Anda di halaman 1dari 47

PROSES TERA DAN TERA ULANG

MOBIL TANGKI BBM DI SPBU PASTEUR

LAPORAN PENELITIAN
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah
pada Semester I tahun Akademik 2017-2018

Oleh

Moh. Ihsan Arifin A017005


Muhammad Wildan Manthofani A017006
Arky Arrahman Firdaus A017032

PROGRAM D3 METROLOGI & INSTRUMENTASI


FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2017

ii
ABSTRAK
Penelitian yang berjudul proses tera dan tera ulang mobil tangki bbm di spbu
Pasteur ini dilatarbelakangi oleh peraturan yang mengharuskan terjaminnya
kebenaran pengukuran untuk melindungi konsumen maupun produsen dan untuk
mencapai tertib ukur sehingga penulis termotivasi untuk melakukan penelitian ini.
Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses tera dan tera ulang
mobil tangki bbm. Masalah utama penelitian ini adalah untuk mengetahui
mengapa perlu dilakukannya proses tera dan tera ulang mobil tangki bbm. Data
diperoleh dari observasi lapangan lalu wawancara langsung di SPBU Pasteur dan
studi literatur berupa artikel tentang tera dan tera ulang mobil tangki bbm oleh
dinas metrologi Kota Ambon. Data tentang tera dan tera ulang mobil tangki bbm
tersebut kemudian dianalisis/dibandingkan/diklasifikasikan. Dari hasil analisis
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian ini sangatlah penting untuk
dilakukan demi tercapainya tertib ukur di seluruh spbu di Indonesia.

Kata kunci : tera, mobil tangki, SPBU Pasteur

iii
PRAKATA

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan
kemudahan kepada setiap hamba-Nya. Shalawat serta salam semoga selalu
tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, serta kita
semua sebagai umatnya. Penelitian judul yang berjudul proses tera dan tera ulang
mobil tangki bbm di spbu Pasteur ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas
mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah.

Tujuan penulisan ini tiada lain untuk mengetahui hal-hal yang melatarbelakangi
perlunya dilakukan tera dan tera ulang mobil tangki bbm, proses tera dan tera
ulang mobil tangki bbm, dan dampak dilakukannya tera dan tera ulang mobil
tangki bbm bagi masyarakat. Adapun kendala-kendala yang kami temui saat
melakukan observasi lapangan untuk membuat laporan ini antaralain sulitnya
mengetahui kapan kepastian datangnya mobil tangki bbm di spbu pasteur, sulitnya
mencari sumber-sumber terkait teori-teori yang mendukung topik laporan kami
serta kendala-kendala lainnya yaitu belum tentu dilakukannya tera ulang mobil
tangki saat kami melakukan observasi lapangan.

Meskipun kami sadari banyak sekali kendala yang akan kami temui, kami tetap
berusaha maksimal dan mencoba bertanya kepada petugas di spbu tersebut kapan
dan pukul berapa biasanya mobil tangki bbm datang ke spbu tersebut. Selain itu,
alasan kami berusaha maksimal dalam penyusunan laporan ini adalah karena kami
sadar akan pentingnya penelitian ini bagi kelangsungan hidup masyarakat.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen
bahasa indonesia kami yang terhormat (...) lalu kepada pihak-pihak yang telah
bepartisipasi dan membantu saat melakukan penelitian dan dibuatnya laporan ini.
Apabila ada kekurangan atau ketidaksempurnaan dari laporan yang kami buat
kami mohon maaf sebesar-besarnya karena manusia tempatnya salah dan
kesempurnaan hanya milih Tuhan Yang Maha Esa.

Bandung, 04 Desember 2017


Penulis,

iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Yang Maha Kuasa, akhirnya saya sebagai
penulis dapat menyelesaikan karya tulis saya ini yang berjudul “Tera dan Tera
Ulang Tangki Mobil bbm”. Saya juga ingin berterimakasih kepada dosen
pembimbing saya yaitu Dr. Asep Wawan Jatnika M.Hum yang merupakan guru
Bahasa Indonesia saya, kepada guru perpustakaan yang membantu saya dalam
memilih buku yang baik sebagai narasumber yang tepat untuk karya tulis saya ini,
dan kepada kedua orang tua saya yang mendukung saya dalam penulisan karya
tulis saya ini.

Didalam karya tulis saya ini, saya sengaja menjelaskan tentang pengertian, ciri-
ciri, dampak serta perkembangan tera dan tera ulang mobil tangki bbm. Sehingga,
masyarakat yang membaca karya tulis ini dapat memahami pentingnya dilakukan
tera ulang pada mobil tangki bbm. Dengan menyadari pentingnya dilakukan tera
ulang mobil tangki bbm, masyarakat semakin waspada dengan pengukuran tangki
bbm yang curang dan tidak pasti.

Karya tulis ini berisi tentang pengertian, jenis-jenis, dampak, serta perkembangan
tera ulang mobil tangki dan disertai gambar-gambar yang mendukung pemahaman
terhadap karya tulis ini. Tak ada gading yang tak retak, begitulah karya tulis saya
ini masih banyak kekurangan dan kelemahan. Oleh karena itu, saya sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca agar karya
tulis ini semakin sempurna.

Semoga dengan karya tulis saya ini bermanfaat bagi para pembaca sekian dan
terima kasih.

