Anda di halaman 1dari 116

INSTRUMEN

EVALUASI DIRI

Sekolah :
NPSN :
Tahun Pelajaran :

PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Jl. Pelabuhan II KM.22 Cikembang Cikembar Sukabumi
INSTRUMEN
EVALUASI DIRI

NTAH KABUPATEN SUKABUMI


ENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KM.22 Cikembang Cikembar Sukabumi
1. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Muatan Kurikulum
Indikator : Isi muata kurikulum : (1). Mata Pelajaran, (2). Muatan Lokal, (3). Kegiatan
Pengembangan Diri, (4). Pengaturan Beban Belajar, (5). Ketuntasan Belajar, (6).
Kenaikan Kelas dan Kelulusan, (7). Pendidikan Kecakapan Hidup, (8). Pendidikan
Berbasis Keunggulan Lokal, (9). Dan lainnya,
Isi Kurikulum SNP yang dilaksanakan sekolah terdiri dari muatan
A. 8-9 muatan C.
B. 6-7 muatan D.

2. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Muatan Kurikulum


Indikator : Jumlah atau jenis panduan pelaksanaan Muatan kurikulum sekolah, yaitu panduan : (1).
Mata Pelajaran, (2). Muatan Lokal, (3). Kegiatan Pengembangan Diri, (4). Pengaturan
Beban Belajar, (5). Ketuntasan Belajar, (6). Kenaikan Kelas dan Kelulusan, (7).
Pendidikan Kecakapan Hidup, (8). Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal, (9). Dan
lainnya,
Dalam pengembangan/penyusunan kurikulum SNP terdapat panduan pelaksanaan muatan dalam tahun terakhir yaitu
memenuhi
A. 8 panduan muatan C.
B. 6-7 panduan muatan D.

3. Komponen / Aspek :
Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip pengembangan Kurikulum
Indikator :
Prinsip/keharusan melibatkan/bersama pihak-pihak terkait (Guru serumpun, MGMPS,
MGMPK, PT, LPMP, Dinas Pendidikan, JarKur, Komite Sekolah, dll)
Pengembangan KURIKULUM SNP di sekolah dilaksanakan dengan prinsip / keharusan melibatkan pihak-pihak
terkait
A. ≥ 8 lembaga C.
B. 5-7 lembaga D.

4. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


Indikator : Prinsip/keharusan mengacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi dengan
pedoman: panduan KURIKULUM, UUSPN 20/2003, PP 19/2005, Permen 22/2006,
Permen 23/2006, Panduan KURIKULUM, dll
Pengembangan KURIKULUM SNP di sekolah dilaksanakan dengan berpedoman kepada
A. ≥ 5 pedoman C.
B. 3-4 pedoman D.

5. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


Indikator : Prinsip umum yang harus dipergunakan adalah mengacu kepada : (1). Berpusat pada
potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan siswa dan lingkungannya. (2).
Beragam dan terpadu. (3). Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni. (4). Relevan dengan kebutuhan kehidupan. (5). Menyeluruh dan
berkesinambungan. (6). Belajar sepanjang hayat, (7). Seimbang antara kepentingan
pusat dan daerah.
Prinsip-prinsip umum yang dipergunakan oleh sekolah dalam pengembangan KURIKULUM SNP antara lain
A. 7 prinsip C.
B. 5-6 prinsip D.

6. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


Indikator : Prinsip/keharusan ketersediaan referensi
Ketersediaan referensi yang memuat prinsip-prinsip pengembangan KURIKULUM SNP di sekolah dalam tahun
terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.
7. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip pengembangan Kurikulum
Indikator : Prinsip multi strategi dalam pengembangan kurikulum SNP melalui : (1).
Workshop/seminar orientasi, sosialisasi, dan pemahaman SKL, SI, dan lainnya yang
relevan, (2). Workshop pengembangan/penyusunan kurikulum, (3). Validasi hasil
penyusunan KURIKULUM, (4). Workshop review dan penyempurnaan, (5).
Pendokumentasian hasil akhir penyusunan KURIKULUM
Strategi, cara, dan mekanisme pengembangan KURIKULUM yang dilakukan dalam tahun terakhir melalui kegiatan
A. 5 kegiatan C.
B. 4 kegiatan D.

8. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


Indikator : Prinsip multi strategi dalam pengembangan kurikulum SNP melalui : (1).
Workshop/seminar orientasi, sosialisasi, dan pemahaman SKL, SI, dan lainnya yang
relevan, (2). Workshop pengembangan/penyusunan kurikulum, (3). Validasi hasil
penyusunan KURIKULUM, (4). Workshop review dan penyempurnaan, (5).
Pendokumentasian hasil akhir penyusunan KURIKULUM
Tingkat keberhasilan kegiatan pengembangan KURIKULUM dalam tahun terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.

9. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip Pelaksanaan kurikulum


Indikator : Prinsip-prinsip umum dalam pelaksanaan kurikulum SNP dalam bentuk pengajaran
adalah : (1). Siswa harus mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, serta
memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan
menyenangkan, (2). Menegakkan 5 pilar belajar, (3). Siswa mendapatkan layanan yang
bersifat perbaikan, pengayaan, dan atau percepatan, (4). Suasana hubungan siswa dan
guru yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, (5).
Menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi
yang memadai, dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, (6).
Mendayagunakan kondisi alam, sosial dan budaya, serta kekayaan daerah, (7).
Diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan
memadai antar kelas dan jenis serta jenjang pendidikan, (8). Penggunaan multimedia
dalam pelaksanaan kurikulum

KURIKULUM SNP yang akan dilaksanakan/diimplementasikan dalam pembelajaran berdasarkan pada prinsip-
prinsip umum
A. 7-8 prinsip C.
B. 5-6 prinsip D.

10. Komponen / Aspek : Kerangka Dasar Kurikulum / Prinsip Pelaksanaan kurikulum


Indikator : Ketersediaan referensi/pedoman/acuan/sumber daya umum
Ketersediaan referensi/pedoman/acuan/sumber daya umum untuk implementasi prinsip-prinsip pelaksanaan
KURIKULUM SNP di sekolah dalam tahun terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.
11. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum
Indikator : Isi/muatan struktur kurikulum SNP dan penyusunannya : (1). Memiliki struktur
kurikulum yang memuat 10 mata pelajaran umum dengan alokasi waktu tiap mapel, (2).
Memiliki struktur kurikulum yang ditambah dengan muatan lokal dan alokasi waktunya,
(3). Penyusunan muatan lokal yang melibatkan berbagai pihak, (4). Memiliki struktur
kurikulum yang memuat program pengembangan diri, (5). Penyusunan program
pengembangan diri yang melibatkan berbagai pihak, (6). Memiliki struktur kurikulum
yang memuat Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL), (7). Penyusunan PBKL
melibatkan berbagai pihak

Isi/muatan dalam struktur KURIKULUM SNP minimal adalah


A. 6-7 muatan C.
B. 4-5 muatan D.

12. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Ketersediaan referensi umum
Ketersediaan referensi umum sebagai panduan dalam pembuatan struktur KURIKULUM di sekolah dalam tahun
terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.

13. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Keterlaksanaan program muatan lokal
Keterlaksanaan program muatan lokal di sekolah dalam tahun terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.

14. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Keberadaan program pengembangan diri
Keberadaan program pengembangan diri di sekolah bersifat ekstrakurikuler dalam tahun terakhir
A. ≥ 5 program C.
B. 3-4 program D.

15. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Keberadaan program pengembangan diri
Keberadaan program pengembangan diri di sekolah bersifat layanan konseling dalam tahun terakhir
A. ≥ 5 program C.
B. 3-4 program D.

16. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Keterlaksanaan program pengembangan diri
Keterlaksanaan program pengembangan diri bersifat ekstrakurikuler di sekolah dalam tahun terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.

17. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Keterlaksanaan program pengembangan diri
Keterlaksanaan program pengembangan diri bersifat layanan konseling di sekolah dalam tahun terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.

18. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Keberadaan program PBKL
Keberadaan program PBKL di sekolah dalam tahun terakhir
A. ≥ 5 program C.
B. 3-4 program D.

19. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Struktur kurikulum


Indikator : Keterlaksanaan program PBKL
Keterlaksanaan program PBKL di sekolah dalam tahun terakhir
A. 90-100 % C.
B. 80-89 % D.

20. Komponen / Aspek : Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Standar dan kompetensi dasar
Indikator : Penjabaran SK dan KD mata pelajaran SNP: untuk 10 mata pelajaran pokok yaitu:
Pendidikan Agama, PKn, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni
Budaya, Pendidikan Jasmani, dan TIK/Keterampilan
Sekolah menjabarkan mata pelajaran dalam SK dan KD dengan benar dan sesuai Permendiknas No 22/2006, yaitu
untuk
A. 10 mata pelajaran C.
B. 7-9 mata pelajaran D.

21. Komponen / Aspek :Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Standar dan kompetensi dasar
Indikator :Memiliki dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap
mata pelajaran/program pendidikan lain: Muatan Lokal
Sekolah menjabarkan mata pelajaran dalam SK dan KD dengan benar untuk mata pelajaran Muatan Lokal
A. Ya C.
B. D.

22. Komponen / Aspek :Struktur Kurikulum Pendidikan Umum / Standar dan kompetensi dasar
Indikator :Memiliki dokumen standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap
mata pelajaran/program pendidikan lain: PBKL
Sekolah menjabarkan mata pelajaran dalam SK dan KD dengan benar untuk mata pelajaran PBKL
A. Ya C.
B. D.

23. Komponen / Aspek : Beban belajar / Tatap muka


Indikator : Penerapan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yaitu dengan 3
ketentuan tatap muka : (1). Satu jam pembelajaran tatap muka berlangsung selama 40
menit, (2). Jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 32 jam, (3). Junlah minggu
efektif per tahun minimal 34 minggu
Beban belajar di sekolah dilaksanakan melalui
A. Tiga (3) cara, yaitu: tatap muka, penugasan C.
B. terstruktur,
Dua (2) caradan kegiatan mandiri tidak terstruktur D.

24. Komponen / Aspek : Beban belajar / Tatap muka


Indikator : Penerapan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yaitu dengan 3
ketentuan tatap muka : (1). Satu jam pembelajaran tatap muka berlangsung selama 40
menit, (2). Jumlah jam pembelajaran per minggu minimal 32 jam, (3). Junlah minggu
efektif per tahun minimal 34 minggu
Penerapan pembelajaran mengacu kepada ketentuan tatap muka, yaitu
A. Tiga (3) ketentuan C.
B. Dua (2) ketentuan D.

25. Komponen / Aspek : Beban belajar / Penugasan terstruktur


Indikator : Pemberian tugas-tugas terstruktur kepada siswa digunakan untuk : (1). Mencapai standar
kompetensi minimal nasional; (2). Mendalami materi ajar.
Mata pelajaran SNP keseluruhan yang berisi program penugasan terstruktur
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

26. Komponen / Aspek :Beban belajar / Penugasan terstruktur


Indikator :Pemberian tugas-tugas terstruktur kepada siswa digunakan untuk : (1). Mencapai standar
kompetensi minimal nasional; (2). Mendalami materi ajar.
Keberadaan/pencantuman tujuan pemberian penugasan terstruktur dari seluruh mapel SNP adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

27. Komponen / Aspek : Beban belajar / Kegiatan mandiri tidak terstruktur


Indikator : Program kegiatan mandiri/tidak terstruktur : (1). Merupakan kegiatan pembelajaran
berupa pendalaman materi oleh siswa; (2). Dirancang g uru untuk mencapai kompetensi
tertentu; (3). Waktu penyelesaiannya diatur oleh siswa sendiri; (4). Waktu kegiatan bagi
siswa maksimal sesuai dengan ketentuan beban belajar pada tingkat SMP

Sekolah memiliki program kegiatan mandiri/tidak terstruktur pada mata pelajaran SNP memenuhi ketentuan-
ketentuan
A. 4 buah C.
B. 3 buah D.

28. Komponen / Aspek : Beban belajar / Kegiatan mandiri tidak terstruktur


Indikator : Keberadaan program tidak terstruktur mapel SNP
Mata pelajaran SNP keseluruhan yang berisi program penugasan mandiri / tidak terstruktur adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

29. Komponen / Aspek : Beban belajar / Kegiatan mandiri tidak terstruktur


Indikator : Keberadaan tujuan program tidak terstruktur mapel SNP
Keberadaan/pencantuman tujuan pemberian penugasan mandiri / tidak terstruktur dari seluruh mapel SNP adalah

A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

30. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan KTSP
Indikator : Pengembangan KTSP memenuhi ketentuan-ketentuan : (1). Berdasarkan kerangka dasar
kurikulum, standar kompetensi, dan panduan penyusunan kurikulum, (2). Di bawah
koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SMP, (3). Sesuai
dengan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, dan siswa, (4). Dilakukan bersama
Komite Sekolah, (5). Disahkan oleh Dinas Pendidikan kab/kota untuk SMP

Dalam mengimplementasikan penyusunan mapel SNP, maka dilakukan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan
A. 4-5 ketentuan C.
B. 3 ketentuan D.

31. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan KTSP
Indikator : Pengembangan KTSP memenuhi ketentuan-ketentuan : (1). Berdasarkan kerangka dasar
kurikulum, standar kompetensi, dan panduan penyusunan kurikulum, (2). Di bawah
koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SMP, (3). Sesuai
dengan potensi daerah, sosial budaya masyarakat, dan siswa, (4). Dilakukan bersama
Komite Sekolah, (5). Disahkan oleh Dinas Pendidikan kab/kota untuk SMP

Jumlah atau perentase isi KTSP yang memenuhi beberapa ketentuan dalam pengembangan adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

32. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan Silabus
Indikator : Ketentuan penyusunan silabus mapel SNP adalah : (1). Penyusun/pengembang silabus
mapel SNP: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan ,
pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb, (2). Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
Permendiknas No 22/2006, (3). Disahkan sesuai dengan ketentuan, (4). Sesuai dengan
kondisi dan kemampuan sekolah, (5). Penggunaan referensi, buku, dan pendukung
relevan
Sekolah dalam mengembangkan silabus dari seluruh mata pelajaran SNP dilakukan memenuhi ketentuan-ketentuan
A. 4-5 ketentuan C.
B. 3 ketentuan D.

33. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan Silabus
Indikator : Penggandaan dan kepemilikian silabus mapel SNP didistribusikan kepada : (1). Guru
yang bersangkutan, (2). Kepala sekolah/sekolah, (3). Dinas Pendidikan Kab/Kota, (4).
Lainnya yang memerlukan
Keberadaan dan penggandaan silabus dari semua mapel SNP memenuhi
A. ≥ 3 jenis C.
B. 2 jenis D.

34. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan Silabus
Indikator : Pendokumentasian silabus mapel SNP oleh sekolah : (1). Bentuk cetakan, (2). Bentuk
file, (3). Oleh semua pihak terkait
Pendokumentasian silabus mapel SNP oleh sekolah memenuhi ketentuan
A. 3 ketentuan C.
B. 2 ketentuan D.

35. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan RPP
Indikator : Ketentuan penyusunan RPP mapel SNP adalah : (1). Penyusun/pengembang silabus
mapel SNP: guru sendiri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan ,
pihak lain seperti: Puskur, Dit. PSMP, dsb, (2). Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
Permendiknas No 22/2006, (3). Dikembangkan berdasarkan silabus masing-masing
mapel, (4). Disahkan sesuai dengan ketentuan, (5). Sesuai dengan kondisi dan
kemampuan sekolah, (6). Penggunaan referensi, buku, dan pendukung relevan

Sekolah dalam mengembangkan RPP dari seluruh mata pelajaran SNP dilakukan memenuhi ketentuan-ketentuan
A. 4-6 ketentuan C.
B. 3 ketentuan D.

36. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan RPP
Indikator : Penggandaan dan kepemilikian RPP mapel SNP didistribusikan kepada : (1). Guru yang
bersangkutan, (2). Kepala sekolah/sekolah, (3). Dinas Pendidikan Kab/Kota, (4).
Lainnya yang memerlukan
Keberadaan dan penggandaan RPP dari semua mapel SNP memenuhi
A. ≥ 3 jenis C.
B. 2 jenis D.

37. Komponen / Aspek :Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan RPP
Indikator :Pendokumentasian RPP mapel SNP oleh sekolah : (1). Bentuk cetakan, (2). Bentuk file,
(3). Oleh semua pihak terkait
Pendokumentasian RPP mapel SNP oleh sekolah memenuhi ketentuan
A. 3 ketentuan C.
B. 2 ketentuan D.

38. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Indikator : Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) =75 untuk setiap mata pelajaran yang ditetapkan

Besarnya KKM yang ditetapkan oleh sekolah terhadap semua mata pelajaran adalah
A. ≥ 10 mapel dengan KKM ≥ 75 C.
B. 6-9 mapel dengan KKM ≥ 75 D.

39. Komponen / Aspek : Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) / Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Indikator : Faktor-faktor sebagai dasar menetapkan KKM untuk setiap mata pelajaran SNP
Faktor-faktor yang dipergunakan sebagai dasar/landasan dalam penentuan KKM tiap mapel adalahkarakteristik
peserta didik, karakteristik mapel, dan kondisi sekolah, terpenuhi
A. 3 faktor C.
B. 2 faktor D.

40. Komponen / Aspek : Kalender Pendidikan / Alokasi waktu dan penetapan kalender pendidikan
Indikator : Ketentuan dalam menyusun kalender pendidikan Sekolah : (1). Mencantumkan awal
tahun pelajaran, (2). Mengalokasikan minggu efektif belajar, (3). Mengalokasikan waktu
pembelajaran efektif, (4). Mencantumkan hari libur, (5). Disusun berdasarkan standar isi
dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah
Sekolah menyusun kalender pendidikan telah memenuhi ketentuan-ketentuan
A. 4-5 ketentuan C.
B. 3 ketentuan D.

41. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : silabus
Dasar-dasar perencanaan pengembangan atau penyusunan silabus mapel SNP
Dasar-dasar yang dipergunakan untuk membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan silabus untuk semua
mapel SNP di sekolah adalah : (1) SKL, (2) SI, dan (3) panduan penyusunan KTSP, yaitu telah memenuhi
A. 3 unsur C.
B. 2 unsur D.

42. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : silabus
Perencana pengembangan atau penyusunan silabus mapel SNP oleh guru sendiri
Jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan silabus secara sendiri-sendiri dari semua
mata pelajaran SNP sebanyak
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

43. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : silabus
Perencana pengembangan atau penyusunan silabus mapel SNP MGMP sekolah
Jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan silabus dengan cara berkelompok dalam
sebuah sekolah (MGMP sekolah) dari semua mata pelajaran atau sesuai rumpunnya sebanyak
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.
44. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : silabus
Perencana pengembangan atau penyusunan silabus mapel SNP MGMP sekolah
Jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan silabus dengan cara berkelompok dari
beberapa sekolah (MGMP kabupaten/kota) dari semua mata pelajaran sebanyak
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

45. Komponen / Aspek :


Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator silabus
:
Merencanakan/mengmengembangkan silabus mapel SNP sama dengan silabus yang
telah disusun oleh pusat
Sekolah merencanakan/mengembangkan silabus yang sama dengan silabus yang telah disusun oleh pusat sebanyak

A. ≤ 25 %/tidak ada C.
B. (26-50)% D.

46. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : silabus
Silabus SNP disusun dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Perencanan atau pengembangan silabus disusun dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
A. Ya C.
B. D.

47. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : silabus
Disahkan oleh Kepala Dinas Kab/Kota
Perencanan atau pengembangan silabus disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
A. Ya C.
B. D.

48. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : Rencana
KetentuanPelaksanaan
perencanaanPembelajaran
penyusunan (RPP)
atau pengembangan RPP mapel SNP
Ketentuan-ketentuan dalam pembuatan RPP mapel SNP secara lengkap dan sistematik yaitu berisi : (1) Identitas mata
pelajaran; (2) Standar Kompetensi (SK); (3) Kompetensi Dasar (KD); (4) Indikator Pencapaian kompetensi; (5)
Tujuan Pembelajaran; (6) Materi ajar; (7) Alokasi waktu; (8) Metode Pembelajaran; (9) Kegiatan Pembelajaran; (10)
Penilaian hasil belajar; (11) Sumber belajar, sekolah telah memenuhi sebanyak
A. ≥ 10 mapel C.
B. 7-9 mapel D.

49. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : Rencana
PerencanaPelaksanaan Pembelajaran
pengembangan (RPP) RPP mapel SNP oleh guru sendiri
atau penyusunan
Jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan RPP secara sendiri-sendiri dari semua mata
pelajaran SNP sebanyak
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

50. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : Rencana
PerencanaPelaksanaan Pembelajaran
pengembangan (RPP) RPP mapel SNP MGMP sekolah
atau penyusunan
Jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan RPP dengan cara berkelompok dalam
sebuah sekolah (MGMP sekolah) dari semua mata pelajaran atau sesuai rumpunnya sebanyak
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

51. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : Rencana
PerencanaPelaksanaan Pembelajaran
pengembangan (RPP) RPP mapel SNP MGMP sekolah
atau penyusunan
Jumlah guru yang membuat perencanaan pengembangan atau penyusunan RPP dengan cara berkelompok dari
beberapa sekolah (MGMP kabupaten/kota) dari semua mata pelajaran sebanyak
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

52. Komponen / Aspek :


Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator Rencana
: Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Merencanakan/mengmengembangkan RPP mapel SNP sama dengan silabus yang telah
disusun oleh pusat
Sekolah merencanakan/mengembangkan silabus yang sama dengan RPP yang telah disusun oleh pusat sebanyak
A. ≤ 25 %/tidak ada C.
B. (26-50)% D.

53. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : Rencana
RPP SNPPelaksanaan Pembelajaran
disusun dibawah supervisi(RPP)
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
Perencanan atau pengembangan RPP disusun dibawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
A. Ya C.
B. D.

54. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
Indikator : Rencana Pelaksanaan
RPP disahkan Pembelajaran
oleh Kepala (RPP)
Dinas Kab/Kota
Perencanan atau pengembangan RPP disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
A. Ya C.
B. D.

55. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


Indikator : Prinsip perbedaan individu siswa
Dalam susunan/pengembangan tujuan, metode, dan rencana pelaksanaan pembelajaran di dalam RPP dari mapel-
mapel SNP yang telah mencantumkan atau memuat cara-cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi (kelompok)
siswa masing-masing, yaitu
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

56. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


Indikator : Prinsip partisipasi aktif siswa
Dalam susunan/pengembangan metode dan pelaksanaan pembelajaran di dalam RPP dari mapel-mapel SNP yang
telah memuat cara-cara pembelajaran yang mendorong siswa aktif dan berpartisipasi, yaitu
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

57. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


Indikator : Prinsip budaya membaca dan menulis
Dalam susunan/pengembangan metode, dan pelaksanaan pembelajaran serta penilaian hasil belajar di dalam RPP dari
mapel-mapel SNP yang telah memuat strategi/penugasan-penugasan, dll untuk menimbulkan budaya membaca dan
menulis, yaitu
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

58. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


Indikator : Prinsip umpan balik dan tindak lanjut
Dalam susunan/pengembangan penilaian hasil belajar di dalam RPP dari mapel-mapel SNP yang telah memuat
strategi/cara dan kegiatan umpan balik dan rencana tindak lanjut kepada siswa atau oleh gurunya sendiri, yaitu
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.
59. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP
Indikator : Prinsip keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi, kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber bahan
Terdapat keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
kompetensi, penilaian, dan sumber bahan dalam susunan RPP dari mapel-mapel SNP, yaitu
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

60. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


Indikator : Prinsip penerapan teknologi informasi dan komunikasi
Dalam menyusun/membuat RPP beserta rencana implementasi serta pengkomunikasian dengan pihak-pihak lain yang
telah memuat TIK, yaitu
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

61. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Bahan Ajar


Indikator : Kesesuaian/relevansi
Kesesuaian antara isi bahan ajar terhadap tuntutan silabus dalam pengembangan RPP
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

62. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Bahan Ajar


Indikator : Kuantitas terpenuhi
Kecukupan bahan ajar yang dipergunakan dalam pembuatan RPP
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

63. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Bahan Ajar


Indikator : Kedalaman materi
Luasan/kedalaman bahasan (banyaknya materi) bahan ajar yang dipergunakan dalam pembuatan RPP dilihat dari
cakupan SKL, SK, KD, dan IK telah memenuhi
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

64. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Bahan Ajar


Indikator : Variasi/jenis
Rata-rata jenis-jenis (variasi) bahan ajar yang dipergunakan dalam pembuatan RPP untuk tiap mata pelajaran adalah

A. ≥ 5 jenis C.
B. 4 jenis D.

65. Komponen / Aspek : Perencanaan Proses Pembelajaran / Bahan Ajar


Indikator : Keterjangkauan
Tingkat keterjangkauan/kemampuan sekolah/guru dalam pengadaan bahan-bahan ajar untuk pembuatan RPP
A. 76-100)% terjangkau C.
B. (51-75)% terjangkau D.

66. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Indikator : Rombongan belajar: 32 siswa
Jumlah siswa per rombongan belajar rata-rata adalah
A. 32 anak C.
B. D.
67. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Indikator : Beban kerja minimal guru: 24 jam/minggu
Rata-rata beban kerja guru
A. ≥ 24 jam/minggu C.
B. 18-23 jam/minggu D.

68. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Indikator : Buku teks pelajaran: (a) ditetapkan bersama dan sesuai Permendiknas; (b) ratio 1:1 (per
mapel per siswa); (c) buku panduan guru, referensi, pengayaan, dll
Buku teks pelajaran yang dipergunakan dalam pelaksanaan pembelajaran memenuhi ketentuan pemenuhan buku tekas

A. 3 item C.
B. 2 item D.

69. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Indikator : Pengelolaan kelas tepat / sesuai tuntutan kompetensi, dalam hal: pengaturan duduk
siswa, intonasi/volume suara guru, tutur kata, ketertiban PBM, penguatan, umpan balik,
penghargaan, sanksi, penggunaan waktu,dll
Jumlah guru yang merencanakan pembelajaran memenuhi ketentuan-ketentuan pengelolaan kelas, yaitu sebanyak

A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

70. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
Indikator : Jumlah rombongan belajar
Sekolah memiliki jumlah rombongan belajar sampai dengan tahun terakhir adalah
A. Tidak sesuai ketentuan Permendiknas No 24/2007 C.
B. tentang Standar Sarpras D.

71. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Pelaksanaan Pembelajaran


Indikator : Kegiatan pendahuluan
Jumlah guru yang melaksanakan pembelajaran dan telah memenuhi langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan
yaitu penyiapan siswa, pertanyaan, penjelasan tujuan dan penjelasan materi pembelajaran, sebanyak

A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

72. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Pelaksanaan Pembelajaran


Indikator : Kegiatan inti
Jumlah guru yang melaksanakan pembelajaran dan telah memenuhi langkah-langkah dalam kegiatan inti yaitu (a)
eksplorasimelibatkan siswa, memfasilitasi belajar siswa, beragam pendekatan; (b) elaborasipembiasaan siswa,
pengembangan diri/terstruktur atau mandiri, fasilitasi berprestasi/unjuk kerja siswa dll; (c) konfirmasiumpan balik,
variasi klarifikasi hasil siswa, dan fasilitasi refleksi/pengalaman bermakna, sebanyak
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

73. Komponen / Aspek :Pelaksanaan Proses Pembelajaran / Pelaksanaan Pembelajaran


Indikator :Kegiatan penutup (merangkum, penilaian, umpan balik, tindak lanjut, rencana
berikutnya)
Jumlah guru yang melaksanakan pembelajaran dan telah memenuhi langkah-langkah dalam kegiatan penutup yaitu
merangkum, penilaian, umpan balik, tindak lanjut, rencana berikutnya, sebanyak
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

74. Komponen / Aspek : Penilaian Hasil Belajar / Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar
Indikator : Keterlaksanaan penilaian hasil belajar
Keterlaksanaan (proses) penilaian hasil belajar oleh sekolah (guru dan satuan pendidikan) berdasarkan ketentuan-
ketentuan yaitu untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik, sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan
hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran telah memenuhi
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

75. Komponen / Aspek : Penilaian Hasil Belajar / Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar
Indikator : Pemenuhan ketentuan pelakdsanaan penilaian hasil belajar
Pemenuhan ketentuan-ketentuan yaitu dilakukan secara konsisten, sistematis dan terprogram dengan menggunakan tes
dan non tes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukur sikap, penilaian hasil karya berupa tugas,
proyek dan atau produk, portofolio dan penilaian diridalam pelaksanaan penilaian hasil belajar oleh sekolah (guru dan
satuan pendidikan) telah memenuhi
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

76. Komponen / Aspek : Penilaian Hasil Belajar / Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar
Indikator : Penggunaan/implementasi Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian
Kelompok Mata Pelajaran
Pelaksanaan (proses) penilaian hasil belajar oleh sekolah (guru dan satuan pendidikan) telah memenuhi ketentuan-
ketentuan dalam Permendiknas No 20/2007 tentang Standar Penilaian
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

77. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Pemantauan


Indikator : Tahapan pemantauan
Sekolah melaksanakan pentahapan pemantauan proses pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian
hasil pembelajaran, yaitu telah memenuhi
A. 3 tahapan C.
B. 2 tahapan D.

78. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Pemantauan


Indikator : Strategi pemantauan
Sekolah melaksanakan pemantauan proses pembelajaran dengan strategi atau cara-cara diskusi kelompok terfokus,
pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi, memenuhi
A. ≥ 7 cara C.
B. 4-6 cara D.

79. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Pemantauan


Indikator : Pelaksana pemantauan
Pelaksanaan pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan, yaitu
memenuhi
A. kepala dan pengawas satuan pendidikan C.
B. kepala sekolah D.

80. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Supervisi


Indikator : Pentahapan supervisi
Sekolah melaksanakan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) tahapan yaituperencanaan, pelaksanaan, dan
penilaian hasil pembelajaran, telah mencapai
A. 3 tahapan C.
B. 2 tahapan D.

81. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Supervisi


Indikator : Strategi supervise
Sekolah melaksanakan supervisi proses pembelajaran dengan cara-cara yaitupemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan
konsultasi, yaitu memenuhi
A. 4 cara C.
B. 3 cara D.

82. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Supervisi


Indikator : Pelaksana supervisi
Pelaksanaan supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan
A. kepala dan pengawas satuan pendidikan C.
B. kepala sekolah D.

83. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Evaluasi


Indikator : Tujuan evaluasi
Sekolah melaksanakan evaluasi proses pembelajaran dengan tujuan untuk menentukan kualitas pembelajaran dan
kinerja sekolah?
A. Ya C.
B. D.

84. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Evaluasi


Indikator : Strategi/cara
Sekolah melaksanakan evaluasi proses pembelajaran dengan minimal dengan cara-cara(i) membandingkan proses
pembelajaran yang dilaksanakan guru dan standar proses (Permendiknas No 41/2007), (ii) mengidentifikasi kinerja
guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru.
A. > 2 cara C.
B. 2 cara D.

85. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Evaluasi


Indikator : Orientasi evaluasi
Sekolah melaksanakan evaluasi proses pembelajaran dengan memusatkan pada
A. Kinerja guru C.
B. Fasilitas media/bahan ajar dan metode D.

86. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Pelaporan


Indikator : Pelaporan pembelajaran dan hasil penilaian pembelajaran
Sekolah melaporkan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan
yaitu
A. Guru/dewan guru, pengawas/Dinas Pendidikan C.
Kab/Kota, Komite
B. Guru/dewan Sekolah
guru dan pengawas/Dinas pendidikan D.
Kab/Kota
87. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Pelaporan
Indikator : Tindak lanjut pelaporan
Tindak lanjut pelaporan oleh sekolah terhadap hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada
pemangku kepentingan
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

88. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Tindak lanjut


Indikator : Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar
Tindak lanjut dari hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan melalui
A. 3 cara C.
B. 2 cara D.

89. Komponen / Aspek : Pengawasan Proses Pembelajaran / Tindak lanjut


Indikator : Teguran yang bersifat mendidik terhadap guru yang belum memenuhi standar
Selama satu tahun terakhir hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan yang ditindaklanjuti adalah sebanyak
A. 76-100)% C.
B. (51-75)% D.

90. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kecerdasan


Indikator : Kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran IPTEK yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA,
Matematika, IPS, dan TIK (dihitung dari rata-rata nilai ulangan semester 1 dan 2 tahun terakhir) adalah
A. ≥ 75,00 C.
B. 70,00 – 74,99 D.

91. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kecerdasan


Indikator : Kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran estetika yaitu mapel seni budaya (dihitung dari rata-rata
nilai ulangan semester 1 dan 2 tahun terakhir) adalah
A. ≥ 75,00 C.
B. 70,00 – 74,99 D.

92. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kecerdasan


Indikator : Kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, kesehatan yaitu mapel pendidikan
jasmani, olah raga dan kesehatan (dihitung dari rata-rata nilai ulangan semester dan 2 tahun terakhir) adalah

A. ≥ 75,00 C.
B. 70,00 – 74,99 D.

93. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kecerdasan


Indikator : Kemampuan menganalisis gejala alam dan social, yaitu: gempa bumi, banjir, tanah
lonsor, kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, kenakalan remaja, dll
Sekolah mengadakan kegiatan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan
sosial dalam bentuk kegiatan : (1) Kumpulan hasil diskusi siswa; (2) Kumpulan anotasi/kliping; (3) Laporan hasil
analisis pengamatan gejala / fenomena yang sedang terjadi; dan (4) Laporan analisis data-data dokumentasi
gejala/fenomena, selama satu tahun terakhir sebanyak
A. 4 kegiatan C.
B. 3 kegiatan D.

94. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kecerdasan


Indikator : Kemampuan menganalisis gejala alam dan social, yaitu: gempa bumi, banjir, tanah
lonsor, kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, kenakalan remaja, dll
Tingkat partisipasi/keterlibatan siswa dalam kegiatan menganalisis tentang berbagai gejala alam dan sosial, selama
satu tahun terakhir adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

95. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pengetahuan


Indikator : Pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan
lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
Sekolah mengadakan kegiatan pembiasaan (dilakukan rutin dengan frekuensi tinggi) bagi siswa untuk memperoleh
pengalaman belajar dengan cara mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar,
sepertikunjungan perpustakaan, dari kliping, mengadakan kelompok belajar, dari laporan-laporan ilmiah, dari internet,
dll, dalam satu tahun terakhir sebanyak
A. ≥ 5 kegiatan C.
B. 4 kegiatan D.

96. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pengetahuan


Indikator : Pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan
lebih lanjut dari berbagai sumber belajar
Tingkat partisipasi/keterlibatan siswa dalam program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut
dari berbagai sumber belajar, selama satu tahun terakhir adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

97. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pengetahuan


Indikator : Pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab
Sekolah mengadakan kegiatan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan
(outdoor learning) secara produktif dan bertanggung jawab berkemah, karya wisata, kunjungan ke museum,
pembelajaran di luar kelas, daur ulang sampah, kunjungan ke laboratorium alam, outbound, menanam pohon langka
dan lain-lain, selama satu tahun terakhir yaitu memenuhi
A. ≥ 4 kegiatan C.
B. 3 kegiatan D.

98. Komponen / Aspek :


Kompetensi Lulusan / Pengetahuan
Indikator :
Pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan
bertanggung jawab
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi wiyata mandala/7 K dalam satu tahun terakhir
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

99. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pengetahuan


Indikator : Pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni budaya
Sekolah mengadakan kegiatan agar siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan/unjuk kerja/apresiasi/refleksi
diri melalui kegiatan seni dan budaya seperti mengunjungi pameran lukisan, konser musik, pagelaran tari, drama dan
sebagainya selama satu tahun terakhir, yaitu memenuhi
A. ≥ 4 kegiatan C.
B. 3 kegiatan D.

100. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pengetahuan


Indikator : Pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni budaya
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi bidang seni dan budaya (seni tari, kriya, lukis, batik, music, teater, dll) dalam
satu tahun terakhir
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

101. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Sekolah memiliki pemetaan SK/KD dalam silabus yang menunjukan keterkaitan aspek Pendidikan Kewarganegaraan
dan Kepribadian dengan sejumlah mata pelajaran, yaitu
A. ≥ 4 mapel C.
B. 3 mapel D.

102. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian yaitu mapel PKn
(dihitung dari rata-rata nilai ulangan semeset 1 dan 2 tahun terakhir) adalah
A. ≥ 75,00 C.
B. 70,00 – 74,99 D.

103. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Sekolah mengadakan kegiatan agar siswa memperoleh pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok
mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian berupa kegiatan ekstrakurikuler atau Organisasi Siswa Intra Sekolah
sepertiPMR, Pramuka, Bela diri, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan lainnya beserta prestasi yang dicapai
(piala, piagam dan lain-lain) dalam satu tahun terakhir memenuhi/mencapai
A. ≥ 4 kegiatan C.
B. 3 kegiatan D.

104. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Sekolah mengadakan kegiatan agar siswa memperoleh pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok
mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian berupa kegiatan ekstrakurikuler atau Organisasi Siswa Intra Sekolah
diikuti oleh siswa dalam satu tahun terakhir sebanyak
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

105. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian berupa
kegiatan ekstrakurikuler atau Organisasi Siswa Intra Sekolah dalam satu tahun terakhir
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

106. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan
bertanggung jawab
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan
mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab seperti layanan konseling (misalnya perencanaan karir,
kehidupan pribadi, kemampuan sosial, dan lain-lain); dan/atau kegiatan ekstrakurikuler (misalnya kegiatan
kepramukaan, latihan kepemimpinan, PMR, seni, olahraga, pecinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, bakti sosial,
dan lain-lain) dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

107. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan
bertanggung jawab
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada layanan konseling (misalnyaperencanaan karir, kehidupan pribadi,
kemampuan sosial, dan lain-lain); dan/atau kegiatan ekstrakurikuler (misalnyakegiatan kepramukaan, latihan
kepemimpinan, pecinta alam, jurnalistik, bakti sosial, dan lain-lain) dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi

A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

108. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam
penegakan aturan-aturan sosial sepertisosialisasi tata tertib, penyuluhan narkoba, penyuluhan kenakalan remaja,
catatan pelanggaran, catatan sanksi, dll dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

109. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada bidang partisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
sepertisosialisasi tata tertib, penyuluhan narkoba, penyuluhan kenakalan remaja, catatan pelanggaran, catatan sanksi,
dll dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

110. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk
mendapatkan hasil yang terbaik
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan
sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik, sepertisepertipertandingan olahraga antarkelas,
lomba olahraga dalam berbajai jenis di tingkat kabupaten/provinsi/nasional, dan lain-lain dalam satu tahun terakhir
mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

111. Komponen / Aspek :Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator :Pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk
mendapatkan hasil yang terbaik
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada bidang olah raga dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

112. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan
partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI,
sepertiupacara hari besar kenegaraan, PMR, kegiatan OSIS, pecinta alam, dan lain-lain dalam satu tahun terakhir
mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.
113. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian
Indikator : Pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada bidang partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI, seperti upacara hari besar kenegaraan, PMR, kegiatan OSIS dan
lain-lain dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

114. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportifitas
dan kebersihan lingkungan
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter
siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan, sepertiprogram pembiasaan 7K, prestasi lomba
kebersihan antar kelas, dan muatan lokal yang relevan, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi

A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.


B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

115. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Kepribadian


Indikator : Pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportifitas
dan kebersihan lingkungan
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada kegiatan untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa
sportivitas, dan kebersihan lingkungan, sepertiprogram pembiasaan 7K, prestasi lomba kebersihan antar kelas, dan
muatan lokal yang relevan, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

116. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlaq mulia yaitu mapel Pendidikan Agama
(dihitung dari rata-rata nilai ulangan semeset 1 dan 2 tahun terakhir) adalah
A. ≥ 75,00 C.
B. 70,00 – 74,99 D.

117. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata
pelajaran agama dan akhlak mulia dalam forum nasional yang bersifat afektif, seperti sepertiaktivitas ibadah bersama,
membantu warga sekolah yang memerlukan, dan menolong warga masyarakat kurang mampu, dalam satu tahun
terakhir mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

118. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada bidang agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif, sepertiaktivitas
ibadah bersama, pendalaman kitab suci, Qiroah, Tartil Qur’an, dll, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi

A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.
119. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia
Indikator : Pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai
keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional sepertiperingatan hari-
hari besar nasional, pentas seni budaya bangsa, dan peringatan bulan bahasa, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir
mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

120. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada kegiatan bertoleransi dalam keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional sepertiperingatan hari-hari besar nasional, pentas seni budaya, dan
bulan bahasa, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

121. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak
mulia melaluilayanan pengembangan diri dalam bentuk konseling dan/atau kegiatan ekstrakurikuler baik terprogram
maupun tidak terprogram seperti, layanan konseling, upacara bendera, ibadah, tata karma in action, dan lain-lain,
dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

122. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia
Sekolah memperoleh penghargaan tertinggi dalam bidang layanan pengembangan diri dalam bentuk konseling
dan/atau kegiatan ekstrakurikuler baik terprogram maupun tidak terprogram seperti, layanan konseling, upacara
bendera, ibadah, tata karma in action, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

123. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar berupa kegiatan pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat
dan berempati terhadap orang lain
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berupa kegiatan
pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain, sepertidiskusi kelompok,
seminar, pelatihan/workshop, musyawarah, debat siswa, tutor sebaya, dll, dalam satu tahun terakhir
mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

124. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Akhlak Mulia


Indikator : Pengalaman belajar berupa kegiatan pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat
dan berempati terhadap orang lain
Sekolah memperoleh kejuaraan/penghargaan tertinggi aspek menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap
orang lain, sepertidiskusi kelompok, seminar, pelatihan/workshop, musyawarah, debat siswa, dll dalam satu tahun
terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

125. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Ketrampilan Untuk Hidup


Indikator : Pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman menghasilkan karya kreatif baik
individual maupun kelompok sepertimelukis, kerajinan tangan, karya teknologi tepat guna, seni tari, lagu ciptaan, seni
pertunjukan, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

126. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Ketrampilan Untuk Hidup


Indikator : Pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi bidang karya-karya kreatif baik individual maupun kelompok sepertimelukis,
kerajinan tangan, karya teknologi tepat guna, seni tari, lagu ciptaan, seni pertunjukan, dan lain-lain dalam satu tahun
terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

127. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Ketrampilan Untuk Hidup


Indikator : Ketrampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh ketrampilan membaca dan menulis naskah secara
sistematis dan estetis yaitu tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil
kunjungan karya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan buletin siswa internal sekolah sepertipenugasan latihan
keterampilan menulis siswa, hasil portofolio siswa, buletin internal karya siswa, majalah dinding yang terisi dengan
rubrik tulisan terbaru, hasil karya siswa yang memperoleh penghargaan/pujian, latihan drama, daftar para juara lomba
pidato serta penulisan karya tulis, laporan kunjungan ke industri, laporan studi kunjungan lapangan seperti ke museum
dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi

A. ≥ 6 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.


B. 4-5 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

128. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Ketrampilan Untuk Hidup


Indikator : Ketrampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi bidang ketrampilan membaca dan menulis naskah seperti hasil portofolio
siswa, buletin internal karya siswa, majalah dinding yang terisi dengan rubrik tulisan terbaru, laporan kunjungan ke
industri, laporan studi kunjungan lapangan seperti ke museum dan lain-lain dalam satu tahun terakhir
mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

129. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Ketrampilan Untuk Hidup


Indikator : Pengalaman ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan
berbicara baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris (ada bukti karya tulis ilmiah siswa), dengan nilai rata-
rata ketuntasan belajar dalam satu tahun terakhir adalah
A. ≥ 75,00 C.
B. 70,00 – 74,99 D.
130. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Ketrampilan Untuk Hidup
Indikator : Pengalaman ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi bidang ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
Bahasa Indonesia dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

131. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Ketrampilan Untuk Hidup


Indikator : Pengalaman ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris
Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi bidang ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
Bahasa Inggris dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

132. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK
seiring dengan perkembangannya sepertipendalaman materi matematika, fisika, kimia, biologi, lomba karya ilmiah
remaja (LKIR), olimpiade, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

133. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah memperoleh kejuaraan/olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya
yaitu bidang matematika dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

134. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah memperoleh kejuaraan/ olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya
yaitu bidang fisika, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

135. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah memperoleh kejuaraan/ olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya
yaitu bidang kimia, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

136. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah memperoleh kejuaraan/ olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya
yaitu bidang biologi, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

137. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah memperoleh kejuaraan/ olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya
yaitu bidang lomba karya ilmiah remaja (LKIR) dalam berbagai aspek keilmuan, gejala alam, gejala sosial, dll, dalam
satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

138. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah memperoleh kejuaraan/ olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya
yaitu bidang teknologi lainnya dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

139. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

Sekolah memperoleh kejuaraan/ olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya
yaitu bidang astronomi, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
A. Tingkat nasional C.
B. Tingkat provinsi D.

140. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan lanjutan
Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar mampu menguasai
pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan, aeperti kegiatan pengayaan/bimbingan test,
pendalaman materi, Tes Prestasi Hasil Belajar Siswa, Tryout Ujian Nasional, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir
mencapai/memenuhi
A. ≥ 4 jenis kegiatan dan/atau 4 kali kegiatan C.
B. 3 jenis kegiatan dan/atau 3 kali kegiatan 2 kegiatan D.

141. Komponen / Aspek : Kompetensi Lulusan / Pendidikan lanjut


Indikator : Pengalaman belajar mampu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang
pendidikan lanjutan
Jumlah lulusan yang melanjutkan ke jenjang sekolah lebih tinggi dalam tahun terakhir adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

142. Komponen / Aspek : Guru / Kualifikasi akademik


Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimum
Jumlah guru yang telah memiliki kualifikasi D-IV atau S1 dari perguruan tinggi terakreditasi adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

143. Komponen / Aspek : Guru / Kesesuaian latar belakang pendidikan


Indikator : Latar belakang pendidikan tinggi
Jumlah guru mata pelajaran yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dari keseluruhan guru yang
ada adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

144. Komponen / Aspek : Guru / Kesehatan


Indikator : Kesehatan jasmani dan rohani
Guru-guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar, yaitu antara lain dibuktikan
dengan tingkat kehadiran mengajar dalam waktu satu semester adalah
A. (96-100)% C.
B. (91-95)% D.

145. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi pedagogik sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kemampuan merencanakan, pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran

Jumlah guru yang mampu merencanakan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan
tercantum/terbukti ada sepertiRPP, bahan ajar, media pembelajaran, administrasi penilaian, dll adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

146. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi pedagogik sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kemampuan merencanakan, pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran

Hasil atau produk RPP yang dipersiapkan untuk pembelajaran oleh guru adalah
A. 100% buatan/karya sendiri (guru) C.
B. Dipersiapkan MGMP sekolah D.

147. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi pedagogik sebagai agen pembelajaran


Indikator : Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Jumlah guru yang memilik/mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan ada
bukti pelaksanaan pembelajaran (sepertipresensi mengajar, catatan kegiatan pembelajaran, perangkat penilaian hasil
belajar, dll) adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

148. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi pedagogik sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kompetensi mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Jumlah guru yang mampu mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan ada bukti
kepemilikan perangkat/kumpulan soal-soal (instrument) sesuai yang diajarkan adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

149. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi pedagogik sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kompetensi mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Keampuan guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan dibuktikan kepemilikian dokumen penilaian hasil
belajar peserta didik
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

150. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi pedagogik sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kompetensi mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
Prestasi/penghargaan tertinggi yang diperoleh guru baik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi
pedagogik dalam satu tahun terakhir adalah mencapai tingkat
A. Nasional C.
B. Provinsi D.

151. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi kepribadian


Indikator : Integritas kepribadian dan tindakan
Tingkat pelanggaran yang dilakukan guru-guru ditinjau dari salah satu dan atau lebih dari sisi : (1) norma agama, (2)
hukum, (3) sosial, (4) peraturan, dan (5) ketentuan lain yang berlaku dalam satu tahun terakhir adalah
A. ≤ 1 % C.
B. (2-10) % D.

152. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi kepribadian


Indikator : Integritas kepribadian dan tindakan
Keterlaksanaan pembinaan terhadap kompetensi kepribadian guru yang dilakukan sekolah antara lain dibuktikan
dengan : (1) adanya peraturan/tata tertib guru, (2) pemberian penghargaan bagi yang berprestasi/tidak melakukan
pelanggaran, (3) dokumen peraturan pemberian sanksi bagi yang melanggar, (4) pola pembinaan lainnya yang
relevan, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi
A. ≥ 4 pola pembinaan kepribadian C.
B. 3 pola pembinaan kepribadian D.

153. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi kepribadian


Indikator : Integritas kepribadian dan tindakan
Prestasi/penghargaan tertinggi yang diperoleh guru baik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi
kepribadian dalam satu tahun terakhir adalah mencapai tingkat
A. Nasional C.
B. Provinsi D.

154. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi sosial sebagai agen pembelajaran


Indikator : Komuniukasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan
orangtua siswa.
Sekolah menyelenggarakan kegiatan untuk pembinaan kompetensi sosial guru, yaitu dapat berkomunikasi secara
efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan orangtua siswa, seperti : (1) rapat dewan guru
mingguan/2 mingguan/bulanan (rutin), (2) rapat semua warga sekolah (guru dan karyawan), (3) rapat dengan komite
sekolah/orang tua siswa, (4) rapat dengan pihak lain (pemangku kepentingan), dalam satu tahun terakhir terpenuhi

A. ≥ 4 kegiatan pembinaan kompetensi social C.


B. 3 kegiatan pembinaan kompetensi social D.

155. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi sosial sebagai agen pembelajaran


Indikator : Komuniukasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan
orangtua siswa.
Guru-guru yang melakukan pengabdian di masyarakat (umum) dalam bentuk : (1) terlibat dalam kegiatan
kampung/pengurus kampung, (2) pengabdian di sekolah lain, (3) terlibat dalam pemberantasan buta huruf/aksara, (4)
pemberian jasa konsultasi kepada masyarakat, (5) pemberian les/tambahan pembelajaran tanpa pamrih, (6) dan
kegiatan lain yang relevan, dalam satu tahun terakhir adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.
156. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi sosial sebagai agen pembelajaran
Indikator : Komuniukasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan
orangtua siswa.
Prestasi/penghargaan tertinggi yang diperoleh guru baik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi sosial
adalah dalam satu tahun terakhir mencapai tingkat
A. Nasional C.
B. Provinsi D.

157. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran


Indikator : Penguasaan materi pelajaran
Tingkat penguasaan materi yang diampu oleh guru sesuai Permendiknas No 22/2006 (Standar Isi), dengan dibuktikan
dalam hal : (1) kedalaman materi yang ada di RPP, (2) kelengkapan komponen RPP, (3) minimal 5 sumber belajar
dalam setiap RPP, (4) terdapat prinsip/konsep dalam materi RPP, (5) terdapat contoh/aplikasi konsep dalam RPP, (6)
terdapat pengembangan SK/KD/IK dalam silabus, (7) terdapat multi metode pembelajaran sesuai SK/KD/IK, (8)
terdapat multi strategi evaluasi/penilaian, (9) dan lainnya yang relevan, dalam satu tahun terakhir memenuhi

A. ≥ 8 komponen C.
B. 5-7 komponen D.

158. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran


Indikator : Penguasaan materi pelajaran
Sekolah melaksanakan kegiatan terprogram untuk pembinaan kompetensi profesional guru sesuai dengan bidang-
bidangnya, seperti : (1) diklat bidang studi, (2) diklat peningkatan metode pembelajaran, (3) diklat system
evaluasi/penilaian pembelajaran, (4) diklat penulisan karya ilmiah, (5) diklat penelitian, (6) pengembangan bahan ajar,
(7) pengembangan media pembelajaran, (8) dll yang relevan, dalam satu tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 8 komponen C.
B. 5-7 komponen D.

159. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran


Indikator : Penguasaan materi pelajaran
Jumlah guru yang melaksanakan/mengikuti seminar/lokakarya ilmiah sesuai bidangnya dalam satu tahun terakhir
mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

160. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kompetensi penelitian
Jumlah guru yang melaksanakan penelitian dalam satu tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

161. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kompetensi penulisan karya ilmiah
Jumlah guru yang membuat karya tulis ilmiah dalam satu tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

162. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kompetensi penulisan karya ilmiah
Pengembangan kompetensi profesional guru ditinjau dari keaktifan dalam penulisan karya tulis ilmiah melalui media
local/sekolah : (1) surat kabar, (2) bulletin, (3) jurnal, (4) majalah, (5), tabloid, (6) dan lainnya yang relevan dalam
satu tahun terakhir telah memenuhi
A. ≥ 6 media C.
B. 3-5 media D.

163. Komponen / Aspek : Guru / Kompetensi profesional sebagai agen pembelajaran


Indikator : Kompetensi penulisan karya ilmiah
Prestasi/penghargaan/kejuaraan yang diperoleh tertinggi oleh guru baik individu maupun kelompok (sebagai guru
teladan, berprestasi, dll) ditinjau dari kompetensi profesional dalam satu tahun terakhir adalah mencapai tingkat
A. Nasional C.
B. Provinsi D.

164. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kualifikasi akademik minimum


Indikator : Kualifikasi pendidikan
Kualifikasi pendidikan kepala sekolah adalah
A. ≥ S1/D-IV C.
B. D.

165. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kualifikasi akademik minimum


Indikator : Akredirasi PT asal
Kualifikasi pendidikan kepala sekolah diperoleh dari perguruan tinggi yang
A. Terakreditasi C.
B. D.

166. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kualifikasi akademik minimum


Indikator : Kesesuaian
Keahlian kepala sekolah dengan mata pelajaran yang diampu adalah
A. Sesuai/sama C.
B. D.

167. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kualifikasi akademik minimum


Indikator : Sertifikat
Kepemilikan sertifikat atau sejenisnya (misalnya sertifikat calon /sebagai kepala sekolah) yang dikeluarkan oleh
lembaga diklat yang resmi/profesional adalah
A. Memiliki/ada C.
B. D.

168. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kualifikasi khusus minimum.


Indikator : Keberadaan SK sebagai guru SMP
Kepemilikan SK sebagai guru
A. Memiliki/ada C.
B. D.

169. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kualifikasi khusus minimum.


Indikator : Sertifikat pendidik
Sertifikasi pendidik kepala sekolah
A. Memiliki/ada/telah lulus C.
B. D.

170. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kualifikasi khusus minimum.


Indikator : Surat Keputusan (SK) sebagai kepala sekolah
Kepemilikan SK sebagai kepala sekolah
A. Memiliki/ada C.
B. D.
171. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Pengalaman mengajar sebagai guru SMP dan kesehatan
Indikator : Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya selama 5 tahun di SMP
Pengalaman mengajar kepala sekolah (sebagai guru) adalah
A. ≥ 5 tahun C.
B. 4 tahun D.

172. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Pengalaman mengajar sebagai guru SMP dan kesehatan
Indikator : Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya selama 5 tahun di SMP
Pengalaman kerja sebagai kepala sekolah
A. ≥ 4 tahun C.
B. 3 tahun D.

173. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan


Indikator : Memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola
siswa dan lainnya.
Kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang ditunjukkan antara lain oleh keberadaan : (1)
merencanakan program dan kegiatan sekolah (RKS dan RKAS), (2) melaksanakan RKS dan RKAS, (3) melaksanakan
pengawasan/evaluasi pelaksanaan dan hasil-hasil RKS dan RKAS, (4) terdapat koordinasi dalam pengelolaan sekolah,
(5) terdapat pembagian kewenangan yang jelas dengan pengurus sekolah lainnya, (6) terdapat pendelegasian
kewenangan yang jelas, (7) dapat menjadi tauladan bagi warga sekolah/lainnya, (8) menerapkan pola kepemimpinan
yang tepat (demokratis/otoriter/dll), (9) dan sebagainya yang relevan, dalam satu tahun terakhir memenuhi

A. ≥ 7-9 jenis C.
B. 4-6 jenis D.

174. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan


Indikator : Memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola
siswa dan lainnya.
Keberhasilan pengelolaan sekolah yang ditunjukkan oleh antara lain : (1) tingkat kelulusan ≥ 90%, (2) pencapaian
ketuntasan belajar semua yang ditargetkan memenuhi ≥ 90%, (3) lulusan yang melanjutkan sekolah ≥ 90%, (4) nilai
akreditasi sekolah minimal B, (5) memperoleh prestasi salah satu atau lebih tingkat kab/kota dalam bidanglingkungan,
akademik, non akademik, dll, dalam satu tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 5 jenis C.
B. 3-4 jenis D.

175. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan


Indikator : Memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola
siswa dan lainnya.
Prestasi/penghargaan/perolehan juara kepala sekolah ditinjau dari aspek kompetensi kepemimpinan (misalnya sebagai
kepala sekolah teladan/berprestasi/dll) selama satu tahun terakhir adalah pada tingkat
A. Nasional C.
B. Provinsi D.

176. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan kewirausahaan


Indikator : Memiliki keampuan kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/ jasa sebagai
sumber belajar siswa.
Kemampuan kepala sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan usaha yang dapat dipergunakan untuk pusat sumber
belajar siswa, sepertikantin, koperasi, pertokoan, perkebunan, peternakan, perikanan, pertanian, tiketing, dan
sebagainya, dapat ditunjukkan dalam satu tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 8 jenis kegiatan usaha sekolah C.
B. 5-7 jenis kegiatan usaha sekolah D.
177. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan kewirausahaan
Indikator : Memiliki keampuan kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/ jasa sebagai
sumber belajar siswa.
Kemampuan kepala sekolah dalam melibatkan siswa mengelola kegiatan usaha sekolah sepertikantin, koperasi,
pertokoan, perkebunan, peternakan, perikanan, pertanian, tiketing, dan sebagainya, dapat ditunjukkan dalam satu
tahun terakhir siswa yang terlibat adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

178. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan kewirausahaan


Indikator : Memiliki keampuan kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/ jasa sebagai
sumber belajar siswa.
Tingkat kemanfaatan/keuntungan dalam aspek pembinaan kesiswaan dengan adanya kegiatan usaha sekolah
sepertisebagai sarana unjuk kebolehan/prestasi siswa, sebagai tempat pembiasaan, sebagai sarana pengembangan diri,
sebagai tempat membina kejujuran, sebagai sarana mengaplikasikan pengetahuan, sebagai sarana praktikum siswa,
sebagai sarana pembinaan manajemen usaha bagi siswa/guru, dan sebagainya, selama satu tahun terakhir adalah

A. ≥ 6 jenis keuntungan C.
B. 4-5 jenis keuntungan D.

179. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan


Indikator : Memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan supervisi
Pengelolaan supervisi oleh kepala sekolah/tim khusus kepala sekolah yang ditunjukkan dengan adanya : (1) tim
khusus/tim kepala sekolah, (2) perencanaan supervisi/perangkat instrumen, (3) pelaksanaan supervisi, (4) analisa
hasil, (5) tindak lanjut hasil temuan, (6) dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 6 jenis C.
B. 4-5 jenis D.

180. Komponen / Aspek : Kepala Sekolah / Kemampuan


Indikator : Memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan supervisi
Pengelolaan monitoring oleh kepala sekolah/tim khusus kepala sekolah yang ditunjukkan dengan adanya : (1) tim
khusus/tim kepala sekolah, (2) perencanaan perangkat instrumen, (3) pelaksanaan ME, (4) analisa hasil, (5) tindak
lanjut hasil temuan, (6) dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 6 jenis C.
B. 4-5 jenis D.

181. Komponen / Aspek : Tenaga Administrasi / Kualifikasi akademik minimum Kepala


Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimun :
Kualifikasi pendidikan kepala administrasi adalah
A. ≥ D III C.
B. D II D.

182. Komponen / Aspek : Tenaga Administrasi / Kualifikasi akademik minimum Kepala


Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimun :
Keahlian kepala administrasi dengan bidang tugasnya adalah
A. Sesuai/sama C.
B. D.

183. Komponen / Aspek : Tenaga Administrasi / Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala administrasi
Indikator : Masa kerja minimal 4 tahun
Pengalaman kerja waktu diangkat menjadi kepala administrasi
A. ≥ 4 tahun C.
B. 3 tahun D.
184. Komponen / Aspek : Tenaga Administrasi / Kualifikasi akademik
Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimum :
Kualifikasi pendidikan tenaga administrasi adalah
A. ≥ SLTA atau yang sederajad C.
B. SLTP atau yang sederajad D.

185. Komponen / Aspek : Tenaga Administrasi / Kualifikasi akademik


Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimum :
Tenaga administrasi yang memiliki kualifikasi pendidikan menengah atau yang sederajat sebanyak
A. ≥ 5 orang C.
B. 4 orang D.

186. Komponen / Aspek : Tenaga Administrasi / Kepemilikan kesesuaian latar belakang pendidikan dengan
Indikator : tugasnya sebagai
Latar belakang tenaga administrasi.
pendidikan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
sebagai tenaga administrasi.
Keahlian tenaga administrasi dengan bidang tugasnya dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang
relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebanyak
A. ≥ 5 orang C.
B. 4 orang D.

187. Komponen / Aspek : Tenaga Perpustakaan / Kualifikasi akademik


Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimun :
Kualifikasi akademik Kepala Perpustakaan adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik denagn memiliki sertifikat atau
minimal (D-II) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang ilmu perpustakaan dan informasi (salah satu
diantara keduanya) adalah
A. Ya C.
B. D.

188. Komponen / Aspek : Tenaga Perpustakaan / Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala perpustakaan
Indikator : Masa kerja minimal 3 tahun dari jalur pendidikan dan 4 tahun dari jalur tenaga
kependidikan
Pengalaman kerja waktu diangkat menjadi kepala perpustakaan adalah
A. ≥ 3 tahun dari akademisi atau 4 tahun dari non C.
akademisi
B. 2 tahun dari akademisi atau 3 tahun dari non D.
akademisi

189. Komponen / Aspek : Tenaga Perpustakaan / Kepemilikan kesesuaian latar belakang pendidikan dengan
Indikator : tugasnya sebagai
Latar belakang tenaga perpustakaan.
pendidikan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
sebagai tenaga perpustakaan.
Latar belakang pendidikan minimal SLTA dan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya sebagai
tenaga perpustakaan yaitu memiliki sertifikat pustakawan dalam satu tahun terakhir sebanyak
A. ≥ 4 orang C.
B. 3 orang D.

190. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Kepemilikan kualifikasi akademik minimum kepala
Indikator : laboratorium.
Memiliki kualifikasi akademik minimum :
Kualifikasi akademik Kepala Laboratorium IPA adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki sertifikat atau
minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu diantara
keduanya) adalah
A. Ya C.
B. D.
191. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Kepemilikan kualifikasi akademik minimum kepala
Indikator : laboratorium.
Memiliki kualifikasi akademik minimum :
Kualifikasi akademik Kepala Laboratorium Komputer adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki
sertifikat atau minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu
diantara keduanya) adalah
A. Ya C.
B. D.

192. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala laboratorium.
Indikator : Masa kerja minimal 3 tahun dari jalur guru dan 5 tahun dari jalur laboran/teknisi.
Pengalaman kerja waktu diangkat menjadi kepala laboratorium IPA adalah
A. ≥ 3 tahun dari akademisi atau 5 tahun dari non C.
akademisi
B. 2 tahun dari akademisi atau 4 tahun dari non D.
akademisi

193. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala laboratorium.
Indikator : Masa kerja minimal 3 tahun dari jalur guru dan 5 tahun dari jalur laboran/teknisi.
Pengalaman kerja waktu diangkat menjadi kepala laboratorium Komputer adalah
A. ≥ 3 tahun dari akademisi atau 5 tahun dari non C.
akademisi
B. 2 tahun dari akademisi atau 4 tahun dari non D.
akademisi

194. Komponen / Aspek :Tenaga Laboratorium / Kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugas sebagai
Indikator :kepalabelakang
Latar laboratorium
pendidikan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
sebagai kepala laboratorium
Latar belakang bidang pendidikan kepala laboratorium IPA sesuai dengan bidang tugasnya (Biologi, Fisika, atau
Kimia), adalah
A. Ya/sesuai C.
B. D.

195. Komponen / Aspek :Tenaga Laboratorium / Kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugas sebagai
Indikator :kepalabelakang
Latar laboratorium
pendidikan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
sebagai kepala laboratorium
Latar belakang bidang pendidikan kepala laboratorium Komputer sesuai dengan bidang tugasnya (Teknologi
Informasika, Manajemen Informatika, Elektronika, dan sejenisnya), adalah
A. Ya/sesuai C.
B. D.

196. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Kualifikasi akademik


Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimum :
Kualifikasi pendidikan Teknisi Laboratorium IPA minimum D-II yang relevan dengan tugasnya di laboratorium
IPA ATAU memiliki sertifikat sebagai teknisi laboratorium IPA (ahli peralatan) adalah
A. Ya C.
B. D.

197. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Kualifikasi akademik


Indikator : Memiliki kualifikasi akademik minimum :
Kualifikasi pendidikan Teknisi Laboratorium Komputer minimum D-II yang relevan dengan tugasnya di
laboratorium Komputer ATAU memiliki sertifikat sebagai teknisi laboratorium Komputer (ahli peralatan) adalah
A. Ya C.
B. D.

198. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Kualifikasi akademik minimum


Indikator : Pendidikan minimal (D-I)
Kualifikasi pendidikan laboran IPA minimum D-I yang relevan dengan tugasnya di sebagai laboran IPA ATAU
memiliki sertifikat sebagai laboran IPA (membantu teknisi laboratorium IPA) adalah
A. Ya C.
B. D.

199. Komponen / Aspek : Tenaga Laboratorium / Kualifikasi akademik minimum


Indikator : Pendidikan minimal (D-I)
Kualifikasi pendidikan laboran Komputer minimum D-I yang relevan dengan tugasnya di sebagai laboran
Komputer ATAU memiliki sertifikat sebagai laboran Komputer (membantu teknisi laboratorium komputer) adalah

A. Ya C.
B. D.

200. Komponen / Aspek : Tenaga Layanan Khusus / Pemenuhan jumlah tenaga layanan khusus.
Indikator : Memiliki 5 (lima) jenis tenaga layanan khusus yang ; (1). Penjaga sekolah, (2). Tukang
kebun, (3). Tenaga kebersihan, (4). Pengemudi, (5). Pesuruh
Sekolah memiliki tenaga layanan khusus yang terdiri dari : (1) Penjaga sekolah, (2) Tukang kebun, (3) Tenaga
kebersihan, (4) Pengemudi, dan (5) Pesuruh, dalam satu tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 jenis tenaga layanan khusus C.
B. 3 jenis tenaga layanan khusus D.

201. Komponen / Aspek : Lahan / Luas lahan


Indikator : Memenuhi ketentuan rasio minimum luas lahan terhadap siswa, sebagaimana tercantum
pada Tabel 1 dari Standar Sarana dan Prasarana.
Sekolah memiliki luas lahan minimal atau lebih untuk SSN dengan jumlah anak per rombongan belajar kelas 7,8,9
masing-masing 32 siswa, yaitu
A. (76-100)% atau lebih C.
B. (51-75)% D.

202. Komponen / Aspek : Lahan / Keamanan


Indikator : Terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa.
Sekolah memenuhi kondisi keamanan : (1) terhindar dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, (2) terhindar
dari potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, (3) memiliki akses untuk penyelamatan bahaya dan keadaan
darurat, (4) ketersediaan sarpras, obat-obatan, (5) terhindar dari kerawanan pencurian, perusakan, dan gangguan lain,
dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir terpenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

203. Komponen / Aspek : Lahan / Kenyamanan


Indikator : Terhindar dari gangguan pencemaran
Sekolah terhidar dari gangguan : (1) kebisingan, (2) pencemaran air, (3) pencemaran udara, (4) pencemaran
lingkungan, (4) pencemaran lainnya, dalam tahun terakhir dapat terhindar dari
A. 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

204. Komponen / Aspek : Lahan / Ijin pemanfaatan lahan


Indikator : Keperuntukan, ijin
Kondisi dan lokasi sekolah memenuhi : (1) keberadaan sekolah di lokasi yang sesuai keperuntukannya, (2) memiliki
status hak atas tanah, (3) ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah, dan (4) tidak dalam kondisi sedang sengketa,
dalam tahun terakhir telah mencapai
A. 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

205. Komponen / Aspek : Bangunan / Luas lantai


Indikator : Memenuhi ketentuan rasio minimum luas lantai terhadap siswa, sebagaimana tercantum
pada tabel 2 dari Standar Sarana dan Prasarana.
Sekolah memiliki luas lantai minimal dengan jumlah anak per rombongan belajar kelas 7,8,9 masing-masing 15-32
siswa, yaitu
A. (76-100)% atau lebih C.
B. (51-75)% D.

206. Komponen / Aspek : Bangunan / Keselamatan


Indikator : Kekuatan, fasilitas, anti bahaya
Kondisi sekolah dan bangunan sarpras sekolah memenuhi unsur-unsur keselamatan bangunan antara lain : (1) struktur
yang stabil dan kukuh sampai dengan kondisi pembebanan maksimum, (2) tahan gempa (daerah tertentu), (3) terdapat
fasilitas pemadam kebakaran, (4) terdapat peralatan anti petir, (5) terdapat sarpras/bangunan menghindari banjir, dan
(6) dan lainnya, dalam tahun terakhir mencapai
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

207. Komponen / Aspek : Bangunan / Kesehatan


Indikator : Sanitasi, pengelolaan pencemaran
Kondisi sekolah dan bangunan sarpras sekolah memenuhi unsur-unsur kesehatan bangunan antara lain : (1) memiliki
sanitasi di dalam bangunan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, saluran air kotor dan atau air limbah,, (2) memiliki
sanitasi di luar bangunan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, saluran air kotor dan atau air limbah,, (3) saluran air
hujan, (4) pengelolaan pencemaran lingkungan sekolah (pengolahan sampah, pembakaran sampah, dll), (5) dan
sebagainya, pada tahun terakhir mencapai
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

208. Komponen / Aspek : Bangunan / Kenyamanan


Indikator : Ventilasi dan pencahayaan.
Kondisi bangunan sekolah memenuhi unsur-unsur kenyamanan : (1) terdapat ventilasi udara, (2) pencahayaan
memadai, (3) kesesuaian warna cat dinding, (4) luasan ruang sesuai, (5) dan sebagainya, pada tahun terakhir mencapai

A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

209. Komponen / Aspek : Bangunan / Daya listrik


Indikator : Daya listrik
Kondisi bangunan sekolah menggunakan daya listrik
A. ≥ 3000 watt C.
B. 1300 watt D.

210. Komponen / Aspek : Bangunan / Ijin bangunan


Indikator : Izin bangunan dan penggunaan
Kondisi bangunan sekolah memenuhi aspek legalitas
A. Memiliki ijin pengeringan, IMB (ijin mendirikan C.
bangunan), penggunaan bangunan, serta
kesanggupan penataan lingkungan
B. Telah memiliki ijin pengeringan dan dalam proses D.
penyelesaian IMB serta ijin penggunaan bangunan

211. Komponen / Aspek : Bangunan / Pemeliharaan


Indikator : Jenis dan waktu pemeliharaan
Sekolah melaksanakan pemeliharaan bangunan dengan pemenuhan aspek-aspek : (1) pemeliharaan ringan, (2)
pemeliharaan sedang, (3) pemeliharaan berat, (4) dilakukan berkala/rutin, (5) terdapat sarpras pendukung
pemeliharaan, (6) dan sebagainya, pada tahun terakhir mencapai
A. ≥ 4 aspek C.
B. 3 aspek D.

212. Komponen / Aspek : Bangunan / Kecukupan secara kuantitas


Indikator : Pengembangan
Sekolah mengembangkan kebutuhan bangunan, inventarisasi bangunan, dan lainnya
A. Ya C.
B. D.

213. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Kelengkapan prasarana


Indikator : Terdiri dari minimal 14 ruang/kelengkapan sarpras
Sekolah memiliki kelengkapan sarpras antara lain : (1) Ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) ruang lab. IPA, (4)
ruang pimpinan, (5) ruang guru, (6) ruang tata usaha, (7) tempat beribadah, (8) ruang konseling, (9) ruang UKS, (10)
ruang organisasi kesiswaan, (11) jamban, (12) gudang, (13) ruang sirkulasi, dan (14) tempat bermain/berolahraga,
pada tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 14 jenis C.
B. 10-13 jenis D.

214. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Kelengkapan prasarana


Indikator : Terdapat laboratorium komputer
Sekolah memiliki kelengkapan sarpras laboratorium komputer dengan ketentuan antara lain : (1) jumlah komputer
minimal setengahnya jumlah siswa per rombel (32 anak), (2) spesifikasi komputer mutakhir, (3) terdapat jaringan
internet, (4) terdapat berbagai program perangkat lunak pendukung KTSP TIK, (5) pemeliharaan rutin dilakukan, (6)
daya listrik memadai, (7) luas ruang memadai (minimal 2,4m2/siswa), (8) ventilasi,pencahayaan, dan sirkulasi
udara/AC cukup sesuai kondisi geografis), (9) dan lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi

A. ≥ 8 jenis C.
B. 5-7 jenis D.

215. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Kelengkapan prasarana


Indikator : Terdapat laboratorium bahasa
Sekolah memiliki kelengkapan sarpras laboratorium bahasa dengan ketentuan antara lain : (1) jumlah meja/perangkat
keras sama dengan jumlah siswa per rombel (32 anak), (2) spesifikasi mutakhir, (3 pemeliharaan rutin dilakukan, (4)
daya listrik memadai, (5) luas ruang memadai (minimal 2,4m2/siswa), (6) ventilasi,pencahayaan, dan sirkulasi
udara/AC cukup sesuai kondisi geografis), (7) dan lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi

A. ≥ 6 jenis C.
B. 4-5 jenis D.

216. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang kelas


Indikator : Jumlah, kapasitas, rasio luasan/siswa ruang kelas
Sekolah memiliki Ruang kelas memenuhi ketentuan unsur-unsur : (1) Banyak ruang kelas minimum sama dengan
banyak rombongan belajar; (2) Kapasitas maksimum ruang kelas 32 siswa; (3) Rasio minimum luas ruang kelas 2
m2/siswa (untuk rombongan belajar dengan siswa kurang dari 15 orang, luas minimum 30 m2, lebar minimum 5 m);
(4) Memiliki pencahayaan yang memadai untuk membaca buku dan melihat ke luar ruangan, tahun terakhir mencapai

A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

217. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang kelas


Indikator : Standar sebagaimana tercantum pada Tabel 3 dari Standar Sarana dan Prasarana.
Jumlah ruang kelas yang telah memenuhi standar minimal sarpras sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

218. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang perpustakaan


Indikator : Tempat baca, luasan, lebar, dan pencahayaan ruang perpustakaan
Sekolah memiliki Perpustakaan sekolah memenuhi ketentuan unsur-unsur : (1) Tersedia ruangan sebagai tempat siswa
dan guru memperoleh informasi dari berbagai bahan pustaka, dan tempat pengelola perpustakaan; (2) Luas ruang
perpustakaan minimum sama dengan luas satu ruang kelas; (3) Lebar minimum ruang perpustakaan adalah 5 m; (4)
Dilengkapi jendela untuk memberi pencahayaan yang memadai untuk membaca buku, pada tahun terakhir mencapai

A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

219. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang perpustakaan


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel 4 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras perpustakaan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

220. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang laboratorium IPA
Indikator : Tempat praktik, daya tampung, rasio luasan/siswa, luasan, pencahayaan, air bersih.
Sekolah memiliki Ruang laboratorium IPA memenuhi ketnetuan unsur-unsur : (1) tempat praktium dengan
menggunakan peralatan, (2) dapat menampung minimum satu rombongan belajar, (3) rasio minimum ruang
laboratorium IPA 2,4 m2/siswa, (4) untuk rombongan belajar dengan siswa kurang dari 20 orang, luas minimum 48
m2 termasuk luas ruang penyimpanan dan persiapan 18 m2, lebar minimum 5 m, (5) memiliki fasilitas pencahayaan
yang memadai untuk membaca buku dan mengamati obyek percobaan, (6) tersedia air bersih, dalam tahun terakhir
mencapai
A. ≥ 6 unsur C.
B. 3-5 unsur D.

221. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang laboratorium IPA
Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel 5 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras laboratorium IPA telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

222. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang pimpinan


Indikator : Fungsional, jenis ruang, jumlah ruang, luasan
Sekolah memiliki ruang pimpinan sebagai tempat melakukan kegiatan pengelolaan sekolah, pertemuan dengan
sejumlah kecil guru, orang tua murid, unsur komite sekolah., petugas dinas pendidikan, atau tamu lainnya, yaitu : (1)
ruang kepala sekolah, (2) ruang wakil kepala sekolah, (3) ruang wakil urusan (minimal 4 ), (4) ruang wali kelas, (5)
ruang bendahara, (6) ruang tamu, (7) ruang rapat/pertemuan pembinaan dewan guru, (8) luas tiap ruang dengan
ukuran rasio 2 m2/orang, (9) ruang kepala sekolah minimal 12 m2/lebar 3 m, (10) ruang lain untuk pimpinan, dalam
tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 9 jenis C.
B. 5-8 jenis D.

223. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang pimpinan


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 6 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras ruang pimpinan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

224. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang guru


Indikator : Fungsional, luasan, pencahayaan, jenis, jumlah
Sekolah memiliki ruang guru dengan memenuhi ketentuan : (1) sebagai tempat bekerja dan istirahat serta menerima
tamu, baik siswa maupun tamu lainnya, (2) rasio minimum luas ruang guru 4 m2/pendidik dan luas minimum 48 m2,,
(3) terdapat ruang diskusi MGMP sekolah, (4) terdapat ruang tamu khusus, (5) lainnya, sampai tahun terakhir
memenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

225. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang guru


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 7 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras ruang guru telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

226. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang tata usaha
Indikator : Rasio, jumlah, janis
Sekolah memiliki ruang tata usaha usaha sebagai tempat kerja petugas untuk mengerjakan administrasi sekolah,
dengan ketentuan : (1) Rasio minimum luas ruang tata usaha 4 m2/petugas dan luas minimum 16 m2, (2) terdapat
ruang administrasi akademik, (3) ruang perkantoran, (4) ruang bendahara, (5) ruang penggandaan, (6) ruang arsip, (7)
dan lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 6 unsur C.
B. 3-5 unsur D.

227. Komponen / Aspek :Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang tata usaha
Indikator :Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 8 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras ruang TU telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

228. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Tempat ibadah


Indikator : Jenis, jumlah, luasan, kenyamanan
Sekolah memiliki tempat ibadah bagi warga sekolah untuk melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-
masing, dengan memenuhi ketentuan : (1) masing-masing pemeluk agama tersedia, (2) luas minimum 12 m2, (3)
kebersihan dan kenyamanan terjaga, (4) keamanan terjaga, (5) dan lainnya, dalam tahun terakhir mencapai

A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

229. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Tempat ibadah


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana.
Sekolah memiliki tempat ibadah dengan Standar Sarana dan Prasarana yaitu : (1) Perlengkapan ibadah sesuai
kebutuhan, (2) Sebanyak 1 buah lemari/rak, (3) Sebanyak 1 buah jam dinding, (4) tempat bersuci/wudhlu, (5) kamar
kecil, (6) dll, dalam tahun terakhir mencapai
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

230. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang konseling


Indikator : Luasan, kenyamanan, jenis/jumlah
Sekolah memiliki ruang konseling sebagai tempat siswa mendapatkan layanan konseling memenuhi ketentuan : (1)
Luas minimum ruang konseling 9 m2 , (2) kenyamanan suasana, (3) menjamin privasi siswa, (4) terdapat ruang
guru/konselor khusus, (5) terdapat ruang tertutup khusus layanan, (6) dan lainnya, tahun terakhir mencapai

A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

231. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang konseling


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pada Tabel 9 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras ruang konseling telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

232. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang UKS


Indikator : Luasan, jenis, jumlah, kenyamanan
Sekolah memiliki ruang UKS sebagai tempat untuk penanganan dini siswa yang mengalami gangguan kesehatan di
sekolah, dengan ketentuan : (1) luas minimum 12 m2 , (2) terdapat ruang/tempat dokter/perawat khusus, (3) terdapat
ruang khusus pasien, (4) dibedakan pasien pria dan wanita tempatnya, (5) nyaman, aman, ventilasi cukup, dan
pencahayaan cukup, (6) dan lainnya, tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 5 unsur C.
B. 3-4 unsur D.

233. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang UKS


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 10 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras ruang konseling telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

234. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang organisasi kesiswaan
Indikator : Luas dan jumlah/jenis
Sekolah memiliki ruang organisasi kesiswaan sebagai tempat melakukan kegiatan kesekretariatan, dengan ketentuan :
(1) luas minimum 9 m2, (2) ada ruang khusus pertemuan siswa, (3) ada ruang khusus kegiatan siswa, (4) ada ruang
khusus penyimpanan arsip/fasilitas, (5) aman, nyaman, dan pencahayaan serta ventilasi cukup, (6) dan lainnya, dalam
tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

235. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang organisasi kesiswaan
Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 11 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras ruang organisasi kesiswaan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

236. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Jamban


Indikator : Jumlah, jenis, luasan, keamanan
Sekolah memiliki jamban sebagai tempat buang air besar dan/atau kecil, dengan ketentuan : (1) jumlah minimum 3
unit dengan luas minimum tiap unit 2 m2., (2) Minimum 1 unit jamban untuk setiap 40 siswa pria, (3) minimum 1
jamban untuk setiap 30 siswa wanita, (4) minimum 1 jamban untuk guru-guru, (5) Jamban harus berdinding, beratap,
dapat dikunci, dan mudah dibersihkan, (6) dan lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

237. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Jamban


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 12 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras jamban telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

238. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Gudang


Indikator : Luasan, jumlah, jenis
Sekolah memiliki gudang tempat penyimpanan, dengan ketentuan : (1) luasan menyesuaikan kebutuhan (volume), (2)
ada gudang peralatan pembelajaran di luar kelas, (3) ada gudang peralatan sekolah. yang belum berfungsi, (4) ada
gudang arsip sekolah, (5) lainnya sesuai kebutuhan, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

239. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Gudang


Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 13 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras gudang telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

240. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Ruang sirkulasi


Indikator : Luasan, keamanan, kenyamanan
Sekolah memiliki ruang sirkulasi horisontal sebagai tempat penghubung antar ruang dalam pembangunan sekolah dan
sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial siswa di luar jam pelajaran, dengan ketentuan :
(1) Luas minimum ruang sirkulasi 30% dari luas total seluruh ruang pada bangunan, lebar minimum 1,8 m, dan tinggi
minimum 2,5 m; (2) Dapat menghubungkan ruang-ruang dengan baik, beratap, serta memperoleh cahaya dan udara
yang cukup; (3) Ruang sirkulasi vertikal mendapatkan cahaya dan udara yang cukup; (4) lainnya, dalam tahun
terakhir memenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

241. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Tempat bermain / berolahraga
Indikator : Rasio, jenis, jumlah, kondisi
Sekolah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan ketentuan : (1) rasio luas minimum 3 m2/siswa atau dengan
luas minimum 1000 m2 bagi sekolah yang memiliki siswa kurang dari 334 orang; (2) terdapat ruang bebas untuk
tempat berolahraga berukuran 20 m x 30 m; (3) Berada di tempat yang tidak mengganggu proses pembelajaran di
kelas; (4) Memiliki permukaan datar, drainase baik, dan tidak terdapat saluran air terbuka, serta benda-benda lain
yang mengganggu kegiatan olahraga; (5) dan lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

242. Komponen / Aspek : Kelengkapan Prasarana dan Sarana / Tempat bermain / berolahraga
Indikator : Dilengkapi sarana sebagaimana tercantum pasa Tabel 14 dari Standar Sarana dan
Prasarana.
Sarpras tempat bermain/ berolahraga telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

243. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Visi sekolah


Indikator : Memiliki perumusan dan penetapan visi sekolah yang mudah dipahami.
Sekolah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga, yaitu memenuhi unsur-unsur : (1) selaras dengan visi
institusi di atasnya, (2) sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat, (3) mudah dipahami, (4) bersifat
filosofis/jangka panjang, (5) mengandung cita-cita/idealisme (cerdas, patriotism, keimanan/ketaqwaan), dan (6)
lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 5 unsur C.
B. 3-4 unsur D.

244. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Visi sekolah


Indikator : Memiliki perumusan dan penetapan visi sekolah yang mudah dipahami.
Sekolah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga disertai dengan rumusan indicator-indikator visi, yang
minimal mengandung aspek- aspek SNP, seperti standar : (1) kompetensi lulusan, (2) isi, (3) proses, (4) penilaian, (5)
manajemen, (6) pendidik dan tenaga kependidikan, (7) sarana dan prasarana, (8) pembiayaan, (9) seni dan budaya,
(10) lingkungan, dan (11) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 8 aspek C.
B. 5-7 aspek D.

245. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Visi sekolah


Indikator : Sosialisasi kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.
Sekolah melaksanakan sosialisasi yang melibatkan unsur : (1) warga sekolah, (2) komite sekolah, (3) masyarakat, (4)
lembaga-lembaga pemerintah kab/kota dan dewan pendidikan kab/kota, (5) LSM, (6) dunia usaha/industry, dan (7)
lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 6 unsur C.
B. 4-5 unsur D.

246. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Misi sekolah


Indikator : Memiliki perumusan dan penetapan misi sekolah yang mudah dipahami serta sering
disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.

Sekolah telah merumuskan dan menetapkan misi sekolah sesuai dengan visi lembaga bersama warga sekolah, yaitu
memenuhi unsur-unsur : (1) tiap indicator visi terdapat rumusan misi, (2) mengandung strategi pencapaian indicator
visi, (3) mengandung tolok ukur pencapaian, (4) dirumuskan dengan kalimat lengkap dan jelas, (5) mudah dipahami,
(6) disosialisasikan, serta (7) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 6 unsur C.
B. 4-5 unsur D.
247. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Tujuan sekolah
Indikator : Memiliki perumusan dan penetapan tujuan sekolah 4 tahun dan 1 tahun yang mudah
dipahami serta sering disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak
yang berkepentingan
Sekolah telah merumuskan dan menetapkan tujuan sekolah 4 (empat) tahunan sesuai dengan misi dan visi lembaga
bersama warga sekolah, yaitu memenuhi unsur-unsur : (1) tiap misi lembaga terdapat rumusan tujuan lembaga, (2)
mengandung indicator audience-behaviour-conditions-degree (ABCD), (3) dirumuskan dengan kalimat lengkap dan
jelas, (4) mudah dipahami, (5) disosialisasikan, serta (6) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 5 unsur C.
B. 3-4 unsur D.

248. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Tujuan sekolah


Indikator : Memiliki perumusan dan penetapan tujuan sekolah 4 tahun dan 1 tahun yang mudah
dipahami serta sering disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak
yang berkepentingan
Rumusan tujuan 4 (empat) tahunan mengandung aspek-aspek SNP dan lainnya seperti aspek standar : (1) kompetensi
lulusan, (2) isi, (3) proses, (4) penilaian, (5) manajemen, (6) pendidik dan tenaga kependidikan, (7) sarana dan
prasarana, (8) pembiayaan, (9) seni dan budaya, (10) lingkungan, dan (11) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 8 aspek C.
B. 5-7 aspek D.

249. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Tujuan sekolah


Indikator : Memiliki perumusan dan penetapan tujuan sekolah 4 tahun dan 1 tahun yang mudah
dipahami serta sering disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak
yang berkepentingan
Sekolah telah merumuskan dan menetapkan tujuan sekolah 1 (satu) tahunan sesuai dengan tujuan 4 tahunan lembaga
bersama warga sekolah, yaitu memenuhi unsur-unsur : (1) tiap tujuan 4 tahunan terdapat rumusan tujuan 1 tahunan,
(2) mengandung indicator audience-behaviour-conditions-degree (ABCD), (3) dirumuskan dengan kalimat lengkap
dan jelas, (4) mudah dipahami, (5) disosialisasikan, serta (6) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 5 unsur C.
B. 3-4 unsur D.

250. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Tujuan sekolah


Indikator : Berisi sesuai dengan aspek-aspek SNP.
Rumusan tujuan 1 (satu) tahunan mengandung aspek-aspek SNP dan lainnya seperti aspek standar : (1) kompetensi
lulusan, (2) isi, (3) proses, (4) penilaian, (5) manajemen, (6) pendidik dan tenaga kependidikan, (7) sarana dan
prasarana, (8) pembiayaan, (9) seni dan budaya, (10) lingkungan, dan (11) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 8 aspek C.
B. 5-7 aspek D.

251. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan)
Sekolah memiliki Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah/rencana kerja empat tahunan,
disusun dengan sistematika atau terdiri dari komponen : (1) analisis lingkungan strategis, (2) analisis strategis kondisi
pendidikan saat ini, (3) analisis strategis kondisi pendidikan masa datang (idealnya), (4) indentifikasi tantangan nyata,
(5) rumusan visi, (6) rumusan misi, (7) rumusan tujuan 4 tahun, (8) program strategis, (9) strategi pencapaian, (10)
hasil yang diharapkan, (11) supervisi-monitoring-evaluasi, dan (12) RAPBS/pembiayaan empat tahun, yaitu
memenuhi
A. ≥ 12 aspek C.
B. 8-11 aspek D.

252. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan)
Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah/rencana kerja empat tahunan yang disusun
memuat aspek-aspek SNP, seperti aspek standar : (1) kompetensi lulusan, (2) isi, (3) proses, (4) penilaian, (5)
manajemen, (6) pendidik dan tenaga kependidikan, (7) sarana dan prasarana, (8) pembiayaan, (9) seni dan budaya,
(10) lingkungan, dan (11) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 8 aspek C.
B. 5-7 aspek D.

253. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Memiliki rencana kerja satu tahun dengan sistematika sesuai pedoman
Sekolah memiliki Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja
satu tahun, disusun dengan sistematika atau terdiri dari komponen : (1) analisis lingkungan operasional sekolah (2)
analisis kondisi pendidikan sekolah saat ini, (3) analisis kondisi pendidikan sekolah masa datang (idealnya), (4)
indentifikasi tantangan nyata satu tahun, (5) sasaran/tujuan situasional, (6) identifikasi urusan-urusan sekolah tiap
sasaran, (7) analisis SWOT, (8) aslternatif langkah-langkah pemecahan persoalan, (9) rencana kegiatan, (10) hasil
yang diharapkan satu tahun, (11) supervisi-monitoring-evaluasi-akreditasi, (12) RAPBS/pembiayaan satu tahun, (13)
jadwal kegiatan, (14) penanggungjawab, dan (15) lampiran, yaitu memenuhi

A. ≥ 14 aspek C.
B. 9-13 aspek D.

254. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Sosialisasi oleh pemimpin sekolah
Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah/rencana kerja empat tahun dan Rencana Kegiatan
dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja satu tahun, telah disosialisasikan yang
melibatkan unsur-unsur seperti : (1) warga sekolah, (2) komite sekolah, (3) masyarakat, (4) lembaga-lembaga
pemerintah kab/kota dan dewan pendidikan kab/kota, (5) LSM, (6) dunia usaha/industry, dan (7) lainnya, yaitu
memenuhi
A. ≥ 6 unsur C.
B. 4-5 unsur D.

255. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Isi keseluruhan RKAS atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja satu tahun
berdasarkan aspek-aspek SNP
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja satu tahun yang
disusun berdasarkan RKAS dan memuat aspek-aspek SNP, seperti aspek standar : (1) kompetensi lulusan, (2) isi, (3)
proses, (4) penilaian, (5) manajemen, (6) pendidik dan tenaga kependidikan, (7) sarana dan prasarana, (8)
pembiayaan, (9) seni dan budaya, (10) lingkungan, (11) kesiswaan, dan (12) lainnya, yaitu memenuhi
A. ≥ 8 aspek C.
B. 5-7 aspek D.

256. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan kegiatan bidang kesiswaan.
Sekolah merencanakan kegiatan bidang kesiswaan seperti(i) seleksi penerimaan siswa baru, (ii) memberikan layanan
konseling, (iii) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokulikuler, (iv) melakukan pembinaan prestasi unggulan, dan (v)
melakukan pelacakan terhadap alumni, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 – 5 kegiatan C.
B. 3 kegiatan D.

257. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan kegiatan bidang pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Sekolah merencanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk menghasilkan 5 (lima) dokumen
yaitu (i) KTSP, (ii) kalender pendidikan, (iii) program pembelajaran, (iv) penilaian hasil belajar siswa, dan (v)
peraturan akademik, yaitu menghasilkan
A. 4-5 jenis dokumen C.
B. 3 jenis dokumen D.

258. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan kegiatan bidang pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga
kependidikan.
Sekolah merencanakan pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan seperti(i) pembagian tugas, (ii)
penentuan sistem penghargaan, (iii) pengembangan profesi, (iv) promosi, dan penempatan, serta (v) mutasi, dalam
tahun terakhir memenuhi
A. 4-5 pengelolaan C.
B. 3 pengelolaan D.

259. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Pengelolaan kegiatan bidang sarana dan prasarana pembelajaran.
Terdapat perencanaan di sekolah terhadap bidang sarana dan prasarana yaitu (i) pemenuhan serta pendayagunaan
sarana dan prasarana pendidikan sesuai SNP, (ii) pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi dalam
mendukung proses pendidikan, (iii) perlengkapan fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah sesuai
SNP, (iv) penyusunan skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan
kurikulum serta (v) pemeliharaan seluruh fasilitas fisik dan peralatan dengan memerhatikan kesehatan dan keamanan
lingkungan, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 pengelolaan C.
B. 3 pengelolaan D.

260. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan.
Sekolah merencanakan pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan, seperti(i) sumber
pemasukan, pengeluaran , dan jumlah dana yang dikelola, (ii) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam
membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya, (iii) pembukuan semua penerimaan dan
pengeluaran, serta (iv) penggunaan anggaran untuk dilaporkan kepada komite sekolah atau lembaga penyelenggara
pendidikan serta institusi di atasnya, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 pengelolaan C.
B. 3 pengelolaan D.

261. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Sekolah merencanakan, melaksanakan kegiatan, dan mengawasi/mengevaluasi kegiatan dan hasil) suasana, iklim, dan
lingkungan pembelajaran yang kondusif, seperti : (1) seminar ilmiah pengembangan budaya dan lingkungan, (2)
pelatihan tentang pengembangan budaya dan lingkungan, (3) menciptakan kebersihan, (4) menciptakan jiwa dan nilai-
nilai kejuangan, (5) menciptakan kedisiplinan, dan (6) lainnya yang relevan, dalam tahun terakhir memenuhi

A. ≥ 4 jenis C.
B. 3 jenis D.

262. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan melibatkan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan
lembaga lain yang relevan.
Sekolah merencanakan jalinan kerjasama/kemitraan dengan : (1) LPK, (2) DU/DI, (3) perguruan tinggi, (4) sekolah
lain, (5) rumah sakit/PUSKESMAS, (6) kepolisian, (7) lembaga lain yang relevan, dalam tahun terakhir mencapai

A. ≥ 7 unsur C.
B. 4-6 unsur D.

263. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan pengawasan
Sekolah merencanakan program-program pengawasan, yaitu : (1) supervisi, (2) monitoring, (3) evaluasi, (4)
pelaporan, dan (5) tindak lanjut hasil pengawasan, dan dalam tahun terakhir memenuhi
A. 4-5 program C.
B. 3 program D.

264. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan kegiatan evaluasi diri.
Sekolah merencanakan evaluasi diri untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang kinerja diri (sekolah) melalui
pengkajian dan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan pada masing-masing aspek SNP, sekurang-
kurangnya
A. 1 tahun sekali C.
B. 2 tahun sekali D.

265. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Sekolah merencanakan evaluasi kinerja kepada pendidik dan tenaga kependidikan melalui program(i) kesesuaian
penugasan dengan keahlian, (ii) keseimbangan beban kerja, (iii) kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam
pelaksanaan tugas, serta (iv) pencapaian prestasi pendidik dan tenaga kependidikan, dalam satu tahun terakhir
memenuhi
A. 4 program evaluasi C.
B. 3 program evaluasi D.

266. Komponen / Aspek : Rencana Kerja Sekolah / Rencana kerja sekolah


Indikator : Perencanaan kegiatan persiapan bahan yang diperlukan untuk akreditasi sekolah oleh
BAS
Sekolah merencanakan kegiatan persiapan unsur-unsur untuk akreditasi sekolah oleh BAS, yaitu : (1) dokumen
pendukung, (2) personil/tim pelaksana, (3) bukti fisik non dokumen, dan (4) sarpras yang dibutuhkan untuk akreditasi,
dalam satu tahun terakhir mencapai
A. 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

267. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Pedoman pengelolaan sekolah
Indikator : Memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis; Mudah
dipahami oleh pihak-pihak terkait.
Sekolah memiliki pedoman-pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan program/kegiatan secara tertulis dan
mudah dipahami oleh pihak-pihak terkait, seperti pedoman(i) KTSP, (ii) kalender pandidikan/akademik, (iii) struktur
organisasi sekolah, (iv) pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan, (v) peraturan akademik, (vi) tata tertib
sekolah, (vii) kode etik sekolah, dan (viii) biaya operasional sekolah, dan (ix) pedoman lainnya, yaitu satu tahun
terakhir memenuhi
A. ≥ 8 pedoman C.
B. 5-7 pedoman D.

268. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Struktur organisasi sekolah
Indikator : Memiliki struktur organisasi dengan uraian tugas yang jelas dari masing-masing anggota
organisasi.
Sekolah memiliki struktur organisasi dengan uraian tugas yang jelas dari masing-masing anggota organisasi, yaitu
terdiri komponen : (1) terdapat bagan organisasi dengan badan anggota bidang-bidangnya, (2) terdapat uraian tugas,
tanggungjawab, dan kewajiban anggota, (3) terdapat uraian mekanisme kerja organisasi, (4) lengkap sesuai
kebutuhan/kondisi sekolah, dan (5) lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 komponen C.
B. 3 komponen D.
269. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Pelaksanaan kegiatan sekolah
Indikator : Pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai dengan rencana kerja tahunan.
Keterlaksanaan program dan kegiatan sekolah sebagaimana tercantum dalam RKS dan RKAS dalam tahun terakhir
adalah sebesar
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

270. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Bidang kesiswaan


Indikator : Pelaksanaan kegiatan bidang kesiswaan.
Sekolah melaksanakan kegiatan bidang kesiswaan seperti(i) seleksi penerimaan siswa baru, (ii) memberikan layanan
konseling, (iii) melaksanakan kegiatan ekstra dan kokulikuler, (iv) melakukan pembinaan prestasi unggulan, dan (v)
melakukan pelacakan terhadap alumni, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 – 5 kegiatan C.
B. 3 kegiatan D.

271. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran
Indikator : Pelaksanaan bidang pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
Sekolah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk menghasilkan 5 (lima) dokumen
yaitu (i) KTSP, (ii) kalender pendidikan, (iii) program pembelajaran, (iv) penilaian hasil belajar siswa, dan (v)
peraturan akademik, yaitu menghasilkan
A. 4-5 jenis dokumen C.
B. 3 jenis dokumen D.

272. Komponen / Aspek :Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Bidang pendidik dan tenaga kependidikan
Indikator :Pelaksanaan kegiatan bidang pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga
kependidikan.
Sekolah melaksanakan pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan seperti(i) pembagian tugas, (ii)
penentuan sistem penghargaan, (iii) pengembangan profesi, (iv) promosi, dan penempatan, serta (v) mutasi, dalam
tahun terakhir memenuhi
A. 4-5 pengelolaan C.
B. 3 pengelolaan D.

273. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Bidang sarana dan prasarana
Indikator : Pengelolaan kegiatan bidang sarana dan prasarana pembelajaran.
Sekolah melaksanakan kegiatanyaitu (i) pemenuhan serta pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai
SNP, (ii) pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi dalam mendukung proses pendidikan, (iii)
perlengkapan fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah sesuai SNP, (iv) penyusunan skala prioritas
pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum serta (v) pemeliharaan seluruh
fasilitas fisik dan peralatan dengan memerhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan, dalam tahun terakhir
memenuhi
A. ≥ 4 pengelolaan C.
B. 3 pengelolaan D.

274. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Bidang sarana dan prasarana
Indikator : Pengelolaan kegiatan bidang sarana dan prasarana pembelajaran.
Sekolah mengawasi/mengevaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil-hasil kegiatan bidang yaitu (i) pemenuhan serta
pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai SNP, (ii) pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap
berfungsi dalam mendukung proses pendidikan, (iii) perlengkapan fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di
sekolah sesuai SNP, (iv) penyusunan skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan
pendidikan dan kurikulum serta (v) pemeliharaan seluruh fasilitas fisik dan peralatan dengan memerhatikan kesehatan
dan keamanan lingkungan, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 pengelolaan C.
B. 3 pengelolaan D.
275. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Bidang keuangan dan pembiayaan
Indikator : Pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan.
Sekolah melaksanakan pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan, seperti(i) sumber
pemasukan, pengeluaran , dan jumlah dana yang dikelola, (ii) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam
membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya, (iii) pembukuan semua penerimaan dan
pengeluaran, serta (iv) penggunaan anggaran untuk dilaporkan kepada komite sekolah atau lembaga penyelenggara
pendidikan serta institusi di atasnya, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 pengelolaan C.
B. 3 pengelolaan D.

276. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Budaya dan lingkungan sekolah
Indikator : Penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
Sekolah menciptakan (merencanakan, melaksanakan kegiatan, dan mengawasi/mengevaluasi kegiatan dan hasil)
suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif, seperti : (1) seminar ilmiah pengembangan budaya dan
lingkungan, (2) pelatihan tentang pengembangan budaya dan lingkungan, (3) menciptakan kebersihan, (4)
menciptakan jiwa dan nilai-nilai kejuangan, (5) menciptakan kedisiplinan, dan (6) lainnya yang relevan, dalam tahun
terakhir memenuhi
A. ≥ 4 jenis C.
B. 3 jenis D.

277. Komponen / Aspek : Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah / Peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah
Indikator : Keterlibatan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain
yang relevan.
Sekolah melaksanakan jalinan kerjasama/kemitraan dengan : (1) LPK, (2) DU/DI, (3) perguruan tinggi, (4) sekolah
lain, (5) rumah sakit/PUSKESMAS, (6) kepolisian, (7) lembaga lain yang relevan, dalam tahun terakhir mencapai

A. ≥ 7 unsur C.
B. 4-6 unsur D.

278. Komponen / Aspek : Pengawasan dan Evaluasi / Program pengawasan


Indikator : Memiliki program pengawasan dan sosialisasi
Sekolah melaksanakan sosialisasi kepada warga sekolah tentang program-program pengawasan, melalui : (1)
pengumuman/edaran, (2) rapat dewan guru, (3) keterlibatan guru, (4) lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi
A. 4 kegiatan C.
B. 3 kegiatan D.

