Anda di halaman 1dari 2

Faktor Resiko Perilaku disebakan oleh gaya hidup

dan pola makan yang tidak sehat seperti :


Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang terjadi kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda
mendadak akibat pasokan darah ke suatu bagian otak dan beralkohol, gemar mengkonsumsi makanan cepat
terganggu. Kurangnya aliran darah dan oksigen saji (fast food dan junk food), kurangnya aktifitas
menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat gerak / olah raga dan obesitas.
merusak atau mematikan sel-sel saraf di otak sehingga
menyebabkan kelumpuhan anggota gerak, gangguan
bicara, bahkan penurunan kesadaran.

Adanya serangan neurologis fokal berupa :


kelemahan atau kelumpuhan lengan, tungkai atau
salah satu sisi tubuh, melemahnya otot (hemiplegia),
mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan.
Adanya gangguan dan kesulitan dalam menelan
makanan ataupun minuman (cenderung keselek).
Adanya gangguan bicara dan sulit berbahasa yang
ditunjukkan dengan bicara tidak jelas, sengau, pelo,
gagap.

Faktor Resiko Medis yang menyebabkan atau


memperparah stroke antara lain:
Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi)
Kolesterol tinggi
Diabetes 1. Mengontrol tekanan darah secara
Riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) teratur
Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah 2. Menghentikan merokok
hipertensi. 3. Mengurangi konsumsi kolesterol
4. Mempertahankan kadar gula normal
5. Tidak minum-minuman beralkohol
6. Latihan fisik (senam/rentang gerak) secara
teratur

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKARAYA
PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEPERAWATAN
TAHUN 2016
1. Mendampingi pasien dalam
melakukan aktifitas kegiatan sehari-
hari dan memberikan bantuan jika 4. Memberikan latihan rentang gerak
memang diperlukan. (latihan terapi ROM/Range Of
Motion) pada bagian yang lumpuh,
untuk mencegah kekakuan
(kontraktur).

2. Melakukan pengontrolan tekanan


darah secara rutin, paling tidak
seminggu sekali. Krena faktor resiko
stroke adalah tekanan darah tinggi.
3. Menjaga masukan nutrisi atau pola
makan pasien. Hindari makan-
makanan banyak mengandung lemak
dan garam. Lebih banyak konsumsi Tujuan dari latihan rentang gerak
sayur dan buah. untuk meningkatkan atau
mempertahankan fleksibilitas dan
kekuatan otot, mempertahankan fungsi
jantung dan pernapasan, mencegah
kontraktur dan kekakuan pada sendi,
dan, memperlancar sirkulasi darah.