Bandung, 29 November 2017

Joko Supriyanto

v
SANWACANA

Terima kasih penulis sampaikan kepada Yth. Direktur Akademi Metrologi dan
Instrumentasi, Wakil Direktur I, Wakil Direktur II, Kasubag Administrasi
Akademik dan Kemahasiswaan, Kasubag Administrasi Umum dan Keuangan,
Ketua Prodi, Ketua SPI/SPM, Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan
Masyarakat, Bapak Hari Prawoko, Dipl. Ing., Bapak Permadi Sindar, S.Sos.,
M.AP., Ibu Sri Astuti, S.Si., M.SE., Bapak Eko Karsono, S.T., M.T., Bapak Seno
Pratomo, S.T., M.Si., M.App.Ec., Bapak Dudi Firmansyah, S.Si., M.Si., Ph.D.,
Bapak Vera Firmansyah, M.Si., Bapak Nandang Gunawan T.W., S.Si., M.T.

vi
DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK ......................................................................................... iii
PRAKATA ...........................................................................................iv
KATA PENGANTAR .......................................................................... v
SANWACANA ....................................................................................vi
DAFTAR ISI ...................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ..............................................................................
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................
1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah ................................
1.1.1 Latar belakang ......................................................................
1.1.2 Rumusan masalah .................................................................
1.2 Ruang Lingkup Kajian ..........................................................
1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................
1.4 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ...............................
1.4.1 Metode ..................................................................................
1.4.2 Teknik pengumpulan data.....................................................
1.5 Sistematika Penulisan ...........................................................
BAB II TEORI DASAR TERA MOBIL TANGKI ................................
2.1 Definisi Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM .................
2.2 Ciri Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM ........................
2.3 Peranan/Unsur/Manfaat Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki
BBM .........................................................................................
2.4 Cara Kerja/Proses Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM .
2.5 Perkembangan/Dampak Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki
BBM .........................................................................................
BAB III ANALISIS PROSES TERA DAN TERA ULANG MOBIL
TANGKI BBM DI SPBU PASTEUR ...........................................
3.1 Gambaran Umum SPBU Pasteur .............................................
3.2 Letak Geografis SPBU Pasteur ................................................
3.3 Manajemen Kepengurusan SPBU Pasteur...............................
3.4 Sarana Prasarana Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
di SPBU Pasteur .......................................................................
3.5 Ciri Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di SPBU
Pasteur ......................................................................................
3.6 Cara Kerja/Proses Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
di SPBU Pasteur .......................................................................
3.7 Peranan/Unsur/Manfaat Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki
BBM di SPBU Pasteur ............................................................
3.8 Perkembangan/Dampak Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki
BBM di SPBU Pasteur .............................................................
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN......................................................
4.1 Simpulan ..................................................................................

vii
4.2 Saran ........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
INDEKS
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP

viii
DAFTAR GAMBAR

Halaman

GAMBAR 1 POLA WILAYAH SPBU PASTEUR …….………


2 LOKASI TRANSAKSI UTAMA SPBU PASTEUR............

1
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah

1.1.1 Latar belakang masalah

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang memiliki banyak penduduk

dan wilayah terbentang disekitarnya. Ini menyebabkan kebutuhan bahan bakar

minyak (bbm) juga sangat besar dari setiap wilayahnya. Di dalam Undang-undang

No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal menyatakan bahwa setiap alat ukur

wajib ditera ulang. Salah satu alat ukur tersebut yaitu mistar ukur atau deepstick

yang biasa digunakan untuk mengukur nilai kapasitas tangki mobil bbm.

Tera dan tera ulang adalah salah satu upaya dalam melaksanakan tertib ukur untuk

melindungi konsumen maupun produsen dari ketidakpastian pengukuran karena

kecurangan dari pihak pihak tertentu seperti kecurangan dalam timbangan di pasar

pasar tradisional maupun modern, kecurangan dalam pengisian bbm di beberapa

spbu, kecurangan dalam pengkilangan minyak maupun gas dan masih banyak lagi

kecurangan yang lain.

Namun, sungguh sangat disayangkan apalagi penduduknya tidak mengetahui

tentang pentingnya dilakukannya tera dan tera ulang alat ukur. Seperti dalam hal

pengisian bahan bakar, kebanyakan dari masyarakat hanya mengetahui nilai ukur

suatu bahan bakar itu tanpa mengetahui kepastian ukuran tersebut apakah sudah

1
tepat atau masih kurang ataupun justru melebihi standar yang telah ditentukan.

Karena hal ini berkaitan dengan kepentingan konsumen untuk memperoleh jumlah

volume bbm di tangki sesuai. Setelah dilakukan tera ulang setiap mobil tangki

bbm wajib dilakukan suatu pengawasan untuk menjamin kebenaran pengukuran

guna tercapainya tertib ukur. Pengawasan ini dilaksanakan oleh Badan Metrologi

legal Diskoperindag yang berperan penting dalam pengawasan terhadap tera/tera

ulang mobil tangki bbm. Dalam pengawasan oleh Badan Metrologi legal

Diskoperindag masih banyak ditemukannya kecurangan yang dilakukan oleh

pihak tertentu seperti pada tahun 2015 ditemukannya dispenser bbm yang tidak

memiliki cap tera sah dan menyalahi ketentuan yang sudah ditetapkan.

Oleh karena itu, kami memandang bahwa penelitian ini sangatlah penting untuk

dilakukan demi tercapainya tertib ukur di seluruh spbu di indonesia, khususnya di

spbu pasteur. Baik spbu pemerintah maupun spbu swasta, baik di tempat yang

terjangkau maupun tempat yang terpencil, penelitian ini haruslah tetap dilakukan

demi tercapainya kepuasaan, keamanan, dan kenyamanan serta kesejahteraan

konsumen dimanapun berada.

1.1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang penulis kemukakan

adalah sebagai berikut.

1. Bagaimanakah latar belakang yang menjadikan pentingnya tera dan tera

ulang mobil tangki bbm di SPBU Pasteur ?

3
2. Bagaimanakah proses tera dan tera ulang mobil tangki bbm di SPBU

Pasteur ?

3. Bagamanakah perkembangan tera dan tera ulang mobil tangki bbm di

SPBU Pasteur ?

1.2 Ruang Lingkup Kajian

Untuk menjawab rumusan masalah di atas, akan penulis kaji hal-hal berikut.