279. Komponen / Aspek : Pengawasan dan Evaluasi / Program pengawasan


Indikator : Pelaksanaan pengawasan
Sekolah melaksanakan program-program pengawasan, yaitu : (1) supervisi, (2) monitoring, (3) evaluasi, (4)
pelaporan, dan (5) tindak lanjut hasil pengawasan, dan dalam tahun terakhir memenuhi
A. 4-5 program C.
B. 3 program D.

280. Komponen / Aspek : Pengawasan dan Evaluasi / Program pengawasan


Indikator : Isi / sasaran kepengawasan
Sasaran kepengawasan dari berbagai program yang ada di sekolah adalah meliputi bidang : (1) kurikulum, (2)
pembelajaran, (3) penilaian, (4) manajemen sekolah, (5) pembiayaan, (6) ketenagaan, (7) sarpras, (8) kesiswaan, (9)
budaya sekolah dan lingkungan sekolah, dan (10) lainnya, yaitu telah memenuhi sasaran
A. ≥ 8 jenis sasaran C.
B. 5-7 jenis sasaran D.

281. Komponen / Aspek : Pengawasan dan Evaluasi / Evaluasi diri


Indikator : Pelaksanaan kegiatan evaluasi diri.
Sekolah melaksanakan evaluasi diri untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang kinerja diri (sekolah) melalui
pengkajian dan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan pada masing-masing aspek SNP, sekurang-
kurangnya
A. 1 tahun sekali C.
B. 2 tahun sekali D.

282. Komponen / Aspek : Pengawasan dan Evaluasi / Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan
Indikator : Pelaksanaan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.
Sekolah melaksanakan evaluasi kinerja kepada pendidik dan tenaga kependidikan melalui program(i) kesesuaian
penugasan dengan keahlian, (ii) keseimbangan beban kerja, (iii) kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam
pelaksanaan tugas, serta (iv) pencapaian prestasi pendidik dan tenaga kependidikan, dalam satu tahun terakhir
memenuhi
A. 4 program evaluasi C.
B. 3 program evaluasi D.

283. Komponen / Aspek : Pengawasan dan Evaluasi / Akreditasi sekolah


Indikator : Pelaksanaan persiapan bahan yang diperlukan untuk akreditasi sekolah oleh BAS
Sekolah melaksanakan persiapan unsur-unsur untuk akreditasi sekolah oleh BAS, yaitu : (1) dokumen pendukung, (2)
personil/tim pelaksana, (3) bukti fisik non dokumen, dan (4) sarpras yang dibutuhkan untuk akreditasi, dalam satu
tahun terakhir mencapai
A. 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

284. Komponen / Aspek : Kepemimpinan Sekolah / Kepemimpinan kepala dan wakil kepala sekolah
Indikator : Memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu
seorang kepala sekolah dan 1 (satu) atau lebih wakil kepala sekolah.
Sekolah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu : (1) seorang kepala
sekolah dan 1 (satu) atau lebih wakil kepala sekolah, (2) dipilih secara demokratis berdasarkan rapat dewan guru, (3)
dilaporkan kepada atasan langsung, dan (4) terdapat SK dari atasan langsung, yaitu memenuhi
A. 4 jenis/unsur/tahapan C.
B. 3 jenis/unsur/tahapan D.

285. Komponen / Aspek : Sistem Informasi manajemen sekolah / Pengelolaan informasi manajemen sekolah
Indikator : Memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
Sekolah memiliki sistem informasi manajemen sebagai bentuk penyebarluasan dan penerimaan informasi untuk
mendukung administrasi pendidikan seperti : (1) dokumen, (2) foto, (3) leaflet, (4) booklet, (5) buku tamu, (6) buletin,
(7) papan informasi, (8) CD, (9) dll, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 9 bentuk C.
B. 5-8 bentuk D.

286. Komponen / Aspek : Biaya Investasi / Penyusunan RAPBS


Indikator : Sekolah menyusun RKS dan RKAS dengan melibatkan stakeholders sekolah
Sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders sekolah
seperti : (1) kepala sekolah, (2) wakil KS, (3) guru, (4) siswa, (5) TU, (6) komite sekolah, (7) tokoh masyarakat, (8)
alumni, (9) pengusaha, (10) anggota profesi., (11) Staf Dinas Pendidikan Kab/Kota, dan (12) lainnya, dalam tahun
terakhir memenuhi
A. ≥ 11 unsur C.
B. 7-10 unsur D.

287. Komponen / Aspek : Biaya Investasi / Sarana dan prasarana


Indikator : Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara
menyeluruh.
Sekolah memiliki catatan dokumen tahunan berupa dokumen nilai aset investasi sarpras dalam tahun terakhir
mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

288. Komponen / Aspek : Biaya Investasi / Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
Indikator : Membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS).
Sekolah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dengan berbagai kegiatan
berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang berasal dari beberapa sumber pendanaan, dari anggaran
pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

289. Komponen / Aspek : Biaya Investasi / Modal kerja


Indikator : Memiliki modal kerja untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu
tahun terakhir.
Sekolah memiliki modal kerja tetap untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir dan
tertuang dalam RKAS, sepertigaji pendidik dan tenaga kependidikan, biaya operasi, biaya penyelenggaraan
pendidikan, dll, telah mencapai
A. (91-100)% C.
B. (81-90)% D.

290. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Gaji pendidik


Indikator : Membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain pendidik pada tahun berjalan.
Sekolah membelanjakan atau membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain pendidik dari anggaran gaji
pendidikan, maka dari dana yang dialokasikan pada tahun berjalan telah mencapai
A. (91-100)% C.
B. (81-90)% D.

291. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Gaji tenaga kependidikan


Indikator : Membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain tenaga kependidikan pada tahun
berjalan.
Sekolah membelanjakan atau membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain tenaga kependidikan dari
anggaran gaji pendidikan, maka pada tahun berjalan telah mencapai
A. (91-100)% C.
B. (81-90)% D.

292. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Kegiatan pembelajaran


Indikator : Mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga
tahun terakhir.
Sekolah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran sepertipengadaan alat peraga,
buku tekas, CD pembelajaran, pengadaan modul, kamus, globe, peta, ensiklopedi, selama tiga tahun terakhir dari dana
yang dialokasikan sebagai dana penunjang telah mencapai
A. (91-100)% C.
B. (81-90)% D.

293. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Kegiatan kesiswaaan


Indikator : Mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan.
Sekolah membelanjakan biaya untuk kegiatan kesiswaan sepertikepramukaan, OSIS, UKS, LKIR, dll dari dana yang
dialokasikan bidang kesiswaan dalam tahun terakhir telah mencapai
A. (91-100)% C.
B. (81-90)% D.
294. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Alat tulis sekolah
Indikator : Mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
Sekolah membelanjakan biaya untuk pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran, sepertipensil, penghapus,
pena, penggaris, stapler, kertas, buku administrasi, penggandaan, foto copy, dll dari dana yang dialokasikan pada
tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

295. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Bahan habis pakai


Indikator : Mengeluarkan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Sekolah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran sepertibahan praktikum,
tinta, kapur, untuk kebersihan, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

296. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Alat habis pakai


Indikator : Mengeluarkan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
Sekolah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran sepertialat olah raga, alat
praktium, alat kebersihan, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

297. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Kegiatan rapat


Indikator : Mengeluarkan biaya pengadaan kegiatan rapat.
Sekolah membelanjakan biaya kegiatan rapat untuk kegiatan pembelajaran sepertirapat PPDB, rapat evaluasi
semesteran, rapat kenaikan kelas, rapat rapat kelulusan, rapat pemecahan masalah, rapat koordinasi, rapat wali murid,
dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

298. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Transport dan perjalanan dinas


Indikator : Mengeluarkan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas.
Sekolah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas seperti untuk kepala sekolah/wakil, guru, dan tenaga
kependidikan lain dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

299. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Penggandaan soalsoal ujian


Indikator : Mengelurakan biaya penggandaan soal-soal ujian
Sekolah membelanjakan biaya penggandaan soal-soal ujian untuk ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,
ujian kenaikan kelas, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

300. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Daya dan jasa


Indikator : Menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa
Sekolah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa sepertilistrik, telpon, air, dll dari dana yang dialokasikan pada
tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

301. Komponen / Aspek : Biaya Operasional / Kegiatan operasional pendidikan tidak langsung
Indikator : Menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama
tiga tahun terakhir.
Sekolah membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung seperti uang lembur, konsumsi,
asuransi, dll dari dana yang dialokasikan selama tiga tahun terakhir mencapai
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

302. Komponen / Aspek : Biaya Personal / Sumbangan pendidikan


Indikator : Penggunaan sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat untuk peningkatan mutu
pendidikan.
Sekolah menggunakan sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat/komite sekolah untuk peningkatan mutu
pendidikan baik berupa sumbangan, infaq, dan bantuan lain dan juga bantuan dari pemerintah (pusat dan daerah)
dalam tahun terakhir dilakukan : (1) secara sistematis, (2) transparan, (3) tanggungjawab, dan (4) dilaporkan kepada
masyarakat/komite sekolah dan stakeholders lain, dalam tahun terakhir memenuhi
A. 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

303. Komponen / Aspek : Biaya Personal / Uang sekolah


Indikator : Penetapan uang sekolah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
Sekolah menetapkan uang sekolah (iuran bulanan) dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa
dan dalam tahun terakhir orang tua siswa
A. (91-100)% mampu membayar uang sekolah C.
B. (81-90)% mampu membayar uang sekolah D.

304. Komponen / Aspek : Biaya Personal / Subsidi silang


Indikator : Pelaksanaan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.
Sekolah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu, misalnya pembebasan SPP, pengurangan
SPP, bessiswa, dll, dalam tahun terakhir mencapai
A. ≥ 90 % siswa kurang mampu C.
B. (80-89) % siswa kurang mampu D.

305. Komponen / Aspek : Biaya Personal / Biaya operasional lain


Indikator : Penggalangan biaya operasional lain di samping iuran komite rutin dan fisik sekolah
Sekolah melakuikan pungutan biaya operasional lain di samping iuran komite rutin dan fisik sekolah untuk
pengingkatan mutu pendidikan sepertibiaya ujian, biaya praktikum, study tour, perpisahan, dll, dalam tahun terakhir
adalah
A. Tidak melakukan pungutan biaya operasional lain C.
B. Melakukan 1 jenis pungutan D.

306. Komponen / Aspek : Biaya Personal / Penetapan biaya operasional


Indikator : Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya operasonal
dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Sekolah melaksanakan pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat (sebagai penggalian dana)
sebagai biaya operasonal dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, yaitu : (1) kepala sekolah, (2) komite
sekolah, (3) guru, (4) tenaga kependidikan lain, (5) siswa, dan (6) lainnya seperti yayasan atau pemangku
kepentingan, dalam tahun terakhir memenuhi
A. ≥ 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

307. Komponen / Aspek : Biaya Personal / Pengelolaan biaya operasional


Indikator : Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya operasonal dilakukan secara sistematis,
transparan, efisien, dan akuntabel.
Sekolah mengelola dana dari masyarakat sebagai biaya operasonal dilakukan secara : (1) sistematis, (2) transparan,
(3) efisien, dan (4) akuntabel, dalam tahun terakhir memenuhi
A. 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

308. Komponen / Aspek :Transparansi dan Akuntabilitas / Pedoman pengelolaan keuangan


Indikator :Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKAS
(RAPBS)
Sekolah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKAS (RAPBS) selama
A. ≥ 4 tahun C.
B. 3 tahun D.

309. Komponen / Aspek : Transparansi dan Akuntabilitas / Pembukuan biaya opersional


Indikator : Memiliki pembukuan biaya opersional
Apakah sekolah memiliki pembukuan biaya opersional ?
A. Ya C.
B. D.

310. Komponen / Aspek :Transparansi dan Akuntabilitas / Laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan
Indikator :Pembuatan laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya
pada pemerintah atau yayasan.
Apakah sekolah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah baik kepada pemerintah atau
yayasan?
A. Ya C.
B. D.

311. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Informasi silabus mata pelajaran
Indikator : Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan
kriteria penilaian pada awal semester.
Jumlah guru yang menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada
siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

312. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Informasi silabus mata pelajaran
Indikator : Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan
kriteria penilaian pada awal semester.
Jumlah silabus mata pelajaran yang diinformasikan kepada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir dari
keseluruhan silabus mata pelajaran adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

313. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Indikator pencapaian KD dan teknik penilaian
Indikator : Mengembangkan indikator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat
menyusun silabus mata pelajaran.
Kesesuaian antara teknik penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran terhadap indikator pencapaian kompetensi
dasar (KD) dari keseluruhan silabus mata pelajaran yang SNP adalah
A. (96-100)% C.
B. (91-95)% D.

314. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Indikator pencapaian KD dan teknik penilaian
Indikator : Mengembangkan indikator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat
menyusun silabus mata pelajaran.
Jumlah guru yang mengembangkan indikator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun
silabus mata pelajaran adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

315. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pengembangan instrumen


Indikator : Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian.
Kesesuaian antara instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian dengan bentuk dan teknik
penilaian dari keseluruhan mata pelajaran yang SNP adalah
A. (96-100)% C.
B. (91-95)% D.

316. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pengembangan instrumen


Indikator : Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik
penilaian.
Jumlah guru yang mengembangkan instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian sesuai
dengan bentuk dan teknik penilaian dari keseluruhan guru mata pelajaran adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

317. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pelaksanaan penilaian


Indikator : Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
Jumlah guru yang melaksanakan penilaian hasil belajar siswa seperti dengan teknik : (1) tes, (2) pengamatan, (3)
penugasan terstruktur, (4) penugasan tidak terstruktur/mandiri, (5) bentuk lainnya selama satu tahun terakhir dari
seluruh guru yang ada adalah
A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.

318. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pelaksanaan penilaian


Indikator : Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
Jumlah mata pelajaran yang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa menggunakan teknik : (1) tes, (2) pengamatan,
(3) penugasan terstruktur, (4) penugasan tidak terstruktur/mandiri, (5) bentuk lainnya selama satu tahun terakhir dari
seluruh mata pelajaran yang ada adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

319. Komponen / Aspek :Penilaian oleh pendidik / Pengolahan hasil penilaian


Indikator :Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar
siswa.
Jumlah guru yang mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, dalam satu tahun terakhir
adalah
A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.

320. Komponen / Aspek :Penilaian oleh pendidik / Pengolahan hasil penilaian


Indikator :Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar
siswa.
Jumlah guru yang mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kesulitan belajar siswa, dalam satu tahun terakhir
adalah
A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.
321. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pengembalian hasil penilaian
Indikator : Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa.
Jumlah guru yang mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertaicatatan, komentar, petunjuk, arahan,
solusi pemecahan permasalahan, dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir adalah
A. (86-100)% guru C.
B. (71-85)% guru D.

322. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pengembalian hasil penilaian


Indikator : Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa.
Jumlah hasil pemeriksaan pekerjaan siswa yang dikembalikan kepada siswa disertaicatatan, komentar, petunjuk,
arahan, solusi pemecahan permasalahan, dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir adalah
A. (86-100)% hasil pekerjaan siswa dikembalikan C.
B. (71-85)% hasil pekerjaan siswa dikembalikan D.

323. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pemanfaatan hasil penilaian


Indikator : Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
Jumlah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan penilaian sepertiremedial, pengayaan,
pengembangan diri, dll, dalam satu tahun terakhir adalah
A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.

324. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pemanfaatan hasil penilaian


Indikator : Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
Jumlah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran, sepertiperbaikan RPP, perbaikan
metode, pemanfaatan media, pengelolaan kelas, dll, dalam satu tahun terakhir adalah
A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.

325. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pemanfaatan hasil penilaian


Indikator : Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
Jumlah mata pelajaran yang dilakukan perbaikan penilaian seperti melaluiremedial, pengayaan, pengembangan diri,
dll atas dasar hasil penilaian, selama satu tahun terakhir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

326. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pemanfaatan hasil penilaian


Indikator : Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
Jumlah mata pelajaran yang dilakukan perbaikan pembelajaran melaluiperbaikan RPP, perbaikan metode,
pemanfaatan media, pengelolaan kelas, dll atas dasar hasil penilaian, selama satu tahun terakhir dari seluruh mata
pelajaran yang ada adalah
A. (76-100)% C.
B. (51-75)% D.

327. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pelaporan hasil penilaian pada akhir semester
Indikator : Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala
sekolah dalam bentuk laporan prestasi hasil belajar siswa.
Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah dalam
bentuk laporan prestasi belajar siswa, dalam satu tahun terakhir adalah
A. 100 % guru C.
B. (95-99) % guru D.

328. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pelaporan hasil penilaian akhlak mulia
Indikator : Melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil
penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
informasi untuk menentukan nilai akhir semester.
Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk
menentukan nilai akhir semester, dalam satu tahun terakhir adalah
A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.

329. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pendidik / Pelaporan hasil penilaian akhlak mulia
Indikator : Melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil
penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
informasi untuk menentukan nilai akhir semester.
Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
informasi untuk menentukan nilai akhir semester, dalam satu tahun terakhir adalah
A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.

330. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)
Indikator : Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa,
karakteristik mata pelajaran, dan kondisi sekolah
Jumlah mata pelajaran yang ditentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)-nya melalui rapat dewan guru dengan
memperhatikankarakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi sekolah, dalam satu tahun terakhir adalah

A. (86-100)% C.
B. (71-85)% D.

331. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)
Indikator : Menentukan KKM setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa,
karakteristik mata pelajaran, dan kondisi sekolah
Rata-rata KKM dari seluruh mata pelajaran pada tahun terakhir adalah
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

332. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Koordinasi evaluasi


Indikator : Mengkoordinasikan evaluasi tengah semester, evaluasi akhir semester, dan evaluasi
kenaikan kelas.
Sekolah melaksanakan koordinasi dengan dewan guru, Dinas Pendidikan Kab/Kota, Wali kelas, Komite Sekolah, dll,
untuk penyelenggaraan kegiatan : (1) evaluasi tengah semester, (2) evaluasi akhir semester, dan (3) evaluasi kenaikan
kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi
A. 3 jenis kegiatan C.
B. 2 jenis kegiatan D.

333. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Kriteria kenaikan kelas
Indikator : Menentukan kriteria kenaikan kelas
Sekolah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah yang melibatkan : (1) dewan guru, (2) guru
mapel, (3) wali kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi keterlibatan
A. 3 komponen dan kepala sekolah C.
B. 2 komponen dan kepala sekolah D.

334. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Kriteria kenaikan kelas
Indikator : Menentukan kriteria kenaikan kelas
Salah satu kriteria kenaikan kelas adalah pencapaian nilai KKM, dalam satu tahun terakhir yaitu dengan rata-rata
pencapaian
A. Lebih kecil dari rencana KKM C.
B. D.

335. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran
Indikator : Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
kesehatan dengan mempertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
Sekolah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan
kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan melalui rapat kepala sekolah yang
mempertimbangkan hasil penilaian guru dengan melibatkan : (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, dalam
satu tahun terakhir adalah memenuhi keterlibatan
A. 3 komponen dan kepala sekolah C.
B. 2 komponen dan kepala sekolah D.

336. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran
Indikator : Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
kesehatan dengan mempertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
Nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, pada tahun terakhir adalah
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

337. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran
Indikator : Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
kesehatan dengan mempertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
Nilai akhir kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, pada tahun terakhir adalah
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

338. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran
Indikator : Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
kesehatan dengan mempertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
Nilai akhir kelompok mata pelajaran iptek, pada tahun terakhir adalah
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

339. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran
Indikator : Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
kesehatan dengan mempertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
Nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika, pada tahun terakhir adalah
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

340. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran
Indikator : Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
kesehatan dengan mempertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
Nilai akhir kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada tahun terakhir adalah
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.
341. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menyelenggarakan ujian sekolah pada mata pelajaran, yaitu : (1) Pendidikan Agama, (2) PKn, (3) IPS, (4)
Seni dan Budaya, (5) Pendidikan Jasmani, dan (6) TIK/Keterampilan serta (7) muatan lokal, dalam tahun terakhir
memenuhi
A. 7 mapel C.
B. 4-6 mapel D.

342. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Agama
sebesar
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

343. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran PKn sebesar
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

344. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran IPS sebesar
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

345. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Seni dan Budaya
sebesar
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

346. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Jasmani
sebesar
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.
347. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran TIK/Keterampilan
sebesar
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

348. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
Indikator : Menyelenggarakan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan
penyelenggara UN.
Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Muatan Lokal
sebesar
A. ≥ 7,00 C.
B. 6,50-6,90 D.

349. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Pelaporan hasil penilaian mata pelajaran
Indikator : Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada
setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil
belajar siswa.
Apakah sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir
semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir?

A. Ya C.
B. D.

350. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Pelaporan hasil penilaian mata pelajaran
Indikator : Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada
setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil
belajar siswa.
Apakah sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir
semester juga kepada siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir?

A. Ya C.
B. D.

351. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Pelaporan pencapaian hasil belajar tingkat satuan
Indikator : pendidikan
Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota.
Apakah sekolah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota pada semester terakhir?
A. Ya C.
B. D.

352. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Pelaporan pencapaian hasil belajar tingkat satuan
Indikator : pendidikan
Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota.
Apakah sekolah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Komite Sekolah pada semester
terakhir?
A. Ya C.
B. D.

353. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan kelulusan


Indikator : Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai dengan kriteria kelulusan.

Sekolah menentukan kriteria kelulusan siswa yaitu : (1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; (2)
memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mapel kelompok mapel agama dan akhlak mulia,
kewarganegaraan dan kepribadian, sains, estetika, jasmani, olah raga dan kesehatan; (3) lulus ujian sekolah; (4) lulus
ujian nasional (UN), pada tahun terakhir memenuhi sebanyak
A. 4 kriteria C.
B. 3 kriteria D.

354. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penentuan kelulusan


Indikator : Menentukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai dengan kriteria kelulusan.

Sekolah menentukan kelulusan siswa berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada tahun terakhir melalui rapat
bersama kepala sekolah dengan melibatkan unsur : (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, (4) guru BK, yaitu
memenuhi keterlibatan
A. 4 unsur C.
B. 3 unsur D.

355. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penerbitan SKHUN


Indikator : Menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujuan Nasional (SKHUN) setiap
siswa yang mengikuti UN bagi sekolah penyelenggara UN.
Sekolah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujuan Nasional (SKHUN) setiap siswa yang
mengikuti UN adalah
A. ≤ 7 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan C.
Kab/Kota
B. 8-14 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan D.
Kab/Kota

356. Komponen / Aspek : Penilaian oleh Satuan Pendidikan / Penerbitan ijazah


Indikator : Menerbitkan dan menyerahkan ijazah setiap siswa yang telah lulus bagi sekolah
penyelenggara UN.
Sekolah menerbitkan dan menyerahkan ijasah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketenuan yang
ditetapkan, yaitu
A. Tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang C.
ditetapkan
B. 7 hari dari waktu yang ditetapkan D.

357. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pemerintah / Pemanfaatan hasil UN untuk penentuan kelanjutan studi
Indikator : Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru
Apakah sekolah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional SD/MI/ atau hasil ujian Paket A sebagai
salah satu penentu penerimaan siswa baru?
A. Ya C.
B. D.

358. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pemerintah / Pemanfaatan hasil UN untuk penentuan kelanjutan studi
Indikator : Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru
Sekolah memiliki prestasi hasil UN yang ditunjukkan dengan presentase kelulusan pada tahun terakhir, adalah
A. (91-100) % C.
B. (81-90) % D.

