Anda di halaman 1dari 4

5 Wisata Pegunungan yang Lagi Hits Di Magelang

Rasanya tak akan cukup menghabiskan waktu seharian untuk menjelajah tempat wisata di
Kabupaten Magelang. Kabupaten yang berada di dataran tinggi ini memiliki banyak sekali
destinasi wisata pegunungan dengan pemandangan yang menakjubkan. Ada yang alami
seperti gunung dan air terjun, ada juga tempat wisata buatan seperti gardu pandang. Wisata
buatan ini dulunya merupakan suatu tempat yang sudah memiliki pemandangan yang indah,
hanya saja karena belum dikelola dengan baik, sehingga dilewatkan begitu saja oleh orang
yang melewatinya. Setelah tempat- tempat tersebut dipercantik, dikelola dengan baik,
dengan diberi spot-spot yang menarik untuk selfie, akhirnya banyak masyarakat yang
mengunjunginya. Bahkan tempat-tempat tersebut menjadi hits di media sosial berbagi foto
seperti Instagram karena foto-fotonya yang sangat instagramable.

Selain gardu pandang, ada juga beberapa destinasi wisata pegunungan di Magelang
dengan pemandangan yang memukau dan setelah diberi sentuhan tangan oleh masyarakat
sekitar menjadi dikenal oleh banyak wisatawan. Dimana sajakah itu? Berikut daftarnya!

1. Gardu Pandang Delimas

Gardu Pandang Delimas ini terletak di Dusun Kuadaan, Desa Girimulyo, Kecamatan
Windusari, Kabupaten Magelang. Untuk mencapai tempat ini wisatawan dapat
melalui 2 jalur; yang pertama melalui Kecamatan Bandongan lalu naik terus
mengikuti jalan kearah Desa Girimulyo, dan yang kedua melalui Desa Payaman
berjalan kearah Pasar Windusari lalu naik terus melalui Desa Genito dan ikuti jalan
hingga sampai di Desa Girimulyo. Dari Pusat Kecamatan Windusari wisatawan akan
menempuh jarak sekitar 25 menit menuju Gardu Pandang ini.

Lokasinya yang berada dikaki Gunung Sumbing ini memang membutuhkan kondisi
kendaraan yang prima untuk menuju tempat tersebut supaya tidak mogok di tengah
jalan. Karena jalanannya menanjak dan cukup menantang. Namun, perjalanan yang
panjang akan terbayarkan ketika wisatawan sudah sampai di Gardu pandang ini.
Karena Gardu Pandang Delimas ini memiliki pemandangan yang menakjubkan.
Wisatawan dapat menikmati hamparan alam pegunungan yang hijau dengan udara
yang sejuk.

Seperti namanya, gardu pandang ini memiliki menara yang unik karena terbuat dari
bambu. Pada menara tersebut, terdapat tiga lantai yang semakin keatas semakin
kecil ukurannya. Semua wisatawan dapat menaiki semua lantai asalkan harus
mengantri dengan wisatasan lainnya. Pada masing-masing lantai, terdapat jumlah
maksimal pengunjung supaya menaranya tidak rubuh karena hanya terbuat dari
bambu. Wisatawan dapat mengambil foto dari beberapa angle di semua lantai
sampai menghasilkan foto yang menarik. Di lantai atas akan terlihat siluet Gunung
Merapi dan Merbabu yang menawan. Sedangkan di lantai bawah terdapat hiasan
berbentuk laba-laba raksasa, yang menyebabkan tempat ini juga dijuluki dengan
sebutan Gardu Pandang laba-laba.

Dari menara Gardu Pandang Delimas, wisatawan dapat melihat tempat selfie
dibawah yang cocok didatangi bersama pasangan karena terdapat tulisan I Love U
dengan background pemandangan alam yang indah. Tiket masuk ke gardu pandang
ini sangatlah murah yaitu hanya Rp 5000 untuk pengendara mobil dan Rp 2000
untuk pengendara sepeda motor.

2. Gardu Pandang Silancur

Gardu Pandang Silancur atau yang dikenal dengan sebutan GPS ini terletak di
Dusun Dadapan, Desa Mangli, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. GPS
dan Gardu Pandang Delimas sama-sama berada di lereng Gunung Sumbing, tetapi
berbeda Kecamatan. GPS letaknya di bagian selatan sedangkan Gardu Pandang
Delimas di sebelah timur. Untuk menuju lokasi GPS, wisatawan melewati Pasar
Bandongan lalu ambil jalan kearah Kaliangkrik. Dari pusat Kota Magelang berjarak
sekitar 18 KM. Menuju GPS dapat ditempuh menggunakan mobil maupun sepeda
motor.

