Anda di halaman 1dari 8

CATATAN OBGYN

Ini hanya catatan singkat (sangat tidak lengkap) yang dokter jelaskan setelah presentasi
kelompok, jadi kalo mau yang lebih lengkap silahkan baca buku !!! belum tentu juga ini keluar
di ujian...

PREEKLAMSIA DAN EKLAMSIA dr. Jefferson, Sp.OG (K)


o Teori baru: preeklamsia dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Preeclampsia early onset (pada usia kehamilan < 34 minggu)
2. Preeclampsia late onset (usia kehamilan ≥ 34 minggu)

o Usia kehamilan 34 minggu dijadikan sebagai patokan utk menentukan jenis


preeklamsia karena pada usia 34 minggu, organ-organ vital bayi sudah matang (mampu
beradaptasi terhadap lingkungan external)

o Sekarang, preeklamsia hanya ditandai oleh hipertensi yang terjadi pada usia kehamilan
20 minggu (tanpa perlu melihat keadaan proteinuria)
o Bumil dengan tekanan sistol > 140 mmHg dan diastol > 90-100 mmHg sudah dapat
dikatakan mengalami preeklamsia

o Apa perbedaan hipertensi kronis dan preeklamsia pada bumil ?


Bumil yang mengalami hipertensi kronis, tekanan darahnya sudah tinggi sebelum
hamil, sedangkan pada preeklamsia, tekanan darah baru akan meningkat pada usia
kehamilan 20 minggu.

Trimester 1: usia kehamilan 0-12 minggu


Trimester 2: usia kehamilan 12-28 minggu
Trimester 3: usia kehamilan 28-36 minggu

o Penyebab preeklamsia → proses pembentukan pembuluh darah (a. spiralis) saat


plasentasi tidak sempurna sehingga tidak terjadi remodeling, akibatnya diameter
pembuluh darah menjadi tidak fleksibel → ketika dilalui aliran darah → pembuluh
darahnya bisa tersumbat (pecah) → tek. darah naik.

o Pada trimester 2 terjadi hemodilusi dimana proses pembentukan plasma darah lebih
banyak daripada komponen sel darah (eritrosit, leukosit, trombosit) → sehingga tek.
darah bumil mulai naik saat memasuki trimester 3.

o Usia kehamilan < 34 minggu → preeklamsia dapat diterapi konservatif


o Kehamilan > 34 minggu → harus terminasi
o Terapi preeklamsia → anti-kejang, anti-hipertensi, sesuai keadaan (mis, anti-piretik
kalo demam, antibiotik kalo ada tanda infeksi, anti-nyeri)

o Anti-kejang → MgSO4 40% atau 20% (1 gr = 2.5 cc)


- Single dose : 4 gram (=10 cc)
- Maintenance dose: 6 gram (=15 cc) ke dalam 500 cc ringer laktat (RL) berikan 20
tetes/menit

o MgSO4 selain sebagai anti-kejang, juga sebagai tokolisis (obat yang dapat menurunkan
kontraksi uterus) → efek sampingnya: depresi saluran napas.
o MgSO4 tetap diberikan selama 24 jam postpartum.

Syarat2 pemberian MgSO4 sebagai tokolisis adalah:


- Reflex patela (+)
- Frekuensi napas ≥ 16 X/menit
- Jumlah urine output 0,5 cc/kgBB/menit atau 30 cc/jam
- Tersedia anti-dotum (kalsium glukonat)

o Pengobatan preeklamsi dikatakan berhasil bila:


- Tekanan darah turun < 20% MAP (mean arterial pressure)
- Kadar proteinuria berubah dari positif (+) menjadi negatif (-), misalnya dari +2
menjadi -1.
- Tek. darah & proteinuria harus turun dalam waktu 2 hari → kalo tidak turun, artinya
terapi gagal → pertimbangan terminasi (bayi penyebab preeklamsia disingkirkan).

o Contoh obat tokolisis yang lain: salbutamol, nifedipin, β-antagonis (terbutalin,


ritodrine), inhibitor prostaglandin sintetase (indometasin, movicox), antagonis oxitocin
(atosiban).

o Lawan dari tokolisis adalah oksitosika/uterotonika (obat yang meningkatkan


kontraksi uterus), misalnya obat yang mengandung ergometrin (metergin), oksitosin,
analog prostaglandin (misoprostol).

o Kontrol kehamilan
- Menurut WHO → 4 X kunjungan
Trimester I: 1 X
Trimester II: 1 X
Trimester III: 2 X