359. Komponen / Aspek : Penilaian oleh pemerintah / Pemanfaatan hasil UN untuk penentuan kelanjutan studi
Indikator : Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru
Sekolah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata hasil UN pada tahun terakhir, adalah
A. Semua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi C.
daripada rata-rata nasional
B. 3 mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi daripada D.
rata-rata nasional
ulum / Muatan Kurikulum
1). Mata Pelajaran, (2). Muatan Lokal, (3). Kegiatan
). Pengaturan Beban Belajar, (5). Ketuntasan Belajar, (6).
lulusan, (7). Pendidikan Kecakapan Hidup, (8). Pendidikan
okal, (9). Dan lainnya,
ri dari muatan
5-6 muatan
< 5 muatan

ulum / Muatan Kurikulum


uan pelaksanaan Muatan kurikulum sekolah, yaitu panduan : (1).
uatan Lokal, (3). Kegiatan Pengembangan Diri, (4). Pengaturan
untasan Belajar, (6). Kenaikan Kelas dan Kelulusan, (7).
Hidup, (8). Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal, (9). Dan

erdapat panduan pelaksanaan muatan dalam tahun terakhir yaitu

5-6 panduan muatan


< 5 panduan muatan

ulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


batkan/bersama pihak-pihak terkait (Guru serumpun, MGMPS,
Dinas Pendidikan, JarKur, Komite Sekolah, dll)
sanakan dengan prinsip / keharusan melibatkan pihak-pihak

2-4 lembaga
Dilaksanakan sendiri/tidak melibatkan

ulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


gacu pada standar kompetensi lulusan dan standar isi dengan
RIKULUM, UUSPN 20/2003, PP 19/2005, Permen 22/2006,
uan KURIKULUM, dll
sanakan dengan berpedoman kepada
1-2 pedoman
Tidak berpedoman

ulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


us dipergunakan adalah mengacu kepada : (1). Berpusat pada
, kebutuhan, dan kepentingan siswa dan lingkungannya. (2).
3). Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,
Relevan dengan kebutuhan kehidupan. (5). Menyeluruh dan
Belajar sepanjang hayat, (7). Seimbang antara kepentingan

h dalam pengembangan KURIKULUM SNP antara lain


3-4 prinsip
1-2 prinsip

ulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


sediaan referensi
pengembangan KURIKULUM SNP di sekolah dalam tahun

70-79 %
< 70 %
ulum / Prinsip pengembangan Kurikulum
alam pengembangan kurikulum SNP melalui : (1).
ntasi, sosialisasi, dan pemahaman SKL, SI, dan lainnya yang
pengembangan/penyusunan kurikulum, (3). Validasi hasil
UM, (4). Workshop review dan penyempurnaan, (5).
l akhir penyusunan KURIKULUM
KULUM yang dilakukan dalam tahun terakhir melalui kegiatan
3 kegiatan
1-2 kegiatan

ulum / Prinsip pengembangan Kurikulum


alam pengembangan kurikulum SNP melalui : (1).
ntasi, sosialisasi, dan pemahaman SKL, SI, dan lainnya yang
pengembangan/penyusunan kurikulum, (3). Validasi hasil
UM, (4). Workshop review dan penyempurnaan, (5).
l akhir penyusunan KURIKULUM
KULUM dalam tahun terakhir
70-79 %
< 70 %

ulum / Prinsip Pelaksanaan kurikulum


alam pelaksanaan kurikulum SNP dalam bentuk pengajaran
s mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, serta
n untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis, dan
enegakkan 5 pilar belajar, (3). Siswa mendapatkan layanan yang
gayaan, dan atau percepatan, (4). Suasana hubungan siswa dan
ima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, (5).
tan multistrategi dan multimedia, sumber belajar dan teknologi
manfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, (6).
isi alam, sosial dan budaya, serta kekayaan daerah, (7).
keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan
n jenis serta jenjang pendidikan, (8). Penggunaan multimedia
kulum

mentasikan dalam pembelajaran berdasarkan pada prinsip-

3-4 prinsip
1-2 prinsip

ulum / Prinsip Pelaksanaan kurikulum


pedoman/acuan/sumber daya umum
umum untuk implementasi prinsip-prinsip pelaksanaan

70-79 %
< 70 %
ndidikan Umum / Struktur kurikulum
kulum SNP dan penyusunannya : (1). Memiliki struktur
at 10 mata pelajaran umum dengan alokasi waktu tiap mapel, (2).
ulum yang ditambah dengan muatan lokal dan alokasi waktunya,
n lokal yang melibatkan berbagai pihak, (4). Memiliki struktur
at program pengembangan diri, (5). Penyusunan program
ng melibatkan berbagai pihak, (6). Memiliki struktur kurikulum
an Berbasis Keunggulan Lokal (PBKL), (7). Penyusunan PBKL
hak

mal adalah
2-3 muatan
1 muatan

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


umum
pembuatan struktur KURIKULUM di sekolah dalam tahun

70-79 %
< 70 %

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


m muatan lokal
am tahun terakhir
70-79 %
< 70 %

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


engembangan diri
bersifat ekstrakurikuler dalam tahun terakhir
1-2 program
Tidak ada

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


engembangan diri
bersifat layanan konseling dalam tahun terakhir
1-2 program
Tidak ada

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


m pengembangan diri
ekstrakurikuler di sekolah dalam tahun terakhir
70-79 %
< 70 %

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


m pengembangan diri
layanan konseling di sekolah dalam tahun terakhir
70-79 %
< 70 %

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


BKL
erakhir
1-2 program
Tidak ada

ndidikan Umum / Struktur kurikulum


m PBKL
un terakhir
70-79 %
< 70 %

ndidikan Umum / Standar dan kompetensi dasar


mata pelajaran SNP: untuk 10 mata pelajaran pokok yaitu:
n, Bhs Indonesia, Bhs Inggris, Matematika, IPA, IPS, Seni
smani, dan TIK/Keterampilan
KD dengan benar dan sesuai Permendiknas No 22/2006, yaitu

4-6 mata pelajaran


≤ 3 mata pelajaran

ndidikan Umum / Standar dan kompetensi dasar


ndar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap
m pendidikan lain: Muatan Lokal
KD dengan benar untuk mata pelajaran Muatan Lokal

Tidak

ndidikan Umum / Standar dan kompetensi dasar


ndar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap
m pendidikan lain: PBKL
KD dengan benar untuk mata pelajaran PBKL

Tidak

muka
mbelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yaitu dengan 3
(1). Satu jam pembelajaran tatap muka berlangsung selama 40
pembelajaran per minggu minimal 32 jam, (3). Junlah minggu
al 34 minggu

Satu (1) cara


Tidak sesuai dengan Permendiknas No 22/2006

muka
mbelajaran sesuai dengan ketentuan beban belajar yaitu dengan 3
(1). Satu jam pembelajaran tatap muka berlangsung selama 40
pembelajaran per minggu minimal 32 jam, (3). Junlah minggu
al 34 minggu
atap muka, yaitu
Satu (1) ketentuan
Di bawah standar ketentuan dari Permendiknas No
22/2006

san terstruktur
terstruktur kepada siswa digunakan untuk : (1). Mencapai standar
sional; (2). Mendalami materi ajar.
penugasan terstruktur
(26-50)%
< 26 %

san terstruktur
terstruktur kepada siswa digunakan untuk : (1). Mencapai standar
sional; (2). Mendalami materi ajar.
an terstruktur dari seluruh mapel SNP adalah
(26-50)%
< 26 %

an mandiri tidak terstruktur


diri/tidak terstruktur : (1). Merupakan kegiatan pembelajaran
teri oleh siswa; (2). Dirancang g uru untuk mencapai kompetensi
nyelesaiannya diatur oleh siswa sendiri; (4). Waktu kegiatan bagi
dengan ketentuan beban belajar pada tingkat SMP

struktur pada mata pelajaran SNP memenuhi ketentuan-

2 buah
1 buah/tidak ada

an mandiri tidak terstruktur


dak terstruktur mapel SNP
penugasan mandiri / tidak terstruktur adalah
(26-50)%
< 26 %

an mandiri tidak terstruktur


gram tidak terstruktur mapel SNP
an mandiri / tidak terstruktur dari seluruh mapel SNP adalah

(26-50)%
< 26 %

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan KTSP


memenuhi ketentuan-ketentuan : (1). Berdasarkan kerangka dasar
mpetensi, dan panduan penyusunan kurikulum, (2). Di bawah
i Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SMP, (3). Sesuai
sosial budaya masyarakat, dan siswa, (4). Dilakukan bersama
isahkan oleh Dinas Pendidikan kab/kota untuk SMP

P, maka dilakukan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan


2 ketentuan
1 ketentuan atau tidak sama sekali

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan KTSP


memenuhi ketentuan-ketentuan : (1). Berdasarkan kerangka dasar
mpetensi, dan panduan penyusunan kurikulum, (2). Di bawah
i Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SMP, (3). Sesuai
sosial budaya masyarakat, dan siswa, (4). Dilakukan bersama
isahkan oleh Dinas Pendidikan kab/kota untuk SMP

erapa ketentuan dalam pengembangan adalah


(26-50)%
< 26 %

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan Silabus


silabus mapel SNP adalah : (1). Penyusun/pengembang silabus
ri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan ,
ur, Dit. PSMP, dsb, (2). Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
006, (3). Disahkan sesuai dengan ketentuan, (4). Sesuai dengan
n sekolah, (5). Penggunaan referensi, buku, dan pendukung

mata pelajaran SNP dilakukan memenuhi ketentuan-ketentuan


2 ketentuan
1 ketentuan atau tidak ada

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan Silabus


milikian silabus mapel SNP didistribusikan kepada : (1). Guru
Kepala sekolah/sekolah, (3). Dinas Pendidikan Kab/Kota, (4).
kan
pel SNP memenuhi
1 jenis
Tidak ada

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan Silabus


bus mapel SNP oleh sekolah : (1). Bentuk cetakan, (2). Bentuk
hak terkait
memenuhi ketentuan
1 ketentuan
Tidak ada

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan RPP


RPP mapel SNP adalah : (1). Penyusun/pengembang silabus
ri, MGMP sekolah, MGMP di luar sekolah. Dinas Pendidikan ,
ur, Dit. PSMP, dsb, (2). Dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
006, (3). Dikembangkan berdasarkan silabus masing-masing
suai dengan ketentuan, (5). Sesuai dengan kondisi dan
6). Penggunaan referensi, buku, dan pendukung relevan

ata pelajaran SNP dilakukan memenuhi ketentuan-ketentuan


2 ketentuan
1 ketentuan atau tidak ada

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan RPP


milikian RPP mapel SNP didistribusikan kepada : (1). Guru yang
ala sekolah/sekolah, (3). Dinas Pendidikan Kab/Kota, (4).
kan
SNP memenuhi
1 jenis
Tidak ada

uan Pendidikan (KTSP) / Pengembangan RPP


P mapel SNP oleh sekolah : (1). Bentuk cetakan, (2). Bentuk file,
erkait
menuhi ketentuan
1 ketentuan
Tidak ada

uan Pendidikan (KTSP) / Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)


nimal (KKM) =75 untuk setiap mata pelajaran yang ditetapkan

p semua mata pelajaran adalah


2-5 mapel dengan KKM ≥ 75
1 mapel atau tidak ada dengan KKM ≥ 75

uan Pendidikan (KTSP) / Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)


asar menetapkan KKM untuk setiap mata pelajaran SNP
san dalam penentuan KKM tiap mapel adalahkarakteristik
h, terpenuhi
1 faktor
Tidak ada

Alokasi waktu dan penetapan kalender pendidikan


usun kalender pendidikan Sekolah : (1). Mencantumkan awal
engalokasikan minggu efektif belajar, (3). Mengalokasikan waktu
4). Mencantumkan hari libur, (5). Disusun berdasarkan standar isi
ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah
uhi ketentuan-ketentuan
2 ketentuan
1 ketentuan atau tidak memenuhi semua ketentuan

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


n pengembangan atau penyusunan silabus mapel SNP
ncanaan pengembangan atau penyusunan silabus untuk semua
3) panduan penyusunan KTSP, yaitu telah memenuhi
1 unsur
Tidak ada

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


an atau penyusunan silabus mapel SNP oleh guru sendiri
gan atau penyusunan silabus secara sendiri-sendiri dari semua

(26-50)%
≤ 25 %/tidak ada

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


an atau penyusunan silabus mapel SNP MGMP sekolah
gan atau penyusunan silabus dengan cara berkelompok dalam
lajaran atau sesuai rumpunnya sebanyak
(26-50)%
≤ 25 %/tidak ada
mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan
an atau penyusunan silabus mapel SNP MGMP sekolah
gan atau penyusunan silabus dengan cara berkelompok dari
a mata pelajaran sebanyak
(26-50)%
≤ 25%/tidak ada

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


engembangkan silabus mapel SNP sama dengan silabus yang
t
g sama dengan silabus yang telah disusun oleh pusat sebanyak

(51-75)%
(76-100)%

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
wah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Tidak

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


Dinas Kab/Kota
h Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Tidak

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


embelajaran
penyusunan (RPP)
atau pengembangan RPP mapel SNP
NP secara lengkap dan sistematik yaitu berisi : (1) Identitas mata
ensi Dasar (KD); (4) Indikator Pencapaian kompetensi; (5)
ktu; (8) Metode Pembelajaran; (9) Kegiatan Pembelajaran; (10)
elah memenuhi sebanyak
4-6 mapel
≤ 3 mapel

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


embelajaran (RPP) RPP mapel SNP oleh guru sendiri
an atau penyusunan
gan atau penyusunan RPP secara sendiri-sendiri dari semua mata

(26-50)%
≤ 25 %/tidak ada

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


embelajaran (RPP) RPP mapel SNP MGMP sekolah
an atau penyusunan
gan atau penyusunan RPP dengan cara berkelompok dalam
lajaran atau sesuai rumpunnya sebanyak
(26-50)%
≤ 25 %/tidak ada

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


embelajaran (RPP) RPP mapel SNP MGMP sekolah
an atau penyusunan
gan atau penyusunan RPP dengan cara berkelompok dari
a mata pelajaran sebanyak
(26-50)%
≤ 25%/tidak ada

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


embelajaran (RPP)
engembangkan RPP mapel SNP sama dengan silabus yang telah

g sama dengan RPP yang telah disusun oleh pusat sebanyak


(51-75)%
(76-100)%

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


embelajaran
wah supervisi(RPP)
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
h supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Tidak

mbelajaran / Perencanaan pengembangan atau penyusunan


embelajaran
ala (RPP)
Dinas Kab/Kota
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota

Tidak

mbelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


idu siswa
encana pelaksanaan pembelajaran di dalam RPP dari mapel-
ara-cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi (kelompok)

(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


siswa
aan pembelajaran di dalam RPP dari mapel-mapel SNP yang
ng siswa aktif dan berpartisipasi, yaitu
(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


ca dan menulis
aan pembelajaran serta penilaian hasil belajar di dalam RPP dari
asan-penugasan, dll untuk menimbulkan budaya membaca dan

(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


n tindak lanjut
r di dalam RPP dari mapel-mapel SNP yang telah memuat
ndak lanjut kepada siswa atau oleh gurunya sendiri, yaitu
(26-50)%
≤ 25 %
mbelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP
keterpaduan antara SK, KD, materi, kegiatan pembelajaran,
ompetensi, penilaian, dan sumber bahan
materi, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian
nan RPP dari mapel-mapel SNP, yaitu
(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Prinsipprinsip penyusunan RPP


ologi informasi dan komunikasi
lementasi serta pengkomunikasian dengan pihak-pihak lain yang

(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Bahan Ajar

abus dalam pengembangan RPP


(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Bahan Ajar

mbuatan RPP
(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Bahan Ajar

n ajar yang dipergunakan dalam pembuatan RPP dilihat dari

(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Bahan Ajar

unakan dalam pembuatan RPP untuk tiap mata pelajaran adalah

3 jenis
< 3 jenis

mbelajaran / Bahan Ajar

lam pengadaan bahan-bahan ajar untuk pembuatan RPP


(26-50)% terjangkau
≤ 25 % terjangkau

mbelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran


siswa

Kurang atau lebih besar dari 32 anak


mbelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran
uru: 24 jam/minggu

14-17 jam/minggu
≤ 14 jam/minggu

mbelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran


) ditetapkan bersama dan sesuai Permendiknas; (b) ratio 1:1 (per
uku panduan guru, referensi, pengayaan, dll
anaan pembelajaran memenuhi ketentuan pemenuhan buku tekas

1 item
Tidak memenuhi semua item

mbelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran


/ sesuai tuntutan kompetensi, dalam hal: pengaturan duduk
suara guru, tutur kata, ketertiban PBM, penguatan, umpan balik,
enggunaan waktu,dll
enuhi ketentuan-ketentuan pengelolaan kelas, yaitu sebanyak

(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran


ajar
dengan tahun terakhir adalah

Sesuai ketentuan Permendiknas No 24/2007 tentang


Standar Sarpras

mbelajaran / Pelaksanaan Pembelajaran

lah memenuhi langkah-langkah dalam kegiatan pendahuluan


dan penjelasan materi pembelajaran, sebanyak

(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Pelaksanaan Pembelajaran

lah memenuhi langkah-langkah dalam kegiatan inti yaitu (a)


wa, beragam pendekatan; (b) elaborasipembiasaan siswa,
berprestasi/unjuk kerja siswa dll; (c) konfirmasiumpan balik,
engalaman bermakna, sebanyak
(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Pelaksanaan Pembelajaran


angkum, penilaian, umpan balik, tindak lanjut, rencana

lah memenuhi langkah-langkah dalam kegiatan penutup yaitu


ncana berikutnya, sebanyak
(26-50)%
≤ 25 %

/ Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar


an hasil belajar
ekolah (guru dan satuan pendidikan) berdasarkan ketentuan-
nsi peserta didik, sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan
elah memenuhi
(26-50)%
≤ 25 %

/ Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar


pelakdsanaan penilaian hasil belajar
ara konsisten, sistematis dan terprogram dengan menggunakan tes
atan kinerja, pengukur sikap, penilaian hasil karya berupa tugas,
dalam pelaksanaan penilaian hasil belajar oleh sekolah (guru dan

(26-50)%
≤ 25 %

/ Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar


asi Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian
ran
olah (guru dan satuan pendidikan) telah memenuhi ketentuan-
Standar Penilaian
(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Pemantauan

es pembelajaran yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian

1 tahapan
Tidak melaksanakan

mbelajaran / Pemantauan

ran dengan strategi atau cara-cara diskusi kelompok terfokus,


n dokumentasi, memenuhi
2-3 cara
1 cara atau tidak ada

mbelajaran / Pemantauan

kan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan, yaitu

pengawas
tidak ada

mbelajaran / Supervisi

n melalui 3 (tiga) tahapan yaituperencanaan, pelaksanaan, dan


1 tahapan
Tidak melaksanakan

mbelajaran / Supervisi

n dengan cara-cara yaitupemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan

2 cara
1 cara atau tidak ada

mbelajaran / Supervisi

n oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan


pengawas
tidak ada

mbelajaran / Evaluasi

dengan tujuan untuk menentukan kualitas pembelajaran dan

Tidak

mbelajaran / Evaluasi

dengan minimal dengan cara-cara(i) membandingkan proses


oses (Permendiknas No 41/2007), (ii) mengidentifikasi kinerja
etensi guru.
1 cara
Tidak ada

mbelajaran / Evaluasi

dengan memusatkan pada


Pengelolaan kelas
Peranserta siswa dalam pembelajaran

mbelajaran / Pelaporan
n dan hasil penilaian pembelajaran
n evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan

Guru/dewan guru dan Komite Sekolah


Guru/dewan guru

mbelajaran / Pelaporan
n
emantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada

(26-50)%
≤ 25 %

mbelajaran / Tindak lanjut


gaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar
kepentingan melalui
1 cara
Tidak ada

mbelajaran / Tindak lanjut


mendidik terhadap guru yang belum memenuhi standar
mangku kepentingan yang ditindaklanjuti adalah sebanyak
(26-50)%
≤ 25 %

Kecerdasan
ogis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
ajaran IPTEK yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA,
lai ulangan semester 1 dan 2 tahun terakhir) adalah
65,00 – 69,99
< 65,00

Kecerdasan
ogis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
ajaran estetika yaitu mapel seni budaya (dihitung dari rata-rata

65,00 – 69,99
< 65,00

Kecerdasan
ogis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.
ajaran jasmani, olah raga, kesehatan yaitu mapel pendidikan
ata nilai ulangan semester dan 2 tahun terakhir) adalah

65,00 – 69,99
< 65,00

Kecerdasan
isis gejala alam dan social, yaitu: gempa bumi, banjir, tanah
ngangguran, kriminalitas, kenakalan remaja, dll
h pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan
skusi siswa; (2) Kumpulan anotasi/kliping; (3) Laporan hasil
erjadi; dan (4) Laporan analisis data-data dokumentasi
k
2 kegiatan
1 atau tidak ada kegiatan

Kecerdasan
isis gejala alam dan social, yaitu: gempa bumi, banjir, tanah
ngangguran, kriminalitas, kenakalan remaja, dll
menganalisis tentang berbagai gejala alam dan sosial, selama

(26-50)%
< 26 %

Pengetahuan
lalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan
ai sumber belajar
n rutin dengan frekuensi tinggi) bagi siswa untuk memperoleh
pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar,
akan kelompok belajar, dari laporan-laporan ilmiah, dari internet,

3 kegiatan
≤ 2 atau tidak ada kegiatan

Pengetahuan
lalui program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan
ai sumber belajar
pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut
hir adalah
(26-50)%
< 26 %

Pengetahuan
ng mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan

h pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan


jawab berkemah, karya wisata, kunjungan ke museum,
ngan ke laboratorium alam, outbound, menanam pohon langka
nuhi
2 kegiatan
1 atau tidak ada kegiatan

Pengetahuan
ng mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan

dala/7 K dalam satu tahun terakhir


Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pengetahuan
resikan diri melalui kegiatan seni budaya
h pengalaman mengekspresikan/unjuk kerja/apresiasi/refleksi
jungi pameran lukisan, konser musik, pagelaran tari, drama dan
hi
2 kegiatan
1 atau tidak ada kegiatan

Pengetahuan
resikan diri melalui kegiatan seni budaya
dan budaya (seni tari, kriya, lukis, batik, music, teater, dll) dalam

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Kepribadian
lalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

ng menunjukan keterkaitan aspek Pendidikan Kewarganegaraan


itu
2 mapel
1 atau tidak ada mapel

Kepribadian
lalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

ajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian yaitu mapel PKn


tahun terakhir) adalah
65,00 – 69,99
< 65,00

Kepribadian
lalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

h pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok


upa kegiatan ekstrakurikuler atau Organisasi Siswa Intra Sekolah
mimpinan (LDK) dan lainnya beserta prestasi yang dicapai
ir memenuhi/mencapai
2 kegiatan
1 atau tidak ada kegiatan

Kepribadian
lalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

h pengalaman belajar melalui jenis kegiatan pada kelompok


upa kegiatan ekstrakurikuler atau Organisasi Siswa Intra Sekolah
k
(26-50)%
< 26 %

Kepribadian
lalui kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

pok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian berupa


Sekolah dalam satu tahun terakhir
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Kepribadian
uk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan

peroleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan


jawab seperti layanan konseling (misalnya perencanaan karir,
dan/atau kegiatan ekstrakurikuler (misalnya kegiatan
hraga, pecinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, bakti sosial,
menuhi
2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan
1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Kepribadian
uk menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan
n konseling (misalnyaperencanaan karir, kehidupan pribadi,
ekstrakurikuler (misalnyakegiatan kepramukaan, latihan
dan lain-lain) dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Kepribadian
uk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam
tertib, penyuluhan narkoba, penyuluhan kenakalan remaja,
hun terakhir mencapai/memenuhi
2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan
1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Kepribadian
uk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
partisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
yuluhan kenakalan remaja, catatan pelanggaran, catatan sanksi,

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Kepribadian
ng mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk
g terbaik
memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan
yang terbaik, sepertisepertipertandingan olahraga antarkelas,
aten/provinsi/nasional, dan lain-lain dalam satu tahun terakhir

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Kepribadian
ng mampu menumbuhkan sikap kompetitif dan sportif untuk
g terbaik
olah raga dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Kepribadian
ng dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
gsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI
memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan
rbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI,
OSIS, pecinta alam, dan lain-lain dalam satu tahun terakhir

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan
Kepribadian
ng dapat melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan
gsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI
partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
, seperti upacara hari besar kenegaraan, PMR, kegiatan OSIS dan
uhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Kepribadian
uk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportifitas
gan
memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter
n lingkungan, sepertiprogram pembiasaan 7K, prestasi lomba
n, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Kepribadian
uk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportifitas
gan
an untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa
m pembiasaan 7K, prestasi lomba kebersihan antar kelas, dan
tahun terakhir mencapai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Akhlak Mulia
lalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
ajaran agama dan akhlaq mulia yaitu mapel Pendidikan Agama
tahun terakhir) adalah
65,00 – 69,99
< 65,00

Akhlak Mulia
lalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata
onal yang bersifat afektif, seperti sepertiaktivitas ibadah bersama,
nolong warga masyarakat kurang mampu, dalam satu tahun

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Akhlak Mulia
lalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
agama dan akhlak mulia yang bersifat afektif, sepertiaktivitas
il Qur’an, dll, dalam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan
Akhlak Mulia
uk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
mi dalam lingkup nasional
memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai
n sosial ekonomi dalam lingkup nasional sepertiperingatan hari-
peringatan bulan bahasa, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Akhlak Mulia
uk menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
mi dalam lingkup nasional
an bertoleransi dalam keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan
ertiperingatan hari-hari besar nasional, pentas seni budaya, dan
mencapai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Akhlak Mulia
am pembentukan akhlak mulia
memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak
uk konseling dan/atau kegiatan ekstrakurikuler baik terprogram
upacara bendera, ibadah, tata karma in action, dan lain-lain,

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Akhlak Mulia
am pembentukan akhlak mulia
dang layanan pengembangan diri dalam bentuk konseling
aupun tidak terprogram seperti, layanan konseling, upacara
alam satu tahun terakhir mencapai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Akhlak Mulia
upa kegiatan pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat
orang lain
memperoleh pengalaman belajar untuk berupa kegiatan
an berempati terhadap orang lain, sepertidiskusi kelompok,
wa, tutor sebaya, dll, dalam satu tahun terakhir

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Akhlak Mulia
upa kegiatan pembiasaan untuk menghargai perbedaan pendapat
orang lain
i aspek menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap
an/workshop, musyawarah, debat siswa, dll dalam satu tahun

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Ketrampilan Untuk Hidup


nghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
memperoleh pengalaman menghasilkan karya kreatif baik
an tangan, karya teknologi tepat guna, seni tari, lagu ciptaan, seni
mencapai/memenuhi
2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan
1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Ketrampilan Untuk Hidup


nghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok
a-karya kreatif baik individual maupun kelompok sepertimelukis,
i, lagu ciptaan, seni pertunjukan, dan lain-lain dalam satu tahun

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Ketrampilan Untuk Hidup


dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
memperoleh ketrampilan membaca dan menulis naskah secara
ya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba, laporan hasil
ing, dan buletin siswa internal sekolah sepertipenugasan latihan
uletin internal karya siswa, majalah dinding yang terisi dengan
roleh penghargaan/pujian, latihan drama, daftar para juara lomba
ke industri, laporan studi kunjungan lapangan seperti ke museum
menuhi

2-3 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Ketrampilan Untuk Hidup


dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
ampilan membaca dan menulis naskah seperti hasil portofolio
yang terisi dengan rubrik tulisan terbaru, laporan kunjungan ke
museum dan lain-lain dalam satu tahun terakhir