Destinasi wisata GPS ini menawarkan panorama indah berlatar belakang Gunung
Sumbing dan Potret Kota Magelang dari kejauhan. Sama halnya dengan Gardu
Pandang Delimas, GPS juga terdapat menara yang terbuat dari bambu. Dari gardu
pandang ini wisatawan dapat menyaksikan megahnya sunrise diantara Gunung
Merapi dan Gunung Merbabu. Wisatawan juga dapat melihat awan tipis yang
menyelimuti kawasan Kota Magelang.

Dulunya, Bukit Silancur ini hanyalah ladang sayuran dengan puncak yang ditumbuhi
pepohonan yang rindang, yang tidak pernah dikunjungi oleh wisatawan. Karena
terinspirasi dengan daerah lain yang memiliki gardu pandang, maka warga sekitar
mulai mengelola bukit tersebut dengan membangun menara dan spot-spot selfie
yang menarik. Menara pertama yang dibuat oleh warga setinggi 10 meter, dengan
tujuan supaya pemandangan dari puncak tidak terhalang oleh pepohonan yang ada
dibawahnya. Terbukti bahwa pemandangan dari puncak menara sangat menawan.

Di Gardu Pandang Silancur ini terdapat beberapa menara bambu dengan ketinggian
yang berbeda-beda, warung, toilet, dan beberapa hammock. Banyak wisatawan
yang betah berkunjung di gardu pandang ini karena terdapat banyak spot selfie.
Pengelola gardu pandang juga ramah sehingga menambah kehangatan bagi
wisatawan. Untuk mengunjungi destinasi wisata ini, disarankan berkunjung pada
saat musim kemarau supaya pemandangannya terlihat bagus. Karena jika
berkunjung pada saat musim hujan, akan ada banyak kabut yang menutupi
pemandangan. Untuk harga tiketnya sendiri, sangatlah terjangkau. Wisatawan cukup
membayar Rp 5.000 saja sudah termasuk parkir.

3. Bukit Sleker Asri

Bukit Sleker Asri merupakan sebuah bukit yang ditumbuhi oleh pohon pinus. Bukit ini
terletak di Dusun Grenjeng, Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten
Magelang. Bukit ini berada lumayan jauh dari jalan raya, karena berada di tengah
pedesaan. Wisatawan harus melewati beberapa dusun untuk mencapai bukit ini.

Dari pusat Kota Magelang, bukit Sleker Asri berjarak lebih kurang 8 kilometer atau
membutuhkan waktu sekitar 40 menit. Untuk menuju tempat ini, wisatawan dapat
melalui Pasar Bandongan dari arah selatan maupun Pasar Windusari dari arah
Utara. Jika dari arah Bandongan, maka wisatawan perlu belok kanan di tugu Pasar
Bandongan, lalu Setelah lapangan Kecamatan lurus terus. Setelah tanjakan belok
kiri ke arah SMAN 1 Bandongan, lalu lurus terus hingga melewati jembatan, lalu
belok kanan dan lurus saja sampai menemukan destinasi wisata Bukit Sleker Asri.

Bukit yang tingginya 600 mdpl ini juga berada di lereng Sumbing seperti Gardu
Pandang Delimas dan Silancur. Tetapi berbeda Kecamatan dan pemandangan saja.
Jika kedua gardu pandang sebelumnya menawarkan pemandangan alam
pegunungan dari ketinggian maka Bukit Sleker Asri ini menyuguhkan pemandangan
hutan pinus. Ketinggian Bukit ini juga lebih rendah dibandingkan dengan kedua
gardu pandang sebelumnya.

Di Bukit Sleker Asri, wisatawan dapat merasakan kesejukan hutan pinus yang masih
alami. Namun, tak hanya hutan pinus saja yang menjadi daya tarik destinasi wisata
ini, melainkan di bukit ini terdapat banyak sekali spot foto yang instagenic. Mulai dari
gapura bunga, hiasan gantung, payung-payung gantung, kumpulan bunga berbentuk
love, hammock, dan masih banyak lagi. Selain itu, di bukit ini juga terdapat beberapa
wahana untuk bermain anak. Wisatawan juga dapat melihat hamparan sawah yang
luas dari atas bukit. Selain untuk wisata, bukit ini juga dapat digunakan untuk bumi
perkemahan dan outbond.

Sebenarnya hutan pinus di Bukit Sleker Asri ini sudah ada sejak lama, hanya saja
selama ini belum dimaksimalkan sehingga tidak ada wisatawan yang berkunjung.
Setelah hutan milik perhutani ini dipercantik oleh masyarakat sekitar, mulailah
banyak dikunjungi wisatawan. Biaya untuk tiket masuk di bukit ini pun sangatlah
murah. Hanya dengan Rp 4.000, wisatawan dapat mengeksplor seluruh spot foto di
bukit ini.

