Anda di halaman 1dari 7

BAB VI

PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan dibahas tentang hasil penelitian dan perbandingannya

dengan teori yang sudah dikemukakan pada BAB II Tinjauan Teoritis.

6.1 Pendidikan Responden

Penelitian yang dilakukan pada 40 orang responden di Di Poliklini Penyakit

Dalam Khusus Kardiologi RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.

Untuk kategori tinggi sebanyak 32 responden (80,0%), sedangkan untuk kategori

rendah sebanyak 8 responden (20,0%).

Menurut teori yang dikemukakan oleh Notoatmodjo 2007, yang mengatakan

Perubahan atau tindakan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang dihasilkan

oleh pendidikan kesehatan ini didasarkan kepada pengetahuan dan kesadarannya

melalui proses pembelajaran. Sehingga perilaku tersebut diharapkan akan

berlangsung lama (long lasting) dan menetap (langgeng), karena didasari kesadaran.

Memang kelemahan dari pendekatan pendidikan kesehatan ini adalah hasilnya lamaa,

karena perubahan perilaku melalui proses pembelajaran pada umumnya memerlukan

waktu lama.

Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi

pengetahuannya maka semakin rendah faktor resiko kemungkinan terjadinya penyakit

jantung koroner.

33
B.Usia Responden

Penelitian yang dilakukan pada 40 orang responden di Di Poliklini Penyakit

Dalam Khusus Kardiologi RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.

Untuk kategori ≥ 40 Tahun sebanyak 21 responden (52,5%), sedangkan untuk

kategori < 40 Tahun sebanyak 19 responden (47,5%).

C.Peran Orang Tua terhadap Remaja tentang Penyakit HIV/AIDS

Orang tua merupakan orang yang lebih tua atau orang yang dituakan. Namun

umumnya di masyarakat pengertian orang tua itu adalah orang yang telah melahirkan

kita yaitu Ibu dan Bapak. Ibu dan bapak selain telah melahirkan kita ke dunia ini, ibu

dan bapak juga yang mengasuh dan yang telah membimbing anaknya dengan cara

memberikan contoh yang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari, selain itu

orang tua juga telah memperkenalkan anaknya kedalam hal-hal yang terdapat di dunia

ini dan menjawab secara jelas tentang sesuatu yang tidak dimengerti oleh anak. Maka

pengetahuan yang pertama diterima oleh anak adalah dan orang tuanya. Karena orang

tua adalah pusat kehidupan rohani si anak dan sebagai penyebab berkenalnya dengan

alam luar, maka setiap reaksi emosi anak dan pemikirannya dikemudian ban

terpengaruh oleh sikapnya terhadap orang tuanya di permulaan hidupnya dahulu.

Jadi, orangtua atau ibu dan bapak memegang peranan yang penting dan amat

berpengaruh atas pendidikan anak-anak. Sejak seorang anak lahir, ibunyalah yang

selalu ada di sampingnya. Oleh karena itu ia meniru perangai ibunya dan biasanya

seorang anak lebih cinta kepada ibunya, apabila ibu itu menjalankan tugasnya dengan

34
baik dan penuh kasih sayang. Ibu merupakan orang yang mula-mula dikenal anak

yang menjadi temanya dan yang pertama untuk dipercayainya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 89 orang responden di SMA Bina

Karya Palembang, diperoleh data mengenai peran orang tua terhadap remaja tentang

penyakit HIV/AIDS. Untuk kategori baik sebanyak 23 responden (25,8%),untuk

kategori cukup sebanyak 58 responden (65,2%), sedangkan untuk kategori kurang

sebanyak 8 responden (8,9%). Dari hasil data ini menunjukkan bahwa sebagian besar

orang tua telah mengajarkan pendidikan tentang penyakit HIV/AIDS kepada

anaknya.

Kebutuhan akan pemahaman yang benar tentang hakikat penyakit menular

seksual HIV/AIDS di kalangan remaja kian mendesak untuk dipenuhi jika peran

media massa dalam mengkomunikasikan pesan-pesannya juga diperhatikan dengan

seksama. Hal tersebut perlu mendapat perhatian karena media massa dalam pesannya

sering melecehkan seksualitas manusia walaupun tujuan utama dari media massa

adalah semata-mata untuk menarik minat konsumen terhadap suatu barang

dagangan.Kartono (1994) menyarankan agar format penyusunan dan penyajian di

media massa diatur, sehingga materi maupun pesan yang disampaikan benar-benar

bermuatan nilai-nilai pendidikan.

Kunci pertama dalam mengarahkan pendidikan dan membentuk mental si

anak terletak pada peranan orang tuanya, sehingga baik buruknya budi pekerti itu

tergantung kepada budi pekerti orang tuanya. Hal yang mungkin dilakukan adalah

lebih mengoptimalkan peran orang tua untuk memberikan informasi kesehatan

35
terutama tentang AIDS, disamping itu juga hal ini menjadi tanggung jawab dari

petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan pengetahuan para remaja tersebut

dengan cara mengadakan penyuluhan-penyuluhan kesehatan agar resiko terjangkitnya

penyakit HIV/AIDS karena pengetahuan yang kurang tersebut tidak terjadi.

36
BAB VII

KESIMPULAN

A.Kesimpulan

1. Berdasarkan pengetahuan responden tentang pengetahuan remaja tentang

penyakit HIV/AIDS, maka didapatkan responden yang berpengetahuan cukup

sebanyak 79 orang (88,8%)

2. Berdasarkan kategori sikap remaja tentang penyakit HIV/AIDS, maka

didapatkan responden yang bersikap cukup 71 orang (79,8%)

3. Berdasarkan peran orang tua responden terhadap remaja tentang penyakit

HIV/AIDS, maka didapatkan hasil peran orang tuanya yang cukup sebanyak

58 orang (65,2%)

B.Saran

Sesuai dengan hasil pembahasan dan kesimpulan diatas maka disarankan :

1. Untuk membina kerjasama dengan kelompok potensial di sekolah seperti

OSIS, guru bimbingan konseling, maupun guru agama dan olahraga untuk

mempromosikan program tentang HIV/AIDS serta dilakukan penyuluhan

secara berkala dan berkesinambungan.

2. Disarankan kepada pihak sekolah untuk bekerjasama dengan puskesmas atau

LSM yang menangani masalah HIV/AIDS ini untuk membuat program

kegiatan remaja berupa penyuluhan dan pemberian informasi dalam bentuk

37
ceramah ataupun media informasi tentang kesehatan reproduksi dan

HIV/AIDS di sekolah. Ceramah meliputi pemberian materi tentang bahaya

HIV/AIDS, pencegahan dan penularan HIV/AIDS. Pendidikan seks, bahaya

pergaulan bebas serta bahaya penggunaan narkoba. Sedangkan untuk media

informasi seperti seperti mading, buletin, atau kelompok diskusi kecil yang

membahas masalah kesehatan reproduksi maupun HIV/AIDS dan narkoba.

3. Disarankan kepada siswa membekali diri dengan informasi yang benar

tentang HIV/AIDS, dengan cara membaca buku yang berkaitan dengan

HIV/AIDS, pendidikan seks, bahaya berhubungan seksual dan narkoba atau

dengan mencaritahu informasi tersebut melalui internet atau media informasi

lainnya.

38
39

Beri Nilai