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Ketrampilan Untuk Hidup


n menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
un Bahasa Inggris
memperoleh ketrampilan menyimak, membaca, menulis, dan
asa Inggris (ada bukti karya tulis ilmiah siswa), dengan nilai rata-
ah
65,00 – 69,99
< 65,00
Ketrampilan Untuk Hidup
n menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
un Bahasa Inggris
ampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
i/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Ketrampilan Untuk Hidup


n menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
un Bahasa Inggris
ampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan IPTEK


materi matematika, fisika, kimia, biologi, lomba karya ilmiah
ahun terakhir mencapai/memenuhi
2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan
1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

idang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya


encapai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya


pai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya


pai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya


apai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya


m berbagai aspek keilmuan, gejala alam, gejala sosial, dll, dalam

Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya


khir mencapai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
am mengembangkan IPTEK seiring dengan perkembangannya

bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya


ncapai/memenuhi
Tingkat kab/kota
Tidak ada/tk kecamatan

Pendidikan lanjut
mpu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang

memperoleh pengalaman belajar mampu menguasai


n lanjutan, aeperti kegiatan pengayaan/bimbingan test,
Tryout Ujian Nasional, dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir

2 jenis kegiatan dan/atau 2 kali kegiatan


1 jenis kegiatan dan/atau 1 kali kegiatan atau tidak
ada kegiatan

Pendidikan lanjut
mpu menguasai pengetahuan untuk melanjutkan ke jenjang

lebih tinggi dalam tahun terakhir adalah


(26-50)%
< 26 %

demik
ademik minimum
au S1 dari perguruan tinggi terakreditasi adalah
(26-50)%
< 26 %

r belakang pendidikan
kan tinggi
ngan latar belakang pendidikannya dari keseluruhan guru yang

(26-50)%
< 26 %

rohani
tuk menjalankan tugas mengajar, yaitu antara lain dibuktikan
semester adalah
(86-90)%
≤ 85 %

dagogik sebagai agen pembelajaran


akan, pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran

an sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan


pembelajaran, administrasi penilaian, dll adalah
(26-50)%
< 26 %

dagogik sebagai agen pembelajaran


akan, pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran

belajaran oleh guru adalah


Dipersiapkan MGMP kabupaten/kota
Dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan Kab/kota atau
lainnya

dagogik sebagai agen pembelajaran


ran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
mbelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan ada
gajar, catatan kegiatan pembelajaran, perangkat penilaian hasil

(26-50)%
< 26 %

dagogik sebagai agen pembelajaran


asi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
n sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan ada bukti
nt) sesuai yang diajarkan adalah
(26-50)%
< 26 %

dagogik sebagai agen pembelajaran


asi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
elajaran dengan dibuktikan kepemilikian dokumen penilaian hasil

(26-50)%
< 26 %

dagogik sebagai agen pembelajaran


asi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
aik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi
i tingkat
Kabupaten
Kecamatan/sekolah/Tidak ada

pribadian
an tindakan
au dari salah satu dan atau lebih dari sisi : (1) norma agama, (2)
in yang berlaku dalam satu tahun terakhir adalah
(11-25) %
≥ 26 %

pribadian
an tindakan
ibadian guru yang dilakukan sekolah antara lain dibuktikan
mberian penghargaan bagi yang berprestasi/tidak melakukan
si bagi yang melanggar, (4) pola pembinaan lainnya yang

2 pola pembinaan kepribadian


1 atau tidak ada pembinaan kepribadian

pribadian
an tindakan
aik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi
ai tingkat
Kabupaten
Kecamatan/sekolah/Tidak ada

ial sebagai agen pembelajaran


ektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan

n kompetensi sosial guru, yaitu dapat berkomunikasi secara


didikan, dan orangtua siswa, seperti : (1) rapat dewan guru
ua warga sekolah (guru dan karyawan), (3) rapat dengan komite
(pemangku kepentingan), dalam satu tahun terakhir terpenuhi

2 kegiatan pembinaan kompetensi social


1 kegiatan pembinaan kompetensi social atau tidak
ada

ial sebagai agen pembelajaran


ektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan

at (umum) dalam bentuk : (1) terlibat dalam kegiatan


lah lain, (3) terlibat dalam pemberantasan buta huruf/aksara, (4)
mberian les/tambahan pembelajaran tanpa pamrih, (6) dan
adalah
(26-50)%
< 26 %
ial sebagai agen pembelajaran
ektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan, dan

aik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi sosial

Kabupaten
Kecamatan/sekolah

fesional sebagai agen pembelajaran


ajaran
suai Permendiknas No 22/2006 (Standar Isi), dengan dibuktikan
) kelengkapan komponen RPP, (3) minimal 5 sumber belajar
materi RPP, (5) terdapat contoh/aplikasi konsep dalam RPP, (6)
) terdapat multi metode pembelajaran sesuai SK/KD/IK, (8)
nya yang relevan, dalam satu tahun terakhir memenuhi

2-4 komponen
1 komponen/tidak ada

fesional sebagai agen pembelajaran


ajaran
mbinaan kompetensi profesional guru sesuai dengan bidang-
peningkatan metode pembelajaran, (3) diklat system
karya ilmiah, (5) diklat penelitian, (6) pengembangan bahan ajar,
relevan, dalam satu tahun terakhir memenuhi
2-4 komponen
1 komponen/tidak ada

fesional sebagai agen pembelajaran


ajaran
okakarya ilmiah sesuai bidangnya dalam satu tahun terakhir

(26-50)%
< 26 %

fesional sebagai agen pembelajaran

u tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

fesional sebagai agen pembelajaran


karya ilmiah
satu tahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

fesional sebagai agen pembelajaran


karya ilmiah
dari keaktifan dalam penulisan karya tulis ilmiah melalui media
(4) majalah, (5), tabloid, (6) dan lainnya yang relevan dalam
2 media
1 media atau tidak ada

fesional sebagai agen pembelajaran


karya ilmiah
ggi oleh guru baik individu maupun kelompok (sebagai guru
fesional dalam satu tahun terakhir adalah mencapai tingkat
Kabupaten
Kecamatan/sekolah/tidak ada

ifikasi akademik minimum

≤ D III

ifikasi akademik minimum

perguruan tinggi yang

Belum/tidak terakreditasi

ifikasi akademik minimum

diampu adalah

Tidak sesuai/tidak sama

ifikasi akademik minimum

ifikat calon /sebagai kepala sekolah) yang dikeluarkan oleh

Tidak memiliki/tidak ada

ifikasi khusus minimum.


i guru SMP

Tidak memiliki/tidak ada

ifikasi khusus minimum.

Tidak memiliki/tidak ada/belum sertifikasi


guru/pendidik

ifikasi khusus minimum.


ebagai kepala sekolah

Tidak memiliki/tidak ada


alaman mengajar sebagai guru SMP dan kesehatan
mengajar sekurang-kurangnya selama 5 tahun di SMP
adalah
3 tahun
1-2 tahun

alaman mengajar sebagai guru SMP dan kesehatan


mengajar sekurang-kurangnya selama 5 tahun di SMP

2 tahun
1 tahun atau kurang

ampuan
manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola

h yang ditunjukkan antara lain oleh keberadaan : (1)


an RKAS), (2) melaksanakan RKS dan RKAS, (3) melaksanakan
S dan RKAS, (4) terdapat koordinasi dalam pengelolaan sekolah,
an pengurus sekolah lainnya, (6) terdapat pendelegasian
agi warga sekolah/lainnya, (8) menerapkan pola kepemimpinan
ya yang relevan, dalam satu tahun terakhir memenuhi

2-3 jenis
1 jenis

ampuan
manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola

oleh antara lain : (1) tingkat kelulusan ≥ 90%, (2) pencapaian


i ≥ 90%, (3) lulusan yang melanjutkan sekolah ≥ 90%, (4) nilai
si salah satu atau lebih tingkat kab/kota dalam bidanglingkungan,
hir memenuhi
2 jenis
1 jenis

ampuan
manajerial yang ditunjukkan dengan keberhasilan mengelola

ditinjau dari aspek kompetensi kepemimpinan (misalnya sebagai


hun terakhir adalah pada tingkat
Kabupaten
Kecamatan/sekolah/tidak ada

ampuan kewirausahaan
wirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/ jasa sebagai

n kegiatan usaha yang dapat dipergunakan untuk pusat sumber


kebunan, peternakan, perikanan, pertanian, tiketing, dan
khir memenuhi
2-4 jenis kegiatan usaha sekolah
1 jenis kegiatan usaha sekolah/tidak ada
ampuan kewirausahaan
wirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/ jasa sebagai

mengelola kegiatan usaha sekolah sepertikantin, koperasi,


nian, tiketing, dan sebagainya, dapat ditunjukkan dalam satu

(26-50)%
< 26 %/tidak ada

ampuan kewirausahaan
wirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/ jasa sebagai

naan kesiswaan dengan adanya kegiatan usaha sekolah


, sebagai tempat pembiasaan, sebagai sarana pengembangan diri,
engaplikasikan pengetahuan, sebagai sarana praktikum siswa,
wa/guru, dan sebagainya, selama satu tahun terakhir adalah

2-3 jenis keuntungan


1 jenis keuntungan/tidak ada

ampuan
untuk melakukan kegiatan supervisi
s kepala sekolah yang ditunjukkan dengan adanya : (1) tim
/perangkat instrumen, (3) pelaksanaan supervisi, (4) analisa
ya, dalam satu tahun terakhir memenuhi
2-3 jenis
1 jenis/tidak ada

ampuan
untuk melakukan kegiatan supervisi
sus kepala sekolah yang ditunjukkan dengan adanya : (1) tim
t instrumen, (3) pelaksanaan ME, (4) analisa hasil, (5) tindak
ahun terakhir memenuhi
2-3 jenis
1 jenis/tidak ada

Kualifikasi akademik minimum Kepala


ademik minimun :

DI
≤ SLTA

Kualifikasi akademik minimum Kepala


ademik minimun :
a adalah

Tidak sesuai/tidak sama

Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala administrasi


ahun
ministrasi
2 tahun
1 tahun
Kualifikasi akademik
ademik minimum :

SD atau yang sederajad


Tidak berpendidikan

Kualifikasi akademik
ademik minimum :
dikan menengah atau yang sederajat sebanyak
3 orang
≤ 2 orang

Kepemilikan kesesuaian latar belakang pendidikan dengan


akan
administrasi.
dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
trasi.
a dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang
berlaku sebanyak
3 orang
≤ 2 orang

Kualifikasi akademik
ademik minimun :
4 atau S1 dari jalur pendidik denagn memiliki sertifikat atau
n latar belakang ilmu perpustakaan dan informasi (salah satu

Tidak

Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala perpustakaan


ahun dari jalur pendidikan dan 4 tahun dari jalur tenaga

pustakaan adalah
1 tahun dari akademisi atau 2 tahun dari non
akademisi
nol tahun dari akademisi atau satu/ nol tahun dari non
akademisi

Kepemilikan kesesuaian latar belakang pendidikan dengan


akan
perpustakaan.
dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
kaan.
n program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya sebagai
wan dalam satu tahun terakhir sebanyak
2 orang
1 orang/tidak ada

Kepemilikan kualifikasi akademik minimum kepala


ademik minimum :
ah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki sertifikat atau
n latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu diantara

Tidak
Kepemilikan kualifikasi akademik minimum kepala
ademik minimum :
r adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki
ndidikan dengan latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu

Tidak

Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala laboratorium.


ahun dari jalur guru dan 5 tahun dari jalur laboran/teknisi.
oratorium IPA adalah
1 tahun dari akademisi atau 3 tahun dari non
akademisi
nol tahun dari akademisi atau dua/satu/ nol tahun dari
non akademisi

Masa kerja waktu diangkat menjadi kepala laboratorium.


ahun dari jalur guru dan 5 tahun dari jalur laboran/teknisi.
oratorium Komputer adalah
1 tahun dari akademisi atau 3 tahun dari non
akademisi
nol tahun dari akademisi atau dua/satu/ nol tahun dari
non akademisi

Kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugas sebagai


kan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
rium
m IPA sesuai dengan bidang tugasnya (Biologi, Fisika, atau

Tidak sesuai

Kesesuaian latar belakang pendidikan dengan tugas sebagai


kan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya
rium
m Komputer sesuai dengan bidang tugasnya (Teknologi
an sejenisnya), adalah

Tidak sesuai

Kualifikasi akademik
ademik minimum :
nimum D-II yang relevan dengan tugasnya di laboratorium
orium IPA (ahli peralatan) adalah

Tidak

Kualifikasi akademik
ademik minimum :
uter minimum D-II yang relevan dengan tugasnya di
bagai teknisi laboratorium Komputer (ahli peralatan) adalah
Tidak

Kualifikasi akademik minimum


-I)
ng relevan dengan tugasnya di sebagai laboran IPA ATAU
eknisi laboratorium IPA) adalah

Tidak

Kualifikasi akademik minimum


-I)
D-I yang relevan dengan tugasnya di sebagai laboran
Komputer (membantu teknisi laboratorium komputer) adalah

Tidak

s / Pemenuhan jumlah tenaga layanan khusus.


tenaga layanan khusus yang ; (1). Penjaga sekolah, (2). Tukang
ersihan, (4). Pengemudi, (5). Pesuruh
dari : (1) Penjaga sekolah, (2) Tukang kebun, (3) Tenaga
atu tahun terakhir memenuhi
2 jenis tenaga layanan khusus
1 jenis tenaga layanan khusus /tidak ada

sio minimum luas lahan terhadap siswa, sebagaimana tercantum


ar Sarana dan Prasarana.
k SSN dengan jumlah anak per rombongan belajar kelas 7,8,9

(26-50)%
< 26 %

bahaya yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa.


dari potensi bahaya yang mengancam kesehatan, (2) terhindar
wa, (3) memiliki akses untuk penyelamatan bahaya dan keadaan
hindar dari kerawanan pencurian, perusakan, dan gangguan lain,

2 unsur
1 unsur

n pencemaran
pencemaran air, (3) pencemaran udara, (4) pencemaran
akhir dapat terhindar dari
2 unsur
1 unsur

an lahan
an sekolah di lokasi yang sesuai keperuntukannya, (2) memiliki
gang hak atas tanah, dan (4) tidak dalam kondisi sedang sengketa,

2 unsur
1 unsur

sio minimum luas lantai terhadap siswa, sebagaimana tercantum


ar Sarana dan Prasarana.
anak per rombongan belajar kelas 7,8,9 masing-masing 15-32

(26-50)%
< 26 %

an
bahaya
nuhi unsur-unsur keselamatan bangunan antara lain : (1) struktur
banan maksimum, (2) tahan gempa (daerah tertentu), (3) terdapat
nti petir, (5) terdapat sarpras/bangunan menghindari banjir, dan

2 unsur
1 unsur

encemaran
nuhi unsur-unsur kesehatan bangunan antara lain : (1) memiliki
an air bersih, saluran air kotor dan atau air limbah,, (2) memiliki
air bersih, saluran air kotor dan atau air limbah,, (3) saluran air
ah (pengolahan sampah, pembakaran sampah, dll), (5) dan

2 unsur
1 unsur

an
aan.
nyamanan : (1) terdapat ventilasi udara, (2) pencahayaan
n ruang sesuai, (5) dan sebagainya, pada tahun terakhir mencapai

2 unsur
1 unsur

900 watt
450 watt atau dengan sumber daya lain digunakan
bersama

nan
ggunaan

Telah memiliki ijin pengeringan dan IMB dan ijin


penggunaan bangunan belum diproses
Tidak ada ijin pengeringan dan IMB serta ijin
penggunaan bangunan

aan
haraan
an pemenuhan aspek-aspek : (1) pemeliharaan ringan, (2)
kukan berkala/rutin, (5) terdapat sarpras pendukung
r mencapai
2 aspek
1 aspek

n secara kuantitas

ntarisasi bangunan, dan lainnya

Tidak

dan Sarana / Kelengkapan prasarana


ruang/kelengkapan sarpras
1) Ruang kelas, (2) ruang perpustakaan, (3) ruang lab. IPA, (4)
(7) tempat beribadah, (8) ruang konseling, (9) ruang UKS, (10)
g, (13) ruang sirkulasi, dan (14) tempat bermain/berolahraga,

5-9 jenis
≤ 4 jenis

dan Sarana / Kelengkapan prasarana


komputer
komputer dengan ketentuan antara lain : (1) jumlah komputer
nak), (2) spesifikasi komputer mutakhir, (3) terdapat jaringan
ak pendukung KTSP TIK, (5) pemeliharaan rutin dilakukan, (6)
mal 2,4m2/siswa), (8) ventilasi,pencahayaan, dan sirkulasi
nnya, dalam tahun terakhir memenuhi

2-4 jenis
1 jenis

dan Sarana / Kelengkapan prasarana


bahasa
bahasa dengan ketentuan antara lain : (1) jumlah meja/perangkat
), (2) spesifikasi mutakhir, (3 pemeliharaan rutin dilakukan, (4)
mal 2,4m2/siswa), (6) ventilasi,pencahayaan, dan sirkulasi
nnya, dalam tahun terakhir memenuhi

2-3 jenis
1 jenis

dan Sarana / Ruang kelas


luasan/siswa ruang kelas
unsur-unsur : (1) Banyak ruang kelas minimum sama dengan
ruang kelas 32 siswa; (3) Rasio minimum luas ruang kelas 2
rang dari 15 orang, luas minimum 30 m2, lebar minimum 5 m);
mbaca buku dan melihat ke luar ruangan, tahun terakhir mencapai

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang kelas


rcantum pada Tabel 3 dari Standar Sarana dan Prasarana.
nimal sarpras sampai tahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang perpustakaan


bar, dan pencahayaan ruang perpustakaan
etentuan unsur-unsur : (1) Tersedia ruangan sebagai tempat siswa
pustaka, dan tempat pengelola perpustakaan; (2) Luas ruang
kelas; (3) Lebar minimum ruang perpustakaan adalah 5 m; (4)
g memadai untuk membaca buku, pada tahun terakhir mencapai

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang perpustakaan


gaimana tercantum pada Tabel 4 dari Standar Sarana dan

al sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang laboratorium IPA


mpung, rasio luasan/siswa, luasan, pencahayaan, air bersih.
i ketnetuan unsur-unsur : (1) tempat praktium dengan
mum satu rombongan belajar, (3) rasio minimum ruang
belajar dengan siswa kurang dari 20 orang, luas minimum 48
18 m2, lebar minimum 5 m, (5) memiliki fasilitas pencahayaan
obyek percobaan, (6) tersedia air bersih, dalam tahun terakhir

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang laboratorium IPA


gaimana tercantum pada Tabel 5 dari Standar Sarana dan

nimal sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang pimpinan


, jumlah ruang, luasan
lakukan kegiatan pengelolaan sekolah, pertemuan dengan
ekolah., petugas dinas pendidikan, atau tamu lainnya, yaitu : (1)
, (3) ruang wakil urusan (minimal 4 ), (4) ruang wali kelas, (5)
emuan pembinaan dewan guru, (8) luas tiap ruang dengan
inimal 12 m2/lebar 3 m, (10) ruang lain untuk pimpinan, dalam

3-4 jenis
1-2 jenis

dan Sarana / Ruang pimpinan


gaimana tercantum pasa Tabel 6 dari Standar Sarana dan

imal sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang guru


cahayaan, jenis, jumlah
ntuan : (1) sebagai tempat bekerja dan istirahat serta menerima
imum luas ruang guru 4 m2/pendidik dan luas minimum 48 m2,,
at ruang tamu khusus, (5) lainnya, sampai tahun terakhir

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang guru


gaimana tercantum pasa Tabel 7 dari Standar Sarana dan

sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang tata usaha

pat kerja petugas untuk mengerjakan administrasi sekolah,


a usaha 4 m2/petugas dan luas minimum 16 m2, (2) terdapat
(4) ruang bendahara, (5) ruang penggandaan, (6) ruang arsip, (7)

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang tata usaha


gaimana tercantum pasa Tabel 8 dari Standar Sarana dan

ampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Tempat ibadah


enyamanan
untuk melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-
asing pemeluk agama tersedia, (2) luas minimum 12 m2, (3)
rjaga, (5) dan lainnya, dalam tahun terakhir mencapai

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Tempat ibadah


gaimana tercantum pada Standar Sarana dan Prasarana.
ana dan Prasarana yaitu : (1) Perlengkapan ibadah sesuai
nyak 1 buah jam dinding, (4) tempat bersuci/wudhlu, (5) kamar

2 unsur
1unsur

dan Sarana / Ruang konseling


enis/jumlah
swa mendapatkan layanan konseling memenuhi ketentuan : (1)
an suasana, (3) menjamin privasi siswa, (4) terdapat ruang
sus layanan, (6) dan lainnya, tahun terakhir mencapai

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang konseling


gaimana tercantum pada Tabel 9 dari Standar Sarana dan

imal sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang UKS


kenyamanan
enanganan dini siswa yang mengalami gangguan kesehatan di
, (2) terdapat ruang/tempat dokter/perawat khusus, (3) terdapat
wanita tempatnya, (5) nyaman, aman, ventilasi cukup, dan
memenuhi
2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang UKS


gaimana tercantum pasa Tabel 10 dari Standar Sarana dan

imal sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang organisasi kesiswaan

i tempat melakukan kegiatan kesekretariatan, dengan ketentuan :


uan siswa, (3) ada ruang khusus kegiatan siswa, (4) ada ruang
n, dan pencahayaan serta ventilasi cukup, (6) dan lainnya, dalam
2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Ruang organisasi kesiswaan


gaimana tercantum pasa Tabel 11 dari Standar Sarana dan

standar minimal sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Jamban


eamanan
esar dan/atau kecil, dengan ketentuan : (1) jumlah minimum 3
mum 1 unit jamban untuk setiap 40 siswa pria, (3) minimum 1
jamban untuk guru-guru, (5) Jamban harus berdinding, beratap,
a, dalam tahun terakhir memenuhi
2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Jamban


gaimana tercantum pasa Tabel 12 dari Standar Sarana dan

mpai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Gudang

an ketentuan : (1) luasan menyesuaikan kebutuhan (volume), (2)


ada gudang peralatan sekolah. yang belum berfungsi, (4) ada
dalam tahun terakhir memenuhi
2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Gudang


gaimana tercantum pasa Tabel 13 dari Standar Sarana dan

mpai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

dan Sarana / Ruang sirkulasi


yamanan
empat penghubung antar ruang dalam pembangunan sekolah dan
n interaksi sosial siswa di luar jam pelajaran, dengan ketentuan :
l seluruh ruang pada bangunan, lebar minimum 1,8 m, dan tinggi
ang dengan baik, beratap, serta memperoleh cahaya dan udara
n cahaya dan udara yang cukup; (4) lainnya, dalam tahun

2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Tempat bermain / berolahraga


ndisi
n ketentuan : (1) rasio luas minimum 3 m2/siswa atau dengan
siswa kurang dari 334 orang; (2) terdapat ruang bebas untuk
da di tempat yang tidak mengganggu proses pembelajaran di
dan tidak terdapat saluran air terbuka, serta benda-benda lain
, dalam tahun terakhir memenuhi
2 unsur
1 unsur

dan Sarana / Tempat bermain / berolahraga


gaimana tercantum pasa Tabel 14 dari Standar Sarana dan

i standar minimal sampai tahun terakhir mencapai


(26-50)%
< 26 %

/ Visi sekolah
an penetapan visi sekolah yang mudah dipahami.
baga, yaitu memenuhi unsur-unsur : (1) selaras dengan visi
dan tantangan di masyarakat, (3) mudah dipahami, (4) bersifat
ealisme (cerdas, patriotism, keimanan/ketaqwaan), dan (6)

2 unsur
1 unsur

/ Visi sekolah
an penetapan visi sekolah yang mudah dipahami.
baga disertai dengan rumusan indicator-indikator visi, yang
dar : (1) kompetensi lulusan, (2) isi, (3) proses, (4) penilaian, (5)
7) sarana dan prasarana, (8) pembiayaan, (9) seni dan budaya,

3-4 aspek
1-2 aspek/tidak ada rumusan indicator visi

/ Visi sekolah
uh warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.
nsur : (1) warga sekolah, (2) komite sekolah, (3) masyarakat, (4)
ndidikan kab/kota, (5) LSM, (6) dunia usaha/industry, dan (7)

2-3 unsur
1 unsur/tidak ada sosialisasi

/ Misi sekolah
an penetapan misi sekolah yang mudah dipahami serta sering
seluruh warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.

olah sesuai dengan visi lembaga bersama warga sekolah, yaitu


at rumusan misi, (2) mengandung strategi pencapaian indicator
muskan dengan kalimat lengkap dan jelas, (5) mudah dipahami,
uhi
2-3 unsur
1 unsur/tidak ada
/ Tujuan sekolah
an penetapan tujuan sekolah 4 tahun dan 1 tahun yang mudah
isosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak

ekolah 4 (empat) tahunan sesuai dengan misi dan visi lembaga


: (1) tiap misi lembaga terdapat rumusan tujuan lembaga, (2)
s-degree (ABCD), (3) dirumuskan dengan kalimat lengkap dan
(6) lainnya, yaitu memenuhi
2 unsur
1 unsur/tidak ada

/ Tujuan sekolah
an penetapan tujuan sekolah 4 tahun dan 1 tahun yang mudah
isosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak

ek-aspek SNP dan lainnya seperti aspek standar : (1) kompetensi


men, (6) pendidik dan tenaga kependidikan, (7) sarana dan
lingkungan, dan (11) lainnya, yaitu memenuhi
3-4 aspek
1-2 aspek/tidak ada

