stasiun sebagai arsip.
(2) Pengiriman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b wajib dilakukan
setiap bulan paling lambat tanggal 5 (lima) pada bulan berikutnya.

Pasal 14
(1) Selain pengiriman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (2), stasiun meteorologi
yang melakukan pengamatan kurang dari 5 (lima) tahun wajib melakukan pengiriman
tambahan dengan ketentuan:
a. stasiun yang melakukan pengamatan kurang dari 2 (dua) tahun mengirimkan laporan
pembuatan ACS untuk periode 1 (satu) tahun;
b. stasiun yang melakukan pengamatan kurang dari 3 (tiga) tahun mengirimkan laporan
pembuatan ACS untuk periode 2 (dua) tahun;
c. stasiun yang melakukan pengamatan kurang dari 4 (empat) tahun mengirimkan
laporan pembuatan ACS untuk periode 3 (tiga) tahun; atau
d. stasiun yang melakukan pengamatan kurang dari 5 (lima) tahun mengirimkan laporan
pembuatan ACS untuk periode 4 (empat) tahun.
(2) Pengiriman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dilakukan setiap bulan paling
lambat tanggal 5 (lima) pada bulan berikutnya.

6
Pasal 15
Pengarsipan dilakukan di stasiun meteorologi setempat dalam bentuk softcopy dan buku.

BAB VI
PENERBITAN ACS

Pasal 16
(1) Penerbitan ACS dilakukan oleh Stasiun Meteorologi setempat setiap bulan untuk periode
5 (lima) tahun pada bulan yang sama.
(2) ACS yang diterbitkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi sampul sesuai dengan
Sampul Aerodrome Climatological Summary (ACS) sebagaimana tercantum dalam
Lampiran IV Peraturan ini.

Pasal 17
(1) ACS yang telah diterbitkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 wajib dikirimkan
paling lambat pada tanggal 5 (lima) bulan berikutnya kepada:
a. Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim;
b. Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara; dan
c. Balai Besar Wilayah setempat.
(2) Pengiriman ACS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikirim dalam bentuk:
a. softcopy dan buku kepada Pusat Meteorologi Penerbangan dan Maritim;
b. softcopy dan buku kepada Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara; dan
c. buku kepada Balai Besar Wilayah setempat.

7
BAB VII
PENUTUP

Pasal 18
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Kepala Badan


ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 19 November 2010
KEPALA BADAN METEOROLOGI,
KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA,
ttd.

Dr. Ir. SRI WORO B HARIJONO, M.Sc.


NIP. 19510805 197912 2 001

Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 18 Februari 2011

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

PATRIALIS AKBAR

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011 NOMOR 81

Diundangkan di Jakarta
p ada tanggal

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA


REPUBLIK INDONESIA,

PATRIALIS AKBAR

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 NOMOR

8
LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BMKG
NOMOR : KEP.10 TAHUN 2010
TANGGAL : 19 November 2010

DAFTAR JAM OPERASIONAL STASIUN METEOROLOGI

NO. NAMA STASIUN KELAS BALAI JAM OPERASIONAL

1 Polonia - Medan I 1 24 jam


2 Hang Nadim - Batam I 1 24 jam
3 Soekarno-Hatta - Cengkareng I 2 24 jam
4 Juanda - Surabaya I 3 24 jam
5 Ngurah Rai - Denpasar I 3 24 jam
6 Hasanuddin - Makassar I 4 24 jam
7 Frans Kaisiepo - Biak I 5 24 jam
8 Blang Bintang - Banda Aceh II 1 24 jam
9 Simpang Tiga - Pakan Baru II 1 24 jam
10 Tabing - Padang II 1 24 jam
11 Sultan M. Badaruddin II - Palembang II 2 24 jam
12 Radin Inten II - Bandar Lampung II 2 24 jam
13 Supadio - Pontianak II 2 24 jam
14 A. Yani - Semarang II 2 24 jam
15 Sepinggan - Balikpapan II 3 24 jam
16 Syamsudin Noor - Banjarmasin II 3 24 jam
17 Selaparang - Mataram II 3 24 jam
18 Eltari - Kupang II 3 24 jam
19 Sam Ratulangi - Manado II 4 24 jam
20 Mutiara - Palu II 4 24 jam
21 Pattimura - Ambon II 4 24 jam
22 Jefman - Sorong II 5 24 jam
23 Cut Bau - Sabang III 1 15 jam
24 Malikussaleh - Lhokseumawe III 1 15 jam
25 Tjut Nyak Dien - Meulaboh III 1 12 jam
26 Pinang Sori - Sibolga III 1 24 jam
27 Binaka - Gunung Sitoli III 1 18 jam
28 Kijang - Tanjung Pinang III 1 24 jam
29 Japura - Rengat III 1 24 jam
30 Dabo Singkep III 1 24 jam
31 Sultan Thaha - Jambi III 2 24 jam
32 Depati Parbo - Kerinci III 2 24 jam
33 Pangkal Pinang III 2 24 jam
34 Buluh Tumbang - Tanjung Pandan III 2 24 jam
35 Fatmawati - Bengkulu III 2 24 jam
36 Paloh III 2 12 jam
37 Nanga Pinoh III 2 15 jam
38 Susilo - Sintang III 2 24 jam
39 Pangsuma - Putussibau III 2 15 jam
40 Rahadi Usman - Ketapang III 2 18 jam