1. Definisi tera dan tera ulang

2. Definisi mobil tangki bbm

3. Pentingnya tera mobil tangki bbm

4. Manfaat dilakukannya tera mobil tangki bbm

4
5. Proses tera mobil tangki bbm

6. Perkembangan tera mobil tangki bbm

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah

1. Untuk mengetahui bagaimana latar belakang yang menjadikan pentingnya

tera dan tera ulang mobil tangki bbm di SPBU Pasteur

2. Untuk mengetahui bagaimana proses tera dan tera ulang mobil tangki bbm di

SPBU Pasteur

3. Untuk mengetahui bagamana perkembangan tera dan tera ulang mobil tangki

bbm di SPBU Pasteur

1.4 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

1.4.1 Metode

Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu mendesktipsikan data baik dari literatur

maupun dari lapangan kemudian dianalisis. Sehubungan dengan metode yang

digunakan dalam penelitian kali ini adalah metode deskriptif analitis dengan

pendekatan empiris dan rasional.

1.4.2 Teknik pengumpulan data

Pada penelitian kali ini kami menggunakan teknik pengumpulan data, berupa

1. Studi literatur

5
Studi literatur yang dilakukan adalah membaca/menganalisis/mengkaji

pengetahuan mengenai proses tera dan tera ulang mobil tangki BBM dari

berbagai sumber, baik dari buku maupun internet.

2. Observasi lapangan

Observasi lapangan yang dilakukan adalah mengunjungi langsung SPBU

Pasteur yang berlokasi di Jl. Dr. Djunjunan (Pasteur) No. 139 Padjadjaran,

(setelah BTC), Bandung, Jawa Barat.

3. Wawancara

Wawancara dikaukan dengan bagian operator SPBU Pasteur.

1.5 Sistematika Penulisan

Penulisan laporan penelitian ini terbagi menjadi empat bab, yaitu pendahuluan,

teori dasar tera dan tera ulang mobil tangki bbm, analisis proses dampak dan

manfaat tera dan tera ulang mobil tangki bbm, serta simpulan dan saran. Pada bab

satu akan dibahas mengenai latar belakang pengangkatan aspek laporan penelitian

ini, rumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup kajian, metode dan teknik

pengumpulan data pada laporan penelitian ini, serta sistematika penulisan. Pada

bab dua akan disajikan penjelasan umum dan aspek-aspek yang akan dikaji

dengan definisi tera dan tera ulang, proses tera dan tera ulang mobil tangki bbm,

manfaat tera dan tera ulang mobil tangki bbm, dampak tera dan tera ulang

terhadap mobil tangki bbm. Bab tiga akan menjabarkan dan menganalisis

masalah-masalah yang telah dirumuskan secara lengkap berupa gambaran umum

SPBU Pasteur, letak geografis SPBU Pasteur, sarana dan prasarana tera dan tera

6
ulang mobil tangki bbm. Bab empat berisi tentang simpulan dan saran dari penulis

mengenai permasalahan yang kami angkat terkait dengan tera dan tera ulang

mobil tangki bbm, khususnya di SPBU Pasteur.

7
BAB II

TEORI DASAR TERA DAN TERA ULANG MOBIL TANGKI

BBM

2.1 Definisi Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM

Pengertian menera (Tera) menurut UU no 2 tahun 1981 pasal 1.q ialah hal

menandai dengan tanda tera sah atau tanda tera batal yang berlaku, atau

memberikan keterangan-keterangan tertulis yang bertanda tera sah atau tanda tera

batal yang berlaku, dilakukan oleh pegawai-pegawai yang berhak melakukannya

berdasarkan pengujian yang dijalankan atas alat-alat ukur, takar, timbang dan

perlengkapannya yang belum dipakai.

Menurut ISO/IEC Guide 17025:2005 dan Vocabulary of International Metrology

(VIM) peneraan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sebuah

kebenaran UTTP dan diakhiri pembubuhan cap tanda tera. Balai Pengujian UTTP

memberikan pelayanan tera dan tera ulang UTTP yang dipergunakan untuk

kepentingan perdagangan dan industri yang bertujuan untuk memastikan

kebenaran dari UTTP yang dipergunakan sesuai dengan ketentuan Undang-

Undang Metrologi Legal. http://blogs.brpamdki.org/108/#sthash.V6JqNYEm.dpbs

Menurut Dudi Firmansyah, S.Si., M.Si., Ph.D., Tera ulang berarti pengujian

kembali terhadap timbangan, takaran, dan ukuran yang dipakai dalam

perdagangan.

8
Dengan membandingkan pengertian tera dari beberapa sumber dapat kita ambil

kesimpulan yang dimaksud tera dan tera ulang mobil tangki adalah mengkukur

tangki mobil untuk jumlah nilai batas hitungan cairan yang ditentukan

berdasarkan hasil pengukuran dari Badan Metrologi. Untuk mendapatkan nilai

kapasitas tangki bbm.

2.2 Ciri Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM

Menurut Nandang GunawanT.W.,S.Si., M.T. ciri-ciri tera dan tera ulang

adalah

1. Menjaga kondisi instrumen ukur dan bahan ukur agar tetap sesuai

dengan spesefikasinya.

2. Untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada

peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.

3. Bisa mengetahui perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan

harga yang ditunjukkan oleh alat ukur.

4. Ada cap tanda tera pada UTTP.

5. Tera dan tera ulang hanya dilakukan oleh petugas-petugas yang memiliki

surat ijin.

2.3 Peranan/Unsur/Manfaat Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM

Sejalan dengan semangkin meningkatnya kegiatan perekonomia baik industri,

perdagangan, maupun jasa telah berdampak pada penggunaan alat-alat ukur, takar,

9
timbang dan perlengkapannya (UTTP) di masyarakat yg semakin meningkat pula.

Hal ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan alat UTTP untuk kepentingan

umum, perdagangan maupun Industri.

Untuk melindungi kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan perlu

adanya jaminan dalam kebenaran pengukuran serta adanya ketertiban dan

kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode

pengukuran alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).

UPTD Balai Metrologi melaksanakan tugas mengesahkan satuan-satuan ukuran,

metoda-metoda pengukuran dan alat-alat yang menyangkut persyaratan teknik dan

peraturan berdasarkan Undang-undang yang bertujuan melindungi kepentingan

umum dalam hal kebenaran pengukuran.

