Anda di halaman 1dari 5

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Apendiksitis merupakan penyakit yang sangat sering dijumpai dirumah

sakit dimanapun. Apendiksitis juga merupakan kasus laparotomi tersering

pada anak dan pada orang dewasa (Ahmad Syah dan Kartono, 1995).

Insiden pada laki-laki dan perempuan umumnya sebanding kecuali

pada umur 20-30 tahun, insiden laki-laki lebih tinggi, sedangkan pada bayi

dan anak sampai berumur 1-2 tahun jarang ditemukan (Syamsuhidayat,

1997). Insiden apendiksitis akut lebih tinggi pada negara maju dari pada

negara berkembang. Namun dalam tiga sampai empat dasawarsa terakhir

menurut secara bermakna, yaitu 100 kasus tiap 100. 000 populasi menjadi 58

tiap 100.000 populasi. Kejadian ini mungkin disebabkan perubahan pola

makan yaitu negara berkembang berubah menjadi makanan kurang serat.

Menurut data epidemiologi apndiksitis akut jarang terjadi pada balita.

Menigkatkan pada pubertas dan mencapai puncaknya pada saat remaja dan

awal usia 20-an sedangkan angka ini menurun pada menjelang dewasa

(Novia, 2000).

Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, obstruksi merupakan

penyebab yang dominan dan merupakan pencetus untuk terjadinya

apendiksitis.

1
2

Kuman-kuman yang merupakan flora (tumbuhan) normal pada usus dapat

berubah menjadi pathogen, menurut Schwartz kuman terbanyak penyebab

adalah.

Manusia mempunyai sikap yang selalu ingin melakukan aktivitasnya

secepat mugkin.Pola hidup seperti ini sangat mempengaruhi kesehatan masing-

masing individu terutama pada hal makanan.Kebanyakan orang mengkonsumsi

makanan cepat saji karena berbagai macam kesibukan dan mencari kepraktisan

dalam mengkonsumsi makanan. Mereka selalu mencari waktu makan dan

penyiapannya yang secepat mugkin. Makanan cepat saji adalah pilihan

mereka,selain itu ada yang mengkonsumsi makanan yang dapat menimbulkan

permasalahan seperti jambu biji, jegkol dan cabai. Mereka tidak peduli dengan

dampak yang dihasilkan karena sudah menjadi makanan favorit bagi mereka.

Ada pula yang mengkonsumsi secara berlebihan karena tidak mengerti dampak

negatifnya (Saputra, 2009).

Di Indonesia angka yang menderita apendiksitis dan apendiktomi sangat

besar sekali di bandingkan dengan jumlah yang menderita penyakit yang

lainnya.Dari itulah penulis ingin membahas seputar apendiksitis.

Menurut data dari Medical Record RSUP. Dr. Mohammad Hoesin

Palembang jumlah penderita apendiksitis pada tahun 2007 dari bulan Januari

sampai Desember berdasarkan usia 5-14 tahun ada 5 orang, usia 15-24 tahun ada

9 orang, usia 25-44 tahun ada 10 orang, usia 45-64 tahun ada 3 orang. Sedangkan

berdasar jenis kelamin laki-laki 16 orang dan perempuan 11 orang, jadi jumlah

2
3

pasien sebanyak 58 orang dan jumlah yang meninggal tidak ada kasusnya.

Jumlah penderita apendiksitis tahun 2008 dari bulan Januari sampai Desember

berdasarkan usia 1-4 tahun ada 1 orang, usia 5-14 tahun ada 14orang, usia 15-24

tahun ada 84 orang, usia 25-44 tahun ada 200 orang dan usia 45-64 tahun ada

255 orang. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin laki-laki 427 orang dan

perempuan 239 orang, jadi jumlah pasien sebanyak 1220 orang dan jumlah yang

meninggal 23 kasus. Jumlah penderita apendiksitis tahun 2009 dari bulan Januari

sampai Desember berdasarkan usia 1- 4 tahun ada 1 orang, usia 5-14 tahun ada

11 orang, usia 15-24 tahun ada 29 orang, usia 25-44 tahun ada 22 orang, usia 45-

64 tahun ada 8 orang dan diatas usia 65 tahun ada 5 orang. Sedangkan

berdasarkan jenis kelamin kaki-laki 44 orang dan perempuan 28 orang, jadi

jumlah pasien sebanyak 152 orang dan jumlah yang meninggal tidak ada

kasusnya. Jumlah penderita apendiksitis tahun 2010 dari bulan Januari

September berdasarkan usia 1-4 tahun ada 0 orang, usia 5-14 tahun 3 orang, 15-

24 tahun ada 4 orang, usia 25-44 tahun ada 10 orang, usia 45-64 tahun ada 4

orang, dan diatas 65 tahun ada 2 orang. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin,

laki-laki 15 orang dan perempuan 8 orang, jadi jumlah penderita sebanyak 46

orang dan yang meninggal 0 kasus.

Berdasarkan data diatas, maka penulis meneliti hubungan pengetahuaan

dan sikap keluarga klien dengan penyakit apendiksitis di Ruang Bedah RSUP.

Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2011.

3
4

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis membuat rumusan

masalah yaitu bagaimana gambaran pengetahuan dan sikap keluarga klien

dengan penderita apendiksitis di Ruang Bedah RSUP Dr. Mohammat Hoesin

Palembang tahun 2011.

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui Gambaran pengetahuan dan sikap keluarga klien

penderita apendiksitis yang dirawat diruang Bedah Instalasi Rawat Inap

RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Mengetahui gambaran umur keluarga klien penderita apendiksitis yang

dirawat di ruang Bedah Instalasi Rawat Inap RSUP. Dr. Mohammad

Hoesin Palembang Tahun 2011.

b. Mengetahui gambaran pendidikan keluarga klien penderita

apendiksitis yang dirawat diruang Bedah Instalasi Rawat Inap

RSUP.Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.

c. Mengetahui gambaran pengetahuan keluarga klien penderita

apendiksitis yang dirawat diruang Bedah Instalasi Rawat Inap RSUP.

Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.

4
5

d. Mengetahui gambaran sikap keluarga klien penderita apendiksitis

yang dirawat diruang Bedah Instalasi Rawat Inap RSUP. Dr.

Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2011.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Tenaga Kesehatan

Hasil penelitian ini di harapkan dapat digunakan sebagai bahan

rujukkan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUP. Dr.

Mohammad Hoesin Palembang khususnya dan seluruh rumah sakit pada

umumnya.

1.4.2 Bagi Institusi Akper Sapta Karya Palembang

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi

serta mengembangkan penelitian, menambah wawasan dan pengetahuan

yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan.

1.4.3 Bagi Peneliti

Memberi pengalaman dalam menerapkan pengetahuan sebgai dasar

untuk penelitian lebih lanjut.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan sikap data keluarga klien

dengan penderita apendiksitis di RSUP. Dr. Mohammad Hoesin Palembang

Tahun 2011. Pengambilan data ini dilakukan dengan mengisi kuesioner yang

akan dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2011.

Beri Nilai