Anda di halaman 1dari 4

PROPOSAL

Analisis Kemampuan Dari Laba Terhadap Memprediksi Laba dan


Arus Kas Masa Depan
(Studi Perusahaan Property dan Real Estate di Bursa Efek
Indonesia)
Bab I

Latar Belakang

Dalam setiap kegiatan perusahaan ingin mendapatkan laba semaksimal mungkin. Tujuan
yang lebih tepat dalam kegiataan perusahaan adalah memaksimalkan kemakmuran pada pemilik
perusahaan dengan meningkatkan nilai perusahaan. Dalam nilai perudahaan itu sendiri
didasarkan pada laba dan arus kas yang diperoleh oleh sebuah perusahaan di masa yang akan
datang. Didalam keputusan ekonomi yang diambil dalam sebuah perusahaan khususnya oleh
pemakai laporan keuangan dalam melihat laba yang dihasilkan sehingga dapat mengevaluasi
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kasyang lebih baik sehingga mereka mendapatkan
sebuah informasi pada akuntansi keuangan, laba, ataupun laporan arus kas didalam sebuah
perusahaan.

Dalam perusahaan yang pertumbuhan yang tinggi dengan laba yangbagus atau dalam
keadaan yang positif serta arus kas yang memadai. Aruskasmerupakan sebuah kegiatan akuntansi
yang dimanan dalam operasi itu sebagai sebuah indikator yang lebih bagus dalam
menggambarkan sebuah perusahaan dalam memenuhi komitmennya kepada para
pelanggannya,kreditor, karyawan serta para investor.

Perusahaan yang pertumbuhan sangat cepat dengan menggunakan laporan laba yang
positif pada saat pelaporan keuangan perusahaan ini menjadi nilai perusahaan yang baik
sehingga dapat mengindikasikan bahwa bisnis perusahaan akan terus berjalan, apabila pada
laporan laba mengalami keadaan yang negative pada laporan keuangannya akan mengindikasi
masalah pada laba dan arus kas di masa depan khususnya pada bisnis yang dijalankan oleh
perusahaan waktu akan masa depan akan mengalami terganggu.

Ketika mempelajari sebuah laporan keuangan dalam akuntansi adalah laba bersih pada
perusahaan yang dimana laporan itu tercantum dalam laporan laba atau rugi. Laba merupakan hal
yang penting bagi perusahaan yang dimana akan memprediksi laporan arus kas dan laba di masa
depan. Semakin besar laba bersih yang dihasilkan perusahaan maka semakin besar pula prediksi
dalam arus kas perusahaan.

Manajer keuangan pada umumnya menggunakan laporan laba rugi untuk meramalkan
posisi arus kas. Salah satu dalam menilai kinerja perusahaan adalah melihat laporan keuangan
yaitu bisa dilihat dengan laporan laba rugi. Laba merupakan sebuah ukuran yang dimana sebagai
ukuran ringkasan dalam kinerja keuangan. Laporan keuangan bertujuan untuk melaporkan posisi
perusahaan pada periode waktu tertentu baik di masa lalu.

Dalam penelitian mengenai kemampuan laba terhadap memprediksi laba dan arus kas
pada masa depan. Diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh CATHIERINE. A.
FINGER (1994) mengenai kemampuan dari laba terhadap prediksi laba dan arus kas pada masa
depan yang dimana disimpulkan dalam penelitian tersebut adalah relevansi nilai laba yang diukur
dengan kemampuan mereka untuk memprediksi laba dan arus kas. laba ditemukan, menjadi
prediktor signifikan dari diri mereka sendiri untuk sebagian besar perusahaan. Laba, digunakan
sendiri dan dengan aliran arus kash, adalah predictor signifikan dari arus kas untuk sebagian
besar perusahaan. Dalam penelitian Cathierine A. Finger melakukan penelitian dari kekurang
penelitian oleh Ohlson (1990) Laba dan arus kas dari operasi. Penelitian sebelumnya (dibahas di
bawah) telah memberikan sebuah Tampilan kemampuan prediksi yang tidak lengkap, seperti
yang biasanya difokuskan pada cakrawala pendek sembari mengabaikan Manfaat jangka panjang
yang juga dihargai.

Penelitian sebelumnya pada kemampuan laba untuk memprediksi laba masa depan (Ball
dan Watts 1972), Albrecht, Lookabill, dan McKeown 1977), Watts dan Leftwich 1977), dan Lev
(1983) telah meneliti pertama atau secondorder autocorrelations dan / atau perkiraan lebih dari -
atau dua tahun cakrawala dan memiliki bukti yang diberikan untuk mendukung random walk
model yang (yaitu, perubahan laba berkorelasi). Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa
berjalan acak mungkin tidak deskriptif dari proses penghasilan. Ramesh dan Thiagarajan (1989)
menolak model laba berjalan acak untuk 17 dari 32 perusahaan diuji, dan Lipe dan Kormendi
(1993) menunjukkan bahwa tingkat tinggi, bukan random walk, model deskriptif proses time-
series laba-disesuaikan pasar . Studi ini tidak memberikan uji statistik kemampuan prediktif dan
tidak memeriksa perkiraan lama-cakrawala untuk penghasilan disesuaikan.

Dari uraian diatasa, penulis akan menguji penelitian tentang “ANALISIS


KEMAMPUAN DARI LABA TERHADAP PREDIKSI LABA DAN ARUS KAS DI MASA
DEPAN (Studi Kasus pada Perusahaan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”
Penelitian yang dilakukan ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya yaitu
penelitian yang dilakukan oleh CATHIERINE. A. FINGER (1994) Perbedaan dalam penelitian
ini dengan penelitian sebelumnya adalah objek yang berbeda menggunakan objek perusahaan
property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah didalam penelitian ini
sebagai berikut :

1. Apakah