Anda di halaman 1dari 4

Kasus GERD (SKPF 21 Maret 2018)

Keluhan Utama:
“Saya sering merasa panas didada. Pil yang saya minum hanya membantu sedikit dan
karenanya saya masih bangun malam hari”
Sejarah Penyakit
SS perempuan 65 thn datang ke klinik gastro dengan keluhan rasa panas didada
(heartburn) 4 – 5 kali dalam seminggu dalam 5 bulan terakhir. SS Juga mengeluhkan
naiknya asam lambung (regurgitasi) setelah makan yang sering diikuti dengan rasa
asam dimulut. Menurut SS keluhannya parah di malam hari, terutama sewaktu dia pergi
tidur. SS merasakan panas didadanya bertambah parah dan dia banyak batuk di malam
hari, jadi tidak bisa tidur…akibatnya dia merasa letih disiang hari. Tidak ada keluhan
susah menelan makanan atau cairan. SS sudah minum Omeprazol 20 mg 1x/hari
dalam 3 minggu terakhir. Simptomnya berkurang jadi 3 – 4 x per minggu, tetapi masih
mengganggu.
Sejarah Medis
Asma × 10 tahun
Tipe 2 DM × 5 tahun
Hipertensi × 10 tahun
Sejarah Sosial
SS punya keluarga dengan 3 anak. Dia pensiunan pengendara antar jemput anak ke
sekolah. Tidak merokok. Minum anggur (wine) 4 -5 kali dalam seminggu. Punya
asuransi.
Sejarah Keluarga
Ayah meninggal karena pneumonia pada umur 75 thn; ibu meninggal pada umur 68
karena kanker lambung.
Obat-obatan
Diltiazem CD 120 mg po 1x/hari
Hydrochlorothiazide 25 mg po 1 x/hari
Metformin 500 mg 2 x/hari
Aspirin 81 mg 1x/hari
Fluticasone/salmeterol DPI 100 mcg/50 mcg 1 puff 2x/hari

Alergi: kacang (gatal-gatal)


Review of System
Merasa selalu lelah; (-) sesak napas atau suara serak; (+) batuk malam hari; (+)
episode heartburn, kadang-kadang setelah makan, tetapi parah malam hari; (-)
mual/muntah; (-) darah di feses atau feses warna gelap; (-) disuria, nocturia.
Tanda-tanda Vital
Tekanan darah142/85, P 90, RR 17, T 36°C; BB 100 kg, Tinggi 167 cm
Hasil Lab
Na 138 mEq/L
K 3.8 mEq/L
Cl 108 mEq/L
CO2 21 mEq/L
BUN 18 mg/dL
SCr 1.3 mg/dL
Glukosa puasa 220 mg/dL
Ca 8.9 mg/dL
Phos 4.1 mg/dL
Hgb 13 g/dL (12-16%)  normal
Hct 39% (35-45%)  normal
RBC 4.6 × 106/mm3 (3,8-5,0 x 106 sel/mm3)  normal
Plt 400 × 103/mm3 
WBC 8.7 × 103/mm3 
Neutros 60%
Bands 1%
Eos 2%
Lymphs 32%
Monos 5%
A1C 9.0%
AST 21 IU/L
ALT 24 IU/L
Alk Phos 55 IU/L
Hasil pemeriksaan kolesterol puasa :
TC 230 mg/dL
LDL 130 mg/dL
TG 170 mg/dL
HDL 42 mg/dL

EGD (Esophagogastroduodenoscopy)
Grade B esophagitis; mukosa lambung dan duodenal normal; hiatal hernia kecil. Hasil
biopsi esofagus dan lambung negatif untuk sel atipikal dan H.pylori.
Penilaian/Asessmen
Seorang perempuan 68 thn dengan symptom GERD yang tidak terkontrol disamping
pengobatan sendiri dengan terapi PPI. EGD menunjukkan adanya esofagitis erosif dan
hiata hernia.

PERTANYAAN
Identifikasi Masalah
1.a. Buat daftar masalah terapi obat pasien
1.b. Golongkan gejala GERD yang dialami pasien ini. Apakah khas (typical) atau
tidak khas (atypical) ? Apakah ada gejala mengkhawatirkan yang terlihat ?
1c. Faktor-faktor apa yang dapat berkontribusi terhadap munculnya gejala GERD
pada pasien ini ?
1.d. Bila anda menemui pasien seperti ini di farmasi komunitas, faktor-faktor apa saja
yang akan membuat anda merujuk pasien untuk dievaluasi/didiagnosa lebih lanjut
atau menyarankan terapi dengan obat secara empiris ?
1e. Apakah komplikasi potensial dari GERD yang sudah berlangsung lama dan
tidak diobati
Outcome yang diinginkan
2. Sebutkan tujuan/goal farmakoterapeutik dalam mengobati pasien ini
Terapeutik Alternatif
3a. Terapi nonfarmakologi atau perubahan gaya hidup apa saja yang mungkin dapat
memperbaiki gejala GERD pada pasien ini ?
3b.Terapi dengan obat apa saja yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengobati
gejala GERD pada pasien ini ?
Rencana Optimal
4. Sebutkan rencana pengobatan yang komplit untuk menangani gejala GERD pasien
ini .
Evaluasi Outcome
5. Parameter-parameter apa saja yang harus dimonitor untuk menilai efikasi dan
toksisitas dari regimen obat yang anda pilih.
Edukasi ke Pasien
6. Bagaimana memberi pendidikan kepada pasien ini tentang terapi GERD untuk
meningkatkan kepatuhan, meminimalkan efek samping, dan mendorong tercapainya
outcome terapeutik ?
Perjalanan penyakit
Empat minggu kemudian, SS kembali ke klinik untuk kontrol. Gejala GERD nya sangat
membaik, tetapi SS ingin menghentikan terapi karena dia mendapatkan informasi
tentang efek-efek samping yang jelek yang mungkin menimpanya. Dia dengar dari
televisi kalau dia bisa kena osteoporosis dan dia sebaiknya minum kalsium. Ada juga
yang memberitahu kalau dia bisa juga terkena infeksi. Dia pikir tidak ada gunanya terus
menggunakan obat ini. SS juga mengeluhkan adanya heartburn tapi sebentar saja
setelah makan dan ingin tahu apakah dia harus minum lebih sering obat untuk
menangani gejala ini.
Pertanyaan lanjutan
1. Haruskah pasien ini diberi terapi kalsium dan vitamin D akibat terapi yang menekan
produksi asam lambungnya ?
2. Bagaimana anda menjawab kekhawatiran SS tentang potensi untuk terjadinya infeksi
akibat terapi yang menekan produksi asam lambungnya
3. Rekomendasi apa yang dapat anda sarankan tentang keluhan brief heartburn setelah
makan ?