Anda di halaman 1dari 4

BAB VII

SESAR

Tujuan :
1. Mengetahui bagian-bagian sesar
2. Mengetahui klasifikasi sesar
3. Merekonstruksi sesar

Sesar adalah bidang rekahan yang telah mengalami pergeseran.


Berdasarkan tipe geraknya, sesar dikelompokkan menjadi 2 :
1. Sesar Translasi, sesar yang pergerakannya sepanjang garis lurus.
2. Sesar Rotasi, sesar yang di dalam pergeserannya mengalami perputaran
atau terputar

Hanging Wall
A
α

E
β
C
B
F all
otW
Fo

ABCD = Bidang sesar


α = Dip sesar
β = hade
EF = throw
FB = heave

Panduan Praktikum Geologi Struktur


Tambang Unlam, 2014-2015
APLIKASI GRAFIS, PENGERTIAN, DAN PERHITUNGAN UNSUR-
UNSUR SESAR
Suatu terowongan horizontal dengan arah tepat timur-barat memotong sesar
dengan kedudukan 50o, N 270oE. Ke arah timur sepanjang 600 meter dari
titik potong terowongan dengan bidng sesar dijumpai batugamping dengan
kedudukan N 0o E/30o dan ke arah barat sepanjang 900 meter dari titik
potong dijumpai batugamping yang sama dengan kedudukan yang sama
pula. Batugamping tersebut telah tersesarkan. Pada bidang sesarnya,
slickenside dengan arah gerak dari selatan ke utara dan rake 45 o ke utara.
Tentukan besar netslip, dipslip, strikeslip, heave, throw, stratigrafic
separation, vertical separation, dan horizontal separation yang diukur pada
bidang vertikal tegak lurus jurus lapisan. (Skala 1: 12.000)

Langkah Kerja :
A. Sesar Translasi Arah West-East
1. Buat garis horizontal arah west-east yang mewakili terowongan.
2. Tentukan titik A di sembarang tempat pada garis horizontal west-
east yang merupakan kedudukan sesar.
3. Tetukan kedudukan batu gamping pada garis horizontal west-east
yang diukur dari titik A sesuai dengan jaraknya berdasarkan skala
penggmbaran.
4. Tandai kedudukan batu gamping pa garis horizontal west-east
tersebut dengan titik A, B dan C, garis BC merupakan horizontal
separation sesar.
5. Pada titik A buat kedudukan sesar 50o, N 270o E.
6. Pada titik B dan C buat kedudukan batu gamping N 0o E/ the30o.
7. Perpanjang garis sudut 30o di titik B dan gais sudut 50o di titik A ke
arah atas dari garis horizontal west-east sehingga saling
berpotongan di titik D.
8. Perpanjang garis sudut 30o di titik C dn garis sudut 50o di titik A
kearah bawah dari garis horizontal west-east hingga saling
berpotongan di titik E, garis DE merupakan dip-slip dari sesar.

Panduan Praktikum Geologi Struktur


Tambang Unlam, 2014-2015
9. Dari titik D buat garis yang tegak lurus dengan garis horizontal
west-east, sehingga memotong garis horizontal di titik F.
10. Perpanjang garis DF dan garis CE sehingga berpotongan di titik G,
garis DG merupakan vertical separation dari sesar.
11. Dari titik E buat garis yang tegak lurus terhadap garis DG dan
memotong garis DG di titik H, garis EH merupakan heave dan gais
DH merupakan throw dari sesar.
12. Dari titik D buat garis yang tegak lurus terhadap DI merupakan
stratigraphic separation dari sesar.

Panduan Praktikum Geologi Struktur


Tambang Unlam, 2014-2015
B. Sesar Translasi Arah North-South
1. Buat garis DE (dip-slip sesar) dengan panjang sesuai dengan
panjangnya pada gambar sesar translasi arah west-east, titik D
merupakan arah north, sedangkan titik E merupakan arah South.
2. Pada garis DE tentukan titik A dengan posisi yang sama seperti
pada gamba sesar translasi arah west-east.
3. Pada titik E buat sudut 45o yang merupakan rake dari bidang sesar,
slickenside dengan arah gerak arah utara-selatan.
4. Dari titik D buat garis yang tegak lurus terhadapa garis DE dan
memotong garis sudut 45o di titik J, garis DJ merupakan strike-slip
dan garis EJ merupakan net-slip dari sesar.

Panduan Praktikum Geologi Struktur


Tambang Unlam, 2014-2015