4. Ekowisata Petung

Ekowisata Petung atau Desa Wisata Petung merupakan suatu Desa wisata yang
menawarkan potensi yang ada disekitar lereng Gunung Sumbing, seperti wisata
pemandangan alam, wisata budaya masyarakat sekitar, dan perkebunan sayur
warga. Ekowisata Petung ini terletak di Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan
Windusari, Kabupaten Magelang. Dusun Petung sendiri merupakan Dusun tertinggi
di lereng Gunung Sumbing di Kecamatan Windusari. Dusun ini terletak di ketinggian
sekitar 1348 mdpl. Untuk menuju Desa Wisata ini, pengunjung dapat melalui jalur
Pasar Windusari maupun Pasar Bandongan.

Di jalan dusun terdapat taman bambu sebagai spot foto wisatawan yang berkunjung
di Desa ini. Selain taman bambu, wisatawan juga dapat menyaksikan megahnya
sunrise dibalik 4 gunung yang menglilingi Magelang dari sisi timur. Secara urut dari
sebelah kiri (utara) terdapat Gunung Telomoyo, Gunung Andong, Gunung Merbabu,
dan Gunung Merapi.

Bagi para pendaki gunung yang hendak mendaki Gunung Sumbing juga bisa melalui
jalur Petung ini. Para pendaki yang membawa kendaraan bermotor dapat menitipkan
kendaraannya di rumah Pak Kades yang dijadikan sebagai basecamp. Di rumah Pak
Kades juga tersedia penginapan bagi pendaki yang hendak bermalam di Desa ini.
Untuk wisatawan yang bukan pendaki pun dapat menikmati perkebunan warga yang
berada di lereng Gunung Sumbing. Wisatawan hanya perlu mendaki sebentar, maka
akan terlihat indahnya hamparan perkebunan sayur milik warga. Dari atas bukit ini,
wisatawan juga dapat melihat awan dari dekat, bahkan awannya ada dibawah jadi
serasa negeri di atas awan. Untuk dapat menikmati suasana Desa Wisata Petung,
wisatawan tidak dipungut biaya, pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya
didepan rumah warga. Bagi wisatawan yang merindukan suasana pegunungan
tanpa harus mendaki gunung, maka Ekowisata Petung inilah tempatnya.

5. Punthuk Sukmojoyo

Punthuk Sukmojoyo merupakan puncak bukit yang terletak di Dusun Krinjing, Desa
Giritengah, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Punthuk yang memiliki
ketinggian 1000 mdpl ini berada di sekitar lereng perbukitan Menoreh. Lokasi
Punthuk ini tidak jauh dari Candi Borobudur. Dari Candi Borobudur hanya
membutuhkan waktu 20 menit saja untuk sampai di lokasi Punthuk Sukmojoyo
menggunakan sepeda motor.

Untuk menuju Punthuk Sukmojoyo dibutuhkan kendaraan yang prima karena


terdapat tanjakan tajam dengan jalan sempit dan lumayan panjang. Perjalanan
mengunakan kendaraan bermotor hanya bisa sampai di lokasi parkir saja,
selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki hingga puncak. Perjalaan ini
cukup menguras tenaga terutama bagi yang jarang berolahraga. Akan tetapi
perjalanan yang cukup melelahkan akan terbayarkan setelah sampai di Puncak.
Wisatawan akan dimanjakan dengan hamparan pepohonan berwarna hijau dengan
birunya langit yang sangat menenangkan.

Setelah sampai puncak, wisatawan dapat menyaksikan indahnya pemandangan dari


ketinggian. Selain berfoto dengan background pemandangan yang menakjubkan,
wisatawan juga dapat foto pada spot-spot foto yang telah disediakan oleh pengelola.
Terdapat beberapa spot foto, diantaranya yaitu gardu pohon, sarang burung, kapal
kayu, jembatan bambu, dan dinding berbentuk hati.

Selain pemandangan alam Bukit Menoreh yang sangat indah, dari Puncak Punthuk
wisatawan juga dapat melihat Candi Borobudur, Gunung Merbabu dan Gunung
Merapi. Di tempat ini wisatawan juga dapat menyaksikan megahnya matahari terbit
dibalik Candi Borobudur. Untuk tiket masuk sendiri tidak ditetapkan jumlah tertentu
kepada pengunjung, wisatawan diperkenankan untuk membayar seikhlasnya guna
pembangunan wisata Punthuk Sukmojoyo menjadi lebih bagus.

Itulah 5 destinasi wisata pegunungan yang bisa wisatawan kunjungi pada saat liburan atau
weekend. Selain dapat menghasilkan foto yang instagenic untuk diupload di media sosial,
berwisata di pegunungan juga dapat merefresh otak setelah jenuh beraktivitas di kota.
Mencari tempat wisata tak harus yang mahal, yang penting tempatnya bagus, menarik,
kekinian dan bisa membuat nyaman. Karena Magelang kaya akan keindahan alamnya,
maka maksimalkanlah potensi-potensi wisata alam yang ada.