UTTP yang wajib ditera dan ditera ulang adalah UTTP yang secara langsung atau

tidak langsung digunakan atau disimpan dalam keadaan siap pakai untuk

keperluan menentukan hasil pengukuran, penakaran, atau penimbangan untuk:

Kepentingan umum, Usaha, Menyerahkan atau menerima barang, Menentukan

pungutan atau upah, Menentukan produk akhir dalam perusahaan.

Melaksanakan peraturan perundang-undangan seperti yang diamanatkan UU

Nomor 2 Tahun 1981, tentang Metrologi Legal, maka Dinas Perindustrian dan

Perdagangan melalui UPTD Balai Metrologi melaksanakan Tera Ulang Alat

10
UTTP di Kabupaten /Kota salah satunya menera dan menera ulang tangki mobil

BBM.

Kegiatan ini bejalan lancar karena sangat disambut baik oleh masyarakat. Yang

menurut masyarakat kegiatan tera ini telah membantu masyarakat khususnya

dalam hal mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap penggunaan alat

UTTP yang sesuai dengan standar yang ada dan kepercayaan terhadap pembeli

bahan bakar minyak di SPBU.

2.4 Cara Kerja/Proses Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM

“Petugas Metrologi legal kami telah berhasil melakukan tera kepada mobil tangki

baru maupun yang telah beroperasi lama, karena tera tidak hanya dilakukan satu

kali tetapi setiap tahun, guna mengetahui nilai kapasitas tangki serta untuk

melindungi konsumen,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota

Ambon, Pieter Leuwol.

Ia menjelaskan, setelah melakukan pengukuran hasil tera dari metrologi

dituangkan ke selembar kertas yang telah ditandatangani dan distempel petugas.

“Tera tangki dapat dilihat pada lembaran tangki ukur minyak, yang harus selalu

dibawa oleh awak tangki saat beroperasi, walau hanya berupa lembaran fotocopy

saja,” kata Pieter. https://ambon.antaranews.com/berita/38570/uptd-metrologi-

ambon-tera-mobil-tangki-bbm

11
Tera tangki lanjutnya, dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No 23 tahun

2014 tentang Pemerintah Daerah dengan kewenangan yang diserahkan dari

provinsi ke kabupaten/kota.

Tera untuk setiap truk tangki itu berbeda-beda, dilihat dari kapasitas kompertemen

tangki. Karena ada mobil tangki yang berkapasitas 5.000 liter, 8.000 liter, 16.000

liter, 24.000 liter dan 32.000 liter.

Artinya dalam satu truk tangki contohnya kapasitas 32.000 liter, terdapat dua

kompertemen yang masing-masing berjumlah 16.000 liter, atau tangki 24.000 liter

terdapat tiga kompertemen berkapasitas 8.000 liter.

“Alat bantu ukurnya memakai tongkat ukur yang biasa disebut mistar ukur atau

deepstik. Bejana ukur berkapasitas seribu liter berbentuk seperti panci besar yang

di bawahnya diberi krang tempat keluarnya cairan,” katanya.

Pieter menambahkan, kedepan pihaknya akan melakukan tera kepada mobil

tangki air yang beroperasi, agar konsumen terlindungi.

“Kami hanya bertugas memverifikasi ulang alat – alat ukur yang ada di

masyarakat dan dunia usaha, apakah sesuai dengan ketetapan atau tidak, kita

berharap seluruh kendaraan yang mengangkut BBM dan air dapat melakukan tera

12
ulang,” ujarnya. http://www.hariansilampari.co.id/berita/tera-ulang-truk-tangki-

pertamina/

2.5 Perkembangan/Dampak Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM

Pemerintah Kabupaten Badung, Bali pada tahun 2013 menggelar sidang tera ulang

alat ukur, takar, timbangan dan perlengkapannya (UTTP) yang menyasar 10 pasar

tradisional. Kegiatan ini bekerjasama dengan UPT Metrologi Bali Disperindag

Provinsi Bali. Kamis (23/5) kemarin petugas menyasar Pasar Sedana Merta, Desa

Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

Kabid Pembinaan dan Perlindungan, Diskop. UKM Perindag Badung, Gusti Ayu

Suartini, mengatakan, tujuan dari sidang tera ulang adalah untuk menumbuhkan

budaya tertib ukur pada pedagang pasar tradisional. Dalam hal, mengukur,

menakar dan menimbang pada kegiatan jual beli.

Kegiatan ini diharapkan menjadi nilai tambah dalam mendukung penguatan

ekonomi masyarakat, serta meningkatkan citra dan daya saing pasar tradisional.

"Khususnya dari segi kebenaran pengukuran dalam transaksi perdagangan, yang

selanjutnya dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar

tradisional yang jujur dan tertib ukur," paparnya.

Pimpinan sidang dari UPT. Metrologi Bali Disperindag Prov. Bali, Putu Widiana,

mengungkapkan, dinamakan sidang tera ulang timbangan karena dalam kegiatan

13
ini akan dicantumkan “tanda sah” pada alat ukur timbangan yang layak dipakai.

Juga memberikan tanda “batal” pada alat ukur yang tidak layak dipakai.

“Sesuai UU RI No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal, pasal 25 dan pasal 32

menyebutkan pedagang atau orang dilarang memakai alat timbangan pada

kegiatan jual beli yang bertanda batal, tidak berisi tanda pengesahan yang berlaku

serta tidak dilakukan tera ulang. Ini dapat dikenakan penjara selama-lamanya satu

tahun atau denda setinggi-tingginya satu juta rupiah,” bebernya.

Kepala Seksi Metrologi, Ni Made Ari Yudani, mengatakan, kegiatan tera

ulang timbangan yang dilaksanakan di Blahkiuh diperoleh 82 Wajib Tera Ulang

(WTU), Buduk 15 WTU, Dalung 15 WTU, Kedonganan 19 WTU dan di Pasar

Sedana Merta 16 WTU.