9
JAM
NO. NAMA STASIUN KELAS BALAI
OPERASIONAL
41 Budiarto - Curug III 2 24 jam
42 Yuvai Semaring - Long Bawan III 3 9 jam
43 Juwata - Tarakan III 3 24 jam
44 Tanjung Selor III 3 12 jam
45 Kalimarau - Tanjung Redep III 3 24 jam
46 Beringin - Muara Teweh III 3 15 jam
47 Temindung - Samarinda III 3 24 jam
48 Iskandar - Pangkalan Bun III 3 24 jam
49 Tjilik Riwut - Palangka Raya III 3 24 jam
50 Stagen - Kota Baru III 3 15 jam
51 Sumbawa Besar III 3 24 jam
52 Muhammad Salahuddin - Bima III 3 24 jam
53 Satar Tacik - Ruteng III 3 12 jam
54 Wai Oti - Maumere III 3 24 jam
55 Gewayantana - Larantuka III 3 18 jam
56 Mali Kalabahi - Alor III 3 18 jam
57 Mau Hau - Waingapu III 3 24 jam
58 Lekunik Baa - Rote III 3 18 jam
59 Tardamu - Sabu III 3 15 jam
60 Naha - Tahuna III 4 15 jam
61 Lalos - Toli-Toli III 4 24 jam
62 Jalaluddin - Gorontalo III 4 24 jam
63 Bubung - Luwuk III 4 24 jam
64 Kasiguncu - Poso III 4 6 jam
65 Andi Jemma - Masamba III 4 24 jam
66 Pomalaa - Kolaka III 4 15 jam
67 Beto Ambari - Bau Bau III 4 24 jam
68 Gamar Malamo - Galela III 4 15 jam
69 Babullah - Ternate III 4 24 jam
70 Labuha III 4 24 jam
71 Sanana III 4 18 jam
72 Namlea III 4 18 jam
73 Amahai III 4 24 jam
74 Bandanaire - Banda III 4 18 jam
75 Dumatubun - Tual III 4 24 jam
76 Olilit - Saumlaki III 4 24 jam
77 Rendani - Manokwari III 5 24 jam
78 Sujarwo Condro Negoro - Serui III 5 21 jam
79 Mararena - Sarmi III 5 21 jam
80 Torea - Fak Fak III 5 24 jam
81 Nabire III 5 15 jam
82 Wamena III 5 24 jam
83 Sentani III 5 24 jam
84 Utarom - Kaimana III 5 24 jam
85 Enarotali III 5 18 jam
86 Timika III 5 24 jam
87 Tanah Merah III 5 15 jam
88 Mopah – Merauke III 5 24 jam

10
JAM
NO. NAMA STASIUN KELAS BALAI
OPERASIONAL
89 Aek Godang IV 1 12 jam
90 Tanjung Balai Karimun IV 1 12 jam
91 Nunukan IV 3 12 jam
92 Haji Asan - Sampit IV 3 12 jam
93 Buntok IV 3 12 jam
94 Komodo - Labuan Bajo IV 3 12 jam
95 Pongtiku - Tana Toraja IV 4 12 jam

KEPALA BADAN METEOROLOGI,


KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA,

ttd.

Dr. Ir. SRI WORO B. HARIJONO, M.Sc


NIP. 19510805 197912 2 001

11
LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BMKG
NOMOR : KEP.10 TAHUN 2010
TANGGAL : 19 November 2010

Pengolahan Data ACS

Cara menghitung data

a. Menentukan Total Number of Observation/TNO, dengan cara menghitung jumlah jam


pengamatan dalam 1 (satu) bulan (periksa keterangan 1);
b. Menentukan frekuensi kejadian pada bulan yang bersangkutan dengan cara
menghitung banyaknya kejadian masing-masing unsur (tabel ACS model A, B, C, D,
dan E) selama 1 (satu) bulan (periksa keterangan 2.a dan 2.b);
c. Menjumlah masing-masing frekuensi kejadian unsur meteorologi ke dalam tabel ACS
model A, B, C, D, dan E (periksa keterangan 3);
d. Menghitung persentase setiap kejadian untuk tabel ACS model A, B dan C dan E
dengan rumus :

Persentase (%) x i
x100%
n
Dimana :
xi : frekuensi kejadian
n : jumlah hari dalam bulan yang bersangkutan
(periksa keterangan 4)

e. Menghitung mean pada baris terakhir untuk setiap kolom untuk tabel ACS model A,
B,C dan E.
Harga Mean dirumuskan sebagai :

xi
x
h
Dimana :
x : harga rata-rata pada tiap kolom.
xi : jumlah frekuensi kejadian pada tiap kolom.
h : jumlah jam pengamatan setiap hari.