/ Tujuan sekolah
an penetapan tujuan sekolah 4 tahun dan 1 tahun yang mudah
isosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan segenap pihak

ekolah 1 (satu) tahunan sesuai dengan tujuan 4 tahunan lembaga


: (1) tiap tujuan 4 tahunan terdapat rumusan tujuan 1 tahunan,
ions-degree (ABCD), (3) dirumuskan dengan kalimat lengkap
serta (6) lainnya, yaitu memenuhi
2 unsur
1 unsur/tidak ada

/ Tujuan sekolah
pek-aspek SNP.
-aspek SNP dan lainnya seperti aspek standar : (1) kompetensi
men, (6) pendidik dan tenaga kependidikan, (7) sarana dan
lingkungan, dan (11) lainnya, yaitu memenuhi
3-4 aspek
1-2 aspek/tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


jangka menengah (empat tahunan)
u rencana kerja jangka menengah/rencana kerja empat tahunan,
n : (1) analisis lingkungan strategis, (2) analisis strategis kondisi
didikan masa datang (idealnya), (4) indentifikasi tantangan nyata,
an 4 tahun, (8) program strategis, (9) strategi pencapaian, (10)
luasi, dan (12) RAPBS/pembiayaan empat tahun, yaitu

3-7 aspek
1-2 aspek/tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


jangka menengah (empat tahunan)
gka menengah/rencana kerja empat tahunan yang disusun
kompetensi lulusan, (2) isi, (3) proses, (4) penilaian, (5)
7) sarana dan prasarana, (8) pembiayaan, (9) seni dan budaya,

3-4 aspek
1-2 aspek/tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


satu tahun dengan sistematika sesuai pedoman
ekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja
ri komponen : (1) analisis lingkungan operasional sekolah (2)
sis kondisi pendidikan sekolah masa datang (idealnya), (4)
ujuan situasional, (6) identifikasi urusan-urusan sekolah tiap
ngkah pemecahan persoalan, (9) rencana kegiatan, (10) hasil
g-evaluasi-akreditasi, (12) RAPBS/pembiayaan satu tahun, (13)
mpiran, yaitu memenuhi

4-8 aspek
1-3 aspek/tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


pin sekolah
gka menengah/rencana kerja empat tahun dan Rencana Kegiatan
ngka pendek/rencana kerja satu tahun, telah disosialisasikan yang
2) komite sekolah, (3) masyarakat, (4) lembaga-lembaga
(5) LSM, (6) dunia usaha/industry, dan (7) lainnya, yaitu

2-3 unsur
1 unsur/tidak ada sosialisasi

/ Rencana kerja sekolah


atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja satu tahun
k SNP
au rencana kerja jangka pendek/rencana kerja satu tahun yang
SNP, seperti aspek standar : (1) kompetensi lulusan, (2) isi, (3)
n tenaga kependidikan, (7) sarana dan prasarana, (8)
11) kesiswaan, dan (12) lainnya, yaitu memenuhi
3-4 aspek
1-2 aspek/tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


idang kesiswaan.
perti(i) seleksi penerimaan siswa baru, (ii) memberikan layanan
kulikuler, (iv) melakukan pembinaan prestasi unggulan, dan (v)
erakhir memenuhi
2 kegiatan
1 kegiatan /tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


idang pengembangan kurikulum dan pembelajaran.
kulum dan pembelajaran untuk menghasilkan 5 (lima) dokumen
m pembelajaran, (iv) penilaian hasil belajar siswa, dan (v)
2 jenis dokumen
1 jenis dokumen /tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


idang pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga

pendidik dan tenaga kependidikan seperti(i) pembagian tugas, (ii)


rofesi, (iv) promosi, dan penempatan, serta (v) mutasi, dalam

2 pengelolaan
1 pengelolaan /tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


idang sarana dan prasarana pembelajaran.
ana dan prasarana yaitu (i) pemenuhan serta pendayagunaan
eliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi dalam
ilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah sesuai
fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan
ik dan peralatan dengan memerhatikan kesehatan dan keamanan

2 pengelolaan
1 pengelolaan /tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


idang keuangan dan pembiayaan pendidikan.
keuangan dan pembiayaan pendidikan, seperti(i) sumber
elola, (ii) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam
peruntukannya, (iii) pembukuan semua penerimaan dan
ilaporkan kepada komite sekolah atau lembaga penyelenggara
akhir memenuhi
2 pengelolaan
1 pengelolaan /tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


n suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
mengawasi/mengevaluasi kegiatan dan hasil) suasana, iklim, dan
seminar ilmiah pengembangan budaya dan lingkungan, (2)
gan, (3) menciptakan kebersihan, (4) menciptakan jiwa dan nilai-
) lainnya yang relevan, dalam tahun terakhir memenuhi

2 jenis
1 jenis /tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


n masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan
van.
dengan : (1) LPK, (2) DU/DI, (3) perguruan tinggi, (4) sekolah
7) lembaga lain yang relevan, dalam tahun terakhir mencapai

3 unsur
1-2 unsur

/ Rencana kerja sekolah


an
n, yaitu : (1) supervisi, (2) monitoring, (3) evaluasi, (4)
n dalam tahun terakhir memenuhi
2 program
1 program

/ Rencana kerja sekolah


valuasi diri.
ui gambaran menyeluruh tentang kinerja diri (sekolah) melalui
g, dan tantangan pada masing-masing aspek SNP, sekurang-

3 tahun sekali
4 tahun sekali

/ Rencana kerja sekolah


inerja pendidik dan tenaga kependidikan.
dik dan tenaga kependidikan melalui program(i) kesesuaian
kerja, (iii) kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam
didik dan tenaga kependidikan, dalam satu tahun terakhir

2 program evaluasi
1 program evaluasi/tidak ada

/ Rencana kerja sekolah


ersiapan bahan yang diperlukan untuk akreditasi sekolah oleh

ur untuk akreditasi sekolah oleh BAS, yaitu : (1) dokumen


k non dokumen, dan (4) sarpras yang dibutuhkan untuk akreditasi,

2 unsur
1 unsur

Kerja Sekolah / Pedoman pengelolaan sekolah


g mengatur berbagai aspek pengelolaan secara tertulis; Mudah
hak terkait.
berbagai aspek pengelolaan program/kegiatan secara tertulis dan
oman(i) KTSP, (ii) kalender pandidikan/akademik, (iii) struktur
tenaga kependidikan, (v) peraturan akademik, (vi) tata tertib
asional sekolah, dan (ix) pedoman lainnya, yaitu satu tahun

3-4 pedoman
1-2 pedoman /tidak ada

Kerja Sekolah / Struktur organisasi sekolah


nisasi dengan uraian tugas yang jelas dari masing-masing anggota

ugas yang jelas dari masing-masing anggota organisasi, yaitu


gan badan anggota bidang-bidangnya, (2) terdapat uraian tugas,
uraian mekanisme kerja organisasi, (4) lengkap sesuai
hun terakhir memenuhi
2 komponen
1 komponen /tidak ada
Kerja Sekolah / Pelaksanaan kegiatan sekolah
ekolah sesuai dengan rencana kerja tahunan.
imana tercantum dalam RKS dan RKAS dalam tahun terakhir

(26-50)%
< 26 %

Kerja Sekolah / Bidang kesiswaan


idang kesiswaan.
perti(i) seleksi penerimaan siswa baru, (ii) memberikan layanan
kulikuler, (iv) melakukan pembinaan prestasi unggulan, dan (v)
erakhir memenuhi
2 kegiatan
1 kegiatan /tidak ada

Kerja Sekolah / Bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran


ngembangan kurikulum dan pembelajaran.
kulum dan pembelajaran untuk menghasilkan 5 (lima) dokumen
m pembelajaran, (iv) penilaian hasil belajar siswa, dan (v)

2 jenis dokumen
1 jenis dokumen /tidak ada

Kerja Sekolah / Bidang pendidik dan tenaga kependidikan


idang pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga

pendidik dan tenaga kependidikan seperti(i) pembagian tugas, (ii)


rofesi, (iv) promosi, dan penempatan, serta (v) mutasi, dalam

2 pengelolaan
1 pengelolaan /tidak ada

Kerja Sekolah / Bidang sarana dan prasarana


idang sarana dan prasarana pembelajaran.
serta pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai
p berfungsi dalam mendukung proses pendidikan, (iii)
kat kelas di sekolah sesuai SNP, (iv) penyusunan skala prioritas
uan pendidikan dan kurikulum serta (v) pemeliharaan seluruh
sehatan dan keamanan lingkungan, dalam tahun terakhir

2 pengelolaan
1 pengelolaan /tidak ada

Kerja Sekolah / Bidang sarana dan prasarana


idang sarana dan prasarana pembelajaran.
aan dan hasil-hasil kegiatan bidang yaitu (i) pemenuhan serta
uai SNP, (ii) pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap
perlengkapan fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di
engembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan
uruh fasilitas fisik dan peralatan dengan memerhatikan kesehatan
menuhi
2 pengelolaan
1 pengelolaan /tidak ada
Kerja Sekolah / Bidang keuangan dan pembiayaan
idang keuangan dan pembiayaan pendidikan.
keuangan dan pembiayaan pendidikan, seperti(i) sumber
elola, (ii) kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah dalam
peruntukannya, (iii) pembukuan semua penerimaan dan
ilaporkan kepada komite sekolah atau lembaga penyelenggara
akhir memenuhi
2 pengelolaan
1 pengelolaan /tidak ada

Kerja Sekolah / Budaya dan lingkungan sekolah


im, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
kegiatan, dan mengawasi/mengevaluasi kegiatan dan hasil)
ondusif, seperti : (1) seminar ilmiah pengembangan budaya dan
aya dan lingkungan, (3) menciptakan kebersihan, (4)
iptakan kedisiplinan, dan (6) lainnya yang relevan, dalam tahun

2 jenis
1 jenis /tidak ada

Kerja Sekolah / Peran serta masyarakat dan kemitraan sekolah


t pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain

dengan : (1) LPK, (2) DU/DI, (3) perguruan tinggi, (4) sekolah
7) lembaga lain yang relevan, dalam tahun terakhir mencapai

3 unsur
1-2 unsur

asi / Program pengawasan


gawasan dan sosialisasi
lah tentang program-program pengawasan, melalui : (1)
libatan guru, (4) lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi
2 kegiatan
1 kegiatan/tidak ada

asi / Program pengawasan


an
n, yaitu : (1) supervisi, (2) monitoring, (3) evaluasi, (4)
n dalam tahun terakhir memenuhi
2 program
1 program

asi / Program pengawasan


san
da di sekolah adalah meliputi bidang : (1) kurikulum, (2)
(5) pembiayaan, (6) ketenagaan, (7) sarpras, (8) kesiswaan, (9)
nnya, yaitu telah memenuhi sasaran
2-4 jenis sasaran
1 jenis sasaran/tidak ada

asi / Evaluasi diri


valuasi diri.
ui gambaran menyeluruh tentang kinerja diri (sekolah) melalui
g, dan tantangan pada masing-masing aspek SNP, sekurang-

3 tahun sekali
4 tahun sekali

asi / Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan


nerja pendidik dan tenaga kependidikan.
dik dan tenaga kependidikan melalui program(i) kesesuaian
kerja, (iii) kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam
didik dan tenaga kependidikan, dalam satu tahun terakhir

2 program evaluasi
1 program evaluasi/tidak ada

asi / Akreditasi sekolah


bahan yang diperlukan untuk akreditasi sekolah oleh BAS
akreditasi sekolah oleh BAS, yaitu : (1) dokumen pendukung, (2)
dan (4) sarpras yang dibutuhkan untuk akreditasi, dalam satu

2 unsur
1 unsur

h / Kepemimpinan kepala dan wakil kepala sekolah


mimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu
dan 1 (satu) atau lebih wakil kepala sekolah.
dar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu : (1) seorang kepala
(2) dipilih secara demokratis berdasarkan rapat dewan guru, (3)
SK dari atasan langsung, yaitu memenuhi
2 jenis/unsur/tahapan
1 jenis/unsur/tahapan

jemen sekolah / Pengelolaan informasi manajemen sekolah


masi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan.
ai bentuk penyebarluasan dan penerimaan informasi untuk
umen, (2) foto, (3) leaflet, (4) booklet, (5) buku tamu, (6) buletin,
khir memenuhi
2-4 bentuk
1 bentuk

usunan RAPBS
S dan RKAS dengan melibatkan stakeholders sekolah
a memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders sekolah
4) siswa, (5) TU, (6) komite sekolah, (7) tokoh masyarakat, (8)
af Dinas Pendidikan Kab/Kota, dan (12) lainnya, dalam tahun

3-6 unsur
1 -2 unsur/tidak ada

a dan prasarana
an berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana secara
okumen nilai aset investasi sarpras dalam tahun terakhir

(26-50)%
< 26 %

embangan pendidik dan tenaga kependidikan


untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
erja Anggaran Sekolah (RKAS).
pendidik dan tenaga kependidikan dengan berbagai kegiatan
S) yang berasal dari beberapa sumber pendanaan, dari anggaran
lam tahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

l kerja
ntuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu

i seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir dan


ga kependidikan, biaya operasi, biaya penyelenggaraan

(71-80)%
≤ 71 %

aji pendidik
f, transport, dan tunjangan lain pendidik pada tahun berjalan.
f, transport, dan tunjangan lain pendidik dari anggaran gaji
ahun berjalan telah mencapai
(71-80)%
≤ 71 %

aji tenaga kependidikan


f, transport, dan tunjangan lain tenaga kependidikan pada tahun

f, transport, dan tunjangan lain tenaga kependidikan dari


elah mencapai
(71-80)%
≤ 71 %

egiatan pembelajaran
untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga

ksanaan kegiatan pembelajaran sepertipengadaan alat peraga,


mus, globe, peta, ensiklopedi, selama tiga tahun terakhir dari dana
capai
(71-80)%
≤ 71 %

egiatan kesiswaaan
ntuk kegiatan kesiswaan.
aan sepertikepramukaan, OSIS, UKS, LKIR, dll dari dana yang
telah mencapai
(71-80)%
≤ 71 %
at tulis sekolah
ngadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
tulis untuk kegiatan pembelajaran, sepertipensil, penghapus,
nggandaan, foto copy, dll dari dana yang dialokasikan pada

(26-50)%
< 26 %

ahan habis pakai


ngadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
s pakai untuk kegiatan pembelajaran sepertibahan praktikum,
okasikan pada tahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

at habis pakai
ngadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
pakai untuk kegiatan pembelajaran sepertialat olah raga, alat
sikan pada tahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

egiatan rapat
ngadaan kegiatan rapat.
egiatan pembelajaran sepertirapat PPDB, rapat evaluasi
an, rapat pemecahan masalah, rapat koordinasi, rapat wali murid,
mencapai
(26-50)%
< 26 %

ansport dan perjalanan dinas


ngadaan transport dan perjalanan dinas.
an dinas seperti untuk kepala sekolah/wakil, guru, dan tenaga
ahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

nggandaan soalsoal ujian


nggandaan soal-soal ujian
l ujian untuk ulangan tengah semester, ulangan akhir semester,
pada tahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

aya dan jasa


ngadaan daya dan jasa
asa sepertilistrik, telpon, air, dll dari dana yang dialokasikan pada

(26-50)%
< 26 %

egiatan operasional pendidikan tidak langsung


untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung selama

iatan operasional tidak langsung seperti uang lembur, konsumsi,


tahun terakhir mencapai
(26-50)%
< 26 %

angan pendidikan
n pendidikan atau dana dari masyarakat untuk peningkatan mutu

ana dari masyarakat/komite sekolah untuk peningkatan mutu


an lain dan juga bantuan dari pemerintah (pusat dan daerah)
s, (2) transparan, (3) tanggungjawab, dan (4) dilaporkan kepada
am tahun terakhir memenuhi
2 unsur
1 unsur / tidak ada sumbangan

sekolah
h mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa.
ngan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua siswa

(71-80)% mampu membayar uang sekolah


≤ 71 % mampu membayar uang sekolah

di silang
ang untuk membantu siswa kurang mampu.
u siswa kurang mampu, misalnya pembebasan SPP, pengurangan

(70-79) % siswa kurang mampu


≤ 70 % siswa kurang mampu

operasional lain
erasional lain di samping iuran komite rutin dan fisik sekolah
di samping iuran komite rutin dan fisik sekolah untuk
aya praktikum, study tour, perpisahan, dll, dalam tahun terakhir

Melakukan 2 jenis pungutan


Melakukan 3 atau lebih jenis pungutan

apan biaya operasional


n dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya operasonal
batkan berbagai pihak terkait.
m penetapan dana dari masyarakat (sebagai penggalian dana)
an berbagai pihak terkait, yaitu : (1) kepala sekolah, (2) komite
swa, dan (6) lainnya seperti yayasan atau pemangku

2 unsur
1 unsur

lolaan biaya operasional


masyarakat sebagai biaya operasonal dilakukan secara sistematis,
akuntabel.
ya operasonal dilakukan secara : (1) sistematis, (2) transparan,
memenuhi
2 unsur
1 unsur/tidak ada

abilitas / Pedoman pengelolaan keuangan


gelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKAS

bagai dasar dalam penyusunan RKAS (RAPBS) selama


2 tahun
1 tahun

abilitas / Pembukuan biaya opersional


iaya opersional
al ?

Tidak

abilitas / Laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan


anggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya
ayasan.
an pengelolaan keuangan sekolah baik kepada pemerintah atau

Tidak

/ Informasi silabus mata pelajaran


bus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan
awal semester.
kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada
dalah
(26-50)%
< 26 %

/ Informasi silabus mata pelajaran


bus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan
awal semester.
epada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir dari

(26-50)%
< 26 %

/ Indikator pencapaian KD dan teknik penilaian


ator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat
pelajaran.
labus mata pelajaran terhadap indikator pencapaian kompetensi
ang SNP adalah
(86-90)%
≤ 85 %

/ Indikator pencapaian KD dan teknik penilaian


ator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat
pelajaran.
aian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun

(26-50)%
< 26 %

/ Pengembangan instrumen
men dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik

enis soal) dan pedoman penilaian dengan bentuk dan teknik


adalah
(86-90)%
≤ 85 %

/ Pengembangan instrumen
men dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik

ian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian sesuai


guru mata pelajaran adalah
(26-50)%
< 26 %

/ Pelaksanaan penilaian
gamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
ar siswa seperti dengan teknik : (1) tes, (2) pengamatan, (3)
/mandiri, (5) bentuk lainnya selama satu tahun terakhir dari

(56-70)%
≤ 55 %

/ Pelaksanaan penilaian
gamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
asil belajar siswa menggunakan teknik : (1) tes, (2) pengamatan,
ktur/mandiri, (5) bentuk lainnya selama satu tahun terakhir dari

(26-50)%
< 26 %

/ Pengolahan hasil penilaian


an untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar

engetahui kemajuan hasil belajar, dalam satu tahun terakhir

(56-70)%
≤ 55 %

/ Pengolahan hasil penilaian


an untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar

engetahui kesulitan belajar siswa, dalam satu tahun terakhir

(56-70)%
≤ 55 %
/ Pengembalian hasil penilaian
emeriksaan pekerjaan siswa.
pekerjaan siswa disertaicatatan, komentar, petunjuk, arahan,
am satu tahun terakhir adalah
(56-70)% guru
≤ 55 % guru

/ Pengembalian hasil penilaian


emeriksaan pekerjaan siswa.
mbalikan kepada siswa disertaicatatan, komentar, petunjuk,
nya, dalam satu tahun terakhir adalah
(56-70)% hasil pekerjaan siswa dikembalikan
≤ 55 % hasil pekerjaan siswa dikembalikan

/ Pemanfaatan hasil penilaian


nilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
k perbaikan penilaian sepertiremedial, pengayaan,
alah
(56-70)%
≤ 55 %

/ Pemanfaatan hasil penilaian


nilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
k perbaikan pembelajaran, sepertiperbaikan RPP, perbaikan
dalam satu tahun terakhir adalah
(56-70)%
≤ 55 %

/ Pemanfaatan hasil penilaian


nilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
ilaian seperti melaluiremedial, pengayaan, pengembangan diri,
hir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah
(26-50)%
< 26 %

/ Pemanfaatan hasil penilaian


nilaian untuk perbaikan penilaian dan pembelajaran
mbelajaran melaluiperbaikan RPP, perbaikan metode,
hasil penilaian, selama satu tahun terakhir dari seluruh mata

(26-50)%
< 26 %

/ Pelaporan hasil penilaian pada akhir semester


aian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala
aporan prestasi hasil belajar siswa.
elajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah dalam
un terakhir adalah
(90-94) % guru
(85-89) % guru

/ Pelaporan hasil penilaian akhlak mulia


aian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil
iswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
tukan nilai akhir semester.
siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk
rakhir adalah
(56-70)%
≤ 55 %

/ Pelaporan hasil penilaian akhlak mulia


aian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama dan hasil
iswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
tukan nilai akhir semester.
adian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai
am satu tahun terakhir adalah
(56-70)%
≤ 55 %

endidikan / Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)


ap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa,
aran, dan kondisi sekolah
ntasan Minimal (KKM)-nya melalui rapat dewan guru dengan
pelajaran, dan kondisi sekolah, dalam satu tahun terakhir adalah

(56-70)%
≤ 55 %

endidikan / Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)


ap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa,
aran, dan kondisi sekolah
un terakhir adalah
6,00-6,49
< 6,00

endidikan / Koordinasi evaluasi


aluasi tengah semester, evaluasi akhir semester, dan evaluasi

u, Dinas Pendidikan Kab/Kota, Wali kelas, Komite Sekolah, dll,


h semester, (2) evaluasi akhir semester, dan (3) evaluasi kenaikan

1 jenis kegiatan
Tidak ada

endidikan / Kriteria kenaikan kelas


naikan kelas
rapat kepala sekolah yang melibatkan : (1) dewan guru, (2) guru
ah memenuhi keterlibatan
1 komponen dan kepala sekolah
Hanya kepala sekolah

endidikan / Kriteria kenaikan kelas


naikan kelas
nilai KKM, dalam satu tahun terakhir yaitu dengan rata-rata
Lebih besar atau sama dari rencana KKM

endidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran


kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
epribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
pertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
jaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan
, dan kesehatan melalui rapat kepala sekolah yang
batkan : (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, dalam

1 komponen dan kepala sekolah


Hanya kepala sekolah

endidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran


kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
epribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
pertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
ak mulia, pada tahun terakhir adalah
6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran


kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
epribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
pertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
n dan kepribadian, pada tahun terakhir adalah
6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran


kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
epribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
pertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
un terakhir adalah
6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran


kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
epribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
pertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
hun terakhir adalah
6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penentuan nilai akhir kelompok mata pelajaran


kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia,
epribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
pertimbang-kan hasil penilaian oleh guru.
mani, olahraga, dan kesehatan pada tahun terakhir adalah
6,00-6,40
< 6,00
endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

pelajaran, yaitu : (1) Pendidikan Agama, (2) PKn, (3) IPS, (4)
K/Keterampilan serta (7) muatan lokal, dalam tahun terakhir

2-3 mapel
1 mapel atau tidak ada

endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah


n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Agama

6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah


n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran PKn sebesar


6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah


n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran IPS sebesar


6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah


n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Seni dan Budaya

6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah


n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Jasmani

6,00-6,40
< 6,00
endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah
n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran TIK/Keterampilan

6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Penyelenggaraan ujian sekolah


n sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah
Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah bagi satuan pendidikan

nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Muatan Lokal

6,00-6,40
< 6,00

endidikan / Pelaporan hasil penilaian mata pelajaran


aian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada
epada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil

ajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir


buku laporan hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir?

Tidak

endidikan / Pelaporan hasil penilaian mata pelajaran


aian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada
epada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil

ajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir


an hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir?

Tidak

endidikan / Pelaporan pencapaian hasil belajar tingkat satuan


n hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas
Kota.
tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan

Tidak

endidikan / Pelaporan pencapaian hasil belajar tingkat satuan


n hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas
Kota.
tingkat satuan pendidikan kepada Komite Sekolah pada semester
Tidak

endidikan / Penentuan kelulusan


siswa melalui rapat dewan guru sesuai dengan kriteria kelulusan.

(1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran; (2)


untuk seluruh mapel kelompok mapel agama dan akhlak mulia,
mani, olah raga dan kesehatan; (3) lulus ujian sekolah; (4) lulus
ebanyak
2 kriteria
1 atau tidak ada kriteria

endidikan / Penentuan kelulusan


siswa melalui rapat dewan guru sesuai dengan kriteria kelulusan.

teria yang telah ditetapkan pada tahun terakhir melalui rapat


1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, (4) guru BK, yaitu

2 unsur
1 unsur/tidak melibatkan

endidikan / Penerbitan SKHUN


erahkan Surat Keterangan Hasil Ujuan Nasional (SKHUN) setiap
UN bagi sekolah penyelenggara UN.
ngan Hasil Ujuan Nasional (SKHUN) setiap siswa yang

15-21 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan


Kab/Kota
22-35 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan
Kab/Kota

endidikan / Penerbitan ijazah


erahkan ijazah setiap siswa yang telah lulus bagi sekolah

a setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketenuan yang

15-21 hari dari waktu yang ditetapkan


> 21 hari dari waktu yang ditetapkan

ah / Pemanfaatan hasil UN untuk penentuan kelanjutan studi


bagai salah satu penentu penerimaan siswa baru
olah Berstandar Nasional SD/MI/ atau hasil ujian Paket A sebagai

Tidak

ah / Pemanfaatan hasil UN untuk penentuan kelanjutan studi


bagai salah satu penentu penerimaan siswa baru
n dengan presentase kelulusan pada tahun terakhir, adalah
(71-80) %
< 71 %

ah / Pemanfaatan hasil UN untuk penentuan kelanjutan studi


bagai salah satu penentu penerimaan siswa baru
nilai rata-rata hasil UN pada tahun terakhir, adalah
1-2 mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi daripada
rata-rata nasional
Tidak ada mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi
daripada rata-rata nasional