Sementara pemilik Pasar Sedana Merta, I Made Wijana, memberi apresiasi

Pemkab Badung yang melaksanakan tera ulang timbangan di pasar miliknya. Dia

berharap pelaksanaan tera ulang dapat berlangsung berkelanjutan, sehingga

perselisihan akibat beda timbangan dapat diminimalkan. Dia juga minta kepala

lingkungan juga dilibatkan untuk memberikan sosialisasi terkait tera ulang alat

ukur kepada pedagang yang ada di wilayahnya, agar para pedagang dapat

memahami pentingnya tera ulang pada alat ukur.

https://www.diskopperindag.badungkab.go.id/index.php/berita-detail/68/Badung-

Gelar-Sidang-Tera-Ulang-di-Pasar-Sedana-Mertakoma-Tibubeneng/

14
Sejumlah truk tangki angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina, Senin

(9/10), berjejer di halaman eks kantor UPTD Metrologi Legal Kota Lubuklinggau.

Ternyata keberadaan truk tangki pertamina itu dilakukan untuk pemeriksaan

kapasitas tangki apakah sesuai dengan yang seharusnya atau tidak atau disebut

juga dengan tera ulang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuklinggau,

H M Hidayat Zaini melalui Kepala Bidang (Kabid) Metrologi, Dediansyah,

mengatakan bahwa tera ulang terhadap sejumlah truk tangki pertamina itu rutin

dilakukan setiap tahunnya. Hanya saja jadwal pelaksanaan tera tidak baku.

“Jadwal tera fleksibel, tidak ada jadwal yang pasti tetapi yang jelas setiap tahun

dilakukan,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, tera ulang tidak hanya dilakukan pada truk tangki pengangkut

BBM Pertamina, tetapi juga dilakukan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar

Umum (SPBU), timbangan dan semua alat ukur lainnya. Karena semua alat ukur

wajib ditera ulang agar ukurannya sesuai dengan yang seharunya. “Tera ulang

dilakukan bisa saja karena memang sudah jadwalnya, atau bisa juga karena ada

permintaan,” jelas Dedi.

Tera ulang, tambah Dedi, biasa diminta oleh perusahaan. Karena mereka

menginginkan alat ukur yang mereka gunakan sesuai ukuran seharusnya.

15
Selain itu, tera ulang juga diterapkan pada pasar tradisional. Ada atau tidak ada

permintaan, pelayanan tera ulang timbangan wajib dilakukan untuk menjamin hak

konsumen. “Kalau sudah kita tera, bisa diketahui apakah ada alat yang rusak atau

tidak, kalau ada yang rusak nanti petugas kita yang bantu memperbaiki,” terang

Dedi.

Untuk pihak-pihak yang sengajak merusak atau mengurangi ukuran, dijelaskan

Dedi, tentu akan ada sanksi yang diberikan. Namun biasanya untuk tahap awal

dilakukan pembinaan. Tetapi bila memang sudah membandel akan dijatuhkan

sanski sesuai dengan UU Metrologi. “Bisa saja denda atau kurungan,” pungkas

Dedi.

16
BAB III

ANALISIS PROSES TERA DAN TERA ULANG MOBIL

TANGKI BBM DI SPBU PASTEUR

3.1 Gambaran Umum SPBU Pasteur

SPBU 34.401.16 merupakan perusahaan mitra PT.Pertamina untuk memenuhi

kebutuhan BBM di Kota Bandung tepatnya di daerah Pasteur.

Stasiun ini merupakan salah satu yang mendapatkan sertifikat dari PERTAMINA

sebagai SPBU PASTI PAS.

Dengan Menyandang sertifikat SPBU PASTI PAS kualitas dan kuantitas SPBU

34.401.16, BBM menjadi berkualitas karena menggunakan alat-alat pengukur

dengan kualitas dan kuantitas yang sangat akurat. Untuk menjamin ketepatan

takaran, SPBU 34.401.16 rutin melakukan tera ulang oleh dinas metrologi dengan

jangka waktu tertentu pada dispenser BBM maupun mobil tangki.

SPBU ini didukung oleh infrastruktur yang kuat serta karyawan yang sudah

terlatih, SPBU ini siap bersaing dengan SPBU lokal maupun SPBU asing.

3.2 Letak Geografis SPBU Pasteur

Stasiun ini berlokasi di Jl. Dr. Djunjunan (Pasteur) No.139 Padjajaran, (Setelah

BTC (Bandung Trade Centre)) Bandung, Jawa Barat. Lokasi ini sangat strategis

17
karena merupakan jalan utama yang menghubungkan kota bandung dengan kota

lainnya.

3.3 Manajemen Kepengurusan SPBU Pasteur

Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan

suatu organisasi dengan cara bekerja dalam team, agar bekerja dalam team

berjalan dengan baik, maka adanya peran pembagian tugas, wewenang, dan

tanggung jawab dari masing-masing bagian.

Struktur Manajemen SPBU 34.401.1.16 ini bersifat line Authority, dimana

seorang atasan bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan dan semua

aktifitas organisasi oleh bawahannya dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Struktur tersebut disusun seperti berikut:

18
3.4 Sarana Prasarana Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di SPBU

Pasteur

Petugas Metrologi legal mendatangi SPBU dengan membawa alat ukur berupa

tongkat ukur atau yang biasa disebut deepstick untuk mengukur keakuratan tangki

mobil BBM.

Setelah melakukan pengukuran hasil tera dari metrologi dituangkan ke selembar

kertas yang telah ditandatangani dan distempel petugas.

Tera tangki lanjutnya, dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No 23 tahun

2014 tentang Pemerintah Daerah dengan kewenangan yang diserahkan dari

provinsi ke kabupaten/kota.

Tera untuk setiap truk tangki itu berbeda-beda, dilihat dari kapasitas kompertemen

tangki. Karena ada mobil tangki yang berkapasitas 5.000 liter, 8.000 liter, 16.000

liter, 24.000 liter dan 32.000 liter.

Artinya dalam satu truk tangki contohnya kapasitas 32.000 liter, terdapat dua

kompertemen yang masing-masing berjumlah 16.000 liter, atau tangki 24.000 liter

terdapat tiga kompertemen berkapasitas 8.000 liter.