(periksa keterangan 4)

Keterangan :

1. Untuk stasiun meteorologi beroperasi 24 jam, maka jumlah pengamatan dalam bulan
Juni = 24 x 30 = 720 (untuk 1 jenis pengamatan yang dilakukan setiap jam);

12
2.a. Pencatatan data
Tabel 1. Tabel Pencatatan Data

RVR / Hs VIS / Hs
TIME
< 100 < 200 < 400 < 800 <1500 <3000 <5000 <8000
(UTC)
- - <150 <200 <300 <1000 <1500 <2000
/ /
01
/ / / /
// ////
02

21
/ //// //// /
//// //// ////
22
// ///
23

2.b. Pengisian kolom


2.b.1 Model A
Bilamana pada jam tertentu tercatat tinggi dasar awan terendah Hs = 250 ft
dan visibility = 4000 m (sekaligus 2 jenis pengamatan), maka pada kolom
Hs<300 dicatat 1 kali kejadian, kolom Hs<1000 dicatat 1 kali kejadian, kolom
Hs<1500 dicatat 1 kali kejadian dan kolom Hs<2000 dicatat 1 kali kejadian.
Bersama itu juga pada kolom Vis<5000 dicatat 1 kali kejadian dan kolom
Vis<8000 dicatat 1 kali kejadian.
2.b.2 Model B
Bilamana pada jam tertentu tercatat visibility = 4000 m, maka pada kolom
Vis<5000 dicatat 1 kali kejadian dan kolom Vis<8000 dicatat 1 kali kejadian,
pada jam yang sama;
2.b.3 Model C
Bilamana pada jam tertentu tercatat tinggi dasar awan terendah Hs = 250 ft,
maka pada kolom Hs<300 dicatat 1 kali kejadian, kolom Hs<1000 dicatat 1
kali kejadian, kolom Hs<1500 dicatat 1 kali kejadian dan kolom Hs<2000
dicatat 1 kali kejadian;
2.b.4 Model D
Melakukan pencatatan arah dan kecepatan angin setiap jam.
Jenis angin calm dan variabel ditentukan berdasarkan kriteria yang telah
berlaku.
Menghitung persentase masing-masing harga pada setiap baris dan kolom
isian dengan rumus :
k
xi
Persentase (%) = i 1
k
x100%
ni
i 1

Dimana :
xi : banyaknya kejadian.
ni : jumlah seluruh data pengamatan (TNO).
k : selang waktu periode ACS.

Jika period of record adalah 2008–2009 maka rumus di atas menjadi :


x(2008) x(2009)
Frekuensi(%) x100%
n(2008) n(2009)

13
3. Contoh data frekuensi RVR/Hs dan VIS/Hs bulan Juni 2008 model A

Tabel 2. Tabel Contoh Data Frekuensi RVR/Hs dan VIS/Hs


bulan Juni 2008 model A
FREQUENCIES (PER CENT) OF THE OCCURANCE OF RUNWAY VISUAL
RANGE/VISIBILITY (BOTH IN METRES) AND/OR HEIGHT OF THE BASE OF THE
LOWEST CLOUD LAYER (IN FEETS) OF BKN OR OVC EXTENT BELOW SPECIFIED
VALUES AT SPECIFIED TIMES
TIME RVR / Hs VIS / Hs
(UTC) < 100 < 200 < 400 < 800 <1500 <3000 <5000 <8000
- - <150 <200 <300 <1000 <1500 <2000
1 1
01
1 1 1 1
2 4
02

03

04

….

….

….

….

15

16

17

18

19

20

21
1 5 6
4 10
22
2 3
23

Mean
Remarks :

14
4. Contoh perhitungan ACS model A.

4.a Perhitungan ACS untuk data 1 (satu) tahun pada bulan tertentu.