- Menurut William obstectric → 9 X kunjungan


Trimester I: kontrol ke-1-7
Trimester II: kontrol ke-8
Trimester III: kontrol ke-9
o Eklamsia → gejala preeklamsia + kejang
o Impending eclampsia → sebelum terjadi kejang → ada 3 gejala khas, yaitu sakit kepala,
pandangan/penglihatan terganggu, nyeri epigastrik & muntah

o Serangan kejang eklamsia dibagi dalam 4 tingkatan, yaitu tingkat invasi, kontraksi,
konvulsi, dan koma
o Jika eklamsia sudah masuk ke tingkatan koma → terminasi sudah tidak ada gunanya →
ibu & bayi bisa meninggal

o Ibu mengedam saat pelahiran pervaginal bisa memicu terjadinya kejang → harus pakai
forcep

o Indikasi sectio caesarea pada preeklamsia dan eklamsia adalah:


- Periksa ureum &kreatinin (periksa fungsi ginjal)
- SGOT & SGPT (fungsi hati)

PROLAPSUS TALI PUSAT

 Bayi bisa mati karena tali pusat terjepit


 Prolaps tali pusat terjadi pada saat prematuritas

Faktor risiko prolaps tali pusat


- Disproporsi kepala janin dengan panggul
- Plasenta letak rendah
- Prematuritas
- Kehamilan ganda
- Plasenta terlalu panjang
- Ketuban pecah dini

 Prematur → usia kehamilan > 20 minggu namun < 36 minggu


 Usia kehamilan < 20 minggu → abortus

Berat badan bayi normal (hidup) → 2500 gram


Usia kehamilan normal:
- 37-40 minggu → aterm
- 41-42 minggu → post-term
- ≥ 43 minggu → kerotinus (kulit keriput membungkus
tulang, bayinya nampak tua)

 Ketuban pecah dini juga bisa picu prolapsus tali pusat → tali pusat keluar bersama air
ketuban → untuk mencegahnya: hindari prematuritas
 Prematuritas ini disebabkan oleh adanya kontraksi prematur yang dipicu oleh servicitis
akut (keputihan).

Bakteri penyebab cervicitis akut (keputihan)


- Candida albicans
- Trichomonas vaginalis
- Bacterial vaginosis

 Ketiga bakteri tsb terdapat di ujung mulut rahim, sehingga memicu kontraksi uterus lebih
awal (prematur)

Cara ketahui keputihan saat hamil:


- sekret berwarna putih susu/kuning/hijau
- sekret berbusa

 Hindari keputihan dengan lakukan pap smear 6 bulan atau 1 tahun sekali
- Pap smear → melihat keputihan yg merujuk pada CA cervix
- Pemeriksaan apus vagina → lihat jenis bakteri penyebabnya

 Pada perempuan yang belum menikah, jangan lakukan pemeriksaan apus vagina karena
pemeriksaan ini menggunakan spekulum yg dapat merobek selaput hymen (kasih mereka
vaksin saja)

Obat untuk cegah/atasi keputihan:


- Gol. azole (misalnya metronidazole, harus dicampur dengan nistatin →
masukan ke vagina 1 X 1 sebelum tidur malam. Obat ini bisa untuk
wanita yg hamil & tidak hamil
- Floragyn capsule (obat ini mengandung lactobacillus rhamnosus &
lactobacillus reuteri), dosisnya 500 mg per oral, hanya untuk wanita
yang hamil.

Prinsip 5T dalam konsepsi kehamilan


1. Tinggi badan (timbang berat badan)
2. Tekanan darah
3. Tinggi fundus uteri (TFU) → utk ketahui usia kehamilan
4. Tetanus toxoid (utk cegah tetanus neonatorum)
5. Tablet tambah darah
Ibu hamil yang tinggi badan < 145 cm → panggul sempit → harus operasi cesar

Salah satu cara mengukur tinggi fundus uteri (TFU) adalah dengan rumus Mc Donald,
yaitu: usia kehamilan (dalam minggu) x 8/7

Pemeriksaan Leopold pada ibu hamil → TFU diukur mulai dari atas tulang simpisis
sampai ke tinggi fundus (lebih lengkapx baca buku, pemeriksaan Leopold 1-4)

Plasenta letak rendah → cirinya biasa ada perdarahan di jalan lahir


yang muncul setelah usia kehamilan 6 bulan

Ketuban pecah dini → ketuban pecah sebelum usia kehamilan 37 mgg

Amniotomi → suatu tindakan yg dilakukan setelah kontraksi uterus (His)


berakhir, biasa dilakukan setelah fase aktif (pembukaan 4-10 centi)

Impartum ada 2 fase, yaitu:


- Fase laten: pembukaan mulut rahim 0-3 centi
- Fase aktif: pembukaan mulut rahim 4-10 centi
Bayi dapat lahir saat pembukaan mulut rahim lengkap (10 centi)

Solusio plasenta: sebagian dinding plasenta lepas dari dinding


endometrium (sedangkan janin masih berada di dalam cavum uteri) →
akibatnya bayi bisa mati karena pembuluh darah yang memberikan O2 dan
nutrisi kepada bayi terputus.

