Anda di halaman 1dari 1

Musik Sebagai Terapi Hipertensi

Nama Mahasiswa : M. Nurcholis


NIM : 72.20.001.D.13.099
Tingkat : Dua (C)

Setiap hari, aktivitas dan bebagai kegiatan menguras tenaga dan pikiran. Hal itu seringkali
mengundang rasa stress dan frustasi. Akibatnya rasa ingin marah-marah pun muncul yang membuat tekanan
darah menjadi tinggi. Namun, berbagai kesibukan tersebut membuat kita tidak punya sedikit waktu
merefresh pikiran untuk sekedar liburan.

Rangkaian bunyi-bunyian indah itu ternyata memiliki pengaruh luar biasa untuk kesehatan tubuh. Bahkan
musik dapat menjadi terapi mujarab bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi. Menurut hasil penelitian yang
didiskusikan para pakar kesehatan di New Orleans baru-baru ini, terapi musik selama 30 menit sehari terbukti mampu
menggantikan terapi obat-obatan hipertensi.

Riset dilakukan terhadap 48 penderita hipertensi berusia 45-70 tahun. Sebanyak 28 orang di antaranya diminta
menjalani terapi musik dengan mendengarkan musik klasik atau musik tradisional India selama 30 menit sehari.
Sedangkan 20 orang lainnya dibiarkan melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Dari Riset tersebut, diketahui setelah melakukan terapi musik selama sebulan, tekanan darah 28 penderita hipertensi
itu menjadi normal. Sedangkan tekanan darah 20 penderita hipertensi yang tak melakukan terapi musik masih terukur
tinggi.

Dalam Terapi musik diketahui bahwa Rangsangan musik ternyata mampu mengaktivasi sistem Limbik yang
berhubungan emosi. Saat sistem Limbik teraktivasi otak menjadi rileks. Kondisi inilah yang memicu tekanan darah
menurun.

Dalam Terapi musik, Alunan musik juga dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi molekul nitric oxide (NO).
Molekul ini bekerja pada tonus pembuluh darah yang dapat mengurangi tekanan darah.

Cara Menjalini terapi musik:

1. Cobalah Untuk Mendengarkan musik 20-30 menit setiap hari


2. Usahakan dalam keadaan duduk atau berbaring sambil memejamkan mata.
3. Dalam mendengarkan musik aturlah nafas serileks mungkin.
4. Gunakan headphone agar tak terganggu suara lingkungan sekitar

Dengarkan jenis musik yang bersifat rileks dengan tempo sekitar 60 ketukan per menit, seperti musik klasik karya
Mozart. Lagu dengan tempo 60 ketukan/menit akan membuat kita lebih rileks,karena apabila terlalu cepat
stimulus yang masuk akan membuat kita mengikuti irama tsb,sehingga keadaan istirahat yang optimal tidak
akan tercapai.

Sumber : vivanews.com

Kesimpulannya:
Bahwa penyembuhan hipertensi tidak hanya melalui obat-obatan dari dokter maupun diet. Namun
penting juga merelaksasi tubuh kita dengan memberikan stimulus emosi positif ke otak dengan
menggunakan musik. Dengan begitu, kondisi rileks sebagai obat anti hipertensi yang diperoleh setelah
mendengarkan musik, dapat menyembuhkan atau meredakan hipertensi yang seseorang derita. Selain
menjadi hobi yang menyenangkan, mendengarkan musik sangat baik dan bermanfaat bagi jantung kita.