Tabel 3. Contoh Perhitungan Persentase Data ACS


Bulan Juni tahun 2008

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL A
AERODROME :…………. MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2008
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 720 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 Z
LATITUDE : … …... LONGITUDE : …….. ELEVATION ABOVE MSL : ….. M

FREQUENCIES (PER CENT) OF THE OCCURANCE OF RUNWAY VISUAL


RANGE/VISIBILITY (BOTH IN METRES) AND/OR HEIGHT OF THE BASE OF THE
LOWEST CLOUD LAYER (IN FEETS) OF BKN OR OVC EXTENT BELOW SPECIFIED
VALUES AT SPECIFIED TIMES
TIME RVR / Hs VIS / Hs
(UTC) < 100 < 200 < 400 < 800 <1500 <3000 <5000 <8000
- - <150 <200 <300 <1000 <1500 <2000
3.2 3.2
01
3.2 3.2 3.2 3.2
6.4 12.0
02

03

04

….

….

….

….

15

16

17

18

19

20

21
3.2 16.1 19.4
12.9 32.3
22
6.5 9.7
23
0.9 0.9
Mean
0.1 0.3 1.1 1.3
Remarks :

15
Setiap Tabular Form, disediakan kop khusus yang harus diisi.
AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY
TABULAR FORM MODEL *1)
AERODROME : *2) MONTH : *3) PERIODE OF RECORD : *4)
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : *5) OBSERVATION TIME : *6)
LATITUDE : *7) LONGITUDE : *8) ELEVATION ABOVE MSL : *9)

Remarks : *10)
Keterangan untuk pengisian tabel:

1) diisi dengan model form


2) diisi dengan nama lapangan terbang
3) diisi dengan bulan yang bersangkutan
4) diisi dengan periode ACS
5) diisi dengan jumlah jam pengamatan
6) diisi dengan jam operasi stasiun
7) diisi dengan lintang
8) diisi dengan bujur
9) diisi dengan ketinggian atas permukaan laut
10) diisi dengan waktu kejadian keadaan ekstrem

Bila kolom harga tidak mencukupi kebutuhan, maka dapat ditambahkan satu
kolom lagi.
Bila satu kolom perlu ditambahkan, maka dapat diletakkan di bagian paling
kanan atau paling kiri.
Bila satu kolom perlu ditambahkan, maka salah satu kolom yang paling tidak
diperlukan sebaiknya dihapus.

16
4.b Perhitungan ACS untuk data 2 (dua) tahun pada bulan tertentu.
Untuk pembuatan ACS selama 2 tahun, caranya dengan menambahkan data
tahun sekarang dengan data pada tahun sebelumnya pada bulan yang sama.

Tabel 4. Data RVR / Hs dan Vis / Hs bulan Juni tahun 2007.

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL A
AERODROME :…………. MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 720 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : …………... LONGITUDE : ………… ELEVATION ABOVE MSL : ….. M

FREQUENCIES (PER CENT) OF THE OCCURANCE OF RUNWAY VISUAL


RANGE/VISIBILITY (BOTH IN METRES) AND/OR HEIGHT OF THE BASE OF THE
LOWEST CLOUD LAYER (IN FEETS) OF BKN OR OVC EXTENT BELOW SPECIFIED
VALUES AT SPECIFIED TIMES
TIME RVR / Hs VIS / Hs
(UTC) < 100 < 200 < 400 < 800 <1500 <3000 <5000 <8000
- - <150 <200 <300 <1000 <1500 <2000
2 2 2 2
01
2 2 3 3
1 1 2 3
02

03

04

….

….

….

….

15

16

17

18

19

20

21
2 4 6
2 5
22
1 3
23

Mean
Remarks :

Bila tabel 2 ditambahkan dengan tabel 4 (seperti halnya menjumlahkan matriks),


maka hasilnya merupakan hasil perhitungan baru dengan : Total number of
observation = 1440 (720+720) dan Period of Record : 2007–2008.

17
Tabel 5. Penjumlahan data bulan Juni 2007 dan 2008.

FREQUENCIES (PER CENT) OF THE OCCURANCE OF RUNWAY VISUAL


RANGE/VISIBILITY (BOTH IN METRES) AND/OR HEIGHT OF THE BASE OF THE
LOWEST CLOUD LAYER (IN FEETS) OF BKN OR OVC EXTENT BELOW SPECIFIED
VALUES AT SPECIFIED TIMES
TIME RVR / Hs VIS / Hs
(UTC) < 100 < 200 < 400 < 800 <1500 <3000 <5000 <8000
- - <150 <200 <300 <1000 <1500 <2000
2 2 3 3
01
3 3 4 4
1 1 4 7
02

03

04

….

….

….

….

15

16

17

18

19

20

21
3 9 12
6 15
22
3 6
23

Mean
Remarks :

18
Contoh pembuatan ACS bulan Juni 2008.

Tabel 6. Data RVR / Hs dan Vis / Hs Bulan Juni tahun 2008.