Mioma uteri: pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus yang
tidak bersifat kanker atau ganas
- Mioma serous (menempel di perimetrium)
- Mioma submukous (di endometrium)
- Mioma intramular (di miometrium)
 Penanganan prolapsus tali pusat di puskesmas
- Berikan tokolitik
- Cairan fisiologis (RL)
- Antibiotik → antibiotik pilihan utama utk ibu hamil adalah gol. penicilin
- Analgetik (bila perlu)
- Rujuk ke spesialis

 Kalo terjadi prolaps tali pusat, tetapi pembukaan mulut rahim lengkap (10 centi) maka
dapat dilakukan persalinan pervaginam
 Tapi kalo prematur harus dilakukan sectio cesarea

Pembukaan mulut rahim → dapat menentukan waktu (jam) kelahiran bayi


- Primipara: 1 jam → pembukaannya 1 centi
- Multipara: 1 jam → pembukaannya 2 centi

ABORTUS
Abortus: pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat di hidup di luar kandungan,
batasannya adalah usia kehamilan < 20 minggu atau berat anak < 500 gram.

Abortus imminens
- Osteum uteri tertutup
- Perdarahan sedikit saja (hanya berupa bercak)
- Bagian dinding endometrium dengan janin ada yang terlepas
- Pada tipe ini abortus masih bisa dicegah & kehamilan dapat
dipertahankan

Abortus insipiens
- Osteum uteri dan servix mulai membuka
- Perdarahan sedang-banyak
- Hasil konsepsi masih di dalam cavum uteri
- Abortus sedang mengancam, tidak dapat dicegah

Abortus inkomplit
- Osteum uteri dan servix membuka
- Perdarahan sedang-banyak → biasanya sampai syok
- Sebagian sisa konsepsi masih tertinggal di dalam cavum uteri
(sebagiannya lagi sudah keluar)
- Harus lakukan kuretase
Abortus komplit
- Osteum uteri kembali tertutup
- Semua hasil konsepsi sudah keluar dari cavum uteri
- Perdarahan sedikit saja

Abortus tertunda (missed abortion)


- Osteum uteri tertutup
- Tidak ada perdarahan pervaginam
- Janin telah mati tetapi tidak ada epulsi jaringan konsepsi
- Harus lakukan kuretase

Terapi umum abortus


- Tirah baring total (bed rest) minimal 2-3 hari
- Berikan tokolitik
- Antibiotik

Berhubung dokter waktu itu buru2 jadi penjelasan abortus hanya sedikit saja....

KETUBAN PECAH DINI

Berhubung waktu itu demo, jadi penjelasan KPD juga sedikit saja...
Ketuban pecah saat usia kehamilan < 37 minggu disebut KPD
Ketuban pecah saat usia kehamilan > 37 minggu disebut impartum (aterm)

Ketuban pecah pada usia kehamilan 24 – 34 minggu → kehamilan bisa dipertahankan


Ketuban pecah pada usia kehamilan < 24 minggu → kehamilan tidak bisa dipertahankan

Salah satu penyebab KPD adalah infeksi (cervicitis akut, TORCH, dan malaria)
Cegah cervicitis akut dengan cara:
- Hindari penggunaan jeans (pakai rok)
- Cebok pake air steril
- Cara cebok (atas ke bawah saja)
- CD 100% cotton ()

Bila di usia kehamilan 34 mgg → ketuban pecah, cairan ketuban sedikit → lakukan terminasi
(bisa diberikan surfaktan)
Untuk pematangan paru diberikan dexamethason 2 x 6 mg
Surfaktan dalam paru baru berfungsi pada usia kehamilan ≥ 28 minggu (surfaktan berfungsi
maksimal/mandiri saat umur janin 34 minggu) → oleh karenanya pemberian dexamethason
pada janin yang usia < 28 minggu tidak ada gunanya...