Anda di halaman 1dari 6

Fisika Terapan

Ultrasound
Dosen: Manogari Sianturi,S.Si,MT

Kelompok 7

Disusun oleh:

Febby Arianti (1562030017)

Chelsea Veranda Cecilya (1562030025)

Nova Fronika Silitonga (1562030026)

Yoshua Santhoso (1562030037)

Akademi Fisioterapi
Universitas Kristen Indonesia
Pengertian

Gelombang adalah gerataran yang merambat. Gelombang juga terdapat pada medium
dimana mereka dapat berjalan dan dapat memindahkan energy dari satu tempat ke tempat lain.
Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak anatra lembah dan bukit
(gelombang transversal) atau rapatan dan renggangan (gelombang longitudinal). Ultrasound
sendiri merupakan gelombang suara yang frekwensinya terlalu tinggi untuk didengar oleh
pendengaran manusia dengan frekuensi lebih dari 20kHz.

Terapi ultrasound adalah suatu terapi dengan menggunakan getaran mekanik gelombang
suara dengan frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Frekuensi yang digunakan dalam Fisioterapi adalah
0,7-3,3 MHz dengan tujuan untuk menimbulkan efek terapeutik. Penetrasi maksimum pada
jaringan lunak terjadi dari 2 sampai 5 cm. Intensitas ultrasound 0,1-5 W/cm². Gelombang suara
ini dasalurkan di sekitar jaringan dan pembuluh darah, gelombang suara tersebut menembus ke
otot sehingga otot menjadi hangat dan otot relaks, oleh karena itu gelombang ultrasound ini
digunakan untuk perawatan otot yang mengalami ketegangan dan kekakuan. Efek dari
pemanasan ini juga berpengaruh pada pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi
darah sehingga membantu proses penyembuhan.

Prinsip Kerja

1. Gelombang frekuensi tinggi dihasilkan oleh transduser

2. Dibutuhkan gel khusus US untuk transmisi gelombang US

3. Gelombang merambat menembus jaringan kulit

4. Gelombang US menimbulkan efek terapeutik pada jaringan yang terkena gelombang

Efek Ultrasound

a) Efek Mekanik

Bila gelombang ultrasound masuk ke dalam tubuh maka akan menimbulkan pemampatan dan
peregangan dalam jaringan sama dengan frekuensi dari mesin ultrasound sehingga terjadi
variasi tekanan dalam jaringan.

b) Efek Panas
Pada jaringan akan menimbulkan efek yang hangat. Panas yang ditimbulkan oleh jaringan tidak
sama tergantung dari nilai pemilihan bentuk gelombang, intensitas yang digunakan dan durasi
pengobatan. Hal ini disebabkan oleh adanya gelombang yang diserap dan dipantulkan.

c) Efek Biologis

Efek lain adalah efek biologis yang merupakan refleks fisiologis dari pengaruh mekanik dan
pengaruh panas. Efek biologis yang ditimbulkan oleh ultrasound antara lain :

i. Meningkatkan sirkulasi darah

Salah satu efek yang ditimbulkan oleh ultrasound adalah panas sehingga tubuh memberikan
reaksi terhadap panas tersebut yaitu terjadinya vasodilatasi

ii. Rileksasi Otot

Dengan adanya efek panas maka akan mengakibatkan vasodilatsi pembuluh darah sehingga
terjadi perbaikan sirkulasi darah yang mengakibatkan rileksasi otot. Hal ini disebabkan oleh
karena zat-zat pengiritasi diangkut oleh darah disamping itu efek vibrasi ultrasound
mempengaruhi serabut afferent secara langsung dan mengakibatkan rileksasi otot.

iii. Meningkatkan Permeabilitas Membran

Melalui mekanisme getaran gelombang ultrasound maka cairan tubuh akan didorong ke
membran sel yang menyebabkan perubahan konsentrasi ion sehingga mempengaruhi nilai
ambang dari sel-sel.

iv. Mempercepat proses penyembuhan jaringan

Dengan pemberian ultrasound akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi pembuluh darah


sehingga meningkatkan suplai bahan makanan pada jaringan lunak dan juga terjadi peningkatan
antibodi yang mempermudah terjadinya perbaikan jaringan yang rusak. Disamping itu akibat dari
efek panas dan efek mekanik yang ditimbulkan oleh ultrasound menyebabkan terjadinya
kerusakan jaringan secara fisiologis yang mengakibatkan terjadinya reaksi radang

v. Mengurangi Nyeri

Nyeri dapat dikurangi dengan menggunakan ultrasound, selain dipengaruhi oleh efek panas juga
berpengaruh langsung pada saraf. Hal ini disebabkan oleh karena gelombang pula dengan
intensitas rendah sehingga dapat menimbulkan pengaruh sedative sehingga diperoleh efek
terapeutik berupa pengurangan nyeri.

Indikasi Ultrasound

 Kelainan-kelainan/penyakit pada jaringan tulang sendi dan otot


 Keadaan-keadaan post traumatik

 Fraktur

 Rheumathoid Arthritis pada stadium tidak aktif

 Kelainan/penyakit pada sirkulasi darah

 Penyakit-penyakit pada organ dalam

 Kelainan/penyakit pada kulit

 Luka bakar

 Jaringan parut oleh karena operasi

 Kontraktur

Kontra Indikasi Ultrasound

x Mata

x Jantung

x Uterus pada wanita hamil

x Tumor dan kanker

x Epiphysela plates

x Testis

x Post laminectomi

x Tumor

x Diabetes Mellitus (DM)

x Trombhoplebitys dan Varises

Prosedur Ultrasound

 Dokter/terapis menanyakan keluhan dan melakukan pemeriksaan


 Membersihkan daerah yang akan diterapi

 Mengatur dosis alat ultrasound

 Mengoleskan gel ultrasound

 Melakukan terapi (±7-10 menit)

 Dokter/terapis akan melakukan pemeriksaan kembali setelah selesai


Daftar Pustaka

https://www.docdoc.com/id/id/info/procedure/ultrasound

http://wahyupalguna.blogspot.co.id/2010/12/ultrasound.html

https://dhaenkpedro.wordpress.com/ultrasound-therapy/