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL A
AERODROME :…………. MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007-2008
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 1440 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : …………... LONGITUDE : ………… ELEVATION ABOVE MSL : ….. M

FREQUENCIES (PER CENT) OF THE OCCURANCE OF RUNWAY VISUAL


RANGE/VISIBILITY (BOTH IN METRES) AND/OR HEIGHT OF THE BASE OF THE
LOWEST CLOUD LAYER (IN FEETS) OF BKN OR OVC EXTENT BELOW SPECIFIED
VALUES AT SPECIFIED TIMES
TIME RVR / Hs VIS / Hs
(UTC) < 100 < 200 < 400 < 800 <1500 <3000 <5000 <8000
- - <150 <200 <300 <1000 <1500 <2000
0,1 0,1 0,2 0,2
01
0,2 0,2 0,3 0,3
0,1 0,1 0,3 0,5
02

03

04

….

….

….

….

15

16

17

18

19

20

21
0,2 0,6 0,8
0,4 1,0
22
0,2 0,4
23
0 0 0 0
Mean
0 0 0 0
Remarks :

Bila stasiun belum menggunakan fasilitas yang berhubungan dengan RVR,


maka ACS model A tidak dibuat.
Bila stasiun sudah menggunakan fasilitas yang berhubungan dengan RVR,
maka sebaiknya model A dibuat untuk mengganti model B dan model C.

19
5. Pembuatan ACS untuk visibility (Model B) sama seperti pembuatan ACS untuk Model A.
6. Pembuatan ACS untuk ketinggian dasar awan (Model C) sama seperti pembuatan ACS
untuk Model A.
7. Contoh pembuatan ACS untuk arah dan kecepatan angin (Model D).

Tabel 7. Data frekuensi arah dan kecepatan angin bulan Juni 2007

WIND WIND SPEED


DIRECTION 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-45 >45 TOTAL
CALM 102
VARIABLE
35-36-01 6 12 18
02-03-04 4 4
05-06-07 4 5 9
08-09-10 8 2 10
11-12-13 5 3 8
14-15-16 4 3 7
17-18-19 5 5
20-21-22 8 8
23-24-25 8 8
26-27-28 1 2 3
29-30-31 10 5 15
32-33-34 18 22 3 43
TOTAL 18 54 3 240

Tabel 8. Contoh pembuatan ACS bulan Juni 2007

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL D
AERODROME : ……… MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 240 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : …… LONGITUDE : …….. ELEVATION ABOVE MSL : ……….M

FREQUENCIES (PERCENT) OF CONCURRENT WIND DIRECTION (IN 30° SECTOR) AND


SPEED (IN KNOT) WITHIN SPECIFIED RANGES
WIND WIND SPEED
DIRECTION 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-45 >45 TOTAL
CALM 42.5
VARIABLE
35-36-01 2.5 5.0 7.5
02-03-04 1.6 1.6
05-06-07 1.6 2.0 3.7
08-09-10 3.3 0.8 4.1
11-12-13 2.0 1.2 3.3
14-15-16 1.6 1.2 2.9
17-18-19 2.0 2
20-21-22 3.3 3.3
23-24-25 3.3 3.3
26-27-28 0.4 0.8 1.2
29-30-31 4.1 2.2 6.2
32-33-34 7.5 9.1 1.2 17.9
TOTAL 33.7 22.5 1.2 100%

Untuk pembuatan tahun 2008, caranya dengan menambahkan data tahun 2007 dan data tahun
2008 sehingga Period of record 2007-2008 dan Total number of observation 480 yaitu
menjumlahkan (240+240).

20
Tabel 9. Data frekuensi arah dan kecepatan angin bulan Juni 2008

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL D
AERODROME : ……… MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 240 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : …… LONGITUDE : …….. ELEVATION ABOVE MSL : ……….M

WIND WIND SPEED


DIRECTION 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-45 >45 TOTAL
CALM 90
VARIABLE
35-36-01 12 28 4 44
02-03-04 6 3 9
05-06-07 3 1 4
08-09-10 4 2 6
11-12-13 4 3 7
14-15-16 5 5
17-18-19 3 3
20-21-22 2 2
23-24-25 4 4
26-27-28 6 6
29-30-31 8 2 1 15
32-33-34 14 28 5 2 49
TOTAL 71 67 10 2 240
REMARKS :

Tabel 10. Penjumlahan frekuensi bulan Juni 2007–2008

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL D
AERODROME : ……… MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 480 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : …… LONGITUDE : …….. ELEVATION ABOVE MSL : ……….M

WIND WIND SPEED


DIRECTION 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-45 >45 TOTAL
CALM 192
VARIABLE
35-36-01 18 40 4 62
02-03-04 10 3 13
05-06-07 7 6 13
08-09-10 12 4 16
11-12-13 9 6 15
14-15-16 9 3 12
17-18-19 8 8
20-21-22 10 10
23-24-25 12 12
26-27-28 7 2 9
29-30-31 18 7 1 26
32-33-34 32 50 8 92
TOTAL 152 121 13 2 480
REMARKS :

