Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI

“Pengenalan Alat Bantu Mengamati Bagian Tumbuhan


Berukuran Mikron”

Oleh:
SITTI NURKHOLIFAH
NIM: D1B1 16 086

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keanekaragaman makhluk hidup yang merupakan sumber acuan dalam

proses pembelajaran yang memiliki peran penting dalam melakukan kegiatan

praktikum ini, yang mana dalam proses kegiatan ini penulis akan menjelaskan

berdasarkan susunan materi yang telah kami pelajari, yaitu pada “mikroskop” `

Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat

mengamati objek yang berukuran sangat kecil. Hal ini membantu memecahkan

persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil. Ada dua jenis

mikroskop berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati, yaitu mikroskop

dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo).

Sedangakn berdasarkan sumber cahayanya mikroskop dibedakan menjadi

mikroskop cahaya dan mikroskop electron.

Mikroskop pertama kali ditemukan oleh seorang berkebangsaan Belanda,

Antony Van Leuweenhook. Mikroskop yang ditemukan yaitu mikroskop

sederhana (berlensa tunggal). Pada tahun 1600 Hans dan Zacharis Jansen

menemukan mikroskop yang lebih canggih yaitu mikroskop majemuk (berlensa

ganda). Mikroskop sederhana dan mikroskop majemuk merupakan mikroskop

cahaya dimana keduanya memanfaatkan pancaran cahaya untuk membentuk

bayangan benda. Seiring berjalannya waktu pada tahun 1932 Knoll dan Ruska

menemukan mikroskop elektron.


Berdasarkan uraian diatas sehingga pentingnya praktikum ini dilakukukan

guna memperkealkan bagian-bagian mikroskop dan fungsinya agar

mempermudah praktikum dalam mengoperasikannya

B.Tujuan dan Kegunaan

Tujuan pelaksanaan kegiatan praktikum ini yaitu untuk membiasakan

praktikan bekerja di laboratorium dengan mengutamakan keselamatan kerja dan

keselamatan mikroskop, meningkatkan penguasaan praktikan terhadap komponen

dan fungsi tiap komponen mikroskop dan mengasah keterampilan praktikan

dalam mengoperasikan mikroskop.

Kegunaan pelaksanaan kegiatan praktikum ini yaitu memberikan

pengetahuan tambahan kepada praktikan tentang bagian-bagian mikroskop dan

cara penggunaanya yang baik dan benar.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh ilmuwan (saintis) zaman

Renaissans, dan mikroskop yang mungkin kita gunakan adalah mikroskop cahaya.

Dalam mikroskop cahaya (light microscope), cahaya tampak diterukan melalui

spesimen dan kemudian melalui lensa kaca (campbell, 2010).

Mekanisme pencahayaan terhadap benda objek pada mikroskop yang

mempergunakan dua lensa objektif berbeda dengan cara pencahayaan pada

mikroskop-mikroskop yang mempergunakan satu lensa objektif, pada mikroskop

yang mempergunakan satu lensa objektif pencahayaan terhadap objek dilakukan

dengan cara tranmisi (sumarti ,2007).

Pada tahun1674 Antonie Van Lauven Hooke, secara terpisah membuat

mikroskop sederhana dan dipergunakan untuk melihat mikroba dalam air, serta

bagian-bagian yang mungkin terkandung dalam suatu cairan tubuh makhluk

hidup. Karena itu dia dijuluki sebagai bapak mikrobiologi (Sutanto,2011).

Mikroskop terdiri atas beberapa bagian yaitu lensa okuler, tubus, lensa

objektif, meja alas, pengarah halus, pengarah kasar, kondensor, cermin cekung,

serta kaki mikroskop. Organisme lain dalam tubuhnya terdiri atas banyak sel,

berkelompok membentuk massa dengan berbagai psesialisasi lapisan-lapisan sel

yang berbeda.Hal ini menunjukan bahwa sel merupakan satuan struktur mahkluk

hidup (Sobowo, 2009).


III. METODE PRAKTIKUM

A. Tempat dan Waktu

Kegiatan praktikum ini dilaksanakan pada di Laboratorium

Agroteknologi Unit Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo pada

hari Kamis, 08 September 2016 pukul 08.00 WITA sampai selesai.

B. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu jagung (Zae Mayz L.)

berusia satu minggu, tomat (Lycopersicum esculentum mill) dan bawang merah

(Allium cepa) yang berakar.

Alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu buku catatan praktek, pensil,

ballpoint, penggaris, peruncing, penghapus, silet, tisu lensa, dan lap bersih,

kamera, pipet tetes, mikroskop.

C. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada pelaksanaan praktikum ini yaitu:

1. Memindahkan mikroskop dari tempat kerjanya ke meja praktek

2. Menggambar mikroskop yang ada di meja kerja kelompok masing-masing

dengan view yang dapat diperlihatkan semua komponen utama mikroskop.

3. Menuliskan nama tiap komponen mikroskop pada gambar mikroskop

4. Tiap kelompok kerja mengikuti prosedur yang dijelaskan pada point menjaga

keselamatan mikroskop yang di uraikan di atas.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan praktikum dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 1. Mikroskop Gambar 2. Sel

Bagian-bagian mikroskop:

1. Lensa Okuler 8. Cermin

2. Tabung 9. Kaki

3. Sekrup pengarah kasar 10. Revolver

4. Sekrup pengarah halus 11. Lensa Objektif

5. Pegangan 12. Kondensor

6. Pegangan sedia 13. Diafragma

7. Sendi inklinasi 14. Pengatur kondensor


B.Pembahasan

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat, atau mengenali

benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya. Mikroskop

sangat berguna dalam penelitian biologi, yaitu untuk membantu mengamati

benda-benda yang sangat kecil seperti mikroorganisme dan bagian-bagian sel.

Lensa okuler adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas

tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar

bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali

Tombol pengatur fokus kasar yaitu untuk mencari fokus bayangan objek

secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat. Tombol

pengatur fokus halus yaitu untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat,

sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat. Revolver yaitu

berfungsi untuk memutar dan memilih lensa obyektif yang akan digunakan

Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan

menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir

serta berkemampuan untuk memperbesa bayangan obyek sehingga dapat memiliki

nilai”apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan

menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik

yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Untuk menentukan bayangan

objektif serta memperbesar benda yang di amati. Umumnya ada 3 lensa objektif

dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.

Lengan mikroskop yaitu berfungsi untuk pegangan saat membawa

mikroskop ke tempat kerja atau tempat yang diinginkan.


Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan

dilihat. Objek diletakkan di meja dengan di jepit oleh penjepit. Pada jenis

mikroskop tertentu, kedudukan meja tidak dapat di naik atau di turunkan. Pada

beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat di naik-

turunkan

Penjepit Objek Glass yaitu untuk menjepit preparat di atas meja preparat

agar preparat tidak bergeser pada saat melakukan pengamatan.

Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan

sinar lensa objektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar dan

halus untuk menaik- turunkan meja preparat. Diafragma berupa lubang-lubang

yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi

untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop. Kaki

Mikroskop yaitu untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di

atas meja.Kabel yaitu berfungsi sebagai alat untuk menyambungkan mikroskop

dengan tenaga listrik yang kemudian untuk mengaktifkannya. Tombol On Off

yaitu sebagai tombol untuk menyalakan dan mematikan mikroskop.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pada praktikum ini maka dapat di simpulkan bahwa

dengan adanya praktikum ini, mahasiswa sudah mengetahui komponen atau

bagian-bagian mikroskop beserta fungsinya masing-masing dan mahasiswa telah

mampu serta terampil dalam menggunakan mikroskop dengan cepat dan aman

untuk melihat sediaan sederhana dan mengamati bentuk-bentuk objek yang tak

dapat di lihat dengan kasat mata. Bagian-bagian mikroskop yaitu: Lensa okuler,

lensa objektif, tabung mikroskop (tubus), makrometer (pemutar kasar),

mikrometer (pemutar halus), revolver, reflektor, diafragma, kondensor, meja

mikroskop, penjepit kaca, lengan mikroskop, kaki mikroskop, dan sendi inklinasi

(pengatur sudut).

B.Saran

Semoga praktikum berikutnya lebih baik lagi, sebaiknya dalam

menggunakan mikroskop harus berhati-hati baik dalam mengangkat maupun

menggunakannya. Karena mikroskop termasuk barang yang mahal. Sebaiknya

dalam praktikum harus tepat waktu, karena jika tidak tepat waktu akan merugikan

yang lain.
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, A. Neil. Dkk. 2010. Biologi. Penerbit Erlangga. Jakarta

Sumarti. 2007, Biokeologi Alam. Vol.13 (2); 57-59.

Subowo. 2009, Biologi Dasar. http/tugas/7/sel%20laporan/laporan%203.htm.

Diakses pada tanggal 29 september 2015.

Sutanto. Mikroskop. Biologi Mikroskop. http;//id. Wikipedia.

Org/wiki/mikroskop. Diakses pada tanggal 28 september 2015.