Setelah pemeriksaan selesai penera akan memberi Cap Tanda Tera sesuai hasil

pemeriksaan, sebagai berikut:

19
3.5 Ciri Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di SPBU Pasteur

1. Petugas Metrologi legal mendatangi SPBU dengan membawa alat ukur berupa

tongkat ukur atau yang biasa disebut deepstick untuk mengukur keakuratan tangki

mobil BBM.

2. Setelah pemeriksaan selesai penera akan memberi Cap Tanda Tera sesuai hasil

pemeriksaan.

20
3.6 Cara Kerja/Proses Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di SPBU

Pasteur

Tera tangki lanjutnya, dilakukan sesuai dengan Undang-Undang No 23 tahun

2014 tentang Pemerintah Daerah dengan kewenangan yang diserahkan dari

provinsi ke kabupaten/kota.

Tera untuk setiap truk tangki itu berbeda-beda, dilihat dari kapasitas kompertemen

tangki. Karena di SPBU Pasteur ada mobil tangki yang berkapasitas 5.000 liter,

8.000 liter, 16.000 liter, 24.000 liter dan 32.000 liter.

Artinya dalam satu truk tangki contohnya kapasitas 32.000 liter, terdapat dua

kompertemen yang masing-masing berjumlah 16.000 liter, atau tangki 24.000 liter

terdapat tiga kompertemen berkapasitas 8.000 liter.

“Alat bantu ukurnya memakai tongkat ukur yang biasa disebut mistar ukur atau

deepstik. Bejana ukur berkapasitas seribu liter berbentuk seperti panci besar yang

di bawahnya diberi krang tempat keluarnya cairan,” katanya.

Dedi Susanto menambahkan, kedepan piha SPBU Pasteur akan melakukan tera

kepada mobil tangki air yang beroperasi, agar konsumen terlindungi.

“Kami hanya bertugas memverifikasi ulang alat – alat ukur yang ada di

masyarakat dan dunia usaha, apakah sesuai dengan ketetapan atau tidak, kita

21
berharap seluruh kendaraan yang mengangkut BBM dan air dapat melakukan tera

ulang,” ujar Dedi Susanto.

3.7 Peranan/Unsur/Manfaat Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di

SPBU Pasteur

Untuk melindungi kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan di

Pasteur Bandung perlu adanya jaminan dalam kebenaran pengukuran serta adanya

ketertiban dan kepastian hukum dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan,

metode pengukuran alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP)

salah satunya dalam bidang bakar, terutama di SPBU Pasteur.

Peran UPTD Balai Metrologi sangat penting melalui pengendalian, pelayanan tera

dan tera ulang, sehingga adanya jaminan kebenaran pengukuran, kepastian hukum

dalam pemakaian satuan ukur, standar ukuran, metode pengukuran dan

penggunaan alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya ( UTTP). UPTD

Balai Metrologi sebagai institusi metrologi legal yang memiliki tugas pokok

membina, mengelola, menyelenggarakan dan mengendalikan pelaksanaan

kegiatan kemetrologian di Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh Undang-

undang Nomor 2 Tahun 1981 sebagai dasar hukum tentang Metrologi Legal

dengan tujuan untuk menciptakan tertib ukur di segala bidang.

UPTD Balai Metrologi melaksanakan tugas mengesahkan satuan-satuan ukuran,

metoda-metoda pengukuran dan alat-alat yang menyangkut persyaratan teknik dan

22
peraturan berdasarkan Undang-undang yang bertujuan melindungi kepentingan

umum dalam hal kebenaran pengukuran.

Melaksanakan peraturan perundang-undangan seperti yang diamanatkan UU

Nomor 2 Tahun 1981, tentang Metrologi Legal, maka Dinas Perindustrian dan

Perdagangan melalui UPTD Balai Metrologi melaksanakan Tera Ulang Alat

UTTP di Kabupaten /Kota salah satunya menera dan menera ulang tangki mobil

BBM.

Kegiatan ini bejalan lancar karena sangat di sambut baik oleh masyarakat. Yang

menurut masyarakat kegiatan tera ini telah membantu masyarakat khususnya

dalam hal mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap penggunaan alat

UTTP yang sesuai dengan standar yang ada dan kepercayaan terhadap pembeli

bahan bakar minyak di SPBU.

3.8 Perkembangan/Dampak Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di

SPBU Pasteur

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung sudah memiliki

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Legal. UPT ini bertugas untuk

memberikan pelayanan pengujian berbagai alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan

Perlengkapannya (UTTP).

23
UPT Metrologi Legal ini melayani tera dan tera ulang terhadap UTTP. Tera

adalah tanda uji pada alat ukur, sementara tera ulang adalah pengujian kembali

secara berkala terhadap UTTP dan ukuran yang dipakai dalam perdagangan

Sejak Mei 2017, UPT Metrologi Legal mulai melayani permintaan tera dan tera

ulang. Sebelumnya, kewenangan pengujian berada di Dinas Perindustrian dan

Perdagangan Provinsi Jawa Barat. Namun sejak terbitnya Undang-Undang Nomor

23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, kewenangan tersebut berpindah

kepada pemerintah kota/kabupaten.

"Sejak akhir 2016, permintaan tera dan tera ulang yang masuk ke instansinya

sudah mencapai 358 permohonan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 273

permohonan sudah mendapatkan pelayanan," ucap Eric.

Namun saat ini, lanjut Eric, Sumber Daya Manusia (SDM) di UPT tersebut masih

minim. UPT Metrologi Legal ini berlokasi di Jalan Pandu Nomor 23 Bandung.

"UPT ini kan baru terbentuk tahun 2017 lalu, baru ada 4 orang penera fungsional

dan 2 pengamat tera yang bekerja melakukan pengujian. Kami sedang mendorong

untuk penambahan 2 orang penera yang sedang berproses mendapatkan sertifikasi

penera berhak," ujarnya.

Selain melayani tera dan tera ulang di kantor, menurut Eric pihaknya juga

24
mendatangi pasar tradisional dan SPBU.

"Pelayanan ini langsung dilakukan oleh tim yang datang ke lapangan, seperti pom

bensin (salah satunya SPBU Pasteur) dan pasar tradisional. Tujuannya agar

konsumen merasa nyaman dan aman saat melakukan transaksi jual beli.