21
Tabel 11. Hasil yang dilaporkan bulan Juni 2008

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL D
AERODROME : ………. MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007-2008.
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 480 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : ………… LONGITUDE :……… ELEVATION ABOVE MSL :……….. M

FREQUENCIES (PERCENT) OF CONCURRENT WIND DIRECTION (IN 30° SECTOR) AND


SPEED (IN KNOT) WITHIN SPECIFIED RANGES
WIND WIND SPEED
DIRECTION 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-45 >45 TOTAL
CALM 40
VARIABLE
35-36-01 3.8 8.3 0.8 12.9
02-03-04 2.1 0.6 2.7
05-06-07 1.5 1.3 2.8
08-09-10 2.5 0.8 3.3
11-12-13 1.9 1.3 3.2
14-15-16 1.9 0.6 2.5
17-18-19 1.7 1.7
20-21-22 2.1 2.1
23-24-25 2.5 2.5
26-27-28 1.5 0.4 1.9
29-30-31 3.8 1.5 0.2 5.5
32-33-34 6.7 10.4 1.7 18.8
TOTAL 32 25.2 2.7 99.9
REMARKS :

8. Contoh pembuatan ACS untuk temperatur.(Model E)

Melakukan pencatatan suhu udara setiap jam.


Menghitung Total Number Of Observation seperti contoh-contoh sebelumnya.
Frekuensi kejadian ditulis di bawah harga batas yang telah ditentukan sesuai
tabel Model E.

22
Tabel 12. Data frekuensi bulan Juni 2007

TIME TEMPERATUR
(GMT) -5-0 0-5 5-10 10-15 15-20 20-25 25-30 30-35 >35
00 10 20
01 8 22
02 9 21
03 2 6 15 7
04 1 6 14 9
05 4 26
06 3 27
07 30
08 30
09 30
10 30
11 30
12 2 28
13 5 25
14 10 20
15 12 18
16 6 24
17 7 23
18 7 23
19 7 23
20 6 24
21 5 25
22 30
23 30
MEAN
REMARKS :

Menghitung prosentase masing-masing frekuensi pada setiap baris (setiap


baris jumlahnya adalah 100%).

Menghitung Mean (%) dengan menggunakan rumus :

x
Mean(%) x100%
N

Dimana :

Mean (%) : harga rata-rata pada tiap kolom.


x : jumlah frekuensi (persen) pada tiap kolom.
N : banyaknya jam pengamatan dalam satu hari

23
Tabel 13. Hasil perhitungan bulan Juni 2007

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL E
AERODROME : …………....MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 720 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : ……………LONGITUDE : ………… ELEVATION ABOVE MSL : ……… M

FREQUENCIES (PERCENT) OF SURFACE TEMPERATURE (SCREEN) IN SPECIFIED


RANGES OF 5° C AT SPECIFIED TIMES
TEMPERATURE
TIME (GMT)
-5-0 0-5 5-10 10-15 15-20 20-25 25-30 30-35 >35
00 33.3 66.6
01 26.6 73.3
02 30 70
03 6.6 20 50 23.3
04 3.3 20 46.6 30
05 13.3 86.6
06 10 90
07 100
08 100
09 100
10 100
11 100
12 6.6 93.3
13 16.6 83.3
14 33.3 66.6
15 40 60
16 20 80
17 23.3 76.6
18 23.3 76.6
19 23.3 76.6
20 20 80
21 16.6 83.3
22 100
23 100
MEAN(%) 0.4 15.6 81.6 2.2
0
REMARKS : Suhu udara > 35 terjadi pada jam 03 dan 04 GMT

24
Tabel 14. Data frekuensi bulan Juni 2008

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL E
AERODROME : …………....MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2008
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 720 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : ……………LONGITUDE : ………… ELEVATION ABOVE MSL : ……… M

TIME TEMPERATURE
(GMT) -5-0 0-5 5-10 10-15 15-20 20-25 25-30 30-35 >35
00 12 18
01 6 24
02 7 23
03 6 22 2
04 1 6 23
05 1 3 26
06 2 26 2
07 2 27 1
08 3 27
09 30
10 30
11 30
12 4 26
13 3 27
14 12 18
15 12 18
16 10 20
17 9 11
18 9 11
19 5 25
20 6 24
21 5 25
22 4 26
23 4 26
MEAN
REMARKS :

Untuk mengerjakan tahun berikutnya (2008) maka jumlahkan frekuensi pada tahun 2007 dan
2008 sehingga Period of record : 2007–2008 dan Total Number of observation = 1440.

25
Tabel 15. Penjumlahan frekuensi bulan Juni 2007 dan 2008.

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL E
AERODROME : …………....MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007-2008
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 1540 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : ……………LONGITUDE : …………… ELEVATION ABOVE MSL : ……… M

TIME TEMPERATURE
(GMT) -5-0 0-5 5-10 10-15 15-20 20-25 25-30 30-35 >35
00 22 38
01 14 46
02 16 44
03 2 12 37 9
04 2 12 37 9
05 1 7 52
06 5 43 2
07 2 57 1
08 3 57
09 60
10 60
11 60
12 6 54
13 8 52
14 22 38
15 24 36
16 16 44
17 16 44
18 16 44
19 12 48
20 12 48
21 10 50
22 4 56
23 4 56
MEAN
REMARKS

26
Tabel 16. Hasil yang dilaporkan pada bulan Juni 2008.

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL E
AERODROME : …………....MONTH : Juni PERIODE OF RECORD : 2007-2008
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : 1540 OBSERVATION TIME : 00.00 – 23.00 UTC
LATITUDE : ……………LONGITUDE : ……………… ELEVATION ABOVE MSL : ……… M

FREQUENCIES (PERCENT) OF SURFACE TEMPERATURE (SCREEN) IN SPECIFIED


RANGES OF 5° C AT SPECIFIED TIMES
TIME TEMPERATURE
(GMT) -5-0 0-5 5-10 10-15 15-20 20-25 25-30 30-35 >35
00 36.6 63.3
01 23.3 76.6
02 26.6 73.3
03 3.3 20 61.6 15
04 3.3 20 61.6 15
05 1.6 11.6 86.6
06 8.3 71.6 3.3
07 3.3 95 1.6
08 5.0 95
09 100
10 100
11 100
12 10 90
13 13.3 86.6
14 36.6 63.3
15 40 60
16 26.6 73.3
17 26.6 73.3
18 26.6 73.3
19 20 80
20 20 80
21 16.6 83.3
22 6.6 93.3
23 6.6 93.3
MEAN(%) 0.4 16.8 81.3 1.5
REMARKS :

KEPALA BADAN METEOROLOGI,


KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA,

ttd.
Dr. Ir. SRI WORO B. HARIJONO, M.Sc.
NIP. 19510805 197912 2 001

27
LAMPIRAN III PERATURAN KEPALA BMKG
NOMOR : KEP.10 TAHUN 2010
TANGGAL : 19 November 2010

TABEL-TABEL

Setiap ACS disusun dalam bentuk buku, terdiri dari:

a. Tabel Model A untuk frekuensi RVR/Visibility dan/atau ketinggian dasar awan


dari awan terendah pada keadaan broken atau overcast;
b. Tabel Model B untuk frekuensi visibility di bawah suatu harga tertentu pada
waktu tertentu;
c. Tabel Model C untuk frekuensi ketinggian dasar awan dari awan terendah
pada keadaan broken atau overcast;
d. Tabel Model D untuk frekuensi arah dan kecepatan angin pada selang waktu
tertentu; dan
e. Tabel Model E untuk frekuensi temperatur udara permukaan pada range 5°C
pada waktu tertentu.

28
a. Tabel Model A untuk frekuensi RVR/Visibility dan/atau ketinggian dasar awan dari
awan terendah pada keadaan broken atau overcast

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL A
AERODROME : MONTH : PERIODE OF RECORD :
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : OBSERVATION TIME :
LATITUDE : LONGITUDE : ELEVATION ABOVE MSL : M

FREQUENCIES (PER CENT) OF THE OCCURANCE OF RUNWAY VISUAL


RANGE/VISIBILITY (BOTH IN METRES) AND/OR HEIGHT OF THE BASE OF THE
LOWEST CLOUD LAYER (IN FEETS) OF BKN OR OVC EXTENT BELOW SPECIFIED
VALUES AT SPECIFIED TIMES
TIME RVR / Hs VIS / Hs
(UTC) < 100 < 200 < 400 < 800 <1500 <3000 <5000 <8000
- - <150 <200 <300 <1000 <1500 <2000
01

02

03

….

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

Mean
Remarks :

29
b. Tabel Model B untuk frekuensi visibility di bawah suatu harga tertentu pada
waktu tertentu

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL B
AERODROME : MONTH : PERIODE OF RECORD : ......................
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : OBSERVATION TIME : ..............
LATITUDE : LONGITUDE : ELEVATION ABOVE MSL : .... .. M

FREQUENCIES (PER CENT) OF VISBILITY BELOW SPECIFIED VALES


(IN METRES) AT SPECIFIED TIMES
TIME VISIBILITY
(GMT) < 200 < 400 <600 < 800 < 1500 <3000 <5000 <8000
00
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
MEAN (%)

30
c. Tabel Model C untuk frekuensi ketinggian dasar awan dari awan terendah pada
keadaan BKN atau OVC