Timbangan yang akurat akan menambah kepercayaan konsumen," kata Eric

25
BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

4.1 Simpulan

Simpulan yang dapat diberikan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Berdasarkan hasil wawancara yang disesuaikan dengan teori-teori yang

berkaitan dengan judul penelitian ini, bahwa latar belakang yang menjadikan

pentingnya tera dan tera ulang mobil tangki bbm ini yakni untuk melindungi

kepentingan umum di sektor industri dan perdagangan perlu adanya jaminan

dalam kebenaran pengukuran serta adanya ketertiban dan kepastian hukum

dalam pemakaian satuan ukuran, standar satuan, metode pengukuran alat-alat

ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).

2. Berdasarkan hasil wawancara yang disesuaikan dengan teori-teori yang

berkaitan dengan judul penelitian ini, bahwa proses tera dan tera ulang mobil

tangki bbm itu alat bantu ukurnya memakai tongkat ukur yang biasa disebut

mistar ukur atau deepstik. Bejana ukur berkapasitas seribu liter berbentuk

seperti panci besar yang di bawahnya diberi krang tempat keluarnya cairan.

3. Berdasarkan hasil wawancara yang disesuaikan dengan teori-teori yang

berkaitan dengan judul penelitian ini, bahwa perkembangan tera dan tera

ulang mobil tangki BBM cukup pesat tidak hanya dilakukan pada truk tangki

pengangkut BBM Pertamina, tetapi juga dilakukan pada Stasiun Pengisian

Bahan Bakar Umum (SPBU), timbangan dan semua alat ukur lainnya.

26
4.2 Saran

1. Pihak SPBU Pasteur diharapkan lebih memudahkan lagi bagi kami

melakukan wawancara dalam upaya penyusunan laporan penelitian ini.

2. Pihak SPBU Pasteur juga diharapkan membentuk prosedur dan aturan yang

jelas mengenai masalah administrasi dan koordinasi dengan para peneliti

selanjutnya apabila ada.

3. Untuk terpenuhinya hasil penelitian mengenai proses tera dan tera ulang

mobil tangki BBM yang maksimal, sebaiknya penelitian berikutnya

didampingi satu petugas metrologi yang kompeten sehingga lebih mudah dan

terpantau.

27
DAFTAR PUSTAKA

Anthony A. Atkinson, Rajiv D. Banker, Robert S. Kaplan dan S. Mark Young.


2003 Management Accounting. Edisi ke-2. New Jersey: Prentice Hall,Inc.

Arifin, Djainul. 2007. Tepat Mengukur dan akurat Menimbang. Bandung:


IdeaSpektrum Lintas Media.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Christensen, C. R., K. R. Andrews dan J. L. Bower. 1973. Business Policy, Text


and Cases, Third Edition. Homewood. Illionis: Richard D. Iriwn Inc.

Drijarkara, A. P, Ghufron Z. 2005. Metrologi: Sebuah Pengantar. Pusat Penelitian


Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi (Puslit KIM–LIPI).

28
INDEKS

Aam 11, 35, 60, 119


Abad 23, 67
Aswan 1007, 2009
Ahli 12, 44
Ahmad 37, 56
Azis 42, 88

Basa 5070, 200


Basi 59, 70
Boso 25, 50

Celsius 33, 76, 80


Celana 21, 45, 78
Cucui 27, 81
Cacay 92, 99

Zatuh 31, 57, 86,100

30
Gambar 1
Pola Wilayah SPBU Pasteur

30
Gambar 2
Lokasi Utama Transaksi SPBU Pasteur
LAMPIRAN
LAMPIRAN A

LEMBAR KENDALI

KELOMPOK : VII
Anggota 1. Moh. Ihsan Arifin A017005
2. Muhammad Wildan Manthofani A017006
3. Arky Arrahman Firdaus A017032

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana latar belakang yang menjadikan pentingnya tera dan tera ulang mobil
tangki bbm di SPBU Pasteur ?
2. Bagaimana proses tera dan tera ulang mobil tangki bbm di SPBU Pasteur ?
3. Bagaimana perkembangan tera mobil tangki bbm di SPBU Pasteur ?

TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui bagaimana latar belakang yang menjadikan pentingnya
tera dan tera ulang mobil tangki bbm di SPBU Pasteur.
2. Untuk mengetahui bagaimana proses tera dan tera ulang mobil tangki bbm
di SPBU Pasteur.
3. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan tera dan tera ulang mobil
tangki bbm di SPBU Pasteur.

ASPEK YANG DIKAJI


1. Definisi tera dan tera ulang
2. Definisi mobil tangki bbm
3. Pentingnya tera mobil tangki bbm
4. Manfaat dilakukannya tera mobil tangki bbm
5. Proses tera mobil tangki bbm
6. Perkembangan tera mobil tangki bbm
LAMPIRAN B

KERANGKA

Proses Tera Mobil Tangki BBM di SPBU Pasteur

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah
1.1.1 Latar belakang masalah
1.1.2 Rumusan masalah
1.2 Ruang Lingkup Kajian
1.3 Tujuan Penulisan
1.4 Metode dan Teknik Pengumpulan Data
1.4.1 Metode
1.4.2 Teknik pengumpulan data
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II TEORI DASAR TERA DAN TERA ULANG MOBIL TANGKI
BBM
2.1 Definisi Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
2.2 Ciri Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
2.3 Peranan/Unsur/Manfaat Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
2.4 Cara Kerja/Proses Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
2.5 Perkembangan/Dampak Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
BAB III ANALISIS PROSES TERA DAN TERA ULANG MOBIL TANGKI
BBM DI SPBU PASTEUR
3.1 Gambaran Umum SPBU Pasteur
3.2 Letak Geografis SPBU Pasteur
3.3 Manajemen Kepengurusan SPBU Pasteur
3.4 Sarana Prasarana Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di
SPBU Pasteur
3.5 Ciri Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di SPBU Pasteur
3.6 Cara Kerja/Proses Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM di
SPBU Pasteur
3.7 Peranan/Unsur/Manfaat Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
di SPBU Pasteur
3.8 Perkembangan/Dampak Tera dan Tera Ulang Mobil Tangki BBM
di SPBU Pasteur

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN


4.1 Simpulan
4.2 Saran
LAMPIRAN C

DRAF BAB I
RIWAYAT HIDUP

Nama lengkap saya di ijazah dan akta

kelahiran adalah Moh. Ihsan Arifin.

Saya biasa dipanggil ihsan atau arifin.

Pada tanggal 26 November 1997,

tepatnya hari rabu jam 8 pagi, saya

sangat bersyukur terlahir ke dunia ini

dalam keadaan selamat. Tempat tinggal

saya dari dulu sampai sekarang tetap di

kecamatan Tanjungsari, kabupaten

Sumedang, provinsi Jawa Barat. Riwayat pendidikan saya cukup unik. Saya

menginjak dunia pendidikan pertama kali di SDN Ciluluk II, sangat dekat dengan

rumah saya, pada usia 6 tahun kurang tanpa belajar di TK terlebih dahulu.

Kemudian tahun 2009, saya mulai memasuki pendidikan yang setingkat lebih

tinggi yaitu di SMP Plus Al-Aqsha kecamatan Jatinangor, kabupaten Sumedang.

Di tempat ini, prestasi yang saya raih antara lain juara 1 kelas selama 3 tahun

berturut-turut, siswa teladan selama 3 tahun berturut-turut pula, dan yang paling

membanggakan adalah juara 3 LCTM se-Jawa karena satu grup dengan kakak

kelas gebetan saya. Setelah 3 tahun sekolah disana, saya diasingkan ke

Tasikmalaya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi di MAN

Sukamanah (sekarang MAN 1 Tasikmalaya). Pada masa itu, sekolah lebih seru

lagi namun justru membuat saya minim prestasi. Mungkin masa itu memang

sedang masanya remaja labil mencari jati dirinya. Alhasil lulus dari sana, saya
hanya diterima di perguruan tinggi negeri biasa saja di Bandung dengan jurusan

favorit saya, alhamdulillah. Singkat cerita, setengah perjalanan sudah saya lewati

di perguruan tinggi tersebut, saya mendapat info beasiswa D3 dari Kemendag di

Internet. Akhirnya saya mencoba daftar dan ternyata alhamdulillah jodoh saya

memang disana rupanya. Saya sangat bahagia karena beasiswa ini full dan yang

terpenting ada kerja sama nya dengan PTN yang jauh lebih bergengsi dengan PTN

sebelumnya, alhamdulillah. Adapun hobi yang paling saya suka adalah mengamati

setiap fenomena, keadaan, kejadian sekitar untuk dijadikan pelajaran dan batu

loncatan di masa depan. Akhir kata, sedikit pesan saya bagi pembaca yang

budiman, belajar, berdoa, belajar lagi, berdoa lagi, belajar lagi, berdoa lagi, terus

sampai limit menuju tak hingga.


Nama saya Muhammad Wildan

Manthofani, saya dikenal dengan nama

Wildan. Saya lahir di kabupaten

Cirebon pada tanggal 29 Mei 1999.

Namun saya besar di kabupaten

Magetan. Pendidikan SD, SMP, dan

SMA saya di daerah Maospati

Kabupaten Magetan. Saya menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 2

Sugihwaras tahun 2011, lalu saya melanjutkan ke pendidikan menengah pertama

(SMP) di SMPN 1 Maospati dan lulus pada tahun 2014, SMAN 1 Maospati

menjadi sekolah selanjutnya bagi saya untuk meneruskan pendidikan ke jenjang

yang lebih tinggi yaitu sekolah menengah atas. Sekarang saya tinggal di Bandung

untuk melanjutkan pendidikan D3 di akademi metrologi dan instrumentasi. Hobi

saya bermain badminton, saat sma saya sering menjuarai berbagai turnamen antar

SMA se-kabupaten. Motto hidup saya adalah “Kalau orang lain saja bisa,

mengapa kita tidak”.


Nama Arky Arrahman firdaus saya

lahir 21 Oktober 1999 di Sukabumi ,

tempat tinggal dari Majalengka.

Merupakan anak kedua dari dua

bersaudara. Pendidikan sd , smp ,

sma diselesaikan di daerah

Maajalengka. Pendidikan terakhir

saya adalah sma , yaitu dari Sman 1Majalengka. Sekarang sedang melanjutkan

pendidikan di D3 Akademi Metrologi dan Instrumentasi di Bandung yang

merupakan Sekolah Akademi yang dinaungi kementerian perdagangan yang

bekerja sama dengan ITB. Hobi di bidang kesenian tepatnya dimusik, saat sma

pernah menjuarai lomba band tingkat kabupaten dan wilayah dengan urutan juara

1 serta Juara Pagelaran Angklung Sejawa Barat dengan urutan juara 2 dan

mengalahkan pesaingnya di Jawa Barat. Kesan saya dalam mengikuti perkuliahan

TTKI menurut saya TTKI sangat menyenangkan karena kita bisa belajar hal baru

mulai dari hal yang sederhana seperti penggunaan kata yang benar , mengetahui

kata serapan yang bisa dijadikan tolak ukur penyebaran sebuah budaya, serta hal

hal kecil yang tidak kita sadari setiap harinya dan bisa dijadikan pembelajaran

baru setiap harinya.


1. SAMPUL TEBAL : sesuai warna kebangsaan kelas
2. SAMPUL PUTIH
3. ABSTRAK
4. PRAKATA
5. KATA PENGANTAR*
6. SANWACANA*
7. DAFTAR ISI
8. DAFTAR TABEL*
9. DAFTAR GAMBAR*
10. DAFTAR ISTILAH*
11. DAFTAR LAMPIRAN
12. pembatas
13. BAB I
14. BAB II
15. BAB III
16. BAB IV
17. pembatas
18. DAFTAR PUSTAKA
19. INDEKS
20. LAMPIRAN
21. RIWAYAT HIDUP
22. SAMPUL PENUTUP