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL C
AERODROME : MONTH : PERIODE OF RECORD : ......................
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : OBSERVATION TIME : ..............
LATITUDE : LONGITUDE : ELEVATION ABOVE MSL : .... .. M

FREQUENCIES (PER CENT) OF THE HEIGHT OF THE BASE OF THE LOWEST


CLOUD LAYER (FEET) OF BKN OR OVC EXTENT BELOW SPECFIED VALUES AT
SPECFIED TIMES
TIME Hs
(GMT) < 150 < 200 <300 < 500 < 1000 <1500
00
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
MEAN (%)

31
d. Tabel Model D untuk frekuensi arah dan kecepatan angin pada selang waktu tertentu

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL D
AERODROME : MONTH : PERIODE OF RECORD : ......................
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : OBSERVATION TIME : ..............
LATITUDE : LONGITUDE : ELEVATION ABOVE MSL : .... M

FREQUENCIES (PERCENT) OF OCCURENCE OF CONCURRENT


WIND DIRECTION (IN SECTOR 300 ) AND SPEED (IN KNOTS)
WITHIN SPECIFIED RANGES

WIND WIND SPEED


DIRECTION 1-5 6-10 11-15 16-20 21-25 26-30 31-35 36-40 >40 TOTAL
CALM

VARIABEL

35-36-01

02-03-04

05-06-07

08-09-10

11-12-13

14-15-16

17-18-19

20-21-22

23-24-25

26-27-28

29-30-31

32-33-34

TOTAL

32
e. Tabel Model E untuk frekuensi temperatur udara permukaan pada range 5° C
pada waktu tertentu

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


TABULAR FORM MODEL E
AERODROME :......................MONTH :............... PERIODE OF RECORD : ......................
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION :............. OBSERVATION TIME : ....... - ....... UTC
LATITUDE : ........... LONGITUDE : ............. ELEVATION ABOVE MSL : .... .. M

FREQUENCIES (PERCENT) OF SURFACE TEMPERATURE (SCREEN)


IN SPECIFIED RANGES OF 5 0 C AT SPECIFIED TIMES
TIME TEMPERATURE
(GMT) -5 - 0 0-5 5 - 10 10 - 15 15 - 20 20 - 25 25 - 30 30 – 35 >35
00
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
MEAN
(%)

Catatan:
Bila kolom harga tidak mencukupi kebutuhan, maka dapat ditambahkan satu kolom
lagi.
Bila satu kolom perlu ditambahkan, maka dapat diletakkan di bagian paling kanan
atau paling kiri.
Bila satu kolom perlu ditambahkan, maka salah satu kolom yang paling tidak
diperlukan sebaiknya dihapus.

33
Setiap Tabular Form, disediakan kop khusus yang harus diisi.
AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY
TABULAR FORM MODEL *1)
AERODROME : *2) MONTH : *3) PERIODE OF RECORD : *4)
TOTAL NUMBER OF OBSERVATION : *5) OBSERVATION TIME : *6)
LATITUDE : *7) LONGITUDE : *8) ELEVATION ABOVE MSL : *9)

Keterangan untuk pengisian tabel

1) diisi dengan model form


2) diisi dengan nama lapangan terbang
3) diisi dengan bulan yang bersangkutan
4) diisi dengan periode ACS
5) diisi dengan jumlah jam pengamatan
6) diisi dengan jam operasi stasiun
7) diisi dengan lintang
8) diisi dengan bujur
9) diisi dengan ketinggian atas permukaan laut

KEPALA BADAN METEOROLOGI,


KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA,
ttd.

Dr. Ir. SRI WORO B. HARIJONO, M.Sc.


NIP. 19510805 197912 2 001

34
LAMPIRAN IV PERATURAN KEPALA BMKG
NOMOR : KEP.10 TAHUN 2010
TANGGAL : 19 November 2010

(SAMPUL)

AERODROME CLIMATOLOGICAL SUMMARY


(ACS)

Aerodrome : ………………………………..*1)

Month : ………………………………..*2)

Period of record : ………………………………..*3)

Latitude : ………………………………..*4)

Longitude : ………………………………..*5)

Elevation above MSL : ………………………………..*6)

………………………………..*7)

35
Keterangan:

*1) diisi dengan Nama lapangan terbang; Kota


*2) diisi dengan Bulan yang bersangkutan
*3) diisi dengan Periode ACS
*4) diisi dengan Lintang
*5) diisi dengan Bujur
*6) diisi dengan Ketinggian di atas permukaan laut (M)
*7) diisi dengan Nama UPT

KEPALA BADAN METEOROLOGI,


KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA,

ttd.

Dr. Ir. SRI WORO B. HARIJONO, M.Sc.


NIP. 19510805